Anda di halaman 1dari 28

A Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2008

NO Surat Keputusan Nilai Keterangan


1 Surat Pemberitahuan
2 SKPKB 1,000,000,000 Dilunasi seluruhnya
3 WP Setuju 200,000,000
4 Diajukan Keberatan 800,000,000
5 Keputusan Keberatan 600,000,000
6 Keputusan Banding 150,000,000

1 Proses Keberatan
Terjadi Kelebihan Pembayaran Pajak Rp 400,000,000 (Rp 1,000,000,000 - Rp 600,000,000)
Diberikan Imbalan Bunga ?
2 Proses Banding
Terjadi Kelebihan Pembayaran Pajak Rp 400,000,000 (Rp 1,000,000,000 - Rp 600,000,000)
Diberikan Imbalan Bunga ?
Tidak diberikan IB
A Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2008

NO Surat Keputusan Nilai Keterangan


1 Surat Pemberitahuan
2 SKPKB 1,000,000,000 Dilunasi seluruhnya
3 WP Setuju 1,000,000,000
4 Diajukan Keberatan 1,000,000,000
5 Keputusan Keberatan 600,000,000
6 Keputusan Banding 150,000,000

1 Proses Keberatan
Terjadi Kelebihan Pembayaran Pajak Rp 400,000,000 (Rp 1,000,000,000 - Rp 600,000,000)
Diberikan Imbalan Bunga ?
2 Proses Banding
Terjadi Kelebihan Pembayaran Pajak Rp 400,000,000 (Rp 1,000,000,000 - Rp 600,000,000)
Diberikan Imbalan Bunga ?
Tidak diberikan IB
A Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2008

NO Surat Keputusan Nilai Keterangan


1 Surat Pemberitahuan
2 SKPKB 1,000,000,000 Dilunasi seluruhnya
3 WP Setuju 1,000,000,000
4 Diajukan Keberatan 1,000,000,000
5 Keputusan Keberatan 1,000,000,000 Menolak
6 Keputusan Banding 700,000,000 Kabul Sebagian

Proses Banding
Terjadi Kelebihan Pembayaran Pajak Rp 300,000,000 (Rp 1,000,000,000 - Rp 700,000,000)
Diberikan Imbalan Bunga ?
Tidak diberikan IB
A Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2012 LB Rp 2,500,000,000

NO Surat Keputusan Nilai Keterangan


1 Surat Pemberitahuan (2,500,000,000)
2 SKPKB 1,000,000,000
3 WP Setuju 250,000,000 Dilunasi
4 Diajukan Keberatan 750,000,000
5 Keputusan Keberatan 1,000,000,000 Menolak
6 Keputusan Banding (1,250,000,000) Kabul Sebagian

Proses Banding
Jumlah kelebihan Rp 1,500,000,000 (Rp 1,250,000,000 + Rp 250,000,000)
Diberikan Imbalan Bunga ?
Atas pembayaran sebesar Rp 250,000,000 tidak diberikan Imbalan Bunga karena WP Setuju
Atas pembayaran sebesar Rp 1,250,000,000 diberikan Imbalan Bunga
IB Diberikan sejak penerbitan SKPKB/SKPKN sd diterbitkan Surat Kep Keberatan/Put Banding/Put PK
anding/Put PK
A Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2012 LB Rp 2,500,000,000

NO Surat Keputusan Nilai Keterangan


1 Surat Pemberitahuan (2,500,000,000)
2 SKPKB 1,000,000,000
3 WP Setuju -
4 Diajukan Keberatan 1,000,000,000
5 Keputusan Keberatan (1,500,000,000) Kabul sebagian

Proses Banding
Jumlah kelebihan Rp 1,500,000,000 sesuai Surat kep Keberatan
Diberikan Imbalan Bunga ?
Atas pembayaran sebesar Rp 1,500,000,000 diberikan Imbalan Bunga :
2% perbulan maksimal 24 bulan dari jumlah kelebihan yg tercantum SK Keberatan/Put Banding/PK
dari Tgl penerbitan Surat Ketetapan Pajak sd tanggal penerbitan Put Keberatan
t Banding/PK
A Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2012 LB Rp 2,500,000,000

NO Surat Keputusan Nilai Keterangan


1 Surat Pemberitahuan (2,500,000,000)
2 SKPKB 1,000,000,000 Dilunasi seluruhnya
3 WP Setuju -
4 Diajukan Keberatan 1,000,000,000
5 Keputusan Keberatan (1,250,000,000) Kabul sebagian

Proses Banding
Jumlah kelebihan Rp 2,250,000,000 ( Rp 1,250,000,000 + Rp 1,000,000,000)
Diberikan Imbalan Bunga ?
Atas pembayaran sebesar Rp 1,250,000,000 diberikan Imbalan Bunga :
2% perbulan maksimal 24 bulan dari jumlah kelebihan yg tercantum SK Keberatan/Put Banding/PK
dari Tgl penerbitan Surat Ketetapan Pajak sd tanggal penerbitan Put Keberatan
t Banding/PK
A Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2012 LB Rp 2,500,000,000

NO Surat Keputusan Nilai Keterangan


1 Surat Pemberitahuan (2,500,000,000)
2 SKPKB 1,000,000,000
3 WP Setuju -
4 Diajukan Keberatan 1,000,000,000
5 Keputusan Keberatan 1,000,000,000 Menolak
6 Banding (1,500,000,000)

Proses Banding
Jumlah kelebihan Rp 1,500,000,000
Diberikan Imbalan Bunga ?
Atas pembayaran sebesar Rp 1,500,000,000 diberikan Imbalan Bunga :
2% perbulan maksimal 24 bulan dari jumlah kelebihan yg tercantum SK Keberatan/Put Banding/PK
dari Tgl penerbitan Surat Ketetapan Pajak sd tanggal penerbitan Put Banding
t Banding/PK
A Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2012 LB Rp 2,500,000,000

NO Surat Keputusan Nilai Keterangan


1 Surat Pemberitahuan (2,500,000,000)
2 SKPN -
3 WP tidak Setuju seluruhnya -
4 Diajukan Keberatan -
5 Keputusan Keberatan - Menolak
6 Banding (1,250,000,000)

Proses Banding
Jumlah kelebihan Rp 1,250,000,000
Diberikan Imbalan Bunga ?
Atas pembayaran sebesar Rp 1,250,000,000 diberikan Imbalan Bunga :
2% perbulan maksimal 24 bulan dari jumlah kelebihan yg tercantum SK Keberatan/Put Banding/PK
dari Tgl penerbitan Surat Ketetapan Pajak sd tanggal penerbitan Put Banding
Apabila Surat Pemberitahuan tidak disampaikan dalam jangka waktu sebagaimana
dalam Pasal 3 ayat (3) atau batas waktu perpanjangan penyampaian Surat Pemb
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (4), dikenai sanksi administrasi beru
sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) untuk Surat Pemberitahuan Mas
Pertambahan Nilai, Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) untuk Surat Pemberitahu
lainnya, dan sebesar Rp1.000.000,00 (satu Juta rupiah) untuk Surat Pemberitahua
Pajak Penghasilan Wajib Pajak badan serta sebesar Rp100.000.00 (seratus ribu ru
Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak orang priba
Tuan Ali menyampaikan SPT Tahunan PPh untuk tahun pajak 2011 pada tanggal 31
Maret 2012. SPT Tuan Ali tersebut menyatakan kurang bayar Rp10.000.000,00.
Kemudian pada bulan September 2012, Tuan Ali baru menyadari bahwa terdapat
penghasilan yang belum dilaporkannya. Tuan Ali kemudian menyusun ulang SPT
Tahunannya. Ternyata posisi seharusnya SPT Tuan Ali adalah kurang bayar
Rp15.000.000,00. Artinya Tuan Ali masih harus membayar sisanya Rp5.000.000,00.

Setelah membayar PPh Pasal 29 sisanya sebesar Rp5.000.000,00 di bank pada tanggal
24 September 2012, Tuan Ali melaporkan SPT Tahunan PPh Pembetulan untuk tahun
pajak 2011 pada tanggal 25 September 2012.

1 Pokok Pajak yang dibayar Tgl 24-09-2012 5,000,000


2 Sanksi Ps. 8 ayat (2) :
2% x 6 bulan x Rp 5,000,000 600,000
( 1 April 2012 - 24 Sept 2012 = 5 bulan 24 hari)

Dalam hal Wajib Pajak membetulkan sendiri Surat Pemberitahuan Tahunan yang
mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, kepadanya dikenai sanksi
administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan atas jumlah pajak yang
kurang dibayar, dihitung sejak saat penyampaian Surat Pemberitahuan berakhir
sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu)
bulan
Pembayaran atau penyetoran pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
yang dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran
pajak, dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per
bulan yang dihitung dari tanggal jatuh tempo pembayaran sampai dengan
tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.

CONTOH SOAL :
1
PT A melakukan kewajiban penyetoran PPh Pasal 21 bulan April 2014 sebesar
Rp20.500.000,- yang disetorkan pada tanggal 12 Mei 2014. Apakah PT A dikenakan
sanksi atas penyetoran pajak tersebut? 
Catatan : Tgl 10 Mei 2014 adalah hari sabtu

Jawaban:

Tanggal jatuh tempo penyetoran PPh Pasal 21 adalah tanggal 10 bulan berikutnya,
akan tetapi karena pada tanggal 10 mei 2014 jatuh pada hari sabtu, maka jatuh
tempo penyetoran bergesar menjadi tanggal 12 Mei 2014. Jika dilihat pada contoh
kasus, PT A melakukan penyetoran PPh Pasal 21 tepat pada tanggal jatuh tempo
sehingga tidak dikenakan sanksi bunga.

2
PT B melakukan kewajiban penyetoran PPh Pasal 25 bulan April 2014 sebesar
Rp45.000.000,- yang disetorkan pada tanggal 20 Juli 2014. Apakah PT B dikenakan
sanksi atas penyetoran pajak tersebut? 

Jawaban: Tanggal jatuh tempo penyetoran PPh Pasal 25 adalah tanggal 15 bulan
berikutnya. Jika dilihat pada contoh kasus, PT B melakukan penyetoran PPh Pasal 25
melebihi batas ketentuan, yaitu melewati tanggal 15 sehingga PT B dikenakan sanksi
bunga sebesar 2%. Keterlambatan satu hari ini dibulatkan ke atas menjadi satu bulan
sehingga sanksi administrasi berupa bunga adalah: 2% x 3 bulan x Rp45.000.000,- =
Rp2,700.000,-

(3 bulan = 16 Mei 2014 - 20 Juli 2014)


9 bulan x 2% x Rp 30,000,00

Sanksi kenaikan tidak ada ?

9 bulan x % x Rp 20,000,000
dari bulan Feb-Nov= 9 bulan
Jumlah pajak dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf b, huruf c, dan huruf d ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan
sebesar
a. 50% (lima puluh persen) dari Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dibayar
dalam satu Tahun Pajak;
b. 100% (seratus persen) dari Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dipotong,
tidak atau kurang dipungut, tidak atau kurang disetor, dan dipotong atau dipungut
tetapi tidak atau kurang disetor; atau
c. 100% (seratus persen) dari Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak
Penjualan Atas Barang Mewah yang tidak atau kurang dibayar.

Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf e ditambah dengan sanksi
administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan paling lama 24 (dua puluh
empat) bulan, dihitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian
Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai dengan diterbitkannya Surat Ketetapan Pajak Kurang
Bayar.
9 bulan x 2% x Rp 30,000,000

Sanksi kenaikan tidak ada ?

9 bulan x % x Rp 20,000,000
dari bulan Feb-Nov= 9 bulan
Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang
Bayar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf e ditambah
dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan
paling lama 24 (dua puluh empat) bulan, dihitung sejak saat terutangnya
pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak
sampai dengan diterbitkannya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar

Contoh Soal :
PT Java Triangle Solutions adalah PKP yang sudah dikukuhkan pada tanggal 15 Januari
1995. Administrasi perpajakannya diketahui sbb :
SPT Tahunan Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak 2010 tidak dilaporkan

Wajib Pajak juga tidak melakukan pembukuan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 28 dan 29
Terhadap Wajib Pajak ini dilakukan pemeriksaan dan menghasilkan Kurang Bayar sebesar Rp
200.000.000,00. SKPKB diterbitkan 20 Februari 2012
Terhadap kasus tersebut dapat diterbitkan SKPKB beserta sanksinya :

SKPKB
Pokok Pajak kurang dibayar Rp200,000,000
Sanksi Pasal 13 ayat (3) 100% Rp200,000,000
Sanksi Pasal 13 ayat (2) : (10 bulan X 2%) Rp   40.000.000
Pajak yang harus dibayar Rp440,000,000

mei 2011 - febr 2012


PASAL 19 ayat (1) :

Apabila Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
Tambahan, serta Surat Keputusan Pembetulan, Surat Keputusan Keberatan, Putusan
Banding atau Putusan Peninjauan Kembali, yang menyebabkan jumlah pajak yang
masih harus dibayar bertambah, pada saat jatuh tempo pelunasan tidak atau kurang
dibayar, atas jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar itu dikenai sanksi
administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan untuk seluruh masa,
yang dihitung dari tanggal jatuh tempo sampai dengan tanggal pelunasan atau tanggal
diterbitkannya Surat Tagihan Pajak, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu)
bulan.
Contoh Soal :

Jumlah pajak yang masih harus dibayar berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar sebesar
Rp10.000.000,00 yang diterbitkan tanggal 7 Oktober 2008, dengan batas akhir pelunasan tanggal 6
November 2008. Jumlah pembayaran sampai dengan tanggal 6 November 2008 Rp6.000.000,00.
Pada tanggal 1 Januari 2009 diterbitkan Surat Tagihan Pajak dengan perhitungan sebagai berikut:

Pajak Penghasilan Yg Masih Harus Dibayar 10,000,000


Dibayar Tgl 6 Nov 2008 6,000,000
kurang Bayar 4,000,000
ditagih dg STP :
Pokok Pajak 4,000,000
Bunga : 2 bulan x 2% x Rp 4,000,000 160,000
4,160,000
2.
SKPKB terbit Tanggal 7 Oktober 2008 senilai Rp 10,000,000
Dibayar Tanggal 1 Januari 2009 sebesar Rp 10,000,000
Diterbitkan STP:

Sanksi Bunga Administrasi :


2 bulan x 2% x Rp 10,000,000 400,000

(7 nov 2008 - 1 Jan 2009 )


k Kurang Bayar
atan, Putusan
pajak yang
k atau kurang
anksi
luruh masa,
an atau tanggal
nuh 1 (satu)

ng Bayar sebesar
elunasan tanggal 6
Rp6.000.000,00.
sebagai berikut:
Pasal 19 (2) :
Dalam hal Wajib Pajak diperbolehkan mengangsur atau menunda
pembayaran pajak juga dikenai sanksi administrasi berupa bunga
sebesar 2% (dua persen) per bulan dari jumlah pajak yang masih harus
dibayar dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.

CONTOH SOAL :

Wajib Pajak menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar sebesar Rp 1.120.000.00 yang
diterbitkan pada tanggal 2 Januari 2009 dengan batas akhir pelunasan tanggal 1 Februari 2009.
Wajib  Pajak tersebut diperbolehkan  untuk mengangsur pembayaran pajak dalam jangka waktu 5
(lima) bulan dengan jumlah yang tetap sebesar Rp 224.000,00. Dibayar setiap tanggal 1 dimulai
tanggal 1 Maret 2009. Sanksi administrasi berupa bunga untuk setiap angsuran dihitung sebagai
berikut:

Sanksi Bunga Angsuran :


angsuran ke-1 : 2% x Rp1.120.000.00 = Rp 22.400,00.                                   Soal 3 1,120,000 Outstanding
angsuran ke-2 : 2% x Rp   896.000.00 = Rp 17.920,00. 1-Mar 2% 224,000 896,000
angsuran ke-3 : 2% x Rp   672.000,00 = Rp 13.440,00. 1-Apr 2% 224,000 672,000
angsuran ke-4 : 2% x Rp   448.000.00 = Rp   8.960.00. 1-May 2% 224,000 448,000
angsuran ke-5 : 2% x Rp   224.000,00 = Rp   4.480,00. 1-Jun 2% 224,000 224,000
1-Jul 2% 224,000 -
Soal 2 3 x 2% x Rp 10,000,000 ###
Soal 3 100,500,000 Outstanding Bunga 1,120,000
1 2% 12,562,500 100,500,000 ###
2 2% 12,562,500 87,937,500 ###
3 2% 12,562,500 75,375,000 ###
4 2% 12,562,500 62,812,500 ###
5 2% 12,562,500 50,250,000 ###
6 2% 12,562,500 37,687,500 ###
7 2% 12,562,500 25,125,000 ###
8 2% 12,562,500 12,562,500 ###
100,500,000 ###

Soal 4 Terbit SKPLB Rp 250,000,000


Bunga
22,400
17,920
13,440
8,960
4,480

67,200
Soal 1
Soal 2
Soal 3 3 x 2% x Rp 10,000,000 600,000
Soal 4 100,500,000 Outstanding Bunga
1 2% 12,562,500 100,500,000 2,010,000
2 2% 12,562,500 87,937,500 1,758,750
3 2% 12,562,500 75,375,000 1,507,500
4 2% 12,562,500 62,812,500 1,256,250
5 2% 12,562,500 50,250,000 1,005,000
6 2% 12,562,500 37,687,500 753,750
7 2% 12,562,500 25,125,000 502,500
8 2% 12,562,500 12,562,500 251,250
100,500,000 9,045,000

Soal 4 : Terbit SKPLB Rp 250,000,000


Dalam hal keberatan Wajib Pajak ditolak atau dikabulkan sebagian, Wajib Pajak
dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar 50% (lima puluh persen) dari
jumlah pajak berdasarkan keputusan keberatan dikurangi dengan pajak yang
telah dibayar sebelum mengajukan keberatan.

SKPKB hasil pemeriksaan = Rp100.000.000,00


Setuju Hasil Pemeriksaan = Rp 30.000.000,00
Harus Dilunasi Sebelum Mengajukan Keberatan = Rp 30.000.000,00

Keputusan Keberatan, SKPKB menjadi = Rp 80.000.000,00


Pajak Kurang Dibayar (80.000.000 - 30.000.000) = Rp 50.000.000,00
Sanksi Denda (50% X Rp50.000.000) = Rp 25.000.000,00
Harus Dilunasi jika Tidak Mengajukan Banding = Rp 75.000.000,00
Dalam hal permohonan banding ditolak atau dikabulkan sebagian, Wajib Pajak dikenai sanksi
administrasi berupa denda sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pajak berdasarkan
Putusan Banding dikurangi dengan pembayaran pajak yang telah dibayar sebelum
mengajukan keberatan.

SKPKB hasil pemeriksaan = Rp100.000.000,00


Setuju Hasil Pemeriksaan = Rp30.000.000,00
Keputusan Keberatan = Rp 80.000.000,00

Mengajukan Banding (Tidak ada keharusan membayar sejumlah yang tidak disetujui (Ps.27 (5a)
Putusan Banding, SKPKB menjadi = Rp 65.000.000,00
Pajak Kurang Dibayar (65.000.000 - 30.000.000) = Rp 35.000.000,00
Sanksi Denda (100% X Rp35.000.000) = Rp 35.000.000,00
Harus Dilunasi = Rp 70.000.000,00
ajib Pajak dikenai sanksi
h pajak berdasarkan
ayar sebelum

etujui (Ps.27 (5a)


skp tgl 05/01/2011
Pokok 100,500,000
masa angsuran : 10 bulan 10,050,000
pembayaran setiap tgl 5, mulai 5 febr 2011

Soal 3 100,500,000 Outstanding Bunga


1 2% 10,050,000 90,450,000 2,010,000
2 2% 10,050,000 80,400,000 1,809,000
3 2% 10,050,000 70,350,000 1,608,000
4 2% 10,050,000 60,300,000 1,407,000
5 2% 10,050,000 50,250,000 1,206,000
6 2% 10,050,000 40,200,000 1,005,000
7 2% 10,050,000 30,150,000 804,000
8 2% 10,050,000 20,100,000 603,000
9 2% 10,050,000 10,050,000 402,000
10 2% 10,050,000 - 201,000
100,500,000 11,055,000 111,555,000