Anda di halaman 1dari 3

1. Dividen adalah Pembagian Laba yang Ditahan kepada para pemegang saham.

Sebutkan
jenis-jenis dividen yang Anda ketahui! Jelaskan masing-masing dengan singkat!
Jawab :
a. Dividen Kas (Cash Dividends)
Dividen yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk uang
secara tunai. Pembagian dividen dalam bentuk kas paling sering dilakukan perusahaan.
Besarnya dividen kas yang dapat dibagikan, di samping memperhitungkan saldo Laba
yang Ditahan juga perlu melihat banyaknya kas yang dimiliki perusahaan. Saldo Laba yang
Ditahan yang digunakan sebagai bahan pertimbangan besarnya dividen kas yang dapat
dibagikan adalah Laba yang Ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya. Syarat yang
terakhir ini juga terdapat pada semua jenis dividen, kecuali dividen likuidasi yang akan
dibicarakan nanti.
b. Dividen Aktiva Nonkas
Dividen yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk non
tunai. Apabila suatu perusahaan tidak memiliki kas yang cukup, atau bisa dibilang
mempunyai kas namun akan digunakan untuk keperluan lain, maka pembagian dividen
dapat menggunakan aktiva selain kas atau dividen properti. Namun masalah yang
kemudian timbul akibat dari penggunaan dividen properti ini biasanya adalah menentukan
nilai properti, para akuntan biasanya menggunakan nilai pasar aktiva non kas yang akan
diserahkan sebagai dasar untuk mencatat. Dan jika ternyata aktiva yang diserahkan tidak
memiliki nilai pasar, maka akan menggunakan nilai buku aktiva tersebut yang kemudian
digunakan sebagai dasar pencatatan.
c. Dividen Utang
Dividen utang sebenarnya hanyalah merupakan perpanjangan waktu atau penundaan
pelunasan utang dividen. Utang dividen ditunda pelunasannya dengan cara perusahaan
memberikan janji utang tertulis kepada pemegang saham untuk nantinya dilunasi pada
saat jatuh temponya sesuai dengan janji tertulis tersebut.
d. Dividen Likuidasi
Dividen Likuidasi adalah dividen yang dibagikan dengan maksud sebagai pembayaran
kembali sebagian dari modal yang disetor pemegang saham maka dividen tersebut.
Pembayaran dividen likuidasi tidak boleh dibebankan kepada Laba yang Ditahan, namun
dibukukan dalam rekening Pengembalian Modal. Akun Pengembalian Modal nantinya
disajikan di dalam neraca sebagai pengurang dari Jumlah Modal Disetor. Selain dibukukan
dalam akun Pengembalian Modal, dividen likuidasi dapat pula dibukukan dengan mendebit
akun Agio Saham. Akan tetapi, ia tidak boleh dibukukan dengan mendebit akun Modal
Saham. Ini dikarenakan pada dividen likuidasi tidak terdapat pengurangan terhadap jumlah
lembar saham yang beredar.
e. Dividen Saham
Dividen Saham adalah dividen yang dibayar/dibagikan dalam bentuk saham sendiri.
Dengan kata lain, perusahaan membagikan sahamnya kepada para pemegang saham
dalam jumlah proporsional dengan jumlah yang dimiliki masing-masing pemegang saham.
Pembagian saham ini dimaksudkan sebagai pembagian dividen. Dibagikannya dividen
dalam bentuk saham ini jelas akan menambah jumlah lembar saham yang beredar.
2. PT Merdeka menjual 500 lembar saham prioritas nominal Rp10.000,00 per lembar dengan
kurs 110. Kepada pembelinya akan diberikan Sertifikat Hak Beli Saham 1 lembar untuk tiap
pembelian 1 lembar saham prioritas. Dua lembar Sertifikat Hak Beli Saham bisa digunakan
untuk membeli 1 lembar saham biasa perusahaan nominal Rp5.000,00 per lembar dengan
harga sebesar nilai nominalnya.

Seorang investor membeli 200 lembar saham prioritas. Pada saat itu harga pasar saham
prioritas PT Merdeka adalah Rp11.500,00 per lembar, sedangkan harga pasar Sertifikat Hak
Beli Saham biasa adalah Rp6.000,00 per lembar. Pada saat itu belum ada Sertifikat Hak Beli
Saham PT Merdeka yang beredar di pasaran. Buatlah jurnal atas penjualan saham prioritas
tersebut dan perhitungannya!
Jawab :
Kas Rp2.200.000
Modal Saham Prioritas Rp2.000.000,00
Agio Saham Prioritas Rp 100.000,00
Modal Disetor – HBS Yang Beredar Rp 100.000,00
(mencatat penjualan 200 lembar saham prioritas yang disertai dengan Hak Beli Saham Biasa)

Perhitungan:
- Kas yang diterima = 200 x Rp10.000 x 110% = Rp2.200.000
- Nilai Ekonomis Hak Beli Saham Biasa
( Rp 6.000−Rp 5.000)
x 200 = Rp 100.000
2
- Harga jual saham prioritas = Rp2.100.000
- Nilai Nominal Saham Prioritas Yang Dijual
= 200 x Rp10.000 = Rp2.000.000
- Agio Saham Prioritas Yang Dijual = Rp 100.000

3. Catatan atas laporan keuangan mengenai informasi EPS sangat penting bagi perusahaan. Apa
saja yang perlu diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan mengenai informasi EPS?
Jawab :
EPS merupakan rasio yang membandingkan antara laba yang diperoleh perusahaan dengan
jumlah sahamnya yang beredar. Mengingat betapa pentingnya nilai EPS dalam pembuatan
keputusan bagi banyak pihak maka nilai EPS ini juga perlu dilaporkan dalam Laporan
Keuangan.
Dalam struktur modal perusahaan yang sederhana, perhitungan EPS tidak terlalu rumit karena
hanya melibatkan saham biasa dan asham preferen saja sebagai denominator. Akan tetapi,
perlu diperhatikan pula dampak adanya dividen saham dan stock split. Dengan menggunakan,
metode rata-rata tertimbang jumlah saham beredar maka jumlah saham yang beredar selama
suatu periode bisa dikatakan “adil” karena tidak semua saham beredar selama satu periode
penuh.

4. PT Karya Tama membeli sebuah gedung dengan harga perolehan Rp20.000.000,00. Gedung
diperkirakan dapat digunakan 6 tahun. Metode penyusutan yang digunakan adalah metode
garis lurus, nilai residu Rp0. Pada awal tahun ke-3 diadakan penaksiran ulang terhadap umur
ekonomis gedung. Hasil penaksiran ternyata menunjukkan bahwa gedung dapat digunakan 5
tahun lagi. Untuk itu:
Hitunglah nilai buku gedung tersebut!
Jurnal untuk mencatat biaya depresiasi gedung dengan metode garis lurus!
Jawab :
Dari data tersebut dapat dibuat perhitungan sebagai berikut:
Harga perolehan Rp20.000.000
Akumulasi depresiasi = 2/5 x Rp20.000.000 Rp 8.000.000
Nilai Buku Rp12.000.000

Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:


Biaya Depresiasi Gedung Rp2.400.000
Akumulasi Depresiasi Gedung Rp2.400.000
(mencatat biaya depresiasi gedung dengan metode garis lurus, nilai buku Rp12.000.000, umur
ekonomis 5 tahun, nilai residu Rp0)

Dengan demikian selama masa kegunaan gedung berlaku dua macam tarif depresiasi sesuai
dengan tabel berikut :
Tahun Depresiasi Akumulasi Depresiasi Nilai Buku
- - - Rp20.000.000
1 Rp4.000.000 Rp4.000.000 Rp16.000.000
2 Rp4.000.000 Rp8.000.000 Rp12.000.000
3 Rp2.400.000 Rp10.400.000 Rp9.600.000
4 Rp2.400.000 Rp12.800.000 Rp7.200.000
5 Rp2.400.000 Rp15.200.000 Rp4.800.000
6 Rp2.400.000 Rp17.600.000 Rp2.400.000
7 Rp2.400.000 Rp20.000.000 -

Anda mungkin juga menyukai