Anda di halaman 1dari 16

PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA

PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR


PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.
METODE KERJA
PEKERJAAN PILECAP, TIEBEAM DAN PELAT LANTAI DASAR

1. REFERENSI
1.1 Spesifikasi teknis

2. SUMBER DAYA
2.1 Material
2.1.1 Beton Readymix K350
2.1.2 Besi beton
2.1.3 Lean concrete B0
2.1.4 Pasir
Halaman 1 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.
2.1.5 Batako
2.1.6 Mortar
2.1.7 Panel bekisting papan plywood
2.1.8 Patok
2.1.9 Minyak bekisting
2.1.10 Bonding agent
2.2 Peralatan
2.2.1 Excavator
2.2.2 Concrete mixer
2.2.3 Concrete vibrator
2.2.4 Bar bender
2.2.5 Bar cutter

Halaman 2 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.
2.2.6 Concrete pump
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Pelaksana
2.3.2 Mandor
2.3.3 Pekerja

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Persiapan
3.1.1 Pengukuran dan pemasangan bowplank daerah pilecap dan tiebeam yang akan digali.
3.1.2 Pembersihan area galian dari material yang akan mengganggu pekerjaan.
3.1.3 Cek ada atau tidak jaringan utilitas pada daerah yang akan digali.
3.1.4 Jika ada perlu koordinasi dengan MK untuk pemindahan sementara jaringan tersebut.

Halaman 3 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.
3.1.5 Pemindahan dilakukan jika diijinkan oleh MK dan dikerjakan oleh personil yang memiliki keahlian dalam
hal tersebut.
3.2 Galian Tanah, Pemotongan Tiang Pancang dan Lantai Kerja
3.2.1 Tanah digali menggunakan excavator dan digali secara manual pada bagian yang tidak bisa menggunakan
excavator sesuai dengan shop drawing.

Halaman 4 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.

3.2.2 Tanah hasil galian di timbun di samping galian untuk digunakan sebagai backfill
3.2.3 Kepala tiang pancang dipotong sesuai dengan Pile Cut Off Level.

Halaman 5 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.

3.2.4 Pembobokan kepala tiang yang pancang dan pembengkokan strand tiang panjang sepanjang 60D atau 60 x
1,25 = 75 cm.

Halaman 6 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.

3.2.5 Penyemprotan anti rayap pada permukaan tanah untuk pile cap, tie beam, dan pelat lantai dasar dengan
dosis 5L (campuran) per m2.
3.2.6 Penghamparan dan pemadatan pasir urug setebal 100 mm.
Halaman 7 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.

3.2.7 Penghamparan lean concrete (beton B-0) setebal 50 mm sebagai lantai kerja untuk mempermudah
pekerjaan.

Halaman 8 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.

3.3 Bekisting, Pembesian dan Pengecoran


3.3.1 Pada tanah yang sudah mencapai elevasi yang ditentukan
Halaman 9 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.
3.3.1.1 Untuk pemasangan prefab besi beton pile cap dan tie beam, lokasi harus sudah siap baik elevasi dan
tanda pengukuran ( as bangunan)
3.3.1.2 Fabrikasi pembesian dilakukan di lokasi prefab yang telah ditentukan untuk dirangkai terlebih dahulu
baik untuk pile cap, kolom, dan tie beam.
3.3.1.3 Untuk daerah dimana urugan tanah sudah mencapai elevasi yang ditentukan, bekisting pilecap dan tie
beam menggunakan pasangan bataco
3.3.1.4 Pemasangan pembesian pile cap, kolom, dan tie beam yang sudah dipasang decking pada sisi terluar
sebagai bantalan pada bekisting bataco.
3.3.1.5 Dilakukan backfill pada sela galian diluar bekisting bataco dan dipadatkan.
3.3.1.6 Pembesian pelat lantai yang dirangkai di tempat.
3.3.1.7 Sebelum pelaksanaan pengecoran, seluruh acuan, tulangan dan benda lain yang harus ada di dalam
beton (seperti pipa atau selongsong) harus sudah dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser

Halaman 10 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.
saat pengecoran, serta bersih dari material yang akan mengganggu ( kayu, plastik, kaleng, dll)
3.3.1.8 Bekisting batako dibasahi menggunakan air sebelum dilakukan pengecoran.
3.3.1.9 Pengecoran pilecap, tie beam, dan pelat lantai menggunakan beton readymix K350 dilakukan secara
bersamaan menggunakan concrete pump dan diatur tinggi jatuh beton tidak lebih dari 1,5 m agar
tidak terjadi segerasi.
3.3.1.10 Pada saat pengecoran dilakukan pemadatan menggunakan concrete vibrator.
3.3.1.11 Segera setelah pengecoran dimana beton mulai mengeras dan sebelum terjadi retak susut basah,
beton diselimuti menggunakan karung goni dan disiram oleh air sampai jenuh.

3.3.2 Pada tanah yang elevasinya belum mencapai elevasi yang ditentukan
3.3.2.1 Untuk pemasangan prefab besi beton pile cap dan tie beam, lokasi harus sudah siap baik elevasi dan
tanda pengukuran ( as bangunan).

Halaman 11 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.
3.3.2.2 Fabrikasi pembesian dilakukan di lokasi prefab yang telah ditentukan untuk dirangkai terlebih dahulu
baik untuk pile cap, kolom, dan tie beam.
3.3.2.3 Untuk lokasi dimana elevasi tanah belum mencapai elevasi yang ditentukan, digunakan bekisting
pasangan bataco dan papan plywood.
3.3.2.4 Untuk bekisting dibawah elevasi tanah digunakan bekisting bataco.
3.3.2.5 Pemasangan prefab pembesian pilecap yang sudah dipasang decking pada sisi terluar beton sebagai
bantalan pada bekisting bataco.
3.3.2.6 Backfill pada rongga urugan diluar bekisting bataco.
3.3.2.7 Bekisting yang ada di atas permukaan tanah menggunakan papan plywood dengan perkuatan besi
hollow.
3.3.2.8 Papan plywood diberi dudukan siku yang akan di patok pada tanah agar tidak terjadi pergeseran possi
bekistingnya.

Halaman 12 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.
3.3.2.9 Pembesian tie beam di atas tanah yang sudah diberi pasir urug 10 cm dan lean concrete B-0 5 cm.
3.3.2.10 Bekisting tie beam menggunakan papan plywood dengan perkuatan besi hollow yang diberi dudukan
siku untuk di patok di tanah. Untuk lokasi dimana elevasi tanah belum mencapai bottom of tie beam,
maka digunakan pasangan bataco yang di selingi tanah urugan dibawah tie beam sebagai acuan agar
elevasi bottom of tiebeam sesuai dengan elevasi yang direncanakan.
3.3.2.11 Sebelum pelaksanaan pengecoran, seluruh acuan, tulangan dan benda lain yang harus ada di dalam
beton (seperti pipa atau selongsong) harus sudah dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser
saat pengecoran, serta bersih dari material yang akan mengganggu ( kayu, plastik, kaleng, dll).
3.3.2.12 Bekisting bataco dibasahi menggunakan air dan bekisting plywood dilapisi minyak bekisting sebelum
dilakukan pengecoran.
3.3.2.13 Pengecoran pilecap dan tie beam menggunakan beton readymix K350 dilakukan secara bersamaan
menggunakan concrete pump dan diatur tinggi jatuh beton tidak lebih dari 1,5 m agar tidak terjadi

Halaman 13 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.
segerasi.
3.3.2.14 Pengecoran dilakukan sampai elevasi bottom of slab.
3.3.2.15 Pada saat pengecoran dilakukan pemadatan menggunakan concrete vibrator.
3.3.2.16 Segera setelah pengecoran dimana beton mulai mengeras dan sebelum terjadi retak susut basah,
beton diselimuti menggunakan karung goni dan disiram oleh air sampai jenuh.
3.3.2.17 Bekisting tie beam dibuka paling cepat 3 hari setelah pengecoran.
3.3.2.18 Pengurugan tanah dilanjutkan setelah bekisting papan plywood dibuka sampai elevasi bottom of slab.
3.3.2.19 Tanah dipadatkan menggunakan vibro.
3.3.2.20 Penghamparan pasir urug setebal 10 cm di atas tanah urug.
3.3.2.21 Penghamparan lean concrete setebal 5 cm di atas pasir urug.
3.3.2.22 Pemasangan pembesian pelat lantai yang dirangkai di tempat.
3.3.2.23 Pada permukaan atas beton pilecap dan tie beam diberikan lapisan bonding agent.

Halaman 14 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.
3.3.2.24 Pengecoran pelat lantai menggunakan beton K350 menggunakann concrete pump, diatur tinggi jatuh
beton tidak lebih dari 1,5 m.
3.3.2.25 Pada saat pengecoran dilakukan pemadatan menggunakan concrete vibrator.
3.3.2.26 Segera setelah pengecoran dimana beton mulai mengeras dan sebelum terjadi retak susut basah,
beton diselimuti menggunakan karung goni dan disiram oleh air sampai jenuh.

4. Safety
4.1 Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
4.2 Penempatan rambu-rambu peringatan dan K3 pada area pekerjaan

Halaman 15 dari 4
PROYEK PEMBANGUNAN MASJID TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA
PEMBERI TUGAS KONSULTAN MK KONTRAKTOR
PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID TAMAN SRIWEDARI
KOTA SURAKARTA

Nomor : 001/MET/MTSS/STR Pekerjaan : PILECAP, TIE BEAM PELAT Revisi No : -


LANTAI DASAR
TES PILE

1. TUJUAN
1. Untuk menentukan bearing capacity tiang pancang sudah memenuhi syarat atau tidak.
2. Untuk menentukan respon tiang pancang (single atau grup) terhadap beban tekan statis yang diterapkan secara
merata pada tiang pancang.

2. PERSIAPAN
2.1 Material
2.1.1 Tiang Pancang 2.1.4 Beton Kubus (jika dibutuhkan)
2.1.2 Plat Baja (t>5 mm)
2.1.3 Baja (penopang beban jika dibutuhkan)
2.2 Peralatan
2.2.1 Alat Pancang
2.2.2 Hydraulic Jack
2.2.3 Pompa Hidrolik
2.2.4 Dial Gage
2.3 Tenaga Kerja
2.3.1 Surveyor 2.3.4 Teknisi Alat Tes
2.3.2 Pelaksana 2.3.5 Pekerja/Helper
2.3.3 Operator Jacking Pile

3. INSTRUKSI KERJA
3.1 Pekerjaan Pemancangan
3.1.1 Detail pekerjaan pemancangan dapat dilihat pada Metode Kerja Pemancangan Tiang Pancang, no.
003/MET/KWHPJ/T3-BSH.
3.1.2 Pekerjaan Pemancangan yang dimaksud adalah tiang pancang tertanam sesuai dengan syarat yang telah
ditentukan.
3.2 Persiapan
3.2.1 Perapihan lahan untuk area pengujian, permukaan diusahakan rata.
3.2.2 Permukaan kepala tiang pancang yang akan diuji harus rata.
3.2.3 Alat pancang tidak dipindahkan, karena akan digunakan sebagai beban. Beban yang dimaksud adalah lebih
dari 10% beban maksimum yang direncanakan.
3.2.4 Letakkan plat uji tepat ditengah pada bagian atas kepala tiang yang akan diuji. Plat yang digunakan harus
lebih luas dari permukaan tiang pancang yang akan diuji.
3.2.5 Letakkan Hydraulic Jack dibagian tengah pada permukaan plat uji. Jika diperlukan, permukaan atas
Hydraulic Jack dapat ditambah plat baja.
3.2.6 Sambung pompa hidrolik dengan Hydraulic Jack dan Dial Gage juga harus tersambung dengan baik.
3.2.7 Sediakan titik referensi pada dua sisi tiang pancang untuk mengukur penambahan kedalaman pada tiang
pancang.

Halaman 16 dari 4

Anda mungkin juga menyukai