Anda di halaman 1dari 20

Asuhan keperawatan jiwa

pada Klien berkebutuhan khusus

By. Ance M. Siallagan, M.Kep


Autis
• ketidakmampuan perkembangan yang biasanya terlihat
sebelum usia dua setengah tahun dan ditandai dengan
gangguan pada wicara dan bahasa, mobilitas, dan
hubungan interpersonal
• Terapi yang biasa diberikan pada penderita autis adalah
terapi dengan pendekatan psikodinamis, terapi dengan
intervensi behavior, intervensi biologis dan terapi
bermain
Efektifitas terapi bermain
terhadap Interaksi Sosial Anak
Autis
(Suryati & Rahmawati, 2016)
• Mau menatap mata
• Menoleh saat nama dipanggil
• Mau bermain dengan teman sebaya
• Tidak asyik bermain dengan dunianya
sendiri
• Ada empati dengan lingkungan sear
ADHD (Attention Deficit
Hyperactivity Disorder)
• hambatan pemusatan perhatian disertai
kondisi hiperaktif.
• disebabkan adanya masalah genetikal,
bahan-bahan kimia, virus, problem
kehamilan dan persalinan serta kondisi yang
dapat mengintervensi penyebab rusaknya
jaringan otak manusia.
• Lingkungan, teknologi informasi audiovisual,
pola asuh, ikut berperan memperburuk
timbulnya sindrom ADHD
Efek Psikoterapi terhadap ADHD
(Wahidah, 2018)
• 1) terapi desensititasi melalui proses
membayangkan atau relaksasi;
• 2) terapi sholat secara khusu’ (meditasi);
• 3) terapi auto-sugesti melaui do’a dalam
sholat dengan memberikan sugesti
terhadap diri untuk berbuat baik (hypnosis
theory);
• 4) terapi aspek kebersamaan melalui sholat
berjamaah;
• 5) terapi murottal yang bersifat
menenangkan penderita ADHD.
RETARDASI MENTAL
• gangguan fungsi intelektual
yang dibawah rata-rata dan
gangguan dalam
keterampilan adaptif yang
ditemukan sebelum orang
berusia 18 tahun
• fungsi intelektual di bawah
rata-rata (IQ di bawah 70)
yang disertai keterbatasan
fungsi adaptif, ketrampilan
interpersonal atau sosial,
ketrampilan akademik.
STIMULASI PENGAJARAN DENGAN MEDIA
GAMBAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR
ANAK RETARDASI MENTAL
(Sumiatin, 2014)

• Mengenal bentuk Lingkaran, segitiga


Segiempat
• Menggambar Segitiga Segiempat, lingkaran
• Mengelompokkan bentuk bangun datar
sederhana.
KDRT (kekerasan dalam
rumah tangga)
• setiap perbuatan terhadap seseorang terutama
perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan
atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis,
dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk
ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan,
atau perampasan kemerdekaan secara melawan
hukum dalam lingkup rumah tangga (NOMOR 23
TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA)
Dinamika Forgiveness pada Istri
yang Mengalami KDRT
(Dewi & Hartini, 2017)
• Pemaafan merupakan jalan yang dilakukan
untuk meredakan dorongan negatif yang
dapat merusak hubungan.
• Ketika individu memaafkan pasangannya,
maka akan terjadi peningkatan motivasi
untuk berbuat baik atau benevolence
motivation terhadap pasangan yang telah
menyakiti
• Penelitian ini menemukan bahwa istri yang
mengalami KDRT sulit memaafkan pelaku karena
lebih banyak mengalami afek negatif berupa
dorongan yang kuat untuk menghindari dan berpisah
dari pelaku serta keinginan untuk membalas dendam,
adanya ruminasi yaitu ingatan akan peristiwa yang
dialami dan atribusi serta penilaian negatif mengenai
pelaku.
GANGGUAN STRES PASCA TRAUMA PADA
KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DAN
PEMERKOSAAN (Dirgayunita, 2016)
• Gejala PTSD
o pengulangan pengalaman trauma, flashback, nightmares,
reaksi emosional dan fisik yang berlebihan.
o penghindaran dan emosional yang dangkal
o sensitifitas yang meningkat

• Terapi anti depresiva


o Benzodiazepin
o Diazepam
o Litium
Psikoterapi
• anxiety management
 relaxation training
 breathing retraining,
 positive thinking dan self-talk
 assertiveness training
 thought stopping

cognitive therapy
exposure therapy
PENGALAMAN BULLYING BERDASARKAN PERSPEKTIF PELAKU,
KORBAN DAN SAKSI MATA PELAJAR SMP “X” KOTA BATU
(Masruroh, Mufidah & Rizky A, 2016)

• (1) Pelaku bullying bermasalah dengan proses


akademik,
• (2) Latar belakang sosial dan ekonomi keluarga pelaku
bullying yang secara umum memprihatinkan,
• (3) Pelaku bullying secara umum dilakukan oleh siswa
yang lebih senior dengan korban yang lebih junior,
• (4) Pelaku bullying rata-rata adalah siswa laki-laki
sementara korban rata-rata adalah perempuan,
• (5) Aktivitas bullying yang dilakukan meliputi kekerasan
fisik, verbal dan pelecehan seksual
PENGALAMAN HIDUP SEORANG REMAJA PUTRI
KORBAN TRAFFICKING
(Ningsih & Satiningasih, 2013)
• Subjudul pertama yakni semenjak Ibu tiada yaitu kisah hidup
partisipan sebelum menjadi korban trafficking, semenjak Ibunya
meninggal, partisipan merasa tidak ada lagi yang peduli padanya.
• Tema atau sub judul kedua yakni pekerjaan yang tidak sesuai
keinginan yaitu pengalaman partisipan selama menjadi korban
trafficking.
• Tema ketiga, kehidupan setelah menjadi korban, yaitu
pengalaman hidup partisipan setelah menjadi korban trafficking.
• Secara umum, kesimpulan dari penelitian ini adalah pertisipan
mengalami beberapa fenomena psikologis yaitu konsep diri negatif,
harga diri rendah, dan learned helplessness.
KECEMASAN PADA NARAPIDANA
(Panjaitan, Murhan & Purwati, 2014)

• tingkat kecemasan terbanyak pada narapidana


yang baru masuk adalah kecemasan ringan,
disebabkan oleh suasana lingkungan yang baru,
kondisi sosial yang baru yang belum terbayangkan.
• Sedangkan pada narapidana menjelang bebas
adalah kecemasan berat, karena stigma
masyarakat terhadap mantan narpidana dan juga
bagaimana nanti memulai kehidupan sosial yang
baru yang belum terbayangkan.
• Karena kecemasan bersumber dari suasana hati
maka dengan pemberian terapi doa dan dzikir
akan meredam kecemasan yang ada.
• memberikan suatu terapi humor dan motivasi
serta peningkatan kegiatan keagamaan kepada
narapidana yang mengalami kecemasan dapat
mengurangi tingkat kecemasan sehingga tidak
menurunkan potensi yang ada didalam diri
narapidana.
KONSEP DIRI ANAK JALANAN USIA
REMAJA (Kumalasari & Wijayanti, 2013)

• Perkembangan konsep diri


anak jalanan perlu untuk
diketahui karena mereka
memiliki kehidupan yang
berbeda.
• Perubahan yang terjadi
selama masa remaja akan
mempengaruhi terbentuknya
konsep diri
KONSEP DIRI ANAK JALANAN USIA
REMAJA (Kumalasari & Wijayanti, 2013)
• Walaupun badan atau fisik mereka kotor atau dekil
namun mereka masih memakai pakaian yang
masih layak, aksesoris dan mengamen memakai
sepatu
• adanya harapan dalam hidupnya yaitu suatu saat
nanti mereka ingin melanjutkan sekolah, memiliki
pekerjaan dikantor dan tidak menjadi anak jalanan
lagi.
• adanya pemahaman bahwa dirinya diciptakan
berbeda dengan orang lain, dan mampu
memahami watak yang sebenarnya mereka miliki.
• rasa percaya diri yang tinggi ketika berinteraksi
dengan orang lain dan mampu menerima dirinya
sebagai anak jalanan, tapi ada juga perasaan
malu ketika harus mencari uang dijalan dan
bertemu dengan teman yang berbeda lawan
jenisnya.
• kemampuan untuk berperilaku sesuai kodratnya
laki-laki atau perempuan dan mampu
mempertanggungjawabkan perbuatannya