Anda di halaman 1dari 9

PRESENTASI KASUS

I. IDENTITAS PASIEN

Nama : Suparmi

Umur : 42 tahun

Jenis kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Pekerjaan : tani

No CM : 415621

Alamat : Jombaran, Bantul

II. ANAMNESIS

Dilakukan autoanamnesa dengan pasien pada tanggal 7 agustus 2010 pukul : 10.30 WIB

Keluhan utama : Gatal-gatal dikaki kanan

Riwayat Penyakit Sekarang :

Pasien datang sadar dengan keluhan ± 2minggu yang lalu, kaki kanan terasa gatal.
Awalnya gatal saat pasien memanen padi disawah. Pasien sudah berobat dipuskesmas dan di
salep 88 tidak sembuh.

Riwayat Penyakit Dahulu:

Riwayat penyakit serupa disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga:

1
Riwayat penyakit serupa disangkal

III.PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : Sedang

Kesdaran : Compos Mentis

Vital Sign : TD : 120/80 mmHg

N : 84 x/menit

RR : 24x/menit

Suhu : 36,7 0C

IV. STATUS DERMATOLOGIS:

Terdapat papul erimatous yang berkelok, memanjang (burrow) menimbul dengan diameter 2-
3 mm, dan vesikel di ujungnya

V. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang.

VI. DIAGNOSIS

Kutaneus Larva Migran

VII. TERAPI

Caustic Trichloroacetic acid/TCAA 40 %

2
Antihelmintes topikal:R/albendazol tab1/2

Vas.album ad 10

Mfla ugt/2dd ue

VIII. SARAN

Memakai sepatu saat panen padi

Selalu menjaga kebersihan

TINJAUAN PUSTAKA

3
DEFINISI
Creeping Eruption adalah Kelainan kulit yang merupakan peradangan berbentuk linear atau
berkelok-kelok, menimbul dan progresif, disebabkan oleh invasi larva cacing tambang yang
berasal dari anjing dan kucing. Umumnya oleh larva Ankilostoma brazilienzis dan A. caninum.
Dapat juga terjadi Gnatostomiasis dan Strongyloidiasis.3

PENYEBAB
Penyebabnya adalah cacing tambang yang biasa hidup di dalam tubuh kucing atau anjing.yaitu
ancylostoma braziliensis dan ancylostoma caninum. Telur cacing masuk ke tubuh manusia
melalui kontak kulit dengan telur yang berada di kotoran anjing atau kucing.1,6

GEJALA
Masuknya telur ke dalam kulit biasanya disertai dengan rasa gatal dan panas. Mula-mula akan
terbentuk papul, kemudian diikuti bentuk yang khas, yakni lesi berbentuk linear atau berkelok-
kelok, menimbul dengan diameter 2-3 mm, dan berwarna kemerahan. Selanjutnya papul merah
ini akan menjalar seperti benang berkelok-kelok, menimbul dan membentuk terowongan,
mencapai panjang beberapa sentimeter. Rasa gatal biasanya lebih hebat pada malam hari. Infeksi
biasanya menyerang kaki, tangan, anus, bokong dan paha.1,5

Larva filariform pada manusia tidak berkembang menjadi dewasa, infeksi larva hanya terbatas
didaerah epidermis, yang menyebabkan kelainan berupa garis merah berbentukserpingiosa yang
disebut Creeping eruption.Masuknya larva kekulit dapat menimbulkan erupsi yang tidak
spesifik, dapat berupa sensasi tingling atau prickling selama 30 menit sejak larva masuk kulit.
Kemudian jaringan kulit yang ditembus larva filariform berubah menjadi papul keras, merah dan
gatal. Larva dapar tidur selama beberapa minggu atatu bulan atau segera memulai aktifitasnya.
Dalam beberapa hari berikutnya, akan tebentuk terowongan sempit di intrakutan yang menimbul
dengan diameter 2-3 mm dengan panjang 3-4 cm dan berwarna kemerahan. Terowongan ini
membentuk garis yang semakin panjang sesuai dengan gerakan larva yang ada didalamnya.
Sepanjang garis yang berkelok-kelok terdapat vesikel kecil yang sewaktuwaktu memungkinkan
terjadinya infeksi sekunder jika kulit digaruk. Adanya lesi papul yang erimatosa menunjukkan

4
bahwa larva tersebut telah berada dikulit selama beberapa jam atau hari.Tempat predileksi adalah
tungkai palntar, tangan, anus, bokong, dan paha juga dibagian tubuh di mana saja yang sering
berkontak dengan tempat larva berada.2

PATOFISIOLOGI
Telur parasit dalam kotoran binatang yang terinfeksi cacing tambang ( anjing dan kucing)
dilepaskan ke tanah, lumpur dan pasir hingga menjadi larva. Manusia mendapatkan infeksi
apabila larva infektif dari tanah menembus kulit. Biasanya larva ini merupakan stadium tiga
siklus hidupnya.1

Pada Manusia, bila tanah, lumpur dan pasir yang terkontaminasi kotoran tadi kontak dengan kulit
, larva akan berpenetrasi kekulit manusia dan memulai migrasinya pada epidermis bagian bawah
melalui folikel rambut atau kulit yang terluka. Larva ini tidak dapat mengadakan penetrasi ke
dermis manusia, maka tidak dapat terjadi siklus hidup yang normal. Manusia merupakan hospes
yang tidak tepat bagi larva tersebut, sehingga larva akhirnya akan mati. Masa inkubasi dapat
terjadi beberapa hari dan penyakit ini dapat berlangsung beberapa minggu sampai beberapa
bulan bila tidak diobati. Pada binatang, Larva dapat berpenetrasi lebih dalam sampai lapisan
dermis serta menginfeksi darah dan jaringan limpha. Cacing tambang yang sampai lumen usus
akan bereproduksi menghasilkan lebih banyak telur lalu dieksresikan melalui feces dan mulailah
siklus baru.2

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan atas gambaran klinis dengan ditemukannya lesi yang khas,
yakni terdapatnya kelainan seperti benang yang lurus atau berkelok-kelok, menimbul dan
terdapat papul atau vesikel diatasnya. Biopsi kurang mempunyai arti karena larva sulit
ditemukan. Penyakit ini akan sembuh sendiri (self limited), sekitar 50% larva mati dalam 12
minggu walaupun tanpa terapi.2,4

DIAGNOSA BANDING

5
Dengan melihat adanya terowongan harus dibedakan dengan skabies, pada skabie terowongan
yang terbentuk tidak akan sepanjang seperti pada penyakit ini. Bila melihatbentuk yang
polisiklik sering dikacaukan dengan dermatofitosis. Pada permulaan lesi berupa papul, serig
diduga insect bite. 2

PENATALAKSANAAN

Cutaneous larva migrans ini adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri. Berapa lama penyakit
ini dapat sembuh dengan sendirinya tergantung spesies larva yang menginfeksi. Pada beberapa
kasus, lesi akan sembuh tanpa terapi dalam 4 sampai 8 minggu. Tetapi, terapi yang efektif dapat
mepercepat penyembuhan penyakit ini .Adapaun terapi yang dapat digunakan adalah sbb :

a. Medikamentosa

1)Pengobatan sistemik ( oral )

Obat oral tiabendazol digunakan dengan dosis 25-50 mg/kgBB dua kali sehari
selama 2-4 hari dengan dosis maksimal 2-4 gram sehari. Terapi ini diberikan jira
lesi uas dan terapi topikal tidak berhasil Efek samping berupa pusing, kram, mual
dan muntah. Juga dapat digunakan albendazol 400 mg per oral, dosis tunggal
selama 2 hari berturut-turut Gatal dapat hilang dalam 24-48 jam estela terapi
dimulai dan dalam seminggu sebagian lesi atau terowongan dapat diresolusi.

2)Pengobatan topikal

Obat pilihan berupa tiobendazol topikal 10%, diaplikasi 4 kali sehari selama
satu minggu.Topikal thiabendazole adalah pilihan terapi pada lesi yang awal, untuk
melokalisir lesi., menurangi lesi multiple dan infeksi folikel oleh cacing tambang.
Obat ini perlu diaplikasikan di sepanjang lesi dan pada kulit normal di sekitar lesi.
Dapat juga digunakan solutio tiobendazol 2% dalam DMSO (dimetil sulfoksida) atau
tiobendazol topikal ditambah kortikosteroid topikal yang digunakan secara oklusi
dalam 24-48 jam.

3)Cryotheraphy

6
Terapi lama, yaitu pembekuan lesi, menggunkan etil klorida atau dry ice. Terapi
ini efektif bila epidermis terkelupas bersama parasit. Seluruh terowongan harus
dibekukan karena parasit diperkirakan berada dalam teroongan. Cara ini bersifat
traumatik dan hasilnya kurang dapat dipercaya

Berikut tabel beberapa obat antihelmintes yang bisa digunakan.

a. Non Medikamentosa

Dapat dicegah dengan meningkatkan sistem sanitasi yang baik terutama yang terkait
dengan feses . Pemakaian sepatu pada area dimana banyak terdapat penyakit cacing tambang.
Memperhatikan kebersihan dan menghindari kontak yang terlalu banyak dengan hewan-hewan
yang merupakan karier cacing tambang.2

PROGNOSIS

Creeping eruption dapat hilang atau sembuh sendiri dalam beberapa minggu atau bulan, Dengan
terapi dapat membantu mempercepat penyembuhan dan efektivitasnya sangat tinggi.2

PENCEGAHAN
Menggunakan sepatu di daerah endemis (daerah dimana angka kejadian infeksi cacing tambang
tinggi) dapat mencegah penetrasi telur cacing lewat kaki.1

7
KESIMPULAN

Creeping Eruption adalah Kelainan kulit yang merupakan peradangan berbentuk linear atau
berkelok-kelok, menimbul dan progresif, disebabkan oleh invasi larva cacing tambang yang
berasal dari anjing dan kucing. Umumnya oleh larva Ankilostoma brazilienzis dan A. caninum.
Dapat juga terjadi Gnatostomiasis dan Strongyloidiasis.3

Diagnosis ditegakkan berdasarkan atas gambaran klinis dengan ditemukannya lesi yang khas,
yakni terdapatnya kelainan seperti benang yang lurus atau berkelok-kelok, menimbul dan
terdapat papul atau vesikel diatasnya. Biopsi kurang mempunyai arti karena larva sulit
ditemukan. Penyakit ini akan sembuh sendiri (self limited), sekitar 50% larva mati dalam 12
minggu walaupun tanpa terapi.2,4

Cutaneous larva migrans ini adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri. Berapa lama penyakit
ini dapat sembuh dengan sendirinya tergantung spesies larva yang menginfeksi. Pada beberapa
kasus, lesi akan sembuh tanpa terapi dalam 4 sampai 8 minggu

8
DAFTAR PUSTAKA

1. Indeks Penyakit.Creeping Eruption. file:///G:/clm%20abi/30.htm

2. Dian Ibnu Wahid. (2009).Creeping Eruption. File:///G:/%20abi/CREEPING


%20ERUPTION.co

3. Info Kedokteran.com.(2010).Diagnosa dan Penatalaksanaan creeping Eruption.


file:///G:/clm%20abi/diagnosis-dan-penatalaksanaan-pada-creeping-eruption.htlm

4. Kutaneus larva migran. (O2010).file:///G:/clm%20abi/index.php.htm

5. Infeksi.Com.(2010). Creeping Eruption. CPD Docter.Com

6. Prof.Dr.dr.Adhi Djuanda. (2005). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI