Anda di halaman 1dari 4

TUGAS SEJARAH

MATERI KERAJAAN KALINGGA

KELOMPOK 4 :
1. DINAR SYAHGITA SHERANI (03)
2. DITA EKA PUTRI PRASETYORINI (04)
3. FARIS ANTONIO PADMANAYAKA (05)
KERAJAAN KALINGGA

1.Sejarah Singkat Kerajaan Kalingga


A. Sumber Sejarah dan Letak Kerajaan Kalingga
Kerajaan Kalingga adalah kerajaan tradisional bercorak Hindu-Budha. Berletak di Jawa
Tengah sekitar abad 6-7Masehi. Menurut perkiraan para ahli kerajaan ini berpusat di
wilayah Pekalongan dan Jepara saat ini. Kerajaan Kalingga disebut juga sebagai Kerajaan
Holing, Kerajaan Helling, dan Kerajaan Keling. Sebutan Holing tersebut pertama kali
diberitakan oleh penjelajah sekaligus pendeta bernama I-Tshing. Nama lain dari Kerajaan
Kalingga itu merupakan salah satu bukti atau penanda bahwa Kerajaan Kalingga dekat
dengan China dan India. Bahasa yang berkembang pada saat itu adalah Bahasa
Sansekerta dan Melayu Kuno.Berdasarkan catatan sejarah, Kerajaan Kalingga pernah
menjadi pusat agama Budha Hinayana dengan pendeta bernama Hwining. Keberadaan
Kerajaan Kalingga diketahui dari berita Dinasti Tang (618 M - 906 M) yang
menerangkan tentang letak Kerajaan Kalingga.

B. Pendiri dan Raja-Raja Kerajaan Kalingga


Kerajaan Kalingga didirikan oleh Dapunta Syailendra dari Dinasti Syailendra.
Urutan Raja-Raja Kerajaan Kalingga:
1.Raja Wasumurti (594-605 M)
Raja pertama setelah didirikan dan menjabat selama 11 tahun.
2.Prabu Wasugeni (605-632 M)
Setelah Raja Wasumurti meninggal tahta kerajaan diambil alih oleh Prabu
Wasugeni, yang tak lain adalah anaknya. Prabu Wasugeni merupakan ayah dari
Ratu Shima atau Dewi Wasuwari. Ia menjabat selama 27 tahun.
3.Prabu Wasudewa (632-652 M)
Menjabat selama 20 tahun. Merupakan anak dari Raja Wasugeni.
4.Prabu Kirathasingha
5.Prabu Wasukawi
6.Prabu Kartikeyasingha (648-674 M)
Prabu Kartikeyasingha merupakan suami dari Ratu Shima atau Dewi Wasuwari
dan menjabat sebagai Raja Kalingga selama 26 tahun.
7.Ratu Shima atau Dewi Wasuwari atau Ratu His-Mo (674-695 M)
Saat suaminya meninggal Ratu Shima menggantikan posisi atau kekuasaan
sebagai ratu Kerajaan Kalingga. Pada masa kepemerintahannya Kerajaan
Kalingga mengalami masa kejayaan atau masa keemasan.

C. Masa Kejayaan Kerajaan Kalingga


Kerajaan Kalingga mencapai masa kejayaan saat kepemimpinan Ratu Shima atau
Dewi Wasuwari. Kerajaan ini mengalami kemajuan yang besar di berbagai bidang
mulai dari bidang ekonomi, militer, agama, perdagangan, pertanian dan pada saat itu
sudah menjalin relasi perdagangan dengan China. Di sektor perniagaan kemajuan
Kerajaan Kalingga ditopang dengan keberadaan pelabuhan terbesarnya di
Pekalongan, yang sangat penting untuk menggeser hegemoni Kerajaan Tarumanegara
yang kala itu sedang di ambang keruntuhan. Salah satu komoditi yang ditawarkan
Kerajaan Ho-ling atau Kalingga adalah kulit penyu, emas, perak, cula badak, dan
gading gajah, yang sangat disukai oleh kaisar dinasti Tang.

D. Runtuhnya Kerajaan Kalingga


Setelah Ratu Shima wafat, Kalingga mulai melemah dan diketahui runtuh sekitar 752
Masehi karena serangan dari Kerajaan Sriwijaya.Kalingga pun terbagi dua menjadi
Kerajaan Keling yang diperkirakan ada di Magelang dan Kerajaan Medang atau
Mataram Kuno berada di sekitar Yogyakarta. Terpecahnya Kalingga diyakini menjadi
cikal-bakal kerajaan besar di Jawa.

2. Letak Geografis Kerajaan Kalingga


Menurut perkiraan para ahli kerajaan ini berpusat di wilayah Pekalongan dan Jepara
saat ini.Wilayah Kalingga berbatasan dengan P'o-Li/Bali di sebelah timur, To-p'o-
teng/Sumatera di sebelah barat, laut di sebelah selatan, dan Chen-la Kamboja di
sebelah utara.Akan tetapi, keberadaan kabar tersebut dibantah para sejarawan yang
mengatakan bahwa penulis khabar Cina membuat suatu kesalahan.

3. Kehidupan Politik Kerajaan Kalingga


Kehidupan Politik Pada abad 7 Masehi Kerajaan Kalingga pernah dipimpin seorang
ratu bernama Sima. Ratu Sima menjalankan pemerintahan dengan tegas, keras, adil,
dan bijaksana. Dia melarang rakyatnya untuk menyentuh dan mengambil barang
bukan milik mereka yang tercecer di jalan. Selama Kerajaan Kalingga berdiri hukum
dan politik berjalan beriringan. Bagi siapa pun yang melanggar akan memperoleh
hukuman berat. Hukum di Kalingga dapat ditegakkan dengan baik. Rakyat taat pada
peraturan yang dibuat ratu mereka. Oleh sebab itu, ketertiban dan ketentraman di
Kalingga berjalan baik. Menurut naskah Carita Parahyangan, Ratu Sima mempunyai
cucu bernama Sahana yang menikah dengan Raja Brantasenawa dari Kerajaan Galuh.
Sahana mempunyai anak bernama Sanjaya yang kelak menjadi Dinasti Sanjaya.
Sepeninggalan Ratu Sima, Kerajaan Kalingga ditaklukan oleh Kerajaan Sriwijaya.

4. Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kalingga


Kerajaan Kalingga mengembangkan perekonomian perdagangan dan pertanian.
Letaknya yang dekat dengan pesisir utara Jawa Tengah menyebabkan Kalingga
gampang diakses oleh para pedagang dari luar negeri. Kalingga adalah daerah
penghasil kulit penyu, emas, perak, cula badak, dan gading sebagai barang dagangan.
Sementara wilayah pedalaman yang subur, dimanfaatkan penduduk untuk
mengembangkan pertanian.

Hasil-hasil pertanian yang diperdagangkan antara lain beras dan minuman. Penduduk
Kalingga dikenal pandai membuat minuman berasal dari bunga kelapa dan bunga
aren.Minuman tesebut mempunyai rasa manis dan bisa memabukkan. Dari hasil
perdagangan dan pertanian itu, penduduk Kalingga hidup makmur.

5. Kondisi Agama di Kerajaan Kalingga


Agama utama yang dianut oleh penduduk Kalingga pada umumnya adalah Buddha.
Agama Buddha berkembang pesat. Bahkan pendeta Cina yang bernama Hwi-ning
datang di Kalingga dan tinggal selama tiga tahun. Selama di Kalingga, ia
menerjemahkan kitab suci agama Buddha Hinayana ke dalam bahasa Cina. Dalam
usaha menerjemahkan kitab itu Hwi-ning dibantu oleh seorang pendeta bernama
Janabadra.

6. Kondisi Sosial Budaya Kerajaan Kalingga


Mata pencaharian penduduk pada umumnya adalah bertani, karena wilayah Kalingga
subur untuk pertanian. Di samping itu, penduduk juga melakukan perdagangan