Anda di halaman 1dari 13

CRITICAL JOURNAL REVIEW

“PENDIDIKAN PANCASILA”
Dosen Pengampu : MARYATUN KABATIAH S.P.,M.Pd.

Disusun Oleh :

NAMA : ANDRI AGRIFA KARO SEKALI

NIM : 7203141023

KELAS : A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2021

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat dan anugerah
darinya lah saya bisa menyelesaikan tugas Critical Journal Review ini mata kuliah
“PENDIDIKAN PANCASILA“.

Saya juga menganggap bahwa tugas yang saya buat ini masih memiliki kekurangan dan oleh
karena itu, saya berharap kepada pembaca agar memberikan kritik dan saran demi kesempurnaan
tugas Critical Journal Review sayaini.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Semoga ini bisa bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi kita semua.

Medan, 23 September 2021

Andri Agrifa Karo Sekali

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN…......................................................................................................1

A. Rasionalisasi Pentingnya CJR .......................................................................................1


B. Tujuan penulisan CJR....................................................................................................1
C. Manfaat CJR .................................................................................................................3
D. Identitas Artikel dan Journal Yang di Review...............................................................3

BAB II RINGKASAN ISI ARTIKEL......................................................................................4

A. Pendahuluan…..............................................................................................................4
B. Deskripsi Isi…...............................................................................................................4

BAB III PEMBAHASAN…....................................................................................................7

A. Pembahasan Isi Journal….............................................................................................7


B. Kelebihan dan Kelemahan Journal…...........................................................................7

BAB IV PENUTUP…............................................................................................................9

A. Kesimpulan…...............................................................................................................9
B. Rekomendasi…............................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA

ii
i
BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya CJR


Pendidikan di abad ini penting untuk menjamin peserta didik, siswa maupu
,mahasiswa memiliki keterampilan belajar dan berinovasi sertaterampil menggunakannya
sebagai life skill. Keterampilan belajar danberinovasi meliputi kemampuan berpikir kritis
dan pemecahan masalah, kreativitas dan inovasi, serta kemampuan berkomunikasi dan
berkolaborasi.Kemampuan mengomunikasikan hasil pemikiran dapat dilakukan secara
lisanmaupun tulisan.Salah satu strategi pembelajaran yang diterapkan bagi mahasiswa
padajenjang pascasarjana adalah Critical Journal Review.
Secara harfiah, Critical Journal Review adalah kegiatan mengkritisi sebuah jurnal
penelitian. Namun Critical Journal Review bukan sekedar membuat laporan atau tulisan
tentang isi sebuah penelitian atau artikel, tetapi lebih menitik beratkan pada evaluasi
(penjelasan, interpretasi dan analisis) mengenai keunggulan dan kelemahan sebuah
penelitian, menyoroti hal yang menarik dari penelitian tersebut, serta menganalisis
pengaruh gagasan tersebut terhadap cara berpikir kita dan menambah pemahaman kita
terhadap suatu bidang kajian tertentu. Dengan kata lain, melalui Critical Journal Review
kita menguji kemampuan pikiran tingkat tinggi seseorang untuk kemudian
menuliskannya kembali berdasarkan sudut pandang, pengetahuan, dan pengalaman yang
kita miliki. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan budayamembaca.
Critical Journal Review menggunakan langkah-langkah dalam proses berpikir
kritis terdiri dari beberapa tahap, yaitu: merangkum (menyatakan kembali), menganalisis
(menggali informasi tersirat), mensistesiskan (menghubungkan apa yang telah dirangkum
dan dianalisis dengan pengetahuan dan pengalaman kita), dan mengevaluasi (membuat
penilaian).
Berdasarkan uraian di atas, maka Critical Journal Review menjadi kegiatan
pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. Critical
Journal Review pula sangat bermanfaat ketika membahas isu-isu atau permasalahan yang
sentral. Dalam laporan ini, penulis mereview sebuah penelitian yang membahas tentang
komunikasi interpersonal.

B. Tujuan Penulisan CJR


Critical Journal Review ini disusun bertujuan untuk:
1. Penyelesaian tugas individu pada mata kuliah Pendidikan Pancasila;
2. Menambah wawasan mahasiswa dalam menggali informasi dan menganalisis gagasan
dalam sebuah penelitian;
1
3. Meningkatkan kemampuan nalar dan berpikir kritis dalam mencari informasi yang
terdapat dalam sebuah penelitian;
4. Menguatkan teori yang berhubungan dengan Pancasila;

2
C. Manfaat CJR
Secara sederhana, penulisan Critical Journal Review memiliki beberapa
manfaat sebagai berikut:
1. Merangkum gagasan yang dituangkan dalam penelitian yang dilaporkan.
2. Menemukan kelebihan dan kekurangan dari yang penelitian dilaporkan dengan
melakukan analisis secara seksama.
3. Melatih kemampuan berpikir kritis analitis serta menuangkannya kembali dalam
gagasan tertulis.
4. Menjadi bahan referensi dasar dalam merekayasa ide menjadi sebuah tulisan baru dan
sebuah penelitian.

D. IdentitasJournal
a. Jurnal 1
1. Judul Artikel : MEMAKNAI KEMBALI MULTIKULTURALISME
INDONESIA DALAM BINGKAIPANCASILA

2. Pengarang Artikel : Abd Mu’id ArisShofa

3. Nama Journal : Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan,

4. ISSN : 2528-0767 (p) dan 2527-8495(e)

5. EdisiTerbit : Vol. 1, No. 1, Juli2016

6. KotaTerbit : Malang

b. Jurnal 2
1. Judul Artikel : HAKEKAT NILAI PERSATUAN DALAM KONTEKS
INDONESIA (Sebuah Tinjauan Kontekstual Positif Sila Ketiga Pancasila)
2. Pengarang Artikel : Hanafi
3. Nama Journal : Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
4. ISSN : 2528-0767 (p) dan 2527-8495(e)

5. Edisi Terbit : Volume 3, Nomor 1, Halaman 56-63, Juni 2018


6. Kota Terbit : Malang

3
BAB II
RINGKASAN ISI ARTIKEL

A. Pendahuluan
Multikulturalitas bangsa merupakan realitas dalam komunitas indonesia yang tak
mungkin dipungkiri dan dihindari, bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan
bahasa, suku, bangsa dan agama. Kondisi ini merupakan berkah dan hikmah apabila kita
mampu mengaransemennya dalam sebuah keterpaduan yang menghasilkan keindahan dan
kekuatan, tetapi juga bisa menjadi musibah disintregasi bangsa manakala multikulturalitas
itu tidak terakomodasi denganbaik.
Kondisi realitas masyarakat Indonesia sekarang ini masih ada anggapan dari sebagian
kelompok masyarakat bahwa perbedaan itu adalah musuh yang harus dikalahkan, perbedaan
itu adalah suatu ancaman yang harus dihilangkan. Kelihatannya terlalu berlebihan,
keberagaman suku, agama, budaya, ras dan antar golongan bukanlah suatu ancaman dan
potensi konflik yang berakibat terjadinya disintegrasi bangsa. Tetapi justru perbedaan itu
adalah jalan menuju pengintegrasian bagi bangsa Indonesia. Artinya, kondisi masyarakat
yang sangat multikultural itu bisa mendorong masyarakat untuk secara otomatis melakukan
pengintegrasian secara menyeluruh.
Untuk itu diperlukan suatu pemahaman dan kemauan mengapresiasi keberagaman
multikultural dalam masyarakat dan kebudayaan Indonesia bahwa pihak mayoritas atau
superior dalam mempertahankan eksistensinya, baik langsung maupun tidak memerlukan
sumbangan pihak minoritas dan inferior. Dikotomi mayoritas-minoritas, superior-inferior
pada aspek multikulturalisme bisa menjadi tragedi besar, bila ditumpangi dengan muatan
politik-ideologis ataupun ketimpangan dalam kesempatan kinerja ekonomi
(Kusumohamidjojo, 2000). Dengan demikian, pembangunan masyarakat Indonesia yang
bhinneka memerlukan kesadaran penuh tentang ketunggalan dalam keberagaman.

B. Deskripsi Isi
1. Degradasi Semangat Persatuan dan Kesatuan
Sesuai dengan tujuan dari semangat proklamasi kemerdekaan bahwa bangsa
Indonesia merdeka ingin membentuk suatu negara yang berdiri diatas satu pondasi
4
semangat persatuan dan kesatuan, sehingga mampu mewujudkan cita-cita bangsa
Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Hal itu ditegaskan di dalam Pancasila sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Artinya
berangkat dari realitas sejarah bangsa Indonesia yang sangat multikultural itulah maka
bangsa Indonesia mempunyai cita-cita bersama untuk hidup bersama didalam satu
bangunan rumah yang disebut dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meskipun
melihat kondisi kekinian sering kita jumpai banyak permasalahan-permasalahan yang
dihadapi oleh bangsa Indonesia terkait dengan masalah multikulturalisme dalam bingkai
kebhinekaan.
Membangun kesadaran multikulturalisme dalam sebuah negara-bangsa, seperti
Indonesia bukanlah upaya yang mudah. Bhinneka Tunggal Ika sebagai teks ideal yang
diharapkan dapat menyelesaikan persoalan multikultural di Indonesia,ternyata mengalami
penafsiran yang berbeda-beda dalam setiap orde pemerintahan pasca kemerdekaan.
Keberhasilan membangun semangat kebangsaan melalui wacana perlawanan terhadap
kolonial, ternyata tidak dibarengi dengan keberhasilan yang sama dalam konsolidasi
politik nasional.

2. Bhinneka Tunggal Ika Perekat nasionalisme Indonesia


Akar nasionalisme Indonesia sejak awal justru didasarkan pada tekad yang
menekankan pada pentingnya cita-cita bersama, di samping pengakuan sekaligus
penghargaan pada perbedaan sebagai pengikat kebangsaan. Secara substansi, sesanti
Bhineka Tunggal Ika adalah sesanti yang mengingatkan kita semua untuk menjaga
persatuan dan kesatuan. Sesanti ini lengkapnya berbunyi Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana
Dharma Mangrva. Yang artinya berbeda-beda atau beragam, namun tetap satu, karena
tidak ada kebenaran yang mendua. Didalam kakawin sutasoma mpu tantular secara
lengkap menyinggung bhineka tunggal ika yang pada awalnya karena adanya perbedaan
antara agama budha dan hindu (siwa). Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari
konflik. Kemudian dalam sejarah bangsa indonesia dipilihnya kata-kata Bhineka Tunggal
Ika dalam pita lambing burung garuda semata-mata dimaksudkan karena kata tersebut
sangat bermakna dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Keberagaman yang
dimiliki bangsa Indonesia dengan multi etnisnya, agamanya, rasnya, antar golongannya
adalah suatu keberagaman yang sejatiya berada dalam satu bangsa dan Negara Indonesia
5
berdasarkan pancasila sebagai falsafah bangsa.

3. Pancasila: Falsafah Bangsa dan Pemersatu Bangsa Samapai Akhir Masa


Indonesia adalah negara yang multikultural yang berdasarkan atas multi etnik, multi
bahasa, multi agama dan multi budaya. Jika kenyataan ini tidak bisa diolah dan di
aransemen dengan baik, maka akan bisa menimbulkan kekacauan yang bisa
membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hal ini sudah sering terlihat
dalam konteks kehidupan masyarakat kita dengan banyaknya konflik-konflik yang terjadi
baik di poso, ambon, papua, aceh dan daerah-daerah lainnya. Akan tetapi jika bangsa
indonesia mampu mengelola perbedaan-perbedaan itu dengan baik maka itu menjadisatu
kekuatan besar yang tidak tertandingi. Bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan
melalui semangat persatuan dan kesatuan yang kuat.Ideologi memberi bangsa Indonesia
hal-hal yang ideal untuk diyakini akan kebenaranya, fungsi penting dari ideologi adalah
membentuk identitas kelompok yang majemuk dan multikultural. Ideologi memiliki
kecenderungan untuk memisahkan kita (ingrouop) dari mereka (outgroup). Dengan
demikian maka ideologi berfungsi mempersatukan. Apabila dibandingkan dengan agama,
agama juga berfungsi mempersatukan manusia dari berbagai kalangan yang majemuk
dengan berbagai pandangan hidup masing-masing, bahkan mempersatukan manusia dari
berbagai negara yang diikat dengan ideologinya masing-masing.sebaliknya ideologi
mempersatukan orang dari berbagai agama dan untuk mengatasi konflik atau ketegangan
sosial.

6
BAB III
PEMBAHASAN

1. Pembahasan Isi Jurnal


 Jurnal I
Sesuai dengan tujuan dari semangat proklamasi kemerdekaan bahwa bangsa
Indonesia merdeka ingin membentuk suatu negara yang berdiri diatas satu
pondasi semangat persatuan dan kesatuan, sehingga mampu mewujudkan cita-cita
bangsa Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur bagi seluruh
masyarakat Indonesia. Hal itu ditegaskan di dalam Pancasila sila ketiga yaitu
Persatuan Indonesia. Artinya berangkat dari realitas sejarah bangsa Indonesia
yang sangat multikultural itulah maka bangsa Indonesia mempunyai cita-cita
bersama untuk hidup bersama didalam satu bangunan rumah yang disebut dengan
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meskipun melihat kondisi kekinian sering
kita jumpai banyak permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh bangsa
Indonesia terkait dengan masalah multikulturalisme dalam bingkaikebhinekaan.
 Jurnal II
Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan serta keselamatan bangsa dan
negara atas kepentingan pribadi atau golongan. muatan ini menghendaki warga
negara Indonesia menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi
dan golongan. Oleh sebab itu, perang antar suku, dan agama tidak perlu lagi
terjadi, kita harus saling menghormati dan bersatu demi Indonesia. Pemain politik
dan ekonomi tidak boleh mengorbankan kepentingan negara demi kelompoknya
seperti penjualan asset negara dan masyarakat dirugikan. Oleh sebab itu, setiap
warga negara harus melakukan pengawasan yang bersifat aktif terhadap
penyelamatan kepentingan negara.

2. Kelebihan dan Kekurangan Isi Journal

a. Kelebihan Journal I
1) Artikel yang disusun sudah baik, karena cara penulisan didasarkan oleh pendapat
para ahli ataupun rujukan daribuku.
7
2) Artikel yang disusun sudah baik, karena Penulisan artikel dilakukan secarailmiah.
3) Isi dan judul sangat bersesuaian, serta hasil penelitian dari judul tersebut
menimbulkan hal yangpositif.

Kekurangan Journal I
1) Kata-kata yang digunakan terlalu rumit, sehingga pembaca tidak mudah dalam
memahami isiartikelnya.
2) Pada bagian abstrak tidak ada terjemahan abstrak dalam bahasainggris.

b. Kelebiahan Journal II
1) Artikel yang disusun sudah baik, karena cara penulisan didasarkan oleh pendapat
para ahli ataupun rujukan daribuku
2) Pada bagian abstrak ada terjemahan dalam bahasa indonesi dan bahasainggris

Kekurangan Journal II
1) Tidak ada bagianpendahuluan
2) Jurnal tidak mencantumkan metodepenelitian

8
BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
Multikulturalisme bukan saja hanya menuntut kehidupan bersama berdsarkan atas
bhineka tunggal ika yang penuh toleransi, dan rukun-rukun saja tetapi juga pengertian dan
penghargaan antar budaya, antar agama, antar etnik dalam membina suatu tatanan
masyarakat yang penuh dengan kedamaian, ketentraman dan cinta kasih. Masih banyaknya
masalah-masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini bukanlah suatu masalah yang
tidak bisa dipecahkan. Apabila setiap orang mempunyai kemauan yang kuat untuk
menciptakan kedamaian dan ketentraman di bumi pertiwi ini maka semua permasalahan-
permasalahan itu bisa diselesaikan dengan satu jalan yaitu melalui Pancasila. Dengan
demikian, Pancasila menjadi pemersatu bagi seluruh masyarakat dan tidak sebaliknya
menjadi alat pemecah belah persatuan Indonesia dan Pancasila akan kekal abadi sepanjang
zaman selama negara bangsa Indonesia masih ada didunia.

B. Rekomendasi
Dari kesimpulan di atas, ada beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan terkait
dengan penelitian ini, yaitu:
1) Peneliti dapat merevisi penyajian penelitian ini agar dapat mencantumkan
hal-hal yang penting dalam penelitianini.
2) Penelitian ini sangat menarik untuk diungkap dalam lingkup yang lebih
luas lagi. Direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya untuk melakukan
penelitian yang sejenis dengan menggunakan konteks dan aspek yang
berbeda atau dengan mengubah metodologipenelitian.

9
DAFTAR PUSTAKA

Shofa, Abd Mu’id Aris,. 2016. Memaknai Kembali Multikulturalisme Indonesia Dalam Bingkai
Pancasila. Jurnal Kewarganegaraan, Vol. 1, No. 1
Hanafi. 2018. Hakekat Nilai Persatuan Dalam Konteks Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan, Vol. 3, No. 1

10

Anda mungkin juga menyukai