Anda di halaman 1dari 6

FORMULASI TABLET EFFERVESCENT DARI EKSTRAK GINSENG JAWA

(Talinum paniculatum)
DENGAN VARIASI KADAR PEMANIS ASPARTAM

Hady Anshory, Yandi Syukri, Yenita Malasari


Jurusan Farmasi F MIPA Universitas Islam Indonesia

ABSTRAK

Formulation of Effervescent tablet of Talinum paniculatum have been studied. Talinum


paniculatum extract was made by infundation method using aqua as solvent. The extract powder
was made by spray drying method of liquid extract obtained. Effervescent tablets were made with
aspartame as sweetener with concentration 3%, 3.5%, 4% respectively. Effervescent tablets were
of uniformity of weight, hardness, friability, solubility time and the taste. The result show that
concentration of aspartame were not affects the physical characteristic of effervescent tablet. There
are 70% of respondents has good respond to all formula of effervescent tablet.

Key words : Talinum paniculatum, aspartame, effervescent, physical characteristic.

PENDAHULUAN
Ginseng merupakan salah satu anugerah terbaik alam kepada manusia. Bagi bangsa
Cina, mereka percaya ginseng mempunyai khasiat yang ajaib. Semakin tua ginseng, dipercayai
semakin besar khasiatnya. Ginseng digunakan untuk meningkatkan daya tahan fisik dan mental
manusia, menambah tenaga, menstabilkan fisiologi badan, menurunkan kadar kolesterol, dan
mencegah penyakit kanker. Selain itu, peranan tradisional ginseng adalah meningkatkan
keharmonisan seks. Ginseng juga menguatkan fisikal tubuh untuk melawan keletihan. Hasil
penelitian menunjukan bahwa penggunaan ginseng secara teratur membawa manfaat untuk
penyakit al
zhemer
’s(penyakit kehilangan ingatan), menangani penyakit diabetes (menurunkan
kandungan gula dalam tubuh), mengatasi masalah penuaan (aging process), dan menguatkan
sistem kekebalan tubuh (Hidayat, 2005). Ginseng telah dikenal luas di Korea, Cina, dan Rusia
sebagaiobat“
dewa”penj
agat
ubuhagarawetmuda,memul
i
hkangai
rahseksual
,meni
ngk
atkan
konsentrasi, dan menormalkan kondisi tubuh yang sedang tidak berada dalam kondisi yang
semestinya (Olivia et al, 2006). Nugroho (2001) melakukan penelitian tentang khasiat dan
keamanan ginseng jawa (Talinum paniculatum) dan diperoleh kesimpulan bahwa ginseng jawa
aman berdasarkan uji toksisitas akut. Ekstrak ginseng jawa dapat menambah kebugaran, selain itu
juga dapat menaikkan jumlah dan motilitas spermatozoa, menaikkan kadar testosteron dan
menambah kualitas lapisan spermatogenesis tikus putih. Namun penelitian yang ekstensif
mengenai pengembangan formula dari ekstrak ginseng jawa belum banyak dilaporkan. Untuk itu
perlu dikembangkan dalam bentuk sediaan tablet effervescent.
Tablet effervescent menawarkan suatu bentuk sediaan yang unik dan menarik untuk
dibuat. Selain itu, effervescent juga memberikan rasa yang menyenangkan akibat proses
karbonisasi. Penambahan pemanis juga sering di formulasikan dalam tablet effervescent yang
dapat membantu menutupi rasa yang kurang menyenangkan dari obat. Ginseng jawa memiliki rasa
dan bau khas yang kurang sedap ketika dikonsumi, oleh karena itu dalam penelitian ini dibuat
formulasi tablet effervescent ekstrak ginseng jawa dengan aspartam sebagai bahan pemanis

43
tambahan.
Penggunaan bahan pemanis aspartam dalam formulasi tablet effervescent dimaksudkan
untuk menutupi rasa tablet yang kurang baik dan membuat produk menjadi lebih menarik sehingga
akan diperoleh rasa manis tanpa rasa pahit atau metalic aftertaste (Pulungan, 2004). Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan kadar pemanis aspartam yang menghasilkan tablet effervescent
dengan kualitas fisik yang baik serta rasa yang menyenangkan.

METODE PENELITIAN
Bahan
Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu simplisia kering akar Ginseng
Jawa (Talinum paniculatum) dari daerah Kaliurang-Yogyakarta, bahan lain yang digunakan adalah
asam sitrat, asam tartrat, natrium bikarbonat, aspartam, manitol, PEG 4000. Kecuali dinyatakan lain
bahan yang digunakan memiliki kualitas farmasetis.
Alat
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah panci infusa, Spray Drying (Buchi Mini
Spray Dryer B-290), neraca elektrik (Metler Toledo type PL303), seperangkat alat gelas (pyrex),
oven (Memert), mesin tablet single punch (Korch type EK O), Hardness Tester (Vanguard type YD-
2), Friability Tester (Erweka type T-200), alat penghisap debu (lux).

Preparasi Akar Ginseng Jawa


Bagian akar ginseng jawa yang telah dikeringkan, dihaluskan dengan blender kemudian disari
menggunakan cara infundasi. Ekstrak cair yang diperoleh dikeringkan menggunakan alat Spry
Drying sehingga dihasilkan serbuk ekstrak kering.
Pembuatan Tablet effervescent ekstrak ginseng jawa
Formulasi tablet effervescent ekstrak ginseng jawa dibuat sesuai dengan formula yang ditunjukkan
pada tabel 1. Serbuk kering ekstrak ginseng jawa dicampur dengan manitol kemudian berturut-turut
ditambahkan asam sitrat, asam tartrat dan natrium bikarbonat. Campuran diaduk sampai homogen
kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 70ºC selama 45 menit. Campuran diayak dengan
ukuran mesh 40, selanjutnya di tambahkan PEG 4000 dan pemanis aspartam, campuran diaduk
sampai homogen dan dicetak menggunakan mesin cetak tablet single punch (Korch type EK O).
Tabel 1. Formula Tablet Effervescent Ekstrak Ginseng Jawa
Formula I Formula II Formula III
Bahan (mg) 3% aspartam 3,5% aspartam 4% aspartam
Ekstrak kering 150 150 150
Asam sitrat 270 270 270
Asam tartrat 540 540 540
Natrium bikarbonat 850 850 850
PEG 4000 40 40 40
Aspartam 60 70 80
Manitol 90 80 70

44
Uji Kualitas Tablet Effervescent
Uji sifat fisik granul. Sebelum granul dicetak, terlebih dahulu dilakukan uji sifat fisik
granul yang meliputi kecepatan alir, sudut diam, pengetapan, dan densitas massa
Kecepatan alir. Granul seberat 100 gram dituang perlahan-lahan kedalam corong yang
tertutup bagian bawahnya lewat tepi corong. Buka tutup corong secara perlahan-lahan biarkan
granul mengalir keluar. Dicatat waktu yang diperlukan (detik) dengan stop watch sampai semua
granul melewati corong (Parrott, 1971). Kecepatan alir granul yang baik adalah lebih dari 10
gram/detik (Carstensen dan Chan, 1977).
Sudut diam. Granul seberat 100 gram dituang secara perlahan melalui dinding corong.
Buka penutup corong dan biarkan granul mengalir. Ukur tinggi kerucut dan jari-jari kerucut yang
h
terbentuk. Sudut diam dihitung berdasarkan rumus berikut : Tg α=
r
Pengetapan. Granul dituang pelan-pelan kedalam gelas ukur sampai volume 100 ml dan
dicatat sebagai Vo. Gelas ukur dipasang pada alat dan motor dihidupkan. Catat perubahan volume
pada tap ke 5, 10, 15 dan seterusnya sampai volume granul konstan dan dicatat sebagai Vt.
Kemudian bobot granul ditimbang. Pengurangan volume granul akibat pengetapan dinyatakan
sebagai harga Tap (%) (Fassihi & Kanfer, 1986).
Vo Vt
%T = x100%
Vo
Densitas massa. Gelas ukur 100 ml ditimbang, granul dimasukkan kedalam gelas ukur
hingga volumenya mencapai 100 ml lewat tepi gelas ukur. Gelas ukur yang sudah diisi granul
tersebut kemudian ditimbang. Densitas granul tersebut dihitung dengan rumus berikut.
(bobot gelas ukur granul) bobot gelas ukur kosong
P=
volume gelas ukur

Uji Sifat Fisik Tablet.


Untuk mengetahui kualitas tablet yang telah dicetak, maka dilakukan uji sifat fisik tablet yang
meliputi, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu larut.
Keseragaman bobot. Dua puluh tablet effervescent ditimbang satu persatu dengan
_
neraca elektrik. Kemudian dihitung harga rata-rata ( x ), Standar Deviasi (SD) dan persen
penyimpangan bobot. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan persyaratan yang ada dalam
Farmakope Indonesia (Anonim, 1979).
Kekerasan. Sebuah tablet diletakkan pada alat hardness tester (Vanguard type YD-2)
Alat ini secara otomatis akan menentukan kekerasan tablet yang kemudian hasilnya dapat dilihat
dari angka yang muncul pada alat tersebut. Dilakukan terhadap 10 tablet.
Kerapuhan. Dua puluh tablet dibebas debukan dengan aspirator kemudian ditimbang lalu
dimasukkan ke friability tester (Erweka type T-200) Alat dihidupkan dan diputar dengan kecepatan
25 rpm selama 4 menit. Setelah selesai tablet dikeluarkan dari alat dibebasdebukan dan ditimbang
lagi. Dihitung persentase bobot tablet yang berkurang dari bobot tablet mula-mula.
Waktu larut. Sebuah tablet dimasukkan ke dalam air dengan volume 200 ml pada suhu

45
sekitar 25°C. Waktu dicatat dengan stop watch sampai tablet hancur dan larut semua.
Uji Tanggapan Rasa
Uji tanggapan rasa dilakukan dengan memberikan angket pada 20 orang responden yang telah
meminum tablet tersebut untuk menilai rasa dari tablet effervescent yang dibuat. Data yang
diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui tanggapan responden terhadap rasa tablet
effervescent ekstrak ginseng jawa.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Sifat Fisik Granul. Hasil uji sifat fisik granul yang meliputi kecepatan alir, sudut diam,
pengetapan dan densitas massa menunjukkan bahwa semua formula memiliki sifat fisik granul
yang baik. Hasil uji sifat fisik granul ditunjukkan pada table 2. Kecepatan alir granul yang dibuat
berkisar antara 17 g/det sampai 19 g/det (Tabel 2). Hasil yang diperoleh tersebut lebih besar dari
batas toleransi minimum, yaitu 10 g/det, sehingga diharapkan apabila masa granul tersebut dicetak
dengan mesin pencetak tablet akan dihasilkan tablet dengan keseragaman bobot yang baik.
Sudut diam granul yang baik adalah antara 25-45º (Voigt,1984), uji ini merupakan
rangkaian dari uji waktu alir yang bertujuan untuk mengetahui baik tidaknya kecepatan alir granul.
Semua formula memenuhi persyaratan sudut diam yang optimal (table 2). Pengetapan
menunjukkan penurunan volume granul akibat hentakan dan getaran. Besar kecilnya indeks
pengetapan dipengaruhi oleh bentuk granul, kerapatan dan ukuran granul. Semakin besar indeks
pengetapan mengakibatkan sifat alir yang kurang baik, pada formula III menunjukkan indeks
pengetapan yang paling besar (tabel 2) sehingga berpotensi meurunkan kecepatan alir granul.
Densitas massa merupakan perbandingan antara bobot dan volume granul. Semakin
besar densitas massa granul maka semakin mudah granul mengalir. Formula I memiliki densitas
yang paling besar dibanding dengan formula lainnya yaitu 0,63 g/ml (tabel 2).

Tabel 2. Hasil Uji sifat Fisik Granul Tablet Effervescent Ekstrak Ginseng Jawa
Sifat Fisik Formula I Formula II Formula III
(Aspartam 3%) (Aspartam 3,5%) (Aspartam 4%)
Kecepatan alir (g/dtk) 19,2 ± 1,4 18,4 ± 0,9 17,9 ± 0,6
Sudut diam (º) 29,9 ± 0,6 30,4 ± 2,4 32,3 ± 0,3
Pengetapan (%) 11,3 ± 0,3 12,5 ± 0,5 14,8 ± 0,8
Densitas massa (g/ml) 0,63 ± 0,05 0,51 ± 0,02 0,51 ± 0,00

Sifat fisik tablet. Pelaksanaan uji sifat fisik tablet effervescent seluruhnya dilakukan di
ruang dengan kelembaban relatif 40%, hal tersebut untuk menghindari pengaruh kelembaban
karena sifat dari tablet effervescent yang dihasilkan sangat higroskopis sehingga dikhawatirkan
dapat berpengaruh pada hasil uji.
Kekerasan tablet effervescent ekstrak ginseng jawa diperoleh bahwa hasil uji memenuhi
persyaratan mutu kekerasan tablet yang baik, yaitu masuk dalam range 4-8 kg (Banker dan
Anderson, 1986) (tabel 3). Antara formula I, II dan III, kekerasan tablet tidak menunjukkan
perbedaan yang bermakna setelah di analisis dengan menggunakan Analisis variansi satu arah
(ANOVA) (p<0,05).
Kerapuhan tablet juga tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna pada tiap formulasi

46
tablet effervescent yang dibuat, namun prosentase kerapuhan yang dihasilkan tiap formula
memenuhi syarat mutu tablet yang baik yaitu di bawah 1% (Banker dan Anderson, 1986).
Kerapuhan yang paling kecil diperoleh dari formula III (tabel 3). Kerapuhan merupakan gambaran
dari kekuatan ikatan partikel dari bahan-bahan pembentuk tablet, semakin kompak ikatan antar
penyusun tablet tersebut maka tablet akan semakin tahan terhadap proses pengikisan. Terdapat
hubungan antara kekerasan tablet dan kerapuhan, yaitu semakin tinggi kekerasan tablet maka
ikatan antar partikel penyusun tablet semakin kuat sehingga kerapuhannya akan semakin kecil.
Begitu pula sebaliknya.
Hasil uji waktu larut tablet dari semua formula menunjukkan bahwa waktu yang
dibutuhkan untuk melarut tidak memenuhi pesyaratan mutu tablet yang baik. Tablet effervescent
yang baik akan larut dalam waktu 1-2 menit, sedangkan waktu larut tablet effervescent tablet
ekstrak ginseng jawa adalah 7-8 menit (tabel 3). Factor yang sangat berpengaruh terhadap waktu
larut tablet effervescent adalah bahan penghancur berupa sumber asam (asam tartrat dan asam
sitrat) dan sumber basa (Natrium bikarbonat). Oleh karena itu dalam proses pencampuran kedua
bahan ini dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak terjadi reaksi dini yang mengakibatkan
terlepasnya CO 2 .

Tabel 3. Hasil Uji Sifat Fisik Tablet Effervescent Ekstrak Ginseng Jawa
Sifat Fisik Formula I Formula II Formula III
(Aspartam 3%) (Aspartam 3,5%) (Aspartam 4%)
Kekerasan (kg) 9,03 ± 0,99 9,39 ± 0,85 9,64 ± 0,76
Kerapuhan (%) 0,56 ± 0,17 0,47 ± 0,09 0,41 ± 0,21
Waktu larut (menit) 7,64 ± 0,20 8,09 ± 0,03 8,42 ± 0,03

Tanggapan responden terhadap tablet effervescent ekstrak ginseng jawa menunjukkan


70% dari seluruh responden menerima rasa tablet dan tidak ada perbedaan bermakna tanggapan
responden terhadap ketiga formula tersebut, namun beberapa saran dan komentar dari responden
agar tampilan dan warna tablet dibuat lebih menarik.

KESIMPULAN
1. Penambahan pemanis aspartam terhadap tablet effervescent ekstrak ginseng jawa
menghasilkan keseragaman, kekerasan dan kerapuhan tablet memenuhi persyaratan
kualitas fisik tablet yang baik, sedangkan waktu larutnya tidak memenuhi persyaratan
kualitas fisik tablet yang baik.
2. Variasi pemanis aspartam 3%, 3,5% dan 4% tidak menghasilkan perubahan sifat fisik
tablet effervescent ekstrak ginseng jawa.
3. Sebanyak 70% responden menanggapi dengan puas rasa ketiga formula tablet
effervescent ekstrak ginseng jawa.

47
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia,
Jakarta: Halaman xxx, 6, 7, 9.

Banker, G. S. Dan Anderson, N. R., 1986, Tablet, Dalam Lachman, L., Lieberman, H. A., Kanig, J.
L. (Eds), Teori dan Praktek Farmasi Industri, Diterjemahkan oleh Siti Suyatmi, UI
Press, Jakarta: Halaman 645-646, 651, 653, 655, 674-679, 697-699, 701-703.

Carstensen, J. T., Chan. P.C., 1977, Flow Rates and Repose Angles of Wet- Processed
Granulation, J. Pharm. Sci, 66(9), p. 1235-1238

Fassihi, A.R., Kanfer, I., 1986, Effect of Compressibility and Powder Flow Properties on Tablet
Weight Variation : Drug Development and Industrial Pharmacy, Twelfth Edition, Marcel
Dekker, New York: Halaman 321-358, 1947-1966.

Hidayat, Syamsul, 2005, Ginseng Multivitamin Alami Berkhasiat, Penebar Swadaya, Jakarta:
Halaman 3, 6-8, 13-15.

Lachman L., Lieberman, H. A., dan Kanig, J. L., 1986, Teori dan Praktek Farmasi Industri,
Diterjemahkan oleh Siti Suyatmi, UI Press, Jakarta: Halaman 645-646, 674-679, 697-
699, 701-703.

Nugroho, Y. A., 2001, Khasiat dan Keamanan Som Jawa,


http://www.digilib.litbang.depkes.go.id/go.php?node=132-jkpkbppk-gdl-res-2001-yun-
198-kolesom (diakses 28 November 2006).

Olivia, F., Alam, S., dan Hadibroto, I., 2006, Seluk-Beluk Food Suplement, PT. Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta, 152-153.

rd
Parrott, E.L., 1971, Pharmaceutical Technology Fundamental Pharmaceutics, 3 Edition, Burgess
Publishing Company, Mineapolis: Halaman 64-66, 73-83.

Pulungan, H., 2004, Membuat Effervescent Tanaman Obat, Trubus agrisarana, Surabaya:
Halaman 18-19

Voigt, Rudolf, 1984, Teknologi Farmasi, Diterjemahkan oleh Soendari Noerono Soewandhi, Gadjah
Mada University Press, Yogyakarta: Halaman 161-162, 553- 555.

48