Anda di halaman 1dari 66

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Selain menggunakan bahan bakar minyak, mesin-mesin industri dan


kendaraan bermotor perlu menggunakan pelumas dalam pengoperasiaannya. Pada
intinya, pelumas berfungsi untuk melumasi komponen-komponen mesin supaya
komponen-komponen tersebut tidak mudah aus selama mesin beroperasi. Untuk
itu, pelumas kualitas terbaik perlu digunakan sehingga umur mesin menjadi lebih
lama.

Pertamina sebagai salah satu badan usaha milik negara mempunyai peran
untuk memproduksi pelumas sebagai salah satu inti bisnisnya. Namun, Pertamina
bukanlah satu-satunya produsen pelumas di Indonesia. Banyak sekali merek
pelumas yang beredar di Indonesia baik yang diproduksi di dalam negeri maupun
yang diimpor ke Indonesia. Banyaknya merek pelumas membuat konsumen bisa
memilih pelumas yang dikehendakinya. Ini membuat pasar pelumas penuh dengan
persaingan. Dan tentu saja, konsumen akan memilih pelumas dengan kualitas
terbaik dengan harga yang paling murah. Untuk itu, Pertamina perlu beroperasi
dengan prinsip bisnis yang sehat supaya bisa lebih unggul daripada produsen
pelumas lainnya dalam kompetisi yang ketat ini.

Untuk itu, perlu dilakukan berbagai upaya agar Pertamina beroperasi


secara lancar dan tidak mengalami gangguan yang bisa menyebabkan
terganggunya proses produksi pelumas baik dari segi kuantitas maupun dari
kualitas dari pelumas, tapi dengan biaya produksi yang seminimum mungkin. Hal
ini bisa dilakukan dengan melakukan efisiensi pada beberapa fungsi produksi
pada lantai produksi di Lube Oil Blending Plant (LOBP) Production Unit Gresik.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Efisiensi tersebut bisa dilakukan dengan cara penggunaan alat alat produksi yang
mempunyai harga yang cukup murah tapi dalam fungsinya tidak mengganggu
proses dari kegiatan produksi pelumas, perbaikan alat alat produksi yang masih
layak, dan juga maintenance alat alat yang digunakan dalam proses produksi
sehingga bisa mendeteksi kerusakan secara dini dengan harapan life time dari alat
produksi bisa lebih lama.

Penggunaan alat yang memadai juga harus diimbangi dengan adanya


maintenance yang baik. Maintenance akan mencegah adanya kerusakan alat dan
memperpanjang umur pemakaian alat. Pengembangan dalam proses maintenance
juga perlu dilakukan, hal ini didasari penggunaan alat yang berbeda-beda dalam
wilayah – wilayah tertentu. Misalnya perlu adanya penyesuaian keadaan dengan
lingkungan sekitar. Hal lain menjadi elemen penting dalam maintenance adalah
factor dari SDM ( Sumber Daya Manusia ). Proses maintenance harus
dilaksanakan oleh para engineer yang sudah berpengalaman dan menguasai ilmu
praktis dari kerja suatu alat.

Untuk menciptakan seorang engineer yang berpengalaman dapat diawali


dari tempat dimana seseorang menimba ilmu, seperti misalnya dalam sebuah
Politeknik. Pengalaman bagi seorang mahasiswa dapat diperoleh dengan cara
mengikuti Kerja Praktek (KP) di suatu perusahaan. Disamping mendapatkan
pengalaman pengalaman kerja mahasiswa juga akan mendapatkan wawasan
dalam dunia industry, baik dari sisi social maupun teknis. Diharapkan dengan
bertambahnya wawasan tersebut mahasiswa dapat menjadi calon output dari
perguruan tinggi yang lebih mengenal akan perkembangan industry itu sendiri.

Kerjasama yang baik antara dunia pendidikan sebagai penghasil output


tenaga kerja berpendidikan dan terampil dengan semua unsur di luar perguruan
tinggi pengguna tenaga kerja sebagai pengguna tenaga kerja akan besar sekali
manfaatnya.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Sementara itu Kerja Praktek yang telah menjadi mata kuliah wajib di
jurusan Teknik Elektronika PENS-ITS dipandang sebagai manifestasi terjalinnya
hubungan antara dunia perguruan tinggi dengan unsur dunia kerja sebagai
pengguna output yang dihasilkannya.

Dengan syarat kelulusan yang ditetapkan, mata kuliah Kerja Praktek telah
menjadi salah satu pendorong utama bagi tiap-tiap mahasiswa untuk mengenal
dan mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya pada aplikasi praktis di dunia
kerja.

Berbagai pemikiran yang mendasari dilaksanakannya kerja praktek di PT


Pertamina (Persero) adalah sebagai berikut :

1. Melaksanakan salah satu tujuan pendidikan di PENS - ITS, yaitu :


Mendidik dan mengembangkan kemampuan mahasiswa dan menghasilkan
lulusan yang berbudi luhur, unggul dalam pengetahuan dan ketrampilan
ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, berkepribadian mantap dan mandiri,
mempunyai kemampuan profesional dan etika profesi, memiliki integritas
dan tanggung jawab yang tinggi, mempunyai kemampuan untuk
mengembangkan diri dan bersaing di tingkat nasional maupun
internasional.

2. Syarat kelulusan dari mata kuliah Kerja Praktek di Jurusan Elektronika


Politeknik Elektronika Negeri Surabaya- ITS.

3. Diperlukan keselarasan antara sistem pendidikan tinggi dengan dunia


kerja.

4. Diperlukan sarana untuk mengimplementasikan ilmu - ilmu yang didapat


di bangku kuliah pada dunia kerja.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 3
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

1.2 Tujuan

Kerja praktek yang dilaksanakan pada tanggal 1 Februari sampai dengan


29 Februari 2010 ini mempunyai beberapa tujuan, dibagi menjadi tujuan umum
dan tujuan khusus, yaitu:

Tujuan Umum :

1. Membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui dan


memahami aplikasi ilmunya di dunia industri pada umumnya serta
mampu menyerap serta berasosialisasi dengan dunia kerja
khususnya di bidang industri pengolahan minyak.
2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sistem kerja
di dunia industri sekaligus mampu mengadakan pendekatan
masalah secara utuh.
3. Terciptanya hubungan yang sinergis, jelas dan terarah
antara dunia perguruan tinggi dan dunia kerja sebagai pengguna
outputnya.

Tujuan Khusus :

1. Mengetahui bagaimana struktur organisasi khususnya PT


Pertamina (Persero) dan manajemen pada instansi tersebut.
2. Mengetahui bagaimana sistem kerja produksi dalam
menghasilkan pelumas.
3. Mengamati peralatan dan proses perawatan dan
maintenance peralatan control dan instrument yang terdapat dalam
lithos filling machine.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 4
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

1.3 Batasan Masalah

Dalam Pelaksanaan Kerja Praktek ini, penulis hanya melakukan


pengamatan secara umum pada perawatan dan perbaikan peralatan control dan
instrument yang dipakai di lithos filling machine.

1.4 Metode Penyusunan Laporan

Laporan ini ditulis berdasarkan hasil kegiatan Kerja Praktek di PT.


Pertamina (Persero) bagian Lube Oil Blending Plant (LOBP) Production Unit
Gresik, sedangkan metode yang digunakan untuk penulisan laporan adalah
sebagai berikut :

1. Pengamatan langsung terhadap kinerja yang sesungguhnya.


2. Wawancara dengan pihak yang berkompeten dibidangnya.
3. Studi kepustakaan.

1.5 Sistematika Penulisan

Laporan Kerja Praktek ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini dibahas mengenai latar belakang, dasar pemikiran,


tujuan, dan sistematika penulisan laporan.

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 5
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Bab ini meliputi profil PT Pertamina (Persero) bagian Lube Oil


Blending Plant (LOBP) Production Unit Gresik, struktur
organisasi perusahaan, dan divisi tempat Kerja Praktek.

BAB III PENGAMATAN DAN PENGUMPULAN DATA

Bab ini meliputi rangkaian kegiatan yang kami lakukan selama


Kerja Praktik, khususnya dalam pengumpulan data pada
lapangan.

BAB IV LITHOS FILLING MACHINE

Bab ini meliputi penjelasan mengenai proses maintenance di


lithos filling machine yang ada pada PT Pertamina (Persero)
bagian Lube Oil Blending Plant (LOBP) Production Unit Gresik.

BAB V ANALISA, MAINTENANCE DAN PENGEMBANGAN ALAT

Bab ini meliputi penjelasan dari analisa Lithos Filling Machine


dan alternatif alternatif yang bisa dipakai untuk pengembangan
peralatan dari Lithos Filling Machine untuk mencapai hasil yang
lebih baik dari segi produksi maupun efisiensi. Serta kegiatan
maintenance apa yang sering dilakukan.

BAB V PENUTUP

Memuat kesimpulan dan saran bagi PT Pertamina (Persero)


bagian Lube Oil Blending Plant (LOBP) Production Unit Gresik.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 6
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

(Halaman ini sengaja dikosongkan)

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 7
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

BAB II

TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Profil Perusahaan

2.1.1. Gambaran Umum

Industri minyak di Indonesia dimulai pada awal abad ke-19. Masa


awal pencarian dan penemuan minyak di Indonesia terjadi antara tahun 1871-
1885, yaitu 12 tahun setelah pemboran minyak pertama di Titusville,
Pensylvania, Amerika Serikat (tahun 1859) dan mulai terjadi pemboran
minyak pada tahun 1883 di Telaga Tiga. Setelah itu, berturut-turut, mulai
tahun 1885 sampai tahun 1945 terjadi masa eksploitasi minyak oleh penjajah,
yaitu Belanda dan Amerika Serikat (AS). Di zaman Jepang, usaha yang
dilakukan umumnya adalah merehabilitasi lapangan dan sumur yang rusak
akibat bumi hangus atau pengeboman (pertamina.com).

Masa perjuangan minyak Pra-Pertamina terjadi pada tahun 1945-1957.


Tetapi selama perang kemerdekaan, kegiatan pencarian minyak berhenti.
Kemudian mulai berdiri perusahaan minyak pribumi PTMSU Pangkalan
Berandan dan PTMN Cepu pada tahun 1945. Pada tahun 1950, PTMSU
Pangkalan Berandan berubah menjadi PTMRI Sumatera Utara dan PTMN
Cepu berubah menjadi PTMNRI Cepu. Pada Agustus 1951, Gubernur
Sumatera, Mr. Teuku H. Moh. Hasan, mengajukan sebuah mosi yang

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 8
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

memperjuangkan pertambangan minyak dan disokong oleh kabinet secara


bulat pada 2 Agustus 1951 dan dibentuk sebuah komisi. Perjuangan di
parlemen salah satunya adalah merintis UU pertambangan yang mengganti
Indische Mijnwet (UU Pertambangan Pemerintah Hindia Belanda) yang
mengatur kegiatan pencarian minyak bumi di Indonesia. Di Tahun 1957,
Pemerintah RI mengambil alih semua perusahaan Belanda di Indonesia
(kecuali SHELL karena kepemilikannya bersifat internasional). Kemudian
pada 10 Desember 1957 berdiri PT Permina sebagai perusahaan minyak
pertama bersifat nasional (pertamina.com).

Pada tahun 1959, berdiri NV NIAM (NV Nederlands Indische


Aardolie Maatschappij), yaitu perusahaan patungan AS dan Belanda. Pada 31
Des 1959, 50% saham NV NIAM diambil alih pemerintah RI dan NV NIAM
berubah jadi PT Permindo. Pada 1961, PT Permindo dikukuhkan menjadi PN
Permigan. Tahun 1961, PT. PERMINA menjadi PN. PERMINA dan PTMN
menjadi PN. PERMIGAN. Pada 4 Jan 1966, Permigan dilikuidasi karena
peristiwa G30S/PKI yang membuat aset Permigan diberikan kepada PN
Pertamin dan PN Permina. Di tahun 1968, PN Pertamin dan PN Permina
merger menjadi PN Pertamina. Pada tahun 1971, diterbitkan UU No. 8 tahun
1971 yang mengukuhkan PN Pertamina menjadi Pertamina. Kemudian di
tahun 2001, diterbitkan UU Migas No 22 tahun 2001 yang akhirnya
mengantar Pertamina menjadi PT Pertamina (Persero). Pada tahun 2003,
Pertamina berubah status menjadi PT Pertamina (Persero) dan terjadi
perubahan mendasar pada peran regulator menjadi player (pertamina.com).

Pertamina adalah Badan Usaha Milik Negara yang telah berubah


bentuk menjadi PT Persero, yang bergerak di bidang energi, petrokimia, dan
usaha lain yang menunjang bisnis Pertamina, baik di dalam maupun di luar
negeri yang berorientasi pada mekanisme pasar. PT Pertamina (Persero)
merupakan BUMN yang 100% sahamnya dimiliki oleh Negara. Modal Disetor

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 9
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

(Penanaman Modal Negara/PMN) PT Pertamina (Persero) pada saat pendirian


adalah Rp 100 Trilyun yang diperoleh dari "Seluruh Kekayaan Negara yang
selama ini tertanam pada Pertamina, yang meliputi Aktiva Pertamina beserta
seluruh Anak Perusahaan, termasuk Aktiva Tetap yang telah direvaluasi oleh
Perusahaan Penilai Independen, dikurangi dengan semua Kewajiban (Hutang)
Pertamina" (pertamina.com).

Selain itu PT Pertamina (Persero) juga membangun unit khusus yang


menangani pengolahan pelumas dan aspal. Salah satunya ada di Gresik, Jawa
Timur. PT Pertamina (Persero) meresmikan pengoperasian proyek LOBP
(lube oil blending plant) di Unit Produksi Pelumas Pertamina Gresik, Jawa
Timur pada tanggal 31 Januari 2009. Dengan kapasitas produksi 130.000
kiloliter (kl) per tahun, LOBP dapat memenuhi sekitar 40% produksi pelumas
Pertamina. Yang mana pembangunan LOBP Gresik dilaksanakan pada 26
April 2007 sampai 1 November 2008 dengan nilai proyek Rp 220 miliar.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Rekayasa Industri. Selain dua


LOBP di Jakarta dan Cilacap, LOBP Gresik diharapkan bisa memenuhi
produksi pelumas pertamina di tengah regulasi terbaru pasar bebas.
Pembangunan LOBP ini, dikatakan sebagai perubahan regulasi tata niaga
pelumas di Indonesia sejak 2001, di tengah persaingan pasar. Dari pasar
monopoli pertamina, menjadi pasar bebas. Sejak 1974 lalu, Pertamina
mengandalkan LOBP unit Tanjung Perak guna memenuhi kebutuhan di
Kawasan Timur Indonesia, seperti pasar di Jawa Timur, Sulawesi,
Kalimantan, Bali, NTB, NTT hingga Papua.

Ke depannya diharapkan, keberadaan LOBP Gresik bisa menambah


ekspansi pemasaran Pertamina ke Asia Pasifik, mulai Pakistan, Dubai, dan
Australia. Apalagi di tengah krisis ekonomi ini, Pertamina masih mampu
mempertahankan pangsa pasar sebesar 60%. Saat ini Pertamina baru
menguasai 360 ribu sampai 400 ribu kiloliter per tahun dari pasar pelumas

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 10
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

dalam negeri mencapai 500 ribu kiloliter per tahun. Dari jumlah tersebut
pertamina mampu mengeskpor 5.000 sampai 6.000 kiloliter per tahun.
Produksi pelumas Pertamina ini di anggap mampu mempertahankan pangsa
pasar dalam negeri hingga 70%. Ke depan, pemerintah menginginkan agar
Pertamina mampu bersaing di negara sendiri, dan dan tidak kalah dengan
perusahaan minyak asing.

2.1.2. Visi dan Misi Perusahaan

Pada PT Pertamina (Persero) unit Pelumas memiliki visi adalah


sebagai berikut:

“ To Be The Best Lubricating Solution Partner (Menjadi Partner Solusi


Pelumas yang Terbaik) ”

Sedangkan untuk misi dari PT Pertamina (Persero) unit Pelumas


adalah sebagai berikut:

“ Memasarkan Produk Pelumas, Base Oil dan Parafinic di Pasar dalam


Negeri serta Secara Selektif di Pasar Internasional (ASEAN), Melalui
Penciptaan Nilai Tambah pada Konsumen dan Perusahaan”

2.1.3. Bisnis Perusahaan

Kegiatan Pertamina dalam menyelenggarakan usaha di bidang energi


dan petrokimia, terbagi ke dalam dua sektor, yaitu Usaha Hulu dan Usaha
Hilir, serta ditunjang oleh kegiatan anak-anak perusahaan dan perusahaan
patungan. Kegiatan Usaha Hulu meliputi eksplorasi dan produksi minyak, gas,
dan panas bumi. Aktivitas eksplorasi dan produksi dilakukan melalui operasi
sendiri dan konsep kemitraan dengan pihak ketiga. Pengusahaan minyak dan

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 11
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

gas melalui operasi sendiri dilakukan di tujuh Daerah Operasi Hulu (DOH),
yaitu DOH Nangroe Aceh Darussalam berpusat di Rantau, DOH Sumatera
Bagian Tengah berpusat di Jambi, DOH Sumatera Bagian Selatan berpusat di
Prabumulih, DOH Jawa Bagian Barat berpusat di Cirebon, DOH Jawa Bagian
Timur berpusat di Cepu, DOH Kalimantan berpusat di Balikpapan, DOH
Papua berpusat di Sorong. Pengusahaan panas bumi dilakukan di tiga area
panas bumi, yaitu Area Sibanyak (Sumut), Area Kamojang (Jabar), Area
Lahendong (Sulut). Kegiatan Usaha Hilir meliputi pengolahan, pemasaran,
niaga, dan perkapalan serta distribusi produk hilir (pertamina.com).

Bidang pengolahan mempunyai dua kilang Liquid Natrium Gas (LNG)


di Arun dan Bontang, serta tujuh kilang Liquid Petrolleum Gas (LPG) di
Pangkalan Berandan, Dumai, Musi, Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan
Mundu. Kilang Cilacap adalah satu-satunya penghasil lube base oil dengan
grade HVI-60, HVI-95, HVI-160S, dan HVI-650. Produksi lube base oil ini
disalurkan ke LOBP untuk diproduksi menjadi produk pelumas dan
kelebihannya akan diekspor (pertamina.com).

2.1.4. Struktur Organisasi Perusahaan


Unit pelumas terdiri dari dua unit usaha, yaitu Marketing Unit dan
Production Unit. Unit Produksi terdapat di tiga tempat untuk melayani
wilayah terdekatnya, yaitu di Jakarta untuk melayani Indonesia wilayah Barat,
Cilacap untuk melayani Indonesia wilayah Tengah, Surabaya dan Gresik
untuk melayani Indonesia wilayah Timur. Unit Produksi Pelumas Jakarta
menyuplai Sales Region (SR) I (Medan, Padang, Pekanbaru, Batam), SR II
(Jambi, Bengkulu, Bangka, Lampung, Palembang), SR III (Jakarta & Jabar),
dan Pontianak. Unit Produksi Pelumas Cilacap menyuplai SR IV (Jateng &
DIY). Unit Produksi Pelumas Surabaya dan Gresik menyuplai SR V (Jatim,

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 12
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Bali, Nusa Tenggara), SR VI (Kalimantan kecuali Pontianak), SR VII


(Sulawesi, Maluku, Papua) (pertamina.com).

Production Unit Gresik mempunyai enam departemen kerja, yaitu


LOBP (produksi), Teknik, Logistik, Quality Inspector & K3LL, dan
Administrasi, Keuangan, & SDM. Seluruh kepala departemen tersebut
bertanggung jawab terhadap Production Unit Gresik. Berikut ini adalah tugas
atau bidang kerja setiap departemen di Production Unit Gresik:
1. Departemen LOBP bertugas untuk melaksanakan program bulanan dari
unit produksi pusat (Jakarta) menjadi produksi dalam bentuk lithos, drum,
dan curah.
2. Departemen Teknik mempunyai dua program kerja utama, yaitu
Scheduling agar program preventive maintenance dapat berjalan sesuai
rencana dan On Condition Monitoring Maintenance yaitu
pengukuran/pemantauan yang dilakukan secara kontinyu oleh bagian mekanik
sesuai dengan jadwal.
3. Departemen Logistik bertugas untuk melaksanakan fungsi logistik untuk
material warehouse, perencanaan dan pengadaan bahan baku pembuat
pelumas (base oil), bahan aditif, dan juga kemasan lithos, drum, dan
kardus.
4. Departemen Quality Inspector & K3LL bertugas untuk melakukan
pengujian/inspeksi terhadap kemasan pelumas (lithos, drum, dan kardus)
yang dipesan dari beberapa vendor yang menjalin kerja sama dengan
Pertamina. Selain itu, juga bertugas melindungi semua aset perusahaan
baik sumber daya manusia dan faktor produksi lainnya.
5. Departemen Administrasi, Keuangan, & SDM bertugas melakukan
pencatatan seluruh kejadian historis dan data-data penting perusahaan,
mengatur arus keuangan perusahaan, dan mengatur sumber daya manusia
yang ada.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 13
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

(Halaman ini sengaja dikosongkan)

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 14
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

BAB III

PENGAMATAN DAN PENGUMPULAN DATA

3.1 Laporan Harian KP (Kerja Praktek) ke 1

Hari : Senin

Tanggal : 1 Februari 2010

Kegiatan:
1. Kami, Ma’arifin dan Dimas, selaku peserta Kerja Praktik (KP) menemui
Ibu Ike selaku pengawas Sumber Daya Manusia (SDM) guna memberitahukan
kehadiran kami untuk yang pertama kalinya. Di sana, ibu Ike juga
menjelaskan tata tertib selama KP. Di antara tata tertibnya adalah peserta KP
harus mengisi lembar presensi baik saat masuk kerja maupun saat pulang
setiap kali hadir. Jika peserta tidak hadir maka peserta harus meminta izin ke
ibu Ike. Peserta KP juga diwajibkan mengenakan pakaian rapi dan tidak boleh
memakai kaos. Kemudian, ibu Ike menyuruh kami menemui bapak Kukun
selaku kepala Teknik LOBP Production Unit Gresik. Sehubungan bapak
Kukun sedang tidak ada di kantor, maka kami disuruh menemui wakilnya
yaitu bapak Rachmad.
2. Dari ibu Ike, kemudian kami menemui bapak Rachmad. Setelah itu kami
diarahkan ke bagian control room. Disana kami ketemu bapak Raris, bapak
Raris disini banyak menjelaskan tentang bagian alur proses dari proses awal
yaitu dari bahan mentah sampai bisa di distribusikan ke konsumen mapun
distributor. Kurang lebih seperti dibawah ini alur proses kerjanya :

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 15
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Gambar 1. Alur proses produksi pelumas

3.2 Laporan Harian KP (Kerja Praktek) ke 2

Hari : Selasa

Tanggal : 2 Februari 2010

Kegiatan :

1. Menemui bapak Kukun selaku kepala Teknik LOBP


Production Unit Gresik untuk menjelaskan kedatangan kami dan berkonsultasi
mengenai masalah apa yang bisa kami kerjakan.

2. Kemudian kami diantarkan ke ruang workshop


untuk berkenalan dan bergabung dengan teknisi yang lainnya selama KP

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 16
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

(Kerja Praktek) berlangsung. Dan apabila ada kerusakan pada pabrik maka
kami ikut turun langsung ke lapangan bersama teknisi yang lain.

3. Setelah itu kami menuju local control room lagi


untuk bertanya masalah proses produksi secara lengkap kepada bapak Raris.
Dari penjelasan yang diberikan, dapat dibuatkan diagram blok seperti dibawah
ini :

Gambar 2. Bagan proses produksi pelumas

4. Kemudian setelah mengetahui alur produksinya kami mencoba untuk


melakukan survey lapangan ke tempat yang disebutkan pada proses produksi
tersebut. Dengan survey yang kami lakukan, kami berharap bisa menemukan
bahan permasalahan yang bisa kami tulis di laporan KP. Survey pertama,
diawali ke tanki base oil dan aditif. Adapun jumlah tanki base oil ada 8 unit
dengan fungsi per 2 unit tankinya menampung base oil dengan kualitas yang

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 17
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

sama sedangkan untuk tanki aditif ada 9 unit tanki dengan per unitnya
menampung jenis tertentu.

5. Lalu, kami mengunjungi tempat di mana mesin blending berada. Di sana


terdapat 2 jenis mesin blending, mesin pertama yaitu in-line blending (ILB) di
mana proses pencampuran base oil dan aditif dilakukan langsung di pipa,
mesin kedua yakni automatic batch blending (ABB) di mana proses
pencampuran dilakukan di tanki khusus untuk setip batch produksi. Semua
proses blending di kontrol langsung oleh control room.
6. Kemudian, kami menuju ke tanki holding (TH), tanki tango fanta (TF),
tanki sera (TS). Adapun jumlah tanki holding ada 8 unit. Tanki TS ada 3 unit
dan tanki TF ada 4 unit. Produk dari ILB menuju ke TS dan TF sedangkan
produk dari ABB menuju ke TH dan TF.
7. Karena sudah sore kami memutuskan untuk melanjutkan keesokan
harinya.

3.3 Laporan Harian KP (Kerja Praktek) ke 3

Hari : Rabu

Tanggal : 3 Februari 2010

Kegiatan :

1. Pada hari ke tiga kami melanjutkan survey lapangan untuk mencari bahan dan
permasalahan yang bisa di tulis dilaporan kami. Kami memasuki ruang filling
lithos (FL). Filling lithos adalah serangkaian mesin terotomasi yang digunakan
untuk mengisikan pelumas pada botol lithos berbagai ukuran. Adapun jumlah
line filling lithos ada 4 line. Line 1 dan line 2 digunakan untuk botol ukuran 0.8
liter dan 1 liter, sedangkan line 3 dan line 4 digunakan untuk botol ukuran 4
liter dan 10 liter. Filling lithos ada di tempat tertutup.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 18
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

2. Dari FL kami menuju ke filling drum (FD). Sesuai namanya, filling drum
berfungsi untuk mengisikan pelumas pada drum. Sama seperti filling lithos,
banyaknya line filling drum ada 4 line. Namun, semua line ini ada di ruangan
yang terpisah dengan filling lithos.
3. Kemudian, kami melihat tempat inventory drum dan lithos. Drum kosong
ditempatkan di luar ruangan dan material handling-nya dilakukan secara
otomatis dengan mengunakan conveyor. Produk pelumas dalam drum juga
ditempatkan di luar ruangan. Sedangkan, material lithos (botol plastik)
ditempatkan di dalam ruangan. Untuk membawa botol lithos ke filling lithos
digunakan forklift. Dan produk pelumas dalam lithos juga ditempatkan pada
ruangan yang berbeda dari materialnya.

3.4 Laporan Harian KP (Kerja Praktek) ke 4

Hari : Kamis

Tanggal : 4 Februari 2010

Kegiatan :

1. Setelah melakukan survey tempat yang berhubungan dengan produksi,


kami disarankan orang teknisi untuk melihat bagian utility. Bagian Utility
merupakan tempat dimana kita bisa mempelajari sistem pendukung untuk
kerja dari proses blending. Dibagian ini ada beberapa mesin pendukung
seperti:
- Kompresor
- Air Dryer
- Mesin Boiler
- RO (Reverse Osmosis)
- Colling Tower

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 19
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

2. Mengamati kompresor yang digunakan untuk menghasilkan udara


bertekanan yang digunakan untuk menggerakkan alat-alat yang berbasis
pneumatic yang menggunakan udara sebagai tenaga penggeraknya.
Kompresor tersebut mengambil udara dari udara bebas, yang dimana tekanan
udara yang dihasilkan bisa diatur lewat PLC yang sudah meurapak suatu
kesatuan dengan kompresor. Kompresor tersebut juga mempunyai filter yang
digunakan untuk menyaring uap air yang berada dari udara bebas. Kompresor
didinginkan dengan menggunakan oli, dan kemudian oli tersebut didinginkan
kembali dengan mengunakan air dari cooling tower. Udara tersebut kemudian
disimpan ke dalam tanki penyimpanan, yang sebelumnya dikeringkan dengan
menggunakan Air Dryer.

Gambar 3. Kompresor dan Air Dryer

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 20
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Gambar 4. Kompresor buatan Ingersoll-Rand

3. Mengamati Air Dryer, Air Dryer sendiri merupakan mesin yang


digunakan untuk mengeringkan udara yang berasal dari kompresor. Hal
tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa udara yang disalurkan ke alat-
alat produksi bebas dari uap air. Perlu diketahui bahwa alat-alat yang berbasis
pneumatic harus bebas dari uap air yang bisa mengakibatkan korosi sehingga
akan merusak alat. Air Dryer tersebut bisa dikontrol dan dipantau suhunya di
local control room.

Gambar 5. Air Dryer buatan Ingersoll-Rand

4. Mengamati mesin boiler, boiler sendiri merupakan mesin yang digunakan


untuk menghasilkan uap air yang bersuhu dan bertekanan tinggi yang

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 21
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

digunakan sebagai pemanas dalam proses blending dan distribusi dari bahan
baku pelumas. Untuk beberapa bahan baku pelumas, seperti aditif, ada bahan
bahan yang mempunyai viscositas/kekentalan yang sangat tinggi sehingga bila
langsung disedot dengan motor pompa, akan menyebabkan motor pompa akan
mendapat beban sangat besar sehingga arus yang dibutuhkan motor juga
menjadi sangat besar. Hal itu tentu saja sangat berbahaya bagi motor karena
bisa menyebabkan motor terbakar atau akan mengurangi life time dari motor.
Terutama untuk motor-motor dengan instalasi DOL (Direct On Line), yang
langsung dihubungkan dengan sumber 3 phasa. Sehingga dengan pemanasan
bahan baku pelumas tersebut, diharapakn kerja motor akan lebih ringan.
Mesin boiler itu sendiri dipanaskan dengan menggunakan pembakaran solar
yang disenprotkan oleh nozzle yang bukaan dari nozzle tersebut bisa diatur
secara manual ataupun otomatis. Kemudian uap panas tersebut disalurkan
lewat pipa pipa yang terhubung dengan mesin mesin produksi ataupun tanki
tanki.
5. Mengamati sistem reverse osmosis, reverse osmosis merupakan kebalikan
dari proses osmosis, dimana air yang berasal cooling tower akan dibersihkan
dari unsure mineral dan garam yang mengakibatkan timbulnya kerak dan
korosi pada mesin boiler. Selain dibersihkan, air juga ditambah dengan bahan
kimia yang membantu mencegah timbulnya kerak pada pipa. Air yang sudah
mengalami reverse osmosis kemdian disimpan di tanki condensate.
6. Mengamati Cooling Tower , Cooling Tower merupakan alat yang
digunakan untuk mendinginkan air yang berasal dari kompresor. Air
didinginkan dengan menggunakan blower ukuran besar. Air yang berasal dari
pendingin oli kompresor akan didinginkan oleh cooling tower dan air yang
telah dingin akan disalurkan kembali ke pendingin oli kompresor. Cooling
tower mempunyai sebuah pelampung yang digunakan untuk membuka kran
yang terhugung dengan tangki air, sehingga bila level air pada cooling tower

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 22
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

mencapai level dimana cooling tower kekurangan air, maka kran akan terbuka
dan air dari tanki air akan masuk ke cooling tower.

3.5 Laporan Harian KP (Kerja Praktek) ke 5

Hari : Jum’at.

Tanggal : 5 Februari 2010

Kegiatan :

1. Mengunjungi Sub Station I dan II. Sub Station I merupakan tempat dimana
jalur distribusi dari PLN dengan tegangan 20.000 volt 3 phasa, diturunkan
tegangannya menjadi 400 volt 3 phasa + netral. Kemudian setelah tegangan
diturunkan menjadi 400 volt, maka tegangan tersebut akan didistribusikan ke
Sub Station II.

2. Pada Sub Station II terjadi pembagian daya yang digunakan untuk


menjalankan peralatan instalasi yang ada pada pabrik baik itu untuk mesin
produksi, untuk motor di tank yard, lampu penerangan, dan seluruh instalasi
listrik pada pabrik.

3. Mengamati sistem starting motor dan sistem pneumatic di tank yard. Pada
sistem starting motor yang digunakan pada pabrik lebih cenderung
menggunakan sistem instalasi DOL (Direct On Line), yang langsung
dihubungkan dengan sumber 3 phasa. Sehingga motor yang digunakan
memiliki kecepatan yang konstan dan tidak bisa diatur. Penggunaan sistem ini
sebenarnya tidak efektif dari pada penggunaan sistem Star Delta. Untuk lebih
jelasnya bisa kita lihat dipenjelasan berikut ini :

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 23
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Star Delta

Gambar 6. Rangkaian Star Delta

Star delta adalah sebuah sistem starting motor yang paling banyak
dipergunakan untuk starting motor listrik. Starter ini mengurangi lonjakan arus
dan torsi pada saat start. Tersusun atas 3 buah contactor yaitu Main Contactor,
Star Contactor dan Delta Contactor, Timer untuk pengalihan dari Star ke Delta
serta sebuah overload relay. Dengan menggunakan star delta starter Lonjakan
arus listrik yang terlalu tinggi bisa dihindarkan. cara kerjanya adalah saat start
awal motor tidak dikenakan tegangan penuh hanya 0.58 dengan cara
dihubung bintang/ star. Setelah motor berputar dan arus sudah mulai turun
dengan menggunakan timer arus dipindahkan menjadi segitiga/ delta sehingga
tegangan dan arus yang mengalir ke motor penuh. Starter ini akan bekerja
dengan baik jika saat start motor tidak terbebani dengan berat.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 24
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Gambar 7. (a) Rangkaian Star (b) Rangkaian Delta

Gambar 8. Hubungan antara Star dan Delta

Direct OnLine (D.O.L)

D.O.L (Direct OnLine) starter berfungsi sebagai panel penghubung dan


pemutus tegangan Motor, DOL starter umumnya digunakan sebagai starter
motor-motor kecil. Pada dol starter saat start torsi yang terjadi sangat tinggi
dan lebih tinggi dari kebutuhan. Komposisi komponennya terdiri dari satu
contactor dan satu proteksi arus dengan TOR atau elektronik. Kelemahan
starter model ini adalah kemungkinan timbulnya arus start yang sangat tinggi.
biasanya bisa mencapai 6 sampai 7 kali. Pada saat starter ini di start, torsi saat

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 25
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

start ini juga sangat tinggi dan biasanya lebih tinggi dari kebutuhan. Ini dapat
terlihat adanya lonjakan/ gerakan yang keras saat motor di start. Tingginya
torsi start ini juga akan memberikan tekanan lebih pada coupling dan beban.

(a)
(b)

Gambar 9.(a) Rangkaian DOL Motor Start (b) DOL Motor Start Characteristics

4. Sedangkan untuk sistem pneumatic nya sendiri pada tank yard berupa katup
yang terhubung dengan PLC. Katup ini biasa disebut dengan butterfly dan
PLC nya sebagai kontroler buka dan tutup katup yang sistem kerjanya
menggunakan pneumatic. Katup jenis butterfly ini terhubung dengan
pneumatic control (merek Festo) yang dihubungkan dengan selenoid, dan bisa
dikontrol melalui PLC

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 26
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Gambar 10. Katup jenis butterfly

5. Setelah melalui serangkaian survey tempat dan mesin, akhirnya kami


memutuskan untuk mengambil judul Lithos Filling Machine sebagai judul
laporan kami khususnya line 3 dan 4. Alasannya karena pada mesin ini cukup
lengkap untuk dibahas sesuai dengan latar belakang jurusan kami. Ada sistem
sensor, pneumatic dan elektronikanya juga.

Dan untu hari berikutnya sampai selesai, kami memusatkan perhatian pada bagian
lithos filling machine untuk mencari informasi dan data sebanyak-banyaknya serta
juga membantu orang-orang teknik apabila ada perbaikan.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 27
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

(Halaman ini sengaja dikosongkan)

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 28
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

BAB IV

LITHOS FILLING MACHINE

4.1 Lithos Filling Machine Line 3 dan 4

4.1.1. Definisi dan Prinsip Kerja

Lithos filling machine adalah suatu mesin yang digunakan untuk


pengisian pelumas ke dalam lithos (botol kemasan plastik ) yang
menggunakan sistem otomatis dan terdiri dari beberapa rangkaian mesin yang
saling berhubungan antara satu dengan yang lain yang dihubungkan dengan
konveyor. Sistem ini dijalankan secara otomatis dengan menggunakan PLC
(Programmable Logic Control) sebagai kontrolernya, dengan berbagai
macam sensor sebagai input dan aktuatornya menggunakan motor dan
pneumatik. Yang semuanya terhubung pada sistem pengolahan pelumas
secara langsung yang di simpan didalam tanki (tank yard), yang nantinya di
salurkan ke lithos filling machine melalui pipa-pipa.

Gambar 11. Botol lithos

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 29
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Kemudian untuk basic operasinya sendiri secara umum dikendalikan


oleh sebuah unit kontrol yaitu PLC sebagai sentral kontrol. Disamping itu
juga fungsi-fungsi tombol dan switch yang masing-masing bisa dijelaskan
sebagai berikut:

- Tombol – tombol dan switch, berada di kontrol panel, dimana


masing-masing berfungsi secara terpisah dalam pengoperasian oleh
operator.

- Photoelectric mendeteksi adanya botol, secara sinkron


terkomunikasi dengan sistem lain.

- PLC dan perlengkapan lainnya ada di main panel, berfungsi


sebagai pengendali utama dari sistem kontrolnya.

Untuk sensor atau switch yang dipakai pada umumnya dapat dikatagorikan
menjadi dua, yaitu :

- Sensor penghubung antara konveyor dari unit mesin yang terkait


dengan konveyor adalah untuk menjamin adanya kelancaran
distribusi

- Sensor / switch yang berfungsi sebagai pengaman yang terkait


dengan pengaman, lebih berfungsi sebagai control kondisi yang
terjadi karena tidak berfungsinya mesin, baik karena factor
operator, produk atau benda lain yang tidak semestinya.

Selanjutnya untuk penempatan mesin sebaiknya berada pada ruangan


yang sirkulasinya cukup dengan lantai datar dan kuat, untuk tingkat
ketinggian mesin bisa diatur dari kaki penyangga yang berada dibagian
bawah mesin. Selain itu penyambungan sumber pneumatic dari kompresor
harus mempertimbangkan sumber kompresor sendiri, sebaiknya pengguna
telah melengkapi kompresor dengan air dryer, sehingga udara yang

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 30
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

dihasilkan memiliki kadar air yang rendah, hal ini menjamin keawetan
onderdil.

Lithos filling machine sendiri terdiri dari beberapa bagian, yaitu :

1. Auto Bottle Feeder Machine

2. Automatic Double Side Labeling Machine

3. Automatic Filler Machine 10 Nozzle

4. Automatic Caper Machine 4 Head

5. Carton Labeling Machine

6. Robotic Loading Machine Plus Carton Erector

7. Carton Sealer Machine

8. Palletizing Machine ( Semi Auto)

Gambar 12. Lithos Filling Machine

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 31
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

4.1.2. Bagian Lithos Filling Machine

4.1.2.1. Auto Bottle Feeder Machine

Auto Bottle Feeder Machine merupakan mesin untuk proses


penyediaan dan penataan botol sesuai mekanik dan memudahkan saat
pengangkutan dan pengiriman. Mesin ini memiliki dimensi dan
spesifikasi elektrika sebagai berikut :

Dimensi mesin :

- Panjang = 5.340 mm

- Lebar = 2.420 mm

- Tinggi = 2.020 mm

Spesifikasi elektrika :

- Power supply = 220/380 volt AC/ 3 phasa

- Installation power = 4 KW

- Pneumatic supply = 6 bar

Tapi sayang sekali, pada waktu kami kerja praktek, mesin ini
masih dalam masa perbaikan sehingga kami tidak tahu kerja dari mesin
ini. Yang pasti mesin ini digerakkan oleh berbagai jenis motor dan ukuran
dari pneumatic piston.

4.1.2.2. Automatic Double Side Labeling Machine

Automatic Double Side Labeling Machine merupakan mesin yang


digunakan untuk proses penempelan label (tipe sticker) dua sisi secara
otomatis, dimana operator hanya bertugas mengontrol kondisi mesin dan
penyediaan produk dalam proses produksi serta mesin ini tersambung

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 32
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

dengan conveyor sistem untuk menjamin distribusi botol lebih baik. Mesin
ini memiliki dimensi dan spesifikasi elektrika sebagai berikut :

Dimensi mesin :

- Panjang = 2.000 mm

- Lebar = 1.555 mm

- Tinggi = 2.020 mm

Spesifikasi elektrika :

- Power supply = 220/380 volt AC/ 3 phasa

- Installation power = 4 KW

- Pneumatc supply = 6 bar

4.1.2.3. Automatic Filler Machine 10 Nozzle

Automatic Filler Machine 10 Nozzle merupakan mesin yang


digunakan untuk mengisi oli pelumas ke dalam lithos (botol) baik itu yang
berukuran 4 liter atau 10 liter. Mesin ini terdiri dari 10 nozzle, nozzle disini
merupakan suntikan yang digunakan untuk mengisi lithos. Mesin ini
terdiri dari 2 tanki penampung berukuran kecil yang terhubung dengan
tanki finish product. Media penghubungnya disalurkan melalui pipa yang
dibatasi dengan katup jenis butterfly (katup penghubung). Mesin ini
memanfaatkan sistem pneumatic dalam proses lithos felling sehingga
hasil yang didapat lebih aman dari pada motor listrik atau manual. Karena
pada sistem pneumatic lebih aman dari resiko terbakar, mengingat oli
pelumas merupakan bahan mudah terbakar. . Mesin ini memiliki dimensi
dan spesifikasi elektrika sebagai berikut :

Dimensi mesin :

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 33
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

- Panjang = 2.000 mm (conveyor include)

- Lebar = 1.270 mm

- Tinggi = 2.630 mm

Spesifikasi elektrika :

- Power supply = 220/380 volt AC/ 3 phasa

- Installation power = 4 KW

- Pneumatc supply = 6 bar

4.1.2.4. Automatic Capper Machine 4 Head

Automatic Capper Machine 4 Head merupakan mesin yang


digunakan untuk proses pemasangan tutup botol dengan sistem rotary
secara otomatis, keunggulan sistem ini yaitu lebih cepat dalam proses
penutupan botol dibandingkan dengan mesin capper sistem in line. Mesin
ini memiliki dimensi dan spesifikasi elektrika sebagai berikut :

Dimensi mesin :

• Rotary capper machine:

- Panjang = 2.000 mm (conveyor include)

- Lebar = 1.270 mm

- Tinggi = 2.630 mm

• Cap Loader:

- Panjang = 1.860 mm (conveyor include)

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 34
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

- Lebar = 920 mm

- Tinggi = 3.010 mm

Spesifikasi elektrika :

- Power supply = 220/380 volt AC/ 3 phasa

- Installation power = 4 KW

- Pneumatc supply = 6 bar

4.1.2.5. Carton Labeling Machine

Carton Labeling Machine merupakan mesin yang digunakan untuk


proses otomatis kardus dari proses penyediaan kardus hingga proses label.
Dan mesin ini tersambung juga dengan konveyor untuk menjamin
distribusi bbisa berjalan lithos dengan baik. Mesin ini memiliki dimensi
dan spesifikasi elektrika sebagai berikut :

Dimensi mesin :

- Panjang = 2.970 mm (conveyor include)

- Lebar = 1.840 mm

- Tinggi = 1.720 mm

Spesifikasi elektrika :

- Power supply = 220/380 volt AC/ 3 phasa

- Installation power = 4 KW

- Pneumatc supply = 6 bar

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 35
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

4.1.2.6. Robotic Loading Machine dan Carton Erector

Robotic Loading Machine dan carton erector merupakan mesin


yang berfungsi untuk pengemasan produk yang telah siap dipakai kedalam
kardus, termasuk pelipatan kardus hingga posisi siap isi. Yang mana pada
mesin ini banyak memanfaatkan kerja dengan sistem pneumatic. Dan
mesin ini juga tersambung dengan konveyor untuk menjamin distribusi
bisa berjalan dengan baik. Mesin ini memiliki dimensi dan spesifikasi
elektrika sebagai berikut :

Dimensi mesin :

• Robot Bottle Loading Machine:

- Panjang = 5.070 mm (conveyor include)

- Lebar = 2.455 mm

- Tinggi = 2.625 mm

• Carton Erector Machine:

- Panjang = 2.300 mm

- Lebar = 2.130 mm

- Tinggi = 1.620 mm

Spesifikasi elektrika :

- Power supply = 220/380 volt AC/ 3 phasa

- Installation power = 4 KW

- Pneumatc supply = 6 bar

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 36
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

4.1.2.7. Carton Sealer Machine

Mesin ini digunakan untuk proses menutup dan merekatkannya


kardus yang telah berisi botol dengan sealer yang kemudisn dilanjutakn
dengan proses pengangkutan dengan konveyor menuju bagian palletizing.
Dimensi dari mesin ini adalah sebagai berikut :

- Working temp : 30 oC (suhu ruang).

- Dimension : P = 1.790 mm

L = 950 mm

T = 1.463 mm

- Electrical features :

Power Supply : 220/380 volt AC

Installation Power : 5 KWatt.

4.1.2.8. Palletizing machine (semi auto)

Fungsi dari alat ini adalah untuk menyusun produk siap pakai dan
telah dikemas dalam kardus untuk memudahkan pengangkutan ketahap
berikutnya, yaitu dipindahkan dengan menggunakn forklift dan disimpan
sementara digudang. Dimensi dari alat ini adalah sebagia berikut:

- Working temperature : 30 oC (room temperature).

- Dimension : Panjang = 12.350 mm

Lebar = 3.430 mm

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 37
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Tinggi = 1.803 mm

- Electrical features :

Power supply = 220/380 volt AC.

Installation Power = 5 KWatt

4.2. Proses Kerja Lithos Felling Machine

Lithos Felling Machine merupakan serangkaian mesin yang


bekerja bersama-sama dalam menghasilkan produk lithos, pertama-tama
siapkan lithos yang digunakan bisa ukuran 4 L atau 10 L. Kemudian taruh
pada mesin Auto Bottle Feeder Machine, tetapi pada kenyataannya mesin
tersebut tidak digunakan (dalam perbaikan) sehingga digantikan secara
manual yaitu dengan meletakkan botol lithos di atas konveyor yang menuju ke
arah mesin labeling sticker. Mesin labeling sticker ini merupakan mesin yang
digunakan untuk memberikan sticker pada botol lithos baik dari sisi botol
depan atau sisi botol belakang. Pada mesin ini terdapat 2 sensor photoelectric,
yang pertama sensor photoelectric (omron L 32) yang berfungsi untuk
mendeteksi botol, jika botol terdeteksi maka motor penarik gulungan sticker
akan ON sehingga sticker bisa menempel. Kemudian yang kedua sensor
photoelectric yang bentuknya mirip seperti optocoupler dengan merek SICK,
yang berfungsi untuk mendeteksi kapan motor sticker harus berhenti. Selain
itu mesin ini juga menggunakan motor, motor yang dipakai pada mesin ini
adalah motor 3 phasa yang terpasang untuk menjalankan konveyor dan motor
servo untuk penarik gulungan sticker. Untuk motor 3 phasanya sendiri ada 3
buah yaitu pada bagian konveyor samping, konveyor atas dan konveyor
bawah yang ketiganya harus bekerja bersama-sama dengan kecepatan yang
sama agar botol lithos tidak jatuh. Karena dari pihak pertamina tidak

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 38
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

mengijinkan untuk mengambil gambar mesin jadi kita hanya bisa menjelaskan
saja. Kemudian untuk motor servonya sendiri berjumlah 2 buah juga yang
berada pada bagian penarik/penggulung sticker agar sticker bisa di tempelkan
di botol lithos secara teratur, perlu diketahui sticker yang ada ditata seperti
gulungan tisu sehingga gulungan akan berputar sesuai dengan putaran motor
servo dan sticker lepas dari gulungan tersebut karena sticker menempel pada
botol lithos dan digunakan sikat/brush untuk menekan gulungan agar sticker
benar-benar bisa lepas dari gulungan. Selain itu kecepatan motor 3 phasa
yang digunakan bisa diatur menggunakan inverter.

Kemudian setelah sticker benar-benar menempel pada botol lithos,


maka botol lithos akan dilewatkan lagi melalui konveyor menuju sensor
kamera. Sensor kamera yang digunakan adalah Omron F160-S2 sebanyak 2
buah, yang mana digunakan untuk mengecek sticker pada botol lihos dari sisi
depan dan sisi belakang serta dilengkapi juga dengan lampu LED super bright
sebagai penerangan. Dan hasilnya bisa kita monitoring lewat monitor kecil
yang ada, apakah sticker yang terpasang dalam keadaan baik atau rusak.
Setelah melewati sensor kamera botol lithos akan menuju ke filling machin 10
nozzle.

Filling machine 10 nozzle merupakan mesin utama pada lithos


filling machine hal ini dikarenakan pada mesin ini terjadi proses pengisian
pelumas ke dalam botol lithos. Dalam pengisiannya botol lithos disusun
berjajar di konveyor, dengan posisi lubang botol lithos dibawah nozzle.
Jumlah nozzle yang dipakai ada 10 buah, yang mana tiap 5 buah nozzle
berhubungan dengan tanki penyimpanan sementara jadi jumlah tankinya juga
ada 2 buah. Tiap tanki ini terhubung langsung dengan pipa-pipa tanki
finishing product yang dibatasi dengan katup jenis butterfly. Pada nozzle ini
dilengkapi dengan sensor flowmeter, sensor ini digunakan untuk mengetahui
berapa liter yang sudah terisi pada botol lithos. Sehingga botol dapat terpenuhi

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 39
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

secara otomatis sesuai setingan yang kita atur bisa 4 liter atau 10 liter. Selain
itu mesin ini juga mempunyai 3 buah sensor photoelectric. Deskripsi dari cara
kerja dan kegunaa dari sensor tersebut adalah sebagai berikut:

1. Yang pertama sensor photoelectric (Omron


E3F3R61) dengan reflector pemantul, sensor ini terpasang pada
konveyor sebelum masuk ke line filling machine 10 nozzle. Apabila
sensor ini terhalang botol, berarti botol yang akan masuk ke filling
machine 10 nozzle cukup banyak. Output dari sensor ini
memerintahkan motor konveyor samping dari labeling machine
untuk berhenti sejenak, sampai kemudian sensor tidak mendeteksi
botol lagi sehingga motor konveyor samping labeling machine
kembali jalan.

Gambar 13. Sensor photoelectric Omron E3F3R61

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 40
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Gambar 14. Reflector pemantul

2. Photoelectric yang kedua adalah photoelectric tipe


omron E3Z yang terletak di dalam mesin filling. Fungsi dari
photoelectric tersebut adalah untuk mendeteksi jumlah botol masuk
pada mesin filling. Dalam aplikasinya, 1 botol kemasan 4 liter atau
10 liter dihitung oleh sensor tersebut dihitung 2 kali. Jika hitungan
dari sensor tersebut sudah mencapai 20 (yang berarti menandakan
bahwa botol ayng masuk sudah mencapai 10), maka proses filling
pelumas ke dalam lithos dimulai. Nozzle dari mesin filling akan
turun dan disetting tepat masuk ke dalam lubang botol. Setelah flow
meter telah mendeteksi bahwa proses pengisian pelumas telah
selesai, maka nozzle akan naik. Jika sudah selesai proses filling,
maka penghalang yang mencegah botol bergerak saat proses filling
akan masuk dan botol akan dibawa oleh konveyor menuju capper
filling.

Gambar 15. Sensor photoelectric tipe omron E3Z

3. Photoelectric yang ketiga adalah photo electric


dengan tipe omron E3Z yang terletak di luar mesin filling setelah
proses pengisian pelumas ke lithos. Funsi dari sesor ini adalah
mengaktifkan 2 penghalang yang ada di dalam mesin filling.
Penghalang pertama terletak di bagian awal dari mesin filling yang
fungsinya untuk menghalangi botol yang kosong berjalan ketika

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 41
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

proses filling telah selesai. Hal tersebut digunakan untuk memberi


jarak botol yang keluar dari mesin filling dengan botol kosong yang
akan mengalami proses filling. Penghalang yang kedua terletak di
bagian akhir dari mesin filling yang menghalangi botol agar tidak
bergerak saat proses filling. Fungsi kerja dari sensor photoelectric
terebut adalah menghitung botol yang keluar dari mesin filling. Jika
hitungan dari sensor terebut mencapai 6 (yang berarti mengitung 3
botol), maka penghalalang pertama akan masuk dan botol kosong
akan masuk ke mesin filling. Jika hitungan dari sensor mencapai
hitungan 20 (yang berate botol yang dihitug telah mencapai 10),
maka penghalang kedua akan keluar dan akan menahan laju dari
botol yang akan mengalami proses filling.

Setelah keluar dari mesin lithos filling, maka botol yang telah berisi pelumas
tersebut akan dibawa konveyor menuju menuju automatic capper feeder yang
sistemnya bergabung menjadi 1 dengan mesin rotary capper 4 head. Fungsi
dari mesin ini adalah memberikan tutup kepada botol dan kemudian memutar
tutup tersebut sehingga bisa dengan kuat menutup botol. Di mesin ini juga
terdapat 2 sensor yang berjenis photoelectric dengan tipe omron E3F3. Jika
sensor tersebut mendeteksi adanya botol (yang berarti antrian bototl yang akan
masuk ke rotary capper feeder telah penuh), maka sensor ini akan mencegah
agar penghalang kedua pada mesin filling agar tidak masuk sehingga botol
yang telah berisi oli tetap tertahan di dalam mesin filling. Sensor kedua
mempunyai jenis yang sama dengan sensor pertama, sedangkan fungsinya
adalah mendeteksi ada tidaknya botol yang akan diputar tutupnya. Jika sensor
ini tidak mendeteksi adanya botol maka mesin rotary capper akan berhenti,
dan jika sensor ini telah mendeteksi adanya botol kembali maka rotary capper
akan kembali berputar. Mekanik dari mesin ini telah dirancang sedemikian
rupa sehingga ketika masuk, tutup botol tepat berada di bawah akan kembali

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 42
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

berputar. Mekanik dari mesin ini telah dirancang sedemikian rupa sehingga
ketika masuk, tutup botol tepat berada di bawah head dari rotary capper.

Dari mesin rotary capper, botol-botol yang telah tertutup tersebut


kemudian dibawa oleh konveyor menuju mesin induction seal yang bertugas
untuk merekatkan seal yang terbuat dari alumunium foil ke mulut botol
dengan cara memanasi seal tersebut hingga mulut botol meleleh sehingga seal
bisa melekat di mulut botol. Induction seal ini hanya bisa memanaskan logam
tertentu dengan jarak sekitar 1 cm. Jika kita meletakkan tangan kita dibawah
bagian yang digunakan untuk memanaskan seal, maka kita tidak akan
merasakan panas. Seal yang telah melekat pada mulut botol berguna untuk
mencegah kebocoran dari pelumas.

Setelah melalui mesin induction seal maka konveyor akan


membawa botol ke sebuah selang yang bisa menghembuskan udara
bertekanan ckup tinggi. Fungsi dari proses ini adalah meniup botol yang
kosong (belum terisi oli) yang diakibatkan oleh error pada mesin filling lithos.
Tekanan udara dari selang tersebut disetting agar udara tidak bisa
menyingkirkan botol yang sudah berisi oli, tapi bisa menyingkirkan botol
kosong denga tiupannya. Cara ini sederhana tapi sangat efektif dalam
mendeteksi botol kosong.

Dari induction seal, konveyor akan membawa botol-botol tersebut


ke mesin fault seal rejection yang berguna untuk mendeteksi kegagalan
pemberian seal pada tutup botol. Sensor yang digunakan adalah sensor
capacitive dengan merek SICK . Dalam fungsi kerjanya, sensor ini bekerja
sama dengan sensor photoelectric yang digunakan untuk mendeteksi botol
pada mesin fault seal rejection. Jika sensor photoelectric telah mendeteksi
adanya botol, maka sensor capacitive akan mendeteksi ada atau tidaknya seal
pada tutup botol dengan prinsip capasitansi. Jika sensor mendeteksi seal telah
terpasang, maka botol tersebut lolos, sedangkan jika sensor tidak mendeteksi

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 43
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

adanya seal, maka botol tersbut akan didorong oleh lengan pneumatic
sehingga botol tersbut reject.

Botol yang terpasang oleh seal yang terbuat dari alumunium foil
tersebut kemudian di bawa konveyor menuju mesin laser batch number.
Fungsi dari alat ini adalah memberikan nomor batch pada botol dan tutupnya.
Batch number ini berisi informasi tentang dimana, kapan, dan shift saat
pelumas itu diproduksi. Permukaan botol akan terbakar oleh sinar laser
dengan membentuk karakter angka batch number tersebut. Sedangkan asap
yang diakibatkan oleh proses tersebut akan dihisap oleh sebuah selang yang
dihubungkan dengan vacuum pump.

Gambar 16. Nomor batch pada kemasan botol lithos

Kemudian setelah diberi nomor batch pelumas-pelumas ini siap


untuk dikemas kedalam kardus dan siap dijual ke pasaran. Pada proses
pengemasannya sendiri kardus-kardus yang ada dilipat dan disiapkan
menggunakan Robotic Loading Machine dan Carton Erector.

Dan setelah semua botol yang berisi pelumas masuk kedalam


kardus, selanjutnya menuju ke Carton Sealer Machine untuk proses menutup
dan merekatkannya kardus yang telah berisi botol dengan sealer yang
kemudian dilanjutkan dengan proses pengangkutan dengan konveyor menuju
bagian palletizing machine. Pada palletizing machine ini terjadi proses
penyusunan produk siap pakai dan telah dikemas dalam kardus untuk

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 44
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

memudahkan pengangkutan ketahap berikutnya, yaitu dipindahkan dengan


menggunakn forklift dan disimpan sementara digudang. Tetapi sebelum
dibawa ke gudang kardus-kardus yang ada ditandai dengan stempel dari pihak
QC (Quality Control) secara manual (tenaga orang) yang berarti produk
pelumas tersebut sudah layak jual.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 45
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

(Halaman ini sengaja dikosongkan)

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 46
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

BAB V

ANALISA, MAINTENANCE DAN PENGEMBANGAN

LITHOS FILLING MACHINE

5.1 Analisa Permasalahan pada Lithos Filling Machine

Pada bab kali ini kami akan membahas mengenai permasalahan yang
sering terjadi pada lithos filling machine dan mencoba untuk menganalisa apa
penyebabnya dan solusinya bagaimana. Setelah kita mengamati lithos filling
machine selama seminggu, kami mendapatkan beberapa data mengenai kerja dari
mesin ini. Kami menemukan beberapa masalah yang menghambat kerja dari
mesin yang menjadikan kendala dalam kerjanya. Masalah yang kami temukan
antara lain adalah:

1. Pada konveyor dari filling machine 10 nozzle menuju capper feeder,


terjadi aliran perpindahan konveyor yang mempunyai kecepatan yang
berbeda. Dan karena hal tersebut, botol yang sudah masuk ke konveyor
capper feeder (konveyor capper feeder mempunyai kecepatan yang
lebih rendah dari konveyor filling 10 nozle) kadang kadang ditabrak
botol yang berasal dari konveyor filling 10 nozle sehingga
menimbulakn guncangan yang cukup keras pada botol. Akibat
guncangan tersebut, seringkali pelumas yang sudah ada di dalam botol
tumpah.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 47
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

2. Pada mesin capper feeder, seringkali juga tidak digunakan dalam


proses pengemasan lithos. Hal tersebut karena jika terjadi pergantian
merek pelumas, maka tipe botol juga harus diganti. Hal tersebut
membuat mesin capper feeder memerlukan penyetingan lagi, dan
setting mesin tersbut cukup lama gar bisa bekerja dengan sebagai mana
mestinya.

3. Pada mesin robot loading arm untuk line 3 dan 4, efisiensi dari mesin
tersebut dirasa masih kurang. Jika dilakukan pengepakan botol ke
dalam kardus secara manual, hasilnya akan lebih cepat dari pada
menggunakan robot loading arm. Perbandingan kecepatan pengepakan
secara manual dan menggunakan robotic loading arm berdasar
informasi yang kami dapat dari operator mesin adalah sekitar 3:1.

4. Ketahanan dari mesin yang kurang bagus. Menurut kami, hal yang
paling mempengaruhi dari ketahanan mesin adalah suhu ruangan yang
bisa dibilang cukup panas. Dan sayang sekali, kipas yang digunakan
untuk sirkulasi udara (kipas yang berada di samping gedung , dekat
dengan tangki finish product ) dimatikan. Mungkin pertimbangan dari
mematikan kipas tersebut adalah adanya kardus kardus yang sudah
siap dipasarkan diletakkan menutupi kipas.

5. Inverter yang digunakan untuk pengaturan kecepatan motor sering


sekali rusak. Dan kadang kadang ketika rusak, tidak ada inverter
cadangan yang bisa digunakan untuk menggantikan inverter yang
rusak tersebut. Menurut kami, penyebab sering rusaknya inverter
tersebut adalah suhu dari panl box yang cukup panas. Jadi heatsink
yang ada pada inverter tidak bisa membuang panas secara sempurna
karena karena kondisi dalam panel sendiri yang cukup panas.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 48
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Dari masalah yang kami temukan tersebut, kami mencoba untuk


memberikan solusi dari beberapa masalah diatas. Solusi dari setiap permasalah
diatas adalah sebagai berikut:

1. Untuk pelumas yang sering tumpah pada saat perpindahan aliran


konveyor, maka kecepatan motor dari filling machine 10 nozzle perlu
dilakukan perubahan kecepatan dari konveyor filling machine 10
nozzle. Kecepatan dari konveyor tersebut perlu diturunkan. Atau cara
lain yang bisa dilakukan adalah merubah posisi dari sensor antrian
capper feeder menjadi lebih dekat ke mesin capper feeder dengan
jarak sekitar 12 botol dari titit perpindahan konveyor. Sehingga botol
yang masuk ke konveyor sudah mempunyai kecepatan yang sama
dengan konveyor capper feeder.

2. Untuk masalah nomor 2, yaitu settingan capper feeder yang cukup


sulit, alternative pemecahan yang paling sederhana adalah dengan cara
menyamakan/ menstandartkan ukuran dari tutup botol untuk semua
merk pelumas. Sebenarnya, ujung rotary capper tersebut bisa
menyesuaikan ukuran dari tutup botol secara otomatis dengan
menggunakan semacam sistem penjepit. Yang menjadikan setingan
mesin menjadi sulit adalah adanya kotoran yang berada di dalam ujung
rotary capper yang berasal dari potongan plastic tutup botol tersebut
sehingga menghalangi kebebasan dari pegas penjepit, sehingga
seringkali pegas macet dan tutup botol tidak bisa masuk ke ujung
rotary capper. Sehingga dari kasus tersebut, solusi yang paling mudah
adalah membersihkan secara teratur mesin ujung dari mesin rotary
capper.

3. Untuk permasalahan nomor 3, yaitu untuk mesin robotic loading arm


di line 3 dan 4, cara yang menurut kami pailing efisien adalah dengan
cara menggunakan tenaga manual. Bahkan akan lebih baik jika tenaga

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 49
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

operator pengisi botol ke kardus berjumlah 2 orang. Sehingga


diharapkan proses packaging botol ke kardus akan lebih cepat.

4. Untuk persoalan nomor 4, yaitu tentang suhu ruangan yang cukup


panas, dapat diselesaikan dengan solusi sebagai berikut:

a. Menambah jumlah dari ventilasi yang berada di atas atap


sehingga diharapkan sirkulasi udara akan semakin lancar.

b. Memindahkan kardus-kardus dan botol-botol yang


menghalangi kipas untuk sirkulasi udara ke gudang yang baru.
Atau misalkan tidak dimungkinkan lagi mambangun gudang
baru, kardus dan botol tersebut bisa dipindahkan ke ruangan
kosong di dekat lokasi filling drum. Ruangan tersebut memiliki
ukuran yang cukup luas dan kurang begitu difungsikan.

5. Untuk persoalan nomor 5, yaitu inverter yang sering rusak, solusi yang
sederhana adalah menambah jumlah kipas pada masing masing panel
box. Sehingga diharapkan sirkulasi udara menjadi semakin cepat
sehingga panas dari heatsink inverter akan semakin cepat dibuang dari
panelbox. Selain itu juga bisa diambilkan udara bertekanan dari sistem
pneumatic, dengan syarat udara tersebut harus diberi filter yang bisa
menyaring minyak yang tercampur bersama udara untuk peralatan
pneumatic. Selain itu juga terdapat solusi yang kami pikir paling tepat,
yaitu dengan menambahkan semacam AC central yang terhubung
dengan tiap tiap panel box pada semua mesin. Udara dingin dari AC
tersebut bisa disalurkan dengan menggunkan pipa kecil yang dilapisi
dengan isolator panas.

5.2 Maintenance pada Lithos Filling Machine

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 50
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Program maintenance yang baik akan mencegah terjadinya kegagalan


operasi, maintenance ini bisa bersifat perbaikan. Selain itu juga ada maintenance
yang bersifat pencegahan antara lain pemeriksaan yang sesuai dengan prosedur
yang direkomendasikan, pembersihan, pengecatan, pelumasan, dan penyetelan.
Maintenance yang bersifat pencegahan ini dilakukan secara rutin. Maintenance
ini penting dilakukan untuk mengindari terjadinya kegagalan kerja dan kecelakaan
operasional. Pada LOBP Pertamina ini membagi program maintenance pada
lithos filling machine menjadi dua program maintenance, yaitu :

a. Daily Maintenance

Daily Maintenance merupakan perawatan yang dilakukan sehari-hari pada


lithos filling machine yang mencakup masalah kebersihan mesin, masalah
sanitasi dan operasional yang harus sesuai dengan standar yang diijinkan
terutama kebersihan pasca produksi. Pastinya banyak sekali pelumas yang
tumpah sehingga perlu dibersihkan agar tidak mengganggu kerja lithos
filling machine yang selanjutnya.

b. Regular Maintenance

Regular Maintenance merupakan perawatan yang dilakukan secara rutin


oleh bagian teknisi setidaknya 2 minggu sekali. Hal-hal yang biasanya
dicek meliputi sebagai berikut :

- Cek pelumas diregulator

- Cek pelumas roda gigi

- Cek lubri vet apakah perlu ditambahi grease atau tidak

- Pemeriksaan kabel-kabel listrik

- Pemeriksaan komponen control switch atau sensor yang ada

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 51
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

- Pemeriksaan motor-motor listrik, kopling dan baut pengikatnya

5.3 Pengembangan Lithos Filling Machine


Lithos filling machine merupakan salah satu mesin yang bisa dikatakan
mesin paling modern dan canggih pada LOBP Pertamina, mesin ini memiliki
keunggulan dalam menghasilkan produksi pelumas terutama dalam hal
pengepakan pelumas yang siap untuk dipasarkan dengan cepat. Sebenarnya mesin
tersebut sudah cukup baik dalam memaksimalkan proses produksi. Hanya saja ada
beberapa hal yang sebenarnya masih bisa ditingkatkan lagi kinerjanya. Setelah
kami melakukan pengamatan pada lithos filling machine, ada beberapa bagian
yang dapat dikembangkan, antara lain:
1. Pembuatan sistem pendingin untuk lithos filling
machine terutama pada bagian panel box. Seperti yang telah kita
ketahui, di dalam ruangan filling lithos suhunya cukup tinggi.
Terutama pada panel box yang terhubung dengan heatsink dari
inverter. Dengan jumlah kipas pendingin yang hanya berjumlah satu
buah pada setiap panel box, kinerja dari kipas tersebut tidak cukup
untuk mendinginkan panel box yang berisi inverter. Sehingga jika
kondisi lingkungan dari peralatan elektronik tersebut semakin panas,
maka life time dari peralatan elektronik akan semakin pendek.
Terutama jika kerusakan tersebut terjadi pada bagian bagian vital
seperti inverter yang mengatur kecepatan dari motor penggerak mesin
dan konveyor, hal tersebut otomatis akan menghentikan proses filling
lithos.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 52
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Dari kondisi diatas, kami mencoba untuk membuat sistem pendingin


mesin khususnya pada panel box dengan menggunakan AC outdoor
yang dimana udara dingin dari AC tersebut akan dialirkan dengan
corong yang dihubungkan dengan pipa-pipa menuju panelbox-
panelbox pada mesin. Pipa yang digunakan dilapisi menggunakan
bahan isolator panas (seperti glasswoll atau sterofoam) untuk
mencegah agar udara dingin dari AC tidak naik suhunya akibat suhu
dalam ruangan yang cukup panas. Diagram blok dari sistem pendingin
adalah sebagai berikut:

AC
OUTDOOR

Panel mesin Penel rotary Panel robotic


sticker capper loading arm

Panel mesin Panel mesin


filling carton stiker

Gambar 17. Diagram blok sistem pendingin

Dalam peletakan AC tersebut juga akan sangat lebih baik jika


diletakkan di dekat kipas blower untuk ventilasi, sehingga AC tersebut
juga terjaga suhu kerjanya.
2. Pembuatan mesin stempel otomatis pada lithos
filling machine. Kita tahu bahwa produk dari pelumas terutama dalam
bentuk lithos, yang mana setelah produk itu siap untuk dipasarkan

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 53
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

maka pada kardus pembungkus harus diberikan stempel dari QC


(Quality Control). Stempel ini bertujuan untuk memberi tanda bahwa
produk yang sudah jadi layak untuk dipasarkan. Selama ini pemberian
stempel dilakukan secara manual dengan tenaga manusia yang mana
hasil dari stempelnya tidak sama satu dengan yang lain (posisinya).
Oleh karena itu kami mencoba untuk membuat suatu pengembangan
alat stempel secara otomatis, sehingga hasil yang ada bisa seragam dan
efisien. Rencananya mesin stempel otomatis ini diletakkan diantara
konveyor carton sealer machine dan palletizing machine. Desain
dari mesin secara garis besar adalah sebagi berikut:

2 4 6
FESTO

5
3

Gambar 18. Desain mesin stempel otomatis


Keterangan dari gambar diatas adalah sebagai berikut:
1. Solenoid , merupakan sebuah aktuator yang di dalamnya
terdapat induktor dan batang baja yang bila inductor tersebut
dikenai tegangan listrik akan membuat batang besi tersebut
keluar, dan bila tegangan listrik hilang, batang besi akan masuk

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 54
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

ke dalam solenoid. Gambar dari solenoid adalah sebagai


berikut:

Gambar 19. Solenoid

2. Kepala stempel.
3. Tempat tinta stempel.
4. Lengan pneumatic.
5. Sensor photoelectric.
6. Carton sealer machine.

Cara kerja dari mesin ini adalah sebagai berikut:


1. Sensor photoelectric akan mendeteksi kardus yang masuk ke
konveyor.
2. Jika sensor photoelectric sudah mendeteksi kardus, maka
selang mili detik, kontroler akan mengirimkan sinyal ke
solenoid sehingga stempel turun dan mengenai kardus.
3. Jika sudah beberapa kali stempel, misalkan 5 kali, maka setelah
proses stempel ke-5 selesai, maka dengan segera stempel naik,
dan lengan pneumatic yang ujungnya terdapat bantalan yang
basah dengan tinta akan maju, dan kontroler akan memberikan
sinyal ke solenoid untuk turun.
3. Pembuatan alat pendeteksi volume pelumas dalam
botol lithos, pada proses filling lithos kadang-kadang kita jumpai
kondisi dimana volume pada botol pelumas kurang terhadap ukuran
yang diharapkan. Hal ini bisa dikarenakan pelumas tumpah dari botol

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 55
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

karena goncangan, pembuka nozzle pada saat pengisian hanya terbuka


separuh (macet) dan juga bisa karena terjadi error pada flow meter
sehingga pelumas yang mengalir tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Walaupun kejadiannya hanya 1 : 1000, tetapi jika jumlah yang sedikit
itu jatuh ke tangan konsumen maka dapat merusak citra dan pasaran
dari produk pelumas yang dihasilkan. Untuk itu perlu adanya suatu
sistem atau alat yang dapat mendeteksi jumlah volume pelumas yang
terisi pada botol lithos sesuai dengan yang diharapkan.
Dari kasus tersebut, kami mencoba mencari solusi dengan merancang
alat pendeteksi jumlah volume pelumas pada botol lithos, yang mana
kami menggunakan sensor ultrasonik sebagai sensor yang digunakan.
Sensor ini bekerja mendeteksi ketinggian pelumas dalam botol lithos,
yang mana memanfaatkan pantulan gelombang dari sensor ultrasonik.
Jika hasil pembacaan jarak antara sensor dengan permukaan pelumas
oleh ultrasonik melebihi batas yang ditentukan berarti volume pelumas
dalam botol kurang, kemudian botol tersebut akan didorong oleh
lengan pneumatic keluar dari konveyor. Diagram blok dari alat
tersebut adalah sebagai berikut:

SENSO DISPLAY
R US

MIKROKONTROLL
ER

PHOTO LENGAN
ELECTR PENEUMATI
IC C
Gambar 20. Diagram blok alat

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 56
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Sedangkan gambar sederhana dari alat tersebut adalah sebagai berikut:

2
1
3

4
RORED RORED RORED RORED RORED RORED
ARAH
KONVEYOR 10 L 10 L 10 L 10 L 10 L 10 L
5

Gambar 21. Desain alat secara sederhana.


Keterangan dari gambar diatas adalah sebagai berikut:
1. Tombol setting. Tombol setting terdiri dari 3 tombol, yaitu tombol start
kalibrasi, kalibrasi ok, dan tombol run. Fungsi dari tombol start kalibrasi
adalah untuk masuk ke fungsi kalibrasi dari alat tersebut. Fungsi dari
tombol kalibrasi ok adalah untuk menyimpan angka hasil kalibrasi ke
dalam memory dari mikrokontroller. Fungsi dari tombol run adalah untuk
starting alat.
2. Display LCD. Fungsi dari LCD adalah untuk menampilkan nilai kalibrasi
(saat masuk fungsi kalibrasi), dan ketika alat beroperasi, LCD akan
menampilkan jumlah botol yang tidak lolos (volume pelumas dalam botol
kurang).
3. Sensor US (ultrasonik). Adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi
ketinggian pelumas dalam botol dan mencocokannya dengan nilai

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 57
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

kalibrasi. Sensor yang dipakai disini adalah sensor ultrasonik dengan jarak
jangkauan rendah sehingga diharapkan nilainya lebih presisi. Untuk lebih
jelasnya perhatikan datas datasheet sensor dibawah ini:

Gambar 22. Sensor US (Ultrasonik)


Datasheet dari sensor ultrasonic adalah sebagai berikut:

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 58
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

4. Sensor photoelectric. Fungsi dari sensor photoelectric ini digunakan


untuk mendeteksi adanya botol atau tidak. Jika ada botol maka sensor US
(ultrasonik) akan aktif dan mendeteksi pelumas dalam botol. Begitu juga
sebaliknya.
5. Lengan pendorong. Fungsi dari lengan pendorong ini adalah mendorong
botol yang volumenya kurang atau tidak sama dengan yang diharapkan.
Apabila sensor ultrasonik mendeteksi volume isi botol kurang, maka
lengan pendorong ini akan bekerja mensortir botol lithos tersebut. Sistem
lengan pendorongnya menggunakan pneumatic.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 59
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

(Halaman ini sengaja dikosongkan)

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 60
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang didapat dari pengamatan dan observasi yang


kami lakukan adalah:
1. Pada PT Pertamina (Persero) bagian Lube Oil Blending Plant
(LOBP) Production Unit Gresik merupakan salah satu dari bagian
Pertamina yang memproduksi pelumas dengan teknologi tinggi.
2. Teknologi tinggi ini terlihat dari sistem blending dan sistem filling
yang menggunakan sistem otomatis. Sehingga hasil yang dicapai
meningkat dan efisien dibandingkan dengan teknologi pada PT Pertamina
(Persero) Unit Produksi Pelumas Surabaya(UPPS).
3. Lithos filling machine merupakan salah satu mesin di LOBP
production unit Gresik yang diunggulkan dalam mengejar target produksi.
Yang mana perlu ada beberapa tambahan dan koreksi mengenai mesin ini.
Agar kerja mesin ini lebih efektif lagi.
4. Penambahan ini bisa meliputi penambahan bagian mesin seperti
alat pendeteksi volume pelumas dalam botol lithos atau mesin stempel
otomatis.
5. Perlu di ingat juga bahwa kondisi ruangan yang panas sangat
mempengaruhi kerja dari mesin yang ada, semakin panas suhu ruangan
sekitar semakin panas juga lithos filling machine yang di gunakan. Hal ini

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 61
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

dapat mengakibatkan kerusakan pada panel-panel elektronika, seperti


inverter dan sensor-sensor yang ada.
6. Penggunaan starting motor dengan konsfigurasi DOL (Direct On
Line), sangat berbahaya jika motor langsung mendapat beban berat. Pada
kasus di pompa tanki finish product yang masih menggunakan starting
DOL, bahaya tersebut bisa diminimalisir dengan pemanasan pelumas
dengan uap panas sehingga viskositas pelumas berkurang.
7. Penggunaan inverter untuk control kecepatan motor 3 phasa sangat
diperlukan untuk mesin mesin yang membutuhkan starting yang halus
seperti pada mesin filling lithos pada line 1 dan 2. Jika starting motor
menggunakan starting DOL, maka mesin akan bekerja secara tiba tiba, dan
dikwatirkan selain bisa merusak mesin, starting DOL pada mesin tersebut
bisa membuat motor terbakar karena arus starting yang besar.
8. Perawatan secara berkala dari mesin mesin produksi juga akan
sangat efektif dalam mengurangi resiko kerusakan alat yang bersifat
mendadak. Karena tidak semua alat yang rusak tersedia spare part-nya di
bagian teknik.
9. Ketersediaan udara yang benar benar bersih dan bebas dari
kandungan uap air sangat penting bagi alat alat yang menggunakan sistem
pneumatik karena kandungan uap air bisa menimbulkan korosi pada
sistem pneumatic sehingga akan mengurangi life time dari sistem
pneumatic.
10. Tidak semua proses otomatisasi industri bisa mengalahkan
efisiensi dari tenaga manusia. Pada beberapa kasus di filling lithos,
diketahui bahwa tenaga manusia jauh lebih efektif dari pada menggunakan
mesin.

6.2. Saran

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 62
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

Untuk meningkatkan kualitas produksi dari PT. Pertamina (Persero)


bagian Lube Oil Blending Plant (LOBP) Production Unit Gresik , maka
ada beberapa saran yang perlu diperhatikan.
1. Untuk menjaga kelancaran proses produksi dari PT. Pertamina
(Persero) bagian Lube Oil Blending Plant (LOBP) Production Unit
Gresik, maka untuk spare part dari mesin-mesin yang rawan
kerusakan harus disediakan spare part lebih dari 1. Contohnya adalah
inverter, motor servo maupun alat alat lain yang yang digunakan untuk
proses perbaikan seperti AVOmeter. Sehingga proses produksi tidak
harus berhenti untuk menunggu ketersediaan spare part alat yang
mengalami kerusakan.
2. PT. Pertamina (Persero) harus kritis dengan vendor penyedia mesin-
mesin produksi mengenai penyediaan manual book untuk tiap tiap
mesin. Jangan sampai manual book yang ada tidak membantu dalam
proses perbaikan dan pembelajaran mesin oleh teknisi sehingga tidak
perlu mendatangkan petugas dari vendor yang bersangkutan. Tentu
saja selain lebih cepat dalam proses perbaikan, juga akan mengurangi
pengeluaran dana.
3. Meningkatkan pengawasan tentang prosedur K3 (Keselamatan dan
Kesehatan Kerja) kepada para pekerja khususnya bagian Lube Oil
Blending Plant (LOBP) dan bagian filling lithos, khususnya dalam
pemakaian helm keselamatan. Hal ini dapat dilakukan dengan
sosialisasi secara rutin atau memberikan sanksi kepada pelanggar
prosedur K3. Jangan hanya saat ada tamu dan kunjungan saja semua
pekerja memperhatikan prosedur K3. Kurangnya pengawasan terhadap
K3 akan mengurangi citra baik dari PT. Pertamina (Persero) sebagai
perusahaan kelas dunia yang mengutamakan keselamatan dan
kesehatan kerja pekerjanya.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 63
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

4. Meningkatkan semangat dan kinerja para karyawan dengan


memberikan reward bagi karyawan yang dianggap mempunyai
kualitas dan dedikasi tinggi terhadap pekerjaanya. Maka dari itu perlu
dibentuk tim khusus yang bisa menilai secara objektif mengenai
kinerja karyawannya.
5. Perlu meningkatkan promosi dari produk pelumas PT. Pertamina
(Persero) baik di media elektronik maupun media cetak.

DAFTAR PUSTAKA

• http://www.mediaindonesia.com/read/2009/01/31/58681/21/2/Menteri-
ESDM-Resmikan-Pabrik-Pelumas-di-Gresik/
• http://www.mediaindonesia.com/read/2009/01/31/58712/21/2/Pertamina-
Operasikan-LOBP-di-Gresik/
• http://circuitnegma.wordpress.com/2006/03/28/fault-finding-three-phase-
induction-motors/
• http://en.wikipedia.org/wiki/Induction_motor

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 64
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

LAMPIRAN

ARTI ISTILAH

 ABB (Automatic Batch Blending), merupakan proses blending yang


dilakukan dalam tanki.

 Base Oil, merupakan tempat penyimpanan minyak bumi yang digunakan


sebagai bahan baku.

 Blending, merupakan suatu proses pencampuran bahan antara penyusun


pelumas dengan zat-zat aditif tertentu untuk menghasilkan pelumas
dengan tipe tertentu. Biasanya dilakukan pada tanki khusus yang
dilengkapi alat pengaduk pada bagian dalam tanki (mixer).

 Dedicated Tanks, merupakan tanki yang digunakan untuk menyimpan


hasil dari proses blending yang mana pemakaiannya hanya untuk satu jenis
pelumas.

 Filing, merupakan proses pengisian lithos dengan pelumas yang di


inginkan

 Holding Tanks, merupakan tanki yang digunakan untuk menyimpan hasil


dari proses blending yang mana pemakaiannya bisa untuk semua jenis
pelumas.

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 65
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PT PERTAMINA (PERSERO)
Lube Oil Blending Plant (LOBP)
Production Unit Gresik
Jalan Harun Tohir, Gresik - Jawa Timur

 ILB (In Line Blending), merupakan proses blending yang ter jadi di dalam
pipa (tanpa proses pengadukan).

 Lithos, merupakan sebutan untuk botol plastik yang digunakan sebagai


kemasan pelumas dengan berbagai macam ukuran mulai 0.8 L, 1 L, 4 L,
10 L dan didominasi dengan warna kemasannya adalah merah dan abu-
abu.

 Manifold, merupakan bagian dari sistem perpipaan yang dilengkapi


dengan valve/ katup, digunakan untuk mengatur jalannya pelumas saat
distribusi melalui pipa dari tanki ke tanki yang mana sistem ini diatur
secara otomatis dengan menggunakan PLC.

 Mini Bulks, merupakan tempat digunakan ntuk penimbunan aditif dari


drum.

 Pigging, merupakan alat untuk mendorong cairan pelumas di dalam pipa


yang terbuat dari bahan besi dilapisi karet, ukurannya pas dengan ukuran
diameter pipa. Biasanya digunakan untuk proses pembersihan pelumas
yang ada di pipa.

 Rinsing, merupakan proses pencucian pada tanki untuk membersihkan


sisa-sisa proses blending

Teknik Elektronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember 66