Anda di halaman 1dari 5

Pengertian ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif), Pengertian

Zona Tambahan dan Pengertian Laut Teritorial


Pengertian Pakar

Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai pengertian ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif),
pengertian zona tambahan dan pengertian laut teritorial. Tentu kita bertanya apakah
itu ZEE (Zona Ekonomi Eklusif), zona tambahan dan laut teritorial ?. Untuk menjawab
pertanyaan tersebu, maka di bawah ini akan dibahas mengenai ZEE, zona tambahan
dan laut teritorial secara terperinci.

| Batas ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) |

Pengertian ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) adalah suatu zona selebar tidak lebih dari
200 mil laut dari garis pangkal. Di Zona Ekonomi Eksklusif ini negara pantai memiliki
hak-hak berdaulat yang eksklusif untuk keperluan eksplorasi dan eksploitasi sumber
kekayaan alam serta yurisdiksi tertentu terhadap :
(a) pembuatan dan juga pemakaian pulau buatan, instalasi dan bangunan.
(b) riset ilmiah kelautan.
(c) perlincungan dan pelestarian lingkungan laut.

Pada tahun 1957 di Indonesia mengeluarkan deklarasi Juanda yang melahirkan konsep
Wawasan Nusantara. Dalam deklarasi tersebut telah ditentukan bahwa batas perairan
wilayah Indonesia ialah 12 mil dari garis dasar pantai masing-masing pulau sampai
dengan titik terluar.

Pada tahun 1980 Indonesia mengeluarkan aturan tentang batas ZEE (Zona Ekonomi
Eksklusif) Indonesia sepanjang 200 mil, ini diukur dari garis pangkal wilayah laut
Indonesia. ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif merupakan wilayah laut sejauh 200 mil dari
pulau terluar diukur saat air surut. Pada ZEE ini, pemerintah Indonesia memiliki hak
untuk mengatur segala kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam di
permukaan laut, di dasar laut dan juga di bawah laut serta mengadakan penelitian
sumber daya hayati maupun sumber daya laut lainnya.
| Batas Zona Tambahan |

Pengertian Zona Tambahan adalah laut yang terletak pada sisi luar dari garis pangkal
dan tidak melebihi 24 mil laut dari garis pangkal. Di Zona tambahan ini kekuasaan
negara terbatas untuk mencegah pelanggaran-pelanggaran terhadap bea cukai, fiskal,
imigrasi dan perikanan.
Pengertian Zona Tambahan menurut J.G Starke adalah suatu jalur perairan yang
berdekatan dengan batas jalur maritim atau laut teritorial, namun tidak termasuk
kedaulatan negara pantai, tetapi dalam zona ini negara pantai memiliki
kewewenangan melaksanakan hak-hak pengawasan tertentu untuk mencegah
terjadinya pelaggaran peraturan perundang-undangan saniter, bea cukai, fiskal, pajak
dan juga imigrasi di wilayah laut teritorialnya. Batas zona tambahan sepanjang 12 mil
atau tidak melebihi 24 mil dari garis pangkal.

Dalam pasal 24 angka (1) UNCLOS III mengenai Zona tambahan, dinyatakan bahwa
suatu zona dalam laut lepas yang bersambungan dengan laut teritorial negara pantai
itu memiliki kewenangan melaksanakan pengawasan yang dibutuhkan untuk :
(1) Mencegah pelanggaran perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah bea
cukai, perpajakan, keimigrasian dan kesehatan.
(2) Kewenangan untuk menghukum pelanggaran-pelanggaran atau peraturan-
peraturan perundang-undangannya tersebut di atas.
Di dalam ayat 2 ditegaskan tentang lebar maksimum dari zona tambahan tidak boleh
melampaui dari 12 mil laut yang diukur dari garis pangkal. Hal ini berarti bahwa zona
tambahan tersebut hanya mempunyai arti bagi negara-negara yang mempunyai lebar
laut teritorial yang kurang dari 12 mil laut berdasarkan konvensi Hukum Laut Jenewa
tahun 1958 dan sudah tidak berlaku lagi setelah adanya ketentuan baru dalam
Konvensi Hukum Laut 1982. Menurut pasal 33 angka 2 Konvensi Hukum Laut tahun
1982, zona tambahan tidak melebihi 24 mil laut dari garis pangkal dari mana lebar
laut teritorial itu diukur.

| Batas Laut Teritorial |

Pengertian Laut Teritorial adalah laut yang terletak pada sisi luar dari garis pangkal
dan tidak melebihi dari 12 mil laut. Dalam laut teritorial ini kedaulatan negara penuh
termasuk atas ruang udara di atasnya. Hak lintas damai diakui bagi kapal-kapal asing
yang melintas.

Pengertian Hak Lintas Damai Menurut Konvensi Hukum Laut 1982 adalah hak untuk
melintas secepat-cepatnya tanpa berhenti dan bersifat damai tidak mengganggu
keamanan dan ketertiban negara pantai. Pelaksanaan hak lintas damai haruslah :

(a) harus tidak mengancam atau menggunakan kekerasan yang melanggar integritas
wilayah, kemerdekaan dan politik negara pantai.
(b) harus tidak melakukan latihan militer atau sejenisnya tanpa seizin negara pantai.
(c) harus tidak melakukan kegiatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi
tertentu yang melanggar keamanan ketertiban negara pantai.
(d) harus tidak melakukan tindakan propaganda yang melanggar keamanan ketertiban
negara pantai.
(e) harus tidak melakukan peluncuran, pendaratan dari atas kapal apa pun termasuk
kapal militer.
(f) harus tidak melakukan bongkar muat komoditas, penumpang, mata uang yang
melanggar aturan, perpajakan, imigrasi dan hukum negara pantai.
(g) harus tidak melakukan aktivitas yang menimbulkan pencemaran.
(h) harus tidak melakukan kegiatan penangkapan ikan.
(i) harus tidak melakukan kegiatan penelitian.
(j) harus tidak melakukan kegiatan yang mengganggu ke sistem komunikasi negara
pantai.
(k) kapal-kapal selam yang melakukan lintas damai harus menampakkan dirinya di
permukaan serta menunjukkan bendera negaranya.

Hak lintas damai adalah hak bagi kapal asing sehingga merupakan kewajiban bagi
negara pantai untuk memberikannya. Dalam UU No. 43 Tahun 2008, pemerintah
Indonesia memiliki wewenang memberikan izin lintas damai kepada kapal-kapal asing
untuk melintasi laut teritorial dan perairan kepulauan pada jalur yang telah
ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Sekian pembahasan pengertian ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif), pengertian Zona


Tambahan dan pengertian Laut Teritorial, semoga tulisan saya mengenai pengertian
ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif), pengertian Zona Tambahan dan pengertian Laut
Teritorial dapat bermanfaat.

Sumber : Buku dalam Penulisan Pengertian ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif),


Pengertian Zona Tambahan dan Pengertian Laut Teritorial :

- Sefriani, 2011. Hukum Internasional (Suatu Pengantar). Penerbit PT Raja Grafindo


Persada : Jakarta.

Gambar Pengertian ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif),


Pengertian Zona Tambahan dan Pengertian Laut Teritorial
Laut teritorial atau perairan teritorial (bahasa Inggris: Territorial sea) adalah wilayah
kedaulatan suatu negara pantai selain wilayah daratan dan perairan pedalamannya; sedangkan
bagi suatu negara kepulauan seperti Indonesia, Jepang, dan Filipina, laut teritorial meliputi pula
suatu jalur laut yang berbatasan dengannya perairan kepulauannya dinamakan perairan internal
termasuk dalam laut teritorial pengertian kedaulatan ini meliputi ruang udara di atas laut
teritorial serta dasar laut dan tanah di bawahnya dan, kedaulatan atas laut teritorial dilaksanakan
dengan menurut ketentuan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (United
Nations Convention on the Law of the Sea)[1] lebar sabuk perairan pesisir ini dapat diperpanjang
paling banyak dua belas mil laut (22,224 km) dari garis dasar (baseline-sea)

Istilah laut teritorial dan perairan teritorial kadang-kala digunakan pula secara informal untuk
menggambarkan dimana negara memiliki yurisdiksi, termasuk perairan internal, zona tambahan,
zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen berpotensi.

Batas luar.

Batas dalam ZEE adalah batas luar dari laut teritorial. Zona batas luas tidak boleh melebihi
kelautan 200 mil laut dari garis dasar dimana luas pantai teritorial telah ditentukan. Kata-kata
dalam ketentuan ini menyarankan bahwa 200 mil laut adalah batas maksimum dari ZEE,
sehingga jika ada suatu negara pantai yang menginginkan wilayahnya ZEE-nya kurang dari itu,
negara itu dapat mengajukannya. Di banyak daerah tentu saja negara-negara pantai tidak akan
memilih mengurangi wilayahnya ZEE kurang dari 200 mil laut, karena kehadiran wilayah ZEE
negara tetangga. Kemudian timbul pertanyaan mengapa luas 200 mil laut menjadi pilihan
maksimum untuk ZEE. Alasannya adalah berdasarkan sejarah dan politik: 200 mil laut tidak
memiliki geografis umum, ekologis, dan biologis nyata. Pada awal UNCLOS zona yang paling
banyak diklaim oleh negara pantai adalah 200 mil laut, diklaim negara-negara Amerika Latin dan
Afrika. Lalu untuk mempermudah persetujuan penentuan batas luar ZEE maka dipilihlah figur
yang paling banyak mewakili klaim yang telah ada. Tetapi tetap mengapa batas 200 mil laut
dipilih sebagai batas luar jadi pertanyaan. Menurut Prof. Hollick, figur 200 mil laut dipilih
karena suatu ketidaksengajaan, dimulai oleh negara Chili. Awalnya negara Chili mengaku
termotivasi pada keinginan untuk melindungi operasi paus lepas pantainya. Industri paus hanya
menginginkan zona seluas 50 mil laut, tapi disarankan bahwa sebuah contoh diperlukan. Dan
contoh yang paling menjanjikan muncul dalam perlindungan zona diadopsi dari Deklarasi
Panama 1939. Zona ini telah disalahpahami secara luas bahwa luasnya adalah 200 mil laut,
padahal faktanya luasnya beraneka ragam dan tidak lebih dari 300 mil laut.

Batasan

Dalam banyak wilayah negara banyak yang tidak bisa mengklaim 200 mil laut penuh, karena
kehadiran negara tetangga, dan itu menjadikan perlu menetapkan batasan ZEE dari negara-
negara tetangga, pembatasan ini diatur dalam hukum laut internasional.
Pulau-pulau.

Pada dasarnya semua teritori pulau bisa menjadi ZEE. Namun, ada 3 kualifikasi yang harus
dibuat untuk pernyataan ini. Pertama, walau pulau-pulau normalnya bisa menjadi ZEE, artikel
121(3) dari Konvensi Hukum Laut mengatakan bahwa, " batu-batu yang tidak dapat membawa
keuntungan dalam kehidupan manusia atau kehidupan ekonomi mereka, tidak boleh menjadi
ZEE."

Wilayah yang tidak berdiri sendiri

Kualifikasi kedua berkaitan dengan wilayah yang tidak meraih baik kemerdekaan sendiri atau
pemerintahan mandiri lain yang statusnya dikenal PBB, dan pada wilayah yang berada dalam
dominasi kolonial. Resolusi III, diadopsi oleh UNCLOS III pada saat yang sama pada teks
Konvensi, menyatakan bahwa dalam kasus tersebut ketentuan yang berkaitan dengan hak dan
kewajiban berdasarkan Konvensi harus diimplementasikan untuk keuntungan masyarakat
wilayah tersebut, dengan pandangan untuk mempromosikan keamanan dan perkembangan
mereka.

Antartika
Akhirnya, ini harus dicatat bahwa efek dari artikel IV dari Traktat Antartika 1959 nampaknya
menunjukkan ZEE tidak dapat diklaim oleh wilayah yang berada di dalam area tempat traktat
tersebut dibuat, yang dinamakan sebagai area selatan dari selatan 60 derajat.