Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH KGD RANCANGAN TUGAS 2

DITEKSI DINI SERANGAN STROKE DI MASYARAKAT

DENGAN METODE FAST

DISUSUN OLEH KELOMPOK 2


ERNA LEVIS
DINA FITRIANI
ILYANIS
KUSMIADI
MARNI BR GINTING
M. RIZQI ADI FITRA HRP
NUR HAYANI
RATNA SARI
RIKA BAZRI
RISKAYANI
SAROJA
SUCI KARVYTA

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

STIKes PAYUNG NEGERI

PEKANBARU

2021
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-NYA sehingga makalah ini dapat diselesaikan.

Segala daya upaya penulis curahkan dalam pembuatan makalah ini karena penulis
berharap makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Penulis menyadari dalam penyusunan
makalah ini penulis banyak mendapat bantuan, pengarahan, bimbingan secara moril maupun
materil dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak
yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.

Semoga semua pihak yang telah membantu mendapat imbalan pahala dari Allah
SWT. Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini
masih jauh kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran untuk
perbaikan dimasa yang akan datang.

Akhir kata semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi perkembangan
ilmu pengetahuan khususnya ilmu keperawatan.

Rokan Hilir, April 2021

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I.........................................................................................................................................4
PENDAHULUAN......................................................................................................................4
A. Latar Belakang Masalah..............................................................................................4
B. Tujuan..........................................................................................................................4
C. Manfaat Penelitian.......................................................................................................5
BAB II........................................................................................................................................6
TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................................................6
A. Pengertian Stroke.........................................................................................................6
B. Patofisiologi.................................................................................................................7
C. Etiologi........................................................................................................................8
D. Gejala stroke berdasarkan metode FAST....................................................................8
E. Faktor Risiko Stroke....................................................................................................9
F. Pencegahan Stroke.....................................................................................................10
BAB III.....................................................................................................................................12
PENUTUP................................................................................................................................12
A. Kesimpulan................................................................................................................12
B. Saran..........................................................................................................................12

DAFTAR PUSTA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Stroke adalah suatu sindrom klinis yang ditandai dengan hilangnya fungsi otak secara
akut dan dapat menimbulkan kematian (WHO), 2014). Stroke juga didefinisikan sebagai
kelainan fungsi otak yang timbul mendadak, disebabkan karena terjadi gangguan
peredaran darah otak dan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja (Musttaqin, 2008).
Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan menjadi penyebab ketiga kematian di
dunia setelah jantung dan kanker. Di dunia 15 juta orang menderita stroke setiap
tahunnya, di Amerika Serikat terjadi sekitar 780.000 stroke baru atau 3,4 per 100 ribu
penduduk, sedangkan di Singapura 55 per 100 ribu. Dari total jumlah penderita stroke di
Indonesia, sekitar 2,5 % atau 250 ribu orang meninggal dunia dan sisanya cacat ringan
maupun berat sehingga tahun 2020 diperkirakan 7,6 juta orang akan meninggal karena
stroke. Peningkatan angka stroke di Indonesia diperkirakan berkaitan dengan peningkatan
angka kejadian faktor resiko stroke. Faktor yang ditemukan beresiko terhadap stroke
adalah diabetes militus, gangguan kesehatan mental, hipertensi, merokok dan obesitas
abnormal. Stroke dibagi menjadi dua kategori yaitu stroke hemoragik dan stroke iskemik
atau stroke non hemoragik. Stroke hemoragik adalah stroke karena pecahnya pembuluh
darah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam
suatu daerah otak dan merusaknya (Pudiastuti, 2011). Stroke non hemoragik adalah suatu
gangguan peredaran darah otak akibat tersumbatnya pembuluh darah tanpa terjadi suatu
perdarahan, hampir sebagian besar pasien atau 83% mengalami stroke non hemoragik
(Wiwit, 2010).
Kesembuhan pasien stroke tergantung pada beberapa elemen yaitu jumlah dan lokasi
otak yang rusak, kesehatan umum pasien yang bersangkutan, sifat-sifat (personality) dan
kondisi emosional pasien. Demikian juga dukungan dari keluarga dan kawan-kawan serta
yang terpenting adalah pengobatan yang diterimanya (Pudiastuti, 2011).

B. Tujuan

1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran deteksi dini serangan struk dimasyarakat dengan metode
FAST
2. Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui cara deteksi dini struk dengan Facial drooping

b. Untuk mengetahui deteksi dini struk dengan Arm weakness

c. Untuk mengetahui deteksi dini struk dengan Speech difficulties

d. Untuk mengetahui deteksi dini struk dengan Time

C. Manfaat Penelitian

Makalah ini diharapkan dapat berguna untuk menambah ilmu pengetahuan atau teori
keperawatan tentang deteksi dini serangan stroke di masyarakat dengan metode FAST,
serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan kajian penelitian selanjutnya.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Stroke

Stroke adalah suatu sindrom klinis yang ditandai dengan hilangnya fungsi otak secara
akut dan dapat menimbulkan kematian (WHO), 2014). Stroke merupakan gangguan
fungsi otak yang timbul mendadak karena terjadinya gangguan peredaran darah otak yang
menimbulkan kehilangan fungsi neurologis secara cepat. Dampak dari penyakit stroke
diantaranya keterbatasan aktivitas (Pinzon & Asanti, 2010). Secara patologi stroke
dibedakan menjadi sebagai berikut :
1. Stroke Iskemik Sekitar 80% - 85% stroke adalah stroke iskemik, yang terjadi akibat
obstruksi atau bekuan di satu atau lebih arteri besar pada sirkulasi serebrum.
Klasifikasi stroke iskemik berdasarkan waktunya terdiri atas :
a. Transient Ischaemic Attack (TIA): defisit neurologis membaik dalam waktu
kurang dari 30 menit
b. Reversible Ischaemic Neurological Deficit (RIND): defisit neurologis membaik
kurang dari 1 minggu
c. Stroke In Evolution (SIE) / Progressing Stroke
d. Completed Stroke

Beberapa penyebab stroke iskemik meliputi :

a. Trombosis
Aterosklerosis (tersering) ; Vaskulitis: arteritis temporalis, poliarteritis nodosa;
Robeknya arteri: karotis, vertebralis 10 (spontan atau traumatik); Gangguan
darah: polisitemia, hemoglobinopati (penyakit sel sabit).
b. Embolisme Sumber di jantung: fibrilasi atrium (tersering), infark miokardium,
penyakit jantung rematik, penyakit katup jantung, katup prostetik, kardiomiopati
iskemik; Sumber tromboemboli aterosklerotik di arteri: bifurkasio karotis
komunis, arteri vertebralis distal; Keadaan hiperkoagulasi: kontrasepsi oral,
karsinoma.
c. Vasokonstriksi
d. Vasospasme serebrum setelah PSA (Perdarahan Subarakhnoid).
2. Stroke Hemoragik
Stroke hemoragik merupakan sekitar 15% - 20% dari semua stroke, dapat terjadi
apabila lesi vaskular intraserebrum mengalami ruptur sehingga terjadi perdarahan ke
dalam ruang subarakhnoid atau langsung ke dalam jaringan otak. Beberapa penyebab
perdarahan intraserebrum: perdarahan intraserebrum hipertensif; perdarahan
subarakhnoid (PSA) pada ruptura aneurisma sakular (Berry), ruptura malformasi
arteriovena 11 (MAV), trauma, penyalahgunaan kokain, amfetamin, perdarahan
akibat tumor otak, infark hemoragik, penyakit perdarahan sistemik termasuk terapi
antikoagulan (Price & Wilson, 2012).

B. Patofisiologi

Oksigen sangat penting untuk otak, jika terjadi hipoksia seperti yang terjadi pada stroke,
di otak akan mengalami perubahan metabolik, kematian sel dan kerusakan permanen
(AHA, 2015). Pembuluh darah yang paling sering terkena adalah arteri serebral dan arteri
karotis interna yang ada di leher (Guyton & Hall, 2014). Adanya gangguan pada
peredaran darah otak dapat mengakibatkan cedera pada otak melalui beberapa
mekanisme, yaitu
1. Penebalan dinding pembuluh darah (arteri serebral) yang menimbulkan penyembitan
sehingga aliran darah tidak adekuat yang selanjutnya akan terjadi iskemik.
2. Pecahnya dinding pembuluh darah yang menyebabkan hemoragik.
3. Pembesaran satu atau sekelompok pembuluh darah yang menekan jaringan otak.
4. Edema serebral yang merupakan pengumpulan cairan pada ruang interstitial jaringan
otak (Smeltzer & Bare, 2013).

Penyempitan pembuluh darah otak mula-mula menyebabkan perubahan pada aliran


darah dan setelah terjadi stenosis cukup hebat dan melampaui batas krisis terjadi
pengurangan darah secara drastis dan cepat. Obtruksi suatu pembuluh darah arteri di otak
akan menimbulkan reduksi suatu area dimana jaringan otak normal sekitarnya masih
mempunyai peredaran darah yang baik berusaha membantu suplai darah melalui jalur-
jalur anastomosis yang ada. Perubahan yang terjadi pada kortek akibat oklusi pembuluh
darah awalnya adalah gelapnya warna darah vena, penurunan kecepatan aliran darah dan
dilatasi arteri dan arteriola (AHA, 2015).
C. Etiologi

Menurut Smeltzer dan Bare (2013) stroke biasanya diakibatkan oleh salah satu dari empat
kejadian dibawah ini, yaitu :
1. Trombosis yaitu bekuan darah di dalam pembuluh darah otak atau leher.
Arteriosklerosis serebral adalah penyebab utama trombosis, yang merupakan
penyebab paling umum dari stroke. Secara umum, trombosis tidak terjadi secara tiba-
tiba, dan kehilangan bicara sementara, hemiplegia, atau paresthesia pada setengah
tubuh dapat mendahului paralisis berat pada beberapa jam atau hari.
2. Embolisme serebral yaitu bekuan darah atau material lain yang dibawa ke otak dari
bagian tubuh yang lain. Embolus biasanya menyumbat arteri serebral tengah atau
cabangcabangnya yang merusak sirkulasi serebral (Valante dkk, 2015).
3. Iskemia yaitu penurunan aliran darah ke area otak. Iskemia terutama karena konstriksi
atheroma pada arteri yang menyuplai darah ke otak (Valante dkk, 2015).
4. Hemoragi serebral yaitu pecahnya pembuluh darah serebral dengan perdarahan ke
dalam jaringan otak atau ruang sekitar otak. Pasien dengan perdarahan dan hemoragi
mengalami penurunan nyata pada tingkat kesadaran dan dapat menjadi stupor atau
tidak responsif. Akibat dari keempat kejadian di atas maka terjadi penghentian suplai
darah ke otak, yang menyebabkan kehilangan sementara atau permanen fungsi otak
dalam gerakan, berfikir, memori, bicara, atau sensasi.

D. Gejala stroke berdasarkan metode FAST

Salah satu cara untuk mendeteksi dini gejala gejala atau tanda stroke yang tiba-tiba pada
seseorang ialah melalui metode FAST. Berikut ini ialah penjelasan mengenai metode
FAST seperti diungkapkan dokter sekaligus medical executive dari PT Kalbe Farma Tbk,
Brandon Haskel Lie.

1. Facial drooping (wajah terkulai)

Gejala ini terlihat melalui wajah yang tertarik ke satu sisi atau ke bawah dan sulit
untuk digerakkan. Wajah terlihat “terjatuh” pada satu bagian dan penderita akan
kesulitan untuk minum dari cangkir.

2. Arm weakness (lengan menjadi lemah)


Gejala ini terlihat ketika seseorang mengalami kesulitan untuk menggerakan lengan
tangannya. Anda bisa melakukan tes mengangkat kedua tangan, amati apakah tangan
jatuh atau tidak terangkat secara sempurna.

3. Speech difficulties (kesulitan dalam berbicara)

Kesulitan berbicara adalah salah satu ciri Anda terserang stroke. Penderita akan
berbicara dengan tidak jelas dan cenderung sulit dipahami.

4. Time (waktu)

Jika ketiga gejala di atas sudah ditunjukkan, maka waktu untuk mendapatkan bantuan
medis sangat dibutuhkan. Semakin cepat pertolongan didapat, maka semakin banyak
sel-sel otak yang bisa diselamatkan.

Selain mengamati melalui metode FAST, masih ada gejala lain dari stroke, seperti
tiba-tiba ngantuk berat/kehilangan kesadaran/pingsan, pusing berputar, rasa
baal/kesemutan separuh badan, serta gangguan penglihatan tiba-tiba pada satu atau
dua mata.

E. Faktor Risiko Stroke

Faktor risiko stroke dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:


1. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi
Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi merupakan faktor yang berupa
karakteristik atau sifat pada seseorang yang dapat meningkatkan kemungkinan
berkembangnya suatu penyakit tertentu. Faktor risiko stroke yang tidak dapat
dimodifikasi yaitu faktor yang berupa karakteristik atau sifat pasien yang tidak dapat
diubah. Contoh dari faktor ini yaitu usia, jenis kelamin, dan faktor genetik (Goldstein
dkk, 2010).
2. Faktor yang dapat dimodifikasi Faktor yang dapat dimodifikasi terdiri dari tingkatan
pertama dan kedua.
a. Tingkat pertama faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi, diurutkan dari
tingkat banyaknya kejadian yaitu hipertensi, diabetes mellitus, merokok, fibrilasi
atrium dan disfungsi ventrikel kiri.
b. Tingkatan kedua yaitu terdiri dari kolesterol, hiperlipidemia, asimtomatik karotid
stenosis, sickle cell disease, terapi hormon esterogen, diet, obesitas, alkohol,
migrain, dan hiperkoagulasi. Kebanyakan dari faktor risiko yang tingkatan kedua
ini, memiliki hubungan dengan pengembangan faktor risiko tingkat pertama,
misalnya obesitas merupakan faktor risiko untuk terjadinya hipertensi dan
diabetes (Goldstein dkk, 2010).

Faktor risiko yang umumnya menyebabkan stroke yaitu tekanan darah tinggi
(hipertensi). Tekanan darah tidak boleh melebihi 140/90 mmHg. Tekanan darah yang
tinggi akan menyebabkan tingginya tekanan di dinding arteri sehingga bisa
menyebabkan bocornya arteri otak, bahkan ruptur pada arteri otak yang akan
mengakibatkan terjadinya stroke hemoragik. Tekanan darah tinggi juga bisa
menyebabkan stroke iskemik yang dikarenakan oleh adanya atherosclerosis (Silva
dkk, 2014).

F. Pencegahan Stroke

Cara mencegah stroke yang utama adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat.
Selain itu, kenali dan hindari faktor risiko yang ada, serta ikuti anjuran dokter. Berbagai
tindakan pencegahan stroke, antara lain:

1. Menjaga pola makan. 


Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dan berlemak dapat meningkatkan
jumlah kolesterol dalam darah dan risiko menimbulkan hipertensi yang dapat
memicu terjadinya stroke. Hindari konsumsi garam yang berlebihan. Konsumsi
garam yang ideal adalah sebanyak 6 gram atau satu sendok teh per hari. Makanan
yang disarankan adalah makanan yang kaya akan lemak tidak jenuh, protein, vitamin,
dan serat. Seluruh nutrisi tersebut bisa diperoleh dari sayur, buah, biji-bijian utuh,
dan daging rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit.
2. Olahraga secara teratur. 
Olahraga secara teratur dapat membuat jantung dan sistem peredaran darah bekerja
lebih efisien. Olahraga juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan menjaga berat
badan serta tekanan darah pada tingkat yang sehat.
3. Berhenti merokok. 
Perokok berisiko dua kali lipat lebih tinggi terkena stroke, karena rokok dapat
mempersempit pembuluh darah dan membuat darah mudah menggumpal. Tidak
merokok berarti juga mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti
penyakit paru-paru dan jantung.
4. Hindari konsumsi minuman beralkohol. 
Minuman keras mengandung kalori tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan,
seseorang rentan terhadap berbagai penyakit pemicu stroke, seperti diabetes dan
hipertensi. Konsumsi minuman beralkohol berlebihan juga dapat membuat detak
jantung menjadi tidak teratur.
5. Hindari penggunaan NAPZA.
Beberapa jenis NAPZA dapat menyebabkan penyempitan arteri dan mengurangi
aliran darah.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Stroke adalah suatu sindrom klinis yang ditandai dengan hilangnya fungsi otak secara
akut dan dapat menimbulkan kematian. Salah satu cara mendeteksi stroke yaitu dengan
menggunakan metode FAST yaitu dimana F : Face drooping (wajah tampak terkulai), A
= arm weakness (kelemahan lengan), S = speech difficulty (kesulitan berbicara), T = time
(saatnya memanggil bantuan)

B. Saran

Makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan untuk menambah wawasan pengetahuan tentang struk
dan cara mendeteksi dini struke dengan metode FAST.
DAFTAR PUSTAKA

DOI: https://doi.org/10.35790/ecl.4.1.2016.11015

Indira Rezkisari. (2017). Deteksi Dini Stroke dengan FAST. https://republika.co.id/berita/gaya-


hidup/info-sehat/17/01/29/okinmq328-deteksi-dini-stroke-dengan-fast

Price Sylvia A, Wilson Lorraine M. (2012.) Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses


Penyakit. Jakarta: EGC;

Silva, dkk. (2014). hubungan tingkat pengetahuan pasien hipertensi dengan upaya
pencegahan stroke di puskesmas silian kecamatan silian raya kabupaten minahasa
tenggara provinsi sulawesi utara. skripsi thesis, universitas katolik de la salle.