Anda di halaman 1dari 28

Peralatan Pelabuhan

dan Kapal
By : Dr. Yosi Suryani, S.E.,M.Si
NAD

MEDAN

KUALA LUMPUR
Pelabuhan Meulaboh
Kapasitas 6.000 Ton

SINGAPURA
Pelabuhan Sibolga
Kapasitas 8.000 Ton
P. BARU

PADANG

JAMBI
Pelabuhan Teluk Bayur
Kapasitas 40.000 ton
PALEMBANG

Kota Padang terletak ditengah-tengah pulau Sumatera. BENGKULU


Waktu Tempuh :

Padang - Jakarta 16 x Penerbangan 85 menit


Padang - Singapura 1 x sehari 45 menit LAMPUNG
Pelabuhan Pulau Bay
Padang - Malaysia 1 x sehari 50 menit (Bengkulu), Kap 9.000 ton
Padang - Pekanbaru 2 x sehari 25 menit JAKARTA
Padang - Medan 2 x sehari 55 menit
Pelabuhan Tanjung Karang
Kapasitas 19.000 Ton
Mudah berhubungan dengan pulau lainnya seperti Pulau Nias, Pulau
Mentawai, Pulau Enggano
Peralatan Pelabuhan
• Pelabuhan pada umumnya terletak diperbatasan antara laut dengan
daratan atau terletak di sungai atau danau.
• Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas dan atau perairan dengan
batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan
kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal
bersandar, naik turun penumpang, dan atau bongkar muat barang,
berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan
fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang
pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda
transportasi (UU No. 17 Th 2008 tentang Pelayaran).
• Untuk menunjang kegiatan pelabuhan dibutuhkan sarana atau
peralatan yang
difungsikan untuk melayani sandar dan labuh kapal serta bongkar muat
barang di
pelabuhan, yang dapat dikategorikan dalam:
a. Kapal;
b. Peralatan Bongkar Muat.
Kapal
• Peralatan yang daerah operasinya
di perairan dikategorikan sebagai
peralatan apung yang melayani
keluar masuknya kapal;
A. KAPAL TUNDA (HARBOUR TUG)
B. KAPAL PANDU (PILOT BOAT)
C. KAPAL KEPIL (MOORING BOAT)

KAPAL TUNDA (HARBOUR TUG)


• Kapal tunda dipakai sebagai sarana
penunjang pemanduan dengan cara
menarik atau mendorong kapal yang
dipandu untuk sandar ke dermaga.
• Kegunaannya adalah untuk
mengurangi daya propulsi kapal yang
dipandu karena pertimbangan
keselamatan kapal dan fasilitas
pelabuhan.
Kapal
• BERDASARKAN PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NO.
PM.53 TAHUN 2011 TANGGAL 18 MEI 2011

TOTAL DAYA
NO UKURAN KAPAL UNIT MINIMAL
MINIMAL (DK)

1 70 – 100 M 1 800
2 > 100-150 M 2 1.600
3 > 150 – 200 M 2 3.400
4 > 200 – 300 M 2 5.000
5 > 300 M 3 10.000
Kapal
• KAPAL PANDU (PILOT BOAT)
Personel Pandu adalah orang yang
melayani kapal masuk atau kapal
berangkat, menjemput atau
mengantarkan kapal ke perairan
hingga posisi tertentu. Kendaraan
yang digunakan untuk menjemput
dan mengantarkan personel pandu
ke kapal yang akan dilayani disebut
kapal pandu.

• KAPAL KEPIL (MOORING BOAT)


Kapal ini disebut juga kapal tali
tambat (mooring boat), karena
tugasnya adalah mengantar dan
mengikatkan tali tambat kapal di
bollard di dermaga.
Kapal
1. Kapal Container
• Kapal Kontainer yang khusus
digunakan untuk mengangkut
kontainer yang standar.
• Memiliki rongga (cells) untuk
menyimpan peti kemas ukuran
standar. Peti kemas diangkat ke
atas kapal di terminal peti
kemas dengan menggunakan
kran/derek khusus yang dapat
dilakukan dengan cepat, baik
derek-derek yang berada di
dermaga, maupun derek yang
berada di kapal itu sendiri.
Kapal
2. Kapal Kargo
adalah segala jenis kapal yang
membawa barang-barang dan
muatan dari suatu pelabuhan ke
pelabuhan lainnya biasanya
dalam bentuk curah.
Kapal kargo pada umumnya
didesain khusus untuk tugasnya,
dilengkapi dengan crane dan
mekanisme lainnya untuk
bongkar muat, serta dibuat
dalam beberapa ukuran.

Peralatan Bongkar Muat
• Pelayanan terhadap barang di pelabuhan pada dasarnya meliputi
kegiatan memindahkan barang (cargo) dari moda angkutan laut
(kapal) ke kenderaan angkutan darat atau sebaliknya.
• Pemindahan muatan antar moda transportasi dimaksud melalui
serangkaian kegiatan yang dibagi kedalam beberapa tahapan
operasi yaitu :
1. Operasi kapal;
2. Operasi dermaga atau haulage atau quay transfer;
3. Operasi gudang dan lapangan;
4. Operasi penerimaan dan penyerahan.
• Jenis peralatan yang dalam masing masing operasi tersebut
ditentukan oleh jenis, ukuran dan bentuk muatan yang selanjutnya
diklasifikasikan pada jenis terminal muatan yaitu :
1. Terminal konvensional (terminal multi purpose)
2. Terminal curah
3. Terminal petikemas
Peralatan Bongkar
Muat
• TERMINAL KONVENSIONAL
v Mobile Crane;
v Forklift;
• TERMINAL CURAH
v Conveyor;
v Pipanisasi;
• TERMINAL PETI KEMAS
v Quayside Gantry Crane;
v Mobile Harbour Crane;
v Rubber Tyred Gantry Crane;
v Rail Mounted Gantry Crane;
v Straddle Carrier;
v Reach Stacker;
v Empty Container Handler (Top Loader, Side Loader)
v Tractor Terminal.
1. QUAYSIDE GANTRY
CRANE
• A. BENTUK
Ø HIGH PROFILE
Pada tipe high profile, boom dit em pat kan
tergantung di sisi laut dari struktur crane dan
dapat dilipat ke atas untuk membebaskannya dari
peralatan navigasi kapal.
Ø LOW PROFILE
Pada tipe low profile, boom ditarik ke depan
sehingga memungkinkan crane melakukan trolley
untuk bongkar muat container.

• B. DESAINER DAN MANUFACTURER


Liebherr Container Crane, IMPSA, Kalmar Industries,
ZPMC, Mitsubishi Heavy Industries, TCM Corporation,
Mitsui, Konecranes dan lain-lain.

• C. UKURAN
q Panamax (12–13 Rows)
q Post Panamax (18 Rows)
q Super Post Panamax (22 Rows)
2. MOBILE HARBOUR CRANE
• Mobile Harbour Crane adalah Jenis
Shore Crane yang didesain khusus
untuk keperluan pelayanan bongkar
muat di dermaga.
• Sistem gantry menggunakan roda ban
karet (wheel) memudahkannya dalam
manouver.
• Mobile Harbour Crane biasanya
digunakan untuk melayani kegiatan
bongkar muat pada terminal di
pelabuhan seperti seperti Terminal
Container, Terminal Curah Kering dan
Terminal Curah Batu bara dan lain-lain.
• Untuk keperluan pelayanan bongkar
muat tersebut dibutuhkan peralatan
tambahan seperti Spreader untuk
penanganan bongkar muat peti kemas,
Grab untuk penanganan bulk, dan lain-
lain.
3. RUBBER TYRED GANTRY
CRANE
• Rubber Tyred Gantry Crane (RTG
Crane) atau transfer crane yang oleh
PACECO disebut pula “transtainer”
adalah tipe lain dari mobile gantry
crane yang dilengkapi dengan roda
ban karet (rtg crane) sebagai alat
angkat peti kemas yang bergerak di
lapangan penumpukan untuk
melakukan stacking maupun
unstacking dari tumpukan.
• Pertama sekali dibangun pada sekitar
tahun 1960-an oleh PACECO dan
drott membangun instalasi mesinnya
pada tahun 1969.
• Pada awal pembuatannya bentangan
kaki dapat mengcover 2 row container,
menggunakan 4 roda dengan ban
berjumlah 8 atau 16 buah dengan
kapasitas angkat 30, 35 dan 40 ton.
4. RAIL MOUNTED YARD
GANTRY CRANE
• Rail Mounted Gantry Crane (RMGC)
adalah seperti rubber tyred gantry crane
merupakan pengembangan dari industri
crane yang telah ada.
• Bentangan kaki pada beberapa row
dapat melakukan stacking lebih dari 4
tier.
• Pengoperasian rmgc di lapangan
penumpukan (container yard) dan dapat
dikombinasikan dengan unit tactor trailer
atau pada kebutuhan tertentu dengan
straddle carrier untuk operasi transfer
container.
• Pada tahun 1968 diproduksi 2 unit rmgc
dari drott dan 3 unit diproduksi oleh
manufactur lainnya.
• Pada tahun 1980 lebih dari 150 unit
diproduksi dimana 46 unit oleh paceco,
13 unit oleh hitachi, 11 unit oleh nelcon,
9 unit krupp, 8 unit mannesmann, 6 unit
dari mitsubishi dan 5 unit dari drott.
5. STRADDLE CARRIER
• Straddle carrier adalah peralatan yang
digunakan untuk mengangkut container
untuk berbagai variasi intermoda dari
container yard.
• Straddle carrier sangat baik digunakan di
container yard untuk penumpukan (stacking),
pembongkaran (unstacking) dari dan ke
chassis
• Beberapa manufacturer mengembangkan
desain straddle carrier untuk direct system 
dimana straddle carrier digunakan untuk
mengangkut container antara dermaga dan
container yard serta melakukan
penumpukan (stacking). Selain itu juga
digunakan untuk pemindahan antar moda
(receipt/delivery) dan dari / ke cfs.
• Selain itu ada juga straddle carrier yang
didesain untuk relay system dimana straddle 
carrier difungsikan untuk melakukan
stacking di container yard.
• Kalmar saat ini telah mengembangkan
generasi ke-7 dari straddle carrier yang
mampu bekerja optimum untuk setiap jenis
operasi straddle carrier, mulai antar jemput
sampai straddle carrier tinggi – 4.
6. REACH STACKER
• Pada awal tahun 1980-an banyak
dikembangkan jenis top loader, side
loader, front loader kemudian
dikembangkan jenis reach stacker
sebagai peralatan bongkar muat peti
kemas kombinasi antara lift truck
dengan mobile crane.
• Di desain untuk fungsi stacking dan
unstacking di lapangan penumpukan
dimana fungsi spreader dapat
diputar sejauh 360o dengan
menggunakan telescopic boom
untuk memudahkan dalam
operasional.
• Lebih banyak digunakan pada
terminal peti kemas dalam masa
pengembangan.
• Desainer dan manufacturer : Kalmar,
Fantuzzi, Konecranes, Linde,
Liebherr, Terex, dll
7. EMPTY CONTAINER HANDLER (TOP
LOADER, SIDE LOADER)
• Untuk menangani
penumpukan peti
kemas kosong (empty)
di lapangan
penumpukan dengan
desain bervariatif dan
saat ini ada yang
mampu menghandle
sampai dengan 8 Tier.
8. TRACTOR TERMINAL
• Terminal tractor dan trailer digunakan
untuk operasi dermaga dan di
indonesia umumnya disebut head
truck-chassis;
• Pada tahun 1985 lebih dari 4000 unit
beroperasi di pelabuhan peti kemas.
• Pasangan peralatan head truck –
chassis ini mempunyai manuver yang
cepat di antara peralatan lainnya
karena fungsi dari head truck-chassis
ini adalah mengangkut peti kemas dari
dermaga ke lapangan penumpukan
dan sebaliknya.
• Fungsi lainnya adalah untuk kegiatan
receipt/delivery dan alat angkut peti
kemas dari dan ke kapal ro-ro.
• Desainer dan manufacturer seperti
Ottawa, Doughlas Tugmaster, Ferrari,
Terberg, Kalmar, dll
9. FORKLIFT
• Karena bersifat multipurpose,
Forklift dioperasikan pada
terminal konvensional,
terminal peti kemas, dan lain-
lain.
• Pada terminal konvensional
biasanya digunakan untuk
penanganan general cargo;
• Pada terminal peti kemas
biasanya digunakan untuk
k e g i a t a n
pengisian/pembongkaran
muatan /kargo peti kemas;
• Fungsi lainnya untuk kegiatan
pergudangan dan handling alt
bantu kerja.
Container Gantry Crane
• CC (Container gantry
Crane) Alat bongkar
muat container yang
dipasang permanen
dipinggir dermaga
dengan menggunakan
rel sehingga dapat
bergeser yang
berfungsi untuk
bongkar muat container
dengan jangkauan /
row yang cukup jauh.
Kelengkapan Alat Bantu
Bongkar Muat pada Kapal

• Dalam proses bongkar muat, kapal dilengkapi


dengan beberapa alat yang berfungsi untuk
membantu dalam pekerjaannya.
• Alat-alat ini berfungsi
untuk mempermudah kegiatan bongkar muat,
dan juga untuk menjamin keselamatan dari
barang yang diangkutnya.
• Adapun beberapa alat yang dimaksud adalah:
Kelengkapan Alat Bantu
Bongkar Muat pada Kapal
1. Ramp door
• Alat ini umumnya terdapat pada kapal
jenis RORO (Roll On Roll Out),
merupakan jenis kapal yang
diperuntukkan untuk mengangkut
berbagai jenis kendaraan.
• Fungsi dari Ramp Door ini adalah
sebagai jembatan penghubung antara
dermaga dan kapal.
• Ramp door umumnya terletak pada
haluan atau buritan kapal, saat
merapat di dermaga ramp door akan
membuka kebawah layaknya gerbang
benteng pertahanan zaman ksatria
berkuda.
• Saat ramp door terbuka, maka
kendaraan akan keluar dari lambung
kapal, layaknya anak-anak arwana
yang baru menetas keluar dari mulut
induknya.
Kelengkapan Alat Bantu
Bongkar Muat pada Kapal

2. Crane Kapal (Ship Gear)


• Alat ini biasanya terletak dibagian
tengah kapal, berfungsi untuk
mengangkat cargo dari palka kapal,
kemudian dipindahkan ke dermaga.
• Lengan dari crane kapal harus
cukup panjang, sehingga dapat
memindahkan dari palka ke
dermaga.
• Sistem yang digunakan pada crane
kapal serupa dengan crane pada
umumnya, yakni menggunakan
kabel baja, dengan motor sebagai
penggeraknya dan berbagai ukuran
pully sebagai pemindah dayanya.
Kelengkapan Alat Bantu
Bongkar Muat pada Kapal
3. Hook crane
• Hook terletak
pada ujung kabel
crane, dan
berfungsi untuk
dikaitkan pada
beban atau
muatan.
Kelengkapan Alat Bantu
Bongkar Muat pada Kapal
4. Jala-jala kapal
• Fungsinya tidak kalah
penting dalam proses
bongkar muat barang.
• Jala-jala kapal berfungsi
dalam kegiatan bongkar
muat bag cargo, box cargo,
dsb.
• Jala-jala di hamparkan
kemudian cargo diletakkan
diatas jala-jala, lalu jala-jala
ditutup dan dikaitkan pada
hook crane.
Kelengkapan Alat Bantu
Bongkar Muat pada Kapal

5. Spreader
• Kegunaannya amat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas
bongkar muat.
• Spreader tersedia dengan berbagai kegunaan, yaitu spreader untuk
petikemas, spreader beam untuk general cargo, dan clamp untuk
curah kering.
• Dengan menggunakan spreader, kecepatan bongkar muat akan
meningkat, ex: spreader beam dapat mengangkat dua jala-jala
lambung sekaligus sekali angkat.
• Namun pada hakekatnya, penggunaan spreader harus disesuaikan
dengan SWL (Safe Working Load) pada setiap crane.
Fasilitas Lapangan
Penumpukan
• F a s i l i t a s   P e n u m p u k a n 
merupakan bagian terpenting 
d a l a m   m e m p e r l a n c a r   a r u s 
kegiatan bongkar muat barang 
di Pelabuhan.
• Untuk Lapangan Penumpukan
ada 2 yaitu
1.Open Storage : Untuk barang-
barang konvensional
2.Container Yard (CY) : Untuk
penumpukan peti kemas dan
dilengkapi dengan rubber
tyre Gantry Cranes (RTG)