Anda di halaman 1dari 19

“I CAN ACCEPT FAILURE, BUT I CAN’T ACCEPT NOT TRYING” – MICHAEL JORDAN

PENDAHULUAN
Astronomi adalah ilmu yang erat kaitannya dengan ilmu Matematika dan Ilmu Fisika,
konsekuensinya untuk menguasai materi olimpiade Astronomi diperlukan dasar yang kuat dari
ilmu-ilmu tersebut. Pengetahuan Astronomi umum dan kemampuan berbahasa Inggris
(beberapa soal akan diberikan dalam bahasa Inggris) akan membantu Anda, namun yang lebih utama
adalah kemampuan Matematika, Fisika, serta kemampuan analisis Anda. Untuk mempelajari
materi astronomi dalam pelatihan ini, akan lebih mudah bagi Anda apabila telah menguasai materi-
materi di bawah ini:

Matematika :
-Trigonometri dasar (dalam derajat dan radian)
-Logaritma
-Lingkaran & persamaan lingkaran
-Dimensi dua dan tiga
-Grafik Y-X, Grafik Log Y-X, Grafik Y-Log X, Grafik Log Y – Log X
Fisika :
-Mekanika Dasar
-Gerak Parabola dan jatuh bebas.
-Gerak Melingkar
-Persamaan Energi
-Momentum dan tumbukan.

Pelatihan ini hanya memberikan materi astronomi yang bukan bersifat pengetahuan umum
atau hafalan. Materi pengetahuan umum kami asumsikan dapat anda cari sendiri dari
literatur atau internet, meskipun nantinya dalam olimpiade anda tidak akan banyak menemukan
pertanyaan murni hafalan. Untuk menghadapi olimpiade tingkat kota/kabupaten, Anda disarankan
untuk memperdalam pengetahuan umum astronomi, serta memperkuat dasar matematika dan
fisika Anda minimal setingkat materi kelas 3 SMA, sebab materi ujian juga mencakup pelajaran
tersebut.
“SELIMUTI SEMUA IMPIANMU DENGAN SELIMUT TERBAIK, SYUKUR” – RENDY SAPUTRA

MATERI PELATIHAN PAKET 1:

- ASTRONOMI DASAR
- WAKTU DAN KALENDER

1. ASTRONOMI DASAR

1.1 BOLA LANGIT


Untuk memudahkan pemetaan posisi bintang bagi pengamat di Bumi, semuanya diasumsikan
berada pada jarak yang sama jauhnya seolah- olah ditempatkan pada suatu bola khayalan
mahabesar yang meyelubungi bumi, yang disebut bola langit. Dalam bola langit kita
memperhitungkan arah dari suatu bintan tanpan memperdulikan jaraknya. Bola langit memiliki
bagian-bagian yang penting, yaitu ekuator langit, Kutub Langit Utara (KLU), Kutub Langit
Selatan (KLS), dimana masing-masing adalah perpanjangan dari saudaranya di bola Bumi.
Bagian lain yang penting ialah ekliptika (Bidang edar tahunan matahari) , dan titik aries
dan titik libra (perpotongan ekuator langit-ekliptika). Bola langit tampak berputar denga arah
timur ke barat atau dilihat dari arah Utara searah jarum jam, dengan periode 23 jam 56
menit. Akibat dari putaran bola langit, semua bintang akan nampak bergerak mengikuti
lintasan harian bintang. Sementara matahari akan mengikuti lintasan harian matahari.

1.2 BINTANG DAN RASI BINTANG


Seluruh bola langit dibagi ke dalam 88 daerah rasi bintang, yang dinamakan berdasarkan tata
penamaan Yunani. Tiga belas diantara rasi-rasi bintang itu dilintasi oleh matahari sepanjang
tahun dan 13 diantaranya dinamakan rasi zodiak. Seseorang dikatakan memiliki rasi Aries
bila saat dia lahir matahari berada di rasi tersebut. Bintang paling terang dalam satu rasi
dinamakan bintang Alpha, kedua Beta, ketiga Gamma, dan seterusnya.
10 bintang paling terang di langit dan magnitudo tampak (skala keterangan) masing
masing ialah:
1.Sirius (-1,46) 5. Vega (0,03) 9. Achernar (0,46)
2.Canopus (-0,72) 6. Capella (0,08) 10. Betelgeuse(0,50)
3.Rigil Kent (-0,27) 7. Rigel (0,12)
4. Arcturus (-0,04) 8. Procyon (0,34)
1.3. GERAKAN BENDA LANGIT
1. Rotasi
Rotasi adalah gerakan benda langit berputar pada porosnya sendiri.
2. Revolusi
Revolusi adalah gerakan benda langit berputar mengelilingi massa yang lebih besar yang
mempengaruhinya.
3. Presesi
Peristiwa perubahan kedudukan
sumbu suatu planet. Periode presesi
Bumi adalah 25 759 tahun. Arah
putaran presesi ini sama dengan arah
rotasi Bumi, yaitu direct. Karena gerak
semu tahunan benda langit (termasuk
titik Aries) dari timur ke barat
(retrograde), maka periode titik Aries
kembali ke titik Aries kurang dari 360°. G

4. Nutasi
Peristiwa perubahan kedudukan sumbu Bumi akibat gravitasi
Bulan, periode nutasi sekitar 18,7 tahun. Nutasi mengakibatkan
sumbu rotasi Bumi bergerak bergelombang. Amplitudo
gelombang ini sekitar 9" ,2 .

5. Regresi (presesi orbit)


Peristiwa perubahan arah bidang orbit, yaitu berputarnya
kedudukan titik perihelium.

1.4. PLANET
Planet dapat dibagi berdasarkan tiga kategori, yaitu:
1. Menurut kedudukannya terhadap Bumi, yaitu planet inferior yang mengorbit di sebelah
dalam orbit Bumi dan planet superior yang mengorbit di sebelah luar orbit Bumi.
2. Menurut kedudukannya terhadap sabuk asteroid, yaitu planet dalam (inner planet) yang
mengorbit di sebelah dalam sabuk asteroid dan planet luar (outer planet) yang mengorbit di
sebelah luar sabuk asteroid.
3. Menurut komposisi dasarnya, yaitu planet jovian yang tersusun dari gas dan berukuran
raksasa (mayor) seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, dan planet kebumian
(terresrtial) yang tersusun dari mineral padat seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

Konfigurasi planet merupakan posisi/fase planet dilahat dari Bumi terhadap Matahari. Fase
planet diukur berdasarkan sudut elongasi, yaitu sudut yang dibentuk antara garis hubung Bumi
– planet dengan garis hubung Bumi – Matahari. Sudut elongasi dapat diukur sebesar 0° – 360°
dari garis hubung Bumi – Matahari, namun lebih sering diukur 0° – 180° disertai arahnya, barat
atau timur. Posisi planet saat membentuk sudut 180° disebut oposisi, yakni posisi planet
berseberangan dengan letak Matahari, sedangkan posisi planet saat membentuk sudut 0°
disebut konjungsi. Planet dalam tentunya tidak dapat beroposisi, namun dapat berkonjungsi
pada dua posisi, yaitu saat berada di belakang Matahari, disebut konjungsi atas, maupun saat
berada diantara Bumi dan Matahari, disebut konjungsi bawah.

Konfigurai beberapa planet dilihat dari Bumi:

V1 = Venus sedang konjungsi bawah

Me1 = Merkurius sedang konjungsi atas

V2 = Venus sedang elongasi barat 48° yang


merupakan elongasi terbesar Venus.

Me2 = Merkurius sedang elongasi timur 28°


yang merupakan elongasi terbesar
Merkurius.

Ma1 = Mars sedang elongasi barat 60°.

Ma2 = Mars sedang oposisi (elongasi 180°).

Konfigurasi planet.

1.5. PERIODE SYNODIS DUA PARTIKEL

Dalam astronomi, periode revolusi adalah waktu yang diperlukan suatu benda langit untuk
menyelesaikan satu kali putaran mengelilingi orbitnya, dari satu titik kembali ke titik tadi. Periode
sejati seperti ini dinamakan periode sideris (T atau P). Selain itu dikenal juga periode synodis, yaitu
waktu yang diperlukan oleh dua atau lebih benda yang berevolusi untuk menempuh satu kedudukan
segaris dengan pengamat. Misalnya kedudukan planet dari suatu oposisi ke oposisi selanjutnya.

(TsidB>TsidA)
2. WAKTU DAN KALENDER
2.1. SATUAN WAKTU

ROTASI BUMI

Jika kita mau mengukur periode dari suatu bintang berada di zenit sampai kembali
ke zenit lagi, maka akan didapatkan periodenya sekitar 23 jam 56 menit 4,1 detik atau
disebut satu hari bintang (sideral time). Namun jika yang kita amati adalah Matahari, maka
periode semu harian Matahari bukanlah 23 jam 56 menit 4,1 detik, melainkan 24 jam.
Perbedaan ini diakibatkan periode sinodis antara rotasi Bumi dan revolusi Bumi terhadap
Matahari yang searah, sehingga periode semu harian Matahari menjadi lebih lambat
sekitar 4 menit. Periode ini disebut satu hari Surya Benar. Sebenarnya panjang satu hari
Surya Benar ini tidak sama dari hari ke hari akibat orbit Bumi yang elips, sehingga satu hari
Surya Benar lebih singkat saat Bumi di perihelium (22 Desember) dibanding saat Bumi di
aphelium (21 Juni). Rata-rata panjang hari Surya dalam satu tahun disebut waktu surya
rerata.

Satu hari bintang (sideral day) = 23h56m04s,0905 mean second

Satu hari Surya rerata (mean solar day) = 24h00m00s mean second

REVOLUSI BUMI

Dengan membandingkan periode revolusi Bumi dengan periode rotasinya, maka


satu kali periode gerak tahunan bintang dinamakan satu tahun bintang (sideral year) yang
sama dengan 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik. Perhitungan satu tahun dalam kalender
mengikuti periode semu tahunan Matahari, yaitu periode Matahari dari titik Aries kembali
ke titik Aries. Pada tata koordinat kita telah mengetahui titik Aries bergerak retrograde
akibat presesi orbit Bumi sebesar 50",2 per tahun . Sehingga satu tahun menurut sistem
ini sama dengan 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik mean second. Perhitungan berdasarkan
gerak Matahari dari titik Aries ke titik Aries ini disebut tahun tropik yang kemudian
dijadikan patokan kalender Surya modern misalnya kalender Masehi.

2.2. KALENDER SURYA (JULIAN DAN GREGORIAN)

Kalender Masehi sebelumnya, yaitu kalender Julian, panjang tahun dihitung


365,25 hari, sehingga panjang hari dalam satu tahun adalah 365 hari dan dalam empat
tahun ada tahun dengan jumlah hari 366 (penambahan 1 hari pada bulan Februari), tahun
ini disebut tahun kabisat, yang disepakati terjadi tiap tahun yang habis dibagi empat.
Namun, karena siklus tahun tropik tidak tepat 365,25 hari melainkan 365 hari 5 jam 48
menit 46 detik, maka terdapat selisih dalam 1 tahun sebesar 11 menit 14 detik. Jadi selisih
dalam 100 tahun adalah 1.100 menit 1.400 detik atau 18 jam 43 menit dan dalam 128
tahun selisih itu menjadi 23,96 jam atau mendekati 1 hari.

Usaha perbaikan yang pernah dilakukan ialah sebagai berikut:


1. Pada tahun 625 M Concili di Nicea mengadakan perbaikan 3 hari, angka itu diperoleh
berdasarkan perhitungan dari 46 SM sampai 325 M lamanya 371 tahun, yaitu dari
371/128 = 2,8 atau hampir 3 hari.
2. Pada tahun 1582 M dilakukan perbaikan lagi oleh Paus Gregorius XIII sebanyak 10
hari. Pada tanggal 4 Oktober 1582 diumumkan, bahwa besok bukan tanggal 5,
melainkan tanggal 15 Oktober. Sepuluh hari itu berasal dari (1582 – 325)/128 = 9,8
hari.
Sejak tahun 1582 berlakulah tarikh baru yaitu tarikh Gregorian. Jadi tiap empat
abad harus ada tiga hari yang dihilangkan, dan hari-hari itu adalah tanggal 29 Februari
pada tahun abad yang tidak habis dibagi 400. Misalkan tahun abad 1700, 1800, 1900, dan
2000, maka yang jumlah harinya 366 hanyalah tahun 2000. Adapun tahun-tahun yang
bukan tahun abad tetap mengikuti ketentuan kalender Julian.

2.3. KALENDER BULAN

Selain penentuan berdasarkan Matahari, kalender dapat pula didasarkan pada


pergerakan Bulan. Kalender/tarikh ini dinamakan kalender Bulan (Lunar calendar),
contohnya kalender Hijriyah, Imlek dan Saka. Satu bulan pada kalender Bulan sama
dengan satu bulan sinodis, lamanya 29,5 hari. Satu tahun Kamariyah lamanya 12  29,5
hari = 354 hari. Banyaknya hari dalam satu tahun pada Tarikh Kamariyah berganti-ganti 29
hari dan 30 hari. Dalam 30 tahun Kamariyah terbuang waktu hampir 11 hari. Sehingga
dalam 30 tahun tahun terdapat 11 tahun kabisat yang panjangnya 355 hari. Urutan
kesebelas tahun itu ditetapkan sebagai berikut. Pada tahun ke 31 kembali lahi ke 1 dan
seterusnya.

1 9 17 25

2* 10* 18* 26*

3 11 19 27

4 12 20 28*

5* 13* 21* 29

6 14 22 30

7* 15 23

8 16* 24*
2.4. ZONA WAKTU

Standar daerah waktu di Bumi ialah bujur yang melalui kota Greenwich, Inggris,
yang ditetapkan sebagai bujur (longitude) 0°. Karena keliling Bumi 360°, maka tiap selisih
15° terjadi selisih waktu 1 jam. Perbedaan waktu antara suatu daerah terhadap Greenwich
dinyatakan dalam selisihnya dengan Greenwich Mean Time atau GMT.

Garis penanggalan Internasional terletak di bujur 180° atau GMT+12. Sebelah barat
garis ini merupakan daerah timur dan sebelah timur garis ini merupakan daerah barat. Jadi
jika di sebelah barat garis ini bertanggal 26 Januari 1991, maka di sebelah timur garis ini
bertanggal 25 Januari 1991. Selang beda tanggal ini diukur dari zona waktu yang
mengalami waktu lokal 00.00 ke timur hingga garis tanggal internasional memiliki tanggal
yang sama dan satu hari lebih maju dibanding daerah dari garis tanggal internasional ke
timur sampai zona waktu yang mengalami waktu lokal 00.00.
SOAL PELATIHAN PAKET 1
[Daftar konstanta tersedia di halaman terakhir paket jika diperlukan]

1. Jika sudut antara Matahari dan Bulan di langit adalah 180°, maka Bulan berada pada fase
a) Purnama (Full) d. Quarter
b) Gibbous e. Baru (New)
c) Crescent

2. Yang manakah di antara fase Bulan berikut ini yang urutannya tidak benar?
a) new, waxing crescent, first quarter, waxing gibbous
b) waning gibbous, first quarter, waning crescent, new
c) first quarter, waxing gibbous, full, waning gibbous
d) third quarter, waning crescent, new, waxing crescent
e) waxing crescent, first quarter, waxing gibbous, full

3. Dalam gambar berikut ini, fase Bulan waning gibbous berada pada posisi:

a) 4 d. 1
b) 3 e. 5
c) 2

4. Manakah yang merupakan alasan 1 hari matahari lebih panjang dari satu hari sideris?
a) Presesi sumbu rotasi Bumi
b) Kemiringan sumbu rotasi Bumi
c) Orbit Bumi yang mengelilingi Matahari yang lonjong
d) Perpaduan efek rotasi Bumi dan orbit Bumi mengelilingi Matahari
e) 1 tahun Bumi bukan merupakan perkalian bilangan bulat dari hari Bumi
5. Pada gambar di bawah ini, Jupiter terlihat pada posisi …

a) Oposisi d) Elongasi terbesar


b) Kuadratur e) Konjungsi
c) Elongasi siderial

6. The zodiac of a person is taken from one of twelves popular constellations when it ......... at
thetime that person born.
a) can be observed in the night d) crosses the zenith
b) raises in the East e) sets in the West
c) is given by the parents

7. Which is one of the constellations below that not located near the celestial equator?
a) Orion c) Aquila e) Virgo
b) Gemini d) Scorpio

8. A ......... year is the length of time that the Earth takes to make one revolution around the Sun
between successive vernal (spring) equinoxes. It is equal to 365,2422 mean solar days.
a) tropical c) anomalistic e) full
b) sidereal d) eclipse

9. The day (actually, the instant) that the Sun reaches its northern- or southern-most noontime
position for the year is referred to as a .........
a) equinox c) ephemeris e) solstice
b) seasonal d) sidereal

10. Untuk pengamat di Bumi konjungsi inferior hanya dapat terjadi pada planet:
a) Venus dan Merkurius
b) Venus dan Mars
c) Venus dan Jupiter
d) Saturnus dan Merkurius
e) Uranus dan Merkurius
11. Rasi bintang ini sering dimanfaatkan oleh para pelaut sebagai pedoman arah mata angin, rasi ini
adalah.....
a. Scorpio
b. Sagittarius
c. Crux
d. Pegasus
e. Orion

12. Di antara planet-planet berikut ini, planet yang tidak pernah terokultasi / tertutup oleh Bulan
Purnama adalah.....
a. Mars
b. Merkurius
c. Uranus
d. Neptunus
e. Jupiter

13. Planet Neptunus ditemukan dengan mempelajari deviasi pada orbit planet lainnya. Nama planet
lainnya ini adalah....
a. Mars
b. Saturnus
c. Jupiter
d. Uranus
e. Pluto

14. Satelit di sistem tata surya kita yang mempunyai atmosfer lebih rapat dari pada atmosfer Mars
adalah....
a. Io
b. Bulan
c. Europa
d. Titan
e. Phobos

15. Perbedaan antara panjang hari matahari dan sideris disebabkan oleh
a. Presesi equinox
b. Gangguan Bulan pada orbit Bumi
c. Gangguan Bumi pada orbit Bulan
d. Pelambatan rotasi Bumi
e. Gerak rotasi dan revolusi Bumi

16. *OSP’08+ Pada saat oposisi Bumi- Planet dan Matahari mendekati satu garis lurus, konfigurasinya
adalah:
a. Planet – Bumi – Matahari
b. Bumi – Planet – Matahari
c. Planet – Matahari – Bumi
d. Matahari – Planet – Bumi
e. Tidak ada yang benar
17. Dari gambar di samping, sebuah rasi bintang
dipotret dengan kamera SLR menghasilkan jejak
bintang dengan sudut 200. Berapa lama 20
0

penyinaran pada film negatif pada gambar


tersebut….
a. 1 jam 5 menit
b. 2 jam 10 menit
c. 2 jam 15 menit
d. 1 jam 20 menit
e. 1 jam 25 meit

18. Sebuah rover berjalan di kutub selatan Ganymede dan terlihat setengah bagian kanan planet
Jupiter terang dan setengah lagi gelap. Maka pada saat itu fase Ganymede jika dilihat dari
Jupiter adalah….
a. Kuartir awal
b. Purnama
c. Kuartir akhir
d. Bulan mati
e. Tidak dapat ditentukan

19. Pernyataan yang benar tentang fase bulan ketika terjadi gerhana bulan adalah ….
a. Bulan berkonjungsi dengan kedudukan terjauh dari bumi
b. Bulan berkonjungsi dengan kedudukan terdekat dari bumi
c. Bulan beroposisi dengan kedudukan terjauh dari bumi
d. Bulan beroposisi dengan kedudukan terdekat dari bumi
e. Bulan berkonjungsi dan beroposisi dengan kedudukan terdekat dari bumi

20. Bumi beredar melengkapi orbitnya dalam 360 hari dan venus membutuhkan waktu 225 hari.
Jika pada suatu ketika matahari, bumi dan venus terletak pada satu garis dan keduanya bergerak
dalam arah yang sama , maka kali berikutnya mereka terletak segaris setelah :
a. 600 hari
b. 400 hari
c. 300 hari
d. 150 hari
e. 100 hari

21. The most oblate planet is ….


a. Mars
b. Jupiter
c. Saturn
d. Neptune
e. Uranus

22. *OSK’08 Kota Salatiga+ Apa yang kita amati dari Bumi jika bumi berevolusi terhadap Matahari
dalam arah yang berlawanan (arah rotasi Bumi tetap)?
a. Matahari akan terbit dari barat
b. Matahari akan bergerak ke arah barat relatif terhadap bintang – bintang
c. Bulan akan terbit dari barat
d. Bintang – bintang akan terbit dari barat
e. Tidak ada efek pada gerak benda – benda langit yang diamati
23. The sidereal lunar period (around Earth) is ....
a. longer than the synodic lunar orbital period
b. the same as the synodic lunar orbital period
c. the same as the synodic lunar orbital period
d. shorter than the synodic lunar orbital period
e. sometimes longer than and sometimes shorter than synodic lunar orbital period

24. Diketahui bahwa fase bulan purnama pada saat gerhana bulan penumbra 24 April 2005
berlangsung pada jam 17:07:33 WIB. Fase bulan purnama itu akan berlangsung lagi pada sekitar
tanggal 24 April pada tahun ….
a. tahun depan
b. tahun 2024
c. tahun 2008
d. tahun 2010
e. tidak mungkin terjadi pada tanggal yang sama
25. Sebuah asteroid X bergerak mengelilingi Matahari dengan periode P=2,88 tahun. Oposisi
terakhir terlihat pada awal tahun 2008. Kapankah ia berada pada oposisi berikutnya?
a. 2009
b. 2010
c. 2011
d. 2012
e. 2013
26. Panjang tahun di Merkurius lebih pendek daripada panjang tahun di Bumi karena
a. Merkurius mengedari Matahari lebih cepat daripada Bumi.
b. panjang tahun di Merkurius adalah 365 hari
c. Merkurius sangat panas
d. lintasan Merkurius lebih pendek daripada lintasan Bumi
e. Merkurius jauh lebih kecil daripada Bumi
27. Fase purnama (penuh) planet inferior terjadi saat mendekati ….
a. konjungsi atas
b. konjungsi bawah
c. oposisi
d. elongasi maksimum
e. tidak pernah mencapai fase purnama

28. Planet Venus terlihat berada pada posisi tertinggi di waktu senja. Artinya ….
a. berada pada posisi konjungsi
b. berada di posisi oposisi
c. berada pada posisi elongasi barat maksimum
d. berada pada posisi elongasi timur maksimum
e. berada di posisi barat

29. Matahari berada di titik aries setiap tanggal ….


a. 21 Maret
b. 22 Juni
c. 23 September
d. 22 Oktober
e. 22 Desember
30. Pada hasil konvensi astronom dunia 2006, charon termasuk ….
a. planet
b. planet kerdil
c. asteroid
d. planetoid
e. satelit

31. Copernicus adalah orang pertama yang membuat hipotesa ….


a. matahari mengorbit bumi
b. bumi mengorbit matahari
c. bintang berada di posisi tetap
d. bimasakti bukanlah satu-satunya galaksi
e. bumi berbentuk planar

32. Planet yang berotasi secara retrograde adalah …..


1. Merkurius 3. Jupiter
2. Venus 4. Uranus
Pernyataan yang benar adalah ….
a. 1, 2 dan 3
b. 1 dan 4
c. 2,3 dan 4
d. 1, 2 dan 4
e. 1 dan 2

33. Waktu yang digunakan sebagi acuan kalender Internasional adalah sama dengan satu tahun ….
a. siderik
b. sinodik
c. tropik
d. ekuator
e. penuh

34. What is constellation ?


a. the Sun
b. the Star
c. the North celestial pole
d. a pattern of stars in the the Sky
e. A galaxy

35. Why is Venus also called as the morning star?


a. Venus is star
b. We can see Venus at morning
c. Venus is scond clossssest planet to the Sun
d. Venus is on the east
e. Venus is only seem at morning

36. Choose the planet which can pass in the front of the Sun’s disc!
a. Mars
b. Mercury
c. Saturn
d. Uranus
e. Jupiter
37. *OSK‘08+ Sebuah planet yang baru ditemukan diamati bergerak kearah timur pada medan
bintang dekat ekliptika dengan kecepatan rata-rata sembilan derajat per tahun. Maka orbitnya
(dianggap lingkaran) berada
a. antara orbit Mars dan Jupiter
b. di belakang orbit Pluto
c. antara orbit Saturnus dan Uranus
d. antara orbit Jupiter dan Saturnus
e. antara Uranus dan Neptunus

38. Terasa lebih dingin pada saat musim dingin daripada saat musim panas dikarenakan dua hal.
Lamanya penyinaran Matahari lebih pendek, dan yang kedua
a. Bumi berotasi lebih cepat pada musim panas
b. Matahari berada lebih jauh dari Bumi saat musim dingin
c. Muka matahari yang lebih dingin menghadap ke Bumi
d. Sinar Matahari mencapai Bumi pada sudut yang lebih kecil
e. Sinar Matahari mencapai Bumi pada sudut yang lebih besar

39. Hanya satu dari tahun-tahun berikut adalah tahun kabisat


a. 1902
b. 1966
c. 1976
d. 1986
e. 2100

40. Perioda sideri revolusi Venus dan Mars adalah masing-masing 225 dan 687 hari. Maka perioda
sinodis Venus dilihat dari Mars.
a. 169 hari
b. 462 hari
c. 335 hari
d. 617 hari
e. 912 hari

41. The apparent annual path of the Sun are called


a. celestial equator
b. solar equator
c. meridian
d. ecliptic
e. hour circle

42. The second brightest star in the sky after the Sun is
a. Canopus
b. Vega
c. Mars
d. Betelguese
e. Sirius
43. If Mars pass the meridian at midnight, we call Mars is in
a. west quadrature
b. conjunction
c. east quadrate
d. west elongation
e. oposition

44. *OSK’09+Periode sinodis planet :


a. Waktu yang diperlukan untuk melakukan satu putaran terhadap Matahari
b. Waktu yang diperlukan planet untuk melakukan satu kali rotasi
c. Waktu yang diperlukan oleh sebuah planet untuk menempuh satu lintasan orbit dari
titik perihelion ke titik Aphelion
d. Waktu yang diperlukan sebuah planet untuk menempuh orbit dari fase oposisi atau
konjungsi ke fase oposisi atau konjungsi berikutnya
e. Waktu yang diperlukan sebuah planet dari terbit ke terbit lagi

45. Apa yang menyebabkan astronom berpikiran bahwa cara kelahiran Pluto tidak sama dengan
planet-planet lain di Tata Surya?
a. Pluto jauh lebih kecil daripada planet-planet lain
b. Orbit Pluto lonjong sehingga kadang-kadang lebih dekat ke Matahari daripada
Neptunus
c. Planet lain beratmosfir sedangkan Pluto tidak beratmosfir
d. Sebagai planet luar seharusnya Pluto beratmosfir tebal
e. Planet lain mengelilingi matahari dalam orbit yang hampir sebidang, sedangkan
bidang orbit Pluto menyimpang sekitar 170 dari bidang orbit Bumi

46. Misalkan kamu melihat sebuah planet baru di langit. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa
planet tersebut dekat dengan Matahari dengan elongasi maksimumnya sebesar 300. Sebagai
perbandingan, sudut elongasi maksimum planet Venus adalah 460, sedangkan sudut elongasi
maksimum planet Merkurius adalah 230. Berdasarkan data ini, kita dapat menyimpulkan
bahwa …
a. Planet tersebut lebih dekat ke Matahari daripada planet Merkurius
b. Planet tersebut berada antara planet Merkurius dan Venus
c. Planet tersebut berada antara planet Venus dan Bumi
d. Kita tidak bisa mengetahui kedudukan planet tersebut
e. Semua jawaban tidak ada yang benar

47. Number of leap years between 1 January 10000 BC until 31 December 2100 AD is
a. 3020
b. 2934
c. 3178
d. 2873
e. 2980
48. Choose the CORRECT statement about Gregorian calendar
a. One mean year in Gregorian calendar consists of 365,2422 days
b. The years 1700, 2000, and 2100 are common years
c. Number of leap years in Gregorian Calendar is less than number of leap years in
Julian calendar system
d. The years 2000, 2004, and 2100 are leap years
e. The years 2000, 2004, and 2100 are common years

49. Periode sinodis Bulan (waktu yg diperlukan dari satu fase ke fase yg sama berikutnya) adalah
29,5 hari. Oleh sebab itu Bulan akan terlambat terbit setiap harinya selama:
a. 45 menit
b. 47 menit
c. 49 menit
d. 51 menit
e. 53 menit

50. Diketahui: LS = Lintang Seiatan, LU = Lintang Utara, BT = Bujur Timur, BB = Bujur Barat,
ZT = Zone Time, GMT = Greenwich Mean Time. Pada tanggal 23 September, waktu sideris
lokal Kota Surabaya (7,14° LS, 112,45° BT, ZT= GMT + 7,0 jam) menunjukkan pukul 06:00.
Pada waktu yang bersamaan, posisi Matahari di Kota Bandung (6,57° LS, 107,34° BT, ZT =
GMT + 7,0 jam) adalah:
a. 75° di Barat meridian
b. 75° di Timur meridian
c. 95° di Barat meridian (Matahari sudah terbenam)
d. hampir 0° (Matahari berada dekat meridian)
e. 95° di Timur meridian (Matahari baru akan terbit)
DAFTAR KONSTANTA

Luminositas Matahari = LO = 3,826 1026 Watt


Konstanta radiasi Matahari = 1,368 x 103 W m-2
Konstanta gravitasi, G = 6,67 x 10-11 N m2 kg-2
Percepatan gravitasi Bumi, g = 9,8 m dt-2
Massa Bumi = 5,98 x 1024 kg
Massa Bulan = 7,34 x 1022 kg
Massa Matahari = 1,99 x 1030 kg
Konst. Stefan Boltzman,  = 5,67 x 10-8 J dt-1 m-2 K-4
Konst. Wien, k = 2,898 x 10-3 mK
Satu Satuan Astronomi (1 SA) = 1,496 x 1011 m
Jarak Bumi-Bulan rata-rata = 3,84 x 108 m
Radius Bumi = 6,37 x 106 m
Radius Matahari = 6,96 x 108 m
Radius Bulan = 1,738 x 106 m
Satu tahun sideris = 365,256 hari = 3,16 x 107 s
Temperatur efektif Matahari = 58800 K
Kecepatan orbit Bumi - Matahari, V = 2,98 104 m/s
Tahun cahaya, Iy = 9,46 . 1015 m = 0,307 Pc = 6,73 x 105 AU
Parseks = 3,09 x 1016 m = 206.265 AU = 3,26 ly
Kecepatan cahaya = 2,9979 x 1010 cm/s