Anda di halaman 1dari 7

Jurnal SMART Kebidanan, 2020, 7 (2), 101-107 SJKB 2020

DOI: http://dx.doi.org/10.34310/sjkb.v7i2.334 pISSN: 2301-6213, eISSN: 2503-0388


http://stikesyahoedsmg.ac.id/ojs/index.php/sjkb

ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI PELAYANAN ANTENATAL CARE OLEH BIDAN

Ainun Mardhiah
Program Studi D4 kebidanan Institut Kesehatan Helvetia,
Jalan Kapten Sumarsono No.107 Medan Helvetia Sumatera Utara, 082368288884
Email : ainun.syamaun@gmail.com

ABSTRAK

Keberadaan bidan di Indonesia sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan janinnya. Menurut WHO,
setiap tahun sekitar 160 juta perempuan di seluruh dunia hamil. Para ahli menyadari bahwa persalinan akan berjalan lancar
apabila adanya peningkatan pelayanan antenatal care. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pengetahuan,
sikap, lama bekerja dan fasilitas kesehatan memengaruhi pelayanan ANC 10T oleh bidan Di Wilayah Kerja Puskesmas
Teluk Dalam Kabupaten Simeuleu Tahun 2017. Desain penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional.
Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang memberikan pelayanan ANC di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk
Dalam Kabupaten Simeuleu Tahun 2017 berjumlah 32 orang dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis yang
digunakan adalah analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square.Hasil analisis data diperoleh bahwa ada hubungan faktor
pengetahuan, sikap, lama bekerja dan fasilitas kesehatan terhadap pelayanan ANC 10T oleh bidan Di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Dalam Kabupaten Simeuleu yaitu nilai p = 0,049 untuk pengetahuan nilai p = 0,001 untuk sikap, nilai p =
0,01 untuk lama kerja, nilai p = 0,013 untuk fasilitas kesehatan. Ada hubungan faktor pengetahuan, sikap, lama kerja dan
fasilitas kesehatan terhadap pelayanan ANC 10T oleh bidan Di Wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam kebupaten
Simeuleu.

Kata Kunci : fasilitas kesehatan; lama kerja; antenatal care; pengetahuan; sikap

THE ANALYSIS OF INFLUENCING FACTORS OF ANTENATAL CARE SERVICE BY MIDWIVES

ABSTRACT

The existence of midwives in Indonesia is very much needed to improve the welfare of mothers and their fetuses. According
to WHO, every year about 160 million women worldwide become pregnant. The purpose of this study was to determine the
factors of knowledge, attitudes, length of work and health facilities that influence Antenatal Care services by midwives at at
Teluk Dalam Health Center working area, Simeuleu Regency in 2017. The research design used was an analytic survey
with the approach used in this study was cross sectional. The sample used in this study were all midwives who provided
ANC at Teluk Dalam Health Center working area, Simeuleu Regency in 2017 totaling 32 people using saturated sampling
techniques. The analysis used was univariate, bivariate analysis with the chi-square test. The results of the data analysis
showed that there was a relationship between knowledge, attitudes, length of work and health facilities on ANC services by
midwives at Teluk Dalam Health Center working area, Simeuleu Regency, namely p = 0.049 for knowledge, p value = 0.001
for attitude, p value = 0.01 for length of work, p value = 0.013 for health facilities, each variable P value <α = 0.05. The
conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge, attitudes, length of work and health facilities on
ANC services by midwives at Teluk Dalam Health Center working area, Simeuleu Regency .

Keywords : attitude; health facilities; knowledge; length of work; ANC services

Jurnal SMART Kebidanan licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

101
Mardhiah, Analisis Faktor yang Memengaruhi Pelayanan Antenatal Care
SJKB, Vol. 7, No.2, Des 2020, 101-107

LATAR BELAKANG segala intervensi atau penanganan tidak tepat


Keberadaan bidan di Indonesia sangat dari komplikasi tersebut. kematian ibu tidak
diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan langsung merupakan akibat dari penyakit yang
ibu dan janinnya. Bidan adalah orang pertama sudah ada atau penyakit yang timbul sewaktu
yang melakukan penyelamat kelahiran kehamilan yang berpengaruh terhadap
sehingga ibu dan bayinya lahir dengan kehamilan, misalnya malaria, anemia,
selamat. Tugas yang diemban oleh bidan HIV/AIDS dan penyakit kardiovaskuler
berguna untuk kesejahteraan manusia (Purwoastuti & Walyani, 2015).
khususnya ibu. Keberhasilan upaya kesehatan Pelayanan ANC terpadu dan berkualitas
ibu, diantaranya dapat dilihat dari indikator adalah memberikan pelayanan dan konseling
Angka Kematian Ibu (AKI). AKI adalah jumlah kesehatan, termasuk gizi, agar kehamilan
kematian ibu selama masa kehamilan, berlangsung sehat, melakukan deteksi dini
persalinan dan nifas yang disebabkan oleh masalah, penyakit, dan penyulit/komplikasi
kehamilan, persalinan, dan nifas atau kehamilan, menyiapkan persalinan yang bersih
pengelolaannya tetapi bukan karena sebab- dan aman, merencanakan antisipasi dan
sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika
lain-lain (Indonesia, 2015). terjadi penyulit/komplikasi, melakukan
Kematian ibu atau kematian maternal penatalaksanaan kasus serta rujukan cepat
adalah kematian seorang ibu sewaktu hamil dan tepat waktu bila diperlukan, melibatkan ibu
atau dalam waktu 42 hari sesudah berakhirnya dan keluarganya terutama suami dalam
kehamilan, tidak bergantung pada tempat atau menjaga kesehatan dan gizi ibu hamil,
usia kehamilan. Menurut WHO, setiap tahun menyiapkan persalinan dan kesiagaan bila
sekitar 160 juta perempuan di seluruh dunia terjadi penyulit/komplikasi (Chalid, 2015).
hamil. Sebagian besar kehamilan ini Para ahli menyadari bahwa persalinan akan
berlangsung dengan aman. Namun, sekitar berjalan lancar apabila adanya peningkatan
15% menderita komplikasi berat, dengan pelayanan antenatal care. Hal tersebut terjadi
sepertiganya merupakan komplikasi yang pada tahun 1980-an seiring munculnya safe
mengancam jiwa ibu (Purwoastuti & Walyani, motherhood dan making pregnancy safer
2015). (Rismalinda, 2015). Sebuah program yang
Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia memastikan semua wanita mendapatkan
termasuk sangat tinggi jika dibandingkan perawatan yang dibutuhkan sehingga selamat
dengan AKI di berbagai negara dalam kawasan dan sehat selama kehamilan dan
Asia Tenggara. Seperti di banyak negara persalinannnya (Indonesia, 2015).
lainnya, penyebab utama kematian ibu adalah Wanita yang mengalami keterlambatan haid
perdarahan. Perdarahan merupakan komplikasi minimal satu bulan dan diduga ada kehamilan
persalinan yang dapat terjadi selama sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter
kehamilan dan pascapersalinan. Proporsi kandungan atau bidan. Hal ini perlu dilakukan
kematian yang disebabkan oleh perdarahan untuk mendeteksi secara dini kelainan yang
menempati posisi tertinggi di antara penyebab mungkin timbul agar dapat segera diatasi jika
utama kematian ibu yaitu, eklampsi dan sepsis. memungkinkan (Latief, 2016).
Ironisnya semua penyebab utama tersebut, Upaya dalam mempercepat penurunan
digolongkan sebagai penyulit atau komplikasi angka kematian ibu adalah mendekatkan
yang sebenarnya dapat dihindari apabila pelayanan kebidanan kepada setiap ibu yang
kehamilan dan persalinan direncanakan, membutuhkannya, Khususnya pelayanan
diasuh dan dikelola secara benar (Purwoastuti antenatal care. Untuk mendukung upaya
& Walyani, 2015). kesehatan dan pencapaian sasaran
Kematian ibu dibagi menjadi kematian pembangunan maka diperlukan tenaga
langsung dan tidak langsung. Kematian ibu kesehatan dalam jumlah, jenis dan kualitas
langsung adalah sebagai akibat komplikasi yang tepat dan dapat diandalkan khususnya
kehamilan, persalinan atau masa nifas, dan dalam akselerasi penurunan angka kematian

102
Jurnal SMART Kebidanan, 2020, 7 (2), 101-107 SJKB 2020
DOI: http://dx.doi.org/10.34310/sjkb.v7i2.334 pISSN: 2301-6213, eISSN: 2503-0388
http://stikesyahoedsmg.ac.id/ojs/index.php/sjkb

ibu dan angka kematian bayi (Nurrahmaton, antenatal care kepada ibu hamil. Terdapat 4
2015). bidan yang melaksanakan pelananan ANC
Pelayanan antenatal care harus dengan 10T dan 6 bidan yang melaksanakan
dilaksanakan secara komprehensif, terpadu pelayanan dengan tidak 10T. Dengan alasan
dan berkualitas agar adanya masalah/penyakit bahwa pada temu wicara tidak dilakukan
tersebut dapat terdeteksi dan ditangani secara dikarenakan pada saat dilakukan observasi
dini. Melalui pelayanan antenatal care yang oleh bidan tidak terdapat ibu hamil yang
terpadu, ibu hamil akan mendapatkan mengalami kelainan pada kehamilannya
pelayanan yang telah menyeluruh dan terpadu, sehingga tidak dilakukan temu wicara. Namun
sehingga hak reproduksinya dapat terpenuhi, jika dilihat dari pentingnya suatu temu wicara,
missed opportunity dapat dihindari serta maka sebenarnya temu wicara tersebut tidak
pelayanan kesehatan dapat diselenggarakan harus menunggu adanya kelainan kehamilan.
secara lebih efektif dan efisien (Desi Wijayanti Berdasarkan uraian di atas maka peneliti
ED, 2014). ingin melakukan penelitian dengan judul faktor-
Penilaian terhadap pelaksanaan pelayanan faktor yang memengaruhi pelayanan ANC oleh
kesehatan ibu hamil dapat dilakukan dengan bidan di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam
melihat cakupan K1 dan K4. Pencapaian K1 Kabupaten Simeuleu tahun 2017. Tujuan
dan K4 di Indonesia dari tahun 2005 sampai penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor
dengan 2015 mengalami peningkatan. Pada pengetahuan, sikap, lama bekerja dan fasilitas
tahun 2005 K1 mencapai 88,60% dan K4 kesehatan memengaruhi pelayanan ANC 10T
mencapai 77,10% sedangkan pada tahun 2015 oleh bidan Di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk
K1 mencapai 87,48% dan K4 mencapai Dalam Kabupaten Simeuleu Tahun 2017.
95,75%. Penilaian K4 pada provinsi Aceh
merupakan urutan ke 8 paling rendah di 34 METODE
provinsi Indonesia dengan presentase 75,67%. Desain penelitian yang digunakan adalah
(Indonesia, 2015) Sedangkan data kabupaten survei analitik dengan pendekatan cross
Simeulue untuk persalinan yaitu jumlah ibu sectional (Hidayat, 2011). Populasi dalam
hamil tahun 2016 sejumlah 2.520 orang, K1 penelitian ini adalah seluruh bidan yang
mencapai 50% dan K4 mencapai 40%. memberikan pelayanan ANC dari bulan Januari
Pelayanan antenatal care diberikan kepada sampai Mei di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk
ibu hamil yang dilakukan oleh tenaga Dalam Kabupaten Simeuleu Tahun 2017
kesehatan khususnya bidan di fasilitas dengan jumlah populasi 32 bidan dengan
kesehatan. Proses ini dilakukan selama menggunakan teknik sampling jenuh
rentang usia kehamilan ibu yang (Sugiyono, 2010).
dikelompokkan sesuai usia kehamilan menjadi Pengumpulan data penelitian menggunakan
trimester pertama, trimester kedua dan data primer berisikan tentang pertanyaan
trimester ketiga (Indonesia, 2015). Pengamatan pengetahuan, sikap, fasilitas kesehatan, dan
di lapangan yang dilaksanakan oleh bidan data sekunder berupa data ibu hamil, lama
secara intensif dalam beberapa tahun terakhir, bekerja dan pelayanan ANC. Analisis
memperlihatkan bahwa pelayanan antenatal penelitian mengunakan system komputerisasi,
tidak terfokus pada pelayanan 14T melainkan berupa analisis univariat dan bivariat dengan
terfokus kepada pelayanan 10 T (timbang, menggunakan uji statistik chi-square derajat
tekanan darah, tinggi fundus, tetanus toxoid, kepercayaan 95% (α = 0,05).
tablet tambah darah, presentase janin dan DJJ,
temu wicara, tes laboratorium dan tatalaksana HASIL
kasus) (Indonesia, 2015). Gambaran karakteristik responden pada
Berdasarkan hasil survei awal yang penelitian ini meliputi umur dan pendidikan.
dilakukan peneliti pada bulan Januari Penelitian ini melibatkan 32 responden di
didapatkan 10 bidan melakukan pelayanan

103
Mardhiah, Analisis Faktor yang Memengaruhi Pelayanan Antenatal Care
SJKB, Vol. 7, No.2, Des 2020, 101-107

Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Dalam Tabel 2 menunjukkan bahwa ada pengaruh
Kabupaten Simeuleu. sikap lama bekerja dan fasilitas kesehatan
dengan Pelayanan ANC dengan nilai p
Tabel 1 Karakteristik Responden (n=32) pengetahuan = 0,049, sikap = 0,001, lama
bekerja = 0,01, fasilitas kesehatan = 0,013 (<
Variabel
Jumlah nilai α 0,05). Ada hubungan pengetahuan,
n % sikap, lama kerja, fasilitas kesehatan dengan
Umur pelayanan ANC Oleh Bidan Di Wilayah Kerja
<20 tahun 9 28,1
20-35 tahun 11 34,4 Puskesmas Teluk Dalam Kabupaten Simeulue.
>35 tahun 12 37,5
Pendidikan PEMBAHASAN
D4/S1 17 53,1 Hubungan Pengetahuan Dengan Pelayanan
D1 dan D3 15 46,9 ANC 10T Oleh Bidan Di Wilayah Kerja
Puskesmas Teluk Dalam Kabupaten
Tabel 1 menunjukkan bahwa mayoritas Simeuleu Tahun 2017
umur >35 tahun yaitu 12 orang (37,5%), Pengetahuan adalah hasil pengindraan
pendidikan D4/S1 17 orang (53,1%), manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap
pengetahuan kurang baik 17 orang (53,1%), objek melalui indra yang dimilikinya (mata,
sikap negatif yaitu 19 orang (59,4%), lama hidung, mata, dan sebagainya). Dengan
kerja >3 tahun 24 orang (75,0%), fasilitas sendirinya pada waktu pengindraan sehingga
kesehatan tidak memadai 22 orang (68,8%) menghasilkan pengetahuan tersebut sangat
dan pelayanan ANC tidak 10T 23 orang (71,9). dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan
Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui persepsi terhadap objek. (Notoatmodjo, 2014)
pengaruh pengetahuan, sikap, lama bekerja Pengetahuan bidan juga merupakan hasil
dan fasilitas kesehatan terhadap pelayanan dari tahu yang terjadi setelah melakukan
ANC oleh bidan (Tabel 2). pengindraan terhadap objek tertentu dan
sebagian besar diperoleh melalui mata dan
Tabel 2 Pengaruh Pengetahuan, Sikap, telinga. Pengetahuan bidan sebagian besar
Lama Bekerja dan Fasilitas Kesehatan diperoleh dari masa pembelajaran selama
terhadap Pelayanan ANC oleh Bidan proses pendidikan berlangsung dan
(n=32) pengalaman-pengalaman yang telah didapat
selama masa bekerja. Dengan demikinan,
Pelayanan ANC pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa faktor
10T Tidak Total Nilai
Variabel misalnya pendidikan, pengalaman, dan
10T p
sebagainya. hal ini sejalan dengan hasil
f % f % f %
Penge- penelitian bahwa mayoritas pendidikan
tahuan 7 21,9 8 25 15 46,9 responden berada pada kategori D4 dan S2
Baik 0,049 berjumlah 53,1% dan minoritas pendidikan
Kurang 2 6,3 15 46,9 17 53,1 responden berada pada kategori D1 dan D3
Baik
Sikap
berjumlah 46,9%.
Positif 8 25,0 5 15,6 13 40,6 0,001 Peneliti berasumsi bahwa pengetahuan
Negatif 1 3,1 18 56,3 19 59,4 bidan berpengaruh terhadap pelayanan ANC
Lama 10T. Bidan yang memiliki pengetahun baik
Kerja 5 15,6 2 6,3 8 25,0 maupun kurang cenderung tidak memberikan
0,01
>3 tahun pelayanan ANC dengan 10T kepada ibu hamil.
0-3 tahun 4 12,4 21 65,6 24 75,0
Fasilitas Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor
Kesehatan
6 18,8 4 12,5 10 31,3 0,013 salah satunya tidak mampu melaksanakan
Memadai ANC dengan 10T hanya melaksanakan
Tidak 3 9,3 19 59,4 22 68,7
memadai
beberapa tindakan dalam pemeriksaan ANC
atau pemeriksaan dengan 7T. Dalam

104
Jurnal SMART Kebidanan, 2020, 7 (2), 101-107 SJKB 2020
DOI: http://dx.doi.org/10.34310/sjkb.v7i2.334 pISSN: 2301-6213, eISSN: 2503-0388
http://stikesyahoedsmg.ac.id/ojs/index.php/sjkb

pelayanan ANC bahwa apabila bidan dilaksanakan dan diterapkan dan sebaliknya
melakukan pemeriksaan ANC dengan 10T sikap negatif adalah sikap yang menunjukkan
pada ibu hamil secara lengkap dapat penolakan terhadap suatu objek yang harus
mendeteksi secara dini jika ada komplikasi dilaksanakan dan diterapkan. Sikap bidan
pada ibu dan anak dan juga memperkecil merupakan unsur yang penting dalam
resiko kematian ibu dan bayi. memberikan pelayanan ANC 10T kepada ibu
Berdasarkan uji Chi square yang di peroleh hamil, karena pelayanan yang baik bukan
dalam penelitian (Panjaitan, 2013) dengan hanya didapatkan dari tindakan, ketelitian
judul analisis faktor-faktor yang mempengaruhi petugas, juga perilaku, tetapi sikap petugas
pelaksanaan 10T yang diberikan bidan pada sopan santun serta keramahtamahan dalam
ibu hamil Di Kecamatan Medan Marelan Tahun memberikan pelayanan sehingga masyarakat
2013 diketahui nilai p=0,016 di mana p < 0,05 akan mempunyai kepercayaan yang lebih
yang berarti ada pengaruh pengetahuan bidan terhadap pelaksanaan pelayanan ANC 10T.
dengan pelaksanaan 10 T yang di berikan pada Berdasarkan penelitian terdahulu oleh
ibu hamil. (Novita, 2013) bahwa penelitian ini
Hasill penelitian ini juga sejalan dengan menggunakan uji statistik dengan chi-square
penelitian (Desi Wijayanti ED, 2014) bahwa test diperoleh nilai p=0,034 lebih kecil dari α =
Hasil penelitian dari 62 responden, 88,7% 0,05 dengan demikian hipotesa mengatakan
bidan desa memiliki pengetahuan yang baik ada hubungan antara Sikap dengan
tentang standar pelayanan ANC. 82,3% bidan Pelaksanaan 10T Pada Ibu Hamil Di
desa melakukan pelaksanaan sesuai standar Puskesmas Sim Tim Kecamatan Simeulue
pelayanan Kebidanan yaitu 10 T. Ada Timur Kabupaten Simeulue.
hubungan yang signifikan antara pengetahuan Hubungan Lama Kerja Dengan Pelayanan
bidan desa tentang standar pelayanan ANC ANC 10T Oleh Bidan Di Wilayah Kerja
dengan pelaksanaan standar pelayanan ANC Puskesmas Teluk Dalam Kabupaten
dengan ρ value : 0,000. Simeuleu Tahun 2017
Hubungan Sikap Dengan Pelayanan ANC Menurut (Notoatmodjo, 2014) menyatakan
10T Oleh Bidan Di Wilayah Kerja bahwa pengetahuan diturunkan atau diperoleh
Puskesmas Teluk Dalam Kabupaten dari pengalaman sendiri atau pengalaman dari
Simeuleu Tahun 2017 orang lain, pengalaman bekerja seseorang
Sikap menurut Maulana merupakan reaksi atau dalam melakukan suatu pekerjaan memiliki
respons yang masih tertutup terhadap stimulus kaitan terhadap hasil kerja yang dilakukan,
atau objek. Manifestasi sikap tidak dapat semakin lama seseorang melakukan bidang
dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan. Sikap kerja tertentu maka diharapkan bahwa hasil
merupakan kecenderungan yang berasal dari kerjanya semakin baik.
dalam diri individu untuk berkelakuan dengan Masa kerja adalah jangka waktu orang
pola-pola tertentu, terhadap suatu objek akibat sudah bekerja pada suatu kantor, badan dan
pendirian dan perasaan terhadap objek sebagainya. Masa kerja (lama kerja) seseorang
tersebut. (Maulana, 2014) perlu diketahui karena dapat menjadi salah
Hasil uji statistik chi square pada variabel satu indikator tentang kecenderungan para
sikap responden dengan nilai p = 0,001 < 0,05 pekerja. Misalnya dikaitkan dengan
yang artinya ada hubungan sikap responden produktifitas kerja, semakin lama seseorang
dengan pelayanan ANC 10T oleh bidan Di bekerja semakin tinggi pula produktivitasnya,
Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Dalam karena akan semakin berpengalaman dalam
Kabupaten Simeulue Tahun 2017. menyelesaikan tugas yang dipercayakan
Menurut asumsi peneliti bahwa sikap padanya.
tergolong dalam sikap positif dan negatif. sikap Menurut asumsi peneliti bahwa pengalaman
positif adalah sikap yang menunjukkan bidan dapat diartikan bidan yang telah
penerimaan terhadap suatu objek yang harus mempunyai waktu kerja atau masa yang dilalui

105
Mardhiah, Analisis Faktor yang Memengaruhi Pelayanan Antenatal Care
SJKB, Vol. 7, No.2, Des 2020, 101-107

oleh bidan dalam pelaksanaan praktik Peneliti berasumsi bahwa fasilitas


kebidanan. Bidan yang sudah mempunyai kesehatan kurang memadai dan tergolong tidak
pengalaman diatas 3 tahun dapat lengkap, hal ini dikarenakan kurangnya
melaksanakan praktik kebidanannya dengan partisipasi atau kepedulian petugas kesehatan
baik dalam pelayanan ANC 10 T pada ibu terhadap penerapan pelayanan ANC dengan
hamil. Masa kerja bidan sangat mempengaruhi 10T sehingga menyebabkan petugas tidak
dengan pelayanan ANC dalam kunjungan ANC dapat melaksanakan ANC dengan 10T.
pada ibu hamil, semakin senior bidan tersebut Padahal fasilitas tidak bisa dipisahkan dalam
semakin baik pelayanan yang diberikan kepada memberikan pelayanan untuk mencapai tujuan
ibu hamil dibandingkan bidan yang bidan dalam memberikan pelayanan sesuai
senioritasnya lebih rendah. Dengan demikian dengan standar yang telah di tetapkan, oleh
lamanya masa kerja semakin banyak sebab itu fasilitas sangat penting perannya
pengalaman atau pelajaran yang didapatkan, dalam memberikan pelayanan serta untuk
maka pelayanan ANC pun semakin baik pula mendapatkan hasil yang baik dalam suatu
sehingga dalam melakukan pelayanan pada pelayanan.
pemeriksaan ibu hamil bidan bisa melakukan Penelitian ini sejalan dengan penelitian
sesuai dengan standar sehingga cakupan (Novita, 2013), bahwa penelitian dengan uji
pelayanan ibu hamil tercapai sesuai dengan statistik chi-square diperoleh nilai p=0,005 lebih
yang ditetapan dan pasien mau melakukan kecil dari α = 0,05 dengan demikian hipotesa
kunjungan ulang. mengatakan ada hubungan antara Fasilitas
Penelitian yang dilakukan oleh (Panjaitan, dengan Pelaksanaan 10T Pada Ibu Hamil Di
2013) dengan judul Analisis Faktor-Faktor Puskesmas Sim-Tim- Kecamatan Simeulue
Yang Mempengaruhi Pelaksanaan 10 T Yang Timur Kabupaten Simeulue.
Diberikan Bidan Pada Ibu Hamil Di Kecamatan
Medan Marelan Tahun 2013 diketahui nilai uji KESIMPULAN DAN SARAN
Chisquare di peroleh p = 0,002 di mana p < Ada pengaruh faktor sikap, lama bekerja dan
0,05 yang berarti ada pengaruh masa kerja fasilitas kesehatan dengan pelayanan ANC dan
bidan dengan pelaksanaan 10 T yang di tidak ada pengaruh faktor pengetahuan dengan
berikan pada ibu hamil. pelayanan ANC oleh bidan Di Wilayah Kerja
Hubungan Fasilitas Kesehatan Dengan Puskesmas Teluk Dalam Kabupaten Simeuleu.
Pelayanan ANC 10T Oleh Bidan Di Wilayah Diharapkan kepada ibu hamil meningkatkan
Kerja Puskesmas Teluk Dalam Kabupaten pengetahuan tentang kehamilan, melakukan
Simeuleu Tahun 2017 pemeriksaan minimal 4 kali selama kehamilan
Menurut Kohler, ada lima faktor dominan atau dan kunjungan jika diketahui adanya komplikasi
penentu mutu pelayanan salah satunya kehamilan.
berwujud (Tanngieble) adalah sesuatu yang
dapat terwujud seperti peralatan, penampilan REFERENSI
petugas, kebersihan, kerapian, kenyamanan Chalid, M. T. (2015, [diunduh 29 Januari 2017]). Asuhan
ruangan, kelengkapan, dan kesiapan petugas Antenatal Berkualitas: ANC Terpadu dan
Terfokus. (http://med.unhas.ac.id).
dalam memberikan pelayanan. Fasilitas dan Desi Wijayanti ED, I. S. (2014, [diunduh 20 Januari
peralatan berguna untuk mendukung 2017]). Hubungan Pengetahuan Bidan Desa
tercapainya tujuan asuhan kebidan kehamilan Tentang Standar Pelayanan ANC Dengan
sesuai dengan beban tugas bidan dan fungsi Pelaksanaan Standar Pelayanan ANC Di
institusi pelayanan. Ketersediaan fasilitas Puskesmas Wilayah Kerja Ibi Ranting Kendal.
(http;//jurnal.akbiduniska.ac.id).
kesehatan antara lain: tersedianya Hidayat, A. A. (2011). Metode Penelitian Kebidanan &
kelengkapan peralatan medis, buku-buku Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba
pedoman pemeriksaan kehamilan dan buku Medika.
pedoman kesehatan lainnya serta tersedianya Indonesia, K. K. (2015). Profil Kesehatan Indonesia.
tempat untuk pemeriksaan. Latief, A. (2016). Fisioterapi Obstetri-Ginekologo.
Jakarta: Kedokteran EGC.

106
Jurnal SMART Kebidanan, 2020, 7 (2), 101-107 SJKB 2020
DOI: http://dx.doi.org/10.34310/sjkb.v7i2.334 pISSN: 2301-6213, eISSN: 2503-0388
http://stikesyahoedsmg.ac.id/ojs/index.php/sjkb

Maulana, H. D. (2014). Promosi Kesehatan. Jakarta: Purwoastuti, E., & Walyani, E. S. (2015). Ilmu Obstetri &
Kedokteran Buku EGC. Ginekologi Sosial untuk Kebidanan.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Jakarata: Rineka Cipta. Rahman, R. T. (2015). Analisis Statistik Penelitian
Novita, T. (2013, [diunduh 10 Februari 2017]). Faktor- Kesehatan (Prosedur Pemilihan Uji Hipotesis
Faktor Penghambat Yang Berhubungan Penelitian Kesehatan). Bogor: IN Media.
Dengan Pelaksanaan 10 T Pada Ibu Hamil Di Rismalinda. (2015). Buku AjarAsuhan Kebidanan
Puskesma Sim-Tim Kecamatan Simeuleu Kehamilan. Jakarta Timur: CV. Trans Info
Timur Kabuoaten Simeuleu . Media.
(http://simtakp.uui.ac.id). Setiawan, D., & Prasetyo, H. (2015). Metodologi
Nurrahmaton. (2015, [diunduh 20 Januari 2017]). Penelitian Kesehatan untuk Mahasiswa
Deteminan Kualitas Pelananan ANC Oleh Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Bidan Di Wilayah Kerja Puskesmas Hamparan Sudigdo Sastroasmoro, S. I. (2016). Dasar-dasar
Perak. (http://repository.usu.ac.id). Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Sagung
Panjaitan, M. (2013, [diunduh 20 Januari 2017]). Analisis Seto.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Pelaksanaan Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitaf,
10T yang Diberikan Oleh Bidan Kepada Ibu dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Hamil Di Kecamatan Medan Meralan.

107

Anda mungkin juga menyukai