Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PENDAHULUAN DAN

ASUHAN KEPERAWATAN NY.S DIANGNOSA PARTUS LAMA DIRUANG


CEMPAKA

OLEH :

NI’MATUR ROHMAH

NIM. 211B1229

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

IIK STRADA INDONESIA

2022

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 1


A. Pengertian
Persalinan lama disebut juga dengan distosia, didefinisikan
sebagai persalinan abnormal/sulit, partus lama, partus kasep ataupun partus
terlantar.
Persalinan dikatakan lama jika lebih dari 24 jam. Konsep ini berbahaya
jika mmemberi kesan konotasi yang salah bahwa persalinan dapat berlanjut 24
jam sebelum keterlambatan terdiagnosis. Persalinan harus dinyatakan lama jika
terjadi keterlambatan 2-3 jam dibelakang partograf normal (Liu, 2007).
Persalinan lama adalah persalinan (partus) lama yang ditandai dengan
fase laten lebih dari 8 jam, persalinan telah berlangsung 12 jam atau lebih tanpa
kelahiran bayi, dan dilatasi serviks di kanan garis waspada pada
partograf .Persalinan lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 18 jam
yang dimulai dari tanda-tanda persalinan (Ardhiyanti, 2016).

B. Etiologi
Persalinan yang lama disebabkan oleh kontraksi (power) abnormal
meliputi kontraksi lemah yang jarang (aktivitas uterus hipotonik), kontraksi kuat
yang sering (kontraksi hipotonik), dan aktivitas uterus yang tidak terkoordinasi;
defisiensi/ keterlambatan dilatasi (passage) serviks; abnormalitas penurunan
bagian presentasi janin (passanger) (Liu, 2007).
Kontraksi lemah yang jarang (aktivitas uterus hipotonik) umumnya
disebabkan karena kesalahan diagnosis persalinan. Terlalu meregangnya uterus
tidak membuat persalinan berjalan baik tetapi bukti terhadap hal ini sedikit. (Liu,
2007). Kontraksi kuat yang sering (kontraksi hipertonik) dapat terjadi setelah
penggunaan oksitosik yang tepat. Persalinan yang lama yang berhubungan
dengan kontraksi yan kuat terutama terlihat pada ibu multipra dengan
disproporsi panggul ibu dan kepala janin. Pergerakan terus menghalangi
peningkatan upaya untuk mengatasi obstruksi. Hasilnya peningkatan frekuensi
kontraksi yang kuat dan meningkatkan distres tonus otot uterus baik pada ibu
maupun janin. Jika dibolehkan untuk dilanjutkan aktivitas, uterus tetanik dapat
terjadi. Sebuah cincin retraksi yang menunjukkan taut antara segmen uterus

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 2


bagian atas yang berkontraksi kuat dan segmen bawah yang terlalu meregang
terlihat sebagai tanda akhir uterus iminen. (Liu, 2007).

C. Manifestasi klinis
1. Manifestasi Klinis Inpartu
Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur.
Menurut (Prawirohardjo, 2010) kelainan his anatar lain:
a. Insersia uteri
 Inersia uteri primer atau hipotonik adalah his yang tidak
terkoordinasi, ireguler, tidak efektif, tidak ada dominasi fundus,
dan biasa terjadi pada fase laten.
 Inesia uteri sekunder adalah his dengan frekuensi jarang,
kekuatan lemah, durasi sebentar, relaksasi sempurna, dan biasa
terjadi dapat menimbulkan bahaya bagi ibu maupun janin, karena
tanpa his yang kuat dan baik, tidak dapat merangsang pembukaan
pada serviks, sehingga bayi dapat mengalami fetal distres.
 His terlampau kuat (hypertonic uterine contraction)
menyebabkan persalinan yang sangat cepat, jika <3 jam dapat
terjadi partus presipitatus. Walaupun his kuat, tetapi apabila
terdapat CPD maka dapat terjadi kala I lama, dan menyebabkan
trauma cerebri pada janin.
 Incoordinate uteri action tidak ada terkoordinasi kontraksi antara
bagian atas, tengah, dan bawah menyebabkan his tidak efisien
dalam mengadakan pembukaan. Kontraksi uterus yang tidak
menentu dan tidak adekuat tidak dapat membantu serviks untuk
mendatar dan membuka, sehingga terjadi partus lama.
 Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak karena
robekan- robekan kecil pada serviks.
 Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya
 Pada pemeriksaan dalam, serviks mendatar dan pembukaan telah
ada. (Mochtar, 1998)

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 3


D. Patway

E. Klasifikasi
Partus lama dapat dibagi berdasarkan menjadi tiga kelompok yaitu:
1. Fase laten memanjang Fase laten memanjang apabila lama fase ini lebih dari
20 jam pada nulipara dan 14 jam pada ibu multipara. Keadaan yang
mempengaruhi durasi fase laten antara lain keadaan serviks yang memburuk
(misalnya tebal, tidak mengalami pendataran atau tidak membuka), dan
persalinan palsu. Diagnosis dapat pula ditentukan dengan menilai
pembukaan serviks tidak melewati 4 cm sesudah 8 jam inpartu dengan his
yang teratur.

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 4


2. Fase aktif memanjang Menurut Friedman, permulaan fase laten ditandai
dengan adanya kontraksi yang menimbulkan nyeri secara regular yang
dirasakan oleh ibu. Gejala ini dapat bervariasi menurut masing – masing ibu
bersalin. Friedman membagi masalah fase aktif menjadi gangguan
protraction (berkepanjangan/ berlarut-larut) dan arrest (macet/tidak maju).
Protraksi didefenisikan sebagai kecepatan pembukaan dan penurunan yang
lambat yaitu untuk nulipara adalah kecepatan pembukaan kurang dari 1,2
cm/jam atau penurunan kurang dari 1 cm/jam. Untuk multipara kecepatan
pembukaan kurang dari 1,5 cm/jam atau penurunan kurang dari2 cm/jam.
Arrest didefenisikan sebagai berhentinya secara total pembukaan atau
penurunan ditandai dengan tidak adanya perubahan serviks dalam 2 jam
(arrest of dilatation) dan kemacetan penurunan (arrest of descent) sebagai
tidak adanya penurunan janin dalam 1 jam.
3. Kala II memanjang Tahap ini berawal saat pembukaan serviks telah lengkap
dan berakhir dengan keluarnya janin. Kala II persalinan pada nulipara
dibatasi dua jam sedangkan untuk multipara satu jam. Pada ibu dengan
paritas tinggi, kontinuitas otot vagina dan perineum sudah meregang, dua
atau tiga kali usaha mengejan setelah pembukaan lengkap mungkin cukup
untuk mengeluarkan janin.Sebaliknya untuk ibu dengan panggul sempit atau
janin besarmaka kala II dapat sangat panjang. Kala II memanjang dapat
didiagnosa jika pembukaan serviks lengkap, ibu ingin mengedan, tetapi tidak
ada kemajuan penurunan.
4.
F. Komplikasi
Akibat persalinan yang lama antara lain:
 Bagi janin: trauma asidosis yang berujung asfiksia, kerusakan hipoksik,
infeksi dan peningkatan mortalitas serta morbiditas perinatal.
 Bagi ibu: penurunan semagat, kelelahan, dehidrasi, asidosis, infeksi, dan
risiko ruptur uterus. Ketoasidosis dengan sendirinya dapat
mengakibatkan aktivitas uterus yang buruk dan memperlama persalinan
(Liu, 2007).

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 5


DAFTAR PUSTAKA

Ardhiyanti, Y., & Susanti, S. (2016). Faktor Ibu yang Berhubungan dengan
Kejadian Persalinan Lama di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Jurnal Kesehatan
Komunitas, Vol. 3, No.2, Mei 2016, 85-86.

Liu, D. T. (2007). Manual Persalinan Edisi 3. Jakarta: EGC.

Mochtar, R. (2011). Sinopsis Obstetri Edisi 3. Jakarta: EGC.

https://lusa.afkar.id/persalinan-lama-partus-lama

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 6


FORMAT PENGKAJIAN
KEPERAWATAN MATERNITAS

Tanggal masuk : 27 Februari 2021 Jam masuk : 23.00


Ruang/kelas : Cempaka Kamar No. :-
Pengkajian tanggal : 28 Februari 2021 Jam : 10.00

A. IDENTITAS
Nama pasien : Ny.S Nama suami : Tn.N
Umur : 24 Tahun Umur : 27 Tahun
Suku/Bangsa : Jawa Suku/Bangsa : Jawa
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu rumah tangga Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Kediri Alamat : Kediri
Status perkawinan : Bersama

B. RIWAYAT KEPERAWATAN :

1. PERSEPSI TERHADAP KEHAMILAN/PERSALINAN/NIFAS :


a. Mengapa ibu datang ke klinik ? Karena ibu mengeluh mules dan kenceng-
kenceng
b. Perseopsi ibu terhadap kehamilan/persalinan / nifas ? Baik
c. Apakah kehamilan/persalinan/ nifas ini menimbulkan perubahan terhadap
kehidupan sehari – hari ? bila ya bagaimana ? Tidak
d. Harapan yang ibu inginkan selama masa kehamilan/persalinan /nifas ? Baik-
baik saja
e. Ibu tinggal dengan siapa ? Suami dan mertua

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 7


f. Siapa orang yang terpenting bagi ibu ? Suami dan anak
g. Sikap anggota keluarga terhadap keadaan saat ini ? Baik,
h. Kesiapan mental untuk menjadi Ibu : ( √ ) Ya ( ) Tidak

2. RIWAYAT OBSTETRI
A. Riwayat Menstruasi :
 Menarche : umur 13 tahun Siklus : teratur ( √ ) tidak (
)
 Banyaknya : Encer Lamanya : 28 hari
 HPHT : ……………….. Keluhan :
………………………
B. Riwayat Kehamilan, persalinan, nifas yang lalu :

Anak Ke Kehamilan Persalinan Komplikasi Nifas Anak


NO. TAHUN Umur peny jen penol peny laser infe perdara Jen b p
kehamilan ulit is ong ulit asi ksi han is b j
1. 18 bulan Va Bidan
ku
m

2. Sekarang

C. Kehamilan Sekarang :
Diagnosa : G 2P1A0 H 39 Mg
Imunisasi : TT 1 – sudah – belum
TT2 – sudah – belum
ANC berapa kali ………………………………
Keluhan selama hamil :
– mual
PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 8
– muntah
– pusing
Lainnya ; ……………………………………

Pengobatan selama hamil – ya – tidak


Pergerakan janin : – ya – tidak Sejak usia, ………………………..

Rencana perawatan bayi : ( ) sendiri ( √ ) orang tua ( ) lain lain


Kesangggupan dan pengetahuan dalam merawat bayi :
 Breast care : ( √ ) Ya ( ) Tidak
 Perineal care : ( √ ) Ya ( ) Tidak
 Nutrisi : ( √ ) Ya ( ) Tidak
 Senam nifas : ( √ ) Ya ( ) Tidak
 KB : ( √ ) Ya ( ) Tidak
 Menyusui : ( √ ) Ya ( ) Tidak
D. Persalinan Sekarang :
1. Keluhan His
Mulai kontraksi tanggal/jam ……………..
– teratur – tidak
interval ……………………………………
lama ………………………………………
Kekuatan …………………………………

2. Pengeluaran Pervagina
Jenis : – Lendir – Darah – Darah lendir – Air ketuban.
Jumlah : ………………………………..

3. Periksa Dalam : Jam ………………………..


Oleh ……………………….
Hasil ………………………

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 9


Effecement …………%
Ketuban : + / -
Presentasi anak …………
Bidang Hodge ………….
4. Kala Persalinan :
a. Kala I :
- Mulai persalinan : Tgl …………. Jam ………….
- Lama kala I :……… Jam ………..Menit
- Pengobatan yang didapat : ……………..

b. Kala II :
- Mulai : Tgl ………….. Jam………….
- Lama kala II : ………..Jam …………. Menit
- Pengobatan yang didapat : ………………….
- Penyulit : ………………….
- Cara mengatasi : ……………………………
- Keadaan bayi :
Lahir tgl : ……………… Jam ……………..
Jenis Kelamin : L / P
Apgar Score 1 : ……………….
Apgar Score 5 : ……………….
c. Kala III
- Mulai : Tgl ………………Jam………………….
- TFU ………………….kontraksi uterus : – baik – jelek
- Lama Kala III : ………..Jam ………….. Menit.
- Cara kelahiran plaasenta : – spontan – tindakan
ebutkan ……………..
- Kotiledon : – lengkap – tidak
- Selaput : – lengkap – tidak
- Perdarahan selama persalinan : …………………CC.
- Pengobatan yang didapat : ………………………….

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 10


d. Kala IV :
- Keadaan Umum : …………………
- Tanda vital :
TD : …………..mmHg P : …………X/menit
N : ………….X/menit S :………….°C
- TFU : ……………………………
- Kontrakssi uterus : – baik – jelek
- Perdarahan : – Ya – tidak Jumlah : ………CC
- Perineum : – Ruptur spontan – Episiotomi
Jumlah Hecting : ………..

5. Keadaan Bayi :
a. BB : ………………gram
b. PB : ………………CM
c. Pusat: – Normal – Abnormal
d. Perawatan tali pusat :
– Alkohol 70%
– Bethadine
– Lainnya :……………
e. Anus : – berlubang – tertutup
f. Suhu : …………°C
g. Lingkar kepala :
Lingkaran Sub Occipito Bregnatica : ………….Cm.
Lingkaran Fronto Occipitalis : ………….Cm
Lingkaran Mento Occipitalis : ………….Cm.
h. Kelainan kepala :
– Caput succedanum – Cephal Hematoma
– Hidocephalus – Microcephalus

 An encephalus
Lain – lain :………………
Pengobatan yang didapat :………………………………….

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 11


E. Pos Partum sekarang
Riwayat persalinan sekarang …………………………..
Tipe persalinan : Spontan / Bantuan …………………
Lama Persalinan :
Kala I : …………………. Jam
Kala II : …………………..Jam
Kala III : …………………..Jam
Kala IV : ………………….. Jam

3. . Riwayat Keluarga Berencana


 Melaksanakan KB : ( ) ya ( ) tidak
 Bila ya jenis kontrasepsi apa yang digunakan :
( ) IUD ( ) Pil ( ) suntik ( ) Implant
( ) lain – lain. Sebutkan ……………………………………..
 Sejak kapan menggunakan kontrasepsi ………………………..
 Masalah yang terjadi : …………………………………………

4. Riwayat Kesehatan :
Penyakit yang pernah dialami ibu : Tidak ada
Pengobatan yang didapat : …..……………………………………….
Riwayat penyakit keluarga
( ) Penyakit diabetes mellitus
( ) Penyakit jantung
( ) Penyakit hipertensi
( ) Penyakit lainnya : sebutkan ! Sodara kandung klien pernah mengalami kesulitan
melahirkan karena His
5. KEBUTUHAN DASAR KHUSUS :
1. Pola nutrisi
a. Frekwensi makan : 3x/hari
b. Nafsu makan : ( √ ) baik ( ) tidak nafsu , alasan

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 12


…………………………………
c. Jenis makanan rumah : Sehat
d. Makanan yang tidak disukai /alergi/pantangan : ( ) ada ( √ ) tidak ada
Bila ada sebutkan sebutkan : ………………………………………………………

2. Pola eliminasi
BAK
a. Frekwensi : 5 kali
b. Warna : Kuning
c. Keluhan yang berhubungan dengan BAK : ……………

BAB
a. Frekwensi : 2 kali
b. Warna : ……………..
c. Bau : ……………..
d. Konsistensi : Padat
e. Keluhan : ……………..

3. Pola personal Hygiene


a. Mandi
 Frekwensi : 3 x/hari
 Sabun : ( √ ) Ya ( ) tidak
b. Oral hygiene
 Frekwensi : 3x/hari
 Waktu : ( √ ) Pagi ( √ ) sore ( √ ) Setelah makan
c. Cuci rambut
 Frekwensi : 1x/2hari
 Shampo : ( √ ) ya ( ) tidak

4. Pola istirahat dan tidur


 Lama tidur : 8 Jam /hari
 Kebiasaan sebelum tidur : ……………………………………………………
PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 13
Keluhan : …………………………………………………………………….
5. Pola aktifitas dan latihan
 Kegiatan dalam pekerjaan : Ibu rumah tangga
 Waktu bekerja : ( √ ) Pagi ( √ ) sore ( √ ) Malam
 Olah raga : ( ) Ya ( √ ) Tidak
Jenisnya : ……………………………………………………………………
Frekwensi : ………………………
 Kegiatan waktu luang : ………………………
 Keluhan dalam aktifitas :
………………………………………………………

6. Pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan


 Merokok : ( ) Ya , sebutkan ………………………………. ( √ ) Tidak
 Minuman keras : ( ) Ya , sebutkan ………………………………. ( √ ) Tidak
 Ketergantungan obat : ( ) Ya , sebutkan ……………………….. ( √ )Tidak

6. PEMERIKSAAN FISIK
 Keadaan umum : Lemas Kesadaran : Compos mentis
 Tekanan darah : 120/70 mmHg Nadi : 90x/menit
 Respirasi : 24x/menit Suhu : 37Cx/menit
 Berat badan : 60 kg Tinggi badan : 160 cm

1. Sistem penglihatan
 Posisi mata : ( √ ) simetris ( ) Asimetris
 Kelopak mata : ( √ ) Normal ( ) Ptosis
 Gerakan mata : ( √ ) Normal ( ) Abnormal
 Pergerakan bola mata : ( √ ) Normal ( ) Abnormal
 Konjungtiva : ( ) Normal /merah ( √ ) Anemis ( ) sangat merah
 Kornea : ( √ ) Normal ( ) keruh berkabut ( ) terdapat perdarahan
 Sklera : ( √ ) Ikterik ( ) Anikterik

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 14


2. Sistem Pernafasan
 Jalan nafas : ( √ ) Bersih ( ) Sumbatan
( ) sputum ( ) Lendir ( ) Darah ( ) Lidah
 Pernafasan : ( ) Sesak ( √ ) Tidak sesak
( ) Dengan aktifitas ( ) Tanpa aktifitas
 Suara nafas : ( √ ) Vesikuler / normal ( ) Bronkovesikuler
( ) Ronkhi ( ) Wheezing
 Menggunakan otot – otot bantu pernafasan : ( ) Ya ( √ ) Tidak
 Lain – lain : ………………………………………………………..

3. Sirkulasi jantung
 Kecepatan denyut apical : 90x/menit
 Irama : ( √ ) Teratur ( ) Tidak teratur
 Kelainan bunyi jantung : ( √ ) Murmur ( ) Gallop
 Sakit dada : ( ) Ya ( √ ) Tidak
 Timbul :( ) Saat beraktifitas ( ) Tanpa aktifitas
 Karakter :( ) Seperti ditusuk- tusuk
( ) Seperti terbakar
( ) Seperti tertimpa benda berat.

4. Sistem Pencernaan
 Keadaan mulut
 Gigi :( ) Carries ( √ ) Tidak
 Memakai gigi palsu : ( ) Ya ( √ ) Tidak
 Lainnya : ……………………………………….

5. Sistem Uro Genital :


 BAK
- Pola rutin : 5 x/hari ( √ ) Terkontrol ( ) Tidak terkontrol
- Jumlah : …………cc/24jam
- Warna : ( √ ) Kuning Jernih ( ) Kuning kecoklatan

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 15


( ) Merah ( ) Putih
- Lainnya : ……………………………………………………………….

6. Sistem Integumen/ Muskuloskeletal


 Turgor kulit : ( ) Elastis ( √ ) Sedang ( ) Buruk
 Warna kulit : ( ) Pucat ( ) Sianosis ( √ ) Kemerahan
 Kontraktur pada persendian ekstremitas : ( ) Ya ( √ ) Tidak
 Kesulitan dalam pergerakan : ( ) Ya ( √ ) Tidak
 Lainnya : ………………………………………………………………...

7. Dada dan Axilla


 Mammae : membesar ( ) Ya ( ) Tidak
 Areolla mammae : Hyperpigmentasi
 Papila mammae : Menonjol ( √ ) Datar ( ) Kedalam ( )
 Colostrum : Keluar ( √ ) Ya ( ) Belum

PEMERIKSAAN KHUSUS ABDOMEN & GENITAL


ANTENATAL & INTRANATAL POSNATAL
a) Inspeksi d) Inspeksi
 Membesar : ya/tidak  Mengecil : ya/tidak
 Arah : ………………..  Arah : ………………..
 Linea : Alba/Negra  Linea : Alba/Negra
 Striae : Albicans/Lividae  Striae : Albicans/Lividae
 Luka bekas operasi :  Luka bekas operasi :
( ) Ya ( √ ) Tidak ( ) Ya ( ) Tidak

b) Palpasi PERINEUM
 Leopold I :  Utuh / laserasi Ya ./ Tidak
TFU:………………….  Episiotomi : Ya / Tidak
.berisi……………… Jenis episiotomi :
 Leopod II : Puki ( ) Medialis

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 16


 Leopold III : Bagian terbawah janin belum ( ) Lateralis
turun ( ) Mediolateralis
 Leopold IV : Kepala janin belum masuk  Ruptur : Ya / Tidak
pintu atas panggul  Tanda – tanda infeksi : …………………
 Osborn Test : ………………………..  Lokhea : ………………………………..
 TBJ :…………………. Warna :……………….………………..
 Kontraksi :…………… Banyaknya : …………………………...
Bau : …………………………………..
c) Auskultasi : Oedem / Hematom : …………………..
DJJ :……………. ……….
PALPASI
Data Tambahan :  TFU:………………….
………………………………………………..
………………………………………………..  Kontraksi :……………
……………………………………………….  Kondisi vesika urinaria
……………………………………………… Distensi : Ya / Tidak

E. DATA PENUNJANG
1. Laboratorium : Hb 10,6 (12-18)
Ht 25 (42-52)
Leukosit 8. 600 (5000-10000)
Trombo 289.000 (150000-450000)
2. USG :……………………………………………………………………………..
3. Rontgen : …………………………………………………………………………
4. Terapi yang didapat ………………………………………………………………

F. DATA TAMBAHAN
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……
……………………………………………………………………………………………
PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 17
……………………………………………………………………………………………
……
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……
……………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

Surabaya, …………………………………….
Pemeriksa

(……………………………….……..)

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 18


ANALISA DATA

NO DATA ETIOLOGI MASALAH PARAF


1 Ds : Klien mengatakan Kelainan His Ansietas
bingung, cemas takut ↓
karena belum lahir Fase laten > 8
jam
Do : Klien tampak gelisah ↓
-TD : 120/70 mmHg Kurang
-RR : 24x/menit pengetahuan
-N : 90x/menit ↓
-S : 370C Ansietas

2 Ds : Klien mengalami Kelainan His Resiko cedera pada


kelelahan ↓ ibu
Do : Fase laten > 8
-KU lemah jam
-Dilatasi servik 4 cm ↓
-TD : 120/70 mmHg Kelelahan ibu
-RR : 24x/menit ↓
-N : 90x/menit Hambatan
-S : 370C proses
melahirkan

Resiko cedera
pada ibu

3. Ds : - Tanda inpartu Nyeri melahirkan


Do : ↓
-Wajah klien tampak Kontraksi
meringis uterus partum
-Klien selalu memegang ↓
perut Nyeri
-TD : 120/70 mmHg melahirkan
-RR : 24x/menit
-N : 90x/menit
-S : 370C

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 19


RENCANA KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA TUJUAN KRITERIA INTERVENSI (SIKI)


KEPERAWATAN STANDART (SLKI)
1 Ansietas b/d stesor Setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan 2x24 jam -Identifikasi saat tingkat
dengan kriteria hasil : ansietas berubah (mis.
1.Harga diri meningkat Kondisi, waktu, stressor)
2.Kontrol diri meningkat -Monitor tanda-tanda
3.Tingkat pengetahuan ansietas(verbal dan nonverbal
meningkat
Terapeutik
-Temani pasien untuk
mengurangi kecemasan, jika
memungkinkan
-Motivasi mengindentifikasi
situasi yang memicu
kecemasan

Edukasi
-Latih kegiatan pengalihan
untuk mengurangi
ketegangan
-Latih teknik relaksasi

Kolaborasi
-Kolaborasi pemberian obat
antiansietas, jika perlu

2 Resiko cedera pada Setelah dilakukan tindakan Observasi :


ibu b/d kelelahan keperawatan 2x24 jam -Identifikasi area lingkungan
dengan kriteria hasil : yang berpotensi
1. Kejadian cedera menurun menyebabkan cidera
2. Pendarahan menurun
3. Pola istirahat membaik Terapeutik
-Pastikan barang-barang
pribadi mudah dijankau

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 20


-Pertahankan posisi tempat
tidur diposisi terendah saat
digunakan
-Diskusi mengenai latihan
dan terapi fisik yang
digunakan

3. Nyeri melahirkan Setelah dilakukan tindakan Observasi


b/d proses 2x24 jam dengan kriteria -Identifikasi lokasi,
persalinan. hasil : karakteristik, durasi
-Kontrol nyeri meningkat frekuensi, kualitas, intensitas
-Status kenyamanan nyeri
meningkat -Identifikasi skala nyeri
-Status ansietas menurun -Identifikasi respon nyeri non
verbal
-Identifikasi factor yang
memperberat dan
memperingan nyeri

Terapeutik
-Berikan teknik
nonfarmakologi untuk
mengurangi rasa nyeri
-Fasilitasi istirahat dan tidur

Kolaborasi
-Kolaborasi pemberian
analgesic, jika perlu

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 21


IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

NO TGL. JAM IMPLEMENTASI EVALUASI


DIAGNOSA KEPERAWATAN ( SOAP )
1.Ansietas 28 10.00 1.Mengindentifikasi saat tingkat S : Pasien mengatakan sudah
b/d stesor Februari ansietas berubah (mis. Kondisi, tidak terlalu cemas
2021 waktu, stressor) O : Ansietas pasien sudah
2.Memonitor tanda-tanda mulai menurun
ansietas(verbal dan nonverbal A : Masalah teratasi sebagian
3.Menemani pasien untuk P : Intervensi dilanjutkan
mengurangi kecemasan, jika
memungkinkan
4.Memotivasi mengindentifikasi
situasi yang memicu kecemasan
5.Melatih kegiatan pengalihan
untuk mengurangi ketegangan
6.Melatih teknik relaksasi

2.Resiko 28 10.00 1.Mengidentifikasi area S : Keluarga pasien


cedera pada Februari lingkungan yang berpotensi mengatakan pasien sudah
ibu b/d 2021 menyebabkan cidera banyak beraktifitas
kelelahan 2.Memastikan barang-barang O : Pasien sudah tampak tidak
pribadi mudah dijankau lelah
3.Mempertahankan posisi A : Masalah teratasi sebagian
tempat tidur diposisi terendah P : Intervensi dilanjutkan
saat digunakan
4.Mendiskusikan mengenai
latihan dan terapi fisik yang
digunakan

3.Nyeri 28 10.00 1.Mengidentifikasi lokasi, S : Pasien mengatakan nyeri


melahirkan Februari karakteristik, durasi frekuensi, sudah berkurang
b/d proses 2021 kualitas, intensitas nyeri O : Nyeri sudah berkurang
persalinan. 2.Mengidentifikasi skala nyeri 1- A : Masalah teratasi sebagian
10 P : Intervensi dilanjutkan
3.Mengidentifikasi respon nyeri
non verbal

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 22


4.Mengidentifikasi factor yang
memperberat dan memperingan
nyeri
5.Memberikan teknik
nonfarmakologi untuk
mengurangi rasa nyeri
6.Kolaborasi pemberian
analgesic, jika perlu

PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 23


PROFESI NERS IIK STRADA INDONESIA Page 24