Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS PELAYANAN TOKO SEMBAKO DI PASAR RAYA

SOLOK TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DALAM ETIKA


BISNIS

PROPOSAL

RAHMI FAUZIAH

Bp : 1901061042

Kls IIIC

METODE PENELITIAN

JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA

PRODI ADMINISTRASI BISNIS

POLITEKNIK NEGERI PADANG


DAFTAR ISI
BAB.I..............................................................................................................................

PENDAHULUAN..........................................................................................................

A. Latar Belakang Masalah


B. RumusanMasalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Metode Pengumpulan Data
F. Teknik Analisis Data
G. Teknik Pengumpulan Data
H. Teknik Sampling
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Persaingan usaha di bidang perdagangan barang (retail) dewasa ini semakin ketat. Hal
ini dikarenakan terlalu banyak pelaku usaha yang menjalankan bisnis pada bidang yang sama.
Kondisi ini didukung oleh adanya faktor permintaan pasar yang semakin besar dan peluang
bisnis yang memang menjanjikan. Kebutuhan akan ketersediaan barang-barang sembako
semakin meningkat seiring dengan jumlah penjualan sembako yang ada di masyarakat yang
selalu meningkat setiap tahunnya.

Pelayanan adalah suatu proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain
secara langsung, pelayanan merupakan kunci keberhasilan dalam berbagai usaha atau
kegiatan yang bersifat jasa. Peranannya akan lebih besar dan bersifat menentukan manakala
dalam kegiatan-kegiatan jasa di masyarakat itu terdapat kompetisi dalam usaha untuk
merebut pasaran atau langganan.

Pelayanan memiliki tugas utama yang sangat penting bagi setiap pemilik toko
sembako, yang saat ini menjadi sebuah bisnis yang produktif dalam mencari sebuah
keuntungan dengan banyaknya usaha toko sembako dimana-mana sehingga terjadi
persaingan antar toko sembako penyedia barang untuk dapat memenuhi kebutuhan
konsumen, dimana para pemilik usaha toko sembako berupaya untuk memberikan pelayanan
yang berhubungan dengan perilaku konsumen secara maksimal, karena tujuan dari suatu
bisnis usaha toko sembako adalah untuk menciptakan hubungan yang baik pada pelanggan
dan hasil pelayanan akan dinikmati oleh pelanggan.

Perilaku konsumen adalah tindakan langsung terlibat dalam pemerolehan,


pengonsumsian, dan penghabisan produk/jasa, termasuk proses yang mendahului dan
menyusul tindakan ini. Perilaku konsumen dapat diartikan juga sebagai:

• Disiplin ilmu yang mempelajari perilaku individual, kelompok, atau organisasi dan
proses-proses yang digunakan konsumen untuk meyeleksi, mengggunakan produk,
pelayanan, pengalaman (ide) untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen,
dan dampak dari proses-proses tersebut pada konsumen dan masyarakat.
• Tindakan yang dilakukan konsumen guna mencapai dan memenuhi kebutuhannya
baik dalam penggunaan, pengonsumsian, ataupun penghabisan barang atau jasa
termasuk proses keputusan yang didahului dan yang menyusul.
• Tindakan atau perilaku yang dilakukan konsumen yang dimulai dengan merasakan
adanya kebutuhan dan keinginan, kemudian berusaha mendapatkan produk yang
diinginkan, mengkonsumsi produk tersebut, dan berakhir dengan tindakan-tindakan
pascapembelian, yaitu perasaan puas atau tidak puas .
Aktifitas ekonomi dan bisnis selalu memiliki relasi dengan etika dan karena itu pula
bisnis tidak di lepaskan dari nilai sosial dan budaya masyarakat dimana etika itu dipraktikkan.
Sebagimana halnya aspek-aspek lain dalam kehidupan manusia yang melibatkan etika,
ekonomi dan bisnispun selalu diakitkan dengan etika sehingga muncullah apa yang disebut
dengan etika dalam bisnis dan bisnis yang etis. Jumlah konsumen/pelanggan sangat besar
pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup di dunia perdagangan barang sembako, karena
bagi pedagang toko sembako, pelanggan merupakan sumber pemasukan. Semakin banyak
pelanggan, maka semakin besar pemasukan yang dapat diraih pedagang sembako, sebaliknya
semakin sedikit pelanggan, maka semakin sedikit pula pemasukan yang dapat diraih oleh
pedagang sembako.
Pelanggan akan membandingkan layanan yang diberikan dengan layanan yang
mereka harapkan. Jika pelanggan merasa puas, maka pelanggan akan kembali menggunakan
jasa dan menjadi pelanggannya yang setia serta akan menceritakan pengalamannya tersebut
kepada orang lain, sehingga pedagang sembako akan mendapatkan keuntungan dari kondisi
itu, yaitu mendapatkan pelanggan tetap serta sekaligus membantu promosi. Sebaliknya jika
pelanggan merasa tidak puas, maka pelanggan tersebut juga akan menceritakan
pengalamannya yang mengecewakan tersebut kepada orang lain, sehingga akan
memperburuk citra dan eksistensi yang akan berakibat menurunnya jumlah pembelian di toko
sembako di pasar raya solok
.
Pasar tradisional yang berada di pasar raya solok merupakan pasar yang paling
diminati pedagang dan penjual,karena proses transaksi ssetiap hari dilakukan, banyaknya
toko besar yang juga menyediakan sembako pasar tradisional ini masih menjadi tujuan utama
para ibu-ibu rumah tangga untuk belanja kebutuhan hidup sehari-hari bahkan kebutuhan
jangka panjang. Terdapat kurang lebih 50 toko sembako yang ada di pasar raya solok.

.
Peneliti menggunakan Purposive sampling karena banyaknya jumlah konsumen atau
subjek yang ada sehingga pengambilan subjek tidak perlu semua atau sebagian besar
pemusatan dijadikan informasi. total pedagang sembako di pasar raya solok tersebut
berjumlah 30 lebih toko sembako temasuk eceran, peneliti mengambil sampel 4 pemilik toko
sembako di pasar sekampung, serta 4 konsumen dan 2 karyawan.

Praktik penjualan yang ada di pasar raya solok, menunjukkan beberapa gejala. Oleh
karena itu, peneliti melakukan wawancara pertama dengan salah seorang konsumen yang
sering berbelanja disalah satu toko yang berada di pasar Sekampung yaittu toko milik Ibu N,
beliau memaparkan bahwa di toko tersebut merupakan toko sembako besar yang
menyediakan sembako yang dibutuhkan konsumen dengan memperkerjakan banyak
karyawan, namun justru membuat para konsumen merasa tidak puas dengan pelayanan yang
diberikan. Pelayanan yang diberikan oleh karyawan yang ada di toko sembako tersebut
kurang ramah terhadap pembeli ataupun konsumen, sehingga tidak memberi rasa nyaman
terhadap pembeli yang belanja ditoko tersebut. Akan tetapi, walaupun pelayanan kurang baik
konsumen tetap membeli barang kebutuhan pokok di toko ibu N karena di toko tersebut
menyediakan discount jika barang kebutuhan pokok yang dibeli banyak
Peneliti melakukan wawancara kedua dengan seorang konsumen yang belanja di toko
ibu M, beliau mengatakan bahwa toko sembako tersebut memberikan pelayanan yang cukup
baik kepada konsumen akan tetapi barang persediaannya tidak mencukupi permintaan
konsumen, sehingga konsumen juga merasa kecewa ataupun tidak puas,karena tidak bisa
belanja barang kebutuhannya di salah satu toko sembako saja.

Peneliti melakukan wawancara ketiga dilakukan dengan seorang konsumen yang


belanja di toko ibu S, beliau mengungkapkan bahwa toko sembako tersebut memberikan
pelayanan yang baik kepada konsumen akan tetapi barang-barang yang dijual itu harganya
mahal dan tidak bisa ditawar, sehingga membuat konsumen merasa kecewa ataupun tidak
puas. Selain merasa tidak puas konsumen juga merasa dengan harga yang ditawarkan oleh
toko tersebut yang dinilai cukup mahal oleh konsumen.

Peneliti juga melakukan wawancara keempat dengan seorang konsumen bahwa di


toko sembako ibu W menjual kebutuhan pokok dengan harga yang tidak mahal tetapi
pelayanan yang diberikan kepada konsumen kurang ramah. Walaupun demikian, konsumen
tetap membeli barang di toko tersebut karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
“Analisis Pelayanan Toko Sembako di Pasar raya solok Terhadap Perilaku Konsumen
dalam Etika Bisnis”
B. Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang, maka peneliti merumuskan masalah yaitu :

1. Bagaimana perilaku konsumen terhadap pelayanan toko sembako di pasar raya solok ?

2. Bagaimana perilaku konsumen terhadap pelayanan toko sembako di pasar raya solok
dalam etika bisnis ?

C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang dikemukan diatas, maka tujuan dari penelitian ini
adalah:
a. Untuk mengetahui perilaku konsumen terhadap pelayanan toko sembako di pasar raya
solok.

b. Untuk mengetahui perilaku konsumen terhadap pelayanan toko sembako di pasar raya
solok dalam etika bisnis.

D. Manfaat Penelitian

BersifatTeoritis
1. Bagi pembaca, untuk menambah pengetahuan tentang
pemasaran jasa dan masalah yang di hadapinya,
terutama tentang kualitas pelayanan dan kepuasan
konsumen di pasar tersebut.
2. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat digunakan untuk
menambah pengetahuan dan dipakai sebagai dasar untuk
penelitian lebih lanjut. serta dapat dimanfaatkan untuk
sarana pengembangan ilmu pengetahuan terkait dengan
kualitas pelayanan yang berhubungan dengan kepuasan
konsumen di pasar .
3. Bagi pedagang toko sembako diharapkan penelitian ini
dapat digunakan sebagai acuan untuk menambah kinerja
kariawan yang ada di pasar sembako agar dapat merasa
puas dan bagaimana cara meningkatkan kualitas dan
kuantitas sembako agar pengunjung makin hari
meningkat di pasar raa solok .

BersifatPraktis
Secara praktis diharapkan dapat berguna sebagai bahan kajian dan pemikiran lebih
lanjut bagi semua pihak yang berkepentingan untuk masukan (pengetahuan) bagi pemilik
toko, karyawan toko sembako di pasar raya solok dalam menciptakan kepuasan konsumen
dalam menjalankan bisnis sesuai dengan etika bisnis.
E. Metode Pengumpulan Data/ Penelitian

Suatu penelitian ilmiah pada dasarnya suatu usaha untuk menemukan,


mengembangkan dan menguji kebenaran suatu ilmu pengetahuan.Dalam usaha menemukan
dan menguji kebenaran tersebut dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan. Dalam metode
penelitian ilmu selalu berdesakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,
metode penelitian juga sering disebut sebagai cara atau langkah-langkah yang digunakan
untuk memperoleh pengtahuan dengan menggunakan prosedur yang reliable dan terpercaya.
Metode penelitan yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif.

Jenis dan Sifat Penelitian

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan atau sering dikenal dengan field
research. Penelitian lapangan adalah suatu penelitian yang dilakukan di lapangan atau di
lokasi penelitian, suatu tempat yang dipilih sebagai lokasi untuk menyelidiki gejala objektif
sebagaimana terjadi dilokasi tersebut. Penelitian ini dilakukan secara langsung di lapangan
dengan maksud mempelajari secara intensif latar belakang dan keadaan sekarang dan
interaksi lingkungan yang terjadi pada suatu keadaan sosial, dalam hal ini peneliti melakukan
penelitian di pasar raya solok, yang tepatnya di kota solok.

2. Sifat penelitian

Sifat penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang berusaha
mengungkapkan keadaan yang terjadi di lapangan secara alamiah. Penelitian deskriptif
bertujuan membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat
mengenai fakta, sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki di pasar tersebut.

Sedangkan kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami


fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi,
motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dengan cara mendeskripsikannya dalam
bentuk kata-kata dan bahasa.

Dengan demikian dari penejelasan diatas dapat dipahami bahwa deskriptif kualitatif
adalah suatu upaya yang dilakukan peneliti untuk mengamati suatu objek penelitian
kemudian menjelaskan situasi atau peristiwa yang terjadi dengan mendeskripsikannya dalam
bentuk kata-kata dan bahasa yang mudah dipahami serta menyajikan data yang seteliti
mungkin sesuai dengan fakta dilapangan. Bedasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan tentang keadaan yang terjadi di pasar raya solok.
F. Metode Analisis Data

Teknik yang digunakan adalah Analisis data kualitatif, data kualitatif adalah upaya
yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-
milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskan, mencari dan menemukan pola.
Menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memeutuskan apa yang dapat
diceritakan kepada orang lain.

Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa keterangna-


keterangan dalam bentuk uaraian-uarain sehingga untuk menganalisisnya dipergunakan cara
berpikir induktif. Teknik analisa data dilakukan melalui beberapa tahapan yang telah
ditentukan yaitu identifikasi, klasifikasi, dan selanjutnya diinterprestasikan dengan cara
menjelaskan secara deskriptif.

Teknik ini berawal dari fakta-fakta yang diperoleh dalam praktik pelayanan toko
sembako di pasar raya solok, kemudian peneliti menarik kesimpulan secara umum tentang
pelayanan toko sembako di pasar raya solok terhadap perilaku konsumen dalam etika bisnis.

G.Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini merupakan teknik wawancara, teknik
observasi dan teknik dokumentasi. Dengan demikian hasil dan sumber data yang terkumpul
akan lebih maksimal.

1. Teknik Wawancara

Teknik wawancara adalah bentuk komunikasi langsung antara peneliti dengan


responden,48 untuk memudahkan dalam mengetahui kondisi yang di inginkan, maka peneliti
menggunakan metode wawancara. Wawancara dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
• Wawancara bebas (unguided interview), yaitu dimana pewawancara bebas
menanyakan apa saja tetapi mengingat akan data apa yang akan dikumpulkan.

• Wawancara terpimpin (guided interview), yaitu wawancara yang dilakukan oleh


pewancara dengan membawa sederetan pertanyaan lengkap dan terperinci.

• Wawancara bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara wawancara bebas dan


wawancara terpimpin.

Penelitian ini menggunakan wawancara bebas terpimpin sebagai teknik wawancara.


Dengan demikian penelitian menyiapkan pedoman pertanyaan secara garis besarnya
mengenai hal-hal yang akan ditanyakan kepada pemilik toko sembako, konsumen, dan
karyawan di pasar raya solok untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan
pelayanan terhadap perilaku konsumen di sana.

2. Teknik Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan,
dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran.Teknik
observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
mencatat segala peristiwa ataupun fenomena mengenai pelayanan toko sembako di pasar raya
solok terhadap kepuasan konsumen dalam etika bisnis.
Melalui teknik observasi, teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan
pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Teknik ini dilaksanakan dengan
cara mengadakan pengamatan langsung kepada objek kemudian hasil pengamatan tersebut
dituangkan dalam sebuah catatan. Adapun yang menjadi objek pengamatan dalam penelitian
ini adalah pelayanan toko sembako di pasar raya solok terhadap perilaku konsumen dalam
etika bisnis.

Teknik observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi non
partisipan dan teknik observasi terbuka. Yang dimaksud dengan teknik observasi non
partisipan yakni, pengamat hanya melakukan satu fungsi, yaitu mengadakan
pengamatan.Teknik observasi non partisipan digunakan karena dalam proses penelitian ini,
peneliti tidak ikut serta dalam kegiatan, akan tetapi hanya berperan mengamati kegiatan,
kalaupun ikut kegiatan itu hanya dalam lingkup yang terbatas sesuai kebutuhan peneliti untuk
memperoleh data yang benar-benar valid. Pemilihan teknik jenis ini dilakukan agar peneliti
dapat fokus dalam melakukan pengamatan terhadap objek yang sedang di amati.

Adapun teknik observasi terbuka, kehadiran pengamat secara terbuka diketahui oleh
subjek yang secara sukarela memberikan kesempatan kepada pengamat untuk mengamati
peristiwa yang terjadi dan mereka menyadari ada orang yang mengamati hal yang dilakukan
oleh mereka. Dengan demikian, kehadiran peneliti dalam menjalankan tugasnya diketahui
oleh orang-orang yang sedang diamati,sehingga terjalin hubungan/interaksi yang wajar antara
peneliti dan yang diamati

3. Teknik Dokumentasi

Dokumentasi yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber
tertulis atau dokumen-dokumen baik berupa buku harian, surat, dan referensi lainya.Teknik
ini digunakan untuk mencatat, menyalin, menggunakan data atau dokumen tertulis lainnya.
Semua bahan-bahan itu dipilah dan dikualifikasi berdasarkan jenisnya, karena bahan-bahan
itu merupakan data primer yang perlu mendapatkan perhatian serius. Penggunaan
dokumentasi diperlukan bagi peneliti untuk menunjang validitas dan efektivitas dalam
pengambilan data.

Dokumentasi yang dilakukan adalah pengambilan data yang diperoleh melalui


dokumen-dokumen. Data yang diperoleh dari dokumentasi dalam penelitian yaitu struktur
sebuah Instansi, gambaran umum lokasi, dan kegiatan yang dilakukan oleh pemilik toko,
karyawan serta konsumen yang ada di pasar tersebut.

H. Teknik Sampling
Pengambilan sumber data dalam menentukan informasi penelitian ini menggunakan teknik
purposive sampling. Purposive sampling merupakan pengambilan informan berdasarkan
pada pemusatan yang sesuai dengan tujuan peneliti dengan kriteria alasan tertentu yang kuat
untuk dipilih. Banyaknya jumlah informan atau subjek yang ada, pengambilan subjek tidak
perlu semua atau sebagian besar pemustaka dijadikan informasi. Sumber data dalam primer
dalam penelitian ini adalah pemilik toko sembako, konsumen serta karyawan yang ada di
pasar raya solok untuk mengetahui total pedagang sembako di pasar raya solok tersebut.