Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (CUCI TANGAN) DI WILAYAH


KERJA PUSKESMAS SUNGAI TABUK II DESA PAKU ALAM RT.03
KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR

Disusun Oleh :

Kelompok 3

Andini Arianti,S.Kep 11194692110093

Devi Cahyana,S.Kep 11194692110095

Haniah,S.Kep 11194692110102

Irfani Fikri,S.Kep 11194692110104

Muhammad Jamaludin,S.Kep 11194692110109

Ni Kadek Dwi Eva Lestari,S.Kep 11194692110110

Normaliyanti,S.Kep 11194692110115

Sylvi Wulandari,S.Kep 11194692110134

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS KESEHATAN

UNIVERSITAS SARI MULIA

BANJARMASIN

2021
HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul :"Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Cuci tangan)”


2. Ketua
a. Nama : M. Riduansyah, S.Kep., Ns., M.Kep
b. Nik : 1166072017105
c. Jabatan/Gol : Dosen Universitas Sari Mulia
d. Program Studi : Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners
e. Perguruan Tinggi : Universitas Sari Mulia
f. Bidang Keahlian : Keperawatan
g. Alamat Institusi : Jln. Pramuka No. 2 Banjarmasin
3. Anggota Tim Pengusul
a. Jumlah Anggota : 8 orang
b. Nama anggota l : Andini Arianti, S.Kep
c. Nama anggota ll : Devi Cahyana, S.Kep
d. Nama anggota III : Haniah, S.Kep
e. Nama anggota IV : Irfani Fikri, S.Kep
f. Nama anggota V : Muhammad Jamaludin, S. Kep
g. Nama anggota VI : Ni Kadek Dwi Eva Lestari, S. Kep
h. Nama anggota VII : Normaliyanti, S. Kep
i. Nama anggota VIII : Sylvi Wulandari, S. Kep
4. Lokasi Kegiatan : Madrasah Ibtidaiyah (MI)

Banjarmasin, 01 November 2021

Menyetujui,

Ketua Program Profesi Ners Ketua


Universitas Sari Mulia

Mohammad Bait, S.Kep., Ns., MM M. Riduansyah, S.Kep., Ns., M.Kep


NIK. 1166102012053 NIK.1166072017105
Ketua LPPM
Universitas Sari Mulia

KATA PENGANTAR

Dini Rahmayani, S.Kep., Ns., MPH


NIK.1166122004007

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
laporan hasil penyuluhan kesehatan di wilayah binaan Desa Paku Alam RT 03
Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Kami sangat berharap anak-anak
dapat mengetahui, memahami, dan mempraktikkan tentang perilaku hidup bersih
dan sehat (cuci tangan). Dalam menyelesaikan Laporan Hasil Penyuluhan
kesehatan di wilayah binaan Desa Paku Alam RT 03 Kecamatan Sungai Tabuk
Kabupaten Banjar.

Kami banyak mendapat bantuan, bimbingan dan motivasi dari berbagai pihak,
maka dengan penuh kerendahan hati, kami mengucapkan terima kasih kepada

1. Bapak Mohammad Basit, S.Kep.,Ns MM selaku Ketua Program Studi lmu


Keperawatan dan Profesi Ners STIKES Sari Mulia Banjarmasin.
2. Kepala Puskesmas Sungai Tabuk 2 Yang telah memberikan izin kepada kami
untuk berpraktik di wilayah binaan Puskesmas Sungai Tabuk 2
3. Bapak Angga Irawan, S.Kep.,Ns.,M.Kep selaku koordinator stase komunitas.
4. M. Riduansyah, S.Kep., Ns., M.Kep Selaku Pembimbing Akademik.
5. H.Jamhuri Yanur Rahim,S.Kep.,Ns Selaku pembimbing lahan dari Puskesmas
Sungai Tabuk 2
6. Ketua RT.03 yang sudah menerima dan menyambut kami dengan baik di
Desa Paku Alam RT 03 Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.
7. Kepala Sekolah Madrasah Ibtidayah di wilayah binaan Desa Paku Alam RT 03
Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar
8. Warga desa binaan Simpang Layang yang sudah menerima dan mau
berkerjasama dengan kami.
Semoga hasil penyuluhan ini memiliki manfaat untuk kita semuanya.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi
perbaikan di masa depan.

Banjarmasin, November 2021

Kelompok 3

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN...................................................................................ii
KATA PENGANTAR...........................................................................................iii
DAFTAR ISI.........................................................................................................iv
RINGKASAN........................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
A. Latar Belakang............................................................................................1
BAB II TARGET DAN LUARAN...........................................................................3
A. TARGET........................................................................................................3
B. LUARAN.......................................................................................................3
BAB III METODE PELAKSANAAN.....................................................................4
A. KEGIATAN...................................................................................................4
B. WAKTU DAN TEMPAT...............................................................................4
C. METODE DAN MEDIA................................................................................4
D. KEPANITIAAN.............................................................................................4
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN.........................................................5
BAB V PEMBAHASAN........................................................................................6
BAB VI PENUTUP...............................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................8
LAMPIRAN-LAMPIRAN

iv
RINGKASAN

Tujuan dilaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan anak-


anak dapat mengerti/memahami apa pentingnya cuci tangan, perilaku cuci
tangan, menanamkan kesadaran sejak dini akan pentingnya cuci tangan pada
anak-anak di Madrasah Ibtidayah (MI) di Desa Paku Alam dan meningkatkan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Madrasah Ibtidayah (MI) di Desa Paku Alam,
Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anak-anak tentang
bahaya tidak mencuci tangan, serta menunjukkan kepada anak-anak Madrasah
Ibtidayah tentang kepedulian dosen dan mahasiswa Profesi Ners Stikes Sari
Mulia, karena pada anak usia dini sering menyantap makanan tanpa mencuci
tangan terlebih dahulu, sehingga dipandang perlu untuk memberikan penyuluhan
tentang cuci tangan.

Metode pelaksanaan yaitu penyuluhan cuci tangan dengan metode


demonstrasi dan praktik langsung menggunakan musik. Kegiatan dilakukan di
Wilayah binaan RT 03 Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten
Banjar.

v
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi selain Pendidikan


dan penelitian adalah kegiatan Pengabdian dan Pelayanan kepada
Masyarakat,hal ini berdasarkan pada pasal 20 UU No.20 Tahun
2003 tentang system Pendidikan Nasional (UU Diknas) dan
berdasarkan pasal 24 UU Diknas yang menyatakan bahwa adanya
otonomi oleh Perguruan Tingi untuk mengelola sendiri lembaganya
sebagai pusat penyelenggaraan Pendidikan tinggi,penelitian ilmiah
dan pengabdian kepada masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi
itu sendiri merupakan tiga sumber utama pendapatan institusi.
Indonesia sebagai Negara berkembang selalu berupaya
melakukan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,karena
pemerintah memiliki kewajiban terhadap kesejahteraan masyarakat
salah satunya melalui peningkatan kesehatan. Contoh upaya
peningkatan derajat kesehatan adalah pemberian sosialisasi
tentang pentingnya kesehatan lingkungan.
Kesehatan Lingkungan menurut Peraturan Pemerintah
nomor 66 tahun 2014 adalah upaya pencegahan penyakit atau
gangguan kesehatan dari faktor risiko lingkungan untuk
mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat dari aspek fisik, kimia,
biologi maupun sosial yang diselenggarakan melalui upaya
penyehatan, pengamanan dan pengendalian faktor risiko
lingkungan (Lembaran Negara, 2014)
PHBS salah satu komponen penting dalam pembangunan
kesehatan yang diperlukan adanya kesadaran, kemampuan, dan
kemauan hidup sehat dari setiap penduduk sehingga dapat
terwujudnya derajat kesehatan secara optimal (Aminah & Saini,
2018).

1
Upaya untuk menciptakan dan melestarikan perilaku hidup
yang berorientasi pada kebersihan dan kesehatan di masyarakat,
agar masyarakat dapat mandiri mencegah dan menanggulangi
masalah kesehatan yang dihadapi disebut sebagai pembinaan
PHBS. Pembinaan PHBS dapat dilakukan dalam bentuk program
PHBS, program PHBS sebagai bentuk perwujudan pemberian
pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi yang kondusif
bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku agar dapat
menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga,
memelihara, dan meningkatkan kesehatan (Pratiwi, Gani, & Istiaji,
2015).
Program PHBS yang masih kurang dilakukan masyarakat
diantaranya pemenuhan gizi terkait dengan penimbangan balita
setiap bulannya, memberantas jentik nyamuk sampai perilaku
keluarga yang sering merokok didalam rumah. Hal tersebut dapat
menyebabkan penyakit diare, demam berdarah, infeksi saluran
pernafasan akut dan penyakit jantung koroner. Terjadinya penyakit
tersebut disebabkan karena lingkungan yang buruk dan PHBS
dalam rumah tangga yang tidak sehat (Pratiwi, 2012).

2
BAB II

TARGET DAN LUARAN

A. TARGET
Target yang ingin dicapai melalui kegiatan pengabdian
masyarakat ini adalah sebagai berikut.
1. Setelah dilakukan penyuluhan tentang perilaku hidup besih dan
sehat ( PHBS) di Desa Paku Alam RT 03 melalui pemasangan
poster masyarakat dapat mengetahui pentingnya menerapkan
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat di Desa Paku Alam RT 03.
2. Menujukkan kepada masyarakat sekitar di Desa Paku Alam RT
03 tentang kepedulian mahasiswa/i Universitas Sari Mulia
dengan pemberian Pendidikan Kesehatan kepada masyarakat
melalui poster.

B. LUARAN
Luaran yang diharapkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat
ini adalah sebagai berikut
1. Menambah pengetahuan dalam memahami pentingnya
kebersihan lingkungan sekitar di Desa Paku Alam RT 03.
2. Masyarakat mengetahui langkah pencegahan penyebaran
penyakit di sekitaran wilayah Desa Paku Alam RT 03.
3. Bahan Ajar.

3
BAB III

METODE PELAKSANAAN

A. KEGIATAN
Kegiatan yang dilakukan berupa pengabdian kepada masyarakat
mengenai penyuluhan kesehatan di wilayah Desa Paku Alam RT
03 Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar

B. WAKTU DAN TEMPAT


Hari/ Tanggal : Rabu, 17 November 2021
Jam :
Tempat Kegiatan : Desa Paku Alam RT 3 Madrasah Ibtidayah
(MI)

C. METODE DAN MEDIA


Metode : Ceramah dan Tanya Jawab
Media : Lembar Balik dan Pengerasan suara

D. KEPANITIAAN
Terlampir

4
BAB IV

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

1. Anggaran Biaya
No Barang Harga Total

1 Poster 9xRp.2000 Rp.18.000

Jumlah Total Biaya Rp.18.000

2. Jadwal Kegiatan
Jenis Kegiatan Tahun 2021
Bulan NOvember

15 16 17 18 19 20

Penyusunan
Proposal

Penyuluhan

Penulisan Hasil
Laporan

Pengumpulan

5
BAB V

PEMBAHASAN

Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat terutama anak-


anak berupa kegiatan yang dilakukan selama 30 menit. Rincian berupa
persiapan, penyuluhan, dan kegiatan di lingkungan wilayah kerja
puskesmas Sungai Tabuk 2 Desa Paku Alam. Kegiatan mahasiswa
berupa penyuluhan cuci tangan dengan sabun di Madrasah Ibtidaiyah
(MI) Paku Alam, dimulai sejak pukul 08.30 WITA Peserta yang hadir akan
mengikuti penyuluhan dapat mengetahui, memahami dan mengerti, teknik
mencuci tangan dengan benar.
Tahap pertama persiapan yaitu mahasiswa menyiapkan, poster,
LCD, Laptop, pengeras suara, tahap kedua mahasiswa memberikan
materi penyuluhan dan mendemonstrasikan cara cuci tangan dengan
benar kepada peserta penyuluhan di di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Paku
Alam, tahap ketiga kegiatan yang dilakukan adalah peserta dipersilahkan
untuk bertanya mengenai topik penyuluhan, dan tahap keempat yang
dilakukan adalah memberi pertanyaan kepada peserta penyuluhan
mengenai topik yang diberikan dan memberikan hadiah pada peserta
yang bisa menjawab pertanyaan.
Kegiatan ini sangat membantu dalam menambah pengetahuan
siswa/i di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Paku Alam, sehingga dapat
memahami dan mengerti pentingnya, cuci tangan dengan benar.
Kegiatan ini disambut antusias dari pihak sekolah baik dari siswa/i
maupun guru dan pengelola sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Paku
Alam. Mereka sangat senang dengan adanya kegiatan penyuluhan yang
dilakukan ini. Para peserta penyuluhan terlihat memperhatikan dengan
baik sehingga para penyuluh sangat senang dengan kegiatan yang telah
dilakukan ketika kita mampu memberikan manfaat bagi sesama sungguh

6
merupakan kebahagiaan bagi kita. Kami berharap kegiatan ini dapat
selalu dilakukan agar manfaat yang diberikan akan lebih baik lagi.

7
BAB VI

PENUTUP

Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang akan


dasanakan diharapkan berjalan dengan lancar dan sasaran mampu
nemahami tentang PHBS (cuci tangan bersih). Dalam proses penyuluhan
terjad interaksi antara penyuluhan dengan peserta atau sasaran.
Demikian laporan pengadian masyarakat ini dibuat sebagaimana
mestinya semoga dapat nemberikan gambaran kegiatan pelayanan
keperawatan distage komunitas yang ian dilaksanakan oleh mahasiswa
Universitas Sari Mulia sebagai aplikasi Tri Dhama Perguruan Tinggi.
Besar harapan kami untuk perhatian, partisipasi dan eediaan piak-pihak
terkait dalam membantu kegiatan kami

8
DAFTAR PUSTAKA

Depkes. 2018. Informasi Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan


Lingkungan. Jakarta: Depkes RI.

Ekasari, dkk. 2018. Keperawatan komunitas Upaya Memandirikan Masyarakat


Untuk Hidup Sehat. Jakarta: Trans Info Media

Notoadmojo, S. 2017. Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku. Jakarta: Rineka


Cipta

Syaifuddin Azwar. 2017. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya . Yogyakarta:


Pustaka

Taufiq, M., Nyorong, M., dan Riskiyani, S. 2017. Gambaran Perilaku Hidup
Bersih Dan Sehat (PHBS) Masyarakat Di Kelurahan Parangloe Kecamatan
Tamalanrea Kota Makassar. Makasar : Universitas Hasanudin Makasar

9
10
Lampiran 1
SUSUNAN KEPANITIAAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PENYULUHAN KESEATAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH


DAN SEHAT (CUCI TANGAN) DI DESA PAKU ALAM RT 03
KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR
PROGRAM STUDI PROFESI NERS UNIVERSITAS
SARI MULIA BANJARMASIN

PELINDUNG : Puskesmas Sungai Tabuk II

Desa Paku Alam

Universitas Sari Mulia

PENASEHAT : M. Riduansyah, S. kep., Ns., M. Kep

H. Jamhuri Yanur Rahim, S. Kep., Ns

KETUA : Irfani Fikri, S. Kep

SEKRETARIS : Normaliyanti, S. Kep

BENDAHARA : Sylvi Wulandari, S. Kep

1. Penyaji : Haniah, S. Kep

2. Moderator : Muhammad Jamaludin, S. Kep

3. Fasilitor : Andini Arianti, S. Kep

4. Observer : Semua Anggota

5. Dokumentasi : Devi Cahyana, S. Kep

6. Notulen : Ni Kadek Dwi Eva Lestari, S. Kep


Lampiran 2
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Pokok Bahasan : Perilaku Hidup Bersih dan sehat


Sub Pokok Bahasan : Cuci Tangan Bersih
Hari/tanggal : Rabu, 17 November 2021
Waktu : 30 Menit (pukul 08:30 s.d Selesai)
Tempat : Madrasah Ibtidaiyah (MI) Paku Alam
Pukul Pelaksanaan : 08:30 s.d Selesai

A. Latar Belakang
Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi selain Pendidikan dan
penelitian adalah kegiatan Pengabdian dan Pelayanan kepada
Masyarakat,hal ini berdasarkan pada pasal 20 UU No.20 Tahun 2003
tentang system Pendidikan Nasional (UU Diknas) dan berdasarkan
pasal 24 UU Diknas yang menyatakan bahwa adanya otonomi oleh
Perguruan Tingi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat
penyelenggaraan Pendidikan tinggi,penelitian ilmiah dan pengabdian
kepada masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi itu sendiri
merupakan tiga sumber utama pendapatan institusi.
Indonesia sebagai Negara berkembang selalu berupaya
melakukan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,karena
pemerintah memiliki kewajiban terhadap kesejahteraan masyarakat
salah satunya melalui peningkatan kesehatan. Contoh upaya
peningkatan derajat kesehatan adalah pemberian sosialisasi tentang
pentingnya kesehatan lingkungan.
Kesehatan Lingkungan menurut Peraturan Pemerintah nomor 66
tahun 2014 adalah upaya pencegahan penyakit atau gangguan
kesehatan dari faktor risiko lingkungan untuk mewujudkan kualitas
lingkungan yang sehat dari aspek fisik, kimia, biologi maupun sosial
yang diselenggarakan melalui upaya penyehatan, pengamanan dan
pengendalian faktor risiko lingkungan (Lembaran Negara, 2014)
PHBS salah satu komponen penting dalam pembangunan
kesehatan yang diperlukan adanya kesadaran, kemampuan, dan
kemauan hidup sehat dari setiap penduduk sehingga dapat
terwujudnya derajat kesehatan secara optimal (Aminah & Saini, 2018).
Upaya untuk menciptakan dan melestarikan perilaku hidup yang
berorientasi pada kebersihan dan kesehatan di masyarakat, agar
masyarakat dapat mandiri mencegah dan menanggulangi masalah
kesehatan yang dihadapi disebut sebagai pembinaan PHBS.
Pembinaan PHBS dapat dilakukan dalam bentuk program PHBS,
program PHBS sebagai bentuk perwujudan pemberian pengalaman
belajar atau menciptakan suatu kondisi yang kondusif bagi
perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap dan perilaku agar dapat menerapkan cara-cara
hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara, dan meningkatkan
kesehatan (Pratiwi, Gani, & Istiaji, 2015).
Program PHBS yang masih kurang dilakukan masyarakat
diantaranya pemenuhan gizi terkait dengan penimbangan balita setiap
bulannya, memberantas jentik nyamuk sampai perilaku keluarga yang
sering merokok didalam rumah. Hal tersebut dapat menyebabkan
penyakit diare, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan akut dan
penyakit jantung koroner. Terjadinya penyakit tersebut disebabkan
karena lingkungan yang buruk dan PHBS dalam rumah tangga yang
tidak sehat (Pratiwi, 2012).

B. Tujuan
1. Umum
Setelah poster dibagikan kepada warga saat penyuluhan wilayah
Desa Paku Alam RT 03, diharapkan masyarakat mampu
memahami dan mengerti tentang perilaku hidup bersih dan sehat.
2. Khusus
Setelah diberikan poster kepada warga wilayah Desa Paku
Alam RT 03 diharapkan masyarakat dapat :
1. Menerapkan langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit.

C. Sasaran
Masyarakat, anak Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Paku
Alam RT 03

D. Materi
Terlampir

E. Metode
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Praktik langsung Menggunakan Musik
4. Poster

F. Media dan Alat


1. Poster
2. LCD
3. Laptop
4. Proyektor
5. Pengeras Suara

G. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta

1. 5 menit Pembukaan:
1. Member salam 1. Menjawab salam
2. Menjelaskan tujuan 2. Mendengarkan
penyuluhan dan
3. Menyebutkan materi atau memperhatikan
pokok
2. 45 Pelaksanaa Menyimak dan
menit Menjelaskan materi penyuluhan memperhatikan.
secara menyeluruh dan teratur
Materi:
1. Pengertian Perilaku
Hidup bersih Dan Sehat.
2. Perilaku Hidup Bersih
Dan Sehat Di Masyarakat
3. Apa manfaat Masyarakat
ber PHBS ?
3. 1 jam 8 Evaluasi Merespon dan bertanya
mnt 1. Memberikan kesempatan
kepada warga untuk
bertanya

4. 2 menit Penutup Menjawab salam


Mengakhiri penyuluhan,
mengucapkan terimakasih dan
salam

H. Setting Tempat
Keterangan :

1. Penyaji : Haniah
Tugas : Menyampaikan materi
2. Moderator : Muhammad Jamaludin
Tugas : Membuka acara, memandu jalannya acara
sampai selesai dan menyampaikan tujuan
3. Fasilitator : Andini Arianti
Tugas : Memfasilitasi jalannya acara
4. Dokumentasi : Devi Cahyana
Tugas : Mendokumentasikan kegiatan dari awal sampai
akhir
5. Notulen : Ni Kadek Dwi Eva Lestari
Tugas : Mencatat hasil kegiatan
6. Konsumsi : Irfani Fikri
Normaliyanti
Sylvi wulandari

I. Evaluasi Hasil
Proses pelaksanaan kegiatan Pemberian Informasi PHBS undangan yang
hadir 90 % Warga dapat mengetahui maksud dan tujuan PHBS serta
terbentuknya Pokjakes Penandatangan MOU dengan kepala pokjakes,
perwakilan Puskesmas Sungai Tabuk Il, perwakilan Kelurahan Paku Alam
dan Mahasiswa Praktik.

Lampiran 3 MATERI
1. Latar Belakang
Kesehatan Lingkungan menurut Peraturan Pemerintah nomor 66 tahun
2014 adalah upaya pencegahan penyakit atau gangguan kesehatan dari
faktor risiko lingkungan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat dari
aspek fisik, kimia, biologi maupun sosial yang diselenggarakan melalui upaya
penyehatan, pengamanan dan pengendalian faktor risiko lingkungan
(Lembaran Negara, 2014).
PHBS salah satu komponen penting dalam pembangunan kesehatan
yang diperlukan adanya kesadaran, kemampuan, dan kemauan hidup sehat
dari setiap penduduk sehingga dapat terwujudnya derajat kesehatan secara
optimal (Aminah & Saini, 2018).
Upaya untuk menciptakan dan melestarikan perilaku hidup yang
berorientasi pada kebersihan dan kesehatan di masyarakat, agar masyarakat
dapat mandiri mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan yang
dihadapi disebut sebagai pembinaan PHBS. Pembinaan PHBS dapat
dilakukan dalam bentuk program PHBS, program PHBS sebagai bentuk
perwujudan pemberian pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi
yang kondusif bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku agar dapat menerapkan cara-
cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara, dan meningkatkan
kesehatan (Pratiwi, Gani, & Istiaji, 2015).
2. Pengertian
Perilaku sehat adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk
memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari
ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan
Masyarakat ( Depkes RI, 2011).
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sebagai wujud
operasional promosi kesehatan merupakan dalam upaya mengajak,
mendorong kemandirian masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat
(Ekasari, 2015).
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah program khusus dari pemerintah
Indonesia. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat
Indonesia secara keseluruhan. Dengan program ini, diharapkan setiap
individu menjadi sadar kesehatan dan mampu menjalankan perilaku bersih
dan sehat dalam kehidupan sehari-hari (Personal Hygiene). (Nurwita Utami,
2020).
3. Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan PHBS rumah tangga sebagai berikut :
a. Tujuan
Tujuan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat sebagai berikut. (Ekasari
2015).
1. Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan kesehatan.
2. Masyarakat mampu mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan
yang di hadapinya.
3. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada untuk
penyembuhan penyakit dan peningkatan kesehatannya.
4. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber
Masyarakat untuk pencapaian PHBS di rumah tangga, seperti
peyelenggaraan posyandu, jaminan pemeliharaan kesehatan.
b. Manfaat
Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai berikut (Ekasari
2015).
1. Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.
2. Anak tumbuh sehat dan cerdas
3. Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat
4. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat dialihkan untuk pemenuhan gizi
keluarga, biaya Pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan
keluarga.
4. 10 Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga

1) Pengertian Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat


PHBS adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota
keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan
dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat.
2) Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Masyarkat
Perilaku hidup bersih dan sehat bertujuan memberikan pengalaman
belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, kelompok, keluarga,
dengan membuka jalur komunikasi, informasi, dan edukasi untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap, serta perilaku sehingga masyarakat sadar,
mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui
PHBS diharapkan masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalah
sendiri dan dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga,
memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Notoadmodjo S, 2020).
Indikator masyarakat Ber-PHBS adalah yang melakukan 10 PHBS di
masyarakat yaitu :
1. Persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan.
Adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan, dokter, dan
tenaga para medis lainnya). Mengapa setiap persalinan harus ditolong oleh
tenaga kesehatan?
Tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu
persalinan, sehingga keselamatan ibid an bayi lebih terjamin. Apabila terdapat
kelainan dapat diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke puskesmas atau
rumah sakit. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan
perlatan yang aman,bersih, dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi
dan bahaya kesehatan lainnya.
2. Memberi bayi asi ekslusif.
Adalah bayi usia 0-6 hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan
makanan atau minuman lain. ASI adalah makanan alamiah berupa cairan
dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi,
sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. Air Susu ibu pertama
berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum), sangat baik untuk
bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit
Apa manfaat memberikan ASI?
Bagi ibu:
a. Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi.
b. Mengurangi pendarahan setelah persalinan.
c. Mampercepat pemulihan kesehatan ibu.
d. Menunda kehamilan berikutnya.
e. Mengurangi resiko terkena kanker payudara.
Bagi bayi:
a. Bayi lebih sehat, lincah dan tidak cengeng.
b. Bayi tidak sering sakit.
Bagi keluarga:
a. Praktis dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian susu formula
dan perlengkapannya.
b. Tidak perlu waktu dan tenaga untuk menyediakan susu formula misalnya
merebus air dan perlengkapannya.
3. Menimbang balita setiap bulan.
a. Mengapa balita perlu di timbang setiap bulan?
Penimbangan balita di maksudkan untuk memantau pertumbuhannya
setiap bulan.
b. Kapan dan di mana penimbangan balita di lakukan?
Penimbangan balita di lakukan setiap bulan mulai dari umur 1 tahun
sampai 5 tahun diposyandu.
c. Bagaimana mengetahui pertumbuhan dan perkembangan balita?
Setelah balita ditimbang di buku KIA (kesehatan ibu dan anak) atau kartu
menuju sehat (KMS) maka akan terlihat berat badannya naik atau tidak
naik (lihat perkembangannya)
4. Menggunakan air bersih.
Mengapa kita harus menggunakan air bersih? Air adalah kebutuhan dasar
yang dipergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, berkumur,
membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian, dan
sebagainya, Agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar sakit.
Apa syarat-syarat air bersih itu? Air bersih secara fisik dapat dibedakan
melalui indra kita, antara lain (dapat dilihat, dirasa, dicium, dan diraba):
a. Air harus berwarna bening/jernih.
b. Air tidak keruh, harus bebas dari pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan
kotoran lainnya.
c. Air tidak berasa, tidak berasa asin, tidak berasa asam, tidak payau, dan
tidak pahit harus bebas dari bahan kimia beracun.
d. Air tidak berbau seperti bau amis, anyir, busuk atau belerang.
Apa manfaat menggunakan air bersih?
a. Terhindar dari gangguan penyakit seperti Diare, Kolera, Disentri, Thypus,
Kecacingan, penyakit mata, penyakit kulit atau keracunan.
b. Setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya.
Di mana dapat memperoleh sumber air bersih?
a. Mata air
b. Air sumur atau air sumur pompa
c. Air ledeng atau perusahaan air minum
d. Air hujan
e. Air dalam kemasan
Mengapa air bersih harus dimasak mendidih bila ingin diminum?
Meski terlihat bersih, air belum tentu bebas kuman penyakit. kuman penyakit
dalam air mati pada suhu 100 derajat C (saat mendidih).
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.
Mengapa harus mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun?
Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab
penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan,
kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan
penyakit. Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena
tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.
Kapan saja harus mencuci tangan?
a. Setiap kali tangan kita kotor (setelah; memegang uang, memegang
binatang, berkebun, dll).
b. Setelah buang air besar
c. Setelah menceboki bayi atau anak
d. Sebelum makan dan menyuapi anak
e. Sebelum memegang makanan
f. Sebelum menyusui bayi
Apa manfaat mencuci tangan?
a. Membunuh kuman penyakit yang ada ditangan
b. Mencegah penularan penyakit seperti Diare, Kolera Disentri, Typus,
kecacingan, penyakit kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Flu
burung atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
c. Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.
Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?
a. Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun.
b. Bersihkan telapak, pergelangan tangan, sela-sela jari dan punggung
tangan.
c. Setelah itu keringkan dengan lap bersih.
6. Menggunakan jamban sehat.
Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran
manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher
angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air
untuk membersihkannya.
Siapa yang diharapkan menggunakan jamban?
Setiap anggota rumah tangga harus menggunakan jamban untuk buang air
besar/buang air kecil.
Mengapa harus menggunakan jamban?
a. Menjaga lingkungan bersih, sehat, dan tidak berbau.
b. Tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya.
c. Tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi
penular penyakit Diare, Kolera Disentri,Typus, kecacingan, penyakit
saluran pencernaan, penyakit kulit, dan keracunan.
Apa saja syarat jamban sehat?
a. Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum
dengan lubang penampungan minimal 10 meter)
b. berbau.
c. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
d. Tidak mencemari tanah sekitarnya.
e. mudah dibersihkan dan aman digunakan.
f. Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
g. Penerangan dan ventilasi yang cukup.
h. Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
i. Tersedia air, sabun, dan alat pembersih.
Bagaimana cara memelihara jamban sehat?
a. Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
b. Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan
bersih.
c. Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
d. Tidak ada serangga,(kecoa,lalat,) dan tikus yang berkeliaran.
e. Tersedia alat pembersih (sabun, sikat, dan air bersih).
f. Bila ada kerusakan, segera perbaiki.
7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu.
Apa itu rumah bebas jentik?
Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan
pemeriksaan jentik secara berkala tidak terdapat jentik nyamuk.
Apa itu pemeriksaan jentik berkala (PJB)?
Adalah pemeriksaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk (tempat-
tempat penampungan air) yang ada didalam rumah seperti bak mandi/WC,
vas bunga, tatakan kulkas, dll dan diluar rumah seperti talang air, alas pot
kembang, ketiak daun, lubang pohon, pagar bambu, dll yang dilakukan secara
teratur sekali dalam seminggu.
Siapa yang melakukan Pemeriksaan Jentik Berkala?
a. Anggota rumah tangga
b. Kader
c. Juru pemantau jentik (Jumatik)
d. Tenga pemeriksa jentik lainnya.
e. Apa yang pelu dilakukan agar Rumah Bebas Jentik?
Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara :
a. 3 M plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus Menghindari gigitan
nyamuk).
b. PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik, dan kepompong
nyamuk penular berbagai penyakit seperti Demam Berdarah Dengue,
Chikungunya, Malaria, Filariasis (kaki gajah) di tempat-tempat
perkembangannya.
3M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN yaitu:
a. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak
mandi, tatakan kulkas, tatakan pot kembang dan tempat air minum burung.
b. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak control,
lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
c. Mengubur ataumenyingkirkan barang-barang bekas yang dapat
menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang
dibuang sembarangan (bekas botol/gelas akua, plastik kresek, dll).
Plus Menghindari gigitan nyamuk, yaitu:
a. Menggunakan kelambu ketika tidur.
b. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, misalnya obat
nyamuk ; bakar, semprot, oles/usap ke kulit, dll.
c. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian didalam kamar.
d. Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai
e. Memperbaiki saluran talang air yang rusak
f. Menaburkan larvasida (bubuk pembunuh jentik) di tempat-tempat yang
sulit dikuras misalnya di talang air atau di daerah sulit air.
g. Memilihara ikan pemakan jentik di kolam/bak penampung air, misalnya
ikan cupang, ikan nila, dll.
h. Menanam tumbuhan pengusir nyamuk misalnya,
Zodia,Lavender,Rosemerry, dll
Apa manfaat Rumah Bebas Jentik?
a. Populasi nyamuk menjadi terkendali sehingga penularan penyakit dengan
perantara nyamuk dapat dicegah atau dikurangi.
b. Kemungkinan terhindar dari berbagai penyakit semakin besar seperti
Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Cikungunya atau kaki gajah.
c. Lingkungan rumah menjadi bersih dan sehat.
8. Makan buah dan sayur setiap hari.
Siapa yang diharapkan makan sayur dan buah?
Setiap anggota rumah tangga mengkonsunsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi
sayuran atau sebaliknya setiap hari.
Mengapa kita harus makan sayuran dan buah?
Makan sayur dan buah setiap hari sangat penting, karena:
a. Mengandung vitamin dan mineral, yang mengatur pertumbuhan dan
pemeliharaan tubuh.
b. Mengandung serat yang tinggi. Serat adalah makanan yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan yang sangat berfungsi untuk memelihara usus. Serata
tidak dapat dicerna oleh pencernaan sehingga serat tidak menghasilkan
tenaga dan dibuang melalui tinja. Serat tidak untuk mengenyangkan tetapi
dapat menunda pengosongan lambung sehingga orang menjadi tidak cepat
lapar.
Manfaat mengkonsumsi buah dan sayur ?
a. Mencegah Diabetes .
b. Melancarkan buang air besar.
c. Menurunkan berat badan.
d. Membantu proses pembersihan racun (detoksifikasi)
e. Mencegah kanker
f. Memperindah kulit, rambut dan kuku.
g. Membantu mengatasi Anemia (kurang darah)
h. Membantu perkembangan bakteri yang baik dalam usus.
9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari.
Aktifitas fisik bisa berupa :
a. Olahraga
b. Jalan santai
c. Maraton
10. Tidak merokok di dalam rumah.
Karena didalam rokok terdapat zat-zat kimia yang berbahaya bagi tubuh, seperti
Tar dan Nicotin. Sehingga jika terhirup dapat menimbulakan kanker dan penyakit
lainnya.
Apa manfaat Rumah Tangga Ber-PHBS?
Bagi Rumah Tangga :
a. Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.
b. Anak tumbuh sehat dan cerdas.
c. Anggota keluarga giat bekerja.
d. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi
keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan
keluarga.
Bagi Masyarakat:
a. Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat.
b. Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah –masalah
kesehatan.
c. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
d. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber
Masyarakat (UKBM) seperti Posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban,
ambulans desa dan lain-lain.
Lampiran 4
Hasil Kegiatan

1. Evaluasi Kegiatan
a. Menyiapkan pre planning
b. Kontrak waktu dengan anak-anak Madrasah Ibtidaiyah (MI)
c. Menyiapkan media (Poster dan musik)
2. Evaluasi proses
a. Anak-anak MI menyambut kedatangan sesuai kontrak yang disepakat
b. Anak-anak MI memperhatikan terhadap materi yang disampaikan
c. Anak-anak MI aktif bersama-sama mempraktikan cara cuci tangan yang
benar
3. Evaluasi hasil
a. Anak-anak mampu menyebutkan langkah-langkah cuci tangan yang benar
b. Anak-anak mampu menyebutkan 5 moment cuci tangan
c. Anak-anak mampu mempraktikan cara cuci tangan yang benar
Lampiran 5
Lampiran 6.
Daftar Hadir Panitia
Lampiran 7
Daftar Hadir Peserta
Lampiran 8
FOTO KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PHBS (PHBS) DI
MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) DESA PAKU ALAM RT.03 KECAMATAN
SUNGI TABUK KABUPATEN BANJAR
HARI RABU, 17 NOVEMBER 2021