Anda di halaman 1dari 3

PENGERTIAN TENTANG GADAI, HIPOTIK & FIDUSIA

PENGERTIAN TENTANG GADAI, HIPOTIK & FIDUSIA

1. Gadai :

1.1 Pengertian :

hak yang diperoleh kreditor atas suatu barang yang bergerak yang diberikan
kepadanya oleh debitor atau orang lain atas namanya untuk menjamin suatu utang.
Selain itu, memberikan kewenangan kepada kreditor untuk mendapatkan
pelunasan dari barang tersebut terebih dahulu dari kreditur lainnya, terkecuali
biaya untuk melelang barang dan biaya yang dikeluarkan untuk memelihara benda
itu dan biaya-biaya itu mesti didahulukan.

1.2 Sifat-sifat gadai :

1. Gadai adalah untuk benda bergerak baik yang berwujud maupun tidak berwujud.

2. Gadai bersifat accesoir artinya merupakan tambahan dari perjanjian pokok untuk
menjaga jangan sampai debitor itu lalai membayar hutangnya kembali.

3. Adanya sifat kebendaan.

4. Syarat inbezieztelling, artinya benda gadai harus keluar dari kekuasaan memberi
gadai, atau benda gadai diserahkan dari pemberi gadai kepada pemegang gadai.

5. Hak untuk menjual atas kekuasaan sendiri.

6. Hak preferensi sesuai dengan pasal 1130 dan pasal 1150 KUHP

7. Hak gadai tidak dapat dibagi-bagi artinya sebagian hak gadai tidak akan menjadi
hapus dengan dibayarnya sebagian dengan hutang oleh karena itu gadai tetap
melekat atas seluruh benda itu.

1.3 Objek gadai :

Semua benda bergerak dan pada dasarnya bisa digadaikan, baik benda bergerak
berwujud maupun tidak berwujud yang berupa berbagai hak untuk mendapatkan
pembayaran uang, yakni berwujud surat-surat piutang kepada pembawa, atas
tunjuk, dan atas koma.

1.4 Hak pemegang gadai :

1. Berhak untuk menjual benda digadaikan atas kekuasaan sendiri


2. Berhak untuk mendapatkan ganti rugi yang berupa biaya yang telah dikeluarkan
untuk menyelamatkan benda gadai.

3. Berhak menahan benda gadai sampai ada pelunasan hutangdari debitur.

4. Berhak mempunyai referensi.

5. Berhak untuk menjual benda gadai dengan perantara hakim

6. Atas ijin hakim tetap menguasai benda gadai.

1.5 Kewajiban pemegang gadai :

1. Pasal 1157 ayat 1 KUHP perdata pemegang gadai bertanggung jawab atas
hilangnya harga barang yang digadaikan yang terjadi atas kelalaiannya.

2. Pasal 1156 KUHP ayat 2 berkewajiban untuk memberitahukan pemberi gadai jika
barang gadai dijual.

3. Pasal 1159 KUHP ayat 1 beranggung jawab terhadap hasil penjualan barang
gadai.

4. Kewaijban untuk mengembalikan benda gadai jika debitur melunasi hutangnya.

5. Kewajiban untuk melelang benda gadai.

1.6 Hapusnya gadai :

1. Perjanjian pokok

2. Musnahnya benda gadai

3. Pelaksanaan eksekusi

4. Pemegang gadai telah melepaskan hak gadai secara sukarela

5. Pemegang gadai telah kehilangan kekuasaan atas benda gadai

6. Penyalahgunaan benda gadai.

2. Hipotik

2.1 Pengertian :
Satu hak kebendaan atas benda tidak bergerak untuk mengambil pergantian
daripadanya bagi perlunasan suatu perutangan.

2.2 Sifat hipotik :

1. Bersifat accesoir

2. Bersifat zaaksgefolg

3. Lebih didahulukan pemenuhannya dari piutang yang lain berdasarkan pasal


1133-1134 KUHP ayat 2

4. Objeknya benda-benda tetap

2.3 Objek hipotik

1. Berdasarkan pasal 509 KUHP, pasal 314 KUHD ayat 4, dan UU no. 12 tahun 1992
tentang pelayaran.

2. UU nomor 15 tahun 1992 tentang penerbangan.

2.4 Perbedaan gadai dan hipotik :

1. Gadai harus disertai dengan pernyataan kekuasaan atas barang yang digadaikan,
sedangkan hipotik tidak.

2 Gadai hapus jika barang yang digadaikan berpindah tangan ke orang lain,
sedangkan hipotik tidak, tetapi teap mengikuti bendanya walaupun bendanya
dipindahtangankan ke orang lain.

3. Satu barang tidak pernah dibebani lebih dari satu gadai walaupun tidak dilarang,
tetapi beberapa hipotik yang bersama-sama dibebankan diatas satu benda adalah
sudah merupakan keadaan biasa.

4. Adanya gadai dapat dibuktikan dengan segala macam pembuktian yang dapat
dipakai untuk membuktikan perjanjian pokok sedangkan adanya perjanjian hipotik
dibuktikan dengan akta otentik.