Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Ekosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik
antara makhluk hidup dengan lingkungannya, jadi kita tahu bahwa ada komponen biotik (hidup)
dan juga komponen abiotik(tidak hidup) yang terlibat dalam suatu ekosistem ini, kedua
komponen ini tentunya saling mempengaruhi, contohnya saja hubungan heewan dengan air.
Interaksi antara makhluk hidup dan tidak hidup ini akan membentuk suatu kesatuan dan
keteraturan. Setiap komponen yang terlibat memiliki fungsinya masing-masing, dan selama tidak
ada fungsi yang terngganggu maka keseimbangan dari ekosistem ini akan terus terjaga.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1.      Apa yang dimaksud dengan ekosistem?
2.      Apa saja komponen-komponen dalam ekosistem?
3.      Bagaimana pola makanan dalam ekosistem?
4.      Apa jenis-jenis ekosistem?
5.      Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi ekosistem?

C.     Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini, yaitu:
      1.      Mengetahui penjelasan dari Ekosistem.
      2.      Memahami hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya
      3.      Mengetahui konsep tentang ekosistem
      4. Memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan

D.    Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah Metode Literatur.
BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Ekosistem
            Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak
terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu
tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling
memengaruhi.
Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi
timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu
struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme.
Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.
Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan
fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya
organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Pengertian ini didasarkan
pada Hipotesis Gaia, yaitu: "organisme, khususnya mikroorganisme, bersama-sama dengan
lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk
kehidupan"
B.     Komponen-komponen dalam Ekosistem
Ekosistem tersusun atas dua komponen utama, yaitu :
1.      Komponen abiotik
Komponen abiotik adalah komponen ekosistem yang terdiri dari makhluk tak hidup atau benda
mati, meliputi :
a.       Tanah
Sifat-sifat  fisik tanah yang berperan dalam ekosistem meliputi tekstur, kematangan, dan
kemampuan menahan air.
b.      Air
Persediaan air dipermukaan tanah akan mempengaruhi kehidupan tumbuhan dan hewan.
Hal-hal penting pada air yang mempengaruhi kehidupan makhluk hidup adalah suhu air, kadar
mineral air, salinitas, arus air, penguapan, dan kedalaman air.
c.       Udara
Udara merupakan lingkungan abiotik yang berupa gas yang berbentuk atmosfer yang
melingkupi makhluk hidup. Oksigen, karbondioksida, dan nitrogen merupakan gas yang paling
penting bagi kehidupan makhluk hidup.
d.      Cahaya matahari
Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan dibumi ini. Salah
satunya sebagai faktor utama yang diperlukan dalam proses fotosintesis.
e.       Suhu atau temperature
Setiap makhluk hidup memerlukan suhu yang optimal untuk kegiatan metabolisme dan
perkembangbiakannya.
2.      Komponen biotik
Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang terdiri dari makhluk hidup yang
meliputi tumbuhan, hewan, dan manusia.
Berdasarkan peranannya komponen biotik dalam ekosisteem dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a.       Produsen
Adalah makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri dengan bantuan sinar
matahari melalui proses fotosintesis.
Contoh : semua tumbuhan hijau
b.      Konsumen
Adalah makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri dan menggunakan
makanan yang dihasilkan oleh produsen baik secara langsung maupun tidak langsung.
Contoh : hewan dan manusia
                  Berdasarkan tingkatannya konsumen dibedakan menjadi empat, yaitu :
a.       Konsumen I/primer adalah konsumen/makhluk hidup yang memakan produsen
Contoh : herbivora/hewan pemakan tumbuhan
b.      Konsumen II/sekunder adalah konsumen/makhluk hidup yang memakan konsumen I.
Contoh : karnivora/hewan pemakan daging
c.       Konsumen III/tertier adalah konsumen/makhluk hidup yang memakan konsumen II
Contoh : omnivora/hewan pemakan segala.
d.      Konsumen puncak adalah konsumen terakhir atau hewan yang menduduki urutan teratas
dalam peristiwa makan dimakan.
3.      Pengurai
Pengurai disebut juga redusen adalah jasad renik yang dapat menguraikan makhluk lain menjadi
zat hara.
Contoh : bakteri dan jamur.

C.    Pola Makanan Dalam Ekosistem


Organisme Autotrof adalah semua organisme yang mampu membuat atau mensintesis
makanannya sendiri, berupa bahan organik dan bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi
matahari melalui proses fotosintesis. Semua organisme yang mengandung klorofil terutama
tumbuhan hijau daun disebut organisme autotrof. Ada dua pembagian atas Organisme autotrof
ini yaitu :

1.Fotoautotrof yang merupakan organisme pemanfaat energi cahaya untuk mengubah bahan
anorganik menjadi bahan organik.
2.Kemoautotrof yang merupakan organisme pemanfaat energi dari reaksi kimia untuk membuat
bahan makanan sendiri dari bahan organik. Contohnya adalah bakteri besi, dalam menjalankan
proses ini mereka membutuhkan oksigen.
Organisme Heterotrof adalah semua organisme yang tidak dapat membuat makanannya
sendiri, akan tetapi meman faat kan bahan-bahan organik dari organisme lainnya sebagai bahan
makanannya. Organisme ini terdiri atas 3 tingkatan yaitu :
 Konsumen yang secara langsung memakan organisme lain
 Pengurai yang mendapatkan makanan dari penguraian bahan organik dari bangkai
 Detritivor yang merupakan pemakan partikel organik atau jaringan yang telah
membusuk, contoh nya adalah lintah dan cacing.
E.     Jenis-jenis Ekosistem
Ada dua macam ekosistem yang terbentuk di bumi, yaitu :
1.      Ekosistemdalamiah.

Ekosistem Alamiah

Ekosistem ini adalah ekosistem yang tercipta dengan sendirinya tanpa ada campur tangan
dari manusia, oleh karena itu lah kita sebut sebagai ekosistem Alamiah. Contohnya adalah
ekosistem laut dan sungai.

2.      EkosistemgBuatan.

Seperti namanya, ekosistem ini merupakan yang terbentuk dengan adanya campur tangan
manusia, Dibuat kebanyakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun keanekaragaman
hayati di sini terbatas, karena bukan itu tujuan dari membuat ekosistem ini. Contohnya adalah
sawah.
D.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ekosistem
1. Penggunaan Bahan Kimia
    Sekarang ini banyak kegiatan manusia yang menggunakan bahan kimia. Misalnya, untuk
meningkatkan hasil pertanian, para petani melakikan pemupukan dan pemberantasan,hama. 
2..Penebangan,Hutan
    Jika penebangan hutan dilakukan secara besar-besaran tanpa terkendali, terjadilah hutan
gundul. Hutan gundul dapat menyebabkan banjir, erosi, dan tanah longsor. 
3.,Pemburuan,Liar
    Sebagian manusia ada yang gemar berburu.Mereka berburu hewan dengan ada tujuan tertentu.
Perburuan liar dapat menyebabkan hewan menjadi punah..

4.,Penggunaan,Kendaraan,Bermotor

    Bahan bakar dibutuhkan untuk menjalankan kendaraan bermotor. Bahan bakar dapat berupa
bensin dan solar. Pembakaran bahan bakar menyebabkan polusi udara. Pembakaran tersebut
menghasilkan gas karbon diokasida.
5.,Pembuangan,Limbah,Sampah

    Jika pengolahan sampah tidak dilakukan dengan benar, terjadilah kerusakan


lingkungan.Pernakah kamu melihat sungai yang kotor dan berbau busuk? Sungai yang demikian
merupakan hasil pembuangan sampah dan limbah di sungai. Lingkungan sungai rusak dan
hewan yang hidup di dalamnya mati.

BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dengan lingkungannya yang membentuk hubungan
timbal balik. Ekosistem tersusun atas dua komponen utama, yaitu komponen biotik dan
komponen abiotik. Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang terdiri dari makhluk tak
hidup atau benda mati. Komponen abiotik adalah komponen ekosistem yang terdiri dari makhluk
hidup yang meliputi tumbuhan, hewan, dan manusia.

B.     Saran
1.      Setiap makhluk hidup membutuhkan lingkungan yang sehat sebagai tempat tinggal. Oleh
karena itu, kita harus menjaga kebersihan tempat lingkungan terutama disekitar tempat
tinggal kita.
2.      Jagalah kelestarian dan keberlangsungan hidup makhluk hidup, karena makhluk hidup yang
satu dengan yang lainnya saling ketergantungan dan tidak dapat hidup sendiri
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Lingkungan   adalah   segala   sesuatu   yang   ada   disekitar   manusia   yang
mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik secara langsung maupun 
tidak langsung.  Lingkungan  mempunyai  arti  penting  bagi  manusia,  dengan  
lingkungan fisik manusia dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan 

materilnya, denganlingkungan  biologi  manusia  dapat  memenuhi  kebutuhan  
jasmaninya,  dan  dengan lingkungan  sosial  manusia  dapat  memenuhi  
kebutuhan  spiritualnya.  Lingkungan dipandang  sebagai  tempat  beradanya  
dalam  melakukan  segala  aktivitas kesehariannya Lingkungan hidup   
menyediakan kebutuhan kebutuhan hidup manusia.Begitupun sebaliknya, 
kehidupan manusia sangat tergantung pada tersedianya sumberdaya alam yang
memadai dalam lingkungan hidup. Manusia dan lingkungan hidup selalu terjadi   
interaksi   timbal   balik, manusia mempengaruhi lingkungan dan sebaliknya 
manusia dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya. Demikian pula manusia
membentuk lingkungan hidupnya dan manusia dibentuk oleh lingkungan hidupnya
Lingkungan  hidup  memegang  peranan penting  dalam kebudayaan  manusia,  mulai
dari manusia primitif sampai pada yang modern.Persoalan  lingkungan  
mulai  menjadi  topik  dunia  ketika  manusia  mulai merasakan dampaknya yang 
semakin meluas yakni terlihat pada banyaknya bencana yang terjadi di muka 
bumi ini akibat berbagai aktivitas manusia itu sendiri seperti banjir, 
tanah  longsor, pencemaran air  akibat  limbah industri, dan lain sebagainya.
Dalam kondisi seperti ini, lingkungan hidup perlu diatur dan dikelola dengan baik
sehingga dapat  memberikan manfaat  yang optimal, mencukupi kebutuhan 
generasisaat   ini tanpa  harus mengurangi kemampuannya untuk memenuhi  
kebutuhan kehidupan generasi yang akan datang.
Setiap  orang  diharapkan  agar  peduli  akan  lingkungan  hidup,  namun
kenyataannya masih banyak anggota masyarakat dalam hal ini oknum oknum 

Tertentu yang  belum  sadar  akan  makna  lingkungan  hidup  itu  sendiri,  
sehingga  mereka melakukan  hal  yang  memberikan  dampak  buruk  pada  
kelompok  tertentu  

yang melakukan aktivitas dengan tujuan tertentu dan meraih keuntungan sebesar-
besarnya tanpa memikirkan dampaknya  pada  lingkungan  hidup,  misalnya  
penebangan  pohon,  illegal logging,limbah industri pabrik  yang  tidak  
bertanggung  jawab,  pencemaran  dan  lain sebagainya. Kepekaan masyarakat  
mengenai pentingnya peranan lingkungan hidup perlu  terus  ditingkatkan  
misalnya  melalui  penyuluhan,  penerangan,  pendidikan,penegakan  hukum  
disertai  pemberian  rangsangan  atau  motivasi  atas  peran  aktif masyarakat 
untuk menjaga lingkungan hidup.

B. Tujuan
1.      Memahami tentang keseimbangan lingkungan hidup
2.      Mengetahui fungsi dan tujuan keseimbangan lingkungan hidup
3.     Memahami interaksi antar keseimbangan lingkungan hidup

C. Mamfaat
1. Untuk mengembangkan pengetahuan siswa/siswi tentang keseimbangan lingkungan hidup.
2. Memberikan pengertian kepada masyarakat umum tentang pengertian keseimbangan lingkungan
hidup.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA / PEMBAHASAN

A.    Pengertian Keseimbangan Lingkunagan


Keseimbangan lingkunagn adalah kesimbangan ekosistem dalam keadaan seimbang dan stabil
yang terjadi apabila komponen biotik dan abiotik.
Contoh lingkungan alami dan seimbang yaitu hutan, karena jumlah masing-masing komponen
biotik di hutan tidak saling mendominasi sehingga terbentuk rantai makanan dan jaring-jaring
makanan yang seimbang.
- Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan dalam mendukung
kehidupan sebagai makhluk hidup didalamnya.
- Daya lenting lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk pulih
kembali pada keadaan seimbang jika menjalani perubahan atau ganggu.
- Keseimbangan lingkungan tidak stabil adalah terjadinya penurunan atau
kenaikan populasi setiap jenis tumbuhan dan hewan serta berbagai
komponen abiotik.
Contoh lingkungan tidak stabil adalah alih fungsi hutan di Kalimat sebagai pertambangan batu
bara dan perkebunan kelapa sawit serta penebangan hutan secara liar.
B.     Suksesi Alami dan Ekosistem
Suksesi adalah penggantian secara alami antata komunitas dengan komunitas
lainnya yang didominasi oleh spesies yang berbeda.
- Macam-macam suksesi ada 2 yaitu :
1. Suksesi primer terjadi jika komunitas awal terganggu secara total
sehingga terbentuk komunitas baru.
2. Suksesi sekunder terjadi jika suatu gangguan terhadap suatu komunitas
tidak bersifat merusak total terhadap tempat komunitas tersebut sehingga
masih terhadap kehidupan seperti sebelumnya .
Contoh : angin topan, erosi, banjir, aktiivtas vulkanik

C.    Saling Ketergantungan antara Komponen Ekosistem

Saling ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik


Hubungan antara komponen biotik (produsen,konsumen, dan pengurai) dan lingkungannya
saling mempengaruhi. Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena
komponen ekosistem berperan dalam kondisi seimbang serta pemindahan energi dan siklus
biogeokimia dapat berlangsung secara seimbang.

- Kondisi komponen ekosistem


Contoh kondisi komponen ekosistem berdasarkan dampaknya baik di tingkat lokal,regional,
nasional dan global yaitu :
1. Pada tingkat lokal
a. Kekeringan : Kekurangan air yang terjadi akibat sumber air tidak dapat
menyediakan kebutuhan air bagi manusia dan makhluk hidup
lainnya.
b. Banjir : merupakan fenomena alam ketika sungai tidak
dapatmenampung limpahan air hujan karena proses
perembesan mengalami penurunan.
c. Longsor : Terkikisnya dratan oleh aliran air karena penahanan air
(daerah hijau atau tumbuhan ) berkurang.
d. Erosi pantai: erosi pantai (abrasi) adalah Terkikisnya lahan daratan pantai
akibat gelombang air laut.
e. Intrusi air laut : Masuknya air laut mengisi ruang bawah tanah akibat air
tanah telah banyak digunakan oleh manusia dan tidak adanya
tahanan intrusi air laut.

2. Pada tingkat Regional


a. Kebakaran hutan :
Terjadia karena proses alamai atau ulah manusia yang sengaja membakar
hutan untuk lahan pertanian atau perkebunan/
b. Pencemaran minyak lepas pantai :
Hasil eksploitasi minyak bumi diangkut oleh kapal tangki ketempat
Pengolahan minyak yang mengalami kebocoran sehingga menyebabkan
kematian organisme laut.

3. Pada tingkat Nasional


a. Deforestasi :
menurunnya luasan hutan yang terjadi akibat kegiatan illegal logging.
Dampaknya terjadi penurunan sumber daya alam baik hasil utan maupun
konservasi air.
b. Pencemaran limbah industri :
masuknya atau dimasukannya zat oleh kegiatan manusia sehingga terjadi
penurunan kualitas lingkungan.

4. Pada tingkat Global


a. Pemanasan global (global warming) :
fenomena peningkatan suhu global dari tahun ke tahun karena terjadinya
efek rumah kaca yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas
karbondioksida,metana,dinitrooksida dan CFC sehingga energi matahari
terperangkap dalam atmosfer.
b. Penipisan lapisan ozon :
berkurangnya lapisam ozon dalam stratosfer dan terbentuk lubang ozon yang semakin luas
sehingga radiasi ultraviolet lebih banyak sampai
kepermukaan bumi.
c. Hujan asam :
segala macam hujan asam dengan pH dibawah 5,6 dampaknya yaitu proses korosi dengan
cepat, iritasi pada kulit.
d. Pertumbuhan populasi :
pertambahan penduduk dunia yang yang menyebabkan peningkatan sumber daya dan
ruang.
e. Desertifikasi (penggurunan) :
terjadi penurunan kemampuan daratan akibat aktivitas manusia dan iklik yang
bervariasi.
f. Pencemaran limbah B3 :
merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun yang penanganandilakukan
secara khusus, dampaknya bersifat akut sampai kematian bagi makhluk hidup.
D. Dampak overeksplotasi ekosistem
Overeksplotasi ekosistem tanpa memperhatikan kondisi lingkungan dapat menyebabkan
kerusakan lingkungan dan mempengaruhi ekosistem secara keseluruhan. Dampaknya
overeksplotasi hutan di Kalimantan yaitu menyebabkan lingkungan kering dan gundul.
Hilangnya hutan mangrove dan rusaknya terumbu araang mengakibatkan terjadi erosi pantai.

 F. Perlindungan Komponen Ekosistem


  Perlindungan komponen abiotik
 1. Perlindungan tanah
 Beberapa perlindungan tanah yaitu dengan rotasi tanaman, pemupukan yang seimbang, serta
pencegahan erosi dan banjir dengan melakukan reboisasi lahan-lahan kritis, melakukan tebang
pilih dan membuat sumur resapan di perkotaan.

  2. Perlindungan air
Beberapa usaha untuk mengatasi pemenuhan air bersih dapat dilakukan dengan menggunakan
pemakaian air secara bijaksana, membuat sumur resapan dan menjaga daerah resapan,
memelihara tumbuhan di sekitar lingkungan serta mengolah limbah cair.

3. Perlindungan udara
Cara perlindungan udara dilakukan dengan pemeliharaan tumbuhan hijau di setiap
lingkungan.

Perlindungan Komponen Biotik


Perlinfungan komponen biotik dilakukan dengan perlindungan in situ dan ex situ
1. Perlindungan in situ yaitu perlindungan hewan atau tumbuhan di habitat
aslinya. Perlindungan in situ dilakukan dengan membuat.
a. Cagar alam : kawasan untuk perlindungan seluruh keadaan alamnya baik
perlindungan terhadap flora, fauna, tanah keindahan alamnya.
b. Hutan lindung : awaasan untuk melinungi lahan agar tidak erosi dan untuk
mengatur tata air.
c. Suaka margasatwa : kawasan untuk melindungi fauna.
d. Taman nasional : kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk
tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, pariwisata
dan rekreasi.
e. Taman laut : kawasan yang memilik keindahan laut dan berfungsi untuk
melindungi flora dan fauna laut.
2. Perlindungan ex situ yaitu perlindungan tumbuhan maupun hewan dengan
cara memindahkan individu yang dilestarikan dari habitat aslinya untuk
dipelihara di tempat lain.
Yang termasuk kawasan perlindungan ex situ : taman hutan, kebun raya,
kebun binatang.
D.  UPAYA MENJAGA KESEIMBANGAN LINGKUNGAN
 
Beberapa contoh upaya untuk menjaga keseimbangan lingkungan, yaitu :
• Mengurangi penggunaan kertas dan mendaur ulangnya.
• Mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia dalam rumah tanggakarena dapat
mencemari lingkungan.
• Tidak boros dalam penggunaan air dan membangun daerah resapan airdi
halaman rumah.
• Mengurangi produksi sampah, memisahkan sampah, dan mendaurulangnya.
• Menghemat penggunaan bahan bakar.
• Menghentikan jual-beli berbagai spesies hewan langka.
• Tidak membakar hutan untuk membuka lahan.
• Menerapkan sistem bercocok tanam yang memperhatikan lingkungan,yaitu dengan
mengendalikan hama secara alami dengan metodebiological control (menggunakan
musuh alami dari hama). Upaya iniuntuk mencegah munculnya populasi hama yang
resisten terhadappestisida.
• Pengawasan ketat oleh pemerintah terhadap berbagai produk impor.Upaya ini untuk
mencegah masuknya spesies asing ke dalam negeri.Hal terpenting yang perlu
dilakukan dalam rangka menjaga keseimbanganlingkungan adalah upaya pelestarian
hutan dengan cara reboisasi, tidakmelakukan penebangan hutan secara acak, dan
menghentikan penebanganhutan secara liar. Penegakan hukum yang tegas dan adil
juga perlu dilakukanterhadap perambah dan penebang hutan liar
Naik turunnya jumlah populasi bergantung pada pengadaan sumber daya alam. Dengan
sendirinya lewat persaingan akan dapat dikaji lebih jauh tentang bagaimana upaya untuk
mengintensifkan perjuangan hidup. Jika sumber daya alam persediaanya di lingkungan tersebut
kurang, muncullah ketegangan, namun jika persediaan sumber daya alam cukup bagi makhluk,
maka akan menghasilkan kehidupan yang tenang, kehidupan tak bergejolak dan terjadinya
interaksi dalam ekosistem, baik interaksi antar populasi dan dalam populasi sendiri menjadi
harmonis sehingga dalam ekosistem dapat muncul kesimbangan dan ketenangan.
Keseimbangan dan ketenangan mengakibatkan perkembang
biakan menjadi lebih baik, seterusnya dalam populasi tertentu akan berakibat bertambahnya
jumlah anggota populasi tersebut. Kepadatan populasi ini dapat meningkat melebihi daya dukung
sumber daya alam yang secara tak langsung juga mengakibatkan pengurangan individu dalam
populasi tersebut lewat persaingan. Sebaliknya bila perkembang biakan tak baik jumlah anggota
populasi pertambahannya menjadi lambat, mengakibatkan kepadatan populasi agak kurang
kehidupan menjadi tenang.
Ketidakmantapan ekosistem ini disebabkan jumlah manusia di bumi cenderung meningkat
populasinya, sedangkan spesies tumbuhan yang diproduksi hanya sejenis. Misalnya : manusia di
indonesia hanya cenderung menanam padi, gandum, jagung dan palawija. Hal ini mengakibatkan
hewan yang dapat diternak hanyalah sapi, domba, kerbau, dan sebangsanya. Dengan demikian
populasi makhluk hidup lainnya tidak disediakan konsumsi bahan makanannya. Tentu bagi
makhluk yang tak disediakan sumber makanan keadaannya menjadi tertekan dan diprediksi tak
dapat bertahan lama hidup di muka bumi. Penurunan keanekaragaman hayati dalam ekosistem
pada
umumnya disebabkan oleh pengaruh empat hal yakni :
a.        terjadinya penyederhanaan keanekaragaman makhluk hidup di muka bumi.
Hal ini akan dapat berakibat banyaknya hama penyakit yang berpengaruh negatif. Pengaruh
tersebut adalah rentannya kehidupan makhluk di muka bumi.
b.      mono kultur terhadap kemantapan ekonomi. Tanaman dan hewan yang kurang beragam yang
dipelihara oleh manusia berakibat terbatasnya akses ekonomi manusia.
c.      penyederhananan makhluk hidup terhadap habitat dapat menyebabkan lingkungan tak subur atau
seringkali terabaikan pengelolaannya. Tanah yang tandus semakin rusak dan tak mendapatkan
perhatian.
d.     kurangnya keanekaragaman ekonomi terhadap stagnasi ekonomi di kota. Peredaran sumber daya
makanan, sumber daya alam dan manusia menjadi terbatas dan hanya mengumpul di kota.
Kejadian ini mengakibatkan akses hidup masyarakat khususnya kehidupan ekosistem dan
masyarakat di pelosok desa ada kecenderungan terabaikan.
Oleh sebab itu diperlukan upaya agar terdapat keseimbangan ekosistem. Tujuannya adalah agar
tak terjadi penurunan nilai dari ekosistem manusia itu sendiri. Disadari bahwa dalam kehidupan
selalu terdapat ketergantungan antara satu terhadap yang lain, atau yang satu menunjang
yang lain.
E.     Peran Manusia Dalam Menjaga Keseimbangan Lingkungan
Satu hal yang tak dapat dilepaskan dari ekosistem adalah jumlah populasi manusia yang
kian meningkat dari waktu ke waktu akan dapat berakibat menurunkan nilai ekosistem kita.
Pemanfaatan berbagai sumber daya alam secara tak terkendali dapat membawa ekosistem secara
keseluruhan menjadi tidak seimbang. Oleh sebab itu pengendalian jumlah populasi manusia
perlu diatur sedemikian rupa agar tak melampaui kemampuan alam untuk mendukungnya. Di
sini keanekaragaman hayati perlu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam memperbaiki
kehidupan di muka bumi.
Hukum alam menyebutkan bahwa siapa yang kuat, dialah yang akan menang. Dari segi
jumlah individu dan spesies, maka spesies yang memiliki lebih banyak keturunan lebih kuat dari
pada spesies yang sedikit keturunannya. Spesies yang memiliki keturunan ’jarang’ akan memiliki
peluang yang kecil untuk dapat mengalahkan saingannya. Persaingan antar spesies akan muncul
manakala kedua populasi atau makhluk itu memperebutkan kebutuhan yang sama. Kebutuhan
yang dimaksudkan di sini antara lain berupa kebutuhan makanan, tempat hidup, perlindungan
akan keselamatan diri dan kelompoknya atau pengaruh iklim/cuaca, pengaruh radiasi matahari
dan sebagainya.
Komponen ekosistem yang berupa energi ini amat penting dalam memelihara
kelangsungan hidup komponen yang ada dalam ekosistem tersebut. Dalam kajian ekosistem,
komponen ekosistem alam berlaku hukum alam juga. Hukum-hukum yang berkaitan dengan
energi bagi makhluk hidup di antaranya adalah hukum termodinamika pertama, hukum
termodinamika kedua.
Hukum termodinamika pertama menyatakan bahwa energi dapat diubah dari satu bentuk
ke bentuk lain, energi bersifat lestari, tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan. Cahaya matahari,
misalnya dapat diubah ke dalam bentuk energi lain yang bergantung pada proses-proses yang
terjadi. Misalnya energi matahari diubah menjadi energi panas, energi matahari diubah menjadi
energi kimia yang menghasilkan energi potensial dalam makanan dan energi matahari diubah
menjadi energi listrik bagi penerangan yang dapat digunakan manusia untuk mencukupi
kebutuhan hidupnya.
Hukum termodinamika kedua menyatakan bahwa setiap sistem akan selalu cenderung
berubah dari keadaan yang teratur menjadi keadaan yang tak teratur. Hal ini berarti setiap energi
yang memasuki jasad hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang
tersimpan atau energi yang dapat dilepaskan. Dalam keadaan demikian ini maka kehidupan
makhluk dapat dianggap sebagai pengubah energi. Oleh karena makhluk hidup tersebut beraneka
ragam, maka akan dijumpai beragam strategi untuk mentransformasikan energi sebagai
perwujudan dari hukum termodinamika I.
Dalam sejarah kehidupan, manusia sebagai makhluk yang pertama kali bersedia
menerima amanah dari Tuhan untuk mengelola alam semestaini. Manusia selalu berusaha untuk
dapat menguasai alam semesta. Di sinimanusia adalah makhluk yang paling berhak mengatur,
menata, dan memanfaatkan lingkungan sesuai dengan kebutuhannya, sedang makhluk lainnya
seringkali tidak diberi kesempatan mengatur alam semesta ini. Berkat kemampuan dalam hal
berpikir, bernalar manusia dapat mengatur, memanfatkan sumber daya alam hayati maupun non
hayati untuk kebutuhan hidup dan kehidupannya. Cara memanfaatkan sumber daya alam ini
dilakukan lewat berbagai cara yang kesemuanya itu ditujukan untuk kemakmuran hidup,
kesejahteraan dan kelangsungan hidup manusia beserta anak turunnya. Manusia dalam
mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam lewat kemampuan intelektualnya, di samping
ada kemanfaatannya bagi makhluk hidup tetapi juga ada sisi negatif yang muncul. Efek yang
selalu mengiringinya adalah rusaknya sumber daya alam dan bahkan seringkali juga
memusnahkan sumber daya alam flora maupun fauna serta manusia itu sendiri.
Dalam penciptaan makhluk, Tuhan Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk
yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluklainnya. Manusia dilengkapi dengan akal
pikiran dan hati untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya, sedangkan makhluk lainnya
tidak dilengkapi akal pikiran. Manusia mampu memikirkan masa depan anak keturunannya, oleh
sebab itu manusia dapat membuat perencanaan yang lebih baik untuk mempertahankan
kehadirannya di muka bumi ini.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Setelah mengetahui apa itu keseimbngan lingkungan hidup, siswa Menyadari betapa pentingnya
lingkungan hidup bagi keberlangsungan hidup organisme di muka bumi,maka perlu dilakukan
upaya-upaya untuk mengembalikan keseimbangan lingkungan hidup tersebut.
Siswa dan mastarakat luas mengetahui bahwa, Gaya hidup manusia dan aktivitas-aktivitas
manusia secara langsung maupun tidak langsung telah mengurangi kuantitas dan kualitas
Keseimbangan lingkungan hidup lingkungan hidup Hal ini sangat berbahaya, sebab
lingkunganmerupakan penunjang hidup bagi setiap organisme

B. Saran
Setiap masyarakat perlu memahami lebih dalam tentang lngkungan dan perlu
berpartisipasidalam mengembalikan keseimbangan lingkungan, sebab kehidupan generasi
selanjutnya ada ditangan kita
Lingkungan hidup selalu mengalami perubahan struktur dan fungsinya dari waktu kewaktu.
Aktivitasmanusia dapat berpengaruh terhadap keseimbangan lingkungan karena disebabkan
setiap kebutuhanhidup manusia hanya dapat dicukupi dari lingkungan sekitarnya. Dengan akal
manusia yang selaluberkembang dan dengan kemampuan manusia untuk mengambil SDA yang
tersedia didalam lingkungansekitar. Contoh aktivitas yang dilakukan manusia untuk mencukupi
kebutuhan hidupnya, membutuhkanalam sebagai sumbernya.