Anda di halaman 1dari 1

Tanggapan Makalah

Aliran-Aliran dalam Filsafat Pendidikan Kejuruan

Dari makalah dengan judul “Aliran-Aliran dalam Filsafat Pendidikan Kejuruan” banyak
mengutip dari penulis sudira putu. Kalau kami hitung sebanyak 6 kutipan dari sudira
putu. Ada dua buku dalam daftar pustaka oleh sudira putu yaitu:
1. Sudira, Putu.2012. Filosofi dan Teori Pendidikan Vokasi Dan Kejuruan . Yogyakarta:
UNY Press.
2. Sudira, Putu. 2016. TvET ABAD 21 Filosofi, Teori, Konsep, dan Strategi Pembelajaran
Vokasional. UNY Press.
Sehingga kami sebagai penelaah makalah tersebut berasumsi bahwa tulisan dalam makalah
tersebut banyak dipengaruhi oleh referensi dari sudira putu.
Bagian isi dari makalah yang berjudul “ Aliran-Aliran dalam Filsafat Pendidikan Kejuruan”
sudah dapat menjelaskan 9 aliran filsafat pendidikan secara gamblang dan jelas.
Adapun dari 9 aliran filsafat pendidikan yaitu : (1) idealisme, (2) realisme, (3)
pragmatisme, (4) eksistensialisme, (5) Progresivisme, (6) esensialisme, (7)
parenialisme, (8) Rekonstrukisivisme, (9) Konstruktivisme.

Makalah tersebut sudah dapat menjelaskan aliran-aliran filsafat yang sesuai dengan
pendidikan kejuruan. Pendidikan kejuruan yang mempunyai ciri khas nya yaitu
IDUKA. Dalam makalah tersebut juga dijelaskan bahwa pendidikan kejuruan
dipengaruhi oleh beberapa aliran filsafat pendidikan yaitu: (1) esensialisme, (2)
eksistensialisme, dan (3) pragmatisme. Kami sepakat sebagai penelaah makalah ini
bahwa pendidikan kejuruan dipengaruhi oleh 3 aliran filsafat tersebut diatas.

Eksistensialisme, menjadikan praktek dalam pendidikan teknologi dan kejuruan


sebagai tindakan nyata yang menentukan nasib peserta didik di dunia kerja.

Esensialisme, aktualisasi esensialisme dan eksistensialisme adalah empat pilar


pendidikan yaitu learn to know, learning to do, learning to live together, and
learning to be merupakan patokan berharga bagi penyelenggara praktek-praktek
penyelenggaraan pendidikan kejuruan mulai dari kurikulum, tenaga pendidik (guru),
proses belajar mengajar, sarana dan prasarana, hingga penilaian.

Pragmatisme, menghendaki pembagian yang tetap terhadap persoalan yang


bersifat teoritis dan praktis. Seperti yang sudah dipraktikkan di dunia pendidikan
kejuruan 60% praktik dan 40% teori atau nanti bisa sebaliknya karena industri
sekarang sudah berbasis pengetahuan

Bagia akhir dari penelaah adalah bahwa banyaknya aliran filsafat pendidikan
dengan pandangan dan tujuan yang berbeda, serta kelemahan dan keunggulanya
masing masing, diharapkan dapat menyelesaikan masalah pendidikan yang ada,
karena pada intinya penerapan aliran- aliran filsafat pendidikan tersebut berorientasi
mengarahkan para pelaku pendidikan pada realitas diri dan dunianya.