Anda di halaman 1dari 12

JURNAL TAMAN CENDEKIA VOL. 05 NO.

01 JUNI 2021

NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM KESEHARIAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN


ELEKTRONIK DI MASA PANDEMI COVID-19: BAGAIMANA GURU
MENGONSTRUKSI KONTEN, SIKAP DAN PERILAKU SISWA?

Sapikzal Pratama1, Mubiar Agustin2, Temmy Renaldy Setia Bakti3


Program Studi Pendidikan Dasar1,2,3
Universitas Pendidikan Indonesia
Email: syavic@upi.edu

Abstract: This study aimed to explain how teachers construct local wisdom values in learning
activities during the pandemic. This research used a case study method. Data was obtained by
interview, observation and documentation study of the research subjects, namely four teachers who
taught in different areas. From the interview results, it was known that teachers used local wisdom as
learning content that was based on themes. The teacher used students’ daily journals to analyze
students' attitudes and behaviors whether it was in accordance with the values and norms prevailing in
the local area or not. Local wisdom supported character education, so it must be taught in a balanced
manner both as content and as habituation of student attitudes and behavior.
Keywords: character education, e-learning, local wisdom, value education.

PENDAHULUAN masyarakat dunia juga ikut berubah. Perubahan


Pandemi Covid-19 mengubah situasi dunia yang paling mendasar adalah berubahnya cara
secara cepat (Kimberlin & Puopolo, 2020; komunikasi yaitu dari kontak langsung menjadi
Zerhouni et al., 2020). Dampak yang komunikasi virtual (Sampurno et al., 2020;
ditimbulkan dialami setiap sektor kehidupan, Syawfi. I, 2020). Pandemi Covid-19 memaksa
tidak terkecuali sektor pendidikan. Hal yang orang untuk membatasi kontak fisik, bukan
mendasar akibad pandemi Covid-19 adalah cara berarti semua aktivitas harus terhenti. Tuntutan
komunikasi. Sebelum pandemi Covid-19, untuk selalu produktif di masa pandemi terus
komunikasi terjadi secara langsung yaitu berjalan. Selalu ada solusi yang bisa diambil
adanya interaksi muka. Hal idemikian sudah seiring dengan kemajuan teknologi. Suara,
menjadi cara umum, sebab komunikasi gambar, video, dan hasil kerja bisa dibagikan
memang lebih mudah, lebih efisien, dan lebih secara cepat dan real time, itulah yang bisa
bermakna jika dilakukan secara langsung. dilakukan melalui komunikasi virtual (Kędra,
Selama pandemi Covid-19, seiring belum 2020). Komunikasi virtual tidak terikat jarak,
ditemukannya vaksin yang mampu menangkal setiap orang bisa berinteraksi bahkan hanya
virus corona, maka protokol kesehatan harus berdiam diri di rumah (Anthony Jnr & Abbas
dipatuhi oleh setiap orang ketika melakukan Petersen, 2020).
aktivitas sehari-hari. Hal tersebut bertujuan Komunikasi virtual sebenarnya sudah
untuk menekan penyebaran virus dan digunakan sebelum pandemi dengan
menghindari diri dari terinfeksi virus penyebab ditemukannya telepon dan internet (Watanabe
Covid-19 (Ciotti et al., 2020; Khalili & et al., 2004). Tetapi dengan porsi yang sedikit,
Xyrichis, 2020; Lotzin et al., 2020). untuk kalangan dengan kondisi dan
Salah satu protokol kesehatan adalah kepentingan tertentu. Sebelum pandemi
mengurangi kontak fisik secara langsung atau komunikasi secara kontak langsung lebih
social distancing (Davy, 2020; Moosa, 2020). banyak digunakan masyarakat khususnya
Virus Covid-19 mudah menyebar baik melalui seperti tempat-tempat umum dan pelayan
udara maupun melalui benda-benda di sekitar publik serta di sektor-sektor formal seperti
sehingga bisa menginfeksi dengan cepat (Ciotti perkantoran dan pendidikan. Sektor-sektor
et al., 2020). Akibatnya pola kehidupan tersebut memang perlu komunikasi secara

p-ISSN:2579 – 5112 | e-ISSN: 2579 – 5147 548


JURNAL TAMAN CENDEKIA VOL. 05 NO. 01 JUNI 2021

kontak langsung sebab lebih mudah dan efisien dalam menerapkan pendidikan nilai dan
. Akan tetapi, adanya pandemi menyebabkan karakter siswa. Sebagai contoh menanamkan
sektor-sektor tersebut bahkan semua sektor nilai kejujuran dalam kehadiran, menghormati
harus merubah cara komunikasi, sebab jika kewajiban sebagai siswa untuk mengikuti
dilakukan dengan cara biasa maka semua proses pembelajaran (Arief &
memperbesar resiko penyebaran virus Covid- Cahyandaru, 2018).
19. Pembelajaran di rumah menggunakan
Teknologi virtual memungkinkan semua media daring merupakan hal yang baru. Butuh
orang melakukan pekerjaan di rumah masing- penyesuain agar siswa terbiasa dalam
masing tanpa perlu datang ke kantor (Tudy, mengikuti pembelajran dengan baik (Kidd &
2021; Watanabe et al., 2004). Tidak heran Murray, 2020; Oktaviani & Hairunnissa, 2020;
banyak sektor menerapkan Work from Home Sudrajat et al., 2020). Bagi siswa SD,
(WFH) untuk menjaga produktivitas selama penjelasan dan instruksi langsung dari guru
pandemi Covid-19. Begitu juga dengan sektor mengenai pembelajaran yang diikuti sangat
pendidikan, Siswa harus terhindar dari dibutuhkan. Sebab, kemampuan untuk mencari
kerumunan, Belajar dari Rumah (BDR) sendiri (inkuiri) siswa belum maksimal. Ini
merupakan salah satu solusi yang bisa menjadi menjadi salah satu kelemahan dalam
alternatif bagi siswa selama pandemi Covid-19. pembelajaran daring, guru tidak bisa
Dengan memanfaatkan teknologi virtual maka mengontrol langsung hal-hal yang terjadi pada
pelaksanaan pembelajaran bisa terus setiap siswa. Selain itu tidak semua siswa
dilaksanakan oleh siswa tanpa perlu datang ke melek teknologi, siswa harus di dampingi oleh
sekolah, atau dengan bahasa lain disebut orang tua, dan lain sebagainya yang
dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). PJJ menyebabkan pembelajaran tidak maksimal
memanfaatkan beberapa aplikasi, seperti (Agustin et al., 2020; Dewi, 2020; Oktaviani &
Whatsapp, Zoom, Google Class Meeting, Hairunnissa, 2020). Jika pembelajaran tidak
aplikasi berbasis edutaiment, dan aplikasi berjalan maksimal maka tujuan pembelajaran
lainnya (Firman & Rahayu, 2020; Pratama et juga sulit dicapai maksimal. Itu hanya pada
al., 2020; Sadikin & Hamidah, 2020; Setiawan ranah pembelajaran. Sedangkan bicara
& Komalasari, 2020; Syswianti et al., 2020; pendidikan, esensi pendidikan itu sangat luas.
Yuliana, 2020). Komunikasi tersebut Pendidikan tidak hanya soal belajar, tetapi
mensyaratkan harus ada gawai, atau komputer bagaimana membuat siswa menjadi seorang
dan akses jaringan internet (Sulianta et al., yang terdidik. Hal ini erat kaitannya dengan
2019; Wainman et al., 2020). Aplikasi tersebut nilai dan norma yang harus dimiliki oleh siswa.
bisa memberikan kita fasilitas berbicara tatap Pendidikan nilai sangat penting bagi siswa
muka secara virtual. Kita bisa melihat lawan (Komalasari & Sapriya, 2016; Munir & Awiria,
bicara dari video yang ditampilkan. Dalam 2020). Karena ini berkaitan dengan moral siswa
melaksanakan pembelajaran virtual atau dalam sebagai generasi penerus bangsa. Mendidik
jaringan (daring), faktor keberhasilan yang siswa merupakan peranan guru, guru harus bisa
utama adalah kemandirian si pembelajar. Sebab menemukan cara yang tepat bagaimana
belajar daring banyak kelemahan, seperti; mendidik siswa tentang nilai, moral dan norma
kendala jaringan, kejenuhan guru dan siswa kepada siswa di masa pandemi Covid-19.
dalam proses belajar, dan mudahnya Pendidikan nilai hidup dalam materi
memanipulasi kedisiplinan yang disebabkan pembelajaran perlu dimasukkan sebagai materi
guru tidak bisa memantau langsung (Agustin et dalam pembelajaran formal (Komalasari &
al., 2020). Padahal kelemahan-kelemahan Sapriya, 2016). Guru harus mampu mengangkat
tersebut bisa dijadikan kelebihan bagi guru masalah sosial akibat wabah Covid-19 ini
dalam pembelajaran daring, yaitu guru bisa sebagai materi yang bisa dipahami oleh siswa
menjadikan kendala tersebut sebagai sumber kemudian mengambil makna-makna positif

p-ISSN:2579 – 5112 | e-ISSN: 2579 – 5147 549


JURNAL TAMAN CENDEKIA VOL. 05 NO. 01 JUNI 2021

yang terkandung di dalamnya. Adanya Covid- pembelajaran menggunakan teknologi


19 sangat memungkinkan bagi guru untuk komunikasi virtual, bagaimana strategi
merancang pembelajaran kontektual kepada pembelajaran yang efektif jika dilaksanakan
siswa. Dengan diberlakukannya belajar dari secara virtual, dan konten materi apa yang
rumah, siswa memiliki kesempatan untuk relevan dengan pembelajaran (Rosenberg &
mengobservasi secara langsung masalah- Koehler, 2015a, 2015b). Hal demikian harus
masalah sosial yang timbul sebagai dampak menjadi pertimbangan utama agar pembelajaran
dari pandemi Covid-19. Siswa dihadapkan tetap bermakna bagi siswa. Selama pandemi
secara langsung kepada peristiwa yang terjadi Covid-19, guru bisa menggunakan local
di sekitar mereka. Proses inkuiri yang wisdom sebagai metode dan model
dilakukan siswa merupakan idealnya sebuah pembelajaran dalam pembelajaran daring
pembelajaran yang diharapkan oleh seorang (Ramdani & Sapriya, 2017; Sudarwiyani, 2020;
pendidik (Mahanani & Muchtar, 2019; Ufie, 2017). sebagai materi pembelajaran
Thacker, Friedman, et al., 2018; Thacker, Lee, (Wulandari et al., 2020). Ada juga guru yang
et al., 2018). Jika selama di kelas, proses mengombinasikan keduanya (Werdistira &
pembelajaran secara inkuiri dilaksanakan Purnama, 2020). Selain pembelajaran yang
terbatas disebabkan oleh waktu dan berkaitan materi yang menekankan kompetensi,
lingkungan, maka ketika pandemi hal tersebut guru tidak boleh melupakan pendidikan nilai di
bukan menjadi halangan lagi. Siswa bisa masa pandemi. Pendidikan nilai tidak boleh
mengobservasi keadaan di lingkungan disekitar, dilupakan sebab siswa harus dipupuk
melihat berita yang ditampilkan di media pengetahuan rohani yang mencerminkan
televisi atau di internet. Yang paling penting seorang yang humanis, memiliki kepribadian
adalah guru harus bisa menjadi instruktur yang yang positif, sesuai karakter bangsa dan
baik memberikan tugas atau proyek yang sesuai bersikap menghormati orang lain (Frisancho &
dengan kemampuan siswa. Termasuk Delgado, 2018; Mansir et al., 2020). Materi
mengonstruksikan bagaimana konten tersebut yang relevan dalam memberikan pendidkan
menjadi pendidikan nilai yang bermakna bagi nilai adalah dengan mengaitkan isu-isu sosial di
siswa. sekitar siswa, bersifat kearifan lokal yang bisa
Kemampuan guru dalam merancang ditemui, dialami oleh siswa secara langsung
pembelajaran khususnya di masa pandemi (Ramdani & Sapriya, 2017). Indonesia kaya
sangat penting. Guru harus cermat memilih akan kearifan lokal, setiap daerah memiliki
materi pembelajaran agar sesuai dengan level tradisi masing-masing yang unik dan berbeda
kemampuan siswa. Dalam merancang dari daerah lain. Kearifan lokal tersebut
pembelajaran, guru harus memperhatikan masing-masing memiliki nilai yang berbeda,
konten materi dan pengetahuan tentang konten cara menyampaikan atau mendidik siswa agar
itu sendiri serta teknologi yang bisa paham tentang pendidikan nilai tersebut bisa
diaplikasikan. Pengetahuan tersebut disebut saja berbeda. Pendidikan nilai tidak bisa
dengan Technology, Pedagocal and Content disampaikan secara singkat, tetapi dilakukan
Knowlede (TPACK). TPACK merupakan secara terus menerus (Apriani et al., 2017).
pendekatan yang dilakukan guru dalam Oleh karena, supaya maksimal pelaksanaan
menyusun pembelajaran dengan pendidikan nilai dengan memanfaatkan kearifan
memperhatikan teknologi, pedagogik, dan lokal sebagai sumber, guru harus mampu
konten materi dalam rencana pembelajaran merancang rencana pembelajaran sebaik
yang akan dilaksanakannya (Blau et al., 2014, mungkin (Putri Utami & Suwandayani, 2018).
2016; Curry & Cherner, 2016; Mustika &
Sapriya, 2019; Rosenberg & Koehler, 2015b). METODE
Implementasi TPACK dalam situasi pandemi Untuk menjelaskan bagaimana guru
adalah bagaimana guru bisa menyusun rencana mengkonstruksikan pendidikan nilai kearifan

p-ISSN:2579 – 5112 | e-ISSN: 2579 – 5147 550


JURNAL TAMAN CENDEKIA VOL. 05 NO. 01 JUNI 2021

lokal dalam pembelajaran di masa pandemi, Guru Guru Guru Guru


maka riset dilakukan dengan menggunakan I II III IV
metode studi kasus. Studi kasus merupakan Pendidikan S1 S1 S1 S1
penelitian yang mendeskripsikan detail suatu Sertifikat Iya Iya Iya Belum
kasus atau kejadian dengan melibatkan latar Pendidik
Status PNS PNS PNS PNS
(setting) dan peristiwa (Yin, 2003, 2017).
Kelas Kela Kelas Kelas Kelas
Subjek penelitian yaitu empat guru kelas SD mengajar s5 3 6 4
dari daerah yang berbeda. Keempat daerah
tersebut adalah bali, sleman, bogor, dan lubuk Objek penelitian adalah cara guru
linggau. Keempat daerah memiliki kebudayaan mengonstruksikan pendidikan nilai berbasis
dan kearifan lokal yang berbeda satu sama lain. kearifan lokal, wawancara dilakukan kurang
Latar belakang guru yang diwawancarai antara lebih selama satu minggu. Rentang waktu data
lain dua guru sudah memiliki sertifikat yang diperoleh adalah pendidikan di masa
pendidik, satu sedang mengikuti pendidikan pandemi Covid-19.
Profesi Guru (PPG), dan satu lagi belum
memiliki sertifikat pendidik. Status HASIL DAN PEMBAHASAN
kepegawaian semuanya adalah guru pegawai Selama pandemi, ada perbedaan yang
negeri sipil (PNS). Untuk lebih lengkapnya sangat dirasakan oleh guru ketika pembelajaran
lihat tabel 1. Data diperoleh melalui dilaksanakan secara jarak jauh. Keempat guru
wawancara dengan keempat subjek penelitian yang diwawancarai sama-sama merasakan
secara virtual. Untuk memperkuat hasil bahwa mereka tidak bisa melaksanakan
temuan, peneliti juga melakukan observasi dan pembelajaran secara maksimal. Dalam konteks
mempelajari dokumen pembelajaran keempat nilai, guru tidak bisa memantau sikap siswa dan
guru tersebut. Data kemudian diolah dan perilaku siswa secara maksimal. Pendidikan
dianalisis secara trigulasi sumber (Yin, 2017). nilai selama BDR diberikan oleh guru setiap
Tabel 1. Latar Belakang Subjek Penelitian hari dengan cara membiasakan siswa untuk
Guru Guru Guru Guru berperilaku positif. Pembiasaan yang dilakukan
I II III IV
oleh siswa dipantau melalui tugas membuat
Gender Laki- Perem Perem Perem laporan atau jurnal harian. Setiap aktivitas yang
laki puan puan puan dilakukan siswa dideteksi oleh siswa
Tempat Bali Bogor Slema Lubuk berdasarkan laporan yang disampaikan sendiri
n linggau oleh siswa. Laporan yang dibuat oleh siswa
Pengalaman 5 5 5 13 dikonfirmasi oleh guru kepada orang tua siswa
mengajar Tahun Tahun Tahun Tahun masing-masing (lihat tabel berikut ini.

Tabel 2. Hasil wawancara dengan guru terkait Pendidikan Nilai Berbasis Kearifan Lokal
Indikator Guru I Guru II Guru III Guru IV
Perbedaan Tidak bisa Tidak leluasa BDR membuat arah Beban guru menjadi lebih
yang memantau mengajar, pembelajaran menjadi berat, sebab memantau
dirasakan aktivitas membimbing, rancu memantau dari jarak jauh
antara pembelajaran dan mendidik untuk masing-masing siswa
pembelajaran siswa secara siswa seperti
normal dan maksimal biasanya
BDR

Intensitas Setiap hari, Setiap Hari, Setiap hari, terutama Setiap Hari, awal dan akhir
memberikan dan ketika dan ketika ketika ada momen yang pembelajaran

p-ISSN:2579 – 5112 | e-ISSN: 2579 – 5147 551


JURNAL TAMAN CENDEKIA VOL. 05 NO. 01 JUNI 2021

Indikator Guru I Guru II Guru III Guru IV


pendidikan hari penting hari besar tepat
nilai adat bali nasional dan
agama
Mengaitkan Kadang- Tidak Kadang Kadang Iya
dengan kadang
kearifan lokal

Cara Pembiasaan Pembiasaan Pembiasaan, Mengaitkan Pembiasaan, Mengaitkan


mengonstruksi dan aktivitas Tema yang relevan Tema yang relevan
pendidikan Mengaitkan positf di
nilai Tema yang rumah
relevan

Ada dalam Ada Ada Ada Ada


rencana
pembelajaran

Bentuk Laporan Jurnal harian, Laporan aktivitas sehari- Tugas membuat jurnal
Pembelajaran kegiatan evaluasi hari siswa, evaluasi sikap aktivitas harian, Evaluasi
sejak bangun sikap siswa siswa sikap, dan refleksi
pagi sampai
memulai
belajar,
Evaluasi
sikap siswa

Pendidikan nilai yang berbasis kearifan melaksanakan aktivitas tersebut, seperti nilai
lokal tidak setiap hari dikonstruksikan oleh kemandirian, yaitu mengerjakan tugas rumah
guru dalam pembelajaran. Bagi guru I, tidak sendiri. Nilai sopan dan santun yang berkaitan
semua tema bisa dikaitkan dengan kearifan dengan adab bersikap dan berperilaku kepada
lokal. Maka, guru-guru lebih memanfaatkan orang tua.
dalam bentuk pembiasaan yang sesuai dengan Guru IV mengkonstruksikan pendidikan
aktivitas sehari-hari. Sebab dengan melaporkan nilai melalui kegiatan refleksi, dalam kegiatan
aktivitas sehari-hari, siswa secara tidak refleksi, siswa bisa menemukan makna disetiap
langsung ada unsur kearifan lokal yang aktivitasnya. Kegiatan refleksi menstimulasikan
dijalankan oleh siswa. Seperti contoh, Guru III siswa untuk menggali makna positif dan
menanamkan pendidikan nilai kepada siswanya negatif. Siswa bisa menguraikan kegiatan
melalui tugas jurnnal harian siswa, siswa positif apa yang telah ia lakukan, disamping
diminta untuk melaporkan aktivitas sebelum kegiatan negatif apa yang telah siswa perbuat.
belajar, seperti mandi, membantu orang tua Menurut guru IV, kegiatan refleksi berbeda
menuntaskan pekerjaan rumah seperti dengan kegiatan evaluasi. Evaluasi lebih
merapikan peralatan rumah, selain itu adab menitikberatkan kepada mencari hal yang harus
siswa ketika akan memulai pembelajaran diperbaiki, sedangkan kegiatan refleksi lebih
apakah pamitan kepada orang tua atau tidak, kepada menemukan makna disetiap aktivitas
adab cara bicara, unggah-ungguh siswa juga yang dilakukan. Misalnya siswa melakukan
dilaporkan di jurnal siswa tersebut. Dengan kegiatan bermain petak umpet dengan
demikian, guru bisa memantau siswa telah temannya, guru bisa menggali nilai dari
melakukan aktivitas yang posiitif. Banyak nilai- permainan petak umpet tersebut dari siswa
nilai yang bisa dipetik oleh siswa ketika tersebut dengan bertanya selah bermain petak

p-ISSN:2579 – 5112 | e-ISSN: 2579 – 5147 552


JURNAL TAMAN CENDEKIA VOL. 05 NO. 01 JUNI 2021

umpet apa saja yang telah ia peroleh. Selain itu hal yang bisa dilakukan oleh guru. Melalui
apa saja nilai yang siswa rasakan setelah pendidikan nilai, siswa bisa memperoleh makna
memainkan permainan tersebut. Begitu juga berdasarkan apa yang ia alami, bisa
aspek negatifnya, guru bisa menggali nilai membedakan benar dan salah, dan memupuk
berdasarkan pengalaman siswa. Kegiatan sikap menghormati (Dennis & Harrison, 2020;
refleksi menjadikan siswa menjadi lebih peka Komalasari & Sapriya, 2016; Syaodih &
dengan dirinya. Agustin, 2011). Kaitannya dengan kearifan
lokal adalah siswa bisa menggali nilai yang
Pembahasan bermakna baik secara langsung maupun tidak
Di masa pandemi Covid-19, setiap guru dari lingkungan siswa sendiri setiap hari.
merasakan perbedaan yang besar dalam Implementasi pendidikan nilai dilakukan
melaksanakan BDR dibandingkan dengan guru setiap hari ketika pelaksanaan BDH.
pembelajaran secara normal sebelum pandemi. Menurut guru III kendala pelaksanaan
Butuh waktu bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran merupakan sumber materi bagi
dengan kondisi yang demikian. Faktornya dirinya untuk memberikan pendidikan nilai
adalah guru tidak bisa memantau aktivitas kepada siswa. Misalnya ada siswa yang tidak
siswa secara langsung seperti halnya ketika bisa mengerjakan tugas yang diberikan, maka ia
pembelajaran dilaksanakan secara normal di bisa menjadikan moment tersebut untuk
kelas. Akibatnya pelaksanaan pembelajaran memberikan pendidikan nilai disiplin dan nilai
sering tidak berjalan sesuai dengan rencana tanggung jawab. Guru memanfaatkan perilaku
yang telah dirancang seperti yang dialami oleh siswa sebagai umpan balik (feedback)
guru III. Kendala teknis maupun non-teknis memberikan pendidikan nilai (Cao et al., 2019).
menjadi hal biasa yang dijumpai guru ketika Sedangkan menurut guru IV, pendidikan nilai
melaksanakan pembelajaran. Misalnya ada selalu ditekankan ketika awal pembelajaran dan
siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran di akhir pembelajaran. Di awal pembelajaran
sesuai waktu yang ditentukan disebabkan harus siswa selalu diingatkan untuk berperilaku
berbagi penggunaan gawai dengan orang sesuai dengan nilai yang ingin dicapai pada
tuanya, ada juga yang mengalami kendala tujuan pembelajaran pada hari tersebut.
jaringan, ada juga disebabkan tidak mengerti Pelaksanaan pendidikan nilai tidak selalu
tentang tugas yang diberikan karena orang tua dengan cara pemberian ceramah tentang nilai-
sebagai pendamping siswa ketika BDR belum nilai yang harus dijunjung siswa. Menurut guru
paham teknologi yang digunakan guru. I, Ia mengimplementasikan pendidikan nilai
Menurut guru IV, hal tersebut membuat ketika BDH melalui rangkaian kegiatan
beban guru menjadi lebih berat, sehingga pembelajaran sehari-hari. Baginya, cara seperti
membutuhkan energi lebih banyak itu lebih mengena dan memiliki makna yang
dibandingkan dengan pembelajaran normal. positif, sebab ada proses pembiasaan pada diri
Kondisi demikian menuntut guru harus siswa. Mendidik siswa melalui pembiasaan
membagi perhatian kepada masing-masing merupakan cara yang efektif dan melekat kuat
siswa. Ketika BDR, Guru tidak bisa memantau pada diri siswa (Hakam, 2018).
aktivitas siswa secara bersamaan seperti ketika Pembiasaan yang dilakukan diantaranya
pembelajaran di kelas. Guru hanya bisa dengan memberikan istruksi kepada siswa
memantau aktivitas siswa melalui portofolio untuk melakukan kegiatan positif dan
dikumpulkan siswa dan berdasarkan apa yang bermanfaat di pagi hari, seperti; bangun pagi,
disampaikan siswa. Oleh sebab itu guru harus memulai aktivitas dengan berdoa, membantu
menyiasati agar pembelajaran yang telah orang tua melakukan pekerjaan rumah seperti
dirancang guru harus benar-benar terealisasi menyapu, mencuci dan lain sebagainya. Tugas
secara optimal. Mengkonstruksikan pendidikan tersebut diberikan setiap hari, siswa harus
nilai berbasis kearifan lokal adalah salah satu melaporkan kegiatan yang dilakukannya dalam

p-ISSN:2579 – 5112 | e-ISSN: 2579 – 5147 553


JURNAL TAMAN CENDEKIA VOL. 05 NO. 01 JUNI 2021

laporan atau jurnal kegiatan harian. Dalam mengemas dan mengolah setiap aktivitas siswa
jurnal tersebut, siswa juga melaporkan nilai- menjadi sebuah konten pendidikan nilai.
nilai kehidupan yang siswa rasakan dan Sehingga dalam mengonstruksikan pendidikan
manfaat positif dari nilai yang ia peroleh nilai, unsur kearifan tidak melulu harus
tersebut. Guru memantau aktivitas yang dikonstruksikan ketika membahas materi
dikerjakan siswa sehari-hari dari jurnal tersebut. muatan lokal (Ufie, 2017), tetapi guru bisa
Guru memanfaatkan nilai-nilai kebudayaan mengintegrasikan ke setiap konten
yang berbasis kearifan lokal untuk dibiasakan pembelajaran. Metode yang tepat menurut guru
oleh siswa. Berdasarkan temuan, guru III tersebut ialah melalui kegiatan refleksi. Melalui
mengaitkan pendidikan nilai yang berbasis kegiatan refleksi guru bisa menggali setiap
kearifan lokal dengan cara pembiasaan sikap kegiatan siswa selama di rumah menjadi sebuah
dan sopan santun ala kebudayaan jawa kepada pembelajaran yang bernilai dan bermakna.
siswa, yaitu tata krama berbicara yang sopan Siswa bisa mengolah dan mengeksplorasi
kepada orang tua (unggah-ungguh). positif maupun negatif aktivitas-aktivitas yang
Kebudayaan jawa kental dengan tradisi tata telah dikerjakan.
krama yang kuat (Nida, 2020). Menanamkan Pendidikan nilai penting agar siswa
sikap tata krama, perlu pembiasaan yang terus menjadi pribadi yang positif, sesuai dengan
menerus. Pelaksanaanya harus ada intervensi nilai dan norma yang dianut. Memberikan
orang tua dan guru melalui perintah untuk pendidikan nilai kepada siswa sejak dini
selalu bersikap baik (Arthur et al., 2016). merupakan upaya menyiapkan generasi yang
Temuan lain juga demikian oleh guru yang berkarakter di masa depan (Komalasari &
mengajar di daerah yang berbeda, pendidikan Sapriya, 2016; Pitiyanuwat & Sujiva, 2000;
nilai diterapkan setiap hari melalui pembiasaan Vincent, 2018). Dengan menguatkan nilai-nilai
kepada siswa untuk melakukan aktivitas yang yang berbasis kearifan lokal, berarti guru
sering dilakukan siswa dengan mengambil mendidik siswa untuk menjunjung dan
makna di setiap aktivitasnya, termasuk kegiatan menghargai nilai-nilai sesuai dengan apa dianut
bermain. Kegiatan pembiasaan merupakan oleh masyarakat setempat. Dengan begitu,
stimulus agar anak terbiasa dengan aktivitasnya memasukkan tradisi atau kearifan lokal dalam
(Ninik Hidayati et al., 2021). Kegiatan pendidikan nilai berarti juga turut berperan
pembiasaan berguna untuk menanamkan dalam melestarikan tradisi lokal.
kebiasaan baik. Melalui jurnal harian yang Di masa pandemi, problem pembelajaran
diceritakan siswa, guru tersebut bisa melakukan baru muncul sebab adanya ketidaksiapan
refleksi kepada siswa tentang makna yang telah terhadap situasi. Guru dihadapkan kepada
ia lakukan ketika bermain sekalipun. Unsur tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa
bermain ini juga erat kaitannya dengan kearifan sedangkan proses yang berjalan tidak maksimal
lokal siswa. Permainan tradisional banyak (Agustin et al., 2020). Selain itu BDH
mengandung pendidikan nilai dan karakter menimbulkan kebosanan kepada siswa
yang bisa dijadikan materi pendidikan nilai oleh menambah daftar masalah yang dihadapi oleh
guru. Permainan yang melibatkan anak yang guru dalam melaksanakan pembelajaran di
bermain secara berkelompok bisa melatih masa pandemi. Di masa yang demikian
kepekaan sosial siswa (Adawiyah, 2019). memanfaatkan kearifan lokal bisa dijadikan
Menurut guru tersebut, dengan jurnal harian, salah satu solusi bagi guru. Tujuan
siswa telah melaksanakan pendidikan nilai pembelajaran yang bersifat kognitif, atau
meski tanpa instruksi khusus dari guru untuk kompetensi perlu diturunkan, dan dilonggarkan.
melakukan sesuatu, malah siswa lebih bebas Hal ini merupakan bentuk kompromi terhadap
untuk menentukan aktivitas yang ia gemari. Di semua kendala yang dialami selama pandemi
sinilah peran kearifan lokal dalam pembelajaran (Asmuni, 2020). Sesuai dengan Surat Edaran
nilai bagi siswa. Tetapi guru harus terampil Mendikbud RI Nomor 4 Tahun 2020 tentang

p-ISSN:2579 – 5112 | e-ISSN: 2579 – 5147 554


JURNAL TAMAN CENDEKIA VOL. 05 NO. 01 JUNI 2021

Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa guru dalam mengkonstruksikan pendidikan


Darurat Penyebaran Coronavirus Disease nilai di masa pandemi, diantaranya adalah
(Covid-19), orientasi pendidikan difokuskan melalui penugasan kepada siswa untuk
untuk mencapai kompetensi kecakapan hidup membuat jurnal tentang aktivitas siswa di
(Limbong et al., 2020). Mengonstruksikan rumah, melalui evaluasi, dan melalui refleksi.
pendidikan nilai dengan memanfaatkan kearifan Semuanya merupakan bentuk pembiasaan
lokal dalam pembelajaran, berarti guru telah kepada siswa. Diantara beberapa cara tersebut,
melaksanakan pembelajaran berbasis kegiatan refleksi merupakan cara yang ideal.
kecakapan hidup. Manfaat lain adalah siswa
tidak merasakan beban pembelajaran yang DAFTAR PUSTAKA
tinggi, sebab mengandung aktivitas yang sering Adawiyah, R. 2019. Bimbingan Sosial Pribadi
dilakukan oleh siswa sendiri, dengan demikian Melalui Permainan Tradisional Untuk
rasa bosan pada siswa bisa direduksi. Meningkatkan Perilaku Sosial Anak Usia
Dini (Studi Kasus Di Kampung Ciborang
PENUTUP Desa Kadubeureum Kecamatan Pabuaran
Pendidikan nilai memiliki tujuan untuk Kabupaten Serang) [UIN SMH BANTEN].
menyiapkan generasi penerus agar menjadi http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/3
warga negara yang baik yang memiliki nilai, 943.
karakter, moral, dan norma sesuai dengan Agustin, M., Puspita, R.D., Nurinten, D., &
karakter bangsa maka pendidikan nilai harus Nafiqoh, H. 2020. Tipikal Kendala Guru
diberikan sejak dini mungkin. Oleh sebab itu PAUD dalam Mengajar pada Masa
harus ada intervensi dari orang tua dan guru Pandemi Covid 19 dan Implikasinya.
agar sikap dan perilaku siswa tidak Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak
menyimpang dari nilai yang dianut. Intervensi Usia Dini, 5(1).
ini bertujuan agar siswa memiliki nilai apa yang https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.598.
harus dan apa yang pantas ia miliki. Tetapi Anthony Jnr, B., & Abbas Petersen, S. 2020.
intervensi jika dilakukan secara secara paksaan Examining the digitalisation of virtual
rentan terjadi pembangkangan. Guru harus enterprises amidst the COVID-19
menyembunyikan kesan intervensi ini melalui pandemic: a systematic and meta-analysis.
program pembiasaan yang berbasis kearifan In Enterprise Information Systems.
lokal. Memberikan pendidikan nilai kepada https://doi.org/10.1080/17517575.2020.182
anak usia SD memang lebih tepat diterapkan 9075.
melalui pembiasaan. Siswa dibiasakan untuk Apriani, A.-N., Sari, I.P., & Suwandi, I. K.
berperilaku sesuai dengan nilai yang dijunjung. 2017. Pengaruh Living Values Education
Oleh sebab itu memberikan pendidikan nilai Program (LVEP) terhadap Penanaman
dengan menggunakan kearifan lokal merupakan Karakter Nasionalisme Siswa SD dalam
solusi yang baik bagi guru. Sebab, siswa Pembelajaran Tematik. Taman Cendekia:
mengalami dan menjalankan langsung kearifan Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 1(2).
lokal tanpa perlu intervensi yang berlebih. https://doi.org/10.30738/tc.v1i2.1947.
Dalam menggunakan kearifan lokal sebagai Arief, A., & Cahyandaru, P. 2018. E-Learning
metode ataupun konten, guru harus bisa sebagai Media Implementasi Pendidikan
mengonstruksikannya secara tepat. Karakter bagi Peserta Didik. Taman
Di masa pandemi Covid-19, memanfaatkan Cendekia: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An,
kearifan lokal sebagai konten pendidikan nilai 2(1). https://doi.org/10.30738/tc.v2i1.2776.
sangat cocok. Siswa bisa melakukan aktivitas Arthur, J., Kristjánsson, K., Harrison, T.,
sesuai apa yang ia gemari. Guru hanya perlu Sanderse, W., & Wright, D. 2016.
menggali siswa menemukan makna terhadap Teaching character and virtue in schools.
apa yang telah ia kerjakan. Ada beberapa cara In Teaching Character and Virtue in

p-ISSN:2579 – 5112 | e-ISSN: 2579 – 5147 555


JURNAL TAMAN CENDEKIA VOL. 05 NO. 01 JUNI 2021

Schools. Taylor and Francis. Dennis, M., & Harrison, T. 2020. Unique
https://doi.org/10.4324/9781315695013. ethical challenges for the 21st century:
Asmuni, A. 2020. Problematika Pembelajaran Online technology and virtue education.
Daring di Masa Pandemi Covid-19 dan Journal of Moral Education.
Solusi Pemecahannya. Jurnal Paedagogy, https://doi.org/10.1080/03057240.2020.178
7(4). https://doi.org/10.33394/jp.v7i4.2941. 1071.
Blau, I., Peled, Y., & Nusan, A. 2014. Dewi, W.A.F. 2020. Dampak Covid-19
Technological , pedagogical and content terhadap Implementasi Pembelajaran
knowledge in one-to-one classroom : Daring di Sekolah Dasar. EDUKATIF :
teachers developing “ digital wisdom .” JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 2(1).
March 2015, 37–41. https://doi.org/10.31004/edukatif.v2i1.89.
https://doi.org/10.1080/10494820.2014.978 Firman, F., & Rahayu, S. 2020. Pembelajaran
792. Online di Tengah Pandemi Covid-19.
Blau, I., Peled, Y., & Nusan, A. 2016. Indonesian Journal of Educational Science
Technological, pedagogical and content (IJES), 2(2).
knowledge in one-to-one classroom: https://doi.org/10.31605/ijes.v2i2.659.
teachers developing “digital wisdom.” Frisancho, S., & Delgado, G.E. 2018. Moral
Interactive Learning Environments, 24(6), education as intercultural moral education.
1215–1230. Intercultural Education, 29(1).
https://doi.org/10.1080/10494820.2014.978 https://doi.org/10.1080/14675986.2017.140
792. 5214.
Cao, Z., Yu, S., & Huang, J. 2019. A Hakam, K.A. 2018. Tradition of value
qualitative inquiry into undergraduates’ education implementation in indonesian
learning from giving and receiving peer primary schools. Journal of Social Studies
feedback in L2 writing: Insights from a Education Research, 9(4).
case study. Studies in Educational https://doi.org/10.17499/jsser.98315.
Evaluation, 63, 102–112. Kędra, J. 2020. Virtual proximity and
https://doi.org/10.1016/j.stueduc.2019.08.0 transnational familyhood: a case study of
01. the digital communication practices of
Ciotti, M., Ciccozzi, M., Terrinoni, A., Jiang, Poles living in Finland. Journal of
W.-C., Wang, C.-B., & Bernardini, S. Multilingual and Multicultural
2020. The Covid-19 pandemic. Critical Development.
Reviews in Clinical Laboratory Sciences, https://doi.org/10.1080/01434632.2020.183
57(6), 365–388. 9084.
https://doi.org/10.1080/10408363.2020.178 Khalili, H., & Xyrichis, A. 2020. A longitudinal
3198. survey on the impact of the Covid-19
Curry, K., & Cherner, T. 2016. Social Studies pandemic on interprofessional education
in the Modern Era: A Case Study of and collaborative practice: a study
Effective Teachers’ Use of Literacy and protocol. Journal of Interprofessional
Technology. The Social Studies, 107(4), Care, 34(5), 691–693.
123–136. https://doi.org/10.1080/13561820.2020.179
https://doi.org/10.1080/00377996.2016.114 8901.
6650. Kidd, W., & Murray, J. 2020. The Covid-19
Davy, B. 2020. Social Distancing and Cultural pandemic and its effects on teacher
Bias. Journal of the American Planning education in England: how teacher
Association. educators moved practicum learning
https://doi.org/10.1080/01944363.2020.182 online. European Journal of Teacher
4617. Education, 43(4).

p-ISSN:2579 – 5112 | e-ISSN: 2579 – 5147 556


JURNAL TAMAN CENDEKIA VOL. 05 NO. 01 JUNI 2021

https://doi.org/10.1080/02619768.2020.182 Munir, Z. A., & Awiria, A. 2020. Implementasi


0480. Pendidikan Nilai melalui Permainan
Kimberlin, D. W., & Puopolo, K. M. 2020. Tradisional Aanak Suku Sasak di MI NW
Breastmilk and Covid-19: What Do We Loang Sawak Lombok Tengah. Taman
Know? Clinical Infectious Diseases. Cendekia: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An,
https://doi.org/10.1093/cid/ciaa800. 4(1). https://doi.org/10.30738/tc.v4i1.5764.
Komalasari, K., & Sapriya, S. 2016. Living Mustika, M., & Sapriya. 2019. The readiness of
Values Education in Teaching Materials to social studies teacher in e-learning based:
Develop Students ’ Civic Disposition. The A survey through TPACK approach. ACM
New Educational Review, 44(1990), 107– International Conference Proceeding
121. Series.
https://doi.org/10.15804/tner.2016.44.2.09. https://doi.org/10.1145/3306500.3306566.
Limbong, M., Ali, S., Rabbani, R., & Syafitri, Nida, K. 2020. Pergeseran Nilai Unggah-
E. 2020. Pola Interaksi Guru dan Orang Ungguh oleh Generasi Muda dalam
Tua dalam Mengendalikan Emosional Masyarakat Jawa (Studi Kasus Masyarakat
Siswa Selama Pembelajaran Daring di MTs Desa Getassrabi Kecamatan Gebog
Islamiyah Medan. Thoriqotuna: Jurnal Kabupaten Kudus). Ejournal.Uin-
Pendidikan Islam, 3(1). Suska.Ac.Id, 17(1).
Lotzin, A., Acquarini, E., Ajdukovic, D., et al. Ninik Hidayati, Nurul Hakim, & M. Zakki
2020. Stressors, coping and symptoms of Sulton. 2021. Pendidikan Karakter melalui
adjustment disorder in the course of the Pembiasaan Rutin untuk Menanamkan
Covid-19 pandemic – study protocol of the Nilai - Nilai Pendidikan Islam pada Siswa
European Society for Traumatic Stress SD/MI. PREMIERE : Journal of Islamic
Studies (ESTSS) pan-European study. Elementary Education, 2(2).
European Journal of Psychotraumatology, https://doi.org/10.51675/jp.v2i2.104.
11(1), 1780832. Oktaviani, S., & Hairunnissa, H. 2020. Analisis
https://doi.org/10.1080/20008198.2020.178 Penenrapan Pembelajaran Daring pada
0832. Siswa Kelas V SDN 009 Samarinda Ulu.
Mahanani, P., & Muchtar, M. 2019. Perbedaan Taman Cendekia: Jurnal Pendidikan Ke-
Hasil Belajar Mahasiswa PGSD SD-An, 4(2).
Menggunakan Model Inkuiri dan Project https://doi.org/10.30738/tc.v4i2.8360.
Based Learning (PJBL) pada Matakuliah Pitiyanuwat, S., & Sujiva, S. 2000. Civics and
Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Values Education in Thailand:
Dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori Dan Documentary Analysis. Asia Pacific
Praktik Pendidikan, 28(1), 43–49. Journal of Education, 20(1), 82–92.
https://doi.org/10.17977/um009v28i12019 https://doi.org/10.1080/0218879000200108
p043. .
Mansir, F., Parinduri, M. A., & Abas, S. 2020. Pratama, L. D., Lestari, W., & Astutik, I. 2020.
Implementasi Pendidikan Karakter melalui Efektifitas Penggunaan Media Edutainment
Kegiatan Pembinaan Peserta Didik dalam Di Tengah Pandemi Covid-19. AKSIOMA:
Membentuk Watak Kuat-Positif. Taman Jurnal Program Studi Pendidikan
Cendekia: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, Matematika, 9(2).
4(1). https://doi.org/10.30738/tc.v4i1.6811. https://doi.org/10.24127/ajpm.v9i2.2783.
Moosa, I.A. 2020. The effectiveness of social Putri Utami, I. W., & Suwandayani, B. I. 2018.
distancing in containing Covid-19. Applied Perencanaan Pembelajaran Tematik
Economics. Berbasis Kearifan Lokal dI SD
https://doi.org/10.1080/00036846.2020.178 Muhammadiyah I Malang. Taman
9061. Cendekia: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An,

p-ISSN:2579 – 5112 | e-ISSN: 2579 – 5147 557


JURNAL TAMAN CENDEKIA VOL. 05 NO. 01 JUNI 2021

2(1). https://doi.org/10.30738/tc.v2i1.2773. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.582.


Ramdani, Y. A., & Sapriya, S. 2017. Sulianta, F., Sapriya, Supriatnac, N., &
Integration of local wisdom based on Disman. 2019. Digital content model to
Naskah Amanat Galunggung in civics promote literacy in society version 5.0
learning. Masyarakat, Kebudayaan Dan using the social study education
Politik, 30(4). perspective. International Journal of
https://doi.org/10.20473/mkp.v30i42017.4 Innovation, Creativity and Change, 6(12).
18-427. Syaodih, E., & Agustin, M. 2011. Bimbingan
Rosenberg, J. M., & Koehler, M. J. 2015a. Konseling untuk Pendidikan Anak Usia
Journal of Research on Technology in Dini. Pelayanan Konseling Untuk Anak
Education Context and Technological Usia Dini.
Pedagogical Content Knowledge ( TPACK Syawfi. I. 2020. Implikasi Pandemi Covid-19
): A Systematic Review. August. terhadap Hubungan Internasional: Menuju
https://doi.org/10.1080/15391523.2015.105 Dunia Paska-Liberal. Jurnal Ilmiah
2663. Hubungan Internasional, 0(0).
Rosenberg, J. M., & Koehler, M. J. 2015b. https://doi.org/10.26593/jihi.v1i1.3864.23-
Context and Technological Pedagogical 29.
Content Knowledge (TPACK): A Syswianti, D., Suryani, N., & Wahyuni, T.
Systematic Review. Journal of Research 2020. Evaluasi Pembelajaran Daring
on Technology in Education, 47(3), 186– Dengan Menggunakan Aplikasi Zoom di
210. Masa Pendemi Covid-19 Pada Mata Kuliah
https://doi.org/10.1080/15391523.2015.105 Pengantar Asuhan Kebidanan. Jurnal
2663. Medika Cendikia.
Sadikin, A., & Hamidah, A. 2020. Thacker, E. S., Friedman, A. M., Fitchett, P. G.,
Pembelajaran Daring di Tengah Pandemi Journell, W., & Lee, J. K. 2018. Exploring
Covid-19. Biodik: Jurnal Ilmiah How an Elementary Teacher Plans and
Pendidikan Biologi, 6(2). Implements Social Studies Inquiry. The
Sampurno, M. B. T., Kusumandyoko, T. C., & Social Studies, 109(2), 85–100.
Islam, M. A. 2020. Budaya Media Sosial, https://doi.org/10.1080/00377996.2018.145
Edukasi Masyarakat, dan Pandemi Covid- 1983.
19. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Thacker, E. S., Lee, J. K., Fitchett, P. G., &
Syar-I, 7(5). Journell, W. 2018. Secondary Social
https://doi.org/10.15408/sjsbs.v7i5.15210. Studies Teachers’ Experiences Planning
Setiawan, R., & Komalasari, E. 2020. and Implementing Inquiry Using the
Membangun Efektifitas Pembelajaran Inquiry Design Model. The Clearing
Sosiologi di Tengah Pandemi Covid-19. House: A Journal of Educational
EDUSOCIUS Jurnal Ilmiah Penelitian Strategies, Issues and Ideas, 91(4–5), 193–
Pendidikan Dan Sosiologi, 4(1). 200.
Sudarwiyani, K. 2020. Penerapan Metode https://doi.org/10.1080/00098655.2018.149
Pembelajaran Online Berbasis Kearifan 0129.
Lokal ditengah Pandemi Covid-19 (Studi Tudy, R. A. 2021. From the corporate world to
Etnografi di SDN 1 Samsam). Cetta: freelancing: the phenomenon of working
Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(3i). from home in the Philippines. Community,
Sudrajat, C. J., Agustin, M., Kurniawati, L., & Work and Family, 24(1).
Karsa, D. 2020. Strategi Kepala TK dalam https://doi.org/10.1080/13668803.2020.180
Meningkatkan Mutu Pendidikan pada Masa 9994.
Pandemi Covid 19. Jurnal Obsesi : Jurnal Ufie, A. 2017. Mengonstruksi nilai-nilai
Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1). kearifan lokal (local wisdom) dalam

p-ISSN:2579 – 5112 | e-ISSN: 2579 – 5147 558


JURNAL TAMAN CENDEKIA VOL. 05 NO. 01 JUNI 2021

pembelajaran muatan lokal sebagai upaya 2020. Patents, economics, and pandemics.
memperkokoh kohesi sosial (studi Science, 368(6495), 1035 LP – 1035.
deskriptif budaya Niolilieta …. Jurnal https://doi.org/10.1126/science.abc7472.
Pendidikan Dan Pembelajaran (JPP).
Vincent, C. 2018. Civic virtue and values
teaching in a ‘post-secular’ world. Theory
and Research in Education, 16(2), 1–18.
https://doi.org/10.1177/1477878518774128
.
Wainman, B., Aggarwal, A., Birk, S. K., Gill, J.
S., Hass, K. S., & Fenesi, B. 2020. Virtual
Dissection: An Interactive Anatomy
Learning Tool. Anatomical Sciences
Education.
https://doi.org/10.1002/ase.2035.
Watanabe, T., Ogikubo, M., & Ishii, Y. 2004.
Visualization of respiration in the
embodied virtual communication system
and its evaluation. International Journal of
Human-Computer Interaction, 17(1).
https://doi.org/10.1207/s15327590ijhc1701
_7.
Werdistira, I. W. A., & Purnama, I. G. A. V.
2020. Local wisdom based Balinese digital
storytelling through blended learning
method. Linguistics and Culture Review,
4(1).
https://doi.org/10.37028/lingcure.v4n1.26.
Wulandari, R., Utaminingsih, S., &
Kanzunnudin, M. 2020. Development of
Class VI Elementary School Thematic
Teaching Materials Based Local Wisdom.
Journal of Education Technology, 4(3).
https://doi.org/10.23887/jet.v4i3.28457.
Yin, R. K. 2003. Case Study Research Design
and Methods (L. Bickman & J. D. Rog
(eds.); 3th ed., Vol. 5).
Yin, R. K. 2017. Case Study Research and
Applications: Design and Methods. In Sage
Publications (6th ed.). Sage Publication.
Yuliana, W. 2020. Efektifitas Pembelajaran
Daring di Tengah Wabah Pandemi Covid-
19 di Universitas Abdurachman Saleh
Situbondo. Jurnal IKA PGSD (Ikatan
Alumni PGSD) UNARS, 8(2).
https://doi.org/10.36841/pgsdunars.v8i2.84
4.
Zerhouni, W., Nabel, G. J., & Zerhouni, E.

p-ISSN:2579 – 5112 | e-ISSN: 2579 – 5147 559