Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

E - COMMERCE

KONSEP TEKNOLOGI INFORMASI

DOSEN PENGAMPU

Yogi Irdes Putra, S.Pd., M.Pd.T

Disusun Oleh :

1. Zidan (211014283207013)
2. Bahrul (211014283207011)
3. Tika Kurnia (211014283207018)
4. Riska (211014283207016)
5. Arzahroh (211014283207019)

STKIP MUHAMMADIYAH MUARO BUNGO

PRODI PENDIDIKAN TEGNOLOGI INFORMASI ( PTI )

TAHUN AJARAN

2021

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat allah SWT atas rahmat dan hidayahnya, penulis
dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “ E-Commerce ” dengan tepat
waktu.

Makalah ini di susun untuk memeuhi tugas mata kuliah Konsep Teknologi
Informasi. Selain itu makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan tentang E-
Commerce bagi pembaca dan juga bagi penulis.

Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Yogi Irdes Putra,


S.Pd., M.Pd.T selaku dosen pengampu Konsep Teknologi Informasi. Ucapan
terima kasih juga disampai kan kepada semua pihak yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, saran dan kritikan yang membangun diharapkan demi
kesempurnaan makalah ini.

Muara Bungo, 15 Desember 2021

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………….. ii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………….iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang…………………………………………..………………. 4
1.2 Rumusan Masalah………………………………………….…………….5
1.3 Tujuan…………………………………………………………………….5
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian E-Commerce…….………………………………...…….…....7
2.2 Jenis-jenis E-Commerce……………………………………………….... 8
2.3 Standar Teknologi E-Commerce……………………………………...….9
2.4 Istilah-Istilah Dalam E-Commerce ……..……………………...….........10
2.5 Contoh E-Commerce…………………………………………………….11
2.6 Dampak Positif dan Negatif E-Commerce……………………...……….11
2.7 Kelemahan dan Kendala E-Commerce…………………………….....…13
2.8 Hubungan Hukum Antar Pelaku E-Commerce………...………………..14
2.9 Perlindungan Pembeli dan Penjual…………………….………………..15
2.10 Dukungan E-Commerce di Indonesia……………...…………………..16
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………………...…………… 17
3.2 Kritik Dan Saran……………………………………..……..…………... 17
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, telah menciptakan


jenis-jenis dan peluang-peluang bisnis yang baru di mana transaksi-transaksi
bisnis makin banyak dilakukan secara elektronika. Sehubungan dengan
perkembangan teknologi informasi tersebut memungkinkan setiap orang
dengan mudah melakukan perbuatan hukum seperti misalnya melakukan jual-
beli. Perkembangan internet memang cepat dan memberi pengaruh signifikan
dalam segala aspek kehidupan kita.

Internet membantu kita sehingga dapat berinteraksi, berkomunikasi,


bahkan melakukan perdagangan dengan orang dari segala penjuru dunia
dengan murah, cepat dan mudah. beberapa tahun terakhir ini dengan begitu
merebaknya media internet menyebabkan banyaknya perusahaan yang mulai
mencoba menawarkan berbagai macam produknya dengan menggunakan
media ini. Dan salah satu manfaat dari keberadaan internet adalah sebagai
media promosi suatu produk. Suatu produk yang dionlinekan melalui internet
dapat membawa keuntungan besar bagi pengusaha karena produknya di kenal
di seluruh dunia.

Penggunaan internet tidak hanya terbatas pada pemanfaatan informasi


yang dapat diakses melalui media ini, melainkan juga dapat digunakan
sebagai sarana untuk melakukan transaksi perdagangan yang sekarang di
Indonesia telah mulai diperkenalkan melalui beberapa seminar dan telah
mulai penggunaannya oleh beberapa perusahaan yaitu electronic commerce
atau yang lebih dikenal dengan E-Commerce, yang merupakan bentuk
perdagangan secara elektronik melalui media internet.

4
E-Commerce pada dasarnya merupakan suatu kontak transaksi
perdagangan antara penjual dan pembeli dengan menggunakan media
internet. Jadi proses pemesanan barang dikomunikasikan melalui internet.
Keberadaan E-Commerce merupakan alternatif bisnis yang cukup
menjanjikan untuk diterapkan pada saat ini, karena E-Commerce memberikan
banyak kemudahan bagi kedua belah pihak, baik dari pihak penjual
(merchant) maupun dari pihak pembeli (buyer) di dalam melakukan transaksi
perdagangan, meskipun para pihak berada di dua benua berbeda sekalipun.
Dengan E-Commerce setiap transaksi tidak memerlukan pertemuan dalam
tahap negoisasi. Oleh karena itu jaringan internet ini dapat menembus batas
geografis dan teritorial termasuk yurisdiksi hukumnya.

1.2 Rumusan Masalah


Dengan penyusunan makalah penyusun memiliki rumusan masalah
sebagai berikut :
1. Bagaimana Pengeritian E-Commerce ?
2. Bagaimana Jenis-Jenis E-Commerce ?
3. Bagaimana Standar Teknologi E-Commerce ?
4. Bagaimana Istilah-istilah Dalam E-Commerce ?
5. Bagaimana Contoh E-Commerce ?
6. Bagaimana Dampak Positif dan Negatif E-Commerce ?
7. Bagaimana Kelemahan dan Kendala E-Commerce ?
8. Bagaimana Hubungan Hukum Antara Pelaku E-Commerce ?
9. Bagaimana Perlindungan Pembeli dan Penjual ?
10. Bagaimana Dukungan E-Commerce di Indonesia ?

1.3 Tujuan

Adapun manfaat dari pembuatan Makalah yaitu sebagai berikut :


1. Untuk Mengetahui Pengeritian E-Commerce ?
2. Untuk Mengetahui Jenis-Jenis E-Commerce ?
3. Untuk Mengetahui Standar Teknologi E-Commerce ?

5
4. Untuk Mengetahui Istilah-istilah Dalam E-Commerce ?
5. Untuk Mengetahui Contoh E-Commerce ?
6. Untuk Mengetahui Dampak Positif dan Negatif E-Commerce ?
7. Untuk Mengetahui Kelemahan dan Kendala E-Commerce ?
8. Untuk Mengetahui Hubungan Hukum Antara Pelaku E-Commerce ?
9. Untuk Mengetahui Perlindungan Pembeli dan Penjual ?
10. Untuk Mengetahui Dukungan E-Commerce di Indonesia ?

6
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian E-Commerce
E-commerce adalah dimana dalam satu website menyediakan atau
dapat melakukan Transaksi secara online atau juga bisa merupakan suatu cara
berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang
memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat
menyediakan layanan “get and deliver“. E-commerce akan merubah semua
kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional
untuk kegiatan trading (perdagangan).
Adapun pendapat mengenai pengertian E-Commerce bahwa E-
commerce mengacu pada internet untuk belanja online dan jangkauan lebih
sempit. dimana e-commerce adalah sub perangkat dari E-Bisnis. cara
pembayarannya melalui transfer uang secara digital seperti melalui account
paypal atau kartu credit Sedangkan, E-Bisnis mengacu pada internet tapi
jangkauan lebih luas,area bisnisnya terjadi ketika perusahaan atau individu
berkomunikasi dengan klien atau nasabah melalui e-mail tapi pemasaran atau
penjualan di lakukan dengan internet, dengan begitu dapat memberikan
keuntungan berupa keamanan fleksibililtas dan efisiensi.
Cara pembayarannya yaitu dengan melaui pembayaran digital secara
E-Gold dan sudah di akui di seluruh dunia dalam melakukan transaksi online.
Pada umumnya pengunjung Website dapat melihat barang atau produk yang
dijual secara online (24 jam sehari) serta dapat melakukan correspondence
dengan pihak penjual atau pemilik website yang dilakukan melalui email.
Dalam prakteknya, berbelanja di web memerlukan koneksi ke internet dan
browser yang mendukung transaksi elektronik yang aman, seperti Microsoft
Internet Explorer dan Netscape Navigator.
Microsoft dan Netscape, bekerja sama dengan perusahaan kartu
kredit (Visa dan MasterCard), serta perusahaan-perusahaan internet security
(seperti VeriSign), telah membuat standar enkripsi khusus yang membuat
transaksi melalui web menjadi sangat aman. Bahkan, Visa dan MasterCard

7
menyediakan jaminan keamanan 100% kepada pengguna credit cardnya yang
menggunakan e-commerce.
Adapun proses yang terdapat dalam E-Commerce adalah sebagai
berikut :

1. Presentasi electronis (Pembuatan Website) untuk produk dan layanan.

2. Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan.

3. Secar otomatis account pelanggan dapat secara aman (baik nomor rekening
maupun nomor kartu kredit).

4. Pembayaran yang dilakukan secara langsung (online) dan penanganan


transaksi.

2.2 Jenis-Jenis E-Commerce

1. Business to Business (B2B)

Business to Business e-Commerce umumnya menggunakan


mekanisme Electronic Data Interchange.

2. Business to Consumer (B2C)

Business to Consumer e-Commerce memiliki mekanisme untuk


mendekati consumer.

3. Perdagangan Kolabratif (collaborative commerce).

Kolaborasi semacam ini seringkali terjadi antara dan dalam mitra


bisnis sepanjang rantai pasokan. E-Consumen to consumen (C2C) Di sebut
juga sebagai pelanggan ke palanggan yaitu orang yang menjual produk dan
jasa ke satu sama lain.

4. Comsumen to Businnes (C2B).

8
kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu, dan para pemasok
bersaing untuk menyediakan produk atau jasa tersebut ke konsumen.

5. Perdagangan Intrabisnis (Intraorganisasional )

Dalam situasi ini perusahaan menggunakan E-Commerce secara


internal untuk memperbaiki operasinya.

6. Pemerintah keWarga (Goverment to Citizen-G2C)

Penggunaan teknologi internet secara umum dan E-Commerce


secara khusus untuk mengirimkan informasi dan layanan publik ke warga,
mitra bisnis, dan pemasok entitas pemerintah, serta mereka yang bekerja di
sektor publik.

7. Perdagangan Mobile (mobile commerce-commerce).

Ketika e-commerce dilakukan dalam lingkungan nirkabel, seperti


menggunakan telepon selluler berbelanja.

2.3 Standar Teknologi E-Commerce

1. Electronic Data Interchange (EDI).

EDI adalah sebuah standar struktur dokumen yang dirancang untuk


memungkinkan organisasi besar untuk mengirimkan informasi melalui
jaringan Privat.

2. Open Buying on the Internet (OBI).

Adalah sebuah standar yang dibuat oleh Internet Purchasing


Roundtable yang akan menjamin bahwa berbagai sistem E-Commerce
dapat berbicara satu dengan lainnya.

9
3. Open Trading Protocol (OTP).

OTP sebetulnya merupakan standar kompetitor OBI yang dibangun


oleh beberapa perusahaan, seperti AT&T, IBM, dan Sun Microsystems.

4. Open Profiling Standard (OPS).

OPS adalah untuk menolong memproteksi privasi pengguna tanpa


menutup kemungkinan untuk transaksi informasi untuk proses marketing .

5. Secure Socket Layer (SSL).

Protokol ini di disain untuk membangun sebuah saluran yang aman


ke server.

8. Secure Electronic Transaction (SET).

SET akan mengkodekan nomor kartu kredit yang di simpan di server


merchant.

9. Truste.

Adalah sebuah partnership dari berbagai perusahaan yang mencoba


membangun kepercayaan public dalam e-commerce dengan cara
memberikan cap Good Housekeeping yang memberikan approve pada
situs yang tidak melanggar kerahasiaan konsumen.

2.4 Istilah-Istilah Dalam E-Commerce

Adapun Istilah-istilah dalam E-Commerce sebagai berikut :

1. Digital atau electronic cash, metoda yang memungkinkan seseorang untuk


membeli barang atau jasa dengan cara mengirimkan nomor dari satu
komputer ke komputer yang lain.

10
2. Digital moneyterminologi global untuk berbagai e-cash dan mekanisme
pembayaran elektronik di Internet.

3. Di sintermediation proses untuk memotong jalur perantara.

4. Electronic checks pada saat ini sedang di ujicoba oleh CyberCash, sistem
check elektronik seperti PayNow akan mengambil uang dari account check
di bank.

5. Electronic wallet adalah Pola pembayaran seperti CyberCash Internet


Wallet, akan menyimpan nomor kartu kredit anda di harddisk anda dalam
bentuk terenkripsi yang aman. Anda akan dapat melakukan pembelian-
pembelian pada situs Web yang mendukung electronic wallet tersebut.

6. Extranet adalah sebuah kelanjutan dari intranet perusahaan yang


mengkaitkan jaringan internal satu perusahaan dengan jaringan internal
supplier mereka maupun pelanggan mereka.

7. Micropaymet adalah transaksi dalam jumlah kecil antara beberapa ratus


rupiah hingga puluhan ribu rupiah, misalnya untuk mengambil /
mengakses grafik.

2.5 Contoh E-Commerce

Beberapa Contoh yang dapat kita lakukan melalui E-Commerce yaitu :


1. Pembelian buku melalui online.
2. Pembelian elektronik melalui online.
3. Pembelian kendaraan melalui online.
4. Pembelian pakaian melalui online, dll.

2.6 Dampak Positif dan Negatif E-Commerce

A. Dampak positifnya

11
1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih
menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.

2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).

3. Menurunkan biaya operasional(operating cost).

4. Melebarkan jangkauan (global reach).

5. Meningkatkan customer loyality.

6. Meningkatkan supplier management.

7. Memperpendek waktu produksi.

8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).

B. Dampak Negatif

1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang


penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia
telah mengganti semua data finansial yang ada.

2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa


menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang
tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si
korban.

3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan


ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.

4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan


seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan.
Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke
rekeningnya sendiri.

12
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai
macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak
lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.

6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang


dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak
benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau
kesalahan sistem.

2.7 Kelemahan dan Kendala E-Commerce

Menurut survey yang dilakukan oleh CommerceNet para pembeli /


pembelanja belum menaruh kepercayaan kepada e-commerce, mereka tidak
dapat menemukan apa yang mereka cari di e-commerce, belum ada cara yang
mudah dan sederhana untuk membayar. Di samping itu, surfing di e-
commerce belum lancar betul. Pelanggan e-commerce masih takut ada
pencuri kartu kredit, rahasia informasi personal mereka menjadi terbuka, dan
kinerja jaringan yang kurang baik.

Umumnya pembeli masih belum yakin bahwa akan menguntungkan


dengan menyambung ke Internet, mencari situs shopping, menunggu
download gambar, mencoba mengerti bagaimana cara memesan sesuatu, dan
kemudian harus takut apakah nomor kartu kredit mereka di ambil oleh
hacker. Tampaknya untuk meyakinkan pelanggan ini, e-merchant harus
melakukan banyak proses pemandaian pelanggan. Walaupun demikian Gail
Grant, kepala lembaga penelitian di CommerceNet meramalkan sebagian
besar pembeli akan berhasil mengatasi penghalang tersebut setelah beberapa
tahun mendatang.

Grant mengatakan jika saja pada halaman Web dapat dibuat label yang
memberikan informasi tentang produk dan harganya, akan sangat
memudahkan untuk search engine menemukan sebuah produk secara online.
Hal tersebut belum terjadi memang karena sebagian besar merchant ingin

13
agar orang menemukan hanya produk mereka tapi bukan kompetitor-nya
apalagi jika ternyata harga yang diberikan kompetitor lebih murah.

Masalah yang barangkali menjadi kendala utama adalah ide untuk


sharing informasi bisnis kepada pelanggan dan supplier hal ini merupakan
strategi utama dalam sistem E-Commerce bisnis ke bisnis. Kunci utama untuk
memecahkan masalah adalah merchant harus menghentikan pemikiran bahwa
dengan cara menopangkan diri pada Java applets maka semua masalah akan
solved, padahal kenyataannya adalah sebetulnya merchant harus me-
restrukturisasi operasi mereka untuk mengambil keuntungan maksimal dari e-
commerce.

2.8 Hubungan Hukum Antar Pelaku E-Commerce

Dalam bidang hukum misalnya, hingga saat ini Indonesia belum


memiliki perangkat hukum yang mengakomodasi perkembangan e-
commerce. Padahal pranata hukum merupakan salah satu ornamen utama
dalam bisnis. Dengan tiadanya regulasi khusus yang mengatur mengatur
perjanjian virtual, maka secara otomatis perjanjian-perjanjian di internet
tersebut akan diatur oleh hukum perjanjian non elektronik yang berlaku.
Hukum perjanjian Indonesia menganut asas kebebasan berkontrak.

Asas ini memberi kebebasan kepada para pihak yang sepakat untuk
membentuk suatu perjanjian untuk menentukan sendiri bentuk serta isi suatu
perjanjian. Dengan demikian para pihak yang membuat perjanjian dapat
mengatur sendiri hubungan hukum diantara mereka. Sebagaimana dalam
perdagangan konvensional, e-commerce menimbulkan perikatan antara para
pihak untuk memberikan suatu prestasi. Implikasi dari perikatan itu adalah
timbulnya hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh para pihak yang
terlibat.

Didalam hukum perikatan Indonesia dikenal apa yang disebut ketentuan


hukum pelengkap. Ketentuan tersebut tersedia untuk dipergunakan oleh para

14
pihak yang membuat perjanjian apabila ternyata perjanjian yang dibuat
mengenai sesuatu hal ternyata kurang lengkap atau belum mengatur sesutu
hal. Ketentuan hukum pelengkap itu terdiri dari ketentuan umum dan
ketentuan khusus untuk jenis perjanjian tertentu. Jual-beli merupakan salah
satu jenis perjanjian yang diatur dalam KUHPerd, sedangkan e-commerce
pada dasarnya merupakan model transaksi jual-beli modern yang
mengimplikasikan inovasi teknologi seperti internet sebagai media transaksi.

Dengan demikian selama tidak diperjanjikan lain, maka ketentuan


umum tentang perikatan dan perjanjian jual-beli yang diatur dalam Buku III
KUHPerd berlaku sebagai dasar hukum aktifitas e-commerce di Indonesia.
Jika dalam pelaksanaan transaksi e- commerce tersebut timbul sengketa,
maka para pihak dapat mencari penyelesaiannya dalam ketentuan tersebut.
Akan tetapi permasalahannya tidaklah sesederhana itu.

E-commerce merupakan model perjanjian jual- beli dengan


karakteristik dan aksentuasi yang berbeda dengan model transaksi jual-beli
konvensional, apalagi dengan daya jangkau yang tidak hanya lokal tapi juga
bersifat global. Adaptasi secara langsung ketentuan jual-beli konvensional
akan kurang tepat dan tidak sesuai dengan konteks e-commerce. Oleh karena
itu perlu analisis apakah ketentuan hukum yang ada dalam KUHPerd dan
KUHD sudah cukup relevan dan akomodatif dengan hakekat e-commerce
atau perlu regulasi khusus yang mengatur tentang e-commerce.

2.9 Perlindungan Pembeli dan Penjual

1. Perlindungan Pembeli

Carilah merek yang dapat dipercaya di berbagai situs Cari alamat


dan nomor telepon perusahaan yang situsnya belum anda kenali, beserta
nomor faksnya Periksalah Better Business Bureau. Carilah segel
autentifikasi seperti TRUST. Selidiki seberapa amannya situs penjual
dengan mempelajari prosedur keamanan. Pelajari jaminan untuk uang

15
kembali, garansi, serta perjanjian perbaikan. Bandingkan harganya
dengan ditoko biasa. Carilah kesaksian dan pengesahan dalam situs
komunitas serta papan buletin yang terkenal. Kolsultasi dengan lembaga
perlindungan konsumen. Periksa consumerworld orang untuk daftar
sumber yang dapat bermanfaat.

2. Perlindungan Penjual

Para penjual online juga membutuhkan perlindungan. Mereka harus


dilindungi dari pelanggan yang menolak untuk membayar dan yang
membayar dengan cek kosong serta dari klaim pembeli bahwa barang
dagangan tidak sampai. Mereka juga memiliki hak untuk dilindungi dari
penggunaan nama mereka oleh pihak lain serta dilindungi dari
penggunaan kata serta frase, slogan, dan alamat web milik mereka
( perlindungan merek dagang ).

2.10 Dukungan E-Commerce di Indonesia

Dukungan pemerintah Dukungan pemerintah yang masih belum jelas


ditambah dengan belum adanya kebijakan-kebijakan yang mendukung
perkembangan dari E-Commerce ini dikeluarkan, belum jelasnya deregulasi
dari system teknologi informasi khususnya internet yang merupakan salah
satu tulang punggung dari perkembangan e-commerce, perbaikan sistem
pabeanan dan deregulasi dalam ekspor impor barang.

16
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

E-commerce merupakan sebuah sistem yang dibangun dengan tujuan


untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam berbisnis dengan
memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas dari produk
dan informasi serta mengurangi biaya-biaya yang tidak diperlukan sehingga
harga dari produk dan informasi tersebut dapat ditekan sedemikian rupa tanpa
mengurangi dari kualitas yang ada.

Perkembangan aplikasi E-commerce bagi sebuah perusahaan / lembaga


merupakan proses yang cukup kompleks. Melibatkan beberapa organisasi /
situs dalam penanganan sekuriti dan otorisasi.perangkat lunak aplikasi E-
commerce dalam dunia bisnis dapat mendukung pemotongan rantai distribusi
sehingga konsumen dapat memperoleh suatu produk dengan harga yang lebih
murah

3.2 Kritik dan Saran

Kami menyadari makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan,


masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan makalah ini baik
yang kami sengaja maupun tidak kami sengaja. Maka dari itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari para pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

17
DAFTAR PUSTAKA

http://www.sentralweb.com/demo/
http://safri-lubis.info/file
http://andryaldiano-andry.blogspot.com/2011/12/makalah-e-commerce.html

18

Anda mungkin juga menyukai