Anda di halaman 1dari 14

L A T IHA N SOA L SE NIOR A V SE C

A. Tulislah Nama Lengkap pada Lembar J awaban;


B. Baca S oal dengan benar kemudian beri tanda silang pada jawaban yang benar;
C. Lembar S oal J ANGAN DIC OR E T-C OR E T dan dikumpulkan kembali;
D. Waktu mengerjakan : 90 Menit

MUL TIPL E C HOIC E

1. S KE P / 100 / V II / 2003 mengatur tentang :


a. J uknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-F light
S ecurity Officer/Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
b. J uknis Penanganan Penumpang Pesawat Udara S ipil Y ang Membawa S enjata
Api Beserta Peluru dan Tata C ara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam
Penerbangan S ipil
c. J uknis Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Y ang
Dibawa Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional
d. Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau Barang Berbahaya Dengan
Pesawat Udara
2. S KE P / 2765 / X II / 2010 mengatur tentang :
a. Tata C ara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam Penerbangan S ipil
b. J uknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-F light
S ecurity Officer/Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
c. Tata cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara Dan
Barang Bawaan Y ang Diangkut Dengan Pesawat Udara Dan Orang
Perseorangan
d. J uknis Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Y ang
Dibawa Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional
3. S KE P / 95 / IV / 2008 mengatur tentang :
a. Tata C ara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam Penerbangan S ipil;
b. J uknis Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Y ang
Dibawa Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional
c. J uknis Pemeriksaan Kargo Dan Pos Y ang Diangkut Dengan Pesawat Udara S ipil
Dan Tata C ara Pemberian S ertifikat S ebagai R egulated Agent
d. J uknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-F light
S ecurity Officer/Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
4. PM.32 Tahun 2015 mengatur tentang :
a. J uknis Penanganan C airan, Aerosols, Gels Y ang Dibawa Penumpang Ke Dalam
Kabin Pesawat Udara Pada Penerbangan Internasional
b. J uknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-F light
S ecurity Officer/Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
c. Pengamanan Kargo Dan Pos Y ang Diangkut Dengan Pesawat Udara
d. Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau Barang Berbahaya Dengan
Pesawat Udara

1
5. Penyempurnaan atas PM.137 Tahun 2015 Tentang Program Nasional Pendidikan dan
Pelatihan Personil Pengamanan Penerbangan, diatur dalam :
a. S KE P / 160 / V III / 2008 c. S KE P / 275 / X II / 1998
b. S KE P / 161 / V III / 2008 d. S KE P / 253 / X II / 2005
6. PM 90 Tahun 2013S mengatur tentang :
a. J uknis Penanganan C airan, Aerosols, Gels Y ang Dibawa Penumpang Ke Dalam
Kabin Pesawat Udara Pada Penerbangan Internasional
b. J uknis Pemeriksaan Kargo Dan Pos Y ang Diangkut Dengan Pesawat Udara S ipil
Dan Tata C ara Pemberian S ertifikat S ebagai R egulated Agent
c. Pengangkutan Bahan dan / atau Barang Berbahaya dengan Pesawat Udara
d. S ertifikat Kecakapan Petugas Penanganan Pengangkutan Bahan dan / atau
Barang Berbahaya Dengan Pesawat Udara (S KP Dangerous Goods)

7. Tempat pemeriksaan keamanan (S ecurity C heck Point/S C P) adalah :


a. Tempat pemeriksaan keamanan bagi penumpang, orang, personil pesawat udara
dan barang yang akan masuk ke daerah keamanan terbatas dan/atau ruang
tunggu di gedung terminal Bandar udara;
b. Daerah disisi udara pada bandar udara setelah posisi pengendalian dan jalan
masuk yang diidentifikasi sebagai daerah beresiko tinggi;
c. Daerah tertentu didalam bandar udara yang diperuntukan bagi penumpang yang
akan naik ke pesawat udara setela dilakukan pemeriksaan keamanan;
d. Penerapan suatu teknik atau suatu cara lain untuk mengenali atau mendeteksi
senjata, bahan peledak dan/atau alat-alat berbahaya lainnya, dan barang
berbahaya yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum.

8. S etiap Pas kendaraan bermotor harus dipasang secara tetap pada posisi/ yang dapat
dilihat dengan jelas, diatur dalam :
a. PM 127 Tahun 2015 c. S KE P 100
Tahun 2003
b. S KE P / 253 / X II / 2005 d. S KE P /
160 / V III / 2008
9. Apa tindakan saudara sebagai petugas AV S E C jika mendapat ancaman bomb di lokasi
saudara bekerja?
a. Tenang, tidak disentuh, tutup pintu, evakuasi orang di sekitar TKP dan lapor
pimpinan
b. Ditangani langsung karena sudah mendapatkan ilmu tentang explosive
c. Membiarkan ancaman tersebut, karena dianggap sebagai hal yang biasa/iseng
d. Memberitahukan kepada orang di sekitarnya adanya ancaman bomb
10. Ada 3 (tiga) konsep dasar pemeriksaan yang dikenal hingga saat ini yaitu :
a. Terminal Gate Plan, Holding Area Plan dan C oncourse Plan
b. C heck-in Gate Plan, Holding Area Plan dan C oncourse Plan
c. Boarding Gate Plan, C heck-in Gate dan C oncourse Plan
d. Boarding Gate Plan, Holding Area Plan dan C oncourse Plan
11. Bila seorang petugas pengamanan penerbangan sipil menemukan bagasi/ tas yang
tidak dikenal berada diruang tunggu yang harus dilakukan adalah :
a. Didiamkan saja sampai supervisor datang

2
b. Memanggil teman untuk melihat barang/tas tersebut
c. Lapor ke S upervisor dan S tirilkan area sekitar penemuan barang
d. Membuka barang/tas untuk mengatahui isi didalamnya.
12. Perusahaan angkutan udara wajib membuat Program Pengamanan Operator Pesawat
Udara, diatur dalam :
a. PM 127 Tahun 2015 c. S KE P 100
Tahun 2003
b. S KE P / 253 / X II /
2005 d. S KE P/43/III/2007
13. Daerah Keamanan Terbatas (S ecurity R estricted Area) adalah :
a. Daerah tertentu didalam bandar udara yang
diperuntukan bagi penumpang yang akan naik ke pesawat udara setela dilakukan
pemeriksaan keamanan;
b. Penerapan suatu teknik atau suatu cara lain
untuk mengenali atau mendeteksi senjata, bahan peledak dan/atau alat-alat
berbahaya lainnya, dan barang berbahaya yang dapat digunakan untuk
melakukan tindakan melawan hukum;
c. Daerah disisi udara pada bandar udara
setelah posisi pengendalian dan jalan masuk yang diidentifikasi sebagai daerah
beresiko tinggi;
d. Tempat pemeriksaan keamanan bagi
penumpang, orang, personil pesawat udara dan barang yang akan masuk ke
daerah keamanan terbatas dan/atau ruang tunggu di gedung terminal Bandar
udara;
14. R uang Tunggu adalah :
a. Tempat pemeriksaan keamanan bagi
penumpang, orang, personil pesawat udara dan barang yang akan masuk ke
daerah keamanan terbatas dan/atau ruang tunggu di gedung terminal Bandar
udara
b. Daerah disisi udara pada bandar udara
setelah posisi pengendalian dan jalan masuk yang diidentifikasi sebagai daerah
beresiko tinggi;
c. Penerapan suatu teknik atau suatu cara lain
untuk mengenali atau mendeteksi senjata, bahan peledak dan/atau alat-alat
berbahaya lainnya, dan barang berbahaya yang dapat digunakan untuk
melakukan tindakan melawan hukum;
d. Daerah tertentu didalam bandar udara yang
diperuntukan bagi penumpang yang akan naik ke pesawat udara setela dilakukan
pemeriksaan keamanan;

15. Program pengamanan Bandar udara mempunyai maksud dan tujuan yaitu:
a. Melindungi Pesawat udara yang sedang dalam bahaya
b. Melindungi dan menjamin keselamatan penerbangan sipil dari segala gangguan
tindakan melawan hukum
c. Memberikan perlindungan terhadap Pesawat udara,Pax, petugas dan masyarakat
luas selama dalam perjalanan di udara
d. Menciptakan pola pengamanan terpadu
16. Operator pesawat udara harus bertanggung jawab terhadap keamanan pesawat

3
udaranya, diatur dalam :
a. S KE P/2765/X II/2010 c. UU
Nomor: 1 Tahun 2008
b. S KE P/253/X II/2005 d. UU Nomor: 1
Tahun 2009

17. S etiap orang dilarang berada di daerah tertentu di Bandara, membuat halangan
(obstacle) di Bandara, diatur dalam :
a. S KE P/161/V III/2008 c. PM 127 Tahun
2015
b. S KE P/160/V III/2008 d. S KE P/253/X II/20
05

18. Terhadap penumpang, personel pesawat udara, bagasi kargo, dan pos yang akan
diangkut dilakukan pemeriksaan dan harus memenuhi persyaratan keamanan
penerbangan, diatur dalam :
a. Undang – Undang Nomor: 02 Tahun
1976
b. Undang – Undang Nomor: 15 Tahun
1992
c. Undang – Undang Nomor: 01 Tahun
2009
d. Undang – Undang Nomor: 01 Tahun
2008
19. Pemeriksaan pengangkutan barang-barang berbahaya harus memperhatikan
ketentuan yang berlaku diatur dalam:
a. S KE P/160/V III/2008 c. PM 31 Tahun
2013
b. UU Nomor: 1 Tahun
2009 d. S KE P/161/V III/2008
20. S etiap penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan yang memasuki
daerah keamanan terbatas harus mempunyai ijin berupa :
a. Tiket Penumpang atau Boarding Pass
sesuai identitas diri yang sah;
b. Pas Bandar Udara;
c. Identitas Penerbang dan Personel Kabin
(C rew ID C ard)
d. A, B dan C benar
21. S ecurity – S afeguarding International C ivil Aviation Against Acts of Unlawful
Interference, diatur dalam :
a. Annex 18 c. Annex 17
b. Annex 14 d. Annex 7
22. Document IC AO tentang S ecurity, diatur dalam :
a. Document 9173 c. Document 9284/AN-905
b. Document 8973 d. Document 8492

4
23. Document IC AO yang mengatur tentang Penanganan Bahan/ Barang Berbahaya
adalah :
a. Document 9137 c. Document 9284/
AN-904
b. Document 8973 d. Document 9284/ AN-905

24. The S afe Transport of Dangerous Goods by Air, diatur dalam :


a. Annex 8 c. Annex 1
b. Annex 18 d. Annex 16
25. Pengangkutan Dangerous Goods diatur didalam C ivil Aviation S afety R egulation
(C AS R )?
a. C AS R Part 91 c. C AS R Part 92
b. C AS R Part 121 d. C AS R Part 02
26. Undang – Undang tentang Penerbangan, diatur dalam :
a. Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2008
b. Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2009
c. Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1976
d. Undang – Undang Nomor 2 Tahun 1976
27. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1976, mengatur tentang
a. Penerbangan
b. R atifikasi Konvensi IC AO
c. Penambahan Pasal-Pasal Kejahatan Penerbangan Pada KUHP
d. Penanganan Terorisme
28. S etiap penumpang tidak boleh membawa lebih dari 2 (dua) bagasi kabin sesuai
dengan ukuran dan berat yang ditentukan, diatur dalam :
a. S KE P/275/X II/1998 c. S KE P/40/II/1995
b. PM 127 Tahun
2015 d. S KE P/100/V II/2003
29. S etiap penumpang penerbangan
internasional dibatasi membawa barang bawaan jenis cairan, aerosol dan jelly, diatur
dalam :
a. S KE P/100/V II/2003 c. S KE P/43/III/2007
b. S KE P/275/X II/1998 d. S KE P/47/IV /2010
30. S etiap pegawai yang bekerja di Bandara sebelum masuk ke daerah keamanan
terbatas dan ke daerah steril harus diperiksa diatur dalam :
a. S KE P/100/V II/2003 c. S KE P/43/III/2007
b. PM 127 Tahun
2015 d. S KE P/47/IV /2010
31. R uang tunggu yang digunakan secara terus
menerus harus dilakukan penyisiran keamanan sekurang-kurangnya :
a. 4 (empat) kali dalam 24 (dua puluh empat)
jam;
b. 3 (tiga) kali dalam 24 (dua puluh empat) jam;
c. 2 (dua) kali dalam 24 (dua puluh empat)
jam;
d. 1 (satu) kali dalam 24 (dua puluh empat)

5
jam.
32. Tempat pemeriksaan keamanan (S ecurity C heck Point /S C P) dibagi menjadi berapa
area :
a. 3 (tiga) area yaitu : S C P-1 Daerah Keamanan Terbatas, S C P-2 Daerah Pintu
Menuju R uang Tunggu dan S C P-3 R uang Tunggu;
b. 2 (dua) area yaitu : S C P-1 Daerah Keamanan Terbatas dan S C P-2 Daerah Pintu
Masuk Menuju R uang Tunggu;
c. 4 (empat) area yaitu : S C P-1 Daerah C heck In, S C P-2 Daerah Daerah Menuju
R uang Tunggu, S C P-3 Daerah R uang Tunggu dan S C P-4 Daerah S ebelum
Masuk Pesawat;
d. A, B dan C Benar.
33. Keputusan Dirjen Hubud tentang Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau Barang
Berbahaya Dengan Pesawat Udara tercantum dalam :
a. S KE P / 43 / III / 2007 c. S KE P /275 / X II / 1998/PM 90 Th 2013
b. S KE P / 293 / X I / 1999 d. S KE P /253 / X II / 2005
34. Pemberian S ertifikat Kecakapan Bagi Petugas Pengamanan Penerbangan S ipil, diatur
dalam :
a. S KE P / 293 / X I / 1999/KP 26 Th 2014 c. S KE P / 275 / X II / 1998
b. S KE P / 253 / X II / 2005 d. S KE P /160 / V III / 2008

35. Program Nasional Quality C ontrol Pengamanan Penerbangan S ipil diatur dalam :
a. S KE P / 160 / V II / 1995 c. PM.92 Tahun 2015
b. S KE P / 293 / X I / 1999 d. S KE P / 275 / X II / 1998
36. Penambahan Pasal – Pasal Kejahatan Penerbangan Pada KUHP diatur dalam :
a. UU Nomor : 2 Tahun 1976 c. UU
Nomor : 1 Tahun 2009
b. UU Nomor : 4 Tahun 1992 d. UU Nomor
: 4 Tahun 1976

37. Program Nasional Pendidikan dan Pelatihan Pengamanan Penerbangan S ipil, diatur
dalam :
a. S KE P / 137 / X II / 2015 c. S KE P / 275 / X II / 1998
b. S KE P /253 / X II / 2005 d. S KE P / 293 / X I / 1999
38. Keputusan Dirjen Hubud S KE P / 293 / X I / 1999 mengatur tentang :
a. Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau Barang Berbahaya Dengan
Pesawat Udara
b. S ertifikat Kecakapan Personil Pengamanan Penerbangan S ipil
c. S ertifikat Kecakapan Petugas Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau
Barang Berbahaya Dengan Pesawat Udara
d. Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Y ang Dibawa
Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional
39. Pembentukkan Komite Pengamanan Bandar Udara diatur dalam ?
a. S KE P/95/IV /2008 c. S KE P/275/X II/19
98
b. PM 127 Tahun 2015 d. S KE P /
293 / X I / 1999

6
40. Orang, kendaraan, kargo dan pos
yang akan memasuki daerah keamanan terbatas wajib memiliki ijin masuk dan
dilakukan pemeriksaan, diatur dalam:
a. S KE P/2765/X II/2010 c. S KE P/100
/V II/2003
b. PM 127 Tahun
2015 d. S KE P/43/III/2007
41. Prosedur pemeriksaan diplomat dan kantong diplomatik adalah :
a. Diplomat tidak diperiksa dan kantong
diplomatik diperiksa
b. Diplomat tidak diperiksa dan kantong
diplomatik tidak diperiksa
c. Diplomat diperiksa dan kantong diplomatik
tidak diperiksa
d. Diplomat diperiksa dan kantong diplomatik
diperiksa
42. Penumpang haji dan bagasi kabinnya harus diperiksa, diatur dalam :
a. S KE P/275/X II/1998 c. S KE P/2765/X II/2
010
b. PM 127 Tahun
2015 d. S KE P/100/V II/2003
43. Y ang dimaksud dengan bagasi tercatat adalah:
a. Barang penumpang yang diangkut
dengan pesawat udara tidak bersama pemiliknya
b. Barang penumpang yang diserahkan
oleh penumpang diangkut dengan pesawat udara yang berbeda
c. Barang yang dibawa oleh penumpang
kedalam kabin pesawat udara
d. Barang penumpang yang diserahkan
oleh penumpang kepada pengangkut untuk diangkut dengan pesawat udara yang
sama
44. Komite keamanan penerbangan melaksanakan pertemuan dan koordinasi sekurang-
kurangnya :
a. 3 (tiga) kali dalam setahun c. 1 (satu)
kali dalam setahun
b. 2 (dua) kali dalam setahun d. Tidak
sama sekali

45. Kendaraan bermotor yang akan memasuki daerah keamanan terbatas harus
dilakukan pemeriksaan, diatur dalam :
a. S KE P/43/III/2007 c. PM 127 Tahun
2015
b. S KE P/275/X II/1998
d. S KE P/100/V II/2003

46. Y ang termasuk dalam daerah sterile adalah :

7
a. C heck-in area c. R uang Tunggu
b. Apron d. Tower
47. Warna orange pada benda di monitor X -R ay :
a. Kulit c. Timah
b. Aluminium d. E mas
48. Warna Biru pada benda di monitor X -R ay :
a. C arbon c. Makanan
b. Tembaga d. Kulit
49. S emua akses menuju daerah sisi udara
harus dilengkapi pintu dan dikunci atau dijaga
a. S KE P/43/III/2007 c. S KE P/275/X II/19
98
b. PM 127 Tahun
2015 d. S KE P/100/V II/2003
50. Peraturan Pemerintah tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, diatur
dalam :
a. PP Nomor 16 Tahun 1994 c. PP Nomor 3 Tahun 2001
b. PP Nomor 71 Tahun 1989 d. PP Nomor 3 Tahun 1996
51. Komando penanggulangan tindakan melawan hukum pada kondisi darurat (merah) di
Bandar Udara enclave sipil oleh :
a. Kapolri c. Kapolres terdekat
b. Panglima TNI d. Komandan Pangkalan
52. Khusus untuk penjagaan pesawat yang sedang R ON (R emind Over Night) di Bandar
Udara dilakukan oleh :
a. Ground Handling c. S ecurity Bandara
b. Polisi d. S ecurity Airline
53. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh
seorang petugas, bila menemukan benda yang dicurigai sebagai bahan peledak
diareal sekitar Bandara adalah:
a. S egera dibuang c. Dilindungi
b. Buat laporan d. J angan disentuh
54. S alah satu langkah dalam pemeriksaan bagasi penumpang adalah :
a. Tidak dilakukan pemeriksaan
b. Periksa bagian luarnya saja
c. Periksa bagian dalam terdahulu baru bagian luar
d. Periksa bagian luar dahulu baru bagian dalam
55. Dalam pemeriksaan manual yang harus
diperhatikan antara lain :
a. Minta ijin dari penumpang terdahulu
b. Menempatkan barang/ kopor/ tas pada tempatnya serta menghadap kearah
pemeriksa.
c. Mengucapkan terima kasih kepada si
penumpang untuk kerjasamanya setelah pemeriksaan selesai
d. J awaban a, b, dan c benar.

8
56. Pemeriksaan khusus dapat pula dilakukan
dalam hal (kecuali) :
a. Penumpang, dan personel pesawat udara
berperilaku mencurigakan
b. Terdapat kejanggalan pada postur tubuh
penumpang, personel pesawat udara
c. Penumpang yang transit
d. Penumpang yang menggunakan alat bantu
medis.
57. Tinggi pagar perimeter yang direkomendasikan IC AO adalah:
a. 2,44 Meter c. 1,44 Meter
b. 4 Meter d. 3 Meter
58. Penanganan penumpang yang membawa senjata api (kecuali) adalah :
a. S enjata api dan pelurunya dititipkan kepada
pengangkut
b. S enjata api dan pelurunya diperlakukan sbg
security item
c. Peluru dikeluarkan dari senjata oleh petugas
sekuriti
d. Peluru dikeluarkan dari senjata oleh
pemiliknya
59. Y ang dimaksud 3 (tiga) pembagian daerah dalam PM 31 Tahun 2013 adalah :
a. Daerah umum; Daerah Keamanan Terbatas dan Daerah S isi Udara
b. Daerah umum; Daerah dalam dan Daerah luar
c. Daerah Terbatas; Daerah Publik dan Daerah S teril
d. Daerah umum; Daerah Keamanan Terbatas dan Daerah S teril
60. Pemisahan antara daerah tidak terbatas dan daerah terbatas adalah:
a. Tempat parkir c. J embatan
b. J alan d. Pagar/ Gedung bangunan
61. Berikut adalah aturan membawa LAGs kecuali :
a. Maksimum kemasan 100 ml.
b. S usu Bayi Maksimum 100 ml.
c. Ditempatkan dalam plastik transparan maksimum per penumpang 1 Lt.
d. Dilakukan pemeriksaan X -R ay.
62. Aturan membawa senjata api dan peluru, kecuali :
a. Kaliber maksimal 9 mm.
b. 1000 butir peluru/penerbangan
c. 100 butir peluru/penerbangan.
d. 12 butir peluru/penumpang.
63. Dangerous Goods dibawah ini boleh dibawa oleh penumpang domestik, kecuali :
a. Minuman beralkohol 50% sebanyak 1 liter dalam kemasan jual di bagasi cabin.
b. Lighter (korek api) dengan bahan bakar yang terserap dikantongi/dalam saku

9
penumpang.
c. Pengharum ruangan spray 550 ml dalam bagasi cabin.
d. Hand body lotion 200 ml dalam bagasi cabin.
64. Bahan / barang yang termasuk Dangerous Goods yang mudah terbakar bila terkena
air, termasuk dalam class/Devisi :
a. R adioactive c. C orrosive
b. F lammable Liquids d. Dangerous when wet
65. Komando pada kondisi normal (hijau) ditingkat bandara oleh :
a. Kepala Bandara/ G.
Manager c. Kepolisian
b. TNI d. Komandan Pangkalan
66. Masuk pesawat lebih awal dan keluar pesawat paling akhir dari penumpang lain,
merupakan tata cara?
a. Pengawalan Pejabat Daerah c. Pengawalan Gubernur
b. Pengawalan Presiden d. Pengawalan Tahanan
67. Komando pada kondisi rawan (kuning) ditingkat nasional oleh :
a. Kapolri c. Gubernur
b. Menteri Perhubungan d. Dirjen Hubud
68. Komite nasional keamanan penerbangan dengan masa kerja 5 tahun (PM 31 Tahun
2013) ditetapkan dan diangkat oleh :
a. Presiden c. Kabandara
b. Dirjen Perhubungan Udara d. Menteri
Perhubungan.
69. Dalam satu penerbangan hanya dapat mengangkut berapa tahanan?
a. 2 (dua) tahanan dengan minimal 3 (tiga) pengawal
b. 2 (dua) tahanan tidak berbahaya dengan 1 (satu) pengawal
c. 1 (satu) tahanan berbahaya dengan minimal 2 pengawal
d. 1 (satu) tahanan tidak berbahaya dengan 1 (satu) pengawal
70. Komando penanggulangan tindakan melawan hukum pada kondisi darurat (merah) di
Bandar udara oleh :
a. Kapolri c. Panglima TNI
b. Komandan Pangkalan d. Kapolres terdekat
71. Ada berapa macam teknik penyisiran pada ruang tunggu di Bandara:
a. 1 (satu) Teknik Penyisiran c. 2 (dua)
Teknik Penyisiran
b. 3 (tiga) Teknik Penyisiran d. 4 (empat)
Teknik Penyisiran
72. Komponen utama suatu bom seperti dibawah ini kecuali :
a. Power S ource/ Baterai c. S wicth/
saklar
b. Detonator/ pemicu d. Box/ kemasan
73. Benda dibawah ini yang termasuk Dangerous Articles adalah :
a. S enjata Mainan c. S angkur
b. Lighter (korek api) d. Pedang

10
74. Benda yang dapat digunakan untuk mengancam keamanan dan keselamatan
penumpang dan pesawat udara adalah :
a. Weapons c. E xplosive
b. Dangerous Goods d. Dangerous
Articles
75. Y ang termasuk dalam bahan peledak adalah :
a. Plastikc. Black powder
b. Aluminium d. S oda Api
76. Benda dibawah ini dilarang dibawa penumpang kedalam kabin pesawat udara dengan
alasan keamanan kecuali :
a. Durian c. Pisau dengan mata lebih dari 5 cm
b. Peluru d. S enjata Api
77. Benda yang dibuat khusus untuk membunuh, menciderai, melumpuhkan atau
membuat tidak berdaya adalah :
a. E xplosive c. Weapons
b. Dangerous Goods d. Dangerous
Articles

78. C ara-cara dibawah ini dapat digunakan seseorang untuk mempersulit pendeteksian
senjata :
a. Di bagasikan c. Lewat C argo
b. S enjata yang dirubah
bentuknya d. J awaban a, b dan c benar
79. Benda yang dapat menimbulkan bahaya besar terhadap kesehatan keamanan dan
keselamatan jiwa dan harta benda ketika diangkut pesawat udara adalah :
a. Weapons c. E xplosive
b. Dangerous Articles d. Dangerous
Goods

80. Dangerous Goods dikalsifikasikan kedalam berapa class :


a. 9 C lass c. 10 C lass
b. 8 C lass d. 5 C lass
81. Pemeriksaan terhadap penumpang dan barang pada dasarnya bertujuan untuk :
a. Untuk mengetahui apa saja yang dibawa oleh penumpang
b. Agar semua penumpang diperiksa sebelum melapor/check-in
c. Mencegah barang/ bahan terlarang dibawa/ diangkut ke pesawat udara
d. Untuk mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk terminal
82. Pada saat apa pemeriksaan fisik terhadap bagasi dilakukan :
a. X -R ay dapat mendeteksi secara akurat
b. S esuai dgn prosentasie 100% (acak random) utk melaksanakan pemeriksaan fisik
c. Tampilan monitor benda yang ada dibagasi sangat gelap
d. J awaban a, b dan c benar
83. Pada prinsipnya pengamanan penerbangan sipil bertujuan untuk mencegah
terangkutnya barang dan bahan/alat berbahaya kedalam pesawat udara,
barang/bahan/alat berbahaya tersebut adalah (kecuali) :

11
a. S enjata (weapons), bahan peledak (explosive)
b. Alat berbahaya (Dangerous Article), bahan berbahaya (Dangerous Goods)
c. Binatang (animal), tumbuh-tumbuhan
d. J awaban a dan b benar.
84. Manfaat utama dari label security adalah :
a. Tanda telah melalui pemeriksaan sekuriti dan agar tidak dibuka lagi
b. S ebagai tanda pengenal dalam pengangkutan transportasi
c. Memudahkan penumpang dalam transportasi
d. J awaban a, b dan c benar
85. Orang gila, tahanan, deportee harus dikawal, diatur dalam ?
a. S KE P/160/V III/2008 c. PM 127 Tahun 2015
b. KM 14 Tahun
1989 d. S KE P/100/V II/2003

86. Peralatan yang digunakan untuk mendeteksi bentuk atau isi bagasi adalah :
a. Walk Through Metal Detector c. Hand Held Metal Detector (HHMD)
b. X -R ay Machine d. E xplosive Detector

87. Peralatan metal detector dirancang untuk mendeteksi barang-barang yang


mengandung unsur :
a. F lammable solid c. Logam
b. C airan yg mudah terbakar d. E xplosive
88. Peralatan yang digunakan khusus untuk mendeteksi HANDAK adalah :
a. X -R ay Machine c. Hand Held Metal Detector (HHMD)
b. E xplosive Detector d. Walk Through Metal Detector
89. Prinsip kerja dari Walk Trough Metal Detector ialah :
a. Tidak tergantung pada arus induksi medan magnet
b. Tergantung pada arus induksi medan magnet
c. S earah jarum jam
d. J awaban a, b dan c benar
90. Prosedur pemakaian Hand Held Metal Detector yang benar adalah :
a. Dites dulu, berfungsi atau tidak c. Mengenai ke badan orang yang diperiksa
b. Dari bawah ke atas d. Berlawanan jarum jam
91. Y ang termasuk dalam Dangerous Goods berikut ini adalah, kecuali :
a. Parfum S pray, Hair S pray, Alkohol 80%
b. C at kayu, Plitur, Pernish, S oda Api
c. Accu, mercury, thermometer, Poison
d. Buah Durian, bawang, madu, tuak
92. Barang/ bahan dan peralatan yang terlarang atau perlu penanganan khusus dalam hal
kemasan, label dan marka bila diangkut pesawat udara sipil adalah :
a. Barang dan/atau bahan berbahaya (Dangerous Goods)
b. S enjata (Weapon, benda/alat yang berbahaya (Dangerous Article)
c. Bahan Peledak (E xlplosive)

12
d. Plitur, Pernish, S oda Api

93. Barang dan/ atau bahan berbahaya atau disebut Dangerous Goods adalah :
a. S emua barang dan/atau bahan yang dilarang diangkut dengan pesawat udara
b. Bahan/ bahan yang dapat membahayakan kesehatan, keselamatan jiwa dan
harta benda serta keselamatan pesawat udara
c. S emua barang/ bahan yang dilarang diangkut tanpa persetujuan pilot
d. S esuatu yang diangkut dengan pesawat udara selain penumpang dan awak
pesawat
94. Dalam hal tindakan awal penanganan barang/ bahan berbahaya/ E mergency
Dangerous Goods, beberapa langkah utama yang perlu diperhatikan antara lain
sebagai berikut :
a. Disentuh paket tersebut
b. Isolasi daerah sekitar paket tersebut
c. Dijaga resiko bahayanya
d. Paket tersebut dibuka
95. Dalam pengangkutan Dangerous Goods secara normal, hal-hal yang perlu
diperhatikan, kecuali :
a. Klasifikasi barang/bahan c. Label dan Markanya
b. Kemasan yang digunakan d. Perijinan atas produksinya

96. Warna Hijau pada benda di monitor X -R ay mengandung unsur :


a. Titanium c. Kayu
b. Aluminium d. S teel
97. Bilamana anda menemukan kamera yang dibawa oleh penumpang yang anda curigai
untuk tindak kejahatan, langkah apa yang dilakukan oleh seorang pemeriksa barang :
a. Dilarang untuk dibawa ke bagasi / kabin pesawat
b. Diserahkan ke S upervisor dan dibuatkan S ecurity Item
c. Diperiksa dgn menggunakan HHMD
d. Memeriksa dan mempersilakan si penumpang untuk membidikkankan kameranya
1 (satu) kali
98. Benda yang terpicu dapat meledak adalah?
a. Weapons c. E xplosive
b. Dangerous Goods d. C orosive
99. Dalam pengawasan ijin masuk kendaran yang harus diperhatikan, kecuali :
a. Personil yang mengoperasikan kendaraan pada daerah sisi udara selain memiliki
PAS , juga wajib memiliki TIM di S isi Udara
b. Pemeriksaan PAS sesuai dengan daerah kerjanya
c. S etiap kendaraan yang masuk R PA tidak dilakukan pemeriksaan.
d. PAS kendaraan harus ditempatkan pada bagian yang mudah terlihat dan terbaca
100. Komponen tetap (tidak bergerak) dalam perimeter sekuriti, kecuali :
a. C C TV c. Perimeter Intruder Detection S ystem
(PIDS )
b. Lampu Penerangan d. Kendaraan

13
---------- SE L A M A T M E N GE R J A K A N ----------

14

Anda mungkin juga menyukai