Anda di halaman 1dari 4

Disusun oleh

Nama : Siti Khoirul Fadliyah


Prodi : Psikologi
Nim : 40118041
Dosen Pengampu ; Wisnu Anendya,S.Psi
Perilaku merokok para remaja disebabkan oleh pola asuh orang tua

Pendahuluan
A. Latar belakang remaja merokok
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang lazim dilakukan
dalam kehidupan sehari- hari terutama di Indonesia merokok sudah
menjadi suatu yang wajib dilakukan . bahkan bukan hanya orang dewasa,
ataupun orang tua remajapun ikut melakukan aktifitas merokok. Fenomena
rokok sekarang memang memprihatinkan dengan menculnya perokok-
perokok muda, yaitu seorang pelajar . mereka bahkan sudah berani
merokok diarea publik .
Berdasarkan data dari kementerian kesehatan ( Kemenkes )
“ perokok usia muda dari 4 hingga 9 tahun mengalami peningkatan
sebanya 30 % .
B. Bahaya Rokok
Rokok itu membuat ketagihan karena didalam rokok mengandung
nikotin karena nikotin sebagai zat bioaktif stimulan pada sel saraf otak,
sebatang rokok jumlah nikotin yang dikandung 1-3 Mg perbatang rokok .
Nikotin juga merangsang tubuh melepaskan Adrenalin , yang
berefek meningkatkan kerja tubuh dan pembuluh darah , Adrenalin akan
merombak lebih banyak cadangan energi yakni lemak menjadi glukosa
darah meningkatnya glukosa darah, tubuh akan melepaskan insulin ,
dengan demikian energi perokok meningkat dan rasa lapar pun hilang alias
nafsu makan menurun. Oleh karena itu perokok lebih terlihat kurus .
merokok juga dapat menyebabkan kanker paru-paru hingga Impotensi.
C. Faktor yang menyebabkan remaja merokok
1. Lingkungan tempat mereka tinggal .
2. Teman sebaya .
3. Pola asuh orang tua

Dari ketiganya itu yang paling berpotensi menyebabkan remaja


merokok adalah pola asuh orang tua, misal kalo orang tuanya perokok
anaknya akan lebih cenderung mengikuti bahkan bisa lebih parah dari
orang tuanya. Sehingga anaki berfikir “ bapakkku aja merokok kenapa
aku tidak toh kelihatan nya enak dan membuat hidup lebih happy” .
Bahkan sebuah penelitian menemukan keterkaitan antara
disiplin rendah, minimnya perhatian orang tua dengan resiko merokok
pada anak .
Disiplin harus diterapkan pada anak di usia dinii agar anak
mengerti bahwa merokok merupakan aktivitas yang kurang baik.
Perhatian orang tua pada anak juga sangat penting karena anak
akan berfikir bahwa mereka mempunyai kasih sayang yang besar dari
orang tua nya , maka dari itu mereka tidak akan melampiaskan rasa
kecewanya karena kurangnya perhatian orang tua kearah merokok.
Remaja berfikir “ aku merokok ajalah biar diperhatiin bapak dan ibu “
Orang tua juga harus menerapkan aturan tegas, punya jam
malam, dan mengatur jam tidur lebih memahami strategi pengasuhan ,
anti –tembakau . strategi ini juga mencakup pemberian hukuman pada
anak yang tertangkap basah merokok. Orang tua juga bisa mengajak anak
membahas apa motivasi merokok sekaligus menjelaskan bahaya
merokok.
D. Kesimpulan
Jadi saya setuju perilaku remaja merokok disebabkan oleh pola
asuh orang tua . seharusnya orang tua lebih banyak waktu
mengawasi aktivitas anak dan meluangkan waktu buat anak .
sehingga anak tidak merasa tersisih terabaikan dan tidak akan lari
kerokok , orang tua juga perlu berbicara terbuka dengan anak
mengenai resiko merokok sembari menerapkan aturan jelas dan
konsekuensi yang spesifik terkait dengan rokok dan merokok .
sehingga itu bisa melindungi remaja dari upaya percobaan
merokok dan memcegah kecanduan rokok pada remaja. Pola suh
dapat di definisikan sebagai pola interaksi antara anak dengan
orang tua yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik, kebutuhan
psikologi , serta sosialisai norma-norma yang berlaku dimasyarakat
agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungan nya.

Sumber ; Detik news .com /08 Mei 2017


Kompas .com /3 januari 2014
Mina News .net
Breaking news /bahaya merokok