Anda di halaman 1dari 13

Untuk penulisan esai, berikut kami bagikan contoh penulisan esai dalam

menjawab pertanyaa pada program guru penggerak

1. Apa Yang Memotifasi Anda Menjadi Guru Penggerak

Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam
mewujudkan motivasi tersebut?

Motivasi Menjadi Guru Penggerak


1. Menggali potensi diri untuk dapat berbagi praktik baik dalam ekosistem terdekat, yaitu sekolah;
2. Mengembangkan kemampuan dalam melakukan kepemimpinan dalam pembelajaran;
3. Menjadi bagian perubahan pendidikan ke arah lebih baik;
4. Meningkatkan kualitas diri sehingga dapat menjadi pribadi maupun guru yang bermanfaat bagi
lingkungan terdekat;
5. Memperoleh wahana untuk belajar berkaitan dengan memerdekakan pembelajaran;
6. Mengetahui berbagai kekuatan maupun kelemahan yang terjadi di lapangan; dan
7. Pengembangan diri dan memperoleh pengalaman baru berkaitan dengan kegiatan guru
penggerak.

Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya
dan berikan contohnya!
Kelebihan yang mendukung peran saya sebagai Guru Penggerak adalah saya mampu untuk memberikan
suatu perubahan dinamika belajar pada siswa dengan membuat metode pembelajaran yang sifatnya
menyenangkan dan berpusat kepada siswa atau dalam era sekarang adalah merdeka belajar.

Penjelasan:
Alasan saya yakin untuk menjadi guru penggerak adalah karena saya mampu untuk menerapkan metode
pembelajaran yang menyenangkan serta mampu untuk mempelajarinya sebelum menerapkannya, selain itu
alasan saya yang lain adalah dengan menjadi guru penggerak saya akan mencoba menelusuri lebih lanjut
tentang filosofi pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara selaku bapak pendidikan di Indonesia kaitannya
tentang teori belajarnya yang notabene dijadikan acuan dalam merubah paradigma kehidupan belajar di era
sekarang ini dengan menerapkan pendidikan yang menghamba kepada anak dengan pedoman 3
semboyannya yaitu:
a. Ing ngarsa sing tuladha, yang artinya sebagai seorang guru apabila di depan memberikan contoh yang baik.
b. Ing madya mangun karsa, yang artinya apabila berada di tengah guru bisa membangun motivasi dan
kekuatan.
c. Tut wuri handayani, yang artinya sebagai seorang guru apabila berada di belakang memberikan dorongan
yang baik kepada siswa.
Sebagai contoh dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, sebagai seorang guru penggerak kita tetap
harus berpedoman kepada 3 semboyan dari Ki Hajar Dewantara. Apabila kita menerapkan contoh semboyan
yang pertama, kita harus memberikan contoh yang baik kepada siswa dimulai dari cara kita berbusana, cara
kita bertutur kata dan cara kita bersosialisasi kepada anak. Kenapa harus seperti itu? Karena memang figur
guru di depan merupakan sosok yang selalu dilihat siswa, dengan kita memberikan contoh yang baik kepada
mereka kita berharap mereka akan meniru segala kebaikan yang kita contohkan tadi. Berikutnya apabila
dalam proses pembelajaran, guru merupakan transfer knowledge kepada siswa jadi sebisa mungkin apabila
kita berada di tengah dengan sasaran ilmu kepada siswa maka kita harus membangun suatu kekuatan agar
siswa bisa maksimal mendapatkan ilmu yang ditransferkan kepada kita.

Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata
berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut? (Jawaban Anda
harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda, upaya yang Anda lakukan agar inisiatif
tersebut terlaksana, peran Anda dan pihak lain yang terlibat bila ada)

Contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata adalah
perubahan dalam bergaul dengan orang lain, yang mendorong saya melakukan hal tersebut adalah karena
saya merasa tidak memberanikan diri untuk berinteraksi dengan orang lain atau dikenal dengan istilah
pendiam. Sebab hal itu, merupakan perilaku yang tidak mengenakkan karena dasarnya manusia
membutukan orang lain.

Penjelasan:
Perubahan , inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya sebenarnya bisa dilakukan mulai dari sendiri dan dapat
dilakukan dengan hal sekecil apapun. Perubahan yang penulis alami adalah perubahan dari pribadi yang tertutup,
pendiam dan sukar untuk berinteraksi dengan orang lain menjadi pribadi yang lebih terbuka dan berani untuk
membangun interaksi dengan orang lain. Hal yang mendorong penulis melakukan perubahan tersebut adalah
karena saat itu, tepatnya di masa MTS penulis dikenal sebagai sosok yang pendiam dan sungkan untuk
berinteraksi dengan orang sekitar, sehingga membuat penulis sulit mendapatkan teman. Menyadari hal tersebut,
penulis mulai menganggap ada suatu hal yang diubah, karena tidak mungkin selamanya penulis menjalani hidup
semacam ini.
Barulah ketika menginjak bangku SMA, penulis mulai merubah pola perilaku yang dikenal pendiam dan jarang
membaur menjadi pribadi yang hangat dan suka menyapa dan berinteraksi secara intens dengan orang. Penulis
menyadari bahwasannya, selama ini penulis hanya menahan diri dan tidak mau memulai untuk bertegur sapa
dengan orang sekitar. Upaya yang dilakukan penulis untuk menjalankan proses perubahan tersebut adalah dengan
membiasakan diri untuk bertegur sapa, berpendapat jika ada sesuatu yang salah, tidak mengabaikan ketika ada
yang berbicara dan berinteraksi dan berteman dengan siapa saja.
Adapun, dampak nyata dari perubahan yang dilakukan penulis adalah relasi dan teman semakin banyak,
memudahkan segala urusan yang tidak bisa ditangani oleh diri sendiri dan lebih berani berpendapat di depan
banyak orang.

2. Berinteraksi dengan orang lain terkadang dapat menjadi sebuah tantangan. Ceritakan kesulitan
yang Anda alami saat bekerja sama dengan pihak lain (misalnya rekan sejawat, pimpinan di
sekolah, orangtua, wali murid, keluarga, komunitas, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuka
agama, instansi, maupun lainnya) guna menimbulkan kesadaran dan kesediaan agar mereka
berkomitmen membantu Anda mencapai tujuan bersama.

Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda
minta untuk bekerja sama dan mengapa? Gambarkan secara jelas!

Interaksi sosial merupakan kegiatan antar manusia yang sering dilakukan dalam kesehariannya. 
Contoh pengalaman cerita dalam berinteraksi sosial yang dilakukan, yaitu ketika berinteraksi
dengan orang tua.
Orang tua yang menjadi keluarga inti dalam kehidupan kita tentu sering melakukan interaksi karena hidup
dalam lingkungan yang berdekatan atau memiliki tali ikatan yang kuat. Orang tua merupakan generasi yang
tentunya berbeda dengan generasi anaknya, sehingga kondisi kehidupan orang tua di masa lalu tentu tidak
dapat disamaratakan dengan kondisi kehidupan saat ini. Permasalahan yang timbul adalah makin maraknya
berita bohong, hoax, atau informasi yang bukan merupakan fakta yang sering secara mentah langsung
diterima oleh orang tua karena pesan yang disampaikan sangat meyakinkan untuk dipercaya padahal
terdapat disinformasi dalam pesan tersebut. Untuk itu kita sebagai anak yang dekat dengan orang tua perlu
untuk memberikan kesadaran dan kebiasaan untuk check dan recheck kembali informasi ataupun berita yang
didapatkan. Kegiatan ini dimaksudkan agar dalam kehidupan kita dapat selalu menerima informasi yang
benar dan kebenaran tersebut juga mengurangi konflik sosial baik secara internal keluarga atau eksternal.
Maka dari itu sebagai anak ada baiknya untuk berkomitmen membantu orang tua memilah dan menyaring
pemberitaan yang diterima agar tercapai tujuan dalam membasmi informasi yang salah karena dapat
berakibat fatal.

Pembahasan:
Berinteraksi dengan orang lain tentu tidak terlepas dari komunikasi yang dilakukan dengan orang lain atau
pihak yang terkait. Komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses penyampaian informasi baik
pesan, ide maupun gagasan dari satu pihak kepada pihak lain secara verbal ataupun nonverbal yang
dapat dimengerti oleh pihak yang terlibat. Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang menciptakan
timbal balik, sehingga terciptanya komunikasi dua arah.Tentunya dalam berkomunikasi, kita menciptakan
interaksi sosial. Interaksi sosial menjadi hubungan yang tercipta antara individu yang satu dengan
individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok
dengan individu.

Dalam contoh cerita yang diberikan, interaksi antara anak dengan orang tua dapat dilakukan baik secara
langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Perbedaan interaksi tersebut yaitu:
 Interaksi secara langsung menjadi interaksi yang dilakukan secara langsung bertatap muka dengan pihak
yang menjadi lawan bicara kita.
 Interaksi tidak langsung menjadi interaksi bersama pihak lain dengan menggunakan perantara atau alat
komunikasi yang menjadi penghubung.

Interaksi sosial ini menciptakan suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi,
dan/hingga masyarakat menciptakan, mengolah, mendapatkan, sampai menggunakan informasi yang
diterima agar dapat terhubung dengan lingkungan sekitarnya dan orang lain yang menjadi target atau lawan
bicara kita.

Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan
yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya
apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan

Kesulitan yang saya hadapi saat kerja sama


 Kesulitan yang saya hadapi ketika melakukan kerja sama adalah menyatukan ide antar anggota.
 Terkadang ada penolakan terlebih dahulu dari anggota kelompok yang akan bekerja sama.
 Respon saya akan tetap bersikap tenang dan sabar dalam menghadapi perbedaan ide atau pendapat.
 Upaya saya yaitu dengan cara berusaha menyatukan pendapat agar bisa bekerja sama dengan nyaman.

Pembahasan
Manusia disebut sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial. Walaupun manusia dibekali dengan
akal pikiran , maka akal dan pikiran tersebut akan digunakan untuk bisa memenuhi kebutuhannya sendiri,
namun manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari manusia yang lain. Karena masing-masing
manusia harus saling membantu satu sama yang lainnya dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk
mewujudkan tujuan bersama untuk keberlangsungan dari manusia itu sendiri.

Manfaat kerja sama:


 Bisa memahami karakter dari orang banyak.
 Melatih ketrampilan untuk komunikasi.
 Menumbuhkan rasa saling menyayangi.
 Mengembangkan sikap sosial.
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk
bekerja sama?

Sebagaimana yang telah saya uraikan sebelumnya bahwa untuk mencapai tujuan bersama dibutuhkan
komitmen bersama melalui komunikasi satu arah yang intensif. Faktanya, membangun komunikasi satu
arah yang efektif tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan pendekatan dan kesepahaman bersama
terkait tujuan yang akan dicapai. Kesulitan dalam membangun komunikasi pasti terjadi termasuk yang
saya alami sendiri.

Untuk itu, upaya terpenting yang saya lakukan dalam mencapai komitmen dengan berbagai pihak dalam
bekerja sama adalah upaya persuasif. Upaya ini saya yakini lebih efektif dalam mengatasi berbagai
kesulitan dalam mencapai kesepakatan bersama. Memberikan pemahaman yang jelas dan dengan cara
yang sederhana terkait sistem kerja dan tujuan akhir akan lebih mudah diterima oleh berbagai pihak mana
pun, termasuk dari latar belakang status sosial yang lebih tinggi dalam struktur organisasi.

Selain itu, upaya merangkul, mengakomodir, dan memfasilitasi berbagai kepentingan atau kebutuhan
anggota dengan baik akan mempengaruhi tingkat motivasi kerja para pihak yang terlibat semakin tinggi.
Pada dasarnya adalah membangun transparansi dalam bekerja sehingga dapat meminimalisir
kesalahpahaman dalam bekerja sama. Perlakukan yang adil bagi setiap anggota juga tidak kalah
pentingnya untuk diperhatikan. Secara psikologi setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda-beda
maka pendekatan dan perlakuan yang diberikan harus proporsional. Dalam bekerja sama harus
menghidari perlakukan-perlakukan yang berbau SARA. Hal ini seringkali terabaikan oleh para pemangku
kebijakan sehingga membuat organisasi menjadi tidak sehat.

Bagaimana hasilnya?

Hasil dari Upaya apa saja yang saya lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk
bekerja sama adalah mutualisme antara kedua belahpihak atau secara sederhana yaitu sama-sama untung

Beberapa upaya yang akan saya lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk kerja
sama adalah meliputi :
1. Melakukan komunikasi yang baik dan benar. Dengan komunikasi yang baik akan mendorong dan
meyakinkan pihak lain tertarik untuk melakukan kerja sama.
2. Melakukan kerja sama yang jelas dan terstruktur. Dengan adanya kerja sama yang terstruktur akan
berpotensi untuk mendapatkan daya tarik dari pihak lain.
3. Amanah. Hal ini sangat penting karna sangat berpengaruh signifikan, oleh karena kita harus dapat
memberikan keyakinan bahwa kita dapat menjalankan amanah dengan baik dan benar.
3. Permasalahan, tantangan, situasi yang kompleks adalah kondisi umum yang ditemui dalam
menjalankan pekerjaan. Berikan contoh pengalaman Anda dalam menghadapi situasi yang paling
menantang, kompleks atau sulit saat menjalankan tugas Anda.

Kapan waktu kejadiannya? Permasalahan, tantangan, atau kompleksitas apa yang Anda hadapi
saat itu? Gambarkan secara jelas!

Setiap pekerjaan tentu memiliki tantangan tersendiri. Permasalahan dalam melaksanakan pekerjaan pasti
ada dengan kompleksitas masalah yang beragam. Saya sendiri dalam melaksanakan tugas sebagai
pendidik sering mengalami hal tersebut. Sebagai contoh, ketika saya ditugaskan sebagai pembina
ekstrakurikuler pramuka yang baru di sekolah terdapat berbagai macam masalah, seperti soliditas
anggota, sara dan prasarana yang kurang, administrasi yang berantakan hingga prestasi yang menurun.
Pada posisi ini saya merasa dihadapkan dengan masalah yang sangat kompleks dan membutuhkan
penyelesaian yang segera dan efektif dengan strategi yang jitu.

Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memahami situasi tersebut secara komprehensif?
Peluang dan kesempatan apa saja yang Anda identifikasi dalam situasi tersebut untuk membantu
Anda menghadapinya?

Dalam menghadapi situasi seperti ini tentu dibutuhkan strategi jitu. Strategi jitu yang saya maksud adalah
dengan melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait guna membantu memahami
akar permasalahan dengan baik sehingga penanganan yang dilakukan menjadi tepat. Pihak-pihak yang
cukup mengerti dengan permasalahan ini tentu para pemangku kebijakan seperti kepala sekolah beserta
jajarannya dan warga sekolah lainnya. Selain itu, pihak yang terkait secara langsung adalah orang-orang
yang pernah terlibat dan memiliki andil di dalam ekstrakurikuler pramuka, seperti pembina sebelumnya,
pelatih, ketua, dan para anggota yang dirasa mengerti dan paham dengan permasalahan yang sedang
terjadi.

Saya meyakini bahwa setiap permasalahan pasti ada penyelesaian. Meski di awal saya menjabat sebagai
pembina ekstrakurikuler pramuka dengan berbagai permasalahan yang ada, saya tetap optimis dapat
menyelesaikan setiap permasalahan organisasi dan keluar sebagai pemenang. Kompleksitas permasalahan
yang ada selalu ada celah dan peluang penyelesaian masalah seperti keinginan untuk berdiskusi secara
terbuka dari para anggota. Hal ini saya manfaatkan untuk membuka forum diskusi guna mencari dan
menyepakati solusi yang paling bijak tanpa merugikan maupun menguntungkan sebagian pihak.
Pertimbangan-pertimbangan atau alternatif apa saja yang Anda hadirkan dalam membuat
keputusan? Informasi apa lagi yang Anda gunakan untuk memperkuat keputusan Anda

Permasalahan yang ada dalam sebuah organisasi harus dapat diselesaikan dengan baik. Dibutuhkan
kebijaksanaan seorang pemimpin dalam memberikan keputusan yang adil bagi semua anggota. Saya
sendiri setiap keputusan atau kebijakan yang saya ambil dalam menyelesaikan berbagai permasalahan
internal organisasi selalu memperhatikan kepentingan bersama tanpa merugikan maupun menguntungkan
sebagian pihak. Keputusan bersama dapat diambil dalam forum diskusi terbuka sehingga tidak ada pihak
yang merasa dirugikan.Jika pun tidak ada kesepakatan bersama yang dianggap tepat dan memuaskan
maka pemimpin dapat menghadirkan opsi-opsi yang paling mendekati kepuasan bersama. Dalam posisi
ini dibutuhkan ketegasan dan kebijaksanaan seorang pemimpin dengan tetap mengakomodir kepentingan
para anggota. Artinya permasalahan dalam sebuah organisasi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa
kepastian. Harus ada penyelesaian yang bijak agar permasalahan tidak membias dan berdampak negatif
terhadap kesehatan organisasi dan keutuhan para anggota.

Kita menyadari bahwa pada dasarnya tidak ada keputusan yang sempurna dan diterima 100% oleh
berbagai pihak terkait. Akan selalu ada ketidakpuasan pada diri anggota dan hal ini merupakan sesuatu
yang wajar dalam organisasi. Untuk itu, menurut saya dibutuhkan perhatian seorang pemimpin secara
kontinyu atau keberlanjutan terhadap kepentingan-kepentingan para anggota yang belum terakomodir.
Seorang pemimpin tidak boleh mengabaikan kepentingan minoritas anggota. Aspirasi yang
disampaikan harus diterima, dianalisis, dan direspon dengan bijak.

Tindakan apa yang kemudian Anda ambil dan bagaimana hasilnya?

Pada dasarnya keputusan dalam setiap menyelesaikan permasalahan harus diambil. Pertimbangan-
pertimbangan sebagaimana diuraikan sebelumnya harus bijaksana dan mengakomodir setiap kepentingan
anggota. Untuk itu, dalam konteks masalah ekstrakurikuler pramuka saya tetap membuat keputusan
dengan mempertimbangkan saran, masukan, dan data yang ada. Langkah pertama yang saya lakukan
adalah menata ulang struktur kepengurusan, mengajukan proposal kebutuhan sarana dan prasarana,
melakukan pembinaan emosional secara intens, dan melaksanakan program kerja secara aktif.
4. Perkembangan menuntut kita untuk terus belajar hal-hal baru. Ceritakan pengalaman Anda
saat mendapatkan masukan atau umpan balik terkait kemampuan Anda.

Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan?
Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut
Pernahkan Anda pernah dipuji seseorang ketika melakukan sesuatu? Bagaimana perasaan Anda? Apakah
Anda merasa ingin melakukan hal yang lebih baik lagi? Sebagian besar dari anda mungkin menjawab "Ya".
Hal tersebut juga dapat diterapkan di lingkungan pendidikan dengan cara memberikan umpan balik positif.

Umpan balik positif dapat memberikan efek yang baik pada siswa. Karena melalui umpan balik positif
siswa dapat merasa bahwa dia diperhatikan gurunya. Selain itu, umpan balik positif membuat siswa semakin
giat mengerjakan sesuatu. Karena dia merasa ada orang yang memberikan dorongan untuk menjadi lebih
baik. Hal itu dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa. Karena siswa tidak hanya mengerti tentang
kesalahan yang dilakukannya namun siswa juga mendapatkan dorongan dari gurunya untuk terus
meningkatkan kemampuan dan membenarkan kesalahannya. Sehingga siswa dapat meningkatkan
pencapaian yang dia dapat. Contoh umpan balik positif adalah ketika siswa melaksanakan tugasnya dan
melakukan sesuatu yang benar. Maka, siswa pantas diberikan pujian seperti: "Bagus sekali!" "Bagus!" Juga
ketika mereka melakukan kesalahan kita harus tetap memberikan umpan balik positif seperti : "Kerjamu
sudah baik, namun masih ada yang butuh di tingkatkan" dalam hal ini, kita dapat memberikan dorongan
pada siswa bahwa mereka sudah melakukan sesuatu yang benar meskipun belum sempurna.

Umpan balik merupakan komponen penting dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Umpan balik
memiliki dua bentuk, pertama adalah umpan balik secara tertulis dan kedua umpan balik lisan. Selain itu,
umpan balik adalah suatu interaksi antara guru kepada siswa dan juga siswa kepada siswa lainnya. Umpan
balik membantu siswa memahami kesalahan yang telah ia perbuat. Sehingga siswa mencapai target lebih
cepat. Namun, masih banyak guru yang mungkin kurang memahami peran umpan balik bagi siswa dalam
masa pembelajaran. Guru jarang memberikan umpan balik kepada siswa karena budaya Asia yang
mempengaruhi Indonesia.

Gaya pembelajaran di Asia adalah pengajaran satu arah (one way teaching) dimana seorang guru yang
memberikan penjelasan kepada siswa tanpa memberikan kesempatan siswa untuk melakukan sesuatu. Hal itu
menyebabkan guru berfokus menyampaian materi. Disisi lain, hal tersebut membuat guru jarang sekali
memberikan umpan balik pada siswa. Guru memberikan umpan balik ketika siswa mengerjakan soal-soal
tes/ulangan dimana siswa tidak memiliki kesempatan bertanya. Biasanya, guru memberikan umpan balik angka
tanpa komentar sedikitpun tentang siswa. Padahal, siswa membutuhkan umpan balik tertulis, tidak hanya angka
namun juga komentar dari guru. Lalu, umpan balik apa yang harusnya diberikan guru pada siswa? Umpan balik
yang seharusnya diberikan pada siswa adalah umpan balik positif, baik tertulis atau lisan.
Perbedaannya dengan memberikan umpan balik negatif adalah ketika siswa menerima umpan balik negatif,
siswa merasa tertuduh dan membuat siswa akan semakin merasa kecil hati untuk mengikuti kegiatan belajar
mengajar dan pada akhirnya akan membuat keinginan siswa untuk terus belajar akan semakin berkurang.

Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri
Anda?

Cara menyikapi masukan dan umpan balik


 Jangan terlalu bersikap defensif, langkah pertama adalah harus menerima dengan terbuka.
 Cermati siapa yang memberikan dan inti atau isi masukannya apa.
 Tentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya, jika kritik tersebut memang obyektif sesuai dengan
kenyataannya hal yang perlu dilakukan adalah melakukan tindakan pengoreksian atau perubahan menjadi
lebih baik, namun jika bersifat subyektif atau berisi ujaran negatif saja dan tidak sesuai dengan kenyataan
maka tidak perlu dihiraukan anggap saja sebuah angin lewat.

Pembahasan

Apa itu Kritik/masukan ? Kritik adalah proses analisis dan evaluasi terhadap sesuatu dengan tujuan untuk
meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan.
Umpan balik adalah salah satu aspek komunikasi yang harus dilakukan, baik oleh atasan ke bawahan
ataupun sebaliknya. Umpan balik atau feedback diperlukan untuk membantu kedua belah pihak memahami,
apakah pekerjaan yang dilakukan berhasil atau tidak.
Masukan/kritik dan umpan balik ada yang bermuatan negatif dan positif, kritik bersifat negatif itu meski
terdapat pengoreksian kesalahan namun warna penyampaiannya cenderung berisikan kata-kata yang
menjatuhkan dan menggunakan diksi pilihan kata yang negatif.
Sedangkan kritik dan umpan balik yang positif adalah pengoreksian kesalahan atau pemberian masukan
dengan menggunakan kata-kata yang lebih positif dan cenderung membangun.
Tujuan dari adanya kritik dan umpan balik adalah supaya dapat memberikan pertimbangan-pertimbangan
kepada orang lain atau orang lain ke kita supaya subyek yang mendapatkan kritik atau masukan tersebut
dapat menjadi lebih berkembang dan lebih maju. namun kita tidak serta merta harus menerima semua kritik
atau masukkan kita harus menelaahnya terlebih dahulu apakah kritik/masukan dan umpan balik tersebut
sudah obyektif berdasarkan masalah sebenarnya atau hanya berdasarkan subyektifitas karena tidak
menyukai subyek tersebut. kritik yang baik adalah meski berisi pengoreksian dan menunjukkan kesalahan
harus disampaikan dengan kata-kata yang baik dengan memilih diksi yang tepat supaya tidak terjadi
kesalahpahaman atau sakit hati.
Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, Hal
berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri Anda? Adakah
cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang
nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?

Memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri anda, hal berbeda apa yang anda
lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri anda adalah
 Melakukan kegiatan sosial masyarakat
 Melakukan aktivitas diluar akademis seperti olahraga atau yang lainnya
 Mengikuti seminar-seminar tentang pengembangan diri
 Menyalurkan atau mendalami bakat yang kita sukai

Cara-cara di luar kebiasaan yang anda lakukan dimana hal tersebut membuat anda kurang nyaman namun
mendukung proses pembelajaran anda
 Menentukan jadwal pembelajaran yang disiplin
 Melakukan pembelajaran dengan membaca banyak buku literasi
 Melakukan latihan soal dengan menargetkan berapa soal yang harus dikerjakan

Penjelasan:

Umpan balik ialah tentang memperoleh informasi tentang kemampuan Anda melakukan sesuatu atau
menjalankan keterampilan. Umpan balik menerangkan apa yang kurang tepat dan apa yang berjalan dengan
baik.  Langkah pertama adalah percobaan langsung, atau penerapan, yang menghasilkan apa yang ingin
Anda pelajari ke dalam suatu tindakan.

Bagaimana aplikasi hasil proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda?

Sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya bahwa pemanfaatan masukan dan umpan balik dan hal-
lain lain di luar kebiasaan dapat mendukung proses pengembangan diri dan mendukung proses
pembelajaran. Untuk itu, proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas menggunakan pola
hubungan friendly relationship telah mampu mempermudah pekerjaan sebagai guru dalam mengajar dan
mendidik. Proses pembelajaran yang berlangsung dengan nyaman akan berpengaruh terhadap semangat
mengajar serta kecintaan terhadap pekerjaan semakin tinggi. Kualitas pekerjaan semakin baik karena
proses pembelajaran yang didukung oleh aspek-aspek lainnya seperti pemanfaatan teknologi berupa
website.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil proses pembelajaran sangat mempengaruhi kualitas
pekerjaan yang saya lakukan. Kemampuan mengelola pembelajaran dengan hasil yang baik dapat
menciptakan citra pekerjaan yang semakin baik baik bagi masyarakat maupun bagi diri sendiri. Hasil
proses pembelajaran yang baik juga mampu meningkatkan motivasi belajar dan prestasi peserta didik.

5. Ceritakan pengalaman Anda melakukan pengembangan terhadap orang lain (contohnya dengan
guru, rekan sejawat lainnya, komunitas, tokoh masyarakat, maupun lainnya), misalnya dalam
kegiatan perlombaan, riset ilmiah, mempersiapkan orang lain pada tugas dan tanggung jawab
baru, atau lainnya.

Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda
melakukan pengembangan tersebut?

Berikut ini adalah pengalaman saya melakukan kegiatan pengembangan terhadap orang lain!


Bulan lalu, saya sebagai ketua Ambalan mengadakan latihan kepemimpinan untuk adik kelas. Kegiatan ini
berlangsung selama 3 hari.  Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan dan menanamkan sifat pemimpin
dalam diri mereka, karena merekalah yang akan menjadi pengurus Ambalan nantinya.
Saya bersama rekan-rekan pengurus yang lain menyediakan beberapa materi dan games yang dapat melatih
sikap kepemimpinan dan kebersamaan mereka. Merekapun mengikuti materi dan games yang telah
disediakan dengan semangat. Banyak sekali hal yang mereka pelajari dari kegiatan ini. Setelah selesai
kegiatan, mereka disuruh untuk menulis ingin menjadi pribadi seperti apa nantinya. Mereka menulis dan
membacakan di depan kami semua. Hasil tulisan mereka sangat menunjukkan sifat kepemimpinan yang
mulai tumbuh dalam diri mereka.
Kegiatan latihan kepemimpinan ini sangat bermanfaat bagi mereka. Kami sebagai pengurus pun merasa
senang, karena kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepemimpinan dalam diri mereka.

Pembahasan

Kegiatan pengembangan ialah kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan teknis,


teoritis, konseptual dan moral sesuai dengan kebutuhan melalui pendidikan dan latihan. Dalam cerita di atas,
penulis menyampaikan pengelamannya dalam melakukan kegiatan pengembangan yakni latihan
kepemimpinan.
Hal apa yang menjadi fokus pengembangan? Ceritakan pula cara Anda membangun kesepakatan
guna mencapai hasil pengembangan yang diharapkan.

Dalam semua pengembangan yang saya lakukan fokus pada pengembangan skill peserta didik dan
peningkatan kompetensi bidang pendidikan untuk mendukung peningkatan profesionalisme guru. Untuk
melakukan pengembangan terhadap peserta didik maupun terhadap guru dibutuhkan kesepahaman
bersama untuk mendapatkan kesepakatan. Yang paling penting dalam pengembangan ini adalah membuat
sebuah komitmen bersama untuk maju dan berkembang di awal pertemuan. Dengan demikian, kesadaran
dari diri sendiri akan muncul dan menjadi motivasi untuk melakukan pengembangan secara maksimal.

Saya meyakini bahwa sehebat apapun saya dalam mengembangkan orang lain tidak akan berarti apapun
tanpa kesadaran dari diri orang yang dibimbing. Setelah kesepakatan tercapai maka yang tidak kalah
pentingnya adalah konsistensi dalam melaksanakan pengembangan. Ketekunan dan keuletan dalam
melakukan kegiatan harus dimaksimalkan guna mencapai hasil yang optimal. Pada prinsipnya adalah
kemauan untuk belajar dan berkembang. Seringkali kita memiliki kemampuan tapi tidak ada kemauan
untuk berkembang maka sulit untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Akan tetapi sebaliknya, meski
kemampuan kurang namun memiliki kemauan dan semangat belajar yang tingga maka hasilnya akan
maksimal.

Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan
bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk
mempertahankan motivasi orang tersebut?

Dalam proses pengembangan terhadap orang lain dibutuhkan dukungan moril maupun materil, seperti
halnya yang saya lakukan. Mengelola, membina, dan membimbing sebuah kelompok bukan perkara
mudah. Dengan karakteristik dan pribadi yang beragam dari anggota dibutuhkan usaha maksimal dalam
upaya pengembangan. Selain itu dukungan yang optimal sangat dibutuhkan, baik dukungan materil
maupun non-materil. Secara psikologis, para peserta pengembangan sangat membutuhkan dukungan
semangat atau motivasi dari orang lain untuk berkembang. Mental yang kuat juga menjadi bagian yang
penting dipupuk.

Selain itu, dalam beberapa kegiatan tidak dipungkiri bahwa selalu membutuhkan dukungan materil
berupa pendanaan atau financial. Dukungan financial sangat dibutuhkan untuk memenuhi biaya
operasional kegiatan tersebut. Sebagai contoh, pada kegiatan pengembangan dalam bentuk lomba tentu
sangat membutuhkan biaya kegiatan. Dukungan financial sering kali menjadi hambatan dalam melakukan
kegiatan di luar sekolah. Hanya saja selama ini mampu diatasi dengan komunikasi yang baik dan intensif
bersama para pemangku kebijakan. Dengan komunikasi yang baik akan selalu ada solusi penyelesaian
masalah yang dihadapi, sehingga hal ini bukan merupakan hambatan yang serius.

Menjaga semangat belajar orang yang dibimbing sangat penting dilakukan guna mencapai hasil yang
optimal. Upaya sederhana yang biasa dilakukan adalah terus memberikan perhatian yang intensif dan
membantu menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi selama mengikuti pengembangan. Bila perlu
diberikan penghargaan bagi peserta yang serius mengikuti kegiatan.

Bagaimana hasilnya?

Setelah menerapkan berbagai upaya dan langkah-langkah strategis sebagaimana yang diuraikan
sebelumnya berhasil mengembangkan skill dan kompetensi diri yang semakin baik. hal tersebut terbukti
dengan keberhasilan menjadi juara, suksesnya event-event yang digelar, dan mampu lulus pelatihan bagi
peserta pengembangan diri. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya dapat berbagi ilmu dan
pengalaman kepada orang lain, baik secara sukarela maupun dengan tuntutan tugas atau pekerjaan.
Semoga pengalaman-pengalaman ini dapat menjadi modal awal mengikuti seleksi calon guru penggerak
dan harapannya dapat diterima menjadi guru penggerak.