Anda di halaman 1dari 12

PENGARUH ARUS KAS DAN LABA AKUNTANSI TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN INDUSTRI KIMIA YANG TERDAFTAR

DI BURSA EFEK JAKARTA



Keni'

Abstract: The objective of this research is to discover the effect of the cash flow and accounting income to the stock prices of chemical industrial companies that listed in Jakarta Stock Exchange in 2006. The research objects cover cash flow, accounting income and stock prices. Cash flow consists of operating cash flow, investing cash flow and financing cash flow. Sampling method in this research is non probability sampling with purposive sample technique and 43 companies of research sample. Data analysis technique is multiple regression analysis with ordinary least square (OLS) method. The conditional test for multiple regression shows that all of the data fulfill the multiple regression requirement, and the testing of multiple linear regression model concludes that the accounting income is significantly affecting the stock prices, while the cash flow as well as operating cash flow, investing cash flow or financing cash flow are not significantly affects the stock prices.

Key words: stock price, accounting income, cash flows

PENDAHULUAN

Pada saat ini pasar modal di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat.

Hal ini disebabkan karena pasar modal telah dikenal luas oleh masyarakat sebagai salah satu sarana untuk berinvestasi dalam menanamkam modalnya.

Sebelum menanamkan modalnya, investor membutuhkan informasi akuntansi untuk mengukur kinerja perusahaan sehingga dapat memperkecil risiko investasi. Informasi akuntansi tersebut berupa laporan keuangan (termasuk di dalamnya laporan arus kas). Hal yang paling sering dipertimbangkan oleh para investor adalah laba akuntansi dan arus kas. Baik laba akuntansi maupun arus kas mempunyai hubungan yang erat dengan harga saham.

Beberapa penelitian mengenai pengaruh arus kas dan laba akuntansi terhadap harga saham telah dilakukan, diantaranya oleh Triyono dan Hartono (2000) yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa laba akuntansi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham, sedangkan total arus kas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan. Hasil ini bertentangan dengan penelitian Naimah (2000) yang menunjukkan bahwa arus kaslah yang berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, sedangkan laba akuntansi tidak berpengaruh secara signifikan. Hal ini juga berbeda dengan hasil penelitian Wardhani (2006) yang memperoleh hasil bahwa baik arus kas dan laba akuntansi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.

Berdasarkan latar belakang di atas maka akan dilakukan penelitian kembali untuk mengetahui apakah laba akuntansi dan arus kas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Selain itu juga, akan dilakukan penelitian mengenai pengaruh

• StafPengajar Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara Jakarta (email:keni@tarumanagra.ac.id)

155

Jurnal Akuntansi/Tahun XII, No.02. Mei 2008: 155-166

masing-masing aktivitas dalam laporan arus kas terhadap harga saham. Aktivitas terse but adalah operasi, investasi dan pendanaan,

Tinjauan Literatur Laporan Keuangan

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007), laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Tujuan laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007) adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang berm an faat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambil keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

Pengguna laporan keuangan menu rut Skousen, Stice dan Stice (1998) ada dua yaitu pengguna internal dan pengguna eksternal. Pengguna internal adalah pihak-pihak dalam sebuah perusahaan yang menggunakan informasi akuntansi guna membuat keputusan operasi. Pengguna eksternal adalah pengguna laporan keuangan yang berada di luar perusahaan dan membuat keputusan-keputusan yang menyangkut hubungan dengan usahanya.

Arus Kas

Menurut Brigham dan Houston (200 I) laporan arus kas adalah iaporan yang menjelaskan dampak aktivitas operasi, investasi dan pembiayaan perusahaan terhadap arus kas selama satu peri ode akuntansi. Ikatan Akuntan Indonesia (2007) menyatakan bahwa setiap perusahaan harus menyusun dan menyajikan laporan arus kas sebagai bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode.

Menurut Tuanakotta (1999) tujuan utama dari pelaporan arus kas adalah untuk memberikan informasi yang akan membantu investor dan kreditor untuk: (1) meramalkan jumlah kas yang mungkin akan diterima dalam bentuk dividen, bunga dan pembayaran kembali hutang pokok, dan (2) mengevaluasi risiko yang rnungkin terjadi.

Kegunaan informasi yang terkandung dalam laporan arus kas menurut Ikatan Akuntan Indonesia adalah: (1) untuk membantu pengguna laporan menilai kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas, (2) memungkinkan untuk dikembangkannya model yang dapat menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan (future cashjlow) dari berbagai perusahaan, (3) dapat meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi dari berbagai perusahaan karena dapat meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sarna, (4) sebagai indikator dari jumlah, waktu dan kepastian arus kas masa depan, serta (5) untuk meneliti kecermatan dari estimasi arus kas masa depan yang sudah dibuat sebelumnya dan dalam menentukan hubungan antara profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga. Menurut Naimah (2000) arus kas yang berisi informasi tentang aliran kas masuk dan keluar selama peri ode akuntansi terdiri dad: (1) arus kas yang berasal dari atau digunakan untuk aktivitas operasi yaitu arus kas yang muncul akibat adanya produksi atau pengiriman barang yang akan dijual dan penyediaan jasa serta

156

Keni: Pengaruh Arus Kas dan Laba Akuntansi Terhadap Harga .•.

pengaruh dari transaksi dan peristiwa lainnya terhadap kas yang mempengaruhi penentuan pendapatan, (2) arus kas yang berasal dari atau digunakan untuk aktivitas investasi yaitu arus kas yang berasal dari adanya perolehan dan penjualan atau sebaliknya penghentian dari surat-surat berharga yang bukan merupakan ekuivalen kas dan aktiva produktif yang diharapkan bermanfaat bagi perusahaan di masa yang akan datang dalam jangka waktu panjang serta peminjaman dan pengumpulan piutang, (3) arus kas yang berasal dari atau digunakan untuk aktivitas pendanaan yaitu arus kas yang bearsal dari adanya kegiatan peminjaman dari kreditur dan pembayaran kembali hutang tersebut serta perolehan sumber daya yang berasal dari pemilik dan pemberian imbalan atas investasi bagi pemilik,

Menurut Brigham dan Houston (2001) laporan arus kas terbagi atas tiga kategori yaitu (1) aktivitas operasi yang mencakup laba bersih, penyusutan dan perubahan aktiva lancar serta kewaj iban lancar selain kas dan hutang jangka pendek, (2) aktivitas investasi yang mencakup investasi dalam atau menjual aktiva tetap, dan (3) aktivitas pendanaan yang mencakup kas yang diperoleh selama tahun berjalan dengan menerbitkan hutang jangka pendek, hutang jangka panjang, atau saham serta pembayaran dividen atau kas yang digunakan untuk membeli kembali saham atau obligasi yang menurunkan kas perusahaan.

Laba Akuntansi

Menurut Brigham dan Houston (2001) laba akuntansi adalah laba bersih perusahaan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi.

Menurut Suhendah (2005) laba akuntansi memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) didasarkan pada transaksi aktual yang berasal dari penjualan barang dan jasa, (2) mengacu pada kinerja perusahaan selama periode tertentu, (3) didasarkan pada prinsip pendapatan yang memerlukan pemahaman khusus tentang definisi, pengukuran, dan pengakuan pendapatan, (4) memerlukan pengukuran biaya atau expenses dalam bentuk historical cost, dan (5) adanya perbandingan antara pendapatan dengan biaya yang relevan,

Menurut Warren, Reeve dan Fess (2005), terdapat tiga hal yang tidak biasa yang dapat mempengaruhi laba tahun berjalan yaitu (1) discontinued operations, (2) extraordinary items dan (3) changes in accounting principles. Laba atau rugi yang timbul dari adanya pelepasan suatu segmen bisnis akan dilaporkan dalam laporan laba rugi sebagai laba atau rugi dari discontinued operations. Menurut Skousen, Stice dan Stice (1998) ada banyak alasan bagi manajemen untuk melepas suatu segmen bisnis antara lain (1) segemen mungkin tidak menguntungkan, (2) segrnen mungkin terlalu terisolir secara gratis, (3)segmen mungkin tidak cocok untuk rencana jangka panjang perusahaan, (4) manajemen mungkin membutuhkan dana untuk menurunkan hutang atau mungkin ingin melakukan pengembangan ke bidang lain dan (5) manajemen mungkin takut diambil alih oleh investor baru yang ingin memperoleh pengendalian atas perusahaan.

Extraordinary items timbul dari kejadian-kejadian atau transaksi-transaksi yang (1) secara signifikan berbeda dari aktivitas operasi normal perusahaan dan (2) jarang terjadi. Hal ini sejalan dengan opini APB No. 30 dalam Skousen, Stice dan Stice (1998) yang menyatakan bahwa untuk digambarkan sebagai luar biasa, sebuah item harus mempunyai tingkat abnorrnalitas tinggi dan menjadi bag ian dari item yang jelas tidak berhubungan, atau hanya secara kebetulan berhubungan dengan aktivitas biasa dan khusus perusahaan serta menjadi bagian dari item yang tidak akan layak diharapkan untuk terjadi lagi di masa yang akan datang yang dapat diduga.

157

Jurnal Akuntansi/Tahun XII, No.02, Mei 2008: 155-166

Harga Saham

Menurut Widoatmojo (1996), harga pasar saham adalah harga jual dari investor yang satu dengan yang lain. Harga ini disebut juga harga di pasar sekunder, Dapat dikatakan, harga inilah yang benar-benar mencerminkan harga perusahaan penerbit saham yang sesungguhnya karena di pasar sekunder kecil sekali terjadi negosiasi an tara investor dengan perusahaan penerbit. Faktor utama yang mempengaruhi harga saham adalah adanya persepsi yang berbeda-beda dari rnasing-masing investor sesuai dengan informasi yang dimilikinya. Hal-hal mempengaruhi persepsi investor adalah: (1) tingkat pengembalian tanpa risiko yaitu j ika modal diinvestasikan ke alat investasi yang tidak mengandung risiko, (2) premi risiko yang menunjukkan seberapa besar kerugian investor apabila modalnya ditanamkan untuk membeli saham biasa, (3) indeks beta yang menunjukkan sensitivitas suatu saham terhadap keseluruhan pergerakan harga saham dan (4) tingkat pertumbuhan dividen. Harga saham yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga penutupan (closing price).

Menurut Widoatmojo (1996), harga penutupan adalah harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat akhir hari bursa. Pada saat akhir hari bursa, bisa saja tibatiba terjadi transaksi atas suatu saham karena ada kesepakatan antara penjual dan pembeli. Jika hal ini terjadi, maka harga penutupan itu telah menjadi harga pasar, Namun demikian, harga ini tetap menjadi harga penutupan pada hari bursa tersebut,

Penelitian Terdahulu dan Pengembangan Hip6tesis

Penelitian yang dilakukan oleh Triyono dan Hartono (2000) menguji pengaruh arus kas dan laba akuntansi terhadap harga saham. Perusahaan yang dipilih sebagai sam pel adalah 54 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan telah mernpublikasikan laporan keuangan per 31 Desember 1995 dan 1996 yang telah diaudit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laba akuntansi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham, sedangkan total arus kas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan.

Hasil ini bertentangan dengan penelitian Naimah (2000) yang menunjukkan bahwa arus kaslah yang berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, sedangkan laba akuntansi tidak berpengaruh secara signifikan. Sampel dalam penelitian ini adalah 53 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan mempublikasikan laporan keuangannya per 31 Desember 1997 dan 1998. Hal ini juga berbeda dengan hasil penelitian Wardhani (2006) yang memperoleh hasil bahwa balk arus kas dan laba akuntansi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan farmasi yang terdaftar di BEJ.

Berdasarkan penjelasan penelitian-penelitian di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

HI Arus kas berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.

H2 Laba akuntansi berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.

H3 Arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.

H4 Arus kas dari aktivitas investasi berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.

H5 Arus kas dari aktivitas pendanaan berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.

158

Ken[: Pengaruh Arus Kas dan Laba Akuntansi Terhadap Harga ...

METODE PENELITIAN

Populasi dan Metode Pengambilan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh industri kimia yang saharnnya telah tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2006. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling Kriteria-kriteria yang ditentukan dalam pengambilan sampel adalah: (J) perusahaan yang bergerak di industri kimia dan terdaftar di BEJ pada tahun 2006, (2) perusahaan telah mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit pada tahun 2006, (3) adanya kelengkapan data-data yang dibutuhkan, yaitu laporan laba rugi, laporan arus kas dan harga saham penutupan pada periode pengamatan.

Berdasarkan kriteria-kriteria di atas, maka sarnpel yang digunakan dalam penelitian adalah sebanyak 43 perusahaan.

Operasionalisasi Variabel

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah laba akuntansi dan arus kas, sedangkan variabel terikatnya adalah harga saham. Laba akuntansi adalah laba bersih sebelum extraordinary items dan discontinued operations. Arus kas adalah arus kas total yang berasal dari aktivitas operasi, investasi dan pembiayaan. Harga saham adalah closing price per 3 J Desember. Skala yang digunakan adalah skala rasio.

Pengumpulan data

Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yaitu harga saham dan laporan keuangan. Harga saham diambil dari Indonesian Capital Market Directory, sementara laba akuntansi (untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2006) dan arus kas (untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2006) diperoleh dari laporan keuangan industri kimia yang terdapat di Bursa Efek Jakarta dan Pojok BEJ Universitas Tarumanagara.

Pengolahan data

Teknik pengolahan data terhadap variabel-variabel penelitian ini dilakukan dengan electronical data processing (dengan bantu an komputer). Program perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS versi 15.0.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi ganda dengan metode ordinary least square (OLS). Sebelum melakukan penguj ian terhadap model regresi ganda, maka dilakukan terlebih dahulu uji persyaratan regresi ganda. Uji persyaratan regresi ganda terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji heterosked astis itas.

Setelah uji persyaratan dilakukan, langkah berikutnya adalah melakukan pengujian terhadap model regresi dengan menggunakan uji-F (uji secara simultan) dan uji-t (uji secara parsial).

Pengujian terhadap model regresi ganda dilakukan dengan uji-F terlebih dahulu, untuk mengetahui apakah variabel bebas secara bersana-sama mempengaruhi variabel terikat. Apabila hasil pengujian menunjukkan Ho ditolak, maka dapat diartikan bahwa

159

Jurnal AkuntansiiTahun XII, No.02, Mei 2008: 155-166

paling sedikit terdapat satu variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat. Berikutnya, untuk mengetahui variabel be bas mana yang mempengaruhi variabel terikat, maka dilakukan uji secara parsial (uji-t). Dengan demikian hipotesis penelitian dapat terjawab. Penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi sebesar 5%.

Model regresi ganda adalah sebagai berikut:

Modell: Log HS "" a + b 1 Log AK + b2 Log LA + e

Model 2: Log HS "" a + b l Log AKO + b2 Log AKI + b3 Log AKP + e

dimana: HS "" Harga Saham; AK = Arus Kas; LA = Laba Akuntansi; AKO "" Arus Kas Operasi; AKI = Arus Kas Investasi; AKP "" Arus Kas Pendanaan; a ;; Koefisien konstanta; bi "" Koefisien variabel bebas; e "" Variabel gangguan perusahaan

HASIL PENELITIAN

Model Regresi Ganda I

1. Uji Persyaratan Regresi Ganda a. Uji Norrnalitas

Hasil uji normalitas seperti yang ditunjukkan Normal Probability Plot di bawah ini menunjukkan bahwa terdapat normalitas atau distribusi datanya normal, karena titiktitiknya mengikuti arah garis diagonal.

Normal p .. p Plot of Regresslon Standardized Residual

Cependent Variable: Harga Saham

C.2 0,4 0.6 0.0 1C

Obsorvod Cum Prob

Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Model Regresi I b. Uji Multikolinieritas

Salah satu cara untuk mendeteksi adanya multikolinieritas, yaitu berdasarkan besaran VIF (Variance Inflation Factor) dan besaran tolerance. Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada tabel 1.

Tabell. Hasil Uji Multikolinieritas Model Regresi I

Coefficients a

Collinearit Statistics
Model Tolerance VIF
1 Total
Cashfiow .836 1.196
Net Income .836 1.196 a. Dependent Variable: Harga Saham

160

Keni: Pengaruk Arus Kas dan Labo Akuntansi Terkodop Horga ...

Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil bahwa VIF di bawah 10 dan be saran tolerance> 0.1, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinieritas antar variabel bebas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji persyaratan yang terakhir adalah uji heteroskedastisitas. Untuk mengetahui apakah terdapat heteroskedastisitas atau tidak, dapat dilihat pada Scatterplot berikut.

Scatterplot

Dependent Variable: Harga Saham

2

o

o

a

o

o

a o 0

o

a
0 =
0
0 a
0 0 0 0 0
0 cPo
0
00 0
0 0
0 0 0
0
0 o

o o

a

o 0

o

-3

-3

4 ~ 0

Rearession Standardized Predicted Value

Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas Model Regresi 1

Berdasarkan gam bar 2 dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar (memencar) dan tidak ada pola yang jelas, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat heteroskedastisitas pada model regresi.

Dari ketiga hasil pengujian di atas, dapat disimpulkan bahwa model regresi I dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya.

2. Hasil pengujian hipotesis

Setelah semua uji persyaratan regresi ganda terpenuhi, berikutnya adalah melakukan pengujian hipotesis terhadap model regresi ganda. Pengujian hipotesis dilakukan terlebih dahulu dengan rnenggunakan uji-F, untuk mengetahui apakah variabel laba akuntansi dan arus kas secara simultan mempengaruhi harga saham. Hasil uj i-F dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel2. Hasil Uji-F Model Regresi I

ANOVAb

Sum of
Model Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 3.055 2 1.528 6.632 .0038
Residual 9.213 40 .230
Total 12.269 42 a. Predictors: (Constant), Net Income. Total Cashflow

b. Dependent Variable: Harga Saham

161

Jurnal Akuntansi/Tahun xn. No.02, Mei 2008: 155-166

Dari tabel 2 diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0,003 (lebih kecil dari 0,05), ini berarti Ho ditolak maka dapat disimpulkan bahwa paling sedikit terdapat satu variabel bebas yang berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Dengan demikian uji secara parsial (uji-t) untuk menjawab hipotesis penelitian dapat dilakukan untuk mengetahui variabel bebas mana saja yang mempengaruhi harga saham.

Hasil pengujian hipotesis dapat dilihat tabel di bawah ini:

Tabel 3. Hasil Pengujian Hipotesis Model Regresi I

Coefficie nts"

U nstandardlzad Standardized
Coeffi cients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) -1.560 1.142 -1.366 .179
Total Cashflow .203 .109 .281 1.873 .068
Net Income .217 .103 .314 2.097 .042 a. Dependent Variable: Harga sanam

Model regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Log HS = -1,560 + 0.203 log AK + 0,217 log LA+ e

Uji hipotesis pertarna

HI: Arus kas berpengaruh secara signifikan terhadap harga saharn

Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa variabel arus kas terhadap harga saham mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,068. Hal ini berarti arus kas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, karena angka signifikansi terse but (0,068) lebih besar daripada 0,05. Jadi dapat disimpulkan HI (hipotesis pertama) ditolak.

Uji hipotesis kedua

Hz: Laba akuntansi berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham

Pada tabel 3 dapat dilihat bahwa variabel laba akuntansi terhadap harga saham mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,042 (Iebih kecil dari 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa laba akuntansi berpengaruh secara siginfikan terhadap harga sama dan H2 (hipotesis kedua) tidak ditolak.

Model Regresi Ganda II

1. Uji Persyaratan Regresi Ganda a. Uji Normalitas

Hasil Normal Probability Plot di bawah ini menunjukkan bahwa terdapat normalitas atau distribusi data yang normal, karena titik-titiknya mengikuti arah garis diagonal.

162

Ken;: Pengoruh Arus Kos don Lobo Akuntonsi Terhodap Horgo ...

Normal P-P Plot of Regrosslon Standardized Residual

Dependent Variable: Harga Saham

1.0
I::
10.4
0.2
0.0
0.0 0,2 04 0,6 0_8 1.0

Observed C~m Prob

Gambar 3. Hasil Uji Normalitas Model Regresi II

b. Uji Multikolinieritas

Tabel 4. HasiJ Uji Multikolinieritas Model Regresi II

Coefficients'

Collinearit Statistics
Model Tolerance VIF
1 Operating Activities .381 2.626
Investing Activities .793 1.261
Financing Activities .382 2.617 a. Dependent Variable: Harga Saham

Nilai VIP di bawah 10 dan besaran tolerance lebih besar dad 0,1, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat rnultikolinieritas antar variabel bebas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Scattorplot

Dependent Variable: Harga Saham

0
0
0 0
0 0
c9
0 0
0 0 0 0
0
0 0 0
0 0 0 0 0 0
cO 0
0 0
0 0 0 00 0
0 0 @
0
0
0 0 -2

L-.- .- -. .- -. ~_.~

·3

~2 -1 0

~egresslon Standardized Predicted Value

Gambar 4. Hasil Uji Heteroskedastisitaslvlodel Regresi II

163

Jurnal AkuntansilTahun XII, No.02, Mei 2006: 155-166

Berdasarkan gam bar 4 dapat dapat disimpulkan tidak terdapat heteroskedastisitas pada model regresi. Hal ini terlihat dari titik-titik yang menyebar (me men car) dan tidak adanya pola yang jelas.

Dari ketiga hasil pengujian di atas, dapat disimpulkan bahwa model regresi TI dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya.

3. Hasil pengujian hipotesis

Langkah selanjutnya setelah semua uji persyaratan regresi ganda terpenuhi, dilakukan pengujian hipotesis terhadap model regresi ganda. Pengujian hipotesis dilakukan terlebih dahulu dengan menggunakan uji-F, untuk mengetahui apakah variabel arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pembiayaan secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Hasil uji-F dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5. Hasil Uji-F Model Regresi II ANOVAb

Sum of
Model Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 1.240 3 .413 1.462 .240a
Residual 11.028 39 .283
Total 12.269 42 a. Predictors: (Constant), Financing Activities, Investing Activities, Operating Activities

b. Dependent Variable: Harga Saham

Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa tingkat signifikansi sebesar 0,240 (Iebih besar dari 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa arus kas dari kegiatan operasi, investasi dan pembiayaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Dengan demikian sebenarnya uji secara parsial (uji-t) tidak perlu dilakukan, namun untuk menjawab hipotesis penelitian maka uji-t tetap dilakukan.

Berikut adalah tabel hasil pengujian hipotesis:

Tabel6. Hasil Pengujian Hipotesis Model Regresi II

Coefficients"

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t SiQ.
1 (Constant) .163 1.241 .132 .896
Operating Activities .126 .181 .171 .694 .492
Investing Activities .009 .098 .016 .091 .928
Financing Activities 100 .155 .159 .646 .522 a. Dependent Variable: Harga Saham

Model regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Log HS = 0,163 + 0,126 Log AKO + 0,009 Log AKI + 0,100 Log AKP + e

164

Keni: Pengaruh ArusKasdan Laba Akuntansi Terhadap Harga ...

Uji hipotesis ketiga

H3: Arus kas dari kegiatan operasi berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham

Dari tabel 6 terlihat bahwa variabel arus kas dari kegiatan operasi tidak berpengaruh secara· signifikan terhadap harga saham karena mernpunyai tingkat signifikansi yang lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0.492. Jadi dapat disimpulkan bahwa H3 (hipotesis ketiga) tidak ditolak.

Uji hipotesis keempat

H4: Arus kas dari kegiatan investasi berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham

Dari tabel 6 dapat dilihat bahwa variabel arus kas dari kegiatan investasi terhadap harga saham mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,928 (Iebih besar dari 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa arus kas dari kegiatan investasi tidak berpengaruh secara siginfikan terhadap harga saham dan H4 (hipotesis kempat) tidak ditolak.

Uji hipotesis kelima

Hs: Arus kas dari kegiatan pembiayaan berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham

Variabel arus kas dari kegiatan pembiayaan mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,068 dan ini berarti arus kas dari kegiatan pembiayaan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham, karena angka signifikansi 0,522 (Iebih besar daripada 0,05). Jadi dapat disimpulkan Hs (hipotesis kelima) tidak ditolak.

PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya varia bel laba akuntansi yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga akuntansi. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Triyono dan Hartono (2000), sehingga dalam berinvestasi sebaiknya laba akuntansi juga dipertimbangkan sebagai salah satu faktor oleh para investor tanpa mengabaikan faktor lain. Hal ini dapat dilihat bahwa pada penelitian yang dilakukan oleh Naimah (2000), arus kas berpengaruh terhadap harga saham. Adanya perbedaan hasil penelitian mungkin disebabkan oleh periode penelitan yang. berbeda sehingga dapat disimpulkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi harga saham.

PENUTUP

Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh hasil bahwa pada model regresi I secara parsial hanya variabel laba akuntansi yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan secara sirnultan model regresi dalam penelitian ini dapat digunakan untuk memprediksi harga saham. Pada model regresi II baik secara parsial maupun secara simultan variabel bebas (arus kas dari kegiatan operasi, investasi dan pembiayaan) yang digunakan dalam penelitian ini tidak ada yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.

Sebaiknya pada penelitian selanjutnya variabel penelitian ditambah karena masih ada faktor-faktor lain yang dapat memepengaruhi harga saham serta menambah sampel dengan memperpanjang periode penelitian.

165

.1urnal AkuntansilTahun XII, No.02, Mei 2008: 1"-166

DAFTAR RUJUKAN

Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houston.{200l). Fundamentals of Financial Management. g'h Edition. Orlando: Harcourt Inc.

Ikatan Akuntan Indonesia.(2007). Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat Naimah, Zahroh. (2000). Kandungan Informasi Laba Akuntansi dan Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham, Jurnal Akuntansi. Th. IV. No.{l). ha1.70-83

Skousen K. Fred, Earl K. Stice dan James D. Stice. (1998). Intermediate Accounting.

Cincinnati, Ohio: South-Western College Publishing

Suhendah, Rousilita.{200S). Earning Management. Jurnal Akuntansi. Th. IX. No. (2).

MeLhal.19S-205

Triyono dan Jogiyanto Hartono.(2000). Hubungan Kandungan Informasi Arus Kas, Kornponen Arus Kas dan Laba Akuntansi dengan Harga atau Return Saham. Jumal. Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 3. No. (I). Januari, hal. S4-68 Tuanakotta,Theodorus M.(l999). Teori Akuntansi. Buku Satu. Jakarta: Fakultas Ekonomi

Universitas Indonesia .

Wardhani, Rika Yunita.(2006). http://adln.lib.unair.ac.id/go.php?id=jiptunair-gdl-s 1-2006- wardhaniri-3S82&PHPSESSID=e9gecec43aeb91 a73cOe368ce 140cfSf

Warren, Carl S., lames M. Reeve, dan Philip E. Fess. (200S). Accounting. 21s1 edition.

Ohio: Thompson Learning.

Widoatmojo, Sawidji. (1996). Cara sehat investasi pasqr modal. Edisi ketiga. Jakarta:

Bisnis Indonesia.

166