Anda di halaman 1dari 2

Nama : Catur Nugroho

NIM : C2C008031

Checkpoints-Chapter 10

Kelompok Soal 2

1. Definisikan apa yang dimaksud dengan efisiensi dalam konteks mendefinisikan laba.
Jawab :
Efisiensi adalah kemampuan relatif untuk mendapatkan keluaran maksimum dengan jumlah
sumber daya tertentu, atau suatu kombinasi sumber daya yang optimum terhadap
permintaan tertentu akan produk untuk memungkinkan imbalan yang maksimum bagi
pemilik. Efisiensi hanya mempunyai arti bila dibandingkan dengan yang ideal atau beberapa
dasar lain, misalnya sasaran perusahaan yaitu untuk memaksimalkan laba atau untuk
memberikan imbalan atas investasi yang wajar atau sesuai.

2. Bagaimana efisiensi dapat dihitung? Masalah apa yang mempengaruhi pengukuran ini?
Jawab :
Efisiensi adalah suatu ukuran yang relatif dan hanya mempunyai arti bila
dibandingkan dengan yang ideal atau beberapa dasar lain. Selain itu juga tergantung dengan
sasaran yang ingin dicapai perusahaan, misalnya untuk memaksimalkan laba, atau untuk
memberikan imbalan atas investasi wajar/sesuai.
Jika pengukuran efisiensi dilakukan dengan membagi laba bersih dengan modal yang
diinvestasikan maka beberapa masalah yang mempengaruhi adalah kriteria efisiensi
tergantung pada standar yang digunakan, misalnya tingkat imbalan untuk tahun-tahun
sebelumnya, tingkat imbalan yang diperoleh perusahaan lain, suatu tingkat yang arbitrer
atau suatu tingkat yang ditentukan pasar.
Sedangkan jika pengukuran efisiensi dilakukan dengan membandingkan laba dengan
total pendapatan dari periode bersangkutan maka beberapa kekurangannya antara lain
perbandingan laba bersih dengan penjualan untuk beberapa tahun hanya sah jika
pemanfaatan kapasitas adalah sama untuk setiap tahun atau kegagalan dalam
memanfaatkan kapasitas dipandang sebagai inefisiensi manajemen. Perbandingan dengan
perusahaan lain bahkan lebih sulit dilakukan.
3. Bandingkan konsep efisiensi yang diuraikan dalam bab ini, dengan konsep pemeliharaan
modal yang diuraikan dalam bab lalu.
Jawab :
 Konsep pemeliharaan modal
Laba didefinisikan sebagai jumlah yang dapat dikonsumsi tanpa mengurangi jumlah
modal. Laba adalah surplus sesudah pemeliharaan kesejahteraan, tetapi sebelum
konsumsi. Metode-metode yang digunakan untuk menilai kekayaan terkait dengan
konsep kesejahteraan antara lain:
1. Penilaian perusahaan dengan menggunakan nilai-nilai masukan untuk aktiva
non-moneter, menambah nilai kas sekarang dan aktiva moneter serta
mengurangkan dengan kewajiban.
2. Penjumlahan penjualan beberapa aktiva perusahaan dikurangi penjumlahan
kewajiban.
3. Kapitalisasi aliran bersaih masa depan dari kas/jasa yang diharapkan
diterima selama umur perusahaan.
4. Penilaian atas perusahaan berdasarkan harga pasar saham tahun berjalan
yang diterapkan pada total saham yang beredar.

 Konsep Efisiensi

Efisiensi dapat diukur dengan dengan membagi laba bersih dengan modal yang
diinvestasikan atau dengan membandingkan laba dengan total pendapatan dari
periode bersangkutan. Dalam konsep efisiensi ada dua jenis konsep laba yang
digunakan yaitu laba bersih akuntansi dan laba bersih ekonomi.
Laba bersih akuntansi = Pendapatan – beban – penyusutan akuntansi
Laba bersih ekonomi = Pendapatan – beban – penyusutan ekonomi
Perbedaan keduanya terletak pada perbedaan metode penyusutan, akuntan
menggunakan Garis Lurus sedangkan ekonom menggunakan metode bunga.