Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Al-Ikhlas ISSN : 2461-0992

Volume 3 Nomor 1, Oktober 2017

PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KEGIATAN


DONOR DARAH DI PALANGKA RAYA

Teguh Pribadi1, Asro’ Laelani Indrayanti2, dan Elyta Vivi Yanti3


1
Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas PGRI Palangka Raya
2
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas PGRI Palangka Raya
3
Program Studi Pendidikan Geografi, FKIP, Universitas PGRI Palangka Raya
Email: tgpribadi@gmail.com

ABSTRACT
The purpose of the blood donation social devotion program were: 1) to assisted the
Blood Donor Unit of The Indonesian Red Cross (UTD-PMI) increased blood reserves to
fulfil the blood needs in Palangka Raya city, 2) to socialized blood donation activities
on the Universitas PGRI Palangka Raya (UPP) for the communities in and around the
campus. Blood donation social activities were attended by 99 participants from students
of police school (SPN), students, UPP Lecturers, university student organisation board
(BEM), student regiment (Menwa), and the general public. By sex participants of this
activity were dominated by men (73 people) and the women (26 people). The amount of
blood bags that can be collected during this activity were 69 blood bags. Blood donation
activities that are attractively packaged, publicized, and involving
organizations/institutions can increase the level of community participation.
Keywords: blood donor unit, blood donation, participation, social devotion,
Universitas PGRI Palangka Raya

PENDAHULUAN pengangkutan oksigen dari paru-paru ke


Darah adalah jaringan ikat yang jaringan dan mengantarkan
berbentuk cairan yang terdiri dari empat karbondioksida dari jaringan kembali ke
komponen yaitu sel darah merah paru-paru; 3) melawan infeksi yang
(eritrosit), sel darah putih (leukosit), sel dilakukan oleh leukosit; 4) mengatur
darah pembeku atau keping darah keseimbangan asam basa untuk
(trombosit), dan cairan darah (plasma menghindari kerusakan jaringan; 5)
darah). Darah merupakan alat menyalurkan metabolisme dari jaringan
pengangkut utama di dalam tubuh. ke alat-alat sekresi; 6) menjaga suhu
Darah terdapat dalam pembuluh darah tubuh; 7) pendistribusian air ke seluruh
yang berwarna merah (Syaifuddin, 1995 tubuh; dan 8) menyerapkan hormon-
yang dikutip oleh Budiningsih, 2011). hormon dan enzim-enzim ke seluruh
Darah berfungsi sebagai 1) media tubuh (Irianto, 2004 yang dikutip oleh
pengangkut nutrisi ke seluruh jaraingan Budiningsih, 2011).
tubuh; 2) eritrosit berperan dalam

50
Jurnal Al-Ikhlas ISSN : 2461-0992
Volume 3 Nomor 1, Oktober 2017

Rata-rata volume darah manusia (PMI, 2002 yang dikutip oleh Janice,
adalah 6-8 % dari berat tubuh atau 2009). Sedangkan, Donor darah adalah
sekitar 5-6 liter yang didominasi oleh proses penyaluran darah atau produk
komponen plasma darah (55%), dan berbasis darah dari satu orang ke sistem
eritrosit (45%) (Irianto, 2004 yang peredaran darah orang lain. Donor darah
dikutip oleh Budiningsih, 2011). berhubungan dengan kondisi medis
Kekurangan jumlah darah di dalam seperti kehilangan darah dalam jumlah
tubuh akan berakibat pada kerusakan besar yang disebabkan oleh trauma,
jaringan dan kegagalan fungsi organ- operasi, syok, dan tidak berfungsinya
organ vital yang dapat menyebabkan organ pembentuk sel darah merah
kematian. Kekurangan pasokan darah (Depkes RI, 2009 yang dikutip oleh Sari
dalam tubuh dapat diatasi dengan 2010).
penambahan volume darah dari luar Ketersedian darah di bank darah
berupa darah pendonor (Windarto, sangat penting bagi masyarat yang
2011). Namun demikain, darah bukan sedang sakit. Transfusi darah
benda sintetis yang dapat direkayasa dibutuhkan oleh mereka yang
dan hanya diproduksi oleh manusia mengalami kekurangan darah akibat
sehingga penambahan darah hanya kecelakaan dan dalam kondisi gawat
dapat dilakukan dengan menambahan darurat, pasien-pasien yang sedang
darah yang berasal dari manusia (Aziz, melakukan operasi besar, seperti
2000 yang dikutip oleh Sari, 2010). operasi: jantung, bedah perut, seksio,
Transfusi darah adalah kegiatan sesarea, leukimia, hemofilia dan
medis memberikan darah kepada thalassemia (Aziz, 2000 yang dikutip
seorang penderita yang darahnya telah oleh Sari, 2010). Cadangan darah yang
disediakan dalam kantong plastik. tersimpan pada bank darah idealnya
Transfusi darah merupakan tindakan adalah satu persen dari jumlah
yang dilakukan dengan tujuan untuk penduduk yang ada (Depkes RI, 2009
memungkinkan penggunaan darah bagi yang dikutip oleh Sari, 2010).
keperluan pengobatan dan pemuliahan Seiring dengan pertambahan
kesehatan yang mencakup masalah- penduduk maka kebutuhan cadangan
masalah pengadaan, pengolahan, dan darah terus meningkat. Akan tetapi,
penyampaian darah kepada pasien ketimpangan antara jumlah pasokan

51
Jurnal Al-Ikhlas ISSN : 2461-0992
Volume 3 Nomor 1, Oktober 2017

dengan permintaan darah di beberapa transfusi darah dan minimnya jumlah


Unit Transfusi Darah (UTD) sering UTD-PMI (Janice, 2009).
terjadi sehingga menyebabkan Berdasarkan hal tersebut di atas
kelangkaan darah di UTD. Kelangkaan maka, maka kami mengadakan kegiatan
darah di UTD umumnya disebabkan sosial donor darah dalam rangka
oleh minimnya jumlah pendonor darah meningkatkan partispasi masyarakat
sukarela yang rutin dan aktif melakukan untuk melakukan kegiatan donor darah
kegiatan donor darah (Sari, 2010). dengan melibatkan UTD-PMI Kota
Jumlah pendonor darah sukarela di Palangka Raya dan BEM Universitas
Indonesia hanya enam pendonor tiap PGRI Palangka Raya (UPP). Kegiatan
1.000 penduduk. Jumlah ini lebih bakti sosial donor darah ini bertujuan:
sedikit di bandingkan dengan Thailand 1) Membantu UTD-PMI Kota Palangka
(13 pendonor /1.000 orang), dan Raya untuk meningkatkan cadangan
Malaysia (10 pendonor/1.000 orang). darah untuk memenuhi kebutuhan darah
Sedangkan, pendonor darah sukarela di di Kota Palangka Raya; dan 2)
Singapura mencapai 24 pendonor/1.000 melakukan sosialisasi kegiatan donor
orang), bahkan Jepang angka jauh lebih darah di kampus bagi masyarakat
tinggi yaitu 68 pendonor /1.000 orang). kampus dan di sekitar kampus.
Padahal kebutuhan darah di setiap
negara relatif sama (Aziz, 2000 yang KHALAYAK SASARAN
dikutip oleh Budiningsih, 2011). Sasaran kegiatan bakti sosial ini antara
Kelangkaan jumlah pendonor lain masyarakat kampus (dosen dan
darah sukarela antara lain disebabkan mahasiswa), masyarakat umum dengan
oleh kekurangsadaran akan arti penting sasaran utama adalah mereka yang
donor darah bagi kemanusiaan yang belum pernah melaksanakan donor
diungkapan dalam bentuk perasaan darah dan pendonor darah pasif.
takut dengan jarum, takut darah akan
habis, kekhawatiran akan darah yang METODE PELAKSANAAN
didonorkan akan diperjualbelikan oleh Waktu dan Tempat. Kegiatan
oknum petugas PMI (Depkes RI, 2009 bakti sosial donor darah ini
yang dikutip oleh Sari, 2010); dilaksanakan pada Hari Minggu, 20
pemahaman yang rendah tentang Oktober 2013. Tempat kegiatan bakti

52
Jurnal Al-Ikhlas ISSN : 2461-0992
Volume 3 Nomor 1, Oktober 2017

sosial ini dilaksanakan di Kampus UPP, Gambar 2.


Jalan Hiu Putih-Tjilik Riwut km 7, Pendataan calon
Palangka Raya. peserta donor
Pelaksanaan Kegiatan. darah sukarela.
Koordinasi antara Panitia, BEM UPP
dan UTD-PMI Palangka Raya Gambar 3.
dilaksanakan dalam rangka persiapan. Pemeriksaan
Persiapan yang dilakukan meliputi peserta donor
penyiapan kelengkapan dan tempat darah sukarela.
pelaksanaan donor darah. Peserta donor
darah didata dan diberikan kupon door Gambar 4.
prize oleh panitia (Gambar 1). Pelaksanaan
Selanjutkan dilakukan pemeriksanaan tindakan donor
kesehatan dan kelayakan sebagai darah.
pendonor darah oleh Petugas PMI
Palangka Raya (Gambar 2 & 3). Peserta Gambar 5.
donor yang sehat dan layak untuk Pembagian door
melakukan donor darah menunggu di prize .
ruangan untuk melakukan donor darah
(Gambar 4). Selama menunggu HASIL DAN PEMBAHASAN
pendonoran darah, peserta disajikan Hasil. Kegiatan bakti sosial donor
hiburan oleh panitia. Pembagian door darah melibatkan dosen dan mahasiswa,
prize dilakukan pada akhir kegiatan UTD-PMI Kota Palangka Raya dan
(Gambar 5). mitra kerja UPP yang telah membantu
Gambar 1. pendanaan dan publikasi kegiatan.
Pendaftaran Peserta kegiatan donor darah ini antara
peserta kegiatan lain: siswa-siswa Sekolah Polisi
bakti sosial Nasional (SPN) Palangka Raya,
donor darah. Anggota Brigade Mobil (Brimob),
Anggota BEM UPP, anggota Resimen
Mahasiswa (Menwa) UPP, mahasiswa-
mahasiswa UPP dan Prodi Sosiologi

53
Jurnal Al-Ikhlas ISSN : 2461-0992
Volume 3 Nomor 1, Oktober 2017

Universitas Palangka Raya (UPR), dan Jumlah kantong darah yang


masyarakat umum. terkumpul dari kegiatan ini sebanyak 69
Total peserta kegiatan donor kantong darah. Kantong darah sebanyak
darah ini adalah 99 peserta. Peserta 69 berasal dari 69 peserta yang telah
terbanyak berasal dari kelompok memenuhi syarat-syarat sebagai
mahasiswa sebanyak 32 orang. Posisi pendonor darah. Pendonor darah
kedua penyumbang peserta donor darah terbanyak berasal dari siswa-siswa SPN
adalah siswa-siwa SPN Palangka Raya diikuti oleh Mahasiswa, dan masyarakat
dengan jumlah 25 orang. Peserta umum yang berturut-turut sebanyak 23,
berjenis kelamin laki-laki mendominasi 16, dan 10 orang (Tabel 1). Sebanyak
jumlah peserta donor darah dalam 69 orang peserta yang mendonorkan
kegiatan ini. Ada 73 orang laki-laki darahnya, ternyata hanya 11 orang
yang menjadi peserta donor darah dan peserta berjenis kelamin perempuan
sisanya adalah peserta berjenis kelamin yang bisa mendonorkan darahnya.
perempuan (Tabel 1).
Tabel 1. Sebaran peserta kegiatan bakti sosial donor darah berdasarkan asal, jenis
kelamin, dan tindakan donor darah.
Jenis Kelamin Donor darah
Asal peserta Jumlah
Laki-laki Perempuan Ya Tidak
Dosen 3 3 6 4 2
Mahasiswa 17 14 31 16 15
SPN 25 0 25 23 2
Brimob 4 0 4 4 0
Menwa UPP 7 2 9 5 4
BEM UPP 8 4 12 7 5
Masyarakat umum 9 3 12 10 2
Jumlah 73 26 99 69 30

Pembahasan. Kegiatan bakti kantong darah atau lebih dari separuh


sosial donor darah ini berjalan dengan dari total peserta donor darah. Jumlah
lancar dan sukses. Ukuran sukses peserta dan kantong darah yang
kegiatan ini adalah jumlah peserta yang terkumpul relatif berjumlah besar untuk
mencapai 99 orang dan jumlah kantong kegiatan yang diadakan secara
darah yang dikumpulkan mencapai 69 insidental. Jumlah peserta yang banyak

54
Jurnal Al-Ikhlas ISSN : 2461-0992
Volume 3 Nomor 1, Oktober 2017

dimungkinkan karena adanya tetap dan ikut kegiatan ini setelah


pembagian door prize dari donatur mendapatkan informasi dari media
untuk peserta donor darah yang cetak dan pengumuman yang
beruntung. Selain itu juga adanya disampaikan oleh UTD-PMI Palangka
pemberitahuan di media cetak, pamflet Raya. Organisasi berperan penting
dan undangan untuk lembaga dan dalam penyebaran informasi kegiatan
organisasi yang berpotensi menjadi donor darah (Sari, 2012).
peserta donor darah sukarela. Publikasi Motivasi seseorang melakukan
kegiatan ini dibantu oleh anggota- donor darah antara lain:
anggota BEM UPP. Pemanfaatan media iseng/mencoba, promosi kesehatan
baik secara langsung ataupun tidak publik, keluarga/saudara membutuhkan
langsung untuk mengomunikasi transfusi darah, iba terhadap pasien
kegiatan donor darah dapat yang memerlukan transfusi darah,
meningkatkan pemahaman dan diwajibkan oleh organisasi/instansi,
partisipasi masyarakat untuk melakukan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan
kegiatan donor darah (Windarto, 2011). darah, dan mendapatkan penghargaan
Mahasiswa dan peserta didik SPN sosial (Janice, 2010). Motivasi
merupakan penyumbang terbesar mayoritas pendonor darah dalam
peserta donor darah ini. Mereka kegiatan ini adalah kewajiban dan
melakukan kegiatan donor darah setelah mencoba. Tindakan mencoba
mendapatkan instruksi atau arahan dari melakukan donor darah diawali dari
pemimpin mereka. Pendonor darah kesadaran akan mendonorkan darah
sukarela di Indonesia umumnya adalah suatu kebutuhan, setelah itu
merupakan pendonor darah pasif yang timbul ketertarikan, dilanjutkan dengan
melakukan donor darah setelah tindakan evaluasi untuk melakukan
dimobilisasi oleh organisasi, lembaga, donor darah atau tidak. Tahap
atau perkumpulam tempat mereka berikutnya adalah pengambilan
berafiliasi (Budiningsih, 2011). keputusan untuk bertindak secara tepat.
Sedangkan, masyarakat umum dan Selanjutnya ada adopsi yang mendorong
anggota Brimob yang ikut dalam seseorang berperilaku untuk
kegiatan donor darah ini diperkirakan mendonrokan darahnya berdasarkan
mereka adalah pendonor darah sukarela pengetahuan, kesadaran, dan

55
Jurnal Al-Ikhlas ISSN : 2461-0992
Volume 3 Nomor 1, Oktober 2017

ketertarikan (Notoatmodjo, 2007 yang menghalangi mereka untuk melakukan


dikutip oleh Sari, 2012). donor darah seperti haid, hamil,
Faktor-faktor yang mempengaruhi menyusui, dan kecenderungan gejala
seseorang melakukan donor darah anemia, serta berat badan yang tidak
umumnya dipengaruhi oleh faktor memenuhi kriteria berdonor darah
psikologi (pengetahuan dan sikap, (Janice, 2010; Budiningsih, 2011).
kepercayaan) sosiodemografi (usia, Jumlah kantong darah yang
berat badan, jenis kelamin, tingkat terkumpul adalah 69 kantong darah,
pendidikan, tingkat pendapatan, tingkat tidak semua peserta (99 orang) dapat
pengeluaran, daerah asal, pekerjaan, mendonorkan darahnya. Hal ini terkait
status), organisasi, serta faktor-faktor dengan kondisi kesehatan dan
yang mempengaruhi kerelaan persyaratan teknis untuk melakukan
masyarakat melakukan donor darah donor darah. Syarat-syarat untuk
sebagai upaya untuk memusatkan melakukan donor darah: 1) umur antara
perhatian terhadap donor darah (Masser, 18-60 tahun (usia 17 tahun
2008 yang dikutip oleh Sari, 2012); diperbolehkan menjadi donor darah
sosiobudaya: etnis dan agama (Sari, setelah mendapatkan izin dari orang
2012). tua); 2) berat badan ≥50 Kg; 3) Suhu
Pendonor darah perempuan hanya tubuh: 36,6-37,5 °C; 4) tekanan darah
sepertiga dari total jumlah pendonor 110-160 (sistole) dan 70-100 (distole);
darah laki-laki. Hal ini sesuai penelitian 5) denyut nadi teratur (70-95
yang dilakukan oleh Jenice (2010) yang kali/menit); 6) hemoglobin 12 gr/dl
menyebutkan bahwa jumlah pendonor (perempuan) dan 12,5 gr/dl (laki-laki);
darah di Kota Medan dalam kurun 7) tidak sedang menderita penyakit
waktu tiga tahun (2005-2007) jantung, hati, paru-paru, ginjal, diabetes,
didominasi oleh pendonor darah kanker, penyakit kulit kronis, dan tidak
sukarela laki-laki dengan persentase menderita penyakit infeksi: malaria,
mencapai >70% (Jenice, 2010). hepatitis, HIV/AIDS; 8) tidak menerima
Perempuan umumnya memiliki stigma transfusi darah/komponen darah dalam
yang kurang baik terkait dengan jarum enam bulan terakhir; 9) bagi pendonor
suntik ataupun darah di samping darah tetap, donor darah terakhir adalah
beberapa kondisi badan wanita yang setelah ≥18 minggu, maksimal donor

56
Jurnal Al-Ikhlas ISSN : 2461-0992
Volume 3 Nomor 1, Oktober 2017

lima kali dalam satu tahun; 10) tidak kesehatan peserta donor darah dari
sedang hamil, menyusui dan menstruasi kalangan kampus kurang memenuhi
bagi wanita; 11) bukan pecandu syarat-syarat teknis melakukan tindakan
alkohol/narkotika (UTD-PMI, 2010 donor darah.
yang dikutip oleh Budiningsih, 2011). SARAN
Kegiatan bakti sosial donor darah
SIMPULAN yang diadakan di kampus UPP harus
Kegiatan bakti sosial donor darah dilakukan secara berkesinambungan,
dilaksanakan diikuti oleh 99 orang diagendakan secara rutin, dan
peserta. Peserta kegiatan ini berasal dari melibatkan masyarakat kampus yang
mahasiswa (31 orang), siswa-siswa SPN lebih luas (diadakan pada hari kerja).
(25 orang), Anggota BEM UPP (12 Dukungan dan partisipasi unsur
orang), masyarakat umum (12 orang), pimpinan di lingkungan UPP dapat
anggota menwa (9 orang), dosen UPP meningkatkan tingkat masyarakat
(6 orang), dan anggota brimob (4 kampus. Selain itu, pengemasan
orang). Jumlah kantong darah yang kegiatan bakti sosial yang lebih menarik
dapat dikumpulkan selama kegiatan ini (hiburan dan pembagian door prize
sebanyak 69 yang diperoleh dari peserta yang berasal dari pihak luar sebagai
donor darah yang telah memenuhi sponsor dan penyandang dana) juga
syarat-syarat teknis untuk melakukan dapat meningkatkan animo dan motivasi
donor darah. Partisipasi masyarakat masyarakat untuk melakukan tindakan
kampus dalam kegiatan donor darah donor darah.
relatif baik. Lebih dari separuh peserta UCAPAN TERIMA KASIH
kegiatan ini berasal dari kalangan Ucapan terima kasih disampaikan
kampus, baik mahasiswa maupun kepada PT. Bisma Dharma Kencana,
dosen. Akan tetapi persentase PT. Arjuna Utama Sawit, dan PT. Mitra
keberhasilan tindakan donor darah Jaya Cemerlang yang telah membantu
(jumlah kantong darah yang terkumpul) pendanaan selama kegiatan.
dari masyarakat kampus lebih rendah
dibandingkan dengan kalangan tertentu DAFTAR PUSTAKA
(Siswa-siswa SPN dan Brimob). Hal ini Aziz, A. 2000. Upaya menghimpun dan
melestarikan darah. Bulletin
disebabkan oleh kondisi fisik dan
transfusi darah. Vol: 27 (279).

57
Jurnal Al-Ikhlas ISSN : 2461-0992
Volume 3 Nomor 1, Oktober 2017

Budiningsih, A. 2011. Gambaran Palang Merah Indonesia (PMI). 2002.


faktor-faktor yang mempengaruhi Serba-serbi transfusi darah.
motivasi pendonor sukarela untuk www.palangmerah.org/pelayanan
mendonorkan darah di UTD-PMI _transfusi.asp. Diakses pada 25
Kota Medan tahun 2010. Februari 2009.
[Skripsi]. FKM USU, Medan. Sari, LP. 2012. Faktor-faktor yang
Tidak dipublikasikan. mempengaruhi pendonor darah
Departemen Kesehatan Republik sukarela pada masyarakat pribumi
Indonesia (Depkes RI). 2009. dan nonpribumi di Unit Transfusi
Donor darah, hidup sehat sambil Darah Palang Merah Indonesia
beramal. www.health.detik.com. Kota Medan. [Tesis]. FKM USU,
Diakses pada tanggal 31 Maret Medan. Tidak dipublikasikan.
2010. Syaifuddin. 1995. Anatomi fisiologi
Irianto, K. 2004. Struktur dan fungsi untuk perawat. Edisi 10. EGC,
tubuh manusia untuk paramedis. Jakarta.
Yrama Widya, Bandung. Unit Transfusi Darah-Palang Merah
Janice. 2009. Hubungan antara Indonesia (UTD-PMI). 2010.
pengetahuan dan sikap tentang Donor darah. UTD-PMI, Medan.
donor darah dengan tindakan Windarto, LB. 2011. Kegiatan
berdonor darah pada mahasiswa
komunikasi dan partisipasi darah
Fakultas Kedokteran Universitas sukarela: Studi korelasi hubungan
Sumatera Utara. [Skripsi]. FKM antara aktivitas mahasiswa dalam
USU, Medan. Tidak mengikuti kegiatan komunikasi
dipublikasikan. pencari pelestari donor darah
Masser BM, White, KM, Hyde MK, sukarela (P2D2S) PMI Cabang
Terry DJ. 2008. The psychology Kota Surakarta dengan partisipasi
of blood donation: current mahasiswa Fisip UNS sebagai
research and future direction. pendonor darah sukarela.
Transfusion Medicine Rev 22 (3): [Skripsi]. Fisip UNS, Surakarta.
215-233. Tidak dipublikasikan.
Notoatmodjo S. 2007. Ilmu kesehatan
masyarakat. Rineka Cipa, Jakarta.

58