Anda di halaman 1dari 28

Turbin Uap

TURBIN UAP
Siklus pembangkitan tenaga terdiri dari pompa,
generator uap (boiler), turbin, dan kondenser di
mana fluida kerjanya (umumnya adalah air)
mengalami perubahan fasa dari cair ke uap atau
sebaliknya selama menjalani siklus.

Penggunaan:
penggerak kapal
utilitas (penggerak pompa dan kompresor)
penghasil daya listrik (PLTU, PLTN, PLTP).
Keunggulan:
biaya operasional murah karena dapat
menggunakan bahan bakar kualitas rendah
dapat menyediakan uap untuk proses dalam
industri

Kerugian :
biaya investasi mahal karena ukurannya
sangat besar
susah dipindahkan dan di-install
butuh waktu untuk starting
Prinsip kerja

Air umpan untuk generator uap


dialirkan dengan bantuan
pompa sehingga mengalami
kenaikan tekanan dan masuk ke
generator uap.
Di dalam generator uap air boiler
dipanaskan oleh api dalam
ruang bakar secara radiasi dan
dipanaskan lebih lanjut oleh
aliran gas hasil pembakaran
sehingga berubah uap jenuh
(saturated vapor) dan kemudian
menjadi uap panas lanjut
(superheated steam).
Uap panas lanjut keluar dari
generator uap masuk ke dalam
turbin dan mengalami ekspansi
sehingga dapat menggerakkan
sudu-sudu turbin. Putaran sudu-
sudu turbin diteruskan oleh poros
untuk menggerakkan pompa,
kompresor, atau pembangkit listrik.
Uap keluar dari turbin dalam
bentuk campuran jenuh (saturated
mixture).
Uap campuran jenuh masuk ke
kondenser untuk mengalami
kondensasi dengan melepas kalor
sehingga berubah menjadi cairan
terkompresi (compressed liquid).
Selanjutnya air ini dipompa masuk
ke generator uap lagi dengan
penambahan make-up water.
Siklus Ideal Turbin Uap (Rankine
Cycle)
1-2 : kompresi dalam
pompa secara isentropis
2-3 : penambahan kalor
dalam generator uap
pada tekanan konstan
(isobaris)
3-4 : ekspansi dalam
turbin secara isentropis
4-1 : pembuangan kalor
dalam kondenser
Asumsi:
 aliran steadi
 perubahan energi kinetik & potensial bisa
diabaikan
Kalor masuk :
qin  h3  h2

Kalor yang dibuang :


qout  h4  h1

Kerja bersih :
w net  qin  qout  w t  w p
 Kerja yang dihasilkan turbin :

w t  h3  h4
 Kerja yang dibutuhkan pompa:

wp  h2  h1  v1 ( p2  p1 )
 Efisiensi termal :

w net w t  w p h4  h1
t    1
qin qin h3  h2
Siklus Aktual Turbin Uap
Pada kondisi yang sesungguhnya terjadi kerugian-
kerugian yang berupa gesekan aliran dan aliran
kalor ke sekeliling. Akibatnya terjadi penurunan
tekanan di dalam pipa-pipa boiler (tidak isobaris)
dan di dalam kondenser, sehingga dalam siklus
aktual dibutuhkan tekanan pompa yang lebih
tinggi dibandingkan dengan tekanan pompa siklus
ideal.
Ireversibilitas yang terjadi dalam pompa dan turbin
juga menyebabkan penyimpangan dari kondisi
ideal. Sehingga kerja yang dibutuhkan pompa
menjadi lebih besar dan kerja yang dihasilkan
turbin menjadi lebih kecil. Untuk menilai performa
pompa dan turbin digunakan istilah efisiensi
adiabatis.
Efisiensi adiabatis pompa

w s h2s  h1
P  
w a h2a  h1

Efisiensi adiabatis turbin

w a h4a  h1
T  
w s h4s  h1
Metode Dasar Peningkatan
Efisiensi Termal
Peningkatan tekanan
pemanasan air dalam generator
uap (p2 atau p3).
Peningkatan temperatur uap
panas lanjut (T3). Metode ini
mempunyai keuntungan bahwa
uap keluar turbin dalam kondisi
lebih kering (kualitas uap
meningkat). Harga T3 dibatasi
oleh kekuatan material yaitu
sekitar 620C.
Penurunan tekanan dalam
kondenser (p4 atau p1)
Metode Peningkatan Performa Turbin Uap
1. Reheating (pemanasan ulang)
uap yang berekspansi di turbin
dan hampir mencapai kondisi
jenuh dipanaskan lagi dalam
generator uap untuk kemudian
dialirkan ke tingkat turbin
berikutnya untuk berekspansi
lebih lanjut.

dengan metode ini tidak


diperlukan temperatur masuk
turbin yang sangat tinggi untuk
mendapatkan daya turbin yang
dibutuhkan.
Kerja yang dihasilkan turbin:
w t  (h3  h4 )  (h5  h6 )
   
wHPT wLPT

Kerja yang dibutuhkan pompa:

w p  h2  h1

Efisiensi termal:
wt  w p (h3  h4 )  (h5  h6 )  (h2  h1 )
t  
qin (h3  h2 )  (h5  h4 )
   
q in,1 q in,2

(h6  h1 )
 1
(h3  h2 )  (h5  h4 )
pemanasan ulang biasanya hanya dilakukan
maksimal 2 kali karena pemanasan ulang yang
ketiga hanya akan meningkatkan efisiensi yang
tidak signifikan (tidak seimbang dengan investasi
dan kompleksitasnya).

temperatur pemanasan ulang dibuat hampir sama


dengan temperatur inlet turbin tekanan tinggi
(HPT), sedangkan tekanan pemanasan ulang
adalah sekitar 1/4 tekanan maksimum turbin.
2. Regenerative
air umpan boiler sebelum
masuk boiler dipanasi terlebih
dahulu dengan uap panas
yang diekstrak dari turbin
sehingga dapat meminimalkan
kalor input (qin) dari
pembakaran bahan bakar

dengan metode ini kalor laten


(kalor penguapan) tidak hilang
dibuang di kondenser tetapi
bermanfaat untuk memanasi
air isian boiler
Kalor masuk:

qin  h5  h4
Kalor yang dibuang:

qout  (1  y )(h7  h1)


Kerja turbin:

w t  (h5  h6 )  (1 y )(h6  h7 )


Kerja pompa:

w p  (1  y )w p,1  w p,2

Fraksi uap yang diekstrak:

y m
6 m
5
3. Binary Vapor Cycles
Syarat-syarat ideal untuk fluida kerja dalam
siklus Rankine:
a. Temperatur kritis tinggi (porsi transfer kalor pada
temperatur konstan besar) dan tekanan
maksimum yang aman (tekanan terlalu besar
menyebabkan persoalan kekuatan material).

b. Tekanan kondenser tidak terlalu rendah (tidak


menyebabkan kebocoran udara).
c. Enthalpi penguapan besar (laju massa tidak
perlu terlalu besar).

d. Kurva jenuh dengan bentuk “U” terbalik


(mengurangi kandungan moisture dalam turbin).

e. Konduktivitas tinggi.

f. Tidak bereaksi, tidak beracun, murah, dan


mudah didapat.
Air merupakan fluida yang paling baik tetapi
dengan kelemahan pada poin (a) yaitu temperatur
kritisnya 374C (<< 620C) dan tekanan jenuh
tinggi pada temperatur tinggi (16,5MPa pada
350C)  membagi siklus turbin uap menjadi
siklus temperatur tinggi dan siklus temperatur
rendah dengan masing-masing fluida yang cocok.

Untuk siklus temperatur rendah tetap digunakan


air sebagai fluida kerja dan untuk siklus
temperatur tinggi dapat digunakan mercury,
potassium, dan sodium-potassium.
Karakteristik mercury:
Temperatur kritis tinggi 898C dengan tekanan
kritis 18MPa.

Tekanan jenuh pada temperatur kondenser 0,07Pa


 terlalu rendah (temperatur jenuh pada tekanan
minimum kondenser 7kPa adalah 237C  terlalu
tinggi).

Beracun dan mahal.