Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH MENUMBUHKAN MINAT KEWIRAUSAHAAN

Tugas Kelompok

Disusun Sebagai Syarat Memenuhi Tugas

Mata KuliahKewirausahaan di Program Studi Pendidikan Kimia

DISUSUN OLEH:

1. SAKINAH (A25120021)
2. SAFNA NURFADILA (A25120007)
3. ALDI (A25120057)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TADULAKO

2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah senantiasa melimpahkan Rahmat
dan Hidayahnya sehingga kita semua dalam keadaan sehat walafiat, dan kami sebagai
penyusun bisa menyelesaikan makalah kami tentang Menumbuhkan Minat
Kewirausahaan.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari kata sempurnah. Oleh karena itu, dengan lapang dada penulis sangat
mengharapkan kritikan dan saran yang membangun demi menyempurnakan makalah
ini.

Palu, 13 Februari 2022

Penulis,

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

SAMPUL

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1

A. Latar Belakang .......................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
C. Tujuan ....................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 3

A. Keuntungan dan Kelemahan Menjadi Wirausaha ..................................... 3


B. Dorongan Untuk Merintis Usaha .............................................................. 3
C. Latar Belakang Wirausaha ........................................................................ 4
D. Faktor Kritis Untuk Memulai Usaha Baru ................................................ 6
E. Model Proses Kewirausahaan ................................................................... 7

BAB III PENUTUP .............................................................................................. 9

A. Kesimpulan ............................................................................................... 9
B. Saran .......................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Berbicara pada masalah pertumbuhan dan perkembangan suatu bangsa tidak


hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi atau kestabilan politik, tetapi sebagian
besar terletak pada kemampuan dan kemauan serta semangat sumber daya
manusia sebagai aset utama dan terbesar dalam mengembangkan potensi bangsa.
Kita semua sadar bahwa mereka yang hidup pada masa sekarang selalu
menginginkan kehidupan yang lebih baik dari hari kemarin. Padahal apabila
kita menatap ke masa depan tentu saja banyak sekali perbedaan, seperti halnya
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Iptek merupakan sumber
penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan kemajuan kehidupan masyarakat di
sebagian besar negara dunia yang mana perkembangannya akan menghasilkan
hal-hal yang baru dengan lajuyang pesat, baik berupa barang maupun jasa;
layanan komunikasi baru tata cara kegiatan ekonomi.

Dalam bidang ekonomi, pasar yang semakin terbuka dan bebas yang
menyebabkan arus barang dan jasa serta tenaga kerja akan melintas batas
negara tanpa hambatan.Keadaan ini merupakan tantangan sekaligus peluang
bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara, sebagai titik berat pembangunan
nasional yang seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Sumber daya manusia semakin menentukan dalam memenangkan
persaingan dibandingkan dengan sumber daya lainnya. Dalam perkembangan
demikian, tantangan masa mendatang adalah mengupayakan daya saing dan
keunggulan kompetitif yang mengandalkan keterampilan dan kreativitas SDM,
kemampuan teknologi, dan kemampuan manajemen dengan tetap memanfaatkan
keunggulan komparatif yang telah dimiliki.

1
Uraian di atas menunjukkan betapa besar tantangan yang harus dihadapi
sekarang dan masa depan. Sehubungan dengan hal tersebut, pengembangan
kewirausahaan (entrepreneurship) sangat penting bagi mahasiswa. Oleh sebab itu,
diperlukan penguatan pola pikir akan pentingnya minat memulai berwirausaha
yang dimulai dari mimpi untuk menjadi wirausahawan yang berhasil.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja keuntungan dan kelemahan menjadi wirausaha?
2. Apa saja dorongan untuk merintis usaha?
3. Bagaimana latar belakang wirausaha?
4. Apa saja faktor kritis untuk memulai usaha baru?
5. Bagaimana model proses kewirausahaan?
C. Tujuan penulisan makalah
1. Untuk mengetahui keuntungan dan kelemahan menjadi wirausaha
2. Untuk mengetahui dorongan untuk merintis usaha
3. Untuk mengetahui latar belakang wirausaha
4. Untuk mengetahui faktor kritis untuk memulai usaha baru
5. Untuk mengetahui model proses kewirausahaan

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Keuntungan dan Kelemahan Menjadi Wirausaha


Dalam wirausaha terdapat keuntungan dan kelemahan, antara lain sebagai berikut :
➢ Kelebihan Menjadi Wirausaha :
1) Membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
2) Keleluasaan dalam mengatur pekerjaan.
3) Mengasah potensi diri, kreativitas, dan sebagainya.
4) Menghasilkan keuntungan.
5) Memiliki kualitas kepemimpinan dalam diri.
➢ Kelebihan Menjadi Wirausaha :
1) Ketidakpastian waktu dalam menghasilkan pendapatan bahkan setelah
mendirikan dan menjalankan usaha tersebut dan tanggung jawab terhadap
karyawan yang dipimpin.
2) Risiko kehilangan berbagai macam investasi.
3) Beban kerja yang lebih berat, kendati waktu dan ritme bekerja cenderung
fleksibel.
4) Kesulitan dalam membuat keputusan penting karena sangat berdampak pada
usaha yang dibangun tersebut.
5) Banyaknya kemampuan diri yang harus diasah. semisal manajemen SDM,
manajemen finansial, manajemen diri (keseimbangan kerja dengan kehidupan
pribadi).

B. Dorongan untuk merintis usaha


Di Amerika ada budaya keinginan seseorang untuk menjadi bos sendiri, memiliki
peluang individual, menjadi sukses dan menghimpun kekayaan, ini semua merupakan
aspek yang utama dalam mendorong berdirinya kegiatan kewirausahaan. Di negara
lain mungkin motivasi mendirikan bisnis bukan mencari uang yang utama akan tetapi

3
ada motif-motif lain dibalik itu. Ada pula motivasi menjadi wirausaha didorong oleh
lingkungan yang banyak dijumpai berbagai macam perusahaan seperti di daerah
Silicon Valley (California). Lingkungan seperti ini sangat mendorong pembentukan
kewirausahaan.
Di lingkungan Silicon Valley dijumpai ratusan perusahaan kebanyakan bergerak
dalam bidang komputer dan elektronik yang selalu menghasilkan produk-produk
baru. Mereka bersaing secara rutin, dan kondisi mereka selalu stabil, mereka tidak
terorganisasi dalam alam birokrasi. Situasi organisasi semacam ini oleh para ahli
diistilahkan dengan ‘adhocracy‘ sebagai lawan dari birokrasi. Ada pekerjaan
spesialis, sedikit ikatan komando, tidak ada struktur organisasi yang jelas.
Pengambilan keputusan bersifat desentralisasi. Mereka memiliki budaya kerja tinggi,
saling percaya, penuh keyakinan. Semua ini membuat pekerjaan sangat efektif.
Dalam aspek lain keberanian membentuk kewirausahaan didorong oleh guru
sekolah, sekolah yang memberikan mata pelajaran kewirausahaan yang praktis dan
menarik dapat membangkitkan minat siswa untuk berwirausaha, seperti di negara
maju. Dorongan membentuk wirausaha juga datang dari teman sepergaulan,
lingkungan famili, sahabat dimana mereka dapat berdiskusi tentang ide wirausaha
masalah yang dihadapi dan cara-cara mengatasi masalahnya. Pendidikan formal dan
pengalaman bisnis kecil-kecilan yang dimiliki oleh seseorang dapat menjadi potensi
utama untuk menjadi wirausaha yang berhasil. Oleh sebab itu dikatakan entrepreneur
are not born-they develop. (Hisrich-Peters, 1995)

C. Latar Belakang Wirausaha


Secara umum latar belakang seseorang ingin menjadi wirausahawan antara lain:
adanya kebutuhan untuk berhasil, keinginan untuk mengambil resiko, dan percaya
diri :

1. Kebutuhan untuk berhasil

4
Tiap-tiap orang berbeda dalam tingkat kebutuhan atas suatu keberhasilan yang
ingin dicapainya. Ada orang yang merasa cukup puas dengan status yang dimiliki
saat ini, sebaliknya ada juga orang yang menginginkan keberhasilan yang tinggi.
David McClelland, seorang psikolog menemukan bahwa ada hubungan atau korelasi
positif antara kebutuhan akan keberhasilan dan aktivitas wirausaha. Menurut
pendapatnya, seorang wirausaha memiliki tingkat kebutuhan akan keberhasilan yang
lebih tinggi daripada orang lain. Karakteristik wirausahawan tersebut tampak dari
kepribadian yang ambisius.

2. Keinginan untuk mengambil resiko

Wirausaha memiliki resiko yang berbeda-beda antara satu dan yang lainnya. Ada
yang berani mengmbil resiko dengan menginvestasikan uang miliknya, ada pula yang
mempertaruhkan karier yang telah dirintisnya. Tekanan dan waktu yang dibutuhkan
untuk memulai dan menjalankan bisnisnya juga mendatangkan resiko bagi
keluarganya.

3. Percaya Diri

Bila orang memiliki kepercayaan diri yang besar, mereka akan merasa mampu
untuk menghadapi tantangan yang ada. J.B Rotter, seorang psikolog mengatakan
bahwa seorang wirausaha yang mempercayai bahwa kesuksesan tergantung pada
usaha mereka sendiri mempunyai pengendalian yang disebut internal locus of
control (kepercayaan bahwa kesuksesan seseorang tergantung pada usahanya sendiri).
Sebaliknya bila seorang wirausaha merasa bahwa hidupnya dikendalikan oleh
besarnya keberuntungan atau nasib, mempunyai pengendalian yang disebut external
locus of control. Hal lain yang melatarbelakangi seseorang untuk menjadi wirausaha
adalah adanya keinginan dari dalam diri yang kuat untuk berbisnis.

5
D. Faktor Kritis Untuk Memulai Usaha Baru
Ada beberapa faktor kritis yang berperan dalam membuka usaha baru yaitu:
1) Faktor Personal

Faktor personal merupakan faktor yang menyangkut aspek dari dalam individu
seseorang. Minat seseorang terhadap suatu obyek diawali dari perhatian seseorang
terhadap obyek tersebut. Minat merupakan sesuatu hal yang sangat menentukan
dalam setiap usaha, maka minat perlu ditumbuh kembangkan pada diri setiap
individu. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan tumbuh dan berkembang sesuai
dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor personal yang menjadi
pendorong seseorang untuk berminat berwirausaha sendiri meliputi keinginan
berprestasi, pengalaman, pendidikan, pendapatan, hargadiri dan rasa senang.

2) Faktor Sociological

Faktor sociological merupakan faktor yang menyangkut masalah dengan hubungan


keluarga. Lingkungan Keluarga adalah kelompok masyarakat terkecil yang terdiri
dari ayah, ibu, anak, dan anggota keluarga yang lain. Keluarga merupakan peletak
dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, disinilah yang memberikan
pengaruh awal terhadap terbentuknya kepribadian. Berkaitan dengan hubungan
keluarga, maka peran keluarga sangat penting dalam menumbuhkan minat anak.
Orang tua merupakan pendidik pertama dan sebagai tumpuan dalam bimbingan kasih
sayang yang utama, maka orang tualah yang banyak memberikan pengaruh dan
warna kepribadian terhadap seorang anak. Dengan demikian mengingat pentingnya
pendidikan di lingkungan keluarga, maka pengaruh di lingkungan keluarga terhadap
anak dapat mempengaruhi apa yang diminati oleh anak. Faktor sociological yang
menjadi pendorong seseorang untuk berminat berwirausaha sendiri meliputi adanya
hubungan dengan relasi/orang lain, adanya tim yang dapat diajak bekerja sama dalam
berwirausaha, adanya dorongan dari orang tua untuk membuka usaha, dan adanya
bantuan dari famili dalam berbagai kemudahan.

6
3) Faktor Environmental

Environmental merupakan hubungan yang menyangkut dengan lingkungan


masyarakat. Masyarakat dalam hal ini yakni masyarakat sebagai pergaulan hidup
manusia atau sehimpunan orang yang hidup bersama dalam suatu tempat dengan
ikatan-ikatan aturan yang tentu. Lingkungan Masyarakat merupakan lingkungan
diluar lingkungan keluarga baik di kawasan tempat tinggalnya maupun dikawasan
lain. Masyarakat yang dapat mempengaruhi minat berwirausaha dalam bidang
tertentu, antara lain; tetangga, saudara, teman, kenalan, dan orang lain. Dalam
lingkungan ,pastinya akan ada persaiangan yang timbul antara orang yang satu
dengan orang yang lain untuk mencapai suatu keadaan yang lebih baik yakni sukses
berwirausaha. Faktor environmental yang menjadi pendorong seseorang untuk
berminat berwirausaha sendiri meliputi adanya peluang usaha, adanya sumber-
sumber yang bisa dimanfaatkan, adanya persaingan dalam kehidupan dan pernah
mengikuti latihan-latihan atau inkubator bisnis.

E. Model Proses Kewirausahaan


Kontribusi penting lainnya terhadap teori kewirausahaan diberikan oleh Moore
(1986), berupa model proses kewirausahaan, yang dipaparkan dalam “Understanding
Entrepreneurial Behavior,” dalam J. A. Pearce II and R. B. Robinson, Jr., eds.,
Academy of Management Best Papers Proceedings, 46 th Annual Meeting of the
Academy of Management, Chicago, 1986. Secara umum model ini menggambarkan
bahwa proses kewirausahaan memuat 4 (empat) faktor : (a) pribadi; (b) sosial
keluarga; (c) lingkungan; dan (d) organisasi, terhadap 4 (empat) tahapan: (1) inovasi;
(2) inisiasi; (3) implementasi; dan (4) pertumbuhan. Pada Gambar 1 berikut ini,
disajikan Model Proses Kewirausahaan. Dollinger (1995) telah mengenalkan istilah
lain untuk pengertian “trigerring event” dengan istilah “impetus for
entrepreneurship”. Sebagai catatan, tahapan pada model Moore “trigerring event”
digunakan istilah inisiasi.

7
Tahap Inovasi dipengaruhi oleh Faktor Pribadi dan Faktor Lingkungan. Faktor
Pribadi meliputi : pencapaian, locus of control, kemampuan untuk melihat peluang,
toleransi, pengambilan risiko, nilai-nilai pribadi, pendidikan, dan pengalaman. Faktor
Lingkungan meliputi: peluang, model peran, dan kreativitas.
Tahap Inisiasi dipengaruhi oleh Faktor Pribadi, Faktor Sosiologis
(keluarga/pertemanan), dan Faktor Lingkungan. Faktor Pribadi meliputi :
pengambilan risiko, ketidakpuasan kerja, kehilangan pekerjaan, pendidikan, usia, dan
komitmen. Faktor Sosiologis (keluarga/pertemanan) meliputi: jaringan, berkelompok
(bantuan, kerjasama, tim), orang tua, keluarga, dan model peran. Faktor Lingkungan
meliputi : kompetisi, sumberdaya, inkubator, dan kebijakan pemerintah.
Tahap Implementasi dipengaruhi oleh Faktor Pribadi, Faktor Sosiologis
(keluarga/pertemanan), dan Faktor Lingkungan. Faktor Pribadi meliputi :
wirausahawan, pemimpin, manajer komitmen, dan visi. Faktor Sosiologis
(keluarga/pertemanan) meliputi : jaringan, berkelompok (bantuan, kerjasama, tim),
orang tua, keluarga, dan model peran. Faktor Lingkungan meliputi : pesaing,
pelanggan, pemasok, investor, banking, sumberdaya, dan kebijakan pemerintah.
Tahap Pertumbuhan dipengaruhi oleh Faktor Pribadi, Faktor Organisasi, dan
Faktor Lingkungan. Faktor Pribadi meliputi : wirausahawan, pemimpin, manajer
komitmen, dan visi. Faktor Organisasi meliputi : kelompok, strategi, struktur, budaya,
dan produk. Faktor Lingkungan meliputi : pesaing, pelanggan, pemasok, investor,
banking, sumberdaya, dan kebijakan pemerintah.

8
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari materi diatas yaitu Untuk membangun minat
kewirausahaan seseorang harus terlebih dahulu mulai dari kebiasaankebiasaan positif,
Dengan memiliki sikap yang hebat, anda akan menciptkan lingkungan yang bagus
bagi diri sendiri. Sikap yang hebat juga sebagai magnet dalam meraih kesuksesan
Motivasi Wirausaha berpengaruh positiv terhadap Jiwa Wirausaha, semakin tinggi
motivasi seseorang maka jiwa wirausahanya akan semakin kuat. artinya bahwa
variabel Motivasi wirausaha berpengaruh secara signifikan terhadap Jiwa
Wirausaha.Mental Wirausaha berpengaruh positiv terhadap Jiwa Wirausaha, semakin
tinggi dan kuat mental seseorang maka jiwa wirausahanya akan semakin kuat.
Begitupun dengan tugas kuliah kewirausahaan dari dosen, mahasiswa harus
mengerjakannya dengan keuletan dan kedisiplinan mahasiswa dengan
mempertimbangkan dan menerima segala resiko dari hasil mengerjakan tugas itu.
B. Saran

Kami menerima saran dan kritikan dari teman-teman mahasiswa untuk menambah
makalah ini semakin bermanfaat dan memberikan tambahan wawasan dan
pengetahuan kami. Dan tak lupa, kami mohon kepada Dosen Penyaji materi untuk
meluruskan dan memperjelas paparan makalah kami.

9
DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, N. dan Hoffman, A. 2007. A Framework for Addressing and Measuring


Entrepreneurship. Entrepreneurship Indicator Steering Group. OECD. Paris,
20 November 2007.

Alma, Buchari. (2005). Kewirausahaan. Bandung : Alfabeta.

Yuda, Alfi. (2021). Kewirausahaan. (Online). Saintif.com. Moondaggiesmusic.com.


[Di akses pada tanggal 15 Februari 2022]

10