Anda di halaman 1dari 6

PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR

N NILAI
LANGKAH
O 0 1 2 3 4
I. PERSIAPAN ALAT:
1. a. Timbangan bayi n. Kapas alkohol
b. Meteran gulung o. Jam tangan detik
c. Alat pengukur panjang p. Celemek
badan q. Kom tutup berisi air
d. Stetoskop bayi DTT
e. Penlight r. Kom tutup berisi
f. Sarung tangan 2 kapas DTT
pasang (DTT) s. Lampu k/p
g. Termometer t. Tempat sampah
h. Tongspatel bayi basah dan kering
i. Tissu u. Masker
j. Bengkok 1 buah v. Tutup kepala
k. cairan klorin 0,5% w. Handuk pribadi
l. benang tali pusat x. Dekatkan alat dan
m. Bak instrumen 1 buah susunan yang mudah
dijangkau
II. PERSIAPAN PASIEN
2. Menyambut pasien dan orang tua/penanggung jawab
3. Memperkenalkan diri
4. Menanyakan identitas bayi dan orang tua
5. Berikan penjelasan pada orang tua bayi mengenai
tindakan yang akan dilakukan
6. Informed consent kepada orang tua bayi/ penanggung
jawab
III. MENANYAKAN RIWAYAT
7. Faktor Lingkungan
Menanyakan mengenai:
a. Lingkungan tempat tinggal beresiko terhadap
PMS/penyakit menular lainnya
b. Jenis air minum yang dikonsumsi (bau, warna, rasa)
c. Ventilasi, pencahayaan rumah
d. Kebiasaan merokok (anggota rumah)
8. Faktor Genetik
Menanyakan mengenai gangguan atau kelainan
metabolik pada keluarga dan sindrom genetik
9. Faktor Sosial
a. Perlakuan ibu pada waktu bayi didalam kandungan
b. Didalam rumah dihuni oleh berapa orang
c. Adakah yang membantu pekerjaan rumah tangga
d. Hubungan dengan keluarga dan tetangga
e. Adat kebiasaan menyambut bayi baru lahir
10. Faktor Maternal : Menanyakan mengenai penyakit yang
diderita penyakit jantung, diabetes, ginjal, penyakit hati,
hipertensi, penyakit kelamin, pernah mengalami
perdarahan, preeklampsia, gestasional diabetes,
polihidramnion/ oligohidramnion dan infeksi.

Untuk riwayat perinatal seperti prematur/ postmatur,


partus lama, penggunaan obat selama persalinan, gawat
janin, suhu ibu meningkat, posisi janin tidak normal,
ketuban pecah sudah lama, amnion bercampur
mekonium, perdarahan selama persalinan, prolapsus tali
pusat, asidosis janin, dan jenis persalinan
11. Faktor Neonatal
PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR

Menanyakan mengenai
a. Segera setelah lahir apakah bayi langsung menangis,
aktifitas, warna kulitnya.
b. Nutrisi
c. Eliminasi (BAB/BAK)
d. Istirahat tidur
IV. PERSIAPAN LINGKUNGAN
12. a. Ruangan dalam keadaan hangat
b. Matikan AC/kipas angin
c. Tutup jendela dan pintu
d. Pasang lampu jika pemeriksaan dilakukan dengan
bayi telanjang.
V. PERSIAPAN DIRI
13. a. Memakai celemek
b. Masker dan tutup kepala
c. Cuci tangan tujuh langkah efektif sebelum dan
sesudah pemeriksaan
VI. MENILAI KEADAAN UMUM BAYI
14. Mengatur posisi bayi telentang untuk memudahkan
tindakan :
Membuka semua pakaian bayi, jika ada mekonium/feses
dibersihkan terlebih dahulu, ganti sarung tangan bila
terkontaminasi
15. Ukuran keseluruhan
16. Kepala, badan, ekstremitas
17. Tonus otot, tingkat aktivitas
18. Warna kulit dan bibir
19. Tangis Bayi
20. Rapihkan kembali bayi ( prinsip jaga terus kehangatan
bayi )
VII. PENGUKURAN ANTROPOMETRI
21. Berat Badan
a. Kisaran normal untuk bayi cukup bulan adalah 2,5-4,0
Kg
b. Pastikan timbangan diangka nol
c. Meletakan bayi diatas timbangan dengan dialasi
perlak dan kain
d. Mengukur BB bayi
22. Lingkar Kepala
Mengukur lingkar kepala bayi menggunakan meteran /
metlin
- Ukur cirkumferensial fronto oksipito (normal 34 cm
- Ukur cirkumferensial mento oksipito (normal 35 cm)
- Ukur cirkumferensial sub oksipito breghmatika (normal
32 cm)
23. Panjang badan
- Jika menggunakan alat pengukur panjang badan,
panjang badan diukur dari puncak kepala sampai
tumit, dengan kaki / badan bayi diluruskan.
- Jika menggunakan metlin, panjang badan diukur dari
puncak kepala sampai tumit walaupun dengan
mengikuti gerakan bayi, diukur berturut-turut dari
puncak kepala ke ketiak, kepangkal paha, lutut luar,
kemudian ke tumit (panjang badan normal 45-53 cm)
24. Lingkar dada
Menggunakan metlin atau meteran dari daerah dada ke
punggung kembali ke dada melalui kedua putting susu
PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR

(normal 30 – 33 cm)
VIII. TANDA-TANDA VITAL
25. Pastikan ruangan dan bayi dalam keadaan hangat.
Suhu Badan
26. Keringkan daerah aksila dengan tissue
27. Baca ketinggian air raksa atau merkuri, turunkan air raksa
sampai dibawah angka 36°C dengan cara pegang ujung
atas thermometer dengan kuat dan jauhkan dari benda
keras (jika menggunakan thermometer air raksa)
- Pastikan thermometer menunjukan LO (jika
menggunakan thermometer digital)
28. Letakan thermometer pada aksila, kemudian letakan
lengan menyilang diatas dada.
29. Tahan thermometer selama 5-10 menit
30. Angkat thermometer lalu baca
31. Bersihkan dengan menggunakan cairan desinfektan
kemudian keringan dengan menggunakan tissue dengan
cara memutar dari atas ke bawah
32. Buang tissue pada tempatnya (bengkok)
33. Normal suhu badan bayi 36,5 -37,5 c
Pengkajian Nadi Apikal
34. Bersihkan bagian diafragma stetoskop dengan kapas
alkohol.
35. Palpasi bagian apeks jantung dengan cara menempatkan
jari telunjuk tepat dikiri sternum, palpasi secara bertahap
dari area interkostal ke-2 sampai area interkostal ke-5 ke
garis tengah klavikula kiri
36. Tempatkan diafragma stetoskop dan hitung denyut nadi
dengan menggunakan jam selama 1 menit penuh (60
detik)
37. Normal nadi bayi 120-160x/mnt
Pernapasan
38. Observasi sikus, pernapasan lengkap (sekali inspirasi dan
sekali ekspirasi)
39. Hitung pernapasan selama 1 menit penuh
40. Sambil menghitung pernapasan perhatikan apakah
pernapasan dalam, dangkal atau normal dan apakah
terjadi pola pernapasan
Normal pernafasan bayi 30 – 60 x/mnt
IX. KEPALA
Lihat dan raba kepala bayi dimulai dari sutura frontalis sampai ke belakang kepala, nilai:
41. Ubun-Ubun (cekung/cembung), normal rata
42. Sutura, Molase (jumlah sutura, ada molase/tidak)
43. Pembengkakan atau daerah yang cekung
X. MATA
44. Bentuk, kesimetrisan dengan telinga (sudut mata sejajar
dengan sudut telinga)
45. Sklera (warna)
46. Konjungtiva (warna)
47. Tanda-tanda infeksi, perdarahan kornea
48. Refleks labirin (reflex terhadap penerimaan cahaya)
Dekatkan cahaya kearah pupil bayi, (mengecil/membesar)
49. Refleks blinking (mengedip)
Sentuhkan jari beberapa kali didahi/ sekitar ujung mata
( normal mata membuka / menutup)
PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR

XI. TELINGA
50. Periksa kesimetrisan dengan mata ( sudut telinga sejajar
dengan sudut mata)
51. Daun telinga (ada/tidak, melipat dikepala/tidak, terdapat
tulang kartilago/tidak)
52. Lubang telinga ada/tidak
53. Dengan menggunakan penlight periksa pengeluaran
ada/tidak
XII. HIDUNG
54. Periksa kesimetrisan/jumlah lubang hidung
55. Pernafasan cuping hidung ada/tidak
56. Pengeluaran / sumbatan (polip) ada/tidak
XIII. MULUT
57. Bibir (bentuk, warna, konsistensi, kelembaban)
58. Dengan menggunakan jari, raba periksa adanya sumbing
pada bibir dan langit-langit, ketebalan lidah.
59. Refleks rooting, refleks hisap, refleks menelan dinilai
dengan mengamati bayi pada saat menyusu.
XIV. LEHER
60. Lihat kesimetrisan leher (normal bentuk leher bayi
pendek), kemudian raba adanya:
61. Benjolan
62. Pembengkakan kelenjar getah bening dan tiroid
63. Refleks tonick neck
Angkat pundak bayi (jika bayi menahan atau ada gerakan
menoleh ke kanan dan ke kiri berarti refleks positif)
XV. DADA
Lihat kesimetrisan bentuk, gerakan dada dan perut biasanya bersamaan, benjolan
64. Putting (pada bayi matur sedikit menonjol)
65. Bunyi nafas (weezhing, Stridor )
66. Bunyi jantung (mur-mur)
67. Diafragma (nilai bunyi usus ada/tidak)
XVI. BAHU, LENGAN, DAN TANGAN
68. Kesimetrisan
69. Gerakan
70. Jumlah jari
71. Refleks Graps
72. XVII. REFLEKS MORO
73. Lakukan rangsangan dengan suara keras, yaitu pemeriksa
bertepuk tangan (jika bayi seperti memeluk/terkejut berarti
refleks positif)
XVIII. PERUT
74. Lihat kesimetrisan bentuk (cembung/cekung)
75. Penonjolan sekitar tali pusat pada saat menangis
76. Perdarahan tali pusat (jika terjadi perdarahan pada tali
pusat segera ikat kembali tali pusat)
77. Lembek (pada saat menangis)
78. Benjolan
79. Dengarkan Bising usus (normal 5-35 x/mnt)
XIX. PANGGUL
80. Periksa adanya bunyi “klik” dengan cara tekuk lutut bayi
kearah dada dengarkan ada bunyi “klik” atau tidak (jika ada
bunyi “klik” berarti ada trauma pada panggul)
XX. KELAMIN
Laki – laki
PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR

81. Dua testis dalam skrotum


82. Penis berlubang pada ujung
Dengan cara bersihkan ujung penis menggunakan kapas
DTT, tarik prepucium ke arah pangkal
83. Pengeluaran
Perempuan
Bersihkan genetalia dengan menggunakan kapas DTT, kemudian nilai:
84. Vagina berlubang
85. Uretra berlubang
86. Labia mayora menutupi labia minora
87. Pengeluaran
XXI. TUNGKAI DAN KAKI
88. Pergerakan normal (aktif kanan dan kiri)
89. Kesimetrisan
90. Jumlah jari
91. Reflex babinski
Dengan cara rangsang telapak kaki degan menggunakan
jari pemeriksa kemudian nilai reaksinya (jika jari-jari bayi
membuka berarti refleks babinski positif)
92. Reflex walking
Dengan cara angkat bayi dengan posisi berdiri, pijakan
kaki bayi kemudian nilai (jika setelah dipijakan kaki bayi
menahan atau bahkan berusaha melangkah, berarti refleks
walking positif)
XXII. PUNGGUNG DAN ANUS
93. Pembengkakan atau ada cekungan/benjolan
94. Adanya anus, lubang dan terbuka (telah mengeluarkan
mekonium / cairan)
XXIII. KULIT
95. Verniks (tidak perlu dibrsihkan karena menjaga kehangatan
tubuh bayi
96. Warna
97. Pembengkakan atau bercak-bercak hitam
98. Tanda lahir, ruam popok
XXIV. CELUP SARUNG TANGAN DAN CUCI TANGAN
99. Celupkan tangan kedalam larutan clorin dan melepas
sarung tangan dengan cara terbalik kemudian cuci tangan
dengan tujuh langkah efektif
XXV. KONSELING
KN 1 (6-48 jam setelah bayi lahir)
100. Jaga kehangatan bayi
Dengan memperhatikan empat mekanisme bayi kehilangan
panas (evaporasi, radiasi, konduksi, konveksi)
101. Pemberian ASI
(ASI Ekslusif, pemberian ASI jika bayi menginginkan, tanda
bayi kenyang, jadual )
102. Perawatan tali pusat (lihat daftar tilik perawatan tali pusat)
103. Imunisasi Hbo
104. Tanda-tanda bahaya bayi
105. Jadual kunjungan berikutnya
KN 2 (Hari ke 3-7 setelah bayi lahir)
106. Pemeriksaan tanda bahaya pada bayi
107. Pemberian ASI eksklusif
108. Menjaga Suhu Tubuh Bayi
KN 3 (hari ke 8- 28 bayi setelah lahir)
PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR

109. Kebersihan Bayi


110. Menjaga Suhu tubuh Bayi
111. Perawatan Bayi Baru lahir
112. Imunisasi BCG
XXVI. PASCA TINDAKAN
113. Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya
114. Menilai sejauh mana ibu mengerti dengan penjelasan
petugas
115. Membereskan alat
Nilai = Jumlah Nilai x 100 =
460