Anda di halaman 1dari 23

COACHING CLINIC

PENGELOLAAN PIUTANG
NEGARA

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESA


DEIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA
DIREKTORAT PIUTANG NEGARA DAN KEKAYAAN NEGARA LAIN-LAIN
11 NOPEMBER 2021
TAHUN 2021
Definisi Pengelolaan Piutang Negara:
“Pengelolaan Piutang Negara adalah kegiatan
dalam rangka mengelola Piutang Negara yang
meliputi kegiatan penatausahaan, penagihan,
penyerahan dan pengurusan oleh PUPN,
penyelesaian, serta pembinaan, pengawasan,
pengendalian dan pertanggungjawaban.”
DEFINISI
DAN RUANG
LINGKUP
Definisi Pengurusan Piutang Negara: Ruang Lingkup:
“Pengurusan Piutang Negara adalah • Piutang K/L
kegiatan yang dilakukan oleh PUPN • Piutang BUN
dalam rangka mengurus Piutang Negara
sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor
Kecuali perpajakan
49 Prp. Tahun 1960 dan peraturan
perundang-undangan lain di bidang
Piutang Negara.”

2
Dampak dan Kebaruan PMK
163/PMK.06/2020
Memperkuat dan
Mendorong K/L lebih
memperkaya upaya
bertanggungjawab dalam
optimalisasi penyelesaian
pengelolaan Piutang sejak 2 3 piutang macet sebelum
dari timbulnya piutang.
diserahkan ke PUPN.

Secara bertahap akan 1 4 Mempercepat penyelesaian


mengurangi timbulnya piutang di PUPN dengan
Piutang / Piutang macet. Pengurusan Sederhana.

6 5
Mengatur kembali level of playing field
kewajiban rekonsiliasi dan antara PUPN dan K/L (piutang negara
pemutakhiran data piutang s.d Rp8 juta atau yang dokumen
kepada DJKN. sumber tidak lengkap akan
diselesaikan sendiri oleh K/L). 5
PIUTANG YANG TIDAK DAPAT DISERAHKAN
PENGURUSANNYA KE PUPN
Pasal 35 ayat (2) PMK 163/PMK.06/2020

Piutang yang Piutang yang


pengurusannya diatur pengurusannya diatur dalam
dalam Undang-Undang Undang-Undang Tersendiri
Tersendiri (Uang 2 3 (Piutang Retribusi yang
Penggganti Tipikor) sudah daluwarsa)
Piutang yang
1 4 penyelesaiannya diatur
sendiri (dalam hal ini
Piutang Perpajakan)

6
5
PENGELOLAAN PIUTANG NEGARA
(PMK 163/PMK.06/2020)
PARAGRAF 3
Penagihan Piutang
Negara pada
Kementerian
Negara/Lembaga
Pasal 13
1 2 3

Penagihan Piutang Negara pada Penagihan secara tertulis Penagihan dengan kegiatan
Kementerian Negara/Lembaga dengan surat tagihan optimalisasi Piutang Negara
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 sebagaimana dimaksud sebagaimana dimaksud pada
huruf b dilakukan dengan: pada ayat (1) huruf a wajib ayat (1) huruf b dilaksanakan
a. penagihan secara tertulis dengan dilakukan untuk seluruh dengan mempertimbangkan
surat tagihan; dan jenis, besaran dan aspek efisiensi dan efektivitas
b. penagihan dengan kegiatan kualifikasi Piutang Negara. serta memperhatikan ketentuan
optimalisasi Piutang Negara peraturan perundang-undangan.
sebagaimana diatur dalam Peraturan
Menteri ini.
Kegiatan penagihan Piutang Negara secara tertulis dengan surat tagihan oleh Kementerian
1
Negara/Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) huruf a paling sedikit meliputi:

apabila dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak tanggal surat tagihan kedua, Penanggung
Utang tidak melunasi seluruh Piutang Negara, Kementerian Negara/Lembaga menerbitkan dan
menyampaikan surat tagihan ketiga atau tagihan terakhir dengan tembusan kepada PUPN
sesuai wilayah kerja
apabila dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak
c tanggal surat tagihan ketiga, Penanggung
Utang tidak melunasi seluruh Piutang Negara:
apabila dalam jangka waktu 1 (satu) 1) Kementerian Negara/Lembaga menerbitkan
bulan sejak tanggal surat tagihan surat penyerahan pengurusan piutang
pertama, Penanggung Utang tidak macet kepada PUPN; atau
melunasi seluruh Piutang Negara, 2) dalam hal surat tagihan diterbitkan oleh
mitra yang bekerja sama dengan
Kementerian Negara/Lembaga d
b Kementerian Negara/Lembaga dalam
menerbitkan dan menyampaikan surat mengelola Piutang Negara, mitra
tagihan kedua Pasal 14 menerbitkan surat penerusan tagihan
Piutang Negara kepada Kementerian
Negara/Lembaga, untuk selanjutnya
dilakukan penyerahan pengurusan Piutang
Negara macet kepada PUPN
menerbitkan dan menyampaikan
surat tagihan pertama paling lambat
a e Penyerahan ke PUPN sesuai
10 (sepuluh) hari kerja sejak jatuh
huruf d dilakukan jika upaya
tempo atau sejak laporan yang
optimalisasi tidak dapat
menjadi dokumen sumber Piutang
dilaksanakan
Negara diterima
a Pembiayaan/ penyaluran dana

Pasal 15
Tata Cara
Penagihan
b
Hasil pemeriksaan Penerimaan Negara Bukan
tertulis
Pajak
mengikuti
perjanjian/
peraturan

Piutang Negara dengan tata cara penagihan tertulis tersendiri


c
Pasal 16
Penyampaian surat tagihan kepada Dalam hal jumlah Piutang Negara lebih dari Dalam hal jumlah Rp1.000.000. 000,00
Penanggung Utang sebagaimana dimaksud Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) P i u t a n g ( s a t u N e g a r a l e b i h mi l i a r
dalam Pasal 13 ayat (1) dilakukan: sampai dengan Rpl.000.000.000,00 (satu rupiah) dari Penanggung Utang, surat
a. secara manual melalui surat tercatat; miliar rupiah) per Penanggung Utang, surat tagihan pertama diantar langsung oleh
dan/ atau tagihan pertama diantar langsung oleh pegawai yang ditugaskan oleh
pegawai yang ditugaskan oleh Kementerian Kementerian Negara/Lembaga dengan
b. s e c a r a e l e k t r o n i k m e l a l u i s u r a t
Negara/Lembaga dengan membuat tanda membuat berita acara.
elektronik
terima.

Dalam hal Penanggung Utang tidak dijumpai Proses penyampaian surat tagihan yang Bentuk dan format surat, tanda terima,
saat penyampaian surat tagihan memerlukan tanda terima atau berita acara berita acara berikut tata cara
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan penyampaian surat tagihan dapat dilakukan penyampaian surat tagihan, dan tanda
ayat (3), surat tagihan disampaikan kepada secara manual atau elektronik. terima/berita acara berpedoman pada
ora n g d e w a s a y a n g b e r t e mp a t t i n g g a l ketentuan yang diterbitkan oleh
bersama atau yang bekerja di kantor/tempat Menteri/Pimpinan Lembaga dengan
usaha Penanggung Utang atau kepala memperhatikan ketentuan peraturan
lingkungan setempat untuk disampaikan perundangundangan.
kepada Penanggung Utang.
Debt to Asset Swap
a Pembayaran utang tidak dengan uang, tapi
dengan aset (Tanah/Bangunan) yang free and
clear.

Prinsip Debt to

b
asset swap Dilakukan saat piutang dikelola oleh K/L masing-
sesuai PMK masing, tetapi prosesnya perlu ada persetujuan
163 dari Kemenkeu cq DJKN

Diikuti dengan penyerahan kepemilikan aset dan balik nama


c sertifikat menjadi atas nama K/L (jadi BMN). Konsepnya berbeda
dengan penyerahan jaminan/jaminan tambahan.
PPNTO
Pasal 65
Piutang Negara ditetapkan sebagai PPNTO, dalam hal masih terdapat sisa
1 kewajiban, namun:
a. Penanggung Utang tidak mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan
atau tidak diketahui tempat tinggalnya; dan
b. tidak ada Barang Jaminan atau Barang Jaminan tidak mempunyai nilai
ekonomis

2 Nilai ekonomis ditentukan berdasarkan laporan hasil penilaian atau penaksiran


bahwa Barang Jaminan mempunyai nilai jual yang rendah atau sama sekali
tidak mempunyai nilai jual.

3 Nilai jual yang rendah dalam hal biaya yang harus dikeluarkan untuk menjual
Barang Jaminan diperkirakan lebih besar dari hasil penjualannya.
PARAGRAF 2
Persyaratan PPNTO untuk
Sisa Kewajiban Paling
Banyak Rp8.000.000,00
(Delapan Juta Rupiah) per
Penanggung Utang dan
Tidak Ada Barang Jaminan
yang diserahkan
Pasal 66

Penerbitan PPNTO dilakukan setelah


Piutang Negara memenuhi persyaratan Dalam hal jumlah sisa kewajiban paling
sebagai berikut: banyak Rp500.000,00, bukti bahwa
Penanggung Utang tidak mempunyai
Piutang Negara dengan jumlah sisa a. telah disampaikan surat penagihan sesuai kemampuan untuk menyelesaikan utang
ketentuan; dapat berupa surat pernyataan pimpman
kewajiban paling banyak per- b. kualitas Piutang Negara telah macet;
Penanggung Utang Rp8.000.000,- dan unit di lingkungan Kementerian
c. usia pencatatan Piutang Negara telah lebih Negara/Lembaga yang mengelola Piutang
tidak ada Barang Jaminan yang dari 5 (lima) tahun dan tidak terdapat Negara.
diserahkan atau Barang Jaminan tidak angsuran atau terdapat angsuran kurang dari
mempunyai nilai ekonomis, dapat 10% (sepuluh persen);
d. terdapat review dari Aparat Pengawas Internal
diterbitkan PPNTO. Pemerintah (APIP) Kementerian
e. Penanggung Utang tidak mempunyai
kemampuan untuk menyelesaikan utang yang
dibuktikan dengan paling sedikit dokumen
01 02 berupa (boleh salah satu): 04 05
03
Pasal 68
Piutang Negara yang tidak memenuhi syarat diserahkan kepada PUPN karena Telah disampaikan
ada dan besarnya tidak pasti menurut hukum dengan jumlah sisa kewajiban
Rp8.000.000,00 sd. Rp50.000.000,00 sampai dengan per Penanggung Utang,
dapat diterbitkan PPNTO setelah dipenuhi syarat:
a surat penagihan
sesuai ketentuan

Kualitas piutang negara


telah macet b
Usia pencatatan
piutang negara lebih
Penanggung Utang tidak mempunyai kemampuan
untuk menyelesaikan utang yang dibuktikan c dari dan tidak
terdapat angsuran
dengan (boleh salah satu): atau terdapat
1) kartu keluarga miskin; angsuran kurang dari
2) putusan pailit; 10%
3) surat keterangan dari Lurah/Kepala d
Desa/Kepala Lingkungan/Instansi yang
berwenang yang menyatakan Penanggung Terdapat review dari
Utang tidak mempunyai kemampuan untuk aparat pengawas
menyelesaikan utang atau tidak diketahui internal pemerintah
tempat tinggalnya;
4) bukti penerimaan asuransi kesehatan bagi
e (APIP) kementerian
negara/lembaga bahwa
masyarakat miskin; dan/atau proses pengelolaan
5) bukti kunjungan penagihan oleh petugas unit piutang negara telah
di lingkungan Kementerian Negara/Lembaga dilakukan secara
Pasal 69 Telah disampaikan
Piutang Negara yang tidak memenuhi syarat diserahkan kepada PUPN dengan
sisa kewajiban Rp50.000.000,00 sampai dengan jumlah Rpl.000.000.000,00 per
Penanggung Utang, dapat diterbitkan surat PPNTO setelah dipenuhi syarat:
a surat penagihan
sesuai ketentuan

Kualitas piutang negara


telah macet b
usia pencatatan
Piutang Negara telah

Penanggung Utang tidak mempunyai kemampuan


c lebih dari 10 tahun
dan tidak terdapat
angsuran atau
untuk menyelesaikan utang yang dibuktikan dengan
terdapat angsuran
(boleh salah satu):
kurang dari 10%
1) kartu keluarga miskin;
2) putusan pailit; d
3) surat keterangan dari Lurah/Kepala
Desa/Kepala Lingkungan/Instansi yang Terdapat review dari
berwenang yang menyatakan Penanggung aparat pengawas
Utang tidak mempunyai kemampuan untuk internal pemerintah
menyelesaikan utang atau tidak diketahui e (APIP) kementerian
negara/lembaga bahwa
tempat tinggalnya;
4) bukti penerimaan asuransi kesehatan bagi proses pengelolaan
masyarakat miskin; dan/atau piutang negara telah
5) bukti kunjungan penagihan oleh petugas unit di dilakukan secara
Pasal 70 Telah disampaikan
Piutang Negara yang tidak memenuhi syarat diserahkan kepada PUPN dengan
sisa kewajiban lebih dari Rpl.000.000.000,00 per Penanggung Utang, dapat
diterbitkan surat pernyataan PPNTO setelah dipenuhi syarat
a surat penagihan
sesuai ketentuan

Kualitas piutang negara


telah macet b
Penanggung Utang tidak mempunyai kemampuan untuk
menyelesaikan utang yang dibuktikan dengan (boleh salah
usia pencatatan
satu):
1) kartu keluarga miskin; Piutang Negara telah
2) putusan pailit;
3) surat keterangan dari Lurah/Kepala Desa/Kepala c lebih dari 10 tahun
dan tidak terdapat
Lingkungan/Instansi yang berwenang yang angsuran atau
menyatakan Penanggung Utang tidak mempunyai
kemampuan untuk menyelesaikan utang atau tidak d terdapat angsuran
kurang dari 10%
diketahui tempat tinggalnya;
4) bukti penerimaan asuransi kesehatan bagi masyarakat
miskin; dan/atau
5) bukti kunjungan penagihan oleh petugas unit di telah dilakukan
lingkungan Kementerian Negara/Lembaga yang
mengelola Piutang Negara e kerjasama
penagihan dengan
melibatkan pihak
Terdapat review dari aparat ketiga sesuai
wilayah kerjanya
pengawas internal pemerintah (APIP)
kementerian negara/lembaga bahwa f
proses pengelolaan piutang negara
telah dilakukan secara optimal.
FLOW CHART PROSES PENGHAPUSAN
PIUTANG NEGARA
1. PSBDT Dibuat
oleh PUPN
2. Ditujukan
kepada
Penyerah
1. Ada dan Piutang
Besarnya
Pasti PMK
PMK
Menurut PUPN 240/2016 PSBDT 82/2019
Hukum
2. > Rp 8
juta
Piutang Macet Khusus piutang Penghapusan
TGR ada syarat Piutang Negara
tambahan = oleh Pejabat
Pemerintah rekomendasi BPK
Pusat
1. Ada dan
Besarnya Diselesaikan
Tidak Pasti PMK PMK
Menurut
Sendiri Oleh
163/2020
PPNTO 163/2020
Hukum K/L
Pengecualian: 2. ≤ Rp 8 juta
• Piutang Usulan
Perpajakan; 1. PPDTO dibuat penghapusan
• Piutang Uang oleh Pengelola Diajukan oleh
- Piutang Pemda?
Pengganti perkara Piutang Negara Menteri/Lembaga
tipikor;
- Piutang BLU?
2. Ditujukan kepada
• Piutang retribusi yg Menteri/Lembaga
daluwarsa
BAB X PMK 163/PMK.06/2020
REKONSILIASI DAN
PEMUTAKHIRAN DATA
TERIMA KASIH