Anda di halaman 1dari 5

Nama : Rizma Meyditia, S.E.

Angkatan : II
Kelompok : II

BRANCHMARKING NILAI-NILAI BerAKHLAK

A. Profil Direktorat Jenderal Pajak


Direktorat Jenderal Pajak merupakan unit eselon I di bawah Kementerian Keuangan
yang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi
teknis di bidang perpajakan. Direktorat Jenderal Pajak memiliki posisi krusial dalam
pemerintahan Republik Indonesia karena memiliki tugas dalam menghimpun penerimaan
negara melalui pajak. Hampir seluruh aspek pembangunan infrastruktur negara
berhubungan langsung dengan kemampuan Direktorat Jenderal Pajak dalam
menghimpun penerimaan pajak sehingga Presiden dan Wakil Presiden dan rakyat pada
umumnya menaruh harapan besar agar Direktorat Jenderal Pajak menjadi Institusi
perpajakan yang mampu dan memiliki kapasitas untuk mendanai pembangunan secara
mandiri.
Visi : Direktorat Jenderal Pajak adalah Menjadi Institusi Penghimpun Penerimaan Negara
yang Terbaik demi Menjamin Kedaulatan dan Kemandirian Negara.
Misi
Menjamin penyelenggaraan negara yang berdaulat dan mandiri dengan:
1. mengumpulkan penerimaan berdasarkan kepatuhan pajak sukarela yang tinggi dan
penegakan hukum yang adil;
2. pelayanan berbasis teknologi modern untuk kemudahan pemenuhan kewajiban
perpajakan;
3. aparatur pajak yang berintegritas, kompeten dan profesional; dan
4. kompensasi yang kompetitif berbasis sistem manajemen kinerja.
Kantor Pusat DJP terdiri atas Sekretariat Direktorat Jenderal, 14 unit direktorat, dan 4
jabatan tenaga pengkaji.Kantor operasional di lingkungan DJP terdiri atas Kantor Wilayah
DJP (Kanwil DJP); Kantor Pelayanan Pajak (KPP); Kantor Pelayanan Penyuluhan dan
Konsultasi Perpajakan (KP2KP); serta Unit Pelaksana Teknis (UPT). UPT terdiri dari
Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan (PPDDP), Kantor Pengolahan Data
dan Dokumen Perpajakan (KPDDP), dan Kantor Layanan Informasi dan Pengaduan
(KLIP).Jumlah kantor operasional dapat dirinci sebagai berikut: 34 Kantor Wilayah, 4 KPP
Wajib Pajak Besar, 9 KPP Khusus, 38 KPP Madya, 301 KPP Pratama, 204 KP2KP, dan
4 UPT.
B. Nilai-nilai BerAKHLAK yang Diterapkan
a) Berorientasi Pelayanan
Direktorat Jenderal Pajak terkenal sebagai salah satu instansi yang mengedepankan
budaya prima dalam pelayanannya. Selain itu, setiap pelayanan yang diberikan selalu
memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini serta melakukan perbaikan
untuk memberikan layanan yang lebih maksimal. Sebagai contoh dalam melaporkan
SPT Tahunan, Ditjen Pajak menyediakan Pojok Pajak di mall untuk memudahkan
masyarakat sehingga tidak perlu datang ke kantor pajak.

b) Akuntabel
Ditjen Pajak juga mengedepankan nilai Akuntabel dalam setiap aspek pekerjaan
dengan selalu membina pegawai-pegawai agar tidak menerima gratifikasi dalam
bentuk apapun. Apabila ada pelanggaran terkait pelayanan perpajakan, Ditjen Pajak
menyediakan layanan pengaduan:
Kring Pajak 1500200
Surel melalui pengaduan@pajak.go.id
Tautan pengaduan.pajak.go.id
c) Kompeten
Pegawai- pegawai Ditjen Pajak terkenal akan kompetensinya dalam berkinerja salah
satunya adalah dengan membantu orang lain untuk belajar. Salah satu program dari
Ditjen Pajak adalah Kelas Pajak Online secara gratis dan terbuka untuk umum.

d) Harmonis
Ditjen Pajak menerapkan nilai Harmonis dengan turut serta dalam program bakti
sosial, salah satu contohnya dalam memperingati Hari Oeang yang ke 71 tahun
mengadakan cek papsmear dan operasi katarak gratis untuk masyarakat kurang
mampu.

e) Loyal
Direktorat Jenderal Pajak terus menerus berupaya membuat kebijakan-kebijakan
yang dapat mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, dimana berkaitan
dengan pendapatan negara. Lewat pembayaran pajak dari masyarakat, maka
pembiayaan negara secara khusus untuk pengadaan sarana dan prasarana dalam
hal infrastruktur dapat terlaksana. Sebagai salah satu contoh kebijakan Ditjen Pajak
adalah reformasi perpajakan yang membantu konsolidasi dan penyehatan APBN di
tengah pandemic covid-19 saat ini.
f) Adaptif
Direktorat Jenderal Pajak menjadi instansi yang terkenal akan banyaknya inovasi
dalam hal teknologi informasi. Masyarakat sangat terbantu lewat keberadaan
berbagai macam aplikasi yang diluncurkan, sebagai contoh pembuatan NPWP
online lewat website https://ereg.pajak.go.id/. Selain itu, Ditjen Pajak juga telah
meluncurkan aplikasi M-Pajak dimana manfaatnya bagi masyarakat adalah wajib
pajak akan memeroleh layanan yang lebih personal, mudah dan cepat;
memudahkan wajib pajak dalam pembuatan kode billing, di mana kode ini harus
dibuat sebelum membayar pajak; Wajib pajak juga akan menerima informasi pajak,
terutama peraturan perpajakan terbaru; dan lain sebagainya.

g) Kolaboratif
Demi menghasilkan nilai tambah dan menggerakkan pemanfaatan, maka Direktorat
Jenderal Pajak melakukan kerjasama dengan berbagai pemerintah daerah dan juga
BUMN salah satunya yaitu PT Telkom Indonesia. PT Telkom Indonesia (Persero)
Tbk (Telkom) membantu kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Indonesia, melalui
program Integrasi Data Perpajakan yang telah diimplementasikan menggunakan e-
Faktur host-to-host.
C. Kesimpulan
Melalui benchmarking ini, dapat diperoleh berbagai macam pembelajaran dari Direktorat
Jenderal Pajak, seperti :
• Selalu berusaha untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat meskipun
mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga sehingga kebutuhan masyarakat dapat
terpenuhi.
• Terus berinovasi dan menerima perubahan demi memudahkan akses bagi publik
untuk menerima pelayanan tanpa harus ke kantor pajak apalagi di tengah pandemik
seperti saat ini yang mengharuskan masyarakat untuk mengurangi mobilitas.
• Tidak merasa bosan untuk belajar hal-hal baru dan mau untuk membagikan ilmu bagi
orang lain terlebih bagi masyarakat umum.
• Memperbanyak kerjasama dengan pihak lain demi menghasilkan nilai tambah untuk
instansi maupun pihak lainnya yang turut serta dalam kerjasama.
• Mengupayakan agar tidak ada pegawai yang menerima gratifikasi dengan
memberikan layanan pengaduan bagi masyarakat.
• Membuat kebijakan-kebijakan yang dapat memberikan dampak positif bagi bangsa
dan negara.
• Dengan kelebihan yang dimiliki, mau untuk memberikan bantuan orang lain yang
kurang mampu.

Anda mungkin juga menyukai