Anda di halaman 1dari 46

JOBSHEET

SISTEM STARTER
TEKNIK KENDARAAN RINGAN

Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa


Program Keahlian : Teknik Otomotif
Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan
Kompetensi Dasar : Merawat secara berkala sistem starter

Kelas : XI
Nama Peserta : ……………………...........................................
No peserta : ……………………
Pembina / Instruktur : 1. Drs. Hono Suparjo
2. Nanang Lukman, S.Pd
3. Ardi Setyanto, S.Pd
4. Ari Yuga Aswara, S.Pd

Tujuan :
1. Siswa dapat melepas / membongkar motor starter sesuai SOP.
2. Siswa dapat memeriksa kumparan jangkar/armartur
3. Siswa dapat memeriksa kumparan medan/fiel coil
4. Siswa dapat memeriksa sikat arang/brushtle
5. Siswa dapat memeriksa kopling/cluth
6. Siswa memeriksa selenoid/magnetik swicth
7. Siswa dapat merakit/memasang motor starter
8. Siswa dapat mengukur kerugian tegangan pada rangkaian sistem starter

Alaksai Waktu :
1. Instruksi 3(1 x 40’ )
2. Praktik 3( 3 x 40’ )

Alat :
1. Multytester
2. Obeng plu dan minus
3. Kunci T 8 mm
4. Kunci pas ring 10 mm
5. Test lam
6. Growler

Bahan :
1. Baterai
2. Kertas gisik/amplas
3. Sikat arang

Media Praktik :
1. Motor stater
Keselamatan Kerja :
1. Lepas terlebih dahulu kabel baterai minus(negatif) dan plus (positif )
2. Jangan terlalu keras pada saat melepas bagian belakang motor stater agar sikat aran
tidak putus.
3. Perhatikan selektor pada multytester pada saat akan menggunakan apa sudah sesuai
dengan satauan yang akan diperiksa/diukur.
4.

Langakah Kerja Memeriksa Kerugian Tegangan Sistem Starter

1. Memeriksa kabel-kabel baterai

 Periksa hubungan pada klem - klem


kabel baterai Bila hubungan klem - klem
baterai kurang baik (kotor, kendor atau
korosi)  perbaiki
Hasil pemeriksaan ...............................

2. Memeriksa kerugian pada baterai


 Matikan sistem pengapian dengan
melepas kabel pada terminal 1 (-) pada
koil pengapian
 Posisikan multytester pada 50 volt DC
 Pasangkan pingset minus mutytester
ke terminal minus baterai dan positif ke
2 positif
 Ukur tegangan antara terminal-
terminal minus dan plus baterai saat di
start

 Bila tegangan terukur kurang dari 10


volt  isi atau ganti baterai
 Bila tegangan terukur diatas 10 Volt
lanjutkan tes 4
 Hasil pengukuran .................... Volt
 Kesimpulan hasil pengukuran ........
.....................................................

3. Memeriksa kerugian tegangan


3
pengabelan
 Hubungkan plus multytester dengan
terminal 50 selenoid,sedangakan minus
multytester dengan body motor starter
 Ukur tegangan pada terminal “50” saat
mesin di-start
 Hasil pengukuran ............................
 Kesimpulan ...............................

kunci kontak

 Jika tegangan terukur minimal 10 volt 


lanjutkan tes 5
 Jika tegangan terukur kurang dari 10 volt
 periksa rugi tegangan dari kunci kontak
ke solenoid

Memeriksa pengabelan positif baterai


 Ukur tegangan terminal utama starter saat
di “ start”
 Jika selisih tegangan terukur antara tes 3
dan tes 5 kurang dari 0,5 volt 
4. Memeriksa kerugian pengabelan pengabelan sistem starter baik
positif bateraipoitif
 Jika selisih tegangan terukur antara tes 3
dan tes 5 lebih besar dari 0,5 volt 
lanjutkan tes 6
5
5
Memeriksa hubunga brushtle dg angker Memeriksa hubunga brushtle dg angker

Ukur rugi tegangan pada penghantar antara


terminal positif baterai dengan terminal
utama motor starter saat di “start”

Hasil pengukuran ................................

 Jika tegangan terukur tetap “Nol” berarti


baik lanjutkan tes 7
 Jika tegangan terukur lebih besar 0,5 volt
 periksa hubungan dari baterai,
solenoid dan starter

6

 Ukur rugi tegangan antara terminal 30 dan terminal
utama pada solenoid saat starter bekerja.
 Hasil pengukuran ...........................
 Kesimpulan ....................................
 Jika tegangan terukur tetap “Nol”  lanjutkan tes 8.
 Jika tegangan terukur lebih besar dari 0,25 volt
solenoid diperbaiki atau diganti.

7 7
Memeriksa pengabelan negatif baterai
Memeriksa pengabelan negatif baterai
 Ukur rugi tegangan pada penghantar negatif antara
terminal negatif baterai dengan bodi starter saat di
start
 Hasil pengukuran ...............................
 Jika tegangan terukur “nol
rangkaian massa baik.

Jika tegangan terukur lebih dari 0,25 volt


perbaiki hubungan massa dari baterai ke
bodi dan mesin.

8 8
 Ukur arus utama dan tegangan saat mesin
di “start” (tes hubung singkat).
 Pengukuran arus utama dan tegangan
saat mesin di start dengan gigi percepatan
tiga dan rem tangan di tarik, rem kaki di
tekan.
 Bandingkan hasil pengukuran tersebut
dengan buku manual.
 Tes hubung singkat ini hanya di lakukan
maxsimal 5 detik.
Melepas/Membongkar Starter

Bagian-bagian yang diberi oli atau vet

Penjelasan

1 = Berarti diberi gemuk tipis dioles gemuk sedikit sekali asal


merata dan terbentuk lapisan film
2 = Berarti diberi gemuk ringan diberi gemuk cukup dan tidak berlebihan
Tebal lapisan vet  0,1 mm
3.= Berarti diberi gemuk tebal diberi gemuk banyak. Tebal lapisan 
0,5 -1 mm
4.=. Berarti diberi oli ringan diberi gemuk oli sedikit asal merata
dan terbentuk lapisan film
Melepas dan memasang motor starter.

 Lepas klem negatif baterai


 Lepas klem 30 dan 50 pada selenoid
 Lepas motor starter dari dudukannya dengan melepas baut mur pengikatnya
 Mengontrol kodisi gigi roda gaya
 Jika bantalan terakhir starter terdapat dalam rumah kopling, perlu diberi sedikit vet sewaktu
memasang kembali
 Memasang kembali dengan urutan kebalikan dari pelepasan
. Pembongkaran

 Jepit starter pada ragum

 Buka mur pengikat klem kabel utama ke


motor starter

 Lepas baut-mur pemegang solenoid

– Lepas solenoid dari motor starter


Goyang-goyangkan solenoid supaya
plunyernya terlepas dari tuas penggerak
 Buka tutup bantalan

 Dengan lidah pengukur (fluler) periksa


celah samping poros anker antara plat
pengunci dan ujung kerangka (rumah
starter).

 Bandingkan hasil pengukuran dengan


buku petunjuk

 Buka plat pengunci, pegas dan ring/karet

 Buka dua baut panjang dan keluarkan


kerangka ujung komutator

 Dengan sepotong kawat baja lepas


pegas-pegas sikat dan lepas sikat-sikat
dari pemegangnya

– Lepaskan pemegang sikat dari anker

– Buka kerangka kumparan medan dari


rumah penggerak pinion

– Buka tuas penggerak dari rumah


penggerak pinion
– Lepaskan anker dari rumah penggerak
– Dengan alat khusus keluarkan cincin
penyetop dari ring pengunci
– Lepaskan ring pengunci
– Keluarkan pinion beserta kopling jalan
bebas dan poros anker

Membersihkan Komponen-Komponen

 Bersihkan pinion beserta kopling jalan bebas --- tanpa dicuci

 Bersihkan dengan bensin komponen-komponen lainnya -- jangan sampai basah.

 Keringkan komponen yang dicuci -- ring-ring jangan sampai hilang

Pemeriksaan komponen dilaksanakan dengan melihat petunjuk pada halaman berikutnya.

3. Perakitan

 Tempatkan pinion pada poros anker.

 Tempatkan cincin penyetop pada


porosanke

 Pasang ring pengunci

 Dengan ragum tekan ring pengunci


periksa bahwa ring pengunci terpasang
dengan benar

 Dengan obeng, pukul pinion dalam


usaha memasukkan cincin penyetop ke
dalam ring pengunci
 Pasang tuas penggerak pinion pada
rumah penggerak

 Pasang anker beserta pinion pada rumah


penggerak

 Pasang kerangka kumparan medan pada


naker

 Tempatkan pemegang sikat di atas poros


anker

 Dengan sepotong kawat baja pegang


pegas sikat serta pasang sikat pada
pemegang sikat

 Pasang kerangka ujung pada poros


anker dan pasang 2 baut panjang.

 Pasang karet, pegas dan plat pengunci.

 Ukur celah samping anker antara plat


pengunci dan kerangka ujung

 Pasang tutup bantalan dengan dua


sekrup.

 Kaitkan solenoid pada tuas penggerak


Pasang baut / mur pengikat solenoid.
Pasang klem kabel utama ke motor
starter
PETUNJUK

Skema vet

Bagian-bagian yang diberi oli atau vet

Penjelasan

1 = Berarti diberi gemuk tipis dioles gemuk sedikit sekali asal


merata dan terbentuk lapisan film
2 = Berarti diberi gemuk ringan diberi gemuk cukup dan tidak berlebihan
Tebal lapisan vet  0,1 mm
3.= Berarti diberi gemuk tebal diberi gemuk banyak. Tebal lapisan 
0,5 -1 mm
4.=. Berarti diberi oli ringan diberi gemuk oli sedikit asal merata
dan terbentuk lapisan film
A. Mengetes Gulungan Anker

1. Dengan alat tes 110 volt - Ohmmeter - Pipser

Periksa gulungan anker terhadap hubungan


singkat dengan massa ( kumutator dengan
body angker) harus tidak ada hubungan.

Hasil pemeriksaan .............................

Jika ada hubungan singkat dengan massa


anker diganti / diperbaiki

 Periksa hubungan segmen-segmen


pada komutator terhadap kemugkinan
putus pada gulungan(harus ada
hubungan )
 Hasil pemeriksaan ............................
 Kesimpulan .....................................

2. Dengan growler

 Periksa gulungan anker terhadap


hubungan singakt dengan massa
menggunakan growler. Letakkan anker
pada tester dan tempelkan sebilah plat
atau daun gergaji diatas anker 
bila plat bergetar keras, berarti ada
hubungan singakat
 Hasil pemeriksaan .......................

B. Memeriksa komutator, sikat, pemegang sikat dan kopling jalan bebas

 Periksa komutator terhadap kotor


dan terbakar / oksidasi listrik.
bila kotor bersihkan dengan kertas
ersihkan dengan kertas gosok no.
400

 Periksa komutator terhadap


kelonjongan dengan dial indikator
 Hasil pengukuran ..........................
 Periksa diameter komutator dengan
mikrometer / mistar sorong
 bandingkan hasil pengukuran
kelonjongan dan diameter dengan
ketentuan pada buku petunjuk
 hasil pengukuran ...............................

 Periksa segmen-segmen komutator


terhadap kotoran, kebersihan alur-alur
segmen dengan daun gergaji.
 Jika alur-alur segmen kedalamannya
kurang dari minimum perbaiki
dengan daun gergaji atau frais
komutator
 Hasil pengukuran/pemeriksaan ............
.................................................
 Periksa permukaan bidang kontak sikat-
sikat bersihkan
 Ukur panjang sikat-sikat, bandingkan
dengan ukuran minimal pada buku
petunjuk, jika terlalu pendek ganti
dengan yang baru
 Hasil pengukuran ....................
 Kesimpulan ............................
 Periksa tekanan pegas sikat dengan
timbangan tarik bandingkan dengan
ketentuan pada buku petunjuk .
Hasil pengukuran dibaca saat pegas
sikat lepas dari sikat
 Hasil pemeriksaan .........................
 Kesimpulan ..................................

 Periksa pemegang sikat positif


terhadap hubungan singkat dengan
sikat negatif (sikat positif dengan body
rumah sikat) harus tidak ada hubungan
 Hasil pemeriksaan ......................
 Kesimpulan ...............................
 Periksa roda gigi pinion dan poros ulir
memanjang terhadap aus dan cat.
 Periksa kopling jalan bebas
diputar searah jarum jam pinion
berputar bebas; diputar berlawanan
arah jarum jam pinion terkunci
 Hasil pemeriksaan ......................
 Kesimpulan ...............................

C. Mengetes kumparan medan dengan alat tes 110 volt Ac - Ohmmeter - Pipser
 periksa kumparan medan terhadap
kemungkinan putus hubungan
(brushtle positif dengan brushtle positif
) harus ada hubungan.
 Hasil pemeriksaan ......................
 Kesimpulan ................................

 Perikasa kuparan medan terhadap


hubungan singkat dengan massa
(brushtle positif dg body)harus tidak
ada hubungan.
 Hasil pemeriksaan .......................
 Kesimpulan ................................

B. Mengetes Selenoid

Rangkaian hubungan antara solenoid dan Penampang solenoid


motor starter

 Kumparan penarik mendapat massa melalui anker, penampang kawatnya besar, tahanan
kawat ~ 0,4 Ohm
 Kumparan penahan mendapat massa langsung pada bodi solenoid penampang kawatnya
kecil, tahanan kawat ~ 1,1 Ohm
 Tes kumparan penarik.

 Hubungkan tegangan 8 volt diantara


terminal utama bawah ( C )
 Jika plunyer tertarik masuk dengan cepat
dan keras  gulungan baik
 Terinal 50 di hubungkan positif baterai
 Terminal C dihubungkan negatif baterai
 Hasil pemeriksaan ..............................
 Kesimpulan .......................................

 Tes kumparan penahan


 Hubungkan tegangan baterai diantara
terminal 50 dan bodi (massa) solenoid
 Bila plunyer tertarik dan tertahan 
gulungan baik(terminal C dan body
dihubungkan negatif baterai dan terminal
50 di hubungkan positif baterai
 Pinion harus tertarik
 Hasil pemeriksaan ...............................
 Tes pegas pengembali
Tekan plunyer dan kemudian dilepaskan 
plunyer harus dapat kembali dengan cepat

Hasil pemeriksaan ..............................

C. Membongkar Selenoid
– Bersihkan relai starter
– Lepaskan dua baut pengikat rumah
kontrak
Bila pada terminal 50 dan ujung
kumparan penarik disolder pada rumah
kontak, cairkan solderan dan kibas-
kibaskan hingga lepas solderannya .Jaga
cairan jangan sampai menetes kedalam

 Buka rumah kontak dan bersihkan pelat kontak


 Periksa lagi masing-masing gulungan dengan multimeter pada ujung-ujungnya
 Rakit kembali rumah kontrak, waktu merakit posisi kontak harus tepat  jangan sampai
lupa memasang paking dan solderan jangan sampai masuk ke dalam
 Tes solenoid lagi dan pasang kembali pada motor starter dengan urutan kebalikan dan
pelepasannya
TT.PESERTA/SISWA TT.ORANG TT. TANGGAL NILAI
TUA PEMBINA/INSTRUKTUR

Catatan untuk diperhatikan orangtua/walisiswa

………………………………………………
LEMBAR VALUASI

I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) dari kemungkinan
jawaban di bawah ini.
1. Dari gambar berikut dibawah ini ,gambar mana yang menujukkan hubungan arah arus
yang mengalir pada penghantar dan medan magnet yang di timbulkan
a. Gbr 1
b. Gbr 2
c. Gbr 3
d. Gbr 4

2. Gambar mana yang benar menunjukan arah medan magnet pada dua penghantar yang di
alir arus listrik
1
a. Gbr 1 4
b. Gbr 2
c. Gbr 3 2 3
d. Gbr 4

3. Gambar mana menujukan dan arah putar(koppel) kumparan yang benar


a. Gbr 1
b. Gbr 2
c. Gbr 3
d. Gbr 4

4. Pada gambar di bawah yang menujukan motor shunt adalah


a. Gbr 1
b. Gbr 2
c. Gbr 3
d. Gbr 4

5. Pada tabel di bawah ini, mana yang menujukan putaran starter yang benar.
Motor bensin 4 tak Motor diesel 4 tak
a. 60 – 90 rpm 80 – 200 rpm
b. 80 – 200 rpm 60 – 90 rpm
c. 800 – 1000 rpm 600 – 800 rpm
d. 600 – 800 rpm 600 – 800 rp

6. Terminal mana yang selalu berhubungan dengan kumparan penarik.


a. 15 dan 50
b. 50 dan 30
c. 30 dan 15
d. 50 dan C
7. Gambar berikut ini menujukan stater jenis.

a. Starter sekrup
b. Starter dorong
c. Starter dorong dan sekrup
d. Starter anker dorong
8. Mana yang benar dari posisi nomer yang menujukan bagian – bagian motor starter dari
gambar di atas
a. 5 kumparan penarik 6 Kumparan medan
b. 5 Kumparan penahan 7 Kumparan medan
c. 2 Kopling jalan bebas 5 Kumparan penahan
d. 1 Anker 3 Lengan pendorong

9. Fungsi relai starter (kumparan penarik) adalah.


a. Menggerakkan unit pinion dengan arah aksial sehingga pinion terkait dengan roda
gaya
b. Menggerakkan arus baterai ke motor starter dengan arus penggerak yang kecil
c. Menggerakkan unit kopling jalan bebas sehingga berhubungan dengan roda gaya
d. Memutuskan hubungan kopling dengan roda gaya agar tidak terjadi kelebihan beban

10. Rugi tegangan yang di perbolehakan pada kabel starter utama pada saat test hubung
singkat motor starter adalah
a. 0,25 volt
b. 0,5 volt
c. 1 volt
d. 2 volt

II. Jelaskan dengan singkat dan jelas pertanyaan-pertanyaan berikut ini.


11. Jelaskan prinsip kerja sebuah motor seri ?
12. Jelaskan dua faktor yang mempengaruh besarnya gaya putar pada anker ?
13. Sebutkan bagian-bagian pokok sebuah motor seri ?
14. Mengapa pada motor starter, kumparan anker dan kumparan medan di konstruksi saling
berhubungan satu dengan yang lainnya ?
15. Jelaskan kegunaan kopling jalan bebas
16. Sebutkan nama-nama bagian motor starter seperti yang di tunjukan pada gambar berikut ?

17. Jelaskan apa keuntungan starter reduksi bila di bandingkan dengan starter biasa ?
18. Jelaskan cara memeriksa sistem start (test hubungan singkat) pada saat terpasang pada
mobil ?
19. Kesalahan atau gangguan apa yang dapat di ketahui dengan test hubungan singkat
starter ?
20. Bagaimana caranya kita menentukan adanya tahanan seri dalam rangkaian starter ?
LEMBAR JAWABAN

JAWABAN I
1. B 6. D
2. A 7. C
3. D 8. C
4. A 9. B
5. A 10. B
JAWABAN II
11. Arus dialirkan pada kumparan yang terletak diantara katup-katup magnet, pada kumparan
di bangkitkan medan magnet, akibat reaksi medan-madan magnet, timbul gaya (kopel)
sehingga kumparan berputar.
12. – Kekuatan kemagnetan pada katup-katup magnet
 Arus yang mengalir pada anker
13. – Rumah motor dengan sepatu katup dan kumparan medan
 Anker dan kumparan anker, sikat
 Bantalan-batalan
14. Agar arus yang mengalir pada anker dan besarnya medan magnet yang di bangkitkan
pada kumparan medan dapat di sesuaikan dengan beban starter.Pada saat beban motor
starter besar, besar pula arus yang mengalir pada anker dan besarnya kemagnetan yang
terjadi pada kumparan medan, sehingga menghasilakan momen puntir yang besar pada
saat motor starter di blokir (beban penuh).
15. - Selama proses start kopling memindahkan momen puntir yang di hasilkan motor ke
pinion.
 Saat motor telah hidup kopling melepaskan hubungan / gaya yang ada pada roda gaya
dengan pinion.
16. 1. Lengan pendorong 6. Kumparan medan
2. Kopling jalan bebas 7. Kumparan penarik
3. Trminal 30 8. Kumparan penarik

4. Pegas sikat 9. Plat kontal utama

5. Anker 10. Poros gigi ulir memanjang.


17. – Dengan daya yang sama starter reduksi lebih ringan hingga 40 % dari starter biasa
 Ukuran lebih kecil
 Momen puntir lebih besar dengan menggunakan kapasitas baterai yang sama.
18. – Masukan gigi transmisi pada posisi tertinggi
 Injak rem kaki, tarik rem tangan
 Pasang Ampermeter pada kabel start utama
 Pasang Voltmeter antara terminal 30 dan bodi motor starter
 Start motor  5 detik, sambil/baca arus dan tegangan.
 Sesuaikan data pengukuran dengan petunjuk pada buku manual
19. – Keruskan starter
 Kerusakan baterai
 Adanya tahanan seri dalam rangkaian starter
20. – Alat ukur menujukan tegangan jepit baterai normal
 Arus yang mengalir pada saat test hubungan singkat (test beban penuh) menujukan
lebih kecil dari pada petunjuk data manual.

JAWABAN III
Membaca grafik motor starter
21. Jawaban a,b,c,
I (A) U (V) P masuk Kw P keluar Kw  ( effisiensi)
150 11,2 1,68 0,85 0,506
200 10,9 2,18 1,3 0,596
250 10,6 2,65 1,75 0,66
300 10,3 3,09 1,95 0,63
400 9,7 3,88 2,4 0,62
600 8,6 5,16 2,65 0,514
800 7,5 6,0 2.1 0,35
900 6,9 6,21 1,55 0,25
1000 6,3 6,3 0,7 0,11
d. P keluaran = 1,75 Kw  = 0,66
No. Dok
Revisi

JOB SHEEF
SISTEM PENGISIAN(CHARGING SISTEM )
TEKNK KENDARAAN RINGAN

Nama :______________________________

No Peserta/Absen : ______________________________
Program Studi Keahlian : Teknik Otomotif
Kode : 020
Kompetensi : Sistem Pengisian
Job : Servis Sistem Pengisian

Tujuan :
1. Siswa dapat melepas / membongkar motor altenatorr sesuai SOP.
2. Siswa dapat memeriksa kumparan rotor coil
3. Siswa dapat memeriksa kumparan stator coil
4. Siswa dapat memeriksa sikat arang/brushtle
5. Siswa dapat memeriksa diode
6. Siswa memeriksa regulator/cut oaut
7. Siswa dapat merakit/memasang altenator
8. Siswa dapat mengukur kerugian tegangan pada rangkaian sistem pengisian

Alaksai Waktu :
1. Instruksi : (1 x 40’ )
2. Praktik : ( 3 x 40’ )
3. Job prktik : pertemuan .......

Alat :
1. Multytester
2. Test lamp
3. Pena penusuk
4. Kunci pas ring 8 ; 10 mm
5. Tang kombinasi

Bahan :
1. Baterai 12 volt
2. Sikat arang
3. Kabel stop kontak
4. Grease

Media Praktik
1. Altenator
2. Regulator
3. Teriner sistem pengisian
Keselamatan Kerja :
1. Lepas terlebih dahulu kabel baterai minus(negatif) dan plus (positif )
2. Jangan terlalu keras pada saat melepas bagian belakang altenator agar sikat arang
tidak putus.
3. Perhatikan selektor pada multytester pada saat akan menggunakan apa sudah sesuai
dengan satauan yang akan diperiksa/diukur.

I. Langakah Kerja Memeriksa Altenator Dan Regulator

1. Memeriksa/Mengukur Pengisian Dengan Multytester


1.1. Rotor Coil
a. Memeriksa hubungan slipring (cincin) dengan slip ring rotor coil (alat mutytester).
b. Menghubungkan pingset ohmeter kemasing-masing slip ring/cincin rotrocoil.

Hasil pemeriksaan ................................... .......... 3,9 – 4,1 Ώ (Baik / Buruk)


c. Memeriksa hubungan slipring dengan body rotor coil ( alat test lam/lampu
kontrol ).
d. Menghubungkan pingset ohmeter ke slip rin dan satunya ke bodi rotor coil.

Hasil pemeriksaan ................................... (Baik / Buruk)


1.2. Stator Coil
a. Memeriksa hubngan antara ujung-ujung stator coil (alat mutytester).
b. Menghubungkan pingset ohmeter kemasing-masing ujung kumparan rotor coil

Hasil pemeriksaan ................................... (Baik / buruk)


c. Memeriksa hubngan ujung dengan body stator coil
d. Menghubungkan pingset ohmeter ke ujung kumparan rotor coil dan satunya ke
bodi kumparan rotor coil

Hasil pemeriksaan ................................... (Baik / buruk)


1.3. Dioda (alat mutytester).
a. Memeriksa diode positip
Hasil pemeriksaan ................................... (Baik /Buruk)
b. Memeriksa diode negatip
Hasil pemeriksaan ......................................... (Baik / Buruk)
1.4. Sikat (brushtle)
a. Memeriksa kondisi brushtle (sikat arang)
Hasil pemeriksaan ...............................................min. 5,5 mm (Baik / buruk)
1.5. Regulator (alat mutytester).

a. Memeriksa hubungan terminal IG - F


Hasil pemeriksaan ..............................................Terbuka 0 Ώ
Tertutup 11 Ώ (Baik / Buruk)
b. Memeriksa hubungan terminal L - E
Hasil pemeriksaan ...............................................Terbuka 0 Ώ
Tertutup 100 Ώ (Baik / Buruk)
a. Memeriksa hubungan terminal B - E
Hasil pemeriksaan ............................................Terbuka tak terhingga
Tertutup 100 Ώ (Baik / Buruk)
b. Memeriksa hubungan terminal B - L
Hasil pemeriksaan ............................................Terbuka tak terhingga
Tertutup 0 Ώ (Baik / Buruk)
c. Memeriksa hubungan terminal N -E
Hasil pemeriksaan ............................................Kita-kira 23 Ώ (Baik / Buruk)

2. Pengujian Alternator

2.1. Menguji altenator tanpa beban


Hasil pemeriksaan ...................................... (Baik / Buruk)
2.2. Menguji altenator pada kendaraan
Hasil pengujian ......................................... (Baik / Buruk)

3. Isilah pertayaan di bawahi ini singkat jelas !


3.1. Jelaskan mengapa setiap kendaraan di lengkapi dengan sistem pengisian baterai ?
...........................................................................................................................................
..........
3.2. Jelaskan fungsi altenator pada sistem pengisian baterai !
...........................................................................................................................................
..........
3.3. Jelaskan fungsi regulator pada sistem pengisian bbaterai !
...........................................................................................................................................
..........
3.4. Jelakan fungsi diode/retifier pada altenaor !

...........................................................................................................................................
..........
3.5. Jelaskan fungsi brush/sikat pada altenator !
...........................................................................................................................................
..........
3.6. Jelaskan fungsi rotor coil pada altenator !

...........................................................................................................................................
..........
3.7. Sebutkan tiga langkah cara memeriksa/menganalisa sistem pengisian bekerja !
...........................................................................................................................................
..........
3.8. Sebutkan tiga penyebab baterai tekor !
...........................................................................................................................................
..........

IV. Gambarkanlah wiring digram sistem pengisian baterai konvensional di bawah ini !
4. Jelakan cara kerja sistem pengisian pada saat kunci kontak ON,mesin mati !
...........................................................................................................................................
..........
...........................................................................................................................................
..........
...........................................................................................................................................
..........

TT.PESERTA/SISWA TT.ORANG TT. TANGGAL NILAI


TUA PEMBINA/INSTRUKTUR

Catatan untuk diperhatikan orangtua/walisiswa

………………………………………………
No. Dok
Revisi

JOB SHEEF
SERVIS BATERAI
TEKNK KENDARAAN RINGAN

Nama :______________________________

No Peserta/Absen : ______________________________
Program Studi Keahlian : Teknik Otomotif
Kode : 020
Kompetensi :
Job :

Tujuan :
1. Siswa dapat melepas / memasang baterai pada kendaraan .
2. Siswa dapat memeriksa kutup – kutub baterai
3. Siswa dapat memeriksa berat jenis air elektrolit baterai
4. Siswa dapat memeriksa jumlah air baterai
5. Siswa dapat memeriksa kapasitas baterai
6. Siswa memeriksa tegangan / beda potensial baterai
7. Siswa dapat mengisi/charger baterai

Alaksai Waktu :
1. Instruksi : (1 x 40’ )
2. Praktik : ( 3 x 40’ )
3. Job prktik : pertemuan .......

Alat :
1. Multytester
2. Test lamp
3. Hidrometer
4. Baterai tester
5. Bateraicharger
6. Kunci pas ring 8 ; 10 mm
7. Tang kombinasi

Bahan :
1. Baterai 12 volt
2. Sikat arang
3. Kabel stop kontak
4. Grease
5. Baterai
6. Air elektrolit baterai
No. Dok
Revisi

JOB SHEEF
SISTEN PENGAPIAN KONVESIONAL
TEKNK KENDARAAN RINGAN

Nama :______________________________

No Peserta/Absen : ______________________________
Program Studi Keahlian : Teknik Otomotif
Kode : 020
Kompetensi :
Job :

I. Tujuan :
1. Siswa dapat melepas / memasang komponen pengapian kendaraan .
2. Siswa dapat memeriksa tanahan primer koil
3. Siswa dapat memeriksa tahanan skunder koil
4. Siswa dapat memeriksa memeriksa tahan balst koil
5. Siswa dapat memeriksa tahanan kabel tegangan tinggi
6. Siswa memeriksa tegangan / beda potensial baterai
7. Siswa dapat memeriksa/menyetel platinah
8. Siswa dapat memeriksa distributor
9. Siswa dapat memeriksa advan sentrifugal
10. Siswa memeriksa advan vakum
11. Siswa dapat memeriksa/menyetel saat pengapian

II. Alaksai Waktu :


12. Instruksi : (1 x 40’ )
d. Praktik : ( 3 x 40’ )
e. Job prktik : pertemuan .......

Alat :
8. Multytester
9. Test lamp
10.Hidrometer
11.Baterai tester
12.Hands tool
13.Dwel tester
14.Timing light
15.Fuller gauge

Bahan :
1. Platinah
2. Baut paltinah
3. Amplas/kertas gosok
Media prktik :
1. Trainer sistem pengapian
2. Engine stands

3. Mengukur Tegangan

Petunjuk : waktu mengukur tegangan kunci kontak posisi “ON”

1. Mengukur tegangan pol positif dan pol negatif baterai


Hasil pengukuran

Seharusnya Min 12 Volt

Kesimpulan

2. Kunci kontak
Hasil pengukuran

Seharusnya 0 Volt

Kesimpulan

3. Tahanan Ballast
Hasil pengukuran

Seharusnya  5,2 – 6,4 Volt

Kesimpulan

4. koil pengapian (klem + dan klem -)


Hasil pengukuran

Seharusnya  5,6 – 6,8 Volt

Kesimpulan

5. kontak pemutus
Hasil pengukuran

Seharusnya Maks. 0,4 Volt

Kesimpulan

4. Mengukur Tahanan
Petunjuk waktu mengukur tahanan kunci kontak posisi “OFF” dan kontak pemutus keadaan
membuka.

1. Mengukur tahanan pada kunci kontak


Hasil pengukuran :..........
Seharusnya : (0 )
Kesimpulan : ......

2. Mengukur Tahanan Ballast dan koil pengapian

2.1.Tahanan depan (Ballast)

Periksa tahanan Ballast dengan Ohmeter.


Tahanan Ballast di luar (external resistor
1,1 – 1,3 )
Hasil pengukuran ...................
Kesimpulan .........................

Tahanan Ballast di dalam koil pengapian


(internal resistor 0,9 –1,2 )
Hasil pengukuran ...................
Kesimpulan .........................

2.1.Koil pengapian

Periksa tahanan kuparan primer koil


pengapian antara terminal positif (+) dan
negatif (-).
Tahanan primer koil dengan tahanan Ballast di
luar 1,3 – 1,6 
Hasil pengukuran ...................
Kesimpulan .........................

2.3.Tahanan primer koil


Tahanan primer koil pengapian dengan
Tahanan Ballast di dalam koil pengapian 1,5 –
1,9 
Hasil pengukuran ...................
Kesimpulan .........................

Tahanan sekunder coil: antara terminal positif


(+) dan terminal tegangan tinggi.
Tahanan (tanpa internal resistor): 10,7 –
14,5 k
Hasil pengukuran ...................
Kesimpulan .........................

Tahanan (dengan internal resistor)


13,7 – 18,5 k
Hasil pengukuran ...................
Kesimpulan .........................
Periksa tahanan peyekatan antara terminal
positif (+) dan pemegang koil (case coil)
dengan ohmmeter.
Tahanan : tak terhingga.
Hasil pengukuran ...................
Kesimpulan .........................

Hasil pengukuran ...................


Kesimpulan .........................

Mengukur tahanan kontak pemutus


Pada waktu kontak pemutus berhubungan (menutup)

Hasil pengukuran ..........................


Seharusnya (0 ohm )
Kesimpulan .........................................

5.
f. Periksa tahanan setiap penghantar, dari elektroda di dalam tutup
distributor sampai steker busi. Tahanan penghantar tidak boleh melebihi
20 k. Kalau tahanan pada satu penghantar terlalu besar, lepas bagian-
bagian penghantar tersebut dan periksa satu persatu, untuk mencari
bagian yang rusak.
Penghantar tegangan tinggi dengan tahanan yang terlalu besar mengakibatkan mesin sukar
dihidupkan.
1. Menguji koil pengapian dengan melihat loncatan bunga api langsung pada mesin

Melepas kabel tengah tegangan tinggi dari distributor

Mendekatkan ujung kabel dengan tang berisolasi pada masa koil pengapian yang akan
meloncatkan bunga api 6  10 mm

Hasil pengukuran ...................


Kesimpulan .........................

 Menguji koil pengapian dengan koil tester

 Menghungkan klem 15, 1 dan 4 koil pengapian dengan klem 15, 1 dan 4 pada koil
tester
 Menghubungkan koil tester dengan baterai 12 volt

 “ ON “ kan koil tester , maka terjadi loncatan bunga api ( Baik /


Buruk )
 ukur panjang loncatan bunga api maksimal ( Baik /
Buruk )
 Pengujian tahanan isolasi dari koil pengapian bisa dilakukan dengan memperbesar
jarak kontak. Pengujian ini hanya diperbolehkan dalam waktu yang singkat saja.
 Tahanan isolasi yang jelek ditunjukkan dengan loncatan bunga api dari leher menuju
klem 1 atau klem 15
2. Periksa Kelonggaran Poros Governor Dengan Tangan.
Kebebasan maksimal :
Radial  0.02 mm

Aksial  1 mm

Hasil pemeriksaan ...................


Kesimpulan .........................

g. Jika kebebasan radial dapat dirasakan dengan baik, distributor harus


dioverhaul/diganti
h. Periksa keausan pada kam governor. Kam yang beralur terlalu tajam
harus diganti.

Pemeriksaan advan vakum sederhana :

 Lepas tutup distributor

 Lepas slang vakum yang menuju ke distributor pada karburator. Isap slang dengan mulut
dan perhatikan plat dudukan kontak pemutus harus bergerak.

Slang vakum tidak boleh retak atau longgar pada sambungannya

Pemeriksaan advan vakum dengan alat pengetes



Pasang lampu timing dan tachometer


Hidupkan motor, kontrol/ stel saat pengapian


Tambah putaran motor sampai tepat 3500rpm, kemudian lihat saat pengapian


Lepas slang vakum pada distributor, kemudian lihat kembali saat pengapian dengan tepat
3500rpm. Perbedaan saat pengapian dengan/ tanpa advans vakum harus 10-20 0

 Isilah hasil tes pada lembar soal ( hal. 4 )



3500rpm dengan slang vakum (pada
contoh : 28o)

 3500rpm tanpa slang vakum ( pada


contoh : 16o )

Jangan lupa memasang kembali slang vakum setelah tes !

Petunjuk

Apabila advans vakum tidak bekerja dengan benar, pemakaian bensin akan boros, sedang
tenaga motor tetap.

Memeriksa Advan Sentrifugal

Lepas tutup distributor

Putar rotor dengan tangan. Sesuai dengan arah putarannya, rotor harus dapat
berputar 10-15 derajat terhadap pegas governor dan dapat kembali sendiri ke
posisi semula. Jika tidak, governor harus diperbaiki atau diganti baru.

I. Pemeriksaan Saat Pengapiandengan lampu Timing

 Lepas slang vakum dari advans vakum

 Pasang lampu timing dan takhometer

 Lihat tanda pengapian saat putaran idle, kemudian tambah putaran motor perlahan-lahan.
Di bawah 900rpm governor belum boleh bekerja, saat pengapian tidak boleh berubah.

Antara 900-1500rpm, governor harus mulai bekerja. Untuk itu dapat dilihat pada tanda
pengapian yang mulai bergeser ke saat pengapian yang lebih awal.

Tambah putaran motor sampai 4500rpm. Sekarang saat pengapian harus maju 15-30 0

Dilarang menambah putaran lebih dari 4500rpm. Jangan lupa memasang kembali slang vakum
setelah pemeriksaan.
Muka busi biasa. Isolator berwarna kuning
sampai coklat muda, puncak isolator bersih.
Permukaan rumah isolator kotor berwarna
coklat muda sampai abu-abu. Hal ini berarti
kondisi dan penyetelan motor baik!

Elektroda-elektrodda terbakar, pada permukaan


isolator menempel partikel-partikel yang
mengkilat, isolator berwarna putih atau kuning,
itu berarti busi menjadi terlalu panas karena :
 Campuran bahan bakar terlalu kurus

 Kualitas bensin terlalu rendah

 Saat pengapian terlalu awal

 Jenis busi terlalu panas

Isolator dan elektroda-elektroda berje-laga


karena :

 Campuran bahan bakar terlalu kaya

 Jenis busi terlalu dingin

Isolator dan elektroda sangat kotor serta


berwarna coklat muda. Kotoran ini berasal
dari oli motor yang masuk ke ruang bakar
karena :

 Sil pengantar katup aus.

 Cincin torak aus

Busi seperti ini harus diganti, karena bungan


api dapat meloncat melalui isolator yang
pecah.
Elektroda-elektroda aus serta warna kotoran
pada isolator kuning sampai coklat muda
merupakan keausan biasa. Gantilah busi
dengan yang baru! Perhatikan spesifikasi
pada buku manual/katalog busi.

Pemasangan busi

 Ukurlah celah elektroda dengan batang pengukur atau fuler. Jika celah tidak sesuai
spesifikasi, stel dengan membengkokkan pada elektroda massa.

Celah elektroda

Celah elektroda biasanya 0,7-0,8mm (lihat


buku manual/katalog busi)

Celah elektroda terlalu besar, akibatnya

 Kebutuhan tegangan untuk meloncat-


kan bunga api lebih tinggi. Jika sistem
pengapian tidak dapat memenuhi
kebutuhan tsb, motor mulai hidup
tersendat-sendat pada beban penuh.

 Isolator-isolator bagian tegangan tinggi


cepat rusak karena dibebani tegangan
pengapian yang luar biasa tingginya.

 Motor agak sulit dihidupkan.

Celah elektroda terlalu kecil, akibatnya

 Bunga api lemah

 Elektroda cepat kotor, khusus pada


motor 2 tak.
 Kontrol dudukan lepas pada kontak tetap.

Lihat gambar berikut :

baik

miring

miring

tergeser

Penyetelan celah kontak pemutus dengan fuler

 Putar motor dengan tangan sampai kam dengan tumit ebonit dalam posisi seperti pada
gambar.

 Pilih fuler yang sesuai dengan besar celah kontak.

Periksa celah kontak dengan fuler yang bersih.

 Jika celah tidak baik, stel seperti berikut :

 Kendorkan sedikit sekrup-sekrup pada kontak tetap.

Stel besar celah dengan menggerakkan kontak tetap.

Penyetelan dilakukan dengan obeng pada takik penyetel.

Lihat gambar.
Perhatikan pada waktu pemeriksaan celah. Jika fuler tidak dimasukkan lurus, penyetelan akan
salah.

Baik

Salah, fuler terpuntir

Salah, fuler bengkok

Langkah kerja

 Lepas tutup distributor, rotor dan piringan tutup.

 Periksa celah kontak secara visual. Untuk mobil biasanya 0,4-0,5mm. Jika celah kontak
lebih besar atau lebih kecil, stel menurut metode yang sudah dijelaskan pada penyetelan
dengan fuler.

 Pasang pengetes dwel.

Hubungkan kabel sekunder koil ke massa, untuk menghindarkan kerusakan koil dan bagian-
bagian elektronik.
 Start motor dan periksa sudut dwel. Jika salah, stel celah kontak sampai mendapatkan
hasil yang baik dan keraskan sekrup-sekrup pada kontak tetap.

 Pasang kembali, kontrol sudut dwel sekali lagi selama motor hidup (putaran idle).

Petunjuk

Besar sudut dwel untuk motor 4 silinder biasanya 50-60, untuk motor 6
silinder 38-42.

Kadang-kadang ada perubahan pada sudut dwel, yang tergantung pada jumlah putaran motor.
Itu diakibatkan oleh kebebasan plat dudukan kontak dan kebebasan poros governor. Kalau
jumlah perubahan lebih dari 50, distributor harus dioverhaul. Kecuali : Distributor buatan delco
(GM) dan Ducellier (Renault).

Distributor tersebut mengalami perubahan sudut dwel pada saat advans vakum bekerja.
Perubahan itu dikarenakan oleh konstruksinya.

Cara menyetel dengan lampu timing

 Pasang lampu timing dan takhometer

 Kontrol / stel putaran idle

 Lihat saat pengapian pada putaran idle. Tanda pengapian terletak pada puli atau roda
gaya. Jika tanda kotor, bersihkan terlebih dahulu.

 Apabila saat pengapian tidak tepat, kendorkan sekrup pengikat distributor sampai
distributor dapat digerakkan.
 Putar distributor sampai didapatkan saat pengapian yang tepat, kemudian keraskan sekrup
kembali.

Kontrol saat pengapian kembali. Kontrol juga dengan melepas slang vakum dari distributor.
Jika ada perbedaan antara saat pengapian dengan/tanpa slang vakum, penyetelan karburator
salah, atau slang vakum pada karburator disambung salah.

Petunjuk

Perhatikan : jika lampu timing dilengkapi dengan penyetel sudut, penyetel tersebut harus
ditepatkan pada posisi “off” atau 0.

Saat pengapian dalam idle biasanya 5 - 10 sebelum TMA.

Penyetelan saat pengapian biasanya harus pada putaran idle. Bila putaran idle terlalu tinggi,
saat pengapian dimajukan oleh sistem advans di dalam distributor.

Akibatnya, penyetelan menjadi salah.

Putaran idle untuk motor 4 silinder biasanya 750-850rpm, untuk motor 6 silinder 600-750rpm.

Pada mobil-mobil buatan Jerman, Italia, kadang-kadang penyetelan saat pengapian tidak pada
putaran idle.

Lihat cara menyetel dalam buku manual.

Saat pengapian perlu dikontrol setiap 10’000km.

Pada distributor yang dilengkapi dengan oktan selektor (Toyota), penyetelan saat pengapian
dapat dilakukan melalui oktan selektor, dengan memutar baut penyetel. Hal tersebut biasa
dilaksanakan jika kesalahan saat pengapian hanya sedikit.

Di mana letak silinder.pertama (untuk menghubungkan lampu timing)?

Motor sebaris :

Silinder 1 adalah silinder yang paling dekat dengan penggerak poros kam.

Motor bentuk V :

Biasanya silinder-silindernya diberi nomor pada sambungan masuk. Biasanya silinder 1 adalah
juga silinder yang paling dekat dengan penggerak poros kam.
Motor “Boxer” :

Biasanya silinder-silindernya diberi nomor.

Tanda pengapian ada bermacam-macam : pada puli atau pada roda gaya dan dengan
memakai angka atau hanya tanda.

Satu tanda (pada roda gaya atau puli)

Kalau ada hanya satu tanda (pada roda gaya


atau puli), itu menunjukkan tanda saat
pengapian.

Dua tanda (pada roda gaya atau puli)

Untuk menentukan tanda saat pengapian, lihat


arah putaran motor. Tanda yang paling depan
(dalam arah putaran motor) adalah tanda saat
pengapian, tanda berikutnya adalah tanda TMA.

Tiga tanda (pada roda gaya atau puli)

Tanda pertama (dalam arah putaran motor)


adalah tanda untuk mengontrol advans
sentrifugal maksimum. Tanda berikutnya tanda
saat pengapian, berikutnya adalah tanda TMA.

TT.PESERTA/SISWA TT.ORANG TT. TANGGAL NILAI


TUA PEMBINA/INSTRUKTUR

Catatan untuk diperhatikan orangtua/walisiswa

………………………………………………
No. Dok
Revisi

LEMBAR KERJA PRAKTIK KEJURUAN


TEKNIK OTOMOTIF
TAHUN PELAJARAN 2009-2010

Nama :______________________________

No Peserta : ______________________________
Program Keahlian : Teknik Otomotif
Kode : F – 21

Kompetensi : Sistem Penerangan