Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS PELAKSANAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 4 AYAT 2 PADA

PT. BERRYBENKA TAHUN 2019

PROPOSAL KARYA TULIS

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan

Mencapai Gelar Ahli Madya Manajemen (A.Md.M)

Program Studi Perpajakan

Oleh

VIKY MUNYATI

N.P.M 1317130035

UNIVERSITAS PANCASILA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA (D3) PERPAJAKAN

JAKARTA

2020

1
2

DAFTAR ISI

ISI Halaman
JUDUL……………………………………………………………………. i
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………………… 1
1.2 Identifikasi, Pembatasan, Rumusan Masalah…………………………. 3
1.2.1 Identifikasi Masalah…………………………………...…..... 3
1.2.2 Pembatasan Masalah………………………………………… 3
1.2.3 Rumusan Masalah…………………………………………… 3
1.3 Tujuan Praktik Kerja………………………………………………….. 4
1.4 Manfaat Praktik Kerja………………………………………………… 4
1.4.1 Aspek teoritis………………………………………………... 4
1.4.2 Aspek Praktis………………………………………………... 5
3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktik Kerja

Sebagai salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang sedang mengalami
pertumbuhan ekonomi, Indonesia memiliki banyak masalah yang harus diperbaiki
guna menjadi negara yang maju. Salah satu perbaikan yang dilakukan pemerintah
adalah melakukan pembangunan negara yang bertujuan untuk memberikan
peningkatan terhadap kesejahteraan masyarakat. Untuk merealisasikan pembangunan
tersebut, diperlukan sumber material yang dapat mendukung, dimana salah satu
sumber material tersebut berasal dari pajak. Pajak merupakan iuran yang wajib
dibayarkan oleh Wajib Pajak (WP) kepada negara, sifatnya memaksa atas dasar
peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak memperoleh manfaatnya
secara langsung. Pajak dipungut kepada Wajib Pajak yang mempunyai potensi
memperoleh penghasilan sudah wajib melaksanakan kewajiban perpajakannya,
karena sektor terbesar penerimaan negara adalah dari pajak.

Pajak merupakan iuran wajib atau pungutan yang dibayar oleh Wajib Pajak
(Orang yang membayar pajak) Kepada pemerintah berdasarkan Undang-Undang dan
hasilnya digunakan untuk membiayai pengeluaran umum pemerintah dengan tanpa
balas jasa yang di tunjukan secara langsung. Menurut Prof. Dr. H. Rochmat Soemitro
SH, pajak adalah iuran rakyat kepada Kas Negara berdasarkan undang-undang (yang
dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung
dapat ditunjukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Di
Indonesia maupun di berbagai negara lainnya, pasti memiliki kebijakan setiap warga
yang berpenghasilan untuk melakukan pembayaran pajak kepada negara. Hal ini
dikarenakan pajak merupakan salah satu sumber pemasukan untuk kas negara yang
akan digunakan untuk membiayai pembangunan suatu negara. Pajak ini sendiri
bersifat memaksa terhadap seluruh warga negara atau wajib pajak untuk menaatinya.

Sistem pemungutan pajak yang dianut oleh negara kita berubah dari official
assessment menjadi self assessment system. self assessment system dalam
pemungutannya memberikan wewenang kepada Wajib Pajak untuk menentukan
sendiri besarnya pajak terutang. Wajib Pajak harus melakukan penghitungan dan
memperhitungkan sendiri, membayar dan melaporkan sendiri kewajiban
perpajakannya ke Kantor Pelayanan Pajak. Dalam administrasinya, wajib pajak
melakukan pembayaran pajak menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) dan
4

pelaporannya menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT). SPT inilah yang menjadi


penghubung antara wajib pajak degan pejabat pajak yang bertugas mengelola pajak
pusat dan pajak daerah dalam rangka penegakan hokum pajak dalam hal pelaporan
jumlah pajak terutang yang dimiliki Wajib Pajak.

Di Indonesia terdapat berbagai macam jenis pajak, salah satunya Pajak


Penghasilan (PPh), yang merupakan pajak terhitung atas dasar penghasilan yang
didapatkan, antara lain penghasilan dari pendapatan berupa gaji, penghasilan dari laba
usaha, penghasilan yang berupa hadiah, dan penghasilan yang berupa pendapatan
bunga. PPh yang terutang dalam jangka waktu satu tahun haruslah dilunasi oleh wajib
pajak sesuai dengan peraturan perpajakan penghasilan yang ada.

Pajak penghasilan diatur alam Undang – Undang No.36 Tahun 2008 yang
mengatur tentang pajak yang dikenakan oleh Subjek Pajak atas penghasilan yang
diterima dan diperoleh dalam suatu tahun pajak. Subjek pajak adalah orang pribadi,
warisan yang belum terbagi, badan dan Bentuk Usaha Tetap yang menerima atau
memperoleh penghasilan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang
berlaku, yang selanjutnya subjek pajak tersebut dalam UU PPh disebut dengan Wajib
Pajak.

Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang PPh, PPh terdiri atas PPh
Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 25, PPh Pasal 23, PPh Pasal 22, PPh Pasal 21,dll. PPh
Pasal 4 ayat (2) yang merupakan pajak penghasilan yang mengatur penghasilan dari
transaksi pengalihan harta berupa tanah dan atau bangunan, usaha jasa konstruksi,
usaha real estate, dan persewaan tanah dan atau bangunan dikenai pajak penghasilan
yang bersifat final yang diatur dengan peraturan pemerintah.

Pajak penghasilan final merupakan pajak penghasilan yang tidak dapat


dikreditkan atau dikurangkan dari jumlah PPh terutang pada saat perhitungan PPh
bagi pemotong tersebut. Sedangkan pajak penghasilan tidak final yaitu pajak yang
bisa dijadikan sebagai kredit pajak seperti PPh pasal 23.

Penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan dari
persewaan tanah dan/atau bangunan berupa tanah, rumah, gedung kantor, gedung dan
industry terutang PPh final. Besaran tarif yang ditetapkan sebesar 10% dari jumlah
bruto nilai sewa. Peraturan yang terkait pelaksanaan pemotongan PPh fina pasal 4
ayat 2 atas penghasilan dari sewa tanah dan/atau bangunan adalah PP No. 29 Tahun
1996 sebagaimana telah diubah menjadi PP No. 5 Tahun 2002.
5

Karya tulis ini merupakan salah satu prasyarat dalam Tugas Akhir masa studi
penulis, Tugas akhir ini penulis buat berdasarkan pada hasil praktik kerja di PT
berrybenka. Praktik kerja ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan
April 2020. PT Berrybenka melakukan melakukan persewaan tanah dan bangunan ke
berbagai Pusat Perbelanjaan yang berada di Pulau Jawa, Sumatra, Bali, dan Lombok.
Dalam hal ini PT. Berrybenka melakukan pemotongan, penyetoran, dan pelaporan ke
Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sendiri. Oleh karena itu, penulis ingin mengangkat
judul “Analisis Pelaksanaan Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 Pada PT
Berrybenka Tahun 2019”

1.2 Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah dan Rumusan Masalah

1. Identifikasi Masalah

Pelaksanaan kewajiban yang meliputi pemotongan, penyetoran, pelaporan pajak


penghasilan pasal 4 ayat 2 final atas transaksi sewa tanah dan/atau bangunan

2. Pembatasan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diataas, maka perlu adanya batasan ruang
lingkup penulisan laporan. Hal ini dikarenakan luasnya kegiatan dalam bidang
perpajakan terutama pajak penghasilan pasal 4 ayat 2 final. Maka ruang lingkup yang
akan diambil sebagai berikut:

a. Jenis transaksi yang dipotong pada PPh pasal 4 ayat 2 final di PT.
Berrybenka
b. Pemotongan PPh final pasal 4 ayat 2 final atas sewa, tanah dan/atau
bangunan
c. Dasar pengenaan pajak PPh final pasal 4 ayat
d. Besarnya tarif yang dipotong dalam PPh final pasal 4 ayat 2
e. Prosedur Penyetoran dan pelaporan PPh final pasal 4 ayat 2
f. Ketentuan PPh pasal 4 ayat 2 final atas sewa, tanah, daan/atau bangunan

3. Rumusan Masalah

Berdasarkan beberapa hal yang diuraikan dalam latar belakang maka


dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
6

a. Bagaimana pelaksanaan kewajiban perpajakan pajak penghasilan final pasal 4


ayat 2 atas transaksi sewa tanah dan/atau bangunan pada PT Berrybenka pada
tahun 2019?
b. Apakah pelaksanaan kewajiban perpajakan sudah sesuai dengan ketentuan
perundang – undangan perpajakan yang berlaku di Indonesia?
c. Bagaimana hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan kewaiban pajak
penghasilan final pasal 4 ayat 2 pada PT berrbybenka?

1.3 Tujuan Praktik Kerja

Pada umumnya praktik kerja ini bertujuan dan bermanfaat mempersiapkan


mahasiswa Program Diploma III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi
Perpajakan, mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang siap digunakan dalam
bidang perpajakan dan untuk memenuhi persyaratan kelulusan mendapat gelar Ahli
Madya. Adapun tujuan tugas akhir ini secara individual sebagai berikut:

1. Sebagai sarana pembelajaran dalam rangka meningkatkan kemampuan di


bidang ilmu pengetahuan
2. Untuk memahami pelaksanaan kewaiban perpajakan PPh final pasal 4 ayat
atas sewa tanah dan/ atau bangunan pada PT berrybenka berdasarkan
ketentuan perundang undangan perpajakan yang berlaku.

1.4 Manfaat Praktik Kerja

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari praktik kerja ini adalah sebagai berikut :

1. Aspek Teoritis
a. Karya tulis ini diharapkan bermanfaat sebagai bahan referensi atau bahan
masukan bagi karya tulis lainnya.
b. Karya tulis ini diharapkan dapat memberikaan sumbangan ilmu kepada yang
membutuhkan.
7

2. Aspek Praktis
a. Bagi penulis
1. Memberikan manfaat dan menambah pengetahuan serta pengalaman di bidang
perpajakan serta dapat membandingkan antara teori dan realita dilapangan.
2. Dasar dalam memperoleh pokok bahasan dalam menyusun tugas akhir serta
penerapan ilmu yang diperoleh dan menuangkannya ke dalam praktik kerja
(magang).

b. Bagi Universitas
1. Menjalin kerjasama atau hubungan baik dengan Instansi / Lembaga dan
kegiatan magang ini dijadikan sebagai sarana sosialisasi terhadap lingkungan
dunia kerja nyata.
2. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila dapat meningkatkan
kualitas lulusannya melalui pengalaman praktik kerja (magang).

c. Bagi Perusahaan
1. Menjalin kerjasama dan membina hubungan baik dengan Program Studi
Diploma III Perpajakan Universitas Pancasila.
2. Memberikan kontribusi bagi pengembangan praktek perpajakan di
perusahaan
8

Anda mungkin juga menyukai