Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM HIDROLOGI

“HIDROPONIK”

DISUSUN

OLEH

NAMA : WAHYU HIDAYAT (194110096)


KELAS : AGROTEKNOLOGI 3 B
DOSEN : Ir. T. Rosmawaty, M.Si

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
2020
LEMBAR PENGESAHAN

Diajukan Sebagai Pedoman Dalam Pelaksanaan Praktikum

Mata Kuliah Hidrologi Pertanian Semester III (tiga)

Program Studi Agroteknologi

Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau

Disetujui Disahkan oleh,


Dosen Asisten Dosen

Ir.Hj. T. Rosmawaty, M.Si 1. Nursamsul Kustiawan, SP.,


MP

2. Cusrin Irwansyah, SP
ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat dan Karunia-Nya

panduan praktikum matakuliah Hidrologi Pertanian dapat diselesaikan. Mata

kuliah Hidrologi Pertanian ini merupakan matakuliah wajib yang disajikan pada

semester III (tiga) bagi Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis pada

Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau. Hidrologi Pertanian merupakan ilmu

sain yang memerlukan penerapan yang dapat mendukung teori-teori yang

disampaikan dalam perkuliahan. Praktikum sangat penting dalam pengaplikasian

ilmu dalam menerapkan dan mempraktekkan kepada mahasiswa bagaimana

mengelola lingkungan sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman.

Panduan praktikum ini menjelaskan tentang percobaan praktikum, tujuan

praktikum, kompetensi yang akan dicapai, materi dan teori dasar, alat dan bahan

praktikum, parameter yang diamati dan cara pengambilan data. Diharapkan

tuntunan praktikum ini dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam mengikuti

praktikum yang dibimbing oleh dosen pengampu matakuliah dan dibantu oleh

asisten praktikum serta bermanfaat bagi pihak yang memerlukan dalam usaha

peningkatan kemampuan mahasiswa dibidang ilmu pertanian.

Pekanbaru, Desember

2020

Penulis
iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................i

DAFTAR ISI...........................................................................................................................ii

DAFTAR TABEL...................................................................................................................iii

DAFTAR LAMPIRAN..........................................................................................................iv

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................1

A. Latar Belakang, .....................................................................................................1


B. Tujuan.....................................................................................................................2
C. Manfaat...................................................................................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................................3

BAB III BAHAN DAN METODE........................................................................................5

A. Tempat Dan Waktu................................................................................................5


B. Bahan Dan Alat.....................................................................................................5
C. Rancangan Praktikum............................................................................................5
D. Pelaksanaan Praktikum..........................................................................................6

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................................10

BAB V PENUTUP..................................................................................................................12

A. Kesimpulan...................................................................................................................12
B. Saran.............................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................13

LAMPIRAN............................................................................................................................14
iv

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Panjang akar tanaman selada chris green ..................................................10

Tabel 1.2 Berat segar tanaman selada chris green ....................................................10

Tabel 1.3 Perbandingan tanaman yang berukuran besar dan kecil ...........................10
v

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.1 penyemaian benih tanaman selada chis green ....................................14

Lampiran 1.2 pembuatan campuran larutan AB mix ................................................14

Lampiran 1.3 pemindahan bibit tanaman selada chis green ......................................14

Lampiran 1.4 pengamatan pertumbuhan tanaman selada chis green ........................15

Lampiran 1.5 pemanenan tanaman selada chis geeen ...............................................15

Lampiran 1.6 hasil panen dan parameter pengamatan ..............................................16


1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hidroponik diambil dari bahasa Yunani yaitu Hydroponous, hydro berarti

air dan ponous berarti kerja. Hidroponik adalah teknologi bercocok tanam yang

menggunakan air, nutrisi, dan oksigen. Ada beberapa keuntungan yang bisa

didapat dari bertanam secara konvensional. Dalam perkembangannnya sejak

popular 40 tahun lampau, hidroponik telah banyak mengalami perubahan. Media

yang digunakan lebih banyak yang sengaja dibuat khusus. Demikian juga dengan

wadah- wadah yang digunakan, seperti pot. Ada yang sengaja dibuat khusus

lengkap dengan alat penunjuk kebutuhan air, ada pula yang khusus seperti kerikil

sintesis.

Metode hidroponik merupakan metode menumbuhkan tanaman didalam

larutan nutrisi tanpa menggunakan media tanah. Ditinjau dari segi sains,

hidroponik telah membuktikan bahwa tanah tidak diperlukan untuk

menumbuhkan tanaman, kecuali unsur- unsur, mineral dan zat- zat makanan

seperti dalam tanah. Dengan mengeliminasi tanah berarti juga mengeliminasi

hama atau penyakit yang ada didalam tanah dan mengurangi pengendalian tanah

secara teliti nutrisi tanaman. Dalam larutan hidroponik telah tersedia zat- zat

makanan untuk tumbuhan dengan perbandingan yang tepat, sehingga dapat

mengurangi stress pada tanaman, lebih cepat matang dan panenpun akan lebih

bagus kualitasnya. Media tanam hidroponik berfungsi sebagai penegak tanaman


2

agar tidak roboh dan juga sebagai penghantar cairan unsur hara. Jadi, ada

beberapa jenis media tanam yang boleh dipakai, seperti pasir, tembikar, arang, dan

sabut kelapa. Hanya, media yang akan kita gunakan itu harus kita sesuaikan

dengan tanamannya. Untuk tanaman hias disarankan menggunakan media tanam

batu apung.

B. Manfaat dan Tujuan


Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi ilmiah tentang

pertumbuhan dan hasil selada berjenis Chris Green (Lactuca sativa L.) pada

nutrisi dan media tanam secara hidroponik.


3

BAB  II
TINJAUAN PUSTAKA

Hidroponik adalah suatu cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah

sebagai tempat menanam tanaman. Perbedaan bercocok tanam dengan tanah dan

hidroponik yaitu, apabila dengan tanah, zat-zat makanan diperoleh tanaman dari

dalam tanah. Sedangkan hidroponik, makanan diperoleh tanaman dari dalam air

yang mengandung zat-zat anorganik. (Mikrajuddin,2007:161). Para peneliti

menggunakan budidaya hidroponik untuk menentukan unsur-unsur mineral mana

yang memang betul-betul nutrien esensial. (Campbell,2008:339)

Sistem hidroponik dapat memberikan suatu lingkungan pertumbuhan yang

lebih terkontrol. Dengan pengembangan teknologi , kombinasi sistem hidroponik

dengan membran mampu mendayagunakan air, nutrisi, pestisida secara nyata

lebih efisien ( minimalys sistem ) dibandingkan dengan kultur tanah , terutama

untuk tanaman berumur pendek. Penggunaan sistem hidroponik tidak mengenal

musim dan tidak memerlukan lahan yang luas dibandingkan dengan kultur tanah

untuk menghasilkan satuan produktivitas yang sama. (Lonardy dalam Mas’ud,

2009 :131)

Sistem hidroponik banyak digunakan untuk menanam tumbuhan

holtikultura seperti tomat, paprika, sawi dan melon. Pada awalnya, sistem

hidroponik identik dengan penanaman tanpa media tanah, akan tetapi sesuai

dengan perkembangan teknologi, hidroponik digunakan untuk penumbuhan

tanaman dengan mengontrol nutrisi tanaman sesuai dengan kebutuhannya, salah


4

satu metode yang mulai banyak digunakan adalah nutrient film technique yang

merupakan sistem hidroponik tertutup , yang mana nutrisi akan mengalir secara

terus menerus atau dalam jangka waktu tertentu secara teratur. (Suprijadi,

2009:31)

Menurut Pramono ( dalam Rahmawaty,2009: ) menyatakan bahwa media

dalam hidroponik berfungsi sebagai penopang tanaman dan memiliki syarat

seperti struktur yang stabil selama pertumbuhan tanaman , bebas dari zat

berbahaya bagi tanaman, bersifat inert, memiliki daya pegang air yang baik,

drainase dan aerase yang baik.

Prinsip dasar dari hidroponik adalah memberikan atau menyediakan nutrisi

yang dibutuhkan tanaman dalam bentuk larutan. Pemberiannya dilakukan dengan

penyiramannya atau meneteskannya pada tanaman. (Tim Penulis PS,2006:44)


5

BAB  III
BAHAN DAN METODE

A. Waktu percobaan dilakukan:

Waktu : 27 Oktober 2020 – 2 Desember 2020

Tempat :Lahan Kompos Fakultas Pertanian, Universitas Islam Riau

B. Alat dan Bahan :

 Tanaman Selada Chris Green  Ember

(Lactuca sativa)  Pompa Air

 Pupuk Cair/nutrisi AB mix  Alat ukur TDS

 Talang/Guli  Penggaris

 Air  Nampan

 Rock wool  Pinset

 Netpot

C. Rancangan Praktikum

Penelitian ini menggunakan metode NFT (Nutrient Film Technique).

yaitu suatu metod budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan

nutrisi yang dangkal dan tersikulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup

air, nutrisi dan oksigen.


6

D. Pelaksanaan Praktikum

1. Persemaian Benih

Persemaian merupakan tahap awal dari proses pembudidayaan tanaman. Adapun

tahapan persemaian sebagai berikut :

- Siapakan rockwool kemudian dipotong dengan ukuran 2 cm x 2 cm

- Buat lubang pada rockwool dengan alat pelubang, ukuran lubang

disesuaikan dengan ukuran benih yang akan disemai, kedalaman 1 cm.

- Masukkan benih pada lubang yang telah dibuat pada rokcwool

- Setelah semua lubang sudah diberi benih, letakkan rockwool dalam wadah

nampan

- Siram rockwool sampai lembab dan simpan pada tempat yang tidak

terkena cahaya

- Persemaian di cek setiap hari, jika benih telah berkecambah maka dapat

dipindahkan ketempat yang terkena matahari.

2. Pembersihan Talang/guli

- Talang digosok menggunakan bros, untuk menghilangkan lumut dan

kotoran yang menempel pada talang/guli kemudian dicuci menggunakan

deterjen

- Talang disusun pada rak hidroponik

- Isi bak dengan air sebanyak 20 liter

- Hidupkan pompa air untuk mengalirkan air dari bak ke talang


7

3. Desinfektan Talang

- Bak yang sudah berisi air kemudian ditambahkan bayclin dengan

konsentrasi 2 ml/l

- Desin fektan talang dengan cara mengalirkan larutan bayclin selama 24

jam

- Setelah didesinfektan selama 24 jam talang dicuci kembali dan

dikeringkan

4. Pengaliran Air

- Isi bak dengan air bersih sesuai volume bak (80 liter)

- Hidupkan kembali pompa air untuk mengalirkan air

- Cek apakah ada kebocoran pada aliran air

- Cek pH air, dimana pH air yang dibutuhkan yaitu 6,5, apabila pH air diatas

6,5 maka ditambahkan larutan Asam Sulfat apabila dibawah 6,5 maka

ditambahkan larutan KOH.

5. Pengaturan Nutrisi

- Setelah pengaliran air normal dan pH air telah sesuai dengan yang

dibutuhkan maka selanjutnya dilakukan penambahan nutrisi.

- Masukkan larutan nutrisi A dan B dengan konsentrasi masing-masing 5

ml,

- Cek larutan nutrisi menggunakan alat EC/TDS


8

- Konsentrasi nutrisi untuk sayuran daun berkisar 1,5-2,5 EC

6. Pemindahan Bibit ke Talang/Guli

- Bibit yang tumbuh dengan baik jika jumlah daun 3- 4 helai pada umur 10-

14 hari dan bibit siap untuk dipindahkan.

- Pindahkan bibit yang sudah layak tanam, pilih bibit yang sehat dan

seragam

- Penanaman dengan jarak lubang yang sudah ada pada talang yaitu 20 cm

7. Pengontrolan Nurisi dan air

- Air dan nutrisi dicek setiap hari

- Apabila air berkurang maka dilakukan penambahan air dan Nutrisi sesuai

dengan kebutuhan

8. Pengendalin Hama danPenyakit

- Tanaman dicek setiap hari, apabila terjadi serangan hama atau penyakit

maka dilakukan pengendalian secara mekanik.

- Seliain itu juga dilakukan pengendalian hama dan penyakit dengan

menggunakan pestisida nabati.

9. Panen

Panen dilakukan apabila tanaman telah menunjukkan kriteria panen atau

pada umur 30-40 hari setelah semai.


9

10. Pengamatan

 Perbandingan Tanaman yang Berbeda Ukuran

Pengamatan terhadap Besar dan kecil tanaman dilakukan pada saat akhir

praktikum atau pada saat panen, dengan cara mengukur perbandingan antara besar

dan kecil pada setiap tanaman sampel. Data yang diperoleh disajikan dalam

bentuk tabel.

 Panjang akar

Pengamatan terhadap panjang akar dilakukan diakhir praktikum yaitu saat panen

dengan cara mengukur dari pangkal akar sampai ujung akar pada setiap tanaman

sampel. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel.

 Berat segar tanaman

Pengamatan terhadap berat segar tanaman dilakukan diakhir praktikum yaitu saat

panen dengan cara menimbang tanaman pada setiap tanaman sampel. Data yang

diperoleh disajikan dalam bentuk tabel.


10

BAB  IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL

 Perbandingan Tanaman yang Berbeda Ukuran

Tanaman sampel Panjang akar Berat segar


(cm) tanaman(gr)
Selada chis green A 25,5 cm 79,62 gr
(ukuran besar)
Selada chis green B 16,7cm 17,08 gr
(ukuran kecil)

Tabel 1.1

 Panjang akar

Perbandingan Ukuran (cm)


Media selada A 25.5 cm
Media selada B 15.7 cm
Tabel 1.2

 Berat segar tanaman

Perbandingan Berat (gram )


Media selada A 79,62 gr
Media selada B 17,08 gr
Tabel 1.3
11

PEMBAHASAN

Pemberian nutrisi hidroponik yang tepat akan memberikan hasil yang

optimal bagi pertumbuhan tanaman selada. Selain itu pertumbuhan tanaman tidak

lepas dari lingkungan tumbuh terutama faktor media tanam yang secara langsung

akan mempengaruhi hasil tanaman.

Pemberian nutrisi AB mix pada media tanam terbukti memberikan hasil

terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman selada yaitu ditandai dengan

peningkatan jumlah daun, tinggi tanaman, panjang akar, luas daun, berat segar

tajuk dan berat kering tajuk. Hal ini kemungkinan disebabkan karena nutrisi yang

diperoleh tanaman dari nutrisi AB mix telah memenuhi kebutuhan tanaman (zona

kecukupan). Menurut Lakitan (2004), bahwa jika jaringan tumbuhan mengandung

unsure hara tertentu dengan konsentrasi yang lebih tinggi dari konsentrasi yang

dibutuhkan untuk pertumbuhan maksimum, maka pada kondisi ini dikatakan

tumbuhan dalam kondisi konsumsi mewah. Pada konsentrasi yang terlalu tinggi,

unsur hara esensial dapat juga menyebabkan keracunan bagi tumbuhan.

Semua hara yang terkandung pada nutrisi hidroponik adalah unsur esensial

yang diperlukan tanaman dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Apabila

unsur hara makro dan mikro tidak lengkap ketersediaannya, dapat menghambat

pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Pairunan dkk , 1997).


12

Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa tanaman selada

memberikan respons yang berbeda terhadap sumber nutrisi hidroponik yang sama

(AB mix).

BAB  V
PENUTUP

A. Kesimpulan
 Pada tiap media tanam mempunyai perbedaan karakteristik bertumbuhan

 Pemberian nutrisi sangat penting bagi tanaman hidroponik, pemberian

nutrisi mempengaruhi cepatnya pertumbuhan dan dapat membuat daun

tumbuhan lebih segar.

 Apabila tumbuhan hidroponik tidak diberi nutrisi maka tumbuhan tidak

akan berkembang dengan baik

B. Saran
penulis menyarankan kepada pembaca, bahwa teknik budaya secara

hidroponik ini sangat bagus, jika diterapkan dalam penanaman tanaman, Karena

bisa kita lakukan dimanapun.

penulis menyarankan, pembaca jangan memandang mahal dahulu, karena

hasil yang dapat diterapkan bisa mencapai 5 kali lipat dari modal yang ditanam.
13

DAFTAR PUSTAKA

Arisworo, D dan Yusa. 2006. Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas IX. Jakarta :

Grafindo.

Harjoko, D. 2009. Studi Macam Media dan Debit Aliran terhadap Pertumbuhan

dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) secara Hidroponik NFT. Agrosains

11(2): 58-62.

Suprijadi, dkk. 2009. Sistem Kontrol Nutrisi Hidroponik Dengan Menggunakan

Logika Fuzzy. Oto.Ktrl.Inst 1 (1): 31-35.

http://sejarah-hidroponik.html
14

LAMPIRAN

Lampiran 1.1 penyemaian benih tanaman selada chis green

Lampiran 1.2 pembuatan campuran larutan AB mix

Lampiran 1.3 pemindahan bibit tanaman selada chris green


15

Lampiran 1.4 pengamatan pertumbuhan tanaman selada chris green

Lampiran 1.5 pemanenan tanaman selada chis green


16

Lampiran 1.6 hasil panen dan parameter pengamatan