Anda di halaman 1dari 139

PT.

Global Securitech

HEALTHY

SAFETY

ENVIRONMENT

PLANNING

PROYEK PONDOK MAKMUR

1
PT. Global Securitech

DAFTAR ISI

BAB I. ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN


BAB II. INSPEKSI TERENCANA – Planned Inspections
BAB III. LAPORAN KECELAKAAN, PENYELIDIKAN DAN TINDAK
LANJUT
BAB IV. PERSONAL COMMUNICATION
BAB V. KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT
BAB VI. PROSEDUR KEADAAN DARURAT
BAB VII. PENCEGAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN
BAB VIII. ALAT PELINDUNG DIRI
BAB IX. PERLINDUNGAN TERHADAP GAS H2S
BAB X. PEDOMAN KESELAMATAN DALAM BEKERJA

2
PT. Global Securitech

BAB I
ADMINISTRASI dan MANAJEMEN

“The most valuable fringe benefit of considering safety an operational


strategy has been the general improvement in line management’s ability to
manage all aspects of their total jobs. Believe be, this is not just mere
rhetoric ………. It is proven fact.”
----------lester A Hudson’ President and Chief Officer, Dan River, Inc

1.1. PHILOSOPHY
PT.Global Securitech menetapkan kebijakan manajemen K3LL
dengan tujuan :
Membina keteladanan seluruh karyawan untuk menciptakan lingkungan
kerja yang selamat, sehat, dan aman, serta mentaati setiap peraturan
dan perundang – undangan tentang Keselamatan, Kesehatan, kerja dan
lindungan lingkungan yang berlaku.

Untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan program K3LL ini, kita harus


melaksanakan dengan konsisten prinsip - prinsip keselamatan,
kesehatan kerja dan lindungan lingkungan, di lingkungan pekerjaan,
keluarga dan masyarakat umum.

Adalah tugas kita untuk menerapkan setiap pengetahuan dan


kemampuan tentang keselamatan, kesehatan kerja dan lindungan
lingkungan dalam setiap pelaksanaan pekerjaan, sehingga akan
meningkatkan kehandalan dan daya saing perusahaan maupun pribadi
para karyawan.

1.2. TANGGUNG JAWAB K2LL


Tanggung jawab, dukungan dan keterlibatan penuh dari manajemen
dan seluruh karyawan merupakan unsur utama untuk mencapai tujuan
yang diharapkan dalam pelaksanaan program K3LL.

3
PT. Global Securitech

A. Tanggung Jawab Perusahaan


Tanggung jawab utama perusahaan adalah menciptakan suasana
bekerja yang selamat, sehat dan aman serta memastikan bahwa
setiap karyawan mengetahui dan melaksanakan setiap peraturan
keselamatan kerja yang menjadi tanggung jawabnya.

B. Tanggung Jawab Pimpinan


1. DIREKTUR UTAMA
Bertanggung jawab tehadap tujuan kebijakan perusahaan dalam
pelaksanaan program keselamatan kerja dan lindungan
lingkungan (K3LL). Tujuan ini dapat dicapai dengan melakukan
pendelegasian wewenang kepada : Direktur Operasi, HRD
Manager, Area Manager, Superitendent, Supervisor, HSE Officer
dan seluruh karyawan.

2. DIREKTUR OPERASI
Bertanggung jawab atas Perencanaan Pengorganisasian dan
pelaksanaan program keselamatan, kesehatan kerja, dan
lindungan lingkungan (K3LL). Melakukan evaluasi dan penilaian
tahunan untuk memastikan bahwa program K3LL dilaksanakan
oleh seluruh unit operasi perusahaan dengan cara yang paling
efektif.

3. H R D MANAGER
Bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan program
pelatihan bagi karyawan menindak lanjuti rekomendasi terhadap
tindakan disiplin dan melakukan penilaian terhadap pengalaman
dan kemampuan yang diperlukan masing-masing karyawan
untuk melaksanakan program K3LL.

4
PT. Global Securitech

4. PIMPINAN LAPANGAN
Pimpinan lapangan adalah Area Manager, Superintendent dan
Supervisor. Bertanggung jawab atas pelaksanaan program K3LL
untuk seluruh operasi yang berada dibawah tanggung jawabnya,
meliputi: inspeksi berkala untuk memastikan kepatuhan
karyawan terhadap pelaksanaan program K3LL, mengidentifikasi
setiap kondisi dan tindakan-tindakan penyimpangan dari standar
keselamatan kerja yang ditetapkan serta melakukan tindakan –
tindakan perbaikan yang diperlukan.

5. K3LL OFFICER ( HSE OFFICER )


Bertanggung jawab atas koordinasi pelaksanaan program K3LL,
melakukan pengawasan / pemeriksaan terhadap kelengkapan
dan kesiapan perlalatan pendukung agar selalu dalam keadaan
siap pakai, melakukan audit / inspeksi, membuat analisa dan
laporan serta melakukan kegiatan – kegiatan lain yang
berhubungan dengan program K3LL. Baik untuk hubungan
keluar (external) maupun kedalam (intenal).

C. Tanggung Jawab Karyawan


Mematuhi dan melaksanakan prosedur kerja yang aman untuk
mencegah kecelakaan pada diri sendiri dan rekan sekerja, dan
menjaga peralatan keselamatan kerja yang disediakan oleh
perusahaan: peralatan penyelamat dan peralatan perlindungan
perorangan.

1.3. SAFETY COMMITTEE

5
PT. Global Securitech

Secara operasional, pelaksanaan program K3LL dikoordinasi Safety


Commitee ( lampiran 1-1 ) yang terdiri dari : Ketua, Wakil Ketua,
Sekretaris, dan Anggota, serta dibantu oleh Safety Coordinator di
masing-masing unit operasi, dengan tanggung jawab :
1. Menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan program K3LL
2. Mengkoordinasi dan mengkomunikasikan semua program
K3LL kepada seluruh karyawan
3. Melakukan konsultasi pelaksanaan program K3LL dengan
eksekutif manajemen
4. Mengembangkan sistem pelaporan K3LL
5. Mewakili perusahaan dalam berhubungan dengan aparat –
aparat Pemerintaha atau badan – badan terkait
sehubungan dengan masalah K3LL
6. Menyelenggarakan program pemberian penghargaan atas
prestasi pelaksanaan program K3LL kepada individu
karyawan ataupun kelompok.

1.4. RAPAT KESELAMATAN KERJA – Safety Meeting


Rapat Keselamatan Kerja atau Safety Meeting harus dilakukan oleh
setiap Departemen atau Bagian dan dipimpin Supervisor, atau
Karyawan yang ditunjuk untuk mewakili Departemen atau Bagian
terkait dan dilaksanakan secara periodik sebulan sekali atau
seminggu sekali, tergantung dari kebutuhan dan sifat operasi dari
masing – masing Departemen atau Bagian.
Di lokasi menara pemboran (Rig). Maka rapat harus dilaksanakan
setiap pergantian Mud Engineer dan setiap akan dimulainya aktifitas
baru (toolbox / tailgate meeting ) dengan tujuan untuk menjelaskan
tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan dan mengingatkan
tentang faktor – faktor keselamatan yang harus diperhatikan.

6
PT. Global Securitech

Maksud dari rapat ini adalah :

Membentuk forum untuk saling tukar informasi dimana masalah


keselamatan, kesehatan kerja dan lindungan lingkungan dapat
didiskusikan diantara para supervisor dan karyawan.

Mencatat informasi mengenai kondisi dan praktek – praktek kerja


yang tidak aman serta sara-saran untuk perbaikan dan peningkatan.

Mengembangkan hubungan dan suasana kerja yang baik dan


harmonis diantara semua karyawan.

Membahas kasus – kasus karyawan kecelakaan yang pernah terjadi


dan cara – cara kerja yang aman dan penanganan keadaan bahaya.

Membantu perusahaan dalam pelaksanaan program keselamatan


kesehatan kerja dan lindungan lingkungan.

Memberi penjelasan tentang prosedur kerja standar (Standard


Operating Prosedure – SOP) dan potensi – potensi bahaya yang ada.

1.5. PENGHARGAAN K3LL - Safety Reward and Commendation


Perusahaan akan menyelenggarakan program penghargaan kepada
individu atau kelompokk karyawan yang memperlihatkan prestasi
dan kepedulian yang tinggi terhadap semua program K3LL, seperti
contoh berikut :
 Saran – saran yang menghasilkan system kerja yang lebih
aman dan sehat.

7
PT. Global Securitech

 Saran – saran untuk meningkatkan reputasi Perusahaan dalam


operasi kerja yang lebih aman.
 Tindakan – tindakan yang telah meningkatkan reputasi
Perusahaan dalam operasi kerja yang lebih aman dan handal.
 Menunjukkan kepatuhan yang tinggi terhadap peraturan dan
prosedur keselamatan kerja.
 Pencapaian Safe Manhours untuk periode tertentu dari satu
Departemen atau kelompok kerja tanpa Lost Time Accident.
 House Keeping, penataan tempat kerja dan peralatan, dan
kondisi – kondisi lain yang dapat dijadikan penilaian prestasi
pelaksanaan program K3LL.

Prosedur pemberian penghargaan akan diberitahukan kepada


karyawan melalui pelaksanaan orientasi karyawan baru, safety
meeting dan publikasi secara umum melalui papan – papan
pengumuman dan lain-lain.
Seluruh karyawan diharapkan untuk memberikan saran-saran
secara tertulis dan disampaikan kepada Supervisor yang akan
memberikan pertimbangan dan catatan-catatan untuk dilanjutkan
kepada Superintendent.

Superintendent akan mempelajari proposal yang diajukan. Jika


dinilai layak, maka akan meneruskannya kepada Safety
Commitee. Setiap tindakan atau praktek yang telah meningkatkan
reputasi perusahaan dalam hal safe operation harus dilaporkan
dan diusulkan oleh Supervisor untuk mendapat penghargaan.

8
PT. Global Securitech

Departemen K3LL akan mengidentifikasi catatan prestasi


mengenai safe manhours tanpa lost time accident untuk setiap
group atau bagian.

Safety Commitee akan menentukan siapa diantara karyawan atau


kelompok yang akan mendapat penghargaan.

Catatan dan proposal mengenai penelitian karyawan harus


disimpan dalam file karyawan dan salinannya disimpan oleh
Departemen K3LL dan Departemen HRD.

1.6. TINDAKAN DISIPLIN – Disciplinary Actions


Adalah kebijakan Perusahaan untuk mengambil tindakan disiplin
manakala peraturan dan prosedur kerja yang aman tidak dipatuhi.
Tindakan ini bertujuan untuk mengembangkan, menjaga dan
mempertahankan agar seluruh karyawan dapat bekerja dengan
tenang dan aman.
Tindakan disiplin yang akan diterapkan :
a. Mendapat teguran lisan untuk pelanggaran pertama
b. Mendapat peringatan tertulis untuk pelanggaran kedua
c. Mendapat peringatan tertulis terakhir untuk peringatan ketiga
d. Peringatan keempat dapat mengakibatkan pemutusan hubungan
kerja
e. Pemutusan hubungan kerja dengan seketika sesuai dengan
peraturan yang berlaku apabila karyawan / supervisor melakukan
pelanggaran berat yang menyebabkan orang lain terluka atau
meninggal, dan/atau mengakibatkan kerusakan berat pada
fasilitas perusahaan.

9
PT. Global Securitech

Surat peringatan harus dibuat oleh bagian yang terkait dan


ditandatangani oleh Supervisor dan Superintendent yang
bersangkutan, kemudian dilaporkan ke area manager.

Semua catatan tentang pelanggaran harus disimpan dibagian yang


terkait sebagai data pribadi karyawan di departemen K3LL untuk
manajemen kontrol dan di Departemen HRD untuk arsip pribadi
karyawan.

1.7. PENOLAKAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN – Refusal to Work


on the ground safety
Setiap karyawan dengan alasan yang masuk akal menyatakan bahwa
pelaksanaan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya mengandung
resiko bahaya bagi dirinya maupun orang lain, mempunyai hak yang
dijamin oleh perundang – undangan (lihat. Peraturan mengenai
Tindakan Keselamatan dan Kesehatan, no. 1 tahun 1970 pasal VIII,
ayat 12, butir e) untuk menolak melaksanakan pekerjaan apabila
berdasar pertimbangannya. Kondisi dan situasi kerja tidak aman.
Segera melapor ke Supervisor untuk mendiskusikan keadaan dan
situasi yang dihadapi Supervisor akan segera memberi pengarahan
untuk melakukan tindakan – tindakan yang diperlukan.

Jika karyawan masih belum merasa puas dengan kondisi dan situasi
kerja yang dihadapi, ia bias melanjutkan penolakan tugas dengan
membuat laporan tertulis yang menjelaskan mengapa ia menolak
untuk melaksanakan tugas, laporan tersebut di tujukan ke tingkat
manajemen yang lebih tinggi di departemennya dan mengirim
salinan surat penolakan tugas tersebut ke Safety Officer.

10
PT. Global Securitech

Supervisor dan Safety Officer akan melakukan penyelidikan terhadap


kasis ini pada situasi dimana :
a. Hasil penyelidikan menghasilkan fakta bahwa kondisi dan situasi
kerja yang dilaporkan oleh karyawan adalah benar, maka
karyawan akan mendapat penghargaan atas kewaspadaan dan
pengetahuannya terhadap tugas yang diberikan kepadanya.
b. Apabila hasil penyelidikan menghasilkan fakta bahwa kondisi dan
situasi kerja adalah aman, karyawan akan dianjurkan untuk
melaksanakan pekerjaannya.
c. Apabila karyawan masih menolak melaksanakan tugas, maka
kasusnya akan dilaporkan ke Area Manager untuk keputusan
akhir dan tindakan-tindakan yang diperlukan.

Pada situasi dimana seorang karyawan menolak melaksanakan


pekerjaannya dengan alasan keselamatan, terlepas dari hasil
penyelidikan yang dilakukan, maka supervisor yang bersangkutan
harus membuat catatan dan laporan untuk Pimpinan Departemen,
Departemen K3LL untuk manajemen kontrol dan Departemen HRD
untuk disimpan sebagai arsip karyawan.

11
PT. Global Securitech

BAB II
INSPEKSI TERENCANA – Planned Inspections

“ To look is one thing, to see what you look is another. To understand what
you see is another. To learn from what you understand is something else.
But to act on what you learn is all that really matters.”
----------winston churchill

Inspeksi Terencana dan dilakukan secara teratur merupakan tindakan pro-


aktif dalam program keselamatan kerja, untuk mengetahui dengan pasti
setiap kondisi dan praktek-praktek yang menyimpang dari prosedur dan
peraturan yang berlaku, untuk segera diidentifikasi dan dikoreksi, sebelum
hal ini menimbulkan masalah baik terhadap manusia, proses operasi, asset
perusahaan maupun lingkungan.

Tujuan Program Inspeksi Terencana :


1. Mengidentifikasi masalah yang tidak diantisipasi sebelumnya, dengan
melakukan inspeksi kesiapan peralatan dan wawancara terhadap
karyawan.
2. Mengidentifikasi penyimpangan dan kerusakan peralatan akibat :
pemakaian ( wear and tear ), pemakaian yang melampaui batas/
dipaksakan (abuse) dan penggunaan peralatan yang salah.
3. Mengidentifikasi praktek kerja yang tidak benar dan menyimpang
dari prosedur, yang dapat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.
4. Mengidentifikasi pelaksanaan tindakan perbaikan. Tindakan
perbaikan diperlukan untuk masalah-maslah yang spesifik, untuk
mencegah munculnya kembali masalah yang pernah terjadi.
5. Mendapat informasi tentang pelaksanaan program keselamatan dan
kesehatan kerja :

12
PT. Global Securitech

. Kondisi peralatan yang baik maupun peralatan yang sudah mulai


rusak.
. Penataan ruang yang efisien maupun pemanfaatan ruang yang
tidak teratur.
. Alat – alat kerja yang tertata rapi maupun berserakan.
. Material siap pakai maupun material yang tertimbun diantara
benda-benda lain.
. Area kerja yang aman maupun areal kerja yang penuh bahaya baik
terhadap kemungkinan cidera, maupun kesehatan karyawan.
. Area kerja yang bersih maupun area kerja yang kotor.
6. Menunjukkan komitmen manajemen terhadap program keselamatan
dan kesehatan kerja melalui kegiatan nyata.

Kegiatan inspeksi merupakan cara terbaik untuk mengkomunikasikan


kepada seluruh karyawan betapa pentingnya program keselamatan dan
kesehatan kerja yang diterapkan oleh perusahaan. Ketika para manajer
dan supervisor melakukan inspeksi, baik secara resmi maupun tidak resmi,
seluruh karyawan akan menyadari bahwa pimpinan turut bertanggung
jawab terhadap keselamatan dan kesehatan karyawan. Dengan demikian,
karyawan akan terpacu untuk melaksanakan apa – apa yang menjadi
bagian dari tugasnya, terlibat aktif dalam program keselamatan, merasa
bangga dengan pekerjaannya dan menjaga produktifitas kerja.

Pelaksanaan Inspeksi Terencana meliputi :


A. Sr. Management Inspection Tours
Sr. Manajemen : Direktur Utama, Direktur atau Manajemen akan
melakukan inspeksi paling tidak setiap enam bulan sekali di semua
lokasi operasi yang termasuk dalam daftar program Audit dan

13
PT. Global Securitech

Inspeksi. Tujuan inspeksi ini adalah memberi dukungan dan


komitmen terhadap pelaksanaan program K3LL.

Komitment dukungan ini berupa diskusi dan dialog dengan seluruh


manajemen dan karywan di lapangan mengenai pelaksanaan dan
hasil-hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan program K3LL
berdasarkan hasil audit dan inspeksi yang lalu, terencana audit dan
inspeksi berikut masalah-masalah yang dihadapi, saran-saran untuk
perbaikan dan peningkatan.

B. Inspeksi Manajemen ( Manajemen Inspection )


Manajer Lapangan akan melakukan Inspeksi Manajemen didaerah
operasi yang dijadwalkan, paling tidak sekali dalam tiga bulan
(Quarterly). Tujuan inspeksi adalah untuk mengevaluasi :
pelaksanaan tindakan perbaikan dan hasil temuan dari inspeksi
bulanan.

C. Inspeksi Umum
Superintendent dan Supervisor bersama safety Representative
melakukan inspeksi menyeluruh sekali dalam sebulan di masing-
masing daerah operasi yang telah tercantum dalam jadwal inspeksi.

Setiap kondisi atau praktek – praktek yang menyimpang dari


prosedur kerja standar dicatat dalam Formulir Laporan Inspeksi
Bulanan ( Formulir 2-1 ). Salinan dari laporan ini dikirim ke Area
Manajer dan Departemen K3LL. Rangkuman dari laporan inspeksi ini
akan dikirim oleh area manajer ke Direktur Operasi.

14
PT. Global Securitech

Rekomendasi yang belum dilaksanakan tetap berada pada laporan


untuk bulan berikutnya sampai ada ketetapan bahwa tindakan
perbaikan telah dilaksanakan.
Inspeksi menyeluruh dilaksanakan dengan melakukan tinjauan
langsung secara umum dan terperinci didaerah operasi yang telah
ditentukan, dan memeriksa segala sesuatu yang berhubungan
dengan aktifitas kerja dengan menggunakan Formulir Daftar Periksa
(Checklist) sebagai panduan untuk memastikan bahwa inspeksi telah
dilakukan dengan seksama.

D. Technical Inspection
Supervisor harus melakukan inspeksi teknik di daerah operasi kerja
yang menjadi tanggung jawabnya, paling tidak satu kali dalam
seminggu. Tujuan Inspeksi Teknik adalah untuk mengidentifikasi
kondisi substandard dari kesiapan peralatan dan praktek kerja, yang
dapat menimbulkan bahaya. Supervisor harus segera melakukan
tindakan perbaikan dan membuat laporan tertulis untuk
Superintendent dan Departemen K3LL.

E. Critical Parts / Items Inspections


Kita mengetahui bahwa kerusakan yang terjadi pada perlengkapan
peralatan dan material dapat mengakibatkan bahaya dan bencana.
Setiap orang yang pernah bekerja di sekitar operasi alat berat
(crane) yang mengangkat beban berat, akan mengetahui betapa
pentingnya melakukan inspeksi terhadap tali baja (sling) yang
digunakan.

Critical Parts dapat didefinisikan sebagai komponen dari mesin,


peralatan, dan material yang apabila dalam keadaan operasional

15
PT. Global Securitech

mengalami kerusakan, kondisi sudah using, dan digunakan tidak


dengan semestinya dapat menyebabkan masalah besar. Critical
items ini adalah komponen tersebut diatas yang disimpan di tempat
penyimpanan dan memerlukan penanganan secara khusus.

Setiap manajer dan supervisor harus selalu memperhatikan kondisi


dari critical part/items ini. Seorang supervisor yang profesional dapat
menerangkan dengan cepat jenis-jenis alat dan material yang sering
mengalami kerusakan atau tidak berfungsi dengan baik dan
kerugian-kerugian yang diakibatkannya. Program inspeksi yang
efektif dapat memastikan bahwa semua Critical Part and items ini
diidentifikasikan, dievaluasi dan disimpan pada tempat yang baik.

Manajer dan Supervisor mempunyai kewajiban melaksanakan


inspeksi untuk mencegah timbulnya masalah yang disebabkan oleh
kerusakan dari Critical part / items.

Membuat Inventory. Formulir 2-2 dapat digunakan untuk


mengembangkan Critical Part Inventory. Critical Inventory :
1. Buat kategori untuk segala sesuatu milik perusahaan, seperti :
mesin, peralatan, bangunan, barang-barang dan material.
2. Rencanakan daerah operasi dan pemberian tanggung jawab
kepada masing-masing daerah operasional.
3. Daftar semua objek berdasarkan kategori (mesin, peralatan,
bangunan, material, dst). Untuk masing-masing daerah operasi,
gunakan inventory yang sudah tersedia seperti : accounting,
inventory, purchasing log, insurance and storage, dan stockroom
inventory.

16
PT. Global Securitech

4. Kumpulkan semua daftar (list) dan identifikasi semua critical


part/items dengan menggunakan pendekatan tim.
a. Anggota tim dapat terdiri dari : manajemen, operator,
manufacture’s reps, loss control specialist, occupational
health specialist.
b. Alat bantu yang terdiri dari : loss record, maintenance
record, operator manual, taining manual, safety publication,
job procedures.
c. Identifikasi beberapa critical part atau items yang dapat
mengakibatkan masalah utama apabila mengalami
kerusakan.
5. Buat daftar semua alat dan material dalam satu system yang
tetap.
a. Identifikasi bagian dari peralatan, bangunan, dll
b. Identifikasi critical part / items
c. Nyatakan apa yang harus diinspeksi
d. Identifikasi siapa yang harus melakukan inspeksi dan
tentukan frekuensinya.

Record Keeping. Catatan yang baik dan terperinci merupakan


unsur yang penting dari system critical part inventory. Untuk
itu dapat digunakan Formulir 2-3.

Pre-use equipment checks. Banyak jenis peralatan yang


melengkapi dengan system control, seperti : emergency,
lampu, breaker, dll. Yang sangat vital untuk keamanan operasi.

17
PT. Global Securitech

F. House keeping Evaluation


” Housekeeping” evaluation meruoakan faktor yang penting dalam
pelaksanaan general planned inspections yang efektif. Disini
termasuk kebersihan dan penataan lingkungan tempat bekerja.
Banyak diantara manajer dan safety specialist menganggap hal ini
sangat penting dan mereka setuju bahwa the first law of good work
adalah ” be clean and orderly ”.

Lingkungan yang kotor dan tidak tertata dengan baik adalah musuh
dari keselamatan kualitas, produktivitas dan efektifitas biaya. Salah
satu executive opini mengenai house keeping mengatalan :

” tidak peduli apa yang anda kerjakan, jika lingkungan Departemen


anda kotor dan tidak tertata, biaya yang anda keluarkan lebih tinggi
dari seharusnya dan --- hal yang akan mengejutkan --- apabila
datang seseorang ke departemen anda, walaupun dia tidak tahu
apapun mengenai pekerjaan anda, dia dapat membuat segala
sesuatu menjadi bersih dan teratur, maka dia akan dapat
menurunkan biaya produksi yang dikeluarkan.”

Inspeksi memberikan kesempatan yang baik untuk menemukan


tanda – tanda ketidateraturan, seperti misalnya :
 Penataan ruang kerja yang kacau dan kotor.
 Penataan barang – barang yang semrawut dan berbahaya.
 Barang – barang berlebih, sudah usang atau tidak di perlukan
lagi.
 Jalan yang terhalang.
 Materil yang tertumpuk, barang-barang yang bedesakan di rak,
bak penampungan yang meluap, dll.

18
PT. Global Securitech

 Alat dan perlengkapan kerja yang tertinggal di area kerja


 Jumlah material yang berlebih
 Barang – barang terbuang, tidak terpakai dan kelebihan
material yang membuat sesak area kerja
 Ceceran, kebocoran dan material berbahaya yang dapat
menimbulkan bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan.

Banyak organisasi memberi perhatian khusus pada kebersihan dan


penataan ruang kerja dengan mengadakan kontes housekeeping,
pemberian hadian dan penghargaan. Penilaian didasarkan pada standar
seperti terlihat dalam contoh formulir. 2-5

19
PT. Global Securitech

Formulir 2-2

CRITICAL PARTS OR ITEMS INVENTORY


SPECIFIC ITEM

( MACHINE, EQUIPMENT, SUBSTANCE, MATERIAL, STRUCTURE, AREA )

DEPARTEMENT LOCATION INVENTORIED BY : APPROVED BY :

COMPONENT REASON FOR CRITICAL CRITICAL ?


CONSIDERED CLASSIFICATION
CRITICAL NO YES

20
PT. Global Securitech

Formulir 2-3

CRITICAL PARTS OR ITEMS RECORD CARD


SPECIFIC ITEM

(MACHINE, EQUIPMENT, SUBSTANCE, MATERIAL, STRUCTURE, AREA)

LOCATION OF ITEM

CRITICAL PRIMARY THINGS TO INSPECTION INSPECTION


FREQUENCY RESPONSIBILITY
PARTS LOOK FOR

21
PT. Global Securitech

Formulir 2-4

PEMERIKSAAN PERALATAN
SEBELUM DIOPERASIKAN

JENIS PERALATAN NO. ID PERALATAN

ALAT-ALAT YANG DIPERIKSA B K CATATAN / KOMENTAR

CATATAN TAMBAHAN :

LAPORAN KERUSAKAN : Kerusakan yang didapat pada peralatan ini pada pemeriksaan
awal sebelum dioperasikan hari ini adalah :

OPERATOR : TANGGAL : SUPERVISOR : TANGGAL :

NAMA/ TANDATANGAN NAMA/TANDATANGAN

22
PT. Global Securitech

BAB III
LAPORAN KECELAKAAN, PENYELIDIKAN DAN TINDAK LANJUT

3.1. PENDAHULUAN
Prosedur pelaporan, penyelidikan dan analisa kecelakaan harus
dilaksanakan oleh semua unit operasi perusahaan untuk mencegah
kemungkinan terjadinya kematian atau luka pada manusia akibat
kecelakaan, terhentinya operasi, dan dampak lingkungan. Pencegahan
terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan dapat dilakukan apabila
faktor – faktor penyebab utama terjadinya kecelakaan dapat diidentifikasi
dan secara sistematis dapat dihilangkan, sehingga dapat diciptakan tempat
dan kondisi kerja yang aman bagi seluruh karyawan. Maka seluruh
karyawan harus melaporkan semua keadaan yang diketahui tidak aman
dan berbahaya, baik bagi manusia, fasilitas operasi perusahaan maupun
lingkungan. Paduan ini merupakan ketentuan dasar yang dapat digunakan
oleh seluruh unit operasi perusahaan untuk membuat laporan, penyelidikan
dan analisa kecelakaan serta penanggulangannya.

Secara umum ada empat (4) unsur operasi perusahaan yaitu : manusia,
peralatan, material dan lingkungan yang secara sendiri –sendiri dan
berinteraksi satu sama lain merupakan unsur utama penyebab terjadinya
kejadian-kejadian yang tidak diharapkan (undersired incident).

1. MANUSIA – PEOPLE
Didalam unsur ini termasuk : manajemen, karyawan, pelanggan,
tamu, pendatang dan masyarakat.
Unsur manusia mempunyai keterlibatan yang sangat dominan
terhadap terjadinya kecelakaan. Manusia disini tidak hanya berarti
karyawan yang terjadi kecelakaan, tetapi lebih luas, menyangkut :

23
PT. Global Securitech

- manajemen yang bertanggung jawab atas prosedur,


peraturan, dan aspek-aspek yang berhubungan dengan
budaya perusahaan.
- Arsitek yang merancang tempat dan lingkungan kerja
karyawan.
- Manajer yang memilih, menerima dan menempatkan para
karyawan pada pekerjaan spesifik masing-masing.
- Supervisor yang memberi orientasi, informasi, instruksi,
motivasi, dan memimpin karyawan.
- Mereka yang melaksanakan perawatan peralatan dan
perlengkapan kerja agar selalu dalam kondisi baik dan aman.

Berdasarkan pengalaman, 80 % dari kesalahan yang dilakukan oleh


karyawan, melibatkan suatu sebab yang penangananya hanya dapat
dilakukan oleh tingkat manajemen.

2. PERALATAN – EQUIPMENT
Termasuk dalam unsur ini adalah semua peralatan yang dioperasikan
oleh manusia misalnya : mesin-mesin yang tidak bergerak, kendaraan
motor ringan dan berat, peralatan pengangkut, peralatan keselamatan,
dll. Semua peralatan ini sangat memungkinkan untuk menjadi
penyebab terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan cidera dan
kematian bagi manusia. Untuk mencegah maka diperlukan
perencanaan dan perancangan tempat bekerja yang aman, seperti :
penempatan peralatan kerja yang teratur, luas tempat bekerja yang
cukup, dll. Penyebab kecelakaan yang terjadi akibat tidak terpenuhinya
ketentuan-ketentuan tersebut dapat dikualifikasikan sebagai ” unsafe
practices.”

24
PT. Global Securitech

3. MATERIAL
Termasuk kategori material adalah bahan –bahan dasar, bahan
kimia, dan bahan-bahan lain yang dipakai, dikerjakan dan diproses
oleh manusia. Banyak kasus cidera yang diakibatkan oleh kebakaran,
ledakan, dll yang disebabkan karena penanganan material yang
ceroboh.

4. LINGKUNGAN – ENVIRONMENT
Unsur ini meliputi seluruh bagian yang berada di sekeliling kita,
bangunan, atau tempat yang mengelilingi manusia, peralatan dan
material, udara, bahan-bahan kimia berbahaya, cuaca, penyakit,
seperti : jamur, bakteri, virus, dll, dan kondisi fisik seperti : suara,
panas, dingin, kelembaban, dan radiasi.
Unsur-unsur ini tidak hanya berhubungan dengan masalah kecelakaan
atau sakit (Occupational Illness) tetapi juga mengakibatkan
ketidakhadiran karyawan,rendahnya kualitas produk dan pelayanan,
bahkan dapat mengakibatkan hilangnya produktifitas.

3.2 DEFINISI
Kecelakaan (Accident) adalah, kejadian yang tidak diharapkan dan
mengakibatkan bahaya terhadap manusia, kerusakan fasilitas /
peralatan, terhentinya operasi serta kerusakan terhadap lingkungan.
Incident, adalah kecelakaan yang terjadi dan disebabkan kontak
dengan sumber energi, misalnya : listrik, bahan kimia, panas, dan
peralatan yang bergerak.
Near Miss, adalah kejadian yang tidak diharapkan, yang
mengakibatkan luka pada manusia, kerusakan peralatan, kebakaran dll.

25
PT. Global Securitech

Critical / Sensitive Incident, adalah kecelakaan dengan tingkat


bahaya yang tinggi, misalnya : blow-out,kebocoran gas, ledakan, dan
15 barrels atau lebih minyak tumpah ke sungai.
Pertolongan Pertama (First Aid), adalah pertolongan untuk luka:
terpotong ringan, tergores, luka memar, dll dilakukan tanpa bantuan
dokter atau fasilitas perawatan.
Medical Treatment, adalah pertolongan untuk kecelakaan dilakukan
dengan bantuan dokter atau fasilitas perawatan,tetapi karyawan dapat
kembali bekerja pada hari kerja.
Lost Time Accident, adalah kecelakaan yang mengakibatkan
karyawan tidak dapat bekerja pada hari kerja.
Industrial Incident, adalah kecelakaan yang melibatkan kendaraan
bermotor, peralatan, dll.
Fatality, adalah kecelakaan yang mengakibatkan kematian bagi
manusia.
Occupational Disease, adalah pengaruh yang berakibat kronis pada
kesehatan karyawan yang disebabkan oleh lingkungan kerjanya.
Contoh : kehilangan pendengaran,otot terkilir, dll.
Motor Vehicle Accident ( MVA ), adalah kecelakaan yang melibatkan
kendaraan bermotor yang sedang berjalan.
Preventable Motor Vehicle Accident ( PMVA), adalah kecelakaan
yang diakibatkan karena kegagalan pengemudi untuk mencegah MVA.
Oil Spill, adalah tertumpahnya minyak sebanyak 1 barrel atau lebih
kelingkungan perairan maupun daratan.
Penyebap Utama ( Root Cause ), adalah penyebap utama terjadinya
kecelakaan. Root Cause dapat diidentifikasikan dan dikontrol.
Casual Factor, adalah masalah-masalah atau kondisi-kondisi yang
seharusnya dapat diatasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

26
PT. Global Securitech

Untuk keperluan laporan ke migas, berikut ini adalah definisi-definisi


penting sebagai acuan dari migas:
Kecelakaan Tambang ( Mining Accident ),adalah setiap kecelakaan
yang terjadi selama waktu kerja yang menyebabkan kehilangan waktu
karena luka ( lost time injury ), hilang/rusaknya peralatan, dampak
terhadap lingkungan diarea pertambangan.
Kecelakaan Lingkungan ( Environment Accident ), adalah
kecelakaan yang menyebabkan kerusakan lingkungan.
Mining Intalation/Equipment Accident, adalah kecelakaan
kerusakan terhadap instalasi/peralatan yang menyebabkan
diperlukannya perbaikan dengan nilai lebih dari 10.000 US$.
Mining Serious Injury, adalah lost time injury yang berpotensi untuk
menyebabkan lost time selama 21 hari atau lebih, atau tidak dapat lagi
bekerja secara permanen.

Dari laporan, penyelidikan dan analisa kecelakaan, akan didapat data-


data yang berkaitan terjadinya kecelakaan. Data-data ini
menginformasikan :

1. Menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi


Dengan penyelidikan dapatr menghilangkan bukti-bukti yang saling
bertentangan, sehingga dihasilkan kesimpulan akhir yang akurat
tentang apa yang sebenarnya terjadi.

2. Menentukan penyebab yang sebenarnya


Menentukan hasil penyidikan yang tidak berguna karena penyebab
utama dari kejadian tidak terdeteksi. Hal ini merupakan suatu
kerugian karena investasi waktu yang sudah digunakan untuk
pelaksanaan penyidikan tidak mungkin dikembalikan.

27
PT. Global Securitech

3. Menentukan tingkat resiko


Penyelidikan yang baik menghasilkan informasi perkiraan
kemungkinan terjadi kecelakaan kembali dan mencegah kehilangan
dua nilai faktor krisis yaitu waktu dan uang yang akan dikeluarkan
untuk melakukan tindakan perbaikan.

4. Mengembangkan sistem pengontrolan


Sistem kontrol yang baik akan tercapai bila telah dilakukan
penyelidikan yang benar-benar mengatasi masalah secara tuntas.
Kalau tidak, masalah yang sama akan muncul dengan gejala yang
berbeda.

5. Menentukan kecenderungan terjadinya kecelakaan


Denag mengungkapkan kasus-kasus kecelakaan melalui penyidikan,
pelaporan dan analisa yang baik, akan dapat diidentifikasi
kecenderungan dari setiap jenis kecelakaan.

6. Menunjukkan perhatian
Kecekaan membarikan informasi kepada setiap orang tentang
ancaman yang terjadi terhadap kehidupan. Penyelidikan yang baik
membantu karyawan untuk lebih memperhatikan penyebab utama
terjadinya kecelakaan, sehingga dapat menghidari terulangnya
kecelakaan yang sama.

3.3 PELAPORAN
Hal yang terpenting untuk menunjang keberhasilan program kecelakaan
adalah pelaporan dari seluruh kecelakaan dan kondisi-kondisi berbahaya
bagi lingkungan sekecil apapun. Penting untuk dimengerti oleh seluruh
karyawan bahwa penyebab utama dari kecelakaan harus dilaporkan,

28
PT. Global Securitech

sehingga hal-hal yang dapat menimnulkan bahaya terhadap manusia,


kerusakan, fasilitas dan peralatan dan kerusakan lingkungan dapat
dicegah.

Formulir baku untuk pelaporan kecelakaan ( NLTA ) seperti pada formulir


3-1, harus diisi oleh karyawan yang terlibat kecelakaan dan Supervisor ,
untuk kemudian dikirim ke Superintendent dan Safety Officer.

Safety Officer akan melakukan penyidikan untuk mendapat data – data


awal ditempat kejadian dan melaporkan kejadian kecelakaan tersebut ke
Pimpinan Area Kerja Terkait dengan menggunakan formulir laporan
kecelakaan (pendahuluan) pada formulir 3-2.
Seluruh karyawan perusahaan bertanggung jawab untuk melaporkan
langsung ke Supervisor, semua keadaan dan kondisi yang tidak aman
sebagai berikut :
 Luka – luka atau sakit
 Kerusakan kendaraan
 Minyak oli dan bahan kimia yang tercecer
 Kebakaran
 Penyebaran penyakit di area kerja ( Occupational Disease )

A. Alasan-alasan tidak melaporkan kecelakaan


Ada beberapa alasan yang paling umum, mengapa karyawan enggan
untuk melaporkan kecelakaan :
1. Ketakutan terhadap masalah disiplin
Kebanyakan karyawan menganggap penyelidikan terhadap
kecelakaan merupakan usaha untuk mencari kesalahan, bukan
mencari fakta. Merupakan hal yang wajar bila orang takut akan
hukuman terhadap kelalaian yang telah diperbuatnya dan disiplin

29
PT. Global Securitech

yang baik sangat diperlukan karena sangsi hanyalah merupakan


bagian kecil dari disiplin. Supervisor yang profesional tidak akan
memperlakukan bawahan sebagai tempat penimpalan segala
kesalahan – kesalahan.
2. Khawatir terhadap Safety Record
Karyawan tidak menginginkan catatan safety group mereka
kurang baik. Tidak seorangpun karyawan mau menjadi penyebab
safety record group mereka menjadi jatuh hanya karena terjadi
cedera, kerusakan peralatan atau kecelakaan kecil.
3. Khawatir terhadap Reputasi
Karyawan tidak ingin dianggap sebagai sumber celaka atau
karyawan berbahaya oleh Supervisor dan rekan sekerjanya.
4. Takut terhadap perawatan reputasi
Ada diantara karyawan yang merasa takut terhadap perawatan
yang sederhana. Banyak kejadian kehilangan jari, bahkan
kematian yang disebabkan karyawan menghindar untuk mendapat
perawatan. Ketakutan lain adalah terdeteksinya penyakit lain yang
dideritanya, apabila dilakukan perawatan medis.
5. Keinginan untuk menghindari tertundanya pekerjaan
Banyak karyawan yang mempunyai keinginan kuat untuk tetap
melaksanakan pekerjaan. Mereka tidak ingin pekerjaan terhenti
karena harus melakukan perawatan medis.
6. Khawatir terhadap sikap karyawan lain
Banyak karyawan, merasa khawatir bahwa melaporkan
kecelakaan yang terjadi akan mengganggu hubungan baik dengan
rekan sekerja atau supervisor.
7. Tidak mengerti tentang pentingnya laporan
Banyak karyawan tidak mengetahui tindakan positif yang segera
dilaksanakan manajemen setelah mereka melaporkan kecelakaan.

30
PT. Global Securitech

Karyawan menganggap hal ini sebagai ketidakpedulian dari


manajemen, sehingga karyawan memilih untuk tidak melakukan
tindakan apa-apa. Hal ini terjadi karena karyawan kurang
mendapat informasi mengenai keuntungan pelaporan kecelakaan
dan tindakan perbaikan yang dilakukan.

B. Memotivasi Pelaporan
Supervisor harus memotivasi karyawan untuk melaporkan setiap
keadaan yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan, dengan
cara :
1. Menanamkan kesadaran akan pentingnya informasi mengenai
kecelakaan.
2. Menunjukkan kepada karyawan, kegunaan dari laporan
kecelakaan dan tindak lanjut perbaikan.
3. Memberikan reaksi positif terhadap setiap laporan dan
menunjukkan kepada karyawan bahwa laporan yang mereka
berikan sangat berperan untuk meningkatkan kualitas operasional
perusahaan.
4. Memberi reaksi positif terhadap setiap usaha pencegahan
kecelakaan.

C. Langkah – langkah Pelaporan


1. Program keselamatan kerja perusahaan dilaksanakan untuk
mencegah terjadi kecelakaan. Bila terjadi kecelakaan, prioritas
pertama adalah melakukan pertolongan untuk karyawan yang
cedera, dan cedera sekecil apapun harus dilaporkan ke supervisor.
2. Segera setelah karyawan yang cidera dirawat, laporan kecelakaan
harus dikirim ke superintendent dan safety officer secara tertulis.
Karyawan tersebut bersama supervisor meninjau kembali apa

31
PT. Global Securitech

yang telah terjadi dan dilakukan analisa penyebab dan metode


yang dapat diterapkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan
sejenis dimasa yang akan datang.
3. Laporan pengetahuan seperti formulir 3-2 harus dibuat oleh safety
officer, dikirim ke Departemen K3LL dan Area Manajer pengguna
jasa. Untuk kasus kecelakaan yang menyebabkan LTA dan
diperlukan penyelidikan yang menyeluruh, maka laporan
terperinci harus dibuat dengan menggunakan formulir 3-3 dan
mengikuti petunjuk ”loss Control Model”.
4. Bila terjadi kecelakaan yang mengakibatkan cedera berat atau
kematian mendadak, maka harus segera dilaporkan ke PT. Global
Securitech Departemen K3LL dan Area Manajer pengguna jasa.

Dokumen – dokumen khusus yang diperlukan oleh pemerintah


daerah tempat terjadinya kecelakaan harus diisi dan diproses
menurut instruksi yang berlaku.
1. Laporan kecelakaan industri atau laporan kesehatan laporan
supervisor tentang penyelidikan kecelakaan harus langsung
diserahkan kepada pimpinan lapangan, Departemen K3LL dan
Area Manajer pengguna jasa.
2. Pimpinan lapangan harus membuat laporan bulanan tentang
kecelakaan.
3. Perwakilan K3LL atas nama perusahaan, bertanggung jawab
untuk melaporkan dengan segera setiap kecelakaan yang
melibatkan karyawan atau peralatan perusahaan kepada
Departemen K3LL pengguna jasa.

32
PT. Global Securitech

D. Kejadian Kritis ( Critical / Sensitice Accident )


Kejadian kritis harus segera dilaporkan kepada Area Manager.
Apabila Area Manager tidak berada ditempat atau tidak dapat
dihubungi, maka hal ini harus dilaporkan ke Superintendent atau
Supervisor yang ada, yang akan segera melakukan koordinasi
dengan Tim Kesehatan Darurat (Emergency Team).

Kejadian kritis harus segera dilaporkan secara verbal kepada Direktur


Operasi paling lambat 1 jam setelah kecelakaan, disusul dengan
laporan tertulis dalam waktu 24 jam. Kejadian kritis yang harus
segera dilaporkan :
 Kematian karena kecelakaan
 Kebakaran besar
 Serious Injury / Fatality disebabkan oleh Motor Vehicle
Accident (MVA) atau Industrial Incident.
 Bencana alam
 Gangguan kesehatan darurat

E. Industrial Incident
Supervisor dan karyawan yang terlibat langsung dalam insiden,
bertanggung jawab untuk membuat laporan awal tentang insiden
yang terjadi dan Safety Officer akan melengkapi laporan tersebut
dengan melampirkan laporan penyelidikan kejadian.
Cidera industry harus mencatat di buku Catatan Kecelakaan
( Accident Record Book ) dan formulir migas III jika kejadian
mengakibatkan lost time.

F. Kecelakaan Kendaraan Bermotor ( Motor Vehicle Accident –


MVA )

33
PT. Global Securitech

Formulir 3-1 dapat digunakan untuk melaporkan kecelakaan


kendaraan bermotor (MVA) dan supervisor bertanggung jawab untuk
membuat laporan awal tentang kecelakaan yang terjadi. Laporkan
awal akan dilengkapi oleh Superintendent dan Safety Officer sama
seperti Industrial Incident
Berikut adalah beberapa kategori dan kriteria kecelakaan secara
umum (Industrial Accident, MVA, Equipment Damage)
a. Minor :
 kecelakaan yang disebabkan kesalahan kecil atau ceroboh
 Tidak mengakibatkan cidera
 Kerusakan < US $ 100
b. Serious :
 Kecelakaan yang terjadi akibat kejadian ketidak pedulian
terhadap praktek – praktek keselamatan kerja dan mengemudi
(ugal-ugalan, lalai, salah mengambil keputusan, dll)
 Terjadi cidera
 Kecelakaan kedua kali dalam 12 bulan
 Kerusakan : US $ 100 – US $ 999
c. Major :
 Kecelakaan yang disebabkan ketidakpedulian terhadap praktek
keselamatan kerja dan mengemudi, misalnya mengendarai
kendaraan dengan kecepatan tinggi.
 Kecelakaan yang mengakibatkan kematian seseorang atau
Cidera berat
 Kecelakaan ketiga selama 12 bulan
 Kerusakan : US $ 1.000 – US $ 9.999
d. Catastropic :
 Kecelakaan yang disebabkan ketidak pedulian yang sangat
menyolok atau pelanggaran yang disengaja terhadap praktek-

34
PT. Global Securitech

praktek keselamatan kerja dan mengemudi (misal : ugal-


ugalan, kecepatan tinggi, dll) dan mengakibatkan dampak
sosial yang cukup luas (misal : unjuk rasa)
 Kecelakaan yang sangat serius dan mengakibatkan cidera berat
atau kematian terhadap orang yang tidak ada kaitannya
dengan pekerjaan / aktifitas yang sedang dilakukan.
 Kerugian > US $ 10.000

3.5 PENYELIDIKAN dan ANALISA KECELAKAAN – ROTT CAUSE


ANALYSIS
Semua kecelakaan yang mengakibatkan kecelakaan kerusakan –
cidera yang berat harus diselidiki dan dianalisis dengan ceapt dan
tepat untuk dapat menentukan penyebab utama dari kecelakaan
yang terjadi. Pelaksanaannya akan dilakukan oleh Board of Inquiry
(BOI) yang melibatkan pimpinan Lapangan dan Safety Officer
PT. Global Securitech, K3LL pengguna jasa. Figure 3-1 yang
menggambarkan incident investigation flow chart.

Penyelidikan kecelakaan harus dilaksanakan secepat mungkin setelah


kecelakaan terjadi, agar didapat fakta dan detil yang tepat.
Penyelidikan kecelakaan dapat dilakukan dengan cara :
1. Melakukan wawancara dengan karyawan yang mengalami
kecelakaan, bila secara medis memungkinkan.
2. Melakukan wawancara dengan pihak lain yang terlibat dengan
kecelakaan tersebut.
3. Menentukan penyebab utama terjadinya cidera atau kerusakan.
4. Menentukan faktor penyebab terjadinya kecelakaan.
5. Mencatat penyelidikan kecelakaan pada formulir yang telah
disiapkan.

35
PT. Global Securitech

Yang harus dilakukan penyelidikan kecelakaan :


Supervisor / superintendent
Supervisor bertanggung jawab dan berhak untuk melakukan penyelidikan
kecelakaan, karena :
1. Mempunyai kepentingan secara pribadi
Kecelakaan yang terjadi akan mempengaruhi hasil kerja dan setiap
aspek pekerjaan yang harus diselesaikan. Supervisor bertanggung
jawab dengan tidak hadirnya karyawan karena cidera atau sakit,
kerusakan peralatan, dll.
2. Mengetahui dengan pasti kondisi karyawan
Supervisor membuat keputusan-keputusan terhadap pemilihan orang
pelatihan, standar kerja dan mengetahui informasi-informasi yang
diperlukan untuk penyelidikan kecelakaan.
3. Mengetahui bagaimana dan dimana mendapat informasi yang
diperlukan
Supervisor mengenal baik bawahannya, mengetahui ”siapa tahu apa”
dan dapat mengetahui dengan cepat dan akurat penyebab utama
kecelakaan.
4. Memulai untuk mengambil tindakan
Supervisor dapat menentukan mana yang dapat dikerjakan dan
mana yang tidak, serta mengapa.
5. Mendapat keuntungan dari hasil penyelidikan
a. Menunjukkan perhatian. Para supervisor yang dengan teliti
melakukan penyelidikan kecelakaan, membuktikan tentang
keterlibatan dan perhatiannya terhadap masalah yang
dihadapi, sangat dihargai oleh bawahannya. Supervisor yang
tidak melakukan hal ini akan mengalami masalah moril dan
kepercayaan.

36
PT. Global Securitech

b. Meningkatkan Produktivitas. Supevisor yang melakukan


penyelidikan, tindakan darurat dan perbaikan dengan efektif,
dapat meningkatkan produktifitas kerja karyawan.
c. Menurunkan biaya operasional. Cidera, kerusakan, dan
akibat lain dari kecelakaan merupakan biaya dan waktu yang
hilang. Penyelidikan kecelakaan yang efektif dapat mencegah
kecelakaan serupa dengan demikian mengurangi biaya
operasional dan mengungtungkan karyawan maupun
perusahaan.
d. Menunjukkan kemampuan supervisor dalam
melaksanakan fungsi control. Karyawan yang bekerja
dibawah bimbingan seorang supervisor yang aktif melakukan
control, mempunyai kebanggan yang besar terhadap
pekerjaannya.

PIMPINAN LAPANGAN
Pada situasi tertentu, penyelidikan kecelakaan memerlukan keterlibatan
Pimpinan Lapangan, apabila :
1. Terjadi kecelakaan berat ( High Potential Incident )
Tingkat keseriusan suatu kejadian mungkin berada diluar kewenangan
dan bertanggung jawab supervisor, melibatkan masyarakat dan
pemerintah, sehingga harus ditangani oleh manajer.
2. Kejadiannya melibatkan area supervisor lain
Pada situasi ini, maka penyelidikan kecelakaan harus dilakukan oleh
manajer yang mempunyai operasional terkait.
3. Tindakan perbaikan akan meliputi lingkup yang luas dan biaya
besar.
Untuk beberapa kasus, diperlukan otoritas yang lebih tinggi guna
mengembangkan tindakan-tindakan yang efektif dan praktis.

37
PT. Global Securitech

Langkah-langkah penyelidikan
Banyak hal yang harus dilakukan ketika terjadi kecelakaan, antara lain:
menangani korban yang cidera, memeriksa kejadian, antara lain:
menangani korban yang cidera, memeriksa kejadian, wawancara dengan
saksi, analisa, menulis laporan,pencegahan kejadian lanjutan seperti
kebakaran dan ledakan, dan mengatur karyawan untuk bekerja kembali.
Kebarhasilan program penyelidikan tidak dapat dicapai tanpa metode yang
memperhitungkan semua unsure yang terlibat kecelakaan. Hal ini
direfleksikan pada flow chart Figure 3 – 1.
1. Langkah awal.
Sangat penting bahwa situasi dilokasi kejadian tidak dirubah
sampai dinyatakan lengkap. Pimpinan tim harus memastikan
bahwa kecuali pertolongan terhadap korban dan pemadaman api
untuk kasus kebakaran, situasi di tempat kejadian kecelakaan
adalah tetap tidak berubah seperti pada saat kejadian.

Prioritas pertama memastikan bahwa korban yang mendapat


cidera sudah mendapat pertolongan medis yang diperlukan dan
api sudah dipadamkan. Selanjutnya dilakukan pengamanan
terhadap lokasi kejadian untuk penyelidikan.

Gambar/photo yang baik dan jelas sudut pandangnya harus


dibuat sesegera mungkin setelah kejadian untuk penyelidikan dan
gambar/photo tersebut dilampirkan pada laporan dari tim
penyelidikan.

2. Rencana penyelidikan
Tujuan utama penyelidikan adalah mendapat informasi untuk
mengetahui apa ada dan mengapa kecelakaan terjadi, membuat

38
PT. Global Securitech

daftar orang-orang yang akan diwawancara dan mengidentifikasi


barang bukti.

3. Mengumpulkan Fakta
Peralatan penting yang diperlukan untuk mendapat fakta di
lapangan guna menunjang penyelidikan kecelakaan antara lain :
kamera, 50 meter pita pengukus, pensil /pena warna, kertas
grafik, lampu (flash light) dll.

Tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk memperoleh informasi


penyebab terjadi kecelakaan :
 Membuat data lengkap : prosedur operasi, pemeliharaan peralatan,
pemasangan peralatan, spesifikasi teknik peralatan, catatan prestasi,
operator, dll.
 Membuat foto atau diagram skematik dari kejadian.
 Mencatat data lingkungan: panas, kelembaban, kondisi penerangan.
 Melakukan wawancara dengan saksi segera setelah terjadi
kecelakaan.

ketika dilakukan wawancara dengan saksi , pastikan saksi mengerti bahwa


alasan wawancara adalah untuk mencari fakta atas terjadinya kecelakaan,
bukan untuk mencari kesalahan. Dan saksi harus membuat pernyataan
tertulis tentang kesaksiannya, serta manandatangani pernyataan
kesaksiannya.

Untuk mendapatkan informasi yang terperinci, hindarilah pernyataan


kepada saksi yang akan menghasilkan jawabkan ”YA” atau ”TIDAK”.
Berilah pernyataan yang akan mengarah pada jawaban yang bersifat
menerangkankesaksian dan apabila seluruh informasi dari saksi sudah

39
PT. Global Securitech

cukup, tanyakan kepada saksi tentang bagaimana perasaannya terhadap


terjadinya kecelakaan tersebut.

Penyelidikan kecelakaan harus memperhatikan kerugian nyata ( actual


loss) yang diakibatkan, baik terhadap: manusia, kerusakan fasilitas, biaya,
dan produksi. Sama pentingnya dengan actual loss, potential loss menjadi
unsure penting dalam penyelidikan kecelakaan. Tingkat bahaya ( severity )
dan kemungkinan terjadinya ( probability ) dari potential loss menjadi
actual loss, menjadi bahan analisa dalam penyelidikan kecelakaan.
Dengan demikian, setiap insiden harus diselidiki dengan menentukan:
severity, probability dan potensi untuk kembali terjadi. Figure 3 – 2
memperlihatkan tingkat kemungkinan terjadinya kembali ( probability of
reccurence ). Figure 3 – 3 memperlihatkan penilaian terhadap resiko ( risk
assessment ).

Tindakan-tindakan penyelidikan dan analisa suatu kecelakaan ( root cause


analysis ) secara terperinci digambarkan pada diagram ” loss Control
Model” ( sumber dari ” modern Safety Management ” Det Norske Veritas
Industry Pte.Ltd, loss Control Management ). Untuk pelaksanaannya dapat
digunakan Form. 3 – 2A.

Ada tiga metode yang dapat dikembangkan untuk melaksanakan


penyelidikan dan analisa kecelakaan dengan menggunakan diagram loss
Control Model, yaitu:
1. Model Penyebab Terjadi kecelakaan ( accident Causation
Model ), dimulai dengan mengidentifikasikan tindakan-tindakan awal
yang menyebabkan terjadinya kecelakaan, kemudian dikembangkan
ke kejadian kecelakaan dan akibat-akibat yanag ditimbulkannya.

40
PT. Global Securitech

2. Model Penyelesaian Masalah ( problem Solving Model ), data


dari Accident Causation Model dikembangkan secara kronologis untuk
mendapat data penyebab utama kecelakaan.
3. Dimulai dengan metode 1, kemudian dikembangkan sesuai dengan
informasi yang ada dan kemudian digunakan metode 2 untuk
manganalisa mundur, dari mulai kejadian kecelakaan sampai kedua
metode titik temu. Metode ketiga ini biasanya digunakan apabila
informasi yang ada tidak lengkap.

3.5, TIDAK LANJUT PERBAIKAN – CORRECTIVE ACTIONS.


Setelah melakukan penyelidikan dan analisa kecelakaan ( root cause
analysis ), harus segera dilakukan tindak lanjut untuk perbaikan ( corretive
actons ),dan menggunakan Formulir 3 – 3 yang memuat data-data
mengenai: jenis kecelakaan yang terjadi, tanggal kejadian. Faktor-faktor
penyebab kecelakaan, tindakan perbaikan yang disarankan, penanggung
jawab pelaksanaan, dan perkiraan waktu/tanggal penyelesaiannya.
Formulir ini harus digunakan secara aktif sehingga dapat diamati setiap
kejadian kecelakaan dengan perbaikan ( corrective action ) yang
disarankan.

Tindakan-tindakan perbaikan ( corrective action ) tergantung pada jenis


dan penyebab utama kecelakaan. Bisa merupakan langkah sederhana,
seperti halnya seseorang menghapus dan merubah tulisan yang salah pada
computer, tetapi juga bisa merupakan sesuatu yang memerlukan tindakan
khusus dan kreativitas dari pelaksana.
Tindakan-tindakan perbaikan dapat dilakukan dengan menggunakan ”
Smart Technique ” sebagai berikut:

41
PT. Global Securitech

Spesifik menjelaskan tentang siapa yang mengerjakan, apa yang


harus dikerjakan, dan kapan dikerjakan.
Terukur atau measurable, nilai kuantitatif efektifitas untuk
mencegah mengurangi terjadinya kecelakaan dimasa
mendatang.
Accountable orang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan harus
kompeten dan jangka waktu penyelesaiannya harus
ditentukan dengan jelas.
Beralasan atau reasonable, masuk akal dari segi pengerjaan dan
biaya, tidak menyebabkan akibat sampingan yang akan
menimbulkan bahaya lain.
Timely jika tingkat kerusakan dan konsekuensi cukup besar,
maka harus diperhitungkan waktu untuk perbaikan yang
secepat mungkin.

42
PT. Global Securitech

BAB IV
PERSONAL COMMUNICATIONS

”The ordinary human being would like to receive simple and intelligent
unstruction in what he is expeted to do, hoe it can be done and what
constitutes a job will done.”
---------- lawrence appley
Former President
American management Assosition

4.1 PENDAHULUAN
Bab ini akan memberi informasi kepada para supervisor tentang
pentingnya melekukan komunikasi yang efektif dengan masing-masing
pribadi karyawan, sebagai bagian dari tanggung jawab seorang supervisor
dalam melaksanakan tugasnya.
Kemampuan kominikasi tidak hanya membantu supervisor dalam
meelaksanakan tanggung jawab, tetapi juga akan memberikan rasa
percaya diri dalam menagani situasi dimana diperlukan komunikasi
langsung dengan karyawan ( one - to – one communication ).
Hasil penelitian terhadap bebrapa executive sukses menginformasikan
bahawa dua aktifitas manajemen dari ”20 critical managerial
competencies” yaitu ”mendengar aktif” dan ”memberi instruksi dengan
efektif ” memberi andil terbesar terhadap keberhasilan suatu usaha.
Aktifitas-aktifitas lain yang juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan
adalah: mengkomunikasikan kebijakan perusahaan kepada seluruh
karyawan melakukan dialog dengan efektif, menjelaskan pekerjaan dan
menggunakan umpan balik melalui komunikasi, seperti terlihat pada tabel
berikut.

43
PT. Global Securitech

20 CRITICAL MANAGERIAL COMPETENCIES

Importance Rating Survey Rank & Competency


Super Critical
1. Listen actively
2. Give Clear, Effective Instruction
3. Accept Your Share of Responsibility for Problem
4. Identify Real Problem
Highly Critical
5. Manage Time, Set Priorities
6. Give Recognition for Excellent
Performance
7. Communicate Decision to Employees
8. Communicate Effectively ( Oraliy )
9. Shift Prioritas, if necessary
Critical
10. Write Effectively
11. Prepare Action Plan
12. Define Job Qualification
13. Effectively Implement Organization
Change
14. Explain and Use Cost Reduction methods
15. Prepare and Used Cost Reduction methods
16. Develop Written
17. Justify New Personal and Capital Equipment
18. Patricipate in seminar and read

Dengan demikian, lebih dari sepertiga Critical Management


Competencies adalah menyangkut komunikasi dengan bobot terbesar

44
PT. Global Securitech

pada komunikasi langsung dengan pribadi karyawan – personal


communications.

Alexander Cohen dalam artikelnya “ Factor in Successful


Occupational Safety Program “ terhadap pelaksanaan program
keselamatan kerja yaitu :
1. bukti nyata dari komitmen manajemen ( management
commitment ) terhadap pelaksanaan program keselamatan kerja.
2. frekwensi terjadinya kontak / komunikasi antara karyawan,
supervisor, dan anggota manajemen.

ORIENTASI
Dari hasil penyelidikan terhadap beberapa kecelakaan kerja yang terjadi,
secara statistik menunjukkan bahwa kecelakaan yang terjadi pada
karyawan baru hampir dua kali lipat dari yang terjadi pada karyawan yang
berpengalaman. Hal ini semata-mata disebabkan kurangnya informasi
yang memadai sebagai alat pelindung diri karyawan baru.

Karyawan yang baru mulai bekerja dan mereka yang bekerja dengan ruang
lingkup kerja yang baru, sangat rentan kecelakaan. Seorang supervisor
yang professional akan melakukan orientasi yang tepat bagi karyawan baru
untuk membantu melewati periode kritis ini dalam memulai pekerjaannya.
Orientasi yang baik memerlukan empati yaitu kemampuan pribadi untuk
menyelami jiwa seseorang, untuk melihat sesuatu dari sudut pandang
mereka. Sehingga orientasi yang dilakukan merupakan proses komunikasi
untuk mencapai pengertian bersama, membantu mereka terbiasa dengan
lingkungan kerja yang baru dan memberikan dasar-dasar pengetahuan,
keahlian dan sikap pribadi dalam lingkungan pekerjaan.

45
PT. Global Securitech

Memang pelaksanaan orientasi ini memerlukan sebagian investasi waktu


dari supervisor, tetapi untuk jangka panjang tidak ada hal yang paling
menguntungkan selain memberikan bekal kepada para karyawan baru
untuk memulainya dengan langkah yang benar. Orientasi adalah tahap
yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan moril karyawan, peningkatan
efisien dan tingkat kerja yang efektif.

Sebagai paduan pelaksanaan orientasi, dapat digunakan Formulir Daftar


Periksa (Checklist) Formulir 3-1

Tujuan Orientasi :
1. Memberi penjelasan dan petunjuk-petunjuk mengenai sistem
operasi perusahaan dan peraturan keselamatan dan kesehatan
kerja yang diterapkan oleh perusahaan.
2. Membuka kesempatan awal untuk membentuk hubungan kerja
yang baik antara supervisor dengan bawahan.
3. Memberikan dasar-dasar sikap (attitude) kerja yang baik dan
benar.
4. Menujukkan komitment yang kuat dari manajemen perusahaan
terhadap keselamatan dan kesehatan kerja serta
kesejahteraan karyawan.
Mereka yang harus mendapat orientasi :
1. Karyawan yang baru bekerja
2. Karyawan yang dipindahkan dari bagian lain dengan ruang lingkup
kerja yang berbeda
3. Karyawan yang dikembalikan pada jenis pekerjaan yang sudah lama
ditinggalkannya.
Jenis dan ruang lingkup orientasi tergantung pada situasi, latar belakang
karyawan dan lingkungan pekerjaan yang dihadapi.

46
PT. Global Securitech

Jenis dan pelaksanaan orientasi :


1. Orientasi perusahaan (umum), dilakukan oleh lebih dari satu orang
seperti dari HRD, Safety dan bagian-bagian lain yang terkait.
2. Orientasi kerja, dilakukan oleh pimpinan bagian yang bersangkutan
atau supervisor.

Tahap-tahap Orientasi :
1. Persiapan
a. Tentukan waktu dan tempat paling cocok untuk melaksanakan
orientasi, bisa dikantor, ruang pertemuan atau di area operasi.
b. Jadwalkan untuk melakukan peninjauan ke area-area kerja.
c. Kumpulkan informasi mengenai karyawan yang akan mendapat
orientasi, dan beritahu karyawan lain bahwa ada karyawan
yang akan bergabung dengan mereka.
d. Siapkan peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan oleh
karyawan baru.
e. Sebagai panduan bisa digunakan Formulir 3-1 untuk
memastikan bahwa hal-hal yang penting tidak terlewati.
2. Ciptakan suasana wajar, tenang dan bersahabat dengan memberi
perhatian pribadi kepada karyawan yang akan mendapat orientasi.
Beri kesempatan kepada karyawan baru untuk menceritakan data-
data pribadinya, seperti : nama kecil, keluarga, pengalaman kerja
dan kegiatan-kegiatan waktu luangnya.

Hal penting lain yang diperlukan adalah menginformasikan kepada


karyawan baru seberapa penting tugas yang akan dia laksanakan
dan seberapa besar kontribusi terhadap seluruh kepentingan operasi
perusahaan. Inilah tahap awal untuk membangun kebanggan

47
PT. Global Securitech

terhadap pekerjaannya, mengembangkan rasa memiliki dan rasa


tanggung jawab setiap karyawan baru.
3. Pelaksanaan Orientasi meliputi : personal presentation, diskusi,
referensi, material, tour dan lain-lain.
Hal-hal penting yang perlu dikomunikasikan pada saat orientasi :
a. Peraturan dan kebijakan perusahaan tentang keselamatan dan
kesehatan kerja.
b. Bagimana bekerja dengan aman.
c. Perlengkapan dan peralatan keselamatan kerja yang wajib
dikenakan pada waktu memasuki area kerja maupun
melaksanakan pekerjaan.
d. Bagaimana cara meminta pertolongan pada saat situasi bahaya
(emergency) cara-cara melaporkan dan tindakan-tindakan
yagn harus dilakukan untuk memberi pertolongan apabila
terjadi kecelakaan.
e. Sangsi-sangsi yang akan diterapkan terhadap pelanggaran
peraturan keselamatan kerja perusahaan.
Selama tiga bulan sebagai masa percobaan bagi karyawan baru, evaluasi
kemajuan-kemajuan yang dicapai untuk kemudian ditentukan
kualifikasinya.

INSTRUKSI KERJA YANG TEPAT (Proper Job Instruction)


Hasil penyelidikan kecelakaan kerja yang dilakukan oleh U.S Bureau of
Labour Statistics (BLS) melaporkan bahwa :
- 71 % dari pekerja yang mendapat luka dikepala mengatakan,
mereka tidak mendapat instruksi mengenai keselamatan kerja yang
diperlukan.

48
PT. Global Securitech

- 61 % dari pekerja yang terluka pada saat melakukan service


peralatan mengatakan mereka tidak mendapat informasi mengenai
lockout prosedur.
- 19 % dari pekerja yang terluka pada saat menjalankan mesin
pemotong mengatakan mereka tidak mendapat pelatihan untuk
menggunakan peralatan.

Dari informasi tersebut dapat disimpulkan, betapa pentingnya memberi


instruksi kerja yang tepat. Informasi yang cukup, dan pelatihan yang
baik kepada para karyawan agar mereka dapat bekerja dengan baik dan
aman. Instruktur kerja yang tepat tidak hanya menyangkut kepentingan
akan keselamatan tetapi lebih luas lagi akan berpengaruh terhadap
peningkatan produktifitas kerja, pengontrolan biaya dan kualitas dari
hasil kerja itu sendiri. Tingkat keefektifan seorang manager supervisor
dan team leader tergantung pada sejauh mana kehandalan setiap
karyawan didalam kelompoknya mengerti akan tugasnya serta
melaksanakan dengan efisien aman dan produktif.

Instruktur kerja yang tepat adalah ”bagaimana membimbing karyawan


untuk bekerja dengan benar, cepat akurat dan aman ” yang dalam
pelaksanaannya tentu akan membutuhkan perhatian, waktu dan usaha.
Tetapi inilah salah satu jawaban yang tepat terhadap banyaknya
masalah yang dihadapi supervisor. Instruktur yang tepat merupakan
cara yang efektif untuk menggantikan kebiasaan belajar sambil
mencoba – coba yang sering dilakukan oleh karyawan. Tujuan memberi
instruksi kerja yang tepat :
1. Memotivasi karyawan untuk melaksanakan tugas dan pekerjaannya
dengan baik dan benar.

49
PT. Global Securitech

2. Memastikan bahwa karyawan mempunyai kemampuan dan mengerti


bagaimana cara mengerjakan pekerjaannya dengan baik dan benar.

4.4 KONTAK PRIBADI ( Personal Contacts )


Kontak pribadi merupakan unsur tambahan yang terbaik dari rapat
kelompok (mis: safety meeting, toolbox talk, tailgate meeting, dll)
sebagai proses pembinaan dan belajar bagi para karyawan.

Tujuan melakukan kontak pribadi :


 Mengkomunikasikan berbagai aspek : keselamatan, kualitas,
produktifitas, dan control biaya kepada masing-masing
karyawan.
 Mengembangkan pengertian dan kesadaran yang lebih baik
terhadap keselamatan kerja.
 Menunjukkan perhatian pribadi supervisor terhadap masing-
masing karyawan mengenai kondisi dan praktek kerja yang
baik dan benar.
 Meningkatkan hubungan kerja yang baik antara supervisor dan
bawahan.

Kontak pribadi harus sering dilakukan agar secara efektif dapat memberi
pengaruh terhadap sikap (attitude), pengetahuan (knowledge) dan
kemampuan teknik (skill) yang lebih baik pada masing-masing karyawan.
Aktifitas kontak pribadi dapat dijadwalkan sekali dalam seminggu atau
minimum satu kali dalam sebulan tergantung jumlah karyawan yang
menjadi anak buah seorang supervisor.

50
PT. Global Securitech

Lima langkah kunci dalam melaksanakan kontak pribadi :


1. Tentukan topic pembicaraan spesifik yang berhubungan dengan
tugas dan pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan.
2. Tentukan tujuan pembicaraan yang akan menjadi inti dari kontak
pribadi. Jika diperlukan gunakan referensi atau gambar-gambar yang
akan memperjelas apa yang kita maksudkan.
3. Informasi kepada karyawan, topik yang akan dibicarakan dan beri
pengertian tentang pentingnya diskusi. Berikan dorongan kepada
karyawan untuk berani berbicara dan mengemukakan pendapat
pribadinya. Supervisor yang profesional harus mendengarkan dan
memperhatikan apa yang dikemukakan oleh bawahannya, dengan
demikian akan tercipta komunikasi yang efektif.
4. Buat catatan sederhana mengenai pelaksanaan kontak pribadi,
sebagai managemen kontrol untuk merencanakan kontak – kontak
yang lain.
5. Jika ada informasi tambahan yang belum terjawab pada saat kontak
pribadi, maka setelah di dapat jawaban harus segera disampaikan
kepada karyawan.

Seorang supervisor adalah pembimbing dan pelatih terhadap karyawan.


Setiap karyawan dalam tim (kelompok) harus tahu apa yang diharapkan
dari mereka, bagaimana mereka mengerjakannya dan apa yang harus
mereka tingkatkan. Tanggung jawab terbesar supervisor adalah memberi
bimbingan dan memimpin karyawan untuk bekerja efisien, aman dan
produktif. Seorang supervisor harus tahu dan mengerti apa yang
dikerjakan oleh karyawan agar terus berusaha meningkatkan pengetahuan
dan kemampuannya.

51
PT. Global Securitech

BAB. V
KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT

UMUM
Sarana transportasi darat. Untuk karyawan, dalam operasi perusahaan,
selalu berkaitan dengan masalah keselamatan, kesehatan, dan
kesejahteraan karayawan. Dalam bab ini dijelaskan aspek keamanan
dan persyaratan yang diperlukan untuk memastikan bahwa transportasi
darat dilaksanakan secara terencana, terorganisasi dan terkontrol serta
sesuai undang – undang dan peraturan yang berlaku.

Tujuan pelaksanaan Manajemen Transportasi Darat :


 Memastikan bertanggung jawab terhadap masalah transportasi
darat
 Memastikan memenuhi semua persyaratan yang berlaku
 Mengurangi resiko kecelakaan dalam operasi transportasi darat
 Mengembangkan dan menerapkan standar tes dan seleksi
pengemudi
 Mengembangkan dan menerapkan program-program dan
prosedur pelatihan pengemudi
 Mengembangkan dan menerapkan standar perawatan kendaraan
transportasi untuk memastikan bahwa semua kendaraan dalam
kondisi aman.

TANGGUNG JAWAB DAN PENGAWASAN


A. Manajemen
Dalam pelaksanaan transportasi darat. Perusahaan bertanggung
jawab untuk melindungi keselamatan karyawan dan anggota

52
PT. Global Securitech

masyarakat. Manajemen bertanggung jawab untuk melaksanakan


tindakan-tindakan yang praktis dala hal :
 Menjamin memenuhi undang-undang dan peraturan yang
berhubungan dengan transportasi darat.
 Melaksanakan kebijakan yang dapat meningkatkan keamanan
transportasi darat, dan disesuaikan dengan kebutuhan
operasional yang diisyaratkan oleh pengguna jasa.
 Melakukan evaluasi terhadap setiap aktivitas perusahaan
dalam hal keselamatan transportasi darat.
 Memastikan bahwa semua kendaraan dan peralatan
transportasi darat dirawat sesuai dengan standar keselamatan
yang diisyaratkan.
 Memastikan bahwa transportasi darat dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan yang berhubungan dengan tanggung jawab
terhadap lingkungan.

B. Pengawas (Supervisor)
Supervisor bertanggung jawab atas keselamatan transportasi
darat dan harus melaksanakan :
 Sistem manajemen keselamatan transportasi darat
yang diterapkan oleh perusahaan maupun pihak
pengguna jasa.
 Mengembangkan peraturan dan prosedur pelaksanaan
keselamatan transportasi darat.
 Mengkomunikasikan peraturan keselamatan
transportasi darat kepada seluruh karyawan.
 Memeriksa catatan tentang pengemudi transportasi
darat untuk memastikan bahwa pengemudi melakukan
tugas sesuai dengan ketentuan yagn berlaku.

53
PT. Global Securitech

 Melakukan penyelidikan terhadap pelanggaran lalu


lintas yang di lakukan oleh pengemudi, prosedur ini
termasuk :
a. Membuat catatan permanen terhadap
pelanggaran lalu lintas.
b. Menyelidiki setiap pelanggaran dan
kecelakaan yang terjadi
c. Pelatihan ulang dan diskualifikasi terhadap
pengemudi berdasar catatan pelanggaran
dan kecelakaan.
 Membuat laporan semua kejadian dan kecelakaan –
kecelakaan transportasi darat.
 Bersama tim board of injury (BOI) pengguna jasa,
menyelidiki dan menganalisa semua kecelakaan yang
terjadi untuk menentukan penyebab utama kecelakaan
secara tepat dan melakukan tindakan perbaikan.

C. Karyawan
Karyawan mempunyai tanggung jawab :
 Melaksanakan pekerjaan sesuai peraturan dan prosedur yang
diterapkan
 Mengoperasikan kendaraan dengan memenuhi ketentuan
prosedur keselamatan
 Dilarang mengoperasikan kendaraan dalam keadaan mabuk
karena alcohol dan obat-obatan
 Melakukan pemeriksaan sebelum menjalankan kendaraan
 Dilarang mengoperasikan kendaraan yang tidak memenuhi
standar keselamatan
 Memberi bantuan instruksi kepada karyawan baru

54
PT. Global Securitech

 Segera melapor apabila terjadi pelanggaran terhadap undang-


undang yang ditetapkan oleh pemerintah.

KEAMANAN MENGEMUDI
1. Semua calon pengemudi kendaraan perusahaan harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut :
o umur minimal 18 tahun
o lulus seleksi yang dilaksanakan oleh perusahaan meliputi :
a. Sikap pribadi (attitude)
b. Tidak buta warna
c. Keterampilan mengemudi – ”behind the wheel” test road
d. Pengetahuan tentang rambu-rambu lalu lintas
o sehat dengan diperkuat surat keterangan dokter
o memiliki surat ijin mengemudi (SIM) yang sah sesuai
kendaraan yang dikemudikannya.
2. Dokumen tentang kendaraan dan surat – surat lain yang
diperlukan harus selalu tersedia di kendaraan milik
perusahaan.
3. Peralatan pada semua kendaraan perusahaan harus memenuhi
persyaratan yang ditentukan.
4. Setiap kecelakaan yang menyangkut kendaraan milik
perusahaan atau kendaraan yang di sewa perusahaan. Baik
kecelakaan berat maupun ringan harus dilaporkan secepat
mungkin kepada supervisor.
5. dilarang masuk atau keluar dari kendaraan yang sedang
berjalan dan naik kendaraan yang tidak dirancang untuk
kendaraan penumpang. Dilarang meninggalkan kendaraan
mesin yang masih hidup dan mengemudikan kendaraan
dengan pintu terbuka.

55
PT. Global Securitech

6. Dilarang merokok didekat kendaraan yang sedang mengisi


bahan bakar.
7. Dilarang mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan
motor di daerah yang mengandung gas, ingat bahwa di semua
operasi perminyakan selalu terproduksi gas, dan gas yang
keluar dapat terbakar oleh api terbuka dan loncatan bunga api.
8. pada waktu turun hujan, semua kendaraan bermotor yang
sedang di parkir dan dijadikan sebagai tempat berteduh
mesinnya harus dimatikan untuk menghindari keracunan gas
karbon monoksida

TEKNIK MENGEMUDI SECARA AMAN


Semua pengemudi harus mempraktekan teknik mengemudi kendaraan
secara aman :
1. Pengemudi harus hafal dan patuh kepada peraturan lalu lintas
baik umum maupun setempat.
2. Pada semua kendaraan perusahaan harus dipasang sabuk
pengaman semua penumpang harus mengenakan sabuk
pengaman.
3. Sebelum menjalankan kendaraan, pengemudi harus melihat
sekeliling untuk memastikan ada tidaknya kemungkinan bahaya.
4. Jika melakukan manufer kendaraan di tempat yang sempit,
pastikan bahwa jalan telah aman. Jika pandangan pengemudi
terhadap jalan terhalang, harus meminta pantauan orang lain.
5. Jika pengemudi yang sedang mengemudikan kendaraan
perusahaan merasa ngantuk, harus digantikan oleh karyawan
yang dapat mengemudi, jika tidak ada orang lain yang dapat
mengemudi, perjalanan tidak boleh dilanjutkan sebelum ada
pengemudi pengganti.

56
PT. Global Securitech

6. Pengemudi yang minum obat-obatan yang mengandung obat


tidur dilarang mengemudikan kendaraan.
7. Sebelum menjalankan mesin mobil dipagi hari, bersihkan semua
jendela dan kaca depan mobil.
8. Mengemudikan adalah tugas utama. Pengemudi tidak boleh
mengendarai kendaran sambil melakukan kegiatan lain seperti :
membuat catatan, mengoperasikan telepon mobil, dll.
9. Pada setiap kendaraan harus dipasang kaca spion, disarankan
menggunakan kaca spion wide angle karena kaca spion jenis ini
menambah luas pandangan.
10. Dilarang mengemudikan kendaraan secara tidak aman dan tidak
sopan, misalnya mengemudi secara ugal-ugalan, tidak
menghormati hak pejalan kaki melanggar peraturan lalu lintas,
dll.
11. Pengemudi harus mempertimbangkan dan mengatur kecepatan
sesuai denagn kondisi kendaraan, keadaan lalu lintas dan cuaca.

PELATIHAN
A. Pelatihan Awal
Setiap pengemudi ahrus lulus ”Kursus mengemudi yang selamat” (safe
driving practice course) setiap pelatihan harus didokumentasikan
secara lengkap.

B. Standard Minimal
Pelatihan awal harus meliputi sekurang-kurangnya empat jam instruksi
klasikal dan empat jam latihan ”behind the wheel” instruksi klasikal
meliputi :
 Tinjauan terhadap sistim manajemen keselamatan transportasi
darat

57
PT. Global Securitech

 Prinsip-prinsip umum tentang mengemudi yang aman


 Tinjauan terhadap peraturan dan tanda-tanda lalu lintas
 Prosedur dasar menjalankan, menghentikan dan
memundurkan kendaraan
 Menjaga jarak kendaraan
 Penjelasan tentang hak dijalan
 Peraturan dan prosedur parkir
 Mengemudi dalam cuaca yang buruk
 Megemudi pada malam hari
 Teknik mengemudi dalam situasi darurat
 Perlunya inspeksi kendaraan sebelum perjalanan (pre-trip
vehicle inspection)
 Teknik menangani kendaraan
 Prosedur melaporkan kecelakaan
 Prosedur tindakan darurat
 Menggunakan peralatan keselamatan

Pelatihan mengemudi kendaraan (behind the wheel) harus dilaksanakan


dikendaraan yang akan dioperasikan, sebagai berikut :
 Instruksi dan latihan manuber, parkir, memundurkan kendaraan, dll
 Instruksi dan latihan teknik mengelak (evasive maneuver)
 Inspeksi sebelum melakukan perjalanan (pre-trip inspection)
 Mengemudi di jalan raya (offroad driving course)

C. Pelatihan Tambahan
Pelatihan tambahan diperlukan untuk operasi kendaraan transportasi darat
berdasarkan sifat operasi, daerah tanggung jawab dan persyaratan : local,
nasional dan internasional.

58
PT. Global Securitech

PERAWATAN KENDARAAN
Perawatan yang bener terhadap kendaraan transportasi darat akan
mencegah kecelakaan dan kerusakan yang fatal.
Perawatan kendaran secara rutin harus dilakukan pada basis ”per-
kilometer”, ”perhari” dan ”konsumsi bahar bakar” disesuaikan dengan jenis
kendaran dan sifat operasinya.
Bagian perawatn mempunyai tanggung jawab utama terhadap perawatan
kendaran transportasi darat.

Harus dilakukan pre-trip inspection terhadap setiap kendaraan pengangkut


karyawan dan kendaran cadangan penumpang. Data didokumentasikan.
Gunakan Formulir, 5-1 terlampir pada halamn berikut.

Kendaraan transportasi darat harus memenuhi standar keselamatan,


standar lingkungan, serta sesuai dengan undang-undang dan peraturannya
yang berlaku.

MANAJEMEN PERJALANAN
Tujuan dari manajemen perjalanan adalah untuk menjamin keselamatan
pengemudi, penumpang dan angkutan barang dan meliputi :

A. Pengurangan Perjalanan
Melakukan penilaian (assesmen) dan analisa untuk mengurangi kebutuhan,
perjalanan transportasi darat dapat mengurangi resiko bagi pengemudi,
penumpang dan angkutan barang. Alternatif bagi pengurangan perjalanan
transportasi darat :
 Penggunaan alat transportasi alternative seperti udara, air, kereta
api, dll
 Mengkombinasikan perjalanan

59
PT. Global Securitech

 Metode komunikasi elektronik

B. Perencanaan Perjalanan
Manajemen perencanaan perjalanan harus mempertimbangkan metode
mengurangi resiko perjalanan dengan cara :
 Pemilihan rute untuk menghindari daerah – daerah yang padat
lalu lintas
 Membuat rute-rute perjalanan
 Menentukan kendaraan yang sesuai untuk perjalanan berdasar
analisa daerah, kondisi cuaca, penumpang, angkutan barang,
alat-alat keselamatan yang diperlukan dan keterampilan
pengemudi.
 Memilih pengemudi yang sesuai untuk perjalanan dengan
memperhatikan tingkat keterampilan, pengalaman dan kebiasaan
terhadap rute perjalanan. Mengatur jam-jam mengemudi, masa
istirahat dan istirahat makan bagi pengemudi.
 Menentukan batas kecepatan maksimum.
 Membuat standar jumlah, perjalanan yang dapat dilakukan
termasuk jadwal perjalanan maksimum dan minimum.
 Memastikan bahan bakar yang tersedia cukup untuk perjalanan.
 Menyediakan alat komunikasi dikendaraan jika diperlukan.
 Menyediakan alat keselamatan, seperti P3K, suku cadang, ban,
peta perjalanan, dll.
 Membuat perencanaan tindakan darurat.

KECELAKAAN KENDARAAN BERMOTOR (MVA)


 Preventable – adalah setiap kecelakaan yang melibatkan
kendaraan perusahaan mengakibatkan kerusakan pada
bangunan, cidera atau kematian manusia, tanpa melihat siapapun

60
PT. Global Securitech

korbannya. Bangunan apa yang rusak dan dimana terjadinya,


yang diakibatkan oleh karena pengemudi perusahaan tidak
melakukan tindakan pencegahan yang seharusnya dapat
dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
 Non – preventable – kecelakaan yang terjadi diluar batas
kemampuan pengemudi untuk menghindarinya.

Jenis Kecelakaan Preventable


Jenis-jenis kecelakaan yang dapat dikategorikan sebagai PREVENTABLE :

Intersections Pengemudi harus berhati-hati saat mendekati,


memasuki dan melintasi persimpangan jalan,
untuk menghindari kemungkinan terjadinya
kecelakaan yang diakibatkan oleh tindakan
pengemudi lain, adanya pergerakan lalu lintas
yang kompleks dan persimpangan jalan yang
tertutup.

Backing Kecelakaan yang terjadi pada waktu


memundurkan kendaraan. Pengemudi tidak
cermat dalam memperhitungkan jarak, ruang
dan gerak kendaraan.

Front–End Collisions Menabrak dari belakang, tidak peduli apakah


kendaraan yang berada dimuka berhenti tiba-
tiba atau tanpa diduga, seorang pengemudi
seharusnya dapat menghindari terjadinya
kecelakaan ini dengan cara menjaga jarak yang
aman.

61
PT. Global Securitech

Rear–End Collisions Tertabrak dari belakang bisa terjadi akibat


kendaraan bergerak ke belakang di daerah
yang menurun, berhenti tiba-tiba pada waktu
melintasi jalan, ketika lampu lalu lintas
berubah atau pengemudi tidak memberi
tanda pada saat berputar.

Passing Kegagalan dalam melewati kendaraan lain


dengan aman adalah cermin dari lemahnya
pertimbangan dan perhitungan dalam
melakukan tindakan dari seorang pengemudi.

Being Passed Gesekan atau singgungan yang terjadi pada


waktu kendaraan disusul oleh kendaraan
lain. Pengemudi seharusnya dapat
mengurangi kecepatan atau meminggirkan
kendaraan lain menyusul.

Lane Encroachment Kecelakaan yang terjadi akibat pelanggaran


atau perpindahan jalur jalan adalah cermin
dari pengemudi yang ceroboh dan tidak
menghargai pengemudi lain.

Opposing Vehicles Sangatlah penting untuk memeriksa


tindakan-tindakan yang dilakukan oleh
pengemudi perusahaan pada waktu mereka
terlibat dalam kecelakaan dengan
kendaraan yang datang dari arah
berlawanan. Posisi dan lokasi kendaraan

62
PT. Global Securitech

sebelum dan pada titik kejadian harus benar-


benar dipastikan. Walaupun mungkin
kendaraan yang berlawanan memotong atau
melanggar jalur jalan, tetapi masih mungkin
untuk menghindari terjadinya kecelakaan,
misalnya dengan berhenti, meminggirkan
kendaraan dan memberi tanda dengan
lampu.

Turning Gerakan memutar, seperti juga menyusul


memerlukan perhatian dan kewaspadaan dari
pengemudi, gerakan memutar dan melintas
jalan harus memperhatikan kemungkinan
adanya kendaraan lain maupun pejalan kaki
di daerah perputaran.

Pedestrians and Bicycle peraturan dan undang-undang lalu lintas


umum memberikan perlindungan terhadap
pejalan kaki dari kemungkinan tertabrak oleh
kendaraan yang sedang berjalan, jalur jalan
yang tidak umum yang diambil oleh pejalan
kaki, misalnya ditengah jalur pemisah jalan
atau diantara kendaraan yang sedang parkir
tidaklah melepas tanggung jawab pengemudi
untuk melakukan tindakan pencegahan agar
tidak terjadi kecelakaan. Semua kecelakaan
yang melibatkan pejalan kaki dan
pengendara sepeda adalah PREVENTABLE.

63
PT. Global Securitech

Weaterher Kondisi cuaca yang kurang baik, seperti


hujan , kabut, gerimis, lumpur, atau debu bisa
meningkatkan faktor bahaya dalam
berkendaraan tetapi bukanlah penyebab utama
dari suatu kecelakaan kelalaian pengemudi
dalam menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca
adalah penyebab terjadinya kecelakaan yang
dikategorikan sebagai PREVENTABLE.

Fixed Objects Tabrakan dengan benda yang terpasang


tetap. kecelakaan ini diakibatkan kelalaian
dalam memeriksa dan memperhitungkan jarak
dan ruang.

Mechanical Failure Setiap kerusakan mekanikal kendaraan


seperti: kerusakan dan rem, yang menyebabkan
terjadinya kecelakaan dan mengakibatkan
kematian, cidera, dan kerusakan bangunan
adalah dikategorikan sebagai MVA.
Setiap kecelakaan yang disebabkan oleh
kerusakan mekanik kendaraan yang seharusnya
dapat di deteksi oleh pengemudi, dikategorikan
sebagai PREVENTABLE, adalah tanggung jawab
pengemudi untuk melaporkan kondisi kendaraan
yang tidak aman (unsafe) untuk segera di
perbaiki.

Non – Collision Kecelakaan seperti kendaraan terbalik, atau


keluar dari jalur jalan yang disebabkan oleh

64
PT. Global Securitech

usaha pengemudi untuk menghindari terjadinya


tabrakan. Cara-cara dan prosedur pengemudi
sebelum terjadinya kecelakaan perlu diselidiki
untuk mengetahui kemungkinan pengemudi
tidak melaksanakan prinsip – prinsip pengemudi
yang aman.

Miscellaneos Beban yang berlebihan, barang terjatuh dari


kendaraan pengikat atau rantai kurang kuat,
pintu terbuka, dll. Yang mengakibatkan
kerusakan pada kendaraan angkutan barang
dan cidera terhadap manusia adalah
PREVENTABLE.

PROSEDUR POST INCIDENT


A. Laporan
Laporan awal sangat diperlukan untuk perbaikan dan penanganan
yang benar terhadap kecelakaan transportasi darat yang terjadi.
Maka laporan yang cepat kepada pihak yang bertanggung jawab
harus segera dilakukan setelah terjadi kecelakaan. Hal ini dapat
dilakukan melalui telepon, radio, atau peralatan komunikasi listrik
lainnya. Laporan sebaiknya termasuk :
 Identitas pengemudi dan kendaraan yang bersangkutan
 Waktu dan lokasi / geografik kecelakaan
 Tingkat kerusakan dan cidera
 Jenis dankeadaan barang / penumpang
 Keadaan cuaca
 Petugas kepolisian atau aparat keamanan yang terkait
 Keadaan kendaraan

65
PT. Global Securitech

 Keterangan singkat tentang peristiwa yang menyebabkan


kecelakaan
 Pendukung tambahan yang diperlukan di tempat kejadian

B. Penanganan di Tempat Kejadian


Hal – hal berikut sebaiknya digabungkan kedalam prosedur
penanganan kecelakaan di tempat kejadian :
 Prosedur-prosedur laporan untuk layanan darurat
 Prosedur laporan untuk pihak kepolisian
 Pengenalan sumber-sumber internal dan eksternal yang ada
 Prosedur laporan dan tindakan penanganan kecelakaan dan
sumber – sumber reaksi darurat
 Pengendalian bahaya lalu lintas
 Perlengkapan darurat yang ada di tempat kejadian
 Perawatan cidera dan fasilitas perawatan yang ada
 Muatan barang dan prosedur penanganan benda-benda
berbahaya
 Tindakan tim penyelidik kecelakaan

C. Penyelidikan Kecelakaan
Semua kecelakaan transportasi darat dan kecelakaan yang
hamper terjadi harus diselidiki sesuai prosedur standar yang
diterapkan oleh perusahaan dan pelaksanaan penyelidikan insiden
dilakukan pimpinan lapangan dan K3LL Officer dengan
berkoordinasi dengan tim K3LL pihak pengguna jasa.

Sebagai tambahan terhadap hal-hal khusus berikut yang


berkenaan dengan kecelakaan harus pula diselidiki :
 Jenis permukaan jalan seperti : aspal, beton, batu kerikil

66
PT. Global Securitech

 Keadaan permukaan jalan, seperti : rata, kasar, lembab,


berpasir, dll
 Gerakan roda yang menggelincir atau jejak ban (ukur dan
difoto jika mungkin)
 Keadaan cuaca
 Kerusakan jalan dan off-road sebagai akibat dari kecelakaan
(foto, jika mungkin)
 Kecepatan kendaraan yang bersangkutan
 Pengamatan dari segala sisi, seperti : tanjakan, bukit-bukit,
bangunan yang menghalangi pandangan, dll(foto jika perlu)
 Batas pandangan sesuai dengan waktu atau keadaan cuaca,
seperti hujan lebat, kegelapan, kabut, asap, dll
 Pernyataan pihak-pihak yang terkait
 Pernyataan-pernyataan saksi-saksi yang tidak terkait
 Kondisi pengemudi yang bersangkutan seperti kelelahan,
pengaruh alcohol dan obat-obat terlarang, dll
 Data meteran elektronik kendaraan jika ada
 Diagram tempat terjadinya kecelakaan
 Foto-foto tempat terjadinya kecelakaan
 Seluruh jam mengemudi pengemudi sejak periode terakhir

RESPONSE DARURAT
Jenis-jenis kejadian yang harus dipertimbangkan sebagai keadaan
darurat adalah sebagai berikut :
 Kecelakaan kendaraan yang fatal atau luka-luka serius
 Kebakaran atau ledakan
 Bahan-bahan berbahaya lepas termasuk lepasnya bahan bakar
kendaraan
 Cargo / product terjatuh

67
PT. Global Securitech

 Kecelakaan kendaraan penumpang ( bus atau van ) yang multiple


 Kecelakaan traktor atau trailer
 Kendaran yang terbanting atau keluar dari jalan
 Pencurian kendaraan
 Perawatan kendaraan ( Medical Emergenies )
 Kejadian polusi yang serius
 Pembajakan ( Hijacking )

68
PT. Global Securitech

BAB.VI
PRROSEDURAL KEADAAN DARURAT

Keadaan darurat dapat terjadi sebagai akibat adanya kebakaran,


ledakan, blow out dan konsentrasi masa yang sukar dikendalikan,
ataupun gabungan dari beberapa masalah tersebut.

Keadaan darurat merupakan hal serius, karena terkaitnya masalah


logistik, badan-badan pemerintah dan keamanan yang berwenang
serta masyarakat setempat. Oleh sebab itu diperlukan pemikiran
untuk menemukan cara-cara pengalaman keadaan darurat yang
efektif. Apabila cara terbaik sudah ditentukan, ketentuan tersebut
harus dicantumkan pada peraturan perusahaan dan seluruh
karyawan harus menjalankan dan mentaati peraturan tersebut.
Rencana penyelamatan darurat harus selalu disesuaikan dengan
keadaan meninjau kembali dan memperbaharui secara berkala.

PERSIAPAN UMUM
Langkah-langkah persiapan yang perlu dilakukan untuk menghadapi
keadaan darurat adalah :
1. Transportasi keadaan darurat harus selalu tersedia dan siap
dilapangan.
2. Fasilitas-fasilitas yang mempunyai unit evakuasi darurat harus
melakukan inspeksi, perawatan dan latihan prosedur keadaan
darurat.
3. Prosedur darurat kebakaran dan pengosongan wilayah operasi
harus dipasang disemua tempat kerja. Karyawan baru harus
mengetahui prosedur keadaan darurat ini, yang dijelaskan saat
pertama mereka diterima/masuk ke lokasi.

69
PT. Global Securitech

4. Ditempat kerja, harus ada seseorang karyawan yang


bertanggung jawab mengawasi ditaatinya peraturan
keselamatan kerja dan prosedur evakuasi jika terjadi
kebakaran atau keadaan darurat.
5. Di instalasi dimana peraturannya belum mantap, petugas yang
bertanggung jawab harus menjelaskan kepada setiap orang di
lokasi tersebut, tentang tindakan yang harus dilakukan jika
terjadi kebakaran, evakuasinya atau keadaan darurat lainnya.
6. Merupakan tanggung jawab setiap orang di instalasi kerja atau
menara pemboran untuk mengetahui apa yang harus
dilakukan pada saat keadaan darurat.
7. Latihan keadaan darurat harus dilakukan oleh setiap regu
kerja, sekurang-kurangnya sebulan sekali, dipimpin oleh orang
yang bertanggung jawab atas instalasi kerja atau menara
pemboran.
8. Harus dibuat laporan tertulis mengenai tanggal dan jam serta
nama-nama orang yang mengikuti latihan tersebut, laporan
asli dikirim ke Departemen K3LL sedang salinannya harus
tetap disimpan sebagai arsip perusahaan.
9. Sesuai dengan ketentuan Migas, arsip laporan latihan tersebut
harus disimpan selama satu tahun untuk diperiksa oleh
Inspektur Migas. Ketentuan dari badan-badan berwenang
lainnya harus ditaati.
10. Sesuai dengan ketentuan Migas, arsip laporan latihan tersebut
harus disimpan selama satu tahun untuk diperiksa oleh
Inspektur Migas. Ketentuan dari badan-badan berwenang
lainnya harus ditaati.
11. Di instansi yahng mempunyai tempat tinggal karyawan,
diperlukan sistem penerangan darurat. Lampu darurat yang

70
PT. Global Securitech

menyala secara otomatis jika sumber tenaga listrik mati, harus


dipasang di jalan-jalan dan jalur penyelatan. Lampu – lampu
ini juga harus dipasang di tempat generator agar mudah
dilakukan perbaikan ketika keadaan darurat.
12. Seluruh karyawan harus mengetahui kegunaan dan
pengoperasian peralatan penyelamatan, serta instruksi
penanggulangan keadaan darurat yang ditempelkan
diperalatan.
13. Tanggung jawab orang yang memantau berita darurat melalui
radio harus sesuai peraturan pemerintah. Berdasarkan
peraturan pemerintah, teks dan jam penerimaan berita harus
dicatat. Disamping itu lokasi unit yang memerlukan bantuan
harus diidentifikasi.

6.2 KEBAKARAN, LEDAKAN, atau BLOW-OUT


Dalam situasi dimana keadaan terjadi akibat terjadinya kebakaran,
ledakan atau blow-out, maka akan dilaksanakan tindakan sebagai
berikut :
1. Seseorang yang mengidentifikasi adanya keadaan bahaya, harus
segera melaporkan kepada supevisor yang kemudian akan
meneruskan laporan Manajer Lapangan, Superintendent dan
Departemen K3LL. Laporan harus terperinci meliputi jenis keadaan
bahaya, lokasi dan tingkat keseriusan bahaya yang terjadi. Segera
setelah menerima laporan, Departmen K3LL akan melakukan
tindakan sebagai berikut :
a. Melakukan koordinasi dengan dengan Area Manajer dan
Superintendent yang bersangkutan untuk segera
mempersiapkan Pusat Pengendalian Keadaan Darurat (PPKD)

71
PT. Global Securitech

dan memanggil seluruh anggota tim pengendali bahaya


(Emergency Response Team)
b. Mengkoordinasi kesiapan peralatan, tim penyelamat dan
pertolongan medis jika diperlukan.
c. Melakukan koordinasi dengan anggota pengaman perusahaan
(Security), atau dengan aparat pemerintahan dan keamanan
setempat jika diperlukan.
2. Manajer Lapangan akan langsung memimpin pelaksanaan
pengendalian keadaan darurat, dengan dibantu team pengendalaian
bahaya (Emergency Response Team ) dan berkoordinasi dengan
pihak K3LL pengguna jasa, melakukan evaluasi terhadap situasi dan
kondisi yang dihadapi dan memutuskan evakuasi personil dari
daerah yang dianggap bahaya.
3. Ruang rapat atau ruang / tempat lain dilapangan yang dianggap
aman akan dijadikan Pusat Pengendalian Keadaan Darurat (PPKD).
Semua laporan harus disampaikan langsung ke PPKD melalui telp
atau radio, dengan demikian semua tindakan yang diperlukan dapat
dikontrol dengan seksama berdasarkan perkembangan diarea
kejadian.
4. Pejabat tertinggi yang sedang bertugas di area kejadian
(Superintendent supervisor) atau yang mewakili berfungsi sebagai
Komandan Lapangan (Field Commander) untuk mengkoordinasi
tindakan di lapangan dan mengkomunikasikan ke PPKD.
Koordinasi dilapangan meliputi, akan tetapi tidak terbatas pada :
a. Koordinasi dan diskusi dengan Representative pengguna jasa
di lapangan.
b. Komunikasi dengan pihak-pihak terkait di kantor pengguna
jasa.
c. Komunikasi dan melaporkan situasi dan keadaan kepada PPKC.

72
PT. Global Securitech

d. Mempersiapkan tindakan praktis penanggulangan darurat.


e. Mempersiapkan tim pemadam kebakaran
f. Mempersiapkan tim evakuasi.
g. Mempersiapkan tim pertolongan pertama
h. Mempersiapkan tim penyelamatan aset.
5. Keadaan Darurat dapat berkembang menjadi suatu keadaan dimana
diperlukan evakuasi personil dengan segera. Setelah terdengar
sirine keadaan bahaya, semua personil harus keluar dari ruangan
atau dari area kerja masing-masing dan berkumpul ditempat
berkumpul yang sudah ditentukan yaitu Assembly Area dan
menunggu instruksi. Petugas evakuasi harus meyakinkan bahwa
seluruh personil telah dievakuasi dengan aman dan selamat.
6. Keadaan normal harus diumumkan apabila keadaan darurat sudah
dapat diatasi dan dikendalikan.

6.3 KONSENTRASI MASA


Penanganan keadaan darurat yang disebabkan oleh konsentrasi masa akan
sangat memerlukan kecermatan dalam membaca situasi dan
mengantisipasi perkembangan keadaan. Koordinasi dan kumunikasi yang
baik dengan pihak-pihak yang mungkin terkait, seperti : Pemerintahan
Daerah setempat, Pihak keamanan, Pemuka-pemuka masyarakat dan
agama, DEPNAKER, BAPEDALDA, General Affair pengguna jasa dan mitra
kerja lainnya sangat penting untuk menghadapi masalah ini.

Penyelesaian kasus seperti ini biasanya memerlukan waktu yang cukup


panjang dan berlarut-larut dalam melakukan waktu yang cukup panjang
dan berlarut-larut dalam melakukan negosiasi ataupun berlanjut keproses
proses hukum. Untuk menjaga konsistensi, penanganan kasus ini akan
ditangani oleh tim khusus ” Hubungan Industrial ” ( Industrial Relation)

73
PT. Global Securitech

yang dibentuk oleh manajemen dan bertanggung jawab kepada Area


Manager. Anggota-anggota tim yang ditunjuk harus dipersiapkan dan
diberi pelatihan untuk mempunyai kemampuan/pengetahuan yang spesifik,
antara lain :
 Mengenal dengan baik budaya masyarakat setempat.
 Menguasai peraturan dan perundang-undangan mengenai
ketenagakerjaan dan lingkungan.
 Mengerti tentang proses hukum yang berlaku.
 Mempunyai pengetahuan mengenai cara bernegosiasi.
 Mengerti tentang tindakan pengamanan yang diperlukan.

Strategi yang diterapkan untuk mencegah atau mengatasi


permasalahan yang timbul, secara umum meliputi :
1. Melakukan pendekatan budaya, sosial dan agama, dengan
masyarakat / pekerja melalui tokoh-tokoh masyarakat, organisasi
dan agama setempat.
2. Koordinasi dengan mitra kerja pengguna jasa lainnya melalui forum
diskusi untuk saling tukar informasi dan menyamarkan persepsi
terhadap setiap permasalahan yang hadapi
3. Mengintensifkan kontrak pribadi (personal communication) antara
para pimpinan (supervisor) dengan karyawan dibagian masing-
masing.
4. Melalui forum diskusi mitra kerja, lakukan koordinasi dengan pihak
pengguna jasa untuk turut berperan dalam program community
development yang dilaksanakan oleh pihak pengguna jasa.
5. Melakukan koordinasi dengan pihak Pemda dan keamanan
setempat, untuk mengantisipasi apabila proses hukum dan
tindakan-tindakan pengaman diperlukan.

74
PT. Global Securitech

6. apabila sampai pada keadaan dimana negosiasi diperlukan, maka


hanya tim yang akan melaksanakan atas nama perusahaan.
7. Dalam melaksanakan negosiasi, tim harus tetap berpegang dan
berjalan pada jalur – jalur peraturan dan perundang-undangan
yang berlaku, dengan tidak mengabaikan norma-norma yang ada
dilingkungan masyarakat.
8. Proses pembicaraan harus tetap dijaga berada dalam lingkup
permasalahan jangan menyimpan dan memberikan janji apa-apa.
9. Melaksanakan kebijaksanaan ”satu pintu” (One Door Policy). Tidak
ada seorang pun atau pihak manapun yagn boleh mengeluarkan
pernyataan (statement) atas nama perusahaan kecuali tim, dengan
persetujuan dari pimpinan lapangan dan direktur operasi.

75
PT. Global Securitech

BAB. VII
PENCEGAH PENCEMARAN LINGKUNGAN

UMUM
Limbah memiliki arti ”hilangnya kegunaan / kemampuan obyek
benda / produk untuk dimanfaatkan kembali”. Terkadang limbah
diartikan sebagai seusatu tidak bernilai, kotor, gangguan dan untuk
membuangnya memerlukan biaya. Limbah dapat mengakibatkan
dampak bagi lingkungan, biasanya bersifat negatif yang
mempengaruhi kualitas dari lingkungan, baik didarat, laut dan udara.
Pengelolaan limbah secara profesional dapat mengurangi / mencegah
dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan.

Panduan ini juga akan membantu setiap karyawan untuk mengerti tentang pentingnya
pelaksanaan konsep-konsep perlindungan lingkungan terhadap operasi Perusahaan dan
masyarakat secara umum juga memberi panduan kepada setiap karyawan bagaimana
menerapkan konsep-konsep ini dilingkungan pekerjaan, keluarga dan tempat-tempat
lainnya.

DEFINISI
Pencegahan Polusi (Pollution Prevention) : tindakan yang dilakukan
untuk meminimumkan dan menghilangkan terlepasnya barang
buangan (limbah) kelingkungan.

Sampah (Waste) : Setiap material yang tidak berguna atau tidak


dapat digunakan kembali dan harus dibuang.

Release : Terlepasnya limbah buang ke lingkungan dengan tidak sengaja.

Emision : melepas limbah buang berbentuk uap / gas ke udara

76
PT. Global Securitech

Source Reduction, adalah usaha untuk mengurangi atau


menghilangkan sumber-sumber barang buangan (limbah). Sumber-
sumber limbah dapqat meliputi sumur-sumur minyak dan gas untuk
produksi/injeksi, fasilitas dilapangan, lingkungan masyarakat,
lingkungan kantor dan lain-lain. Usaha mengurangi sumber-sumber
limbah: melakukan modifikasi proses, penggantian material, dan
meningkatkan tindakan – tindakan pemeliharaan lingkungan atau
(house keeping).

Recycling / re-use/ recovery, adalah usaha-usaha untuk mengolah


kembali menggunakan kembali dan memanfaatkan / memperbaiki
kembali limbah buang.

Treatment, adalah tindakan merubah sifat-sifat phisik, kimia dan


biologi dari limbah untuk mengurangi jumlah, volume, tingkat
bahaya dan lain-lain agar limbah menjadi lebih aman untuk
pengangkutan penyimpanan dan pembuangan.

Disposal, adalah tindakan untuk melepas, menimbun, menyuntikkan


atau menempatkan limbah dibawah atau dipermukaan tanah – laut
sebagai langkah terakhir, apabila diperkirakan ada kemungkinan
dapat dipergunakan kembali.

Non Hazardous Waste adalah limbah yang dipastikan tidak termasuk


dalam kategori limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya). Bias
berbentuk padatan, semi padatan, cairan, atau material yang
mengandung gas.

77
PT. Global Securitech

Production Waste, adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan


produksi minyak dan gas.

Drilling & Workover Waste, adalah limbah yang dihasilkan dari


kegiatan Drilling & Workover dengan limbah spesifik antara lain :
lumpur pemboran (Drilling Mud), semen, radioactive, Bailing sand,
dan Workover Fluid.

Gas Plaint Waste adalah limbah yang dihasilkan dari operasi Gas
Plaint dan Pigging Job, seperti : Glycol, Kerak (Scale) dll.

Laboratory & Medical Waste, adalah limbah yang dihasilkan dari


kegiatan Laboratorium Seperti : Asam atau Basa, Mercury, Padatan
dan cairan limbah medis, dll.

Industrial Waste, adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan


industri seperti : Metal atau Peralatan tidak terpakai, Battery, dan
Pipa, Pelumas bekas, dll.

Community Waste, adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan


masyarakat, seperti sampah dan makanan terbuang, kertas, cat,
pestisida, media penyaring air, bahan kimia pembersih air dll.

PENCEGAHAN PENCEMARAN
Pencegahan pencemaran lingkungan harus dimulai dengan
meningkatkan perhatian seluruh karyawan terhadap masalah-
masalah lingkungan. Hal ini akan merubah pola pikir dan pandangan
kita terhadapa lingkungan, yang pada akhirnya diharapkan dapat

78
PT. Global Securitech

memotivasi para karyawan untuk merubah pola kerja lama menjadi


pola kerja baru yang berwawasan lingkungan.

Konsep dasar pencegahan pencemaran lingkungan secara ringkas


adalah sebagai berikut :

Source Reduction : Merupakan metoda terbaik dan paling efektif


untuk menangani limbah buang bahaya. Cara ini adalah dengan
mengurangi / mengganti penggunaan material berbahaya dengan
material yang tidak berbahaya akan tetapi apabila limbah buang
berbahaya harus berproduksi, amka segala usaha harus dilakukan
untuk membuat menjadi limbah buang tidak berbahaya atau kurang
berbahaya.

Reuse / Recycling/ Recovery: apabila limbah terbentuk, harus


dikembangkan cara-cara untuk penggunaan kembali, daur ulang dan
pemanfaatan kembali (Reuse/Recycling/Recovery).

Responsible Disposal: Pembuangan limbah secara bertanggung


jawab. Merupakan pilihan terakhir dalam pencegahan pencemaran
lingkungan dan hanya dilakukan apabila kemungkinan –
kemungkinan lain secara ekonomis tidak dapat dilaksanakan.
Responsible Disposal hanya dilaksanakan sesudah dilakukan
treatment yang layak, memenuhi batasan-batasan yang telah
ditentukan oleh peraturan dan undang-undang lingkungan yang
berlaku. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah kondisi –
kondisi : Topografi, geografi, hydrologi dan sistem pengaliran, jenis
tanah, dan semua hal-hal yang peka terhadap lingkungan.

79
PT. Global Securitech

KUALITAS AIR
Paragrap ini akan memberi gambaran dan informasi betapa kompleks
dan rumitnya persoalan yang akan dihadapi manakala terjadi
pencemaran terhadap perairan yang ada disekitar kita. Bukan saja
masalah bagaimana mengatasi pencemaran dan mengembalikan
lingkungan pada keadaan semua, tetapi juga menyangkut masalah-
masalah sosial dan kemasyarakatan yang lebih luas. Pencemaran
yang terjadi akibat limbah industri dan rumah tangga yang terlepas
dari lingkungan. Secara umum menyebabkan dampak yang luas
karena berubahnya kualitas air dilingkungan yang secara langsung
juga akan mempengaruhi kehidupan manusia dan perkembangbiakan
jasad hidup (organisme) di perairan. Variabel yang dapat berubah
karena dampak dari limbah antara lain : kekeruhan. pH, DO,
Nitrogen, BOD dan COD.

1. Padatan, Kekeruhan dan Kecerahan


Kekeruhan menggambarkan nilai optik menentukan bias
cahaya dalam air sedangkan kecerahan menggambarkan
intensitas cahaya. Kekeruhan dan kecerahan air diakibatkan
adanya padatan atau residu berupa bahan organik atau
anorganik yang tersuspensi yang terlarut.

Dampak kekeruhan merusak habitat pemijahan, mengurangi


daya tetas telur mengganggu nafsu makan, menutup insang,
mengganggu habitat dasar atau subtrat, dan akan
mengurangi produksi ikan. Variabel air tersebut diatas bila
terlampau rendah atau terlampau tinggi, tidak baik bagi
kehidupan organisme akuatik. Bagi peruntukkan air bersih
(golongan B) adalah baik apabila nilai kekeruhan air yang

80
PT. Global Securitech

menginformasikan padatan tersuspensi (Total Suspended


Solid) dan padatan terlarut (Total Disoviled) sangat rendah.

2. pH (Power of Hydrogen)2
Nilai pH menunjukkan aktivitas dan kadar ion H+. Dalam
Larutan ion H+ selalu dalam keseimbangan dinamis dalam H2O
membentuk suasana reaksi kimiawi. pH= - log [H+] sehingga
dalam air murni atau netral : [H+] = [OH-] = 10 – 7. atau nilai
pH = 7.

Toleransi organisme akuatik terhadap pH air dipengaruhi oleh


suhu, alkalinitas, oksigen terlarut, aniom dan kation, dan stadia
organisme. Bagi kehidupan binatang didalam air, pH yang ideal
adalah 6,5-8,5 dan masih dalam batas layak untuk pH : 5-9.
bagi ikan, batas toleransi pH adalah 4 (acid death point). Pada
nilai pH4, ikan sudah mati.

3. Oksigen Terlarut (DO)


Oksigen terlarut (DO = Disolve Oxygen) merupakan zat yang
penting untuk pernafasan Biota Akuatik maupun untuk
oksidasi bahan organik oleh bakteri perombak. Kelarutan
oksigen didalam air dipengaruhi oleh : suhu, tekanan persial
gas diudara dan air, kadar garam, senyawa mudah
teroksidasi, kejenuhannya dan gerak air (arbitrasi). Sumber
oksigen terlarut (OT) diperairan selain dari defusi udara
adalah dari hasil fotosintesa.

PP No. 20 tahun 1990 mensyaratkan kriteria air golongan B


memiliki kadar oksigen terlarut (OT) > 6mg/I dan untuk air

81
PT. Global Securitech

golongan C (kegiatan perikanan) memiliki kadar oksigen


terlarut (OT) kurang dari 4mg/I, pertumbuhan ikan menjadi
lurang baik.

4. Nitrogen
Nitrogen dalam air dapat berbentuk N2 yang akan berubah
menjadi Nitrit (NO2), Nitrat (NO3), Ammonium (NH4), dan
Ammonia (NH3). Nitrogen merupakan unsur penting bagi
organisme untuk membentuk : khlorofil melalui fotosintesa,
respirasi, protein, formasi gen dan pertumbuhan.

Dalam kondisi aerob Nitrogen diikat oleh Bakteri


Cyanophyceae diubah menjadi Nitrat Ammonia bakteri
Nitrosomonas diubah menjadi Nitrit dan kemudian diikat oleh
Nitrobocater menjadi Nitrat. Sedangkan dalam kondisi
anaerob Nitrat dan Nitrit diubah oleh Diatomae dan Algae
(Chorelia dan Chlorophyceae) menjadi Ammonia. Ammonia
bersenyawa dengan air menjadi Ammonium. Ammonia selain
merupakan hasil akhir perombakan protein oleh bakteri dalam
keadaan anaerob. Dapat pula berasal dari limbah industri dan
rumah tangga. Daya racun Ammonia sebanding dengan
meningkatnya pH dan kadar CO2 meningkat bila kadar
Oksigen Terlarut (OT) menurun. Daya racun Ammonia juga
meningkat bila ada senyawa Cyanida (keduanya bersifat
sinergistik).
Kadar Ammonium 1 mg/I akan menghambat daya serap
Haemoglobin terhadap oksigen sehingga ikan akan mati
lemas (suffocation). Disarankan agar kadar Ammonium dalam
air. Untuk kehidupan ikan tidak lebih dari 1mg/I. Baku mutu

82
PT. Global Securitech

air golongan B mensyaratkan kadar maksimum Ammonium


adalah 0,5mg/I dan untuk golongan C adalah 0,02 mg/I.

Nitrit merupakan senyawa yang bersifat meracuni dibanding


nitrat. Baku mutu untuk nitrit bagi golongan A dan B adalah
1mg/I dan untuk golongan C adalah 0,06 mg/I. Sedangkan
baku mutu untuk nitrat bagi air golongan A dan B adalah
10mg/I. Dan untuk golongan C tidak disyaratkan.

5. BOD dan COD


BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen
Demand), menginformasikan adanya bahan organic didalam
air. BOD menunjukkan banyaknya oksigen yang dibutuhkan
oleh mikroorganisme untuk mengoksidasi bahan organic
karbon yang terkandung. Nilai COD biasanya lebih besar
daripada BOD, tergantung dari kondisi air (alami-tercemar),
perbandingan antara BOD dan COD bervariasi antara 0,1-0,6.

Nilai COD dapat menginformasikan adanya bahan organic


mudah urai (biodegradable) maupun sukar urai (non
degradable misalnya : lignin, minyak, pestisida, phenol, dan
senyawa organic beracun lainnya) didalam air, tetapi tidak
dapat menggambarkan proses atau kondisi alam yang ada.
Sedangkan BOD bersama DO dapat menggambarkan
kemampuan asimilasi perairan yang bersangkutan. Karena itu
keduanya sering diukur secara bersama. Pada perairan yang
tercemar oleh bahan organik atau bahan beracun, yang
mengakibatkan kehidupan mikroorganisme terhambat, maka
pengukuran COD lebih baik.

83
PT. Global Securitech

Walaupun pengukuran BOD menginformasikan hanya 50%


bahan organik yang terkandung didalam air lebih rumit (perlu
pengenceran tepat dan inkubasi), tetapi banyak dilakukan
untuk mengetahui kapasitas asimilasi perairan alam atau
untuk desain kolam pengolahan limbah cair. Zat organik
dalam air dapat diukur dengan pereaksi Kmn04 yang juga
sering ditulis sebagai TOM (Total Organic Material), yang
nilainya akan lebih rendah dari COD.

Dalam PP No.22 tahun 1990 baku mutu air golongan A


mensyaratkan kadar Kmn04 maksimum 10 mg/O, sedangkan
golongan B dan C tidak tercantum. Tetapi baku mutu air
limbah (Kep-03/MEN.H/II/1991) mensyaratkan berturut-turut
golongan I sampai dengan IV untuk BOD :20.50.150 dan 300
mg/I sedangkan COD berturut-turut :40.100. 300. 600 mg/I.

6. Pestisida
Pestisida dan Hersida adalah senyawa kimia yang bersifat
racun, yang banyak digunakan untuk membasmi hama dan
tumbuhan pengganggu. Masuk ke perairan melalui aliran air
dan udara. Berbahaya bagi kehidupan ikan, bisa karena
kontak langsung atau melalui makanan. Sebagai contoh DDT
untuk memberantas hama dengan kadar 1-50 mg/l ternyata
menghasilkan residu di dalam tubuh Plangton mencapai 265
kali di dalam tubuh ikan Predator mencapai 35.000 kali.
Karena jenis pestisida yang sukar terurai dapat terakumulasi
di dalam tubuh hewan.

84
PT. Global Securitech

Secara garis besar pestisida dapat dibedakan menjadi 2 group


yaitu Organoklorin dan Oorganofosfat. Pestisida Organaklon
mempunyai toksisitas kronis dan tahan urai (persistensinya
relatif lama), sedangkan yang Organofosfat persistensinya
lebih singkat dan toksisitasnya akut.

Toksisitas pestisida dan senyawa organik beracun lainnya


biasanya dinyatakan dalam MTL (Median Tolerance Limit)
atau LC 50 dalam waktu, 24,48 dan 96 jam. Toleransi hewan
akuatik terhadap pestisida bervariasi tergantung dari jenis
pestisida, jenis dan stadia organisme. Umumnya ikan lebih
tahan dibandingkan invertebrata, dan udang kecil relatif lebih
peka.

Toksisitas pestisida dikualifikasikan sebagai berikut :


- A (sangat toksik) bila LC 50-48 = 1 mg/l.
- B (tinggi) bila LC 50-48 = 1 -1C mg/l.
- C (sedang) bila LC 50-48 = 10-100 mg/l. Dan
- D (rendah) bila LC 50-48 = 100 mg/l.

7.5 LIMBAH B3 (Bahan Beracun Beracun)


Setiap limbah dianggap B3 apabila bersifat : corrosive (mudah berkarat),
flammable (mudah terbakar), reactive (dapat bereaksi), atau toxic
(beracun) dengan nilai ambang diatas limitasi yang ditentukan berdasarkan
kriteria dari BAPEDAL.
Material safety data sheet (MSDS) dan formulir informasi teknis yang biasa
disertakan pada original product biasa mmembantu mengidentifikasi
apakah material tersebut termasuk B3 atau bukan.

85
PT. Global Securitech

Beberapa karakteristik limbah B3 adalah sebagai berikut :

A. filammability
kriteria yang mudah terbakar :
1. Bentuk cair (liquid), zat dengan flash point kurang dari 60 C (140 F)
2. Bentuk padat atau semi padat, zat yang dapat menimbulkan api
melalui pergesekan, dengan penyerapan uap, atau perubahan sifat
kimia yang tiba-tiba, dan dapat terbakar dengan kuat dan cepat.
3. Bentuk gas apabila diberi tekanan akan terbakar.

B. Corrosivity
Kriteria dari material yang mudah berkarat adalah :
1. pH lebih kecil atau sama dengan 2.
2. pH lebih besar atau sama dengan 12,5.

C. Reactivity.
Kriteria dari cepat bereaksi adalah, setiap zat yang mempunyai satu atau
lebih karakteristik sebagai berikut :
1. Mungkin menyebabkan ledakan.
2. Pada keadaan normal tidak stabil.
3. Apabila dicampur air :
a) Bereaksi dengan kuat.
b) Berpotensi terjadi ledakan.
c) Menghasilkan sejumlah racun yang berbahaya atau gas ledak,
uap atau asap.

D.Toxicy

86
PT. Global Securitech

Kriteria untuk zat yang mempunyai sifat beracun adalah berdasarkan hasil
tes terhadap binatang dengan reaksi yang akan menimbulkan : kematian,
gangguan pernapasan, dan kulit terbakar.
D. Barang-barang buangan dari klinik atau rumah sakit pada
umumnya adalah B3 dan harus ditangani sama seperti pada
limbah yang dapat menyebabkan ledakan.

7.6 PENANGANAN LIMBAH


Table 7 – 1 sampai dengan table 7 – 25 memperlihatkan jenis-jenis limbah
yang umum dihadapi para karyawan didalam operasi perusahaan. Serta
kategori limbah dan cara-cara penanganannya TABLE 7 – 1 acid atau
caustic.

Uraian
Cairan caustic, seperti : sodi8um hydroxide atau potassium hydroxide,
umum digunakan sebagai pH kontrol dibagian produksi, drelling &
workover termasuk pengolahan air bersih.
Acid secara umum banyak digunakan dalam kegiatan well acidizing,
pembersih lantai keramik, dll.

Kategori limbah
Limbah B3 (peraturan pemerintah no. 19/1994)

Tindakan pencegahan khusus/intruksi penanganan


Mengacu pada MSDS, hindari kontak dengan mata dan kulit dapat bersifat
reactive dan corrosive. Gunakan alat pelindung diri yang sesuai apabila
bekerja dengan zat tersebut.

Reduksi limbah

87
PT. Global Securitech

Reduce :
Mengurangi atau menghindari penggunaan asam dan basa apabila
memungkinkan, jika tidak, gunakan asam dan basa dengan konsentrasi
rendah.
Recycle :
Pemanfaatan dan penggunaan kembali.

Pengelolaan di tempat
- Kumpulkan material di dalam tangki penampungan atau drum
- Beri label pada penampungan yang meliputi, nama limbah, sumber
limbah, kategori limbah, dan tanggal mulai ditentukan.

Pengelolaan alternative
- Jika diperlukan, koordinasi dengan pihak terkait untuk
pembuangan limbah di tempat yang telah ditentukan.
- Siapkan transportasi untuk pengangkutan.

TABLE 7 – 2
Emisi Udara

Uraian
Gas buang dari instalasi produksi, steam generator, Diesel Generator,
Casing Vapor Collection (CVC) bisa mengandung Benzene, Toluene,
Ethylbenzene dan Xylene, emisi SO2 dan NO2.

Kategori limbah
Bukan limbah B3
Tindakan pencegahan khusus/intruksi penanganan :
- Hindari kontak dengan kulit.

88
PT. Global Securitech

- Bisa bersifat racun.


- Gunakan alat pelindung pernafasan : masker, respirator, dll.

Reduksi limbah
Reduce : Lakukan inspeksi dan pemeliharaan peralatan dan fasilitas
teratur untuk meminimalkan terproduksinya gas buang.
Recycle : pengelolalaan ditempat

TABLE 7 – 3
Asbestos & Ceramic Fiber

Uraian
Penggunaan Asbestos telah diatur dalam peraturan kemurnian tenaga
kerja NO.03/MEN/1985 mengenai keselamatan kerja dan Kementrian
Kesehatan No.453/MENKES/PER/XI/1983 mengenai bahan-bahan
berbahaya.
Beberapa material yang mengandung asbestos, antara lain Gasket,
Insolator, lantai ubin, dinding rumah , pipa penyalur, pelapis pipa, dll.

Kategori limbah
- Limbah B3 (Peraturan Pemerintah No. 19/1994)
- Mempunyai potensi bahaya apabila rusak (mudah hancur pada
tekanan tangan)
- Serat-serat terhisap dapat mengakibatkan gangguan pernapasan.

Tindakan pencegahan khusus/instruksi penanganan


- Penanganan limbah Asbestos harus dilakukan dengan hati-hati,
menggunakan kontainer tertutup dan harus dipastikan ada serar-
serat Asbestos yang dapat terlepas.

89
PT. Global Securitech

- Kendaraan pengangkut harus segera dibersihkan setelah


digunakan untuk transportasi limbah Asbestos.
- Gunakan sarung tangan dan pelindung pernafasan pada waktu
menangani material yang mengandung asbestos.

Reduksi Limbah
Reduce :
- Gunakan peralatan dan material yang bebas Asbestos.
- Beri tanda material yang mengandung Asbestos.

Pengolahan di tempat
- Kumpulkan material di dalam kantung atau kotak plastik.
- Persiapan transportasi untuk mengangkut asbestos ke tempat
pembuangan.
- Beri label pada kontainer meliputi : nama limbah, kategori dan
tanggal, mulai dikumpulkan.
- Pembuangan ditempat yang sudah ditentukan.

Pengelolaan Alternative
- Koordinasi dengan pihak terkait.
- Kirim ke WMI/PPLI.

TABLE 7 – 4
Battery – Cell kering atau basah

Uraian

90
PT. Global Securitech

Battery dengan komponen timbal dan asam(lead acid battery) yang rusak
dan tidak dapat digunakan lagi bisa menjadi limbah apabila tidak dilakukan
penanganan yang benar. Termasuk disini adalah battery-battery dari
kendaraan dan pemakaian-pemakaian lain yang umum digunakan dalam
operasi.

Kategori limbah
- limbah B3, kecuali untuk battery yang dapat diisi muatan kembali
(rechargeable) dan battery untuk lampu senter (flashlight).
- Berbahaya akibat corrosive atau mengandung racun timbal
hitam(timbal-lead).

Tindakan pencegahan khusus/instruksi penanganan.


 Baterry-baterry yang tidak dipakai harus disimpan ditempat
yang kering dan tertutup.
 Disarankan agar tidak lebih dari 6 buah battery yang tersimpan
di dalam satu fasilitas.
 Battery-battery yang rusak jangan dikumpulkan, harus segera
mungkin dikirim ketempat recycle atau pembuangan.
 Hindari kontak langsung dengan mata dan kulit, gunakan alat
pelindung diri yang sesuai.
 Beberapa jenis battery yang rechargerable atau battery yang
tahan lama (long life)
 Mungkin mengandung mercury.
 Battery-battery bekas tidak boleh dibakar, karena akan
menghasilkan emisi yang berbahaya untuk pernafasan.

Reduksi Limbah
REDUKSI

91
PT. Global Securitech

- Beli battery tahan lama (long life) untuk mengurangi jumlah


battery yang diperlukan, gunakan battery yang dapat diisi kembali
(rechargeable)
- Kembalikan kepada penjualan untuk didaur ulang.
RECYCLE
Melakukan recycle untuk mengambil kembali komponen-
komponen electrolite, plastik dan metal.

Pengelolaan ditempat
 Tampung dalam tempat plastik, simpan ditempat yang sudah
ditentukan.
 Beri label, meliputi : nama limbah, sumber, klasifikasi dan tanggal
mulai dikumpulkan.
 Koordinasi dengan CPI untuk menetralisir acid dan dibuang ke sumur
pembuangan.
 Kirim battery ke pedagang (supplier) yang ditunjuk untuk recycle,
simpan lead acid battery dengan penutup yang kuat, tempatkan
dalam posisi berdiri di atas pallet.
 Kumpulkan penimbunan yang telah ditentukan (isi battery dengan
semen untuk menghindari kebocoran).

Pengelolaan alternative
 Kirim battery ke vendor atau supplier untuk recycle atau reuse.
 Kirim battery dan/atau acid ke WMI/PPLI.
 Kirim battery kepihak ketiga sebagai sumbangan recycle.

TABLE 7- 5
Cement
Uraian

92
PT. Global Securitech

Sumber, umumnya terjadi dari kelebihan cairan semen dari kegiatan well
Cementing dan kontruksi.

Kategori limbah
Bukan limbah B3

Tindakan pencegahan khusus/insturksi penanganan


 Mengacu pada MSDS.
 Hindari kontak dengan kulit dan mata dari penghisap debu.
 Gunakan sarung tangan dan alat pelindung pernafasan yang sesuai.
Reduksi limbah
Reduce :
- Perencanaan kerja untuk mengurangi kelebihan volume semen.
- Kembalikan semen kering yang tidak digunakan kepada vendor.
- Gunakan kelebihan semen untuk proyek lain.
Recycle
Tidak ada

Pengelolaan ditempat
Kelebihan semen akibat return pada Well Cementing, mungkin dapat
dikubur di lokasi, tergantung hasil evaluasi.
Pengelolaan alternative
Tidak ada.

TABLE. 7-6
Kontaminasi Tanah-Minyak

Uraian

93
PT. Global Securitech

Tanah yang terkontaminasi oleh minyak, pelumas atau solar yang mungkin
berasal dari peralatan atau pipa penyalur yang bocor, kebocoran dari
tangki penampungan, pembersihan peralatan yang mengandung minyak
atau menggunakan minyak, dll.

Kategori Limbah
Limbah B3.

Reduksi Limbah
Reduce :
- Hindari terjadinya tumpahan, kebocoran,ceceran, dll.
- Perbaiki atau ganti peralatan yang rusak.
- Tingkatkan housekeeping dan gunakan penampung tumpahan buat
dinding penyangga, saluran dan kolam penampung (oil trap).
Recycle :
- Jika mungkin, kumpulkan kembali minyak yang tertumpah atau
tercecer untuk dapat dimanfaatkan kembali.
- Tanah yang terkontaminasi dapat dimanfaatkan untuk menimbun
jalan dilokasi.
- Kumpulkan material di dalam drum atau tangki.
- Beri label pada kontrainer limbah : nama limbah, sumber limbah,
klasifikasi dan tanggal mulai dikumpulkan.
- Koordinasi dengan pihak Pengguna Jasa untuk kemungkinan
pemanfaatan limbah dan Pembuangan ke tempat yang sudah
ditentukan.
- Penguburan limbah dilokasi, adalah terlarang.

Pengelolahan Alternative
Tidak ada.

94
PT. Global Securitech

TABLE. 7 – 7
Drilling Mud – Water Based Non Oily

Uraian
Fluida pemboran (Drilling Fluid) adalah media yang digunakan untuk
melakukan sirkulasi pada pemboran sumur. Secara umum fluida pemboran
sumur. Secara umum fluida pemboran yang digunakan di operasi CPI
adalah Water Based Mud dengan bahan dasr air tawar (fresh) atau asin
(saline).

Kategori Limbah
- Limbah B3 (Peraturan Pemerintah No. 19/1994)
- Dinyatakan bukan B3 berdasarkan hasil tes yang dilakukan secara
periodic.

Tindakan Pencegahan Khusus/Instruksi Penanganan


- Hindari kontak dengan mata dan kulit.
- Gunakan alat pelindung diri yang sesuai.

Reduksi Limbah
Reduce :
- Bor lubang sumur dengan diameter yang lebih kecil, pemboran
sumur miring terarah (directional) atau horizontal.
- Tingkatkan pengontrolan untuk meminimumkan jumlah lumpur yang
terbuang dan kalau mungkin mengencerkan sistem lumpur.
- Gunakan sistem aliran lumpur tertutup (closed loop mud system).
- Hindari kelebihan persidian lumpur dan batas jumlah material
(addive, bahan kimia, air, dll) yang ditambahkan ke dalam sistem
lumpur.

95
PT. Global Securitech

- Gunakan bahan-bahan tambahan (additive) untuk lumpur pemboran


dengan kadar toxic yang rendah.
- Kembalikan bahan kimia/additive/lumpur kepada pemasok
(berdasarkan perjanjian)
Recycle :
- Gunakan kembali lumpur untuk lokasi lain.
- Kembalikan lumpur bekas ke pemasok (Mud Company) untuk di
Rekondisi.

Pengelolaan Ditempat
- Kumpulkan material didalam tangki besi.
- Buat label pada tangki pengumpul : nama limbah, sumber, kategori
dan tanggal.
- Jika mungkin pisahkan phasa padatan.
- Koordinasi dengan pihak Pengguna Jasa untuk penganan lebih lanjut.

Pengelolaan Alternative
Tidak Ada

TABLE. 7 – 8
Drilling Mud – Diesel Contamined

Uraian
Water Based Mud dengan bahan dasar air tawar atau air asin yang
dicampur dengan Diesel (solar) biasanya digunakan untuk mengatasi
masalah pipa yang tertimbun atau terjepit dilubang bor, sedangkan
pencampuran dengan minyak karena adanya wll kick atau blow out.

Kategori Limbah

96
PT. Global Securitech

Limbah B3 (Peratutan Pemerintahan No. 19/1994), selain juga karena


terkontaminasi
Dengan solar atau minyak.

Tindakan Pencegahan Khusus / Instruksi Penanganan


Reduce :
- Bor lubang sumur
- Tingkatkan pengontrolan untuk meminimumkan jumlah lumpur yang
terbuang dan kalau mungkin mengencerkan sistem lumpur.
- Gunakan sistem aliran lumpur tertutup (closed loop mud system).
- Hindari kelebihan persidian lumpur dan batas jumlah material
(addive, bahan kimia, air, dll) yang ditambahkan ke dalam sistem
lumpur.
- Bila mungkin gunakan minyak organik (palm oil) atau bahan-bahan
tambahna (additive) sintesis (mis : mineral oil) untuk oil-base mud.
Recycle :
- Gunakan kembali lumpur untuk lokasi lain.
- Kembalikan lumpur bekas ke pemasok (Mud Company) untuk re-
kondisi.

Pengelolaan Ditempat
- Kumpulkan material didalam tangki besi.
- Buat label pada tangki pengumpul : nama limbah, sumber, kategori
dan tanggal mulai dikumpulkan.
- Jika mungkin pisahkan phasa cairan dari phasa padatan.
- Koordinasi dengan pihak Pengguna Jasa untuk penanganan lebih
lanjut.

Pengelolaan Alternative

97
PT. Global Securitech

Tidak ada.

TABLE 7 – 9
Drum dan Kontainer

Uraian
Drum dan kontainer yang termasuk disini adalah drum kosong bekas
bahan kimia, botol kosong bekas, bahan kimia, kaleng-kaleng bekas
pestisida, thinner atau cat.

Kategori Limbah
Reduce :
- Kurangi jumlah kontainer atau pembungkus dengan membeli dalam
paket besar (bulk).
- Beli material didalam tempat/drum yang dapat dikembalikan
(returnable), diisi kembali (refillable) dan didaur ulang
(recycleable).
Recycle :
- Gunakan kembali kontainer setelah dibilas dan dikeringkan dengan
baik.
- Gunakan drum yang telah dibersihkan untuk penyimpanan barang-
barang kering atau penggunaan lain yang aman di lapangan.
- Isi drum/kontainer dengan bahan-bahan yang tidak berbahaya
untuk transportasi dan penyimpanan.
- Kembalikan drum kepada pemasok (berdasarkan perjanjian).

Pengelolaan Alternative
Pilih pemasok yang dapat mengambil kembali drum-drum kosong.

98
PT. Global Securitech

TABLE 7 – 10
Sampah dan Limbah Makanan

Uraian
Sampah dalam hal ini diartikan sebagai barang-barang tidak terpakai atau
buangan bahan-bahan non organik seperti : plastik, kaleng, maupun bahan
organik yang mudah membusuk seperti sisa-sisa makanan dan buangan
rumah tangga lainnya.

Kategori Limbah
Bukan Limbah B3

Tindakan Pencegahan khusus/Instruksi Penanganan


Gunakan sarung tangan yang sesuai terutama pada waktu menangani
limbah kaleng dan bahan-bahan organik yang membusuk.

Reduksi Limbah
Reduce :
- Kurangi jumlah pembungkus atau kontainer dengan membeli
material dalam bentuk paket besar.
- Beli dalam jumlah sesuai dengan kebutuhan : hindari surplus.
- Beli material dengan kualitas tinggi dan tahan lama.
- Gunakan peralatan makan, minum yang dapat dicuci dan dipakai
kembali.
- Kurangi penyediaan makanan yang dimasak dengan minyak untuk
mengurangi sisa-sisa/buangan lemak.
- Membuat fotocopy pada dua sisi kertas.
- Gunakan microbial enzyme untuk mengurangi lemak yang
terperangkap di saluran buang.

99
PT. Global Securitech

Recycle :
- Sisa bahan makanan atau bahan-bahan organik yang
membusuk dapat dijadikan kompos untuk digunakan sebagai
pupuk penyubur tanah.
- Pemanfaatan kembali karton, kertas atau plastik sebagai bahan
pembungkus.
- Kirim minyak masak atau lemak bekas, kayu, kertas, kaca,
karton, aluminium atau barang-barang metal lain ke tempat
pemrosesan untuk daur ulang.

Pengelolaan Ditempat
- Pisahkan sampah organik dan non organik, kumpulkan masing-
masing material dan dalam kotak pengumpul atau drum.
- Buang sampah dan limbah makanan ke tempat penimbunan
(sanitary landfill) yang sudah ditentukan.
- Jika material mengandung kaleng metal, kertas dapat dikirim
ke tempat pembakaran (incinerator) atau dibuang ketempat
penimbunan (sanitary landfill)yang sudah ditentukan.

Pengelolaan Alternative
Kirim ke fasilitas daur ulang bahan-bahan : kardus/karton, kaleng
aluminium, plastik, gelas/kaca, dll.

TABLE 7 – 11
Office Trash and Paper

100
PT. Global Securitech

Uraian
Barang-barang buangan kantor meliputi material-material sebagai berikut :
kertas, karton pembungkus, kotoran tanah/debu dari lapangan, potongan
kayu, aluminium, dll.

Kategori Limbah
Bukan limbah B3
Tindakan Pencegahan Khusus/Instruksi Penanganan
Tidak ada.

Reduksi Limbah
Reduce :
- Kurangi jumlah pembungkus atau kontainer dengan membeli
material dalam bentuk paket besar.
- Gunakan peralatan makan, minum, dan alat-alat lain yang
dapat dicuci dan dipakai kembali.
- Membuat fotocopy pada dua sisi kertas.
Recycle :
Pemanfaatan kembali karton, kertas, atau plastik sebagai bahan
pembungkus material.
Kirim baha-bahan buangan kayu, kertas, plastik, kaca, karton, aluminium
atau barang-barang metal alin ke tempat pemrosesan untuk daur ulang.

Pengelolaan ditempat
- Kumpulkan material didalam kantong plastik atau penampung
lain.
- Gunakan kembali material jika memungkinkan.
- Kirim limbah ke tempat pembakaran (incinerator).

101
PT. Global Securitech

Pengelolaan Alternative
Tidak Ada.

TABLE 7 – 12
Material Terkontaminasi Minyak

Uraian
Material tersebut meliputi : Kain lap (rag), kayu dan tanaman yang
terkontaminasi minyak, pelumas atau solar yang seringkali ditemukan
diarea tangki penampungan, pembersihan dan perbaikan peralatan
(maintenance), generator dan mesin pompa, lokasi operasi pemboran, dll.

Kategori Limbah
Bukan Limbah B3.
Tindakan Pencegahan Khusus / Instruksi Penanganan
Gunakan alat pelindung diri yang sesuai untuk mencegah terjadi
kontak dengan kulit dan mata.

Reduksi Limbah
Reduce :
- Pelihara dan jaga peralatan /fasilitas untuk mengurangi
terjadinya tetesan, kebocoran ataupun ceceran yang
memerlukan pembersih segera.
- Gunakan penampung untuk menampung tetesan atau
kebocoran sebelum dilakukan perbaikan.
- Perbaikan atau ganti peralatan yang rusak.
Recycle :
Pisahkan material dan kirim ke fasilitas recycle atau ke tempat penimbunan
yang sudah ditentukan.

102
PT. Global Securitech

Pengelolaan Ditempat
- Kumpulkan material didalam drum atau tangki
- Beri label pada kontainer limbah : nama limbah, klasifikasi dan
tanggal mulai dikumpulkan.
- Buang ke tempat yang sudah ditentukan (Approved landfill)
atau dibakar di incinerator.
- Penguburan limbah di lokasi adalah dilarang

Pengelolaan Alternative
Tidak Ada

TABLE 7 – 13
Filter Terkontaminasi Minyak

Uraian
- Filter yang terkontaminasi oleh minyak adalah limbah yang
umumnya dihasilkan dari perawatan mesin dan peralatan lain
misalnya Filter yang digunakan untuk pemisahan kontaminsai
padatan dari minyak pada mesin diesel.
- Filter untuk minyak pelumas pada mesin.
- Filter minyak hidrraulik, dll

Kategori Limbah
- Limbah B3
- Material yang dapat dimanfaatkan kembali atau recycle tidak
termasuk kategori limbah.

Tindakan pencegahan khusus / instruksi penanganan

103
PT. Global Securitech

Gunakan alat pelindung diri yang sesuai untuk menghindari kontak


dengan kulit dan mata.
Reduksi Limbah
Reduce :
- Gunakan filter permanen, seperti : metal filter yang dapat
dibersihkan dan digunakan kembali.
- Beli filter yang tahan lama (long-life-filter)
- Naikkan jangka waktu penggantian filter berdasarkan
penurunan tekanan pengerasan minayk pelumas, dll. Daripada
secara rutin (routine basis).
Recycle :
Kirim ke fasilitas recycle sesudah dibersihkan dan dikeringkan.

Pengelolaan ditempat
- Kumpulkan material didalam drum atau tangki
- Beri label pada kontainer limbah : nama limbah, klasifikasi, dan
tanggal mulai dikumpulkan.
- Bersihkan, sikat dan keringkan filter dari kontaminasi.
- Koordinasi dengan pihak pengguna jasa untuk kemungkinan
pemanfaatan limbah dan pembuangan ke tempat yang sudah
ditentukan (approved landfill).

Pengelolaan Alternative
Tidak Ada

TABLE 7 – 14
Lumpur Minyak dari Tangki atau Kolam Penampung

104
PT. Global Securitech

Uraian
Lumpur minyak (sludge)adalah endapan yang berupa cairan kental terdiri
dari pasir, padatan dan emulsi (minyak dan air) yang terakumulasi
dibagian bawah tangki atau kolom penampungan. Seringkali terjadi pada
penampungan minyak mentah pada operasi pemboran sumur-sumur
eksplorasi maupun pengembangan. Atau penampungan minyak di fasilitas
produksi dan pengolahan.
Bisa bersifat racun apabila terhisap pernafasan dan terserap melalui kulit.
Uap yang dihasilkan dapat mengakibatkan efek terbakar dan iritasi.
Apabila terbakar dapat menghasilkan gas beracun.
Apabila terlepas ke lingkungan akan mengakibatkan pencemaran yang
berbahaya.

Kategori Limbah
- Limbah B3 (Bab.2 pasal D-220, Peraturan Pemerintah
No.1994)
- Menempatkan material ini pada udara terbuka dapat
menurunkan tingkat kandungan benzene, thinner,
ethyl/benzene dan xylene yang akan berpengaruh terhadap
penilaian kategori limbah dan pembuangan akhir dari material.
- Peraturan khusus diterapkan untuk limbah eksplorasi dan
produksi.

Tindakan Pencegahan Khusus / Instruksi Penanganan


Gunakan alat pelindung pernafasan (respirator), sarung tangan
khusus untuk bahan kimia dan pakaian pelindung katika
menangani material ini.

105
PT. Global Securitech

Reduksi Limbah
Reduce :
- Kurangi volume padatan yang terkumpul didalam tangki
dengan meningkatkan sistem pengontrolan pasir, dll.
- Perbaiki atau ganti peralatan yang rusak.
Recycle :
- Jika mungkin pisahkan kandungan minyak (misal : dengan
tekhnik cyclone dan centrifuge)dan kirim ke fasilitas produksi.
- Campur dengan aspal atau premik untuk digunakan sebagai
bahan jalan dilokasi.

Pengelolaan Ditempat
- Kumpulkan material dalam tangki atau kolam penampung dari
semen
- Beri label pada kontainer limbah : nama limbah, sumber
limbah, klasifikasi, dan tanggal mulai dikumpulkan.
- Koordinasi dengan pihak pengguna jasa untuk kemungkinan
pemanfaatan limbah dan pembuangan ke tempat yang sudah
ditentukan.
- Penguburan limbah di lokasi adalah larangan.

TABLE 7 – 15
Cat

Uraian
Cat yang tidak lagi dapat digunakan karena kering, beku atau usang.

Kategori limbah

106
PT. Global Securitech

Limbah B3. berbahaya karena mengandung timah hitam (lead), chromium,


zink atau zat pelarut.
Tindakan pencegahan khusus / instruksi penanganan
Mengacu pada spesifikasi pabrik yang disertakan oleh pemasok.

Reduksi Limbah
Reduce :
- Gunakan ukuran / jumlah cat yang sesuai dengan kebutuhan
- Beli material yang kadar racunnya rendah, tidak mudah
menguap dan pelarut yang kurang berbahaya (mis: kandungan
metalnya rendah, dll)
- Jangan menggunakan cat dengan bahan dasar timbal, gunakan
cat yang berbahan dasar air, dan hindari sedapat mungkin cat
dengan bahan dasar minyak.
- Gunakan penyapu (kwas) untuk pekerjaan terbatas, jangan
memakai penyemprot (spray).
- Kurangi jumlah kontainer dengan membeli material dalam
bentuk paket besar.
Recycle :
Jika mungkin lakukan pemrosesan kembali dengan zat pelarut

Pengelolaan ditempat
- Kumpulkan material di dalam drum penampung
- Beri label pada kontainer limbah : nama limbah, sumber
limbah, klasifikasi dan tanggal mulai dikumpulkan.
- Kirim limbah ke tempat pembuangan atau penimbunan yang
telah ditentukan.

Pengelolaan Alternative

107
PT. Global Securitech

Tidak Ada

TABLE 7 – 16
Sand Blast Materials

Uraian
Setiap residu yang dihasilkan dari operasi sand blasting untuk pengecatan
tangki atau pipa.
Kategori Limbah
Bukan limbah B3. tetapi berpotensi menjadi limbah berbahaya

Tindakan pencegeahan khusus / instruksi penanganan


 Hindari menghisap debu
 Gunakan full face respirator, sarung tangan dan pakaian pelindung
yang sesuai.

Reduksi Limbah
Reduce :
Perencanaan kerja untuk mengurangi residu.
Recycle :
Jika mungkin lakukan pemanfaatan kembali.

Pengelolaan Alternative
Tidak Ada.

TABLE 7 – 17
Sand Bailed

108
PT. Global Securitech

Uraian
Pasir yang digali dari sumur pada waktu dilakukan perbaikan sumur
(workover).

Kategori Limbah
Limbah B3
Kemungkinan tidak berbahaya, tergantung test kandungan.
Tindakan pencegahan khusus/instruksi penanganan
- Hindari kontak dengan kulit
- Gunakan pelindung keselamatan diri

Reduksi Limbah
Reduce :
Rencanakan tekhnik pengontrolan pasir (mis:gravel pack, screen
liner, dll)
Recycle :
- Jika mungkin pisahkan minyak dari padatan, kirim ke fasilitas
produksi.
- Manfaatkan pasir yang terkontaminasi untuk penimbunan jalan
lokasi.

Pengelolaan ditempat
- Kumpulkan material di dalam tangki penampungan atau drum.
- Beri label pada kontainer limbah : nama limbah, sumber
limbah, klasifikasi, dan tanggal mulai dikumpulkan.
- Kirim limbah ke tempat pembuangan atau penimbunan yang
telah ditentukan.
- Penguburan / penimbunan di lokasi adalah dilarang.

109
PT. Global Securitech

Pengelolaan Alternative
Tidak Ada

TABLE 7 – 19
Sewage or Sanitary Waste

Uraian
Sewage atau Sanitary Waste adalah limbah cair atau padat berasal dari
saluran pembuangan dan toilet diperkantoran ataupun perumahan.

Kategori Limbah
- bukan limbah B3, tetapi bisa mengandung limbah yang dapat
menyebabkan infeksi.
- Lakukan inventory control.

Recycle :
- Recycle solvent dengan bahan dasar minyak ke fasilitas
pengolahan minyak.
- Jika mungkin lakukan penyaringan, pengenceran, dan gunakan
kembali jika memungkinkan.
- Pemrosesan kembali limbah solvent (mis : dengan destilasi)
khususnya dilakukan di laboratorium.
- Kirim limbah solvent ke fasilitas recycle yang sudah ditentukan.

Pengelolaan di tempat
- Kumpulkan solvent atau thinner didalam drum.
- Beri label pada kontainer limbah : nama limbah, klasifikasi dan
tanggal mulai dikumpulkan.

110
PT. Global Securitech

- Buang ketempat penimbunan yang sudah ditentukan (approved


landfill) atau kirim ke fasilitas increator.

Pengelolaan Alternative
Kirim ke WMI / PPLI

TABLE 7 – 21
Minyak Bekas (Lube/Fuel/Hydraulic)

Uraian
Minyak bekas (used oil) dinyatakan dalam peraturan sebagai bahan
berbahaya. Dalam hal ini termasuk :
- Pelumas dan minyak motor bekas
- Minyak Hyraulic bekas
- Minyak gemuk (petroleum grease) bekas
- Minyak untuk pompa listrik dibawah permukaan(submersible
pump)

Kategori Limbah
- Limbah B3
- Tidak dianggap sebagai limbah berbahaya jika cepat dilakukan
recycle

Tindakan pencegahan khusus / instruksi penanganan


- Hindari kontak dengan kulit dan mata. Gunakan peralatan
keselamatan diri yang sesuai.
- Minyak bekas adalah berbahaya jika tidak dilakukan recycle
dan harus dibuang ke tempat pembuangan limbah berbahaya.

111
PT. Global Securitech

- Semua kontainer minyak bekas harus diberi label dengan jelas,


ditandai dan ditimbun ditempat yang sudah ditentukan
(approved landfill) atau dibakar di incinerator.

Reduksi Limbah
Reduce :
- Beli dalam paket besar untuk mengurangi jumlah kontainer.
- Penggantian pelumas berdasarkan pengetesan (predictive
maintenance) bukan berdasarkan jadwal perawatan rutin
(preventive maintenance).
- Buat jadwal inspeksi dan maintenance secara teratur pada
setiap fasilitas untuk mengurangi kemungkinan kebocoran.
- Pasang sistem pemisah padatan mekanik untuk
memperpanjang masa pemakaian minyak.
Recycle :
- Kirim ke fasilitas recycle yang telah ditentukan
- Jika mungkin lakukan pemurnian untuk dapat dimanfaatkan
kembali.

Pengelolaan di tempat
- Kumpulkan minyak bekas di dalam tangki atau drum.
- Beri label pada kontainer limbah : nama limbah, sumber
limbah, klasifikasi, dan tanggal mulai dikumpulkan.
- Buang di tempat penimbunan yang sudah ditentukan
(approved landfill) atau kirim ke fasilitas increator.

Pengelolaan Alternative
Cari kemungkinan recycle oleh pihak ketiga.

112
PT. Global Securitech

TABLE 7 – 22
Ban dan Sepatu bekas

Uraian
Ban dan sepatu bekas yang digunakan di lapangan minyak kemungkinan
mengandung minyak dan oleh karena itu perlu diberikan perhatian
terhadap limbah jenis ini.

Kategori Limbah
Bukan limbah B3

Tindakan pencegahan khusus / instruksi penanganan


Tidak Ada

Reduksi Limbah
Reduce :
- Ban harus selalu dirotasi dan disetel secara teratur
- Jaga tekanan ban yang sesuai
- Beli ban yang mempunyai kemampuan dan jenis yang sesuai
dengan kondisi jalan dan lokasi.
Recycle :
- Kirim material bekas ke fasilitas recycle yang ditentukan
- Gunakan untuk penimbunan jalan
- Sumabangkan untuk digunakan sebagai media pertumbuhan
batu karang laut.

Pengelolaan ditempat
- Kumpulkan material bekas di dalam tangki atau drum

113
PT. Global Securitech

- Beri label pada kontainer limbah : nama limbah, sumber


limbah, klasifikasi dan tanggal mulai dikumpulkan.
- Pisahkan ban sepatu bekas yang mengandung minyak.
- Bersihkan dan keringkan material. Jika memungkinkan
gunakan untuk menimbun jalan atau media buatan untuk
pertumbuhan karang laut.
- Kirim ke pihak ketiga atau buang ke tempat penimbunan yang
sudah ditentukan (approved landfill)atau kirim ke fasilitas
increator.

Pengelolaan Alternative
- Sumbangkan kepada pihak ketiga
- Sumbangkan ke LSM untuk digunakan sebagai sarana
pertumbuhan batu karang buatan.

TABLE 7 – 23
Endapan Vacuum Truck

Uraian
Endapan dari vacuum truck dihasilkan ketika dilakukan pencucian untuk
membersihkan sisa-sisa cairan yang berada didalam tangki. Limbah air
yang dihasilkan bisa berupa air asin sebagai sisa dari brine fluid atau air
terproduksi. Bisa juga mengandung residu minyak dan iron sulfide dari air
terproduksi atau material dari dasar tangki.

Kategori Limbah
Bukan limbah B3. tetapi bisa menjadi B3 tergantung hasil test
kandungan

114
PT. Global Securitech

Tindakan pencegahan khusus / instruksi penanganan


- hindari kontak dengan kulit dan mata. Gunakan google dan
sarung tangan karet.
- Uap yang berbahaya kemungkinan terakumulasi didalam
tangki, ambil tindakan pencegahan jangan menghisap uap
yang keluar dari tutup tangki yang terbuka.

Reduksi Limbah
Reduce :
Lakukan pembersihan hanya bila diperlukan
Recycle :
Jika mungkin recover minyak dengan cara skimming

Pengelolaan di Tempat
- Kumpulkan material di tangki pengumpul atau kolam tembok.
- Penggantian pelumas berdasarkan pengetesan (predictive
maintenance) bukan berdasarkan jadwal perawatan rutin
(preventive mantenance).
- Buat jadwal inspeksi dan maintenance secara teratur pada
setiap fasilitas untuk mengurangi kemungkinan kebocoran.
- Pasang sistem pemisah padatan mekanik untuk
memperpanjang masa pemakaian minyak.

Recycle :
- Kirim ke fasilitas recycle yang telah ditentukan
- Jika mungkin lakukan pemurnian untuk dapat dimanfaatkan
kembali.

Pengelolaan di tempat

115
PT. Global Securitech

- Kumpulkan minyak bekas didalam tangki atau drum


- Beri label pada kontainer limbah : nama limbah, sumber
limbah, klasifikasi dan tanggal mulai dikumpulkan.
- Buang ditempat penimbunan yang sudah ditentukan (approved
landfill) atau kirim ke fasilitas increator.

Pengelolaan Alternative
Cari kemungkinan recycle oleh pihak ketiga.

116
PT. Global Securitech

BAB X
PERLINDUNGAN TERHADAP GAS H2S

10.1 UMUM
Perlindungan terhadap gas Hidrogen Sulfida (H2S) dimaksudkan untuk
menjamin keselamatan karyawan apabila mereka bekerja di daerah yang
beresiko mengandung gas Hidrogen Sulfida (H2S).
Gas Hidrogen Sulfida ( H2S ) adalah gas yang terbentuk dari pembusukan
binatang danatau tanaman oleh bakteri, bersifat beracun dan mudah
terbakar, tidak berwarna dapat larut dalam zat cair seperti minyak mentah
dan air. Gas H2S sering dijumpai di daerah pengeboran minyak dan gas
bumi, saluran pembuangan dan genangan air seperti rawa-rawa, dan di
produksi dalam berbagai proses industry dan biologis.
Pada konsentrasi rendah, gas H2S dapat dengan segera dioksidasimenjadi
Sulfat yang tidak berbahaya. Tetapi gas H2S bebas pada konsentrasi 300
ppm menyebabkan keracunan yang berpengaruh terhadap seluruh badan
(systemic). Konsentrasi gas H2S yang tinggi dapat dengan cepat
menyebabkan ketidaksadaran (pingsan) dan kematian karena kegagalan
pernapasan. Cara masuk secara langsung gas beracun dan zat-zat tertentu
kedalam tubuh adalah melalui saluran pernapasan. Saluran pernapasan
berhubungan dengan peredaran darah, oleh sebab itu bila terhisap gas
beracun maka reaksinya akanmempengaruhi seluruh tubuh dengan cepat.
Seorang yang telah dipengaruhi alkohol dalam 24 jam dapat dipengaruhi
oleh konsentrasi gas H2S yang sangat kecil. Alkohol dan gas H2S tidak
dapat direaksikan , hali ini akan menyebabkan karyawan dalam kondisi
dibawah pengaruh alkohol sangat rentan terhadap gas H2S.
Sangatlah penting bahwa seluruh karyawan harus mengerti terhadap
bahaya gas H2S dan diinstruksikan untuk mengikuti prosedur keamanan
yang benar.

117
PT. Global Securitech

Karakteristik yang berhubungan dengan gas H2S yang harus diketahui oleh
seluruh karyawan antara lain:
Gas H2S dapat diketahui keberadaannya dari baunya yang tidak sedap,
seperti telur busuk. Pada konsentrasi yang tinggi gas H2S dapat segera
melumpuhkan alat penciuman, akan tetapi efek yang sama juga akan
terjadi pada konsentrasi rendah apabila tercium dalam waktu yang lama.
Karena itu alat penciuman tudak dapat dipercaya untuk mendeteksi dan
memonitor adanya gas H2S.
1. Gas H2S lebih berat dari udara. Ini mengakibatkan sangat
berbahaya,karena menyebabkan gas H2S mengumpulkan didaerah
yang rendah.

2. Dengan oksigen dan udara, gas H2S akan membentuk senyawa yang
dapat meledak. Dengan demikian gas H2S dapat menimbulkan
bahaya keracunan dan kebakaran dalam waktu yang bersamaan.

3. Gas H2S adalah gas yang dapat larut dalam air (water soluble),
mempunyai titik didih 76 deg F dan terbakar pada temperature 500
deg F.

4. Gas H2S merangsang mata dan sistem pernafasan. Gas H2S dalam
konsentrasi tinggi menyebabkan kelumpuhan paru-paru dan
mengakibatkan kematian dalam waktu yang sangat cepat

Batas toleransi kerja di daerah yang terdapat gas H2 ditetapkan untuk


mengendalikan tingkat iritasi terhadap mata dan saluran pernafasan. The
American Conference of Government Industrial Hygienist (ACGIH) telah
menetapkan Threshould Limit Vlue – Time Weighted Avarage (TLV-TWA) –
Nilai ambang Batas (NAB) dan batas toleransi yang diizinkan – Permissible
Exposure Limit (PEL) yang direkomendasikan oleh The Occupational Safety
and Health Administration (OSHA) untuk bobot waktu rata-rata 8 jam bagi
toleransi konsentrasi gas H2S ialah 10 ppm. Toleransi terhadap konsentrasi

118
PT. Global Securitech

gas H2S harus dikontrol sehingga tidak ada karyawan yang terkena gas
H2S melebihi konsentrasi 10 ppm selama 8 jam dan konsentrasi gas H2S
19 ppm dalam waktu 15 menit.
Karena daerah tercemar gas H2S dengan konsentrasi 300 ppm ditetapkan
sebagai rentang konsentrasi awal dari keadaan sangat berbahaya bagi jiwa
atau kesehatan maka tidak ada kegiatan apapun yang diizinkan pada
konsentrasi gas H2S mendekati tingkat 300ppm atau lebih.

Rincian akibat keracunan gas H2S dapat dijelaskan sebagai berikut:


KONSENTRASI GAS 9PPM) PENGARUH POTENSIAL
02 – 10 Dapat tercium seperti bau telur busuk. Dalam konsentrasi ini,
pekerja mengalami pedih mata.
10 Konsentrasi maksimum yang bisa dihadapi selama 8 jam.
Peralatan pelindung perlu dipergunakan pada konsentrasiini.
15 Toleransi jangka pendek ditetapkan oleh ACGIH dan OSHA,
untuk bisa di hadapi kurang dari 8 jam.
50 Pedih mata dan tenggorokan, kategori sedang setelah satu jam
toleransi.
100 Mematikan penciuman dalam waktu 3 sampai 15 menit.
Merangsang mata, tenggorokan dan saluran pernafasan.
200 Segera kehilangan kemampuan indra penciuman . ditandai
gangguaniritasi pada mata dan pernafasan.
300 Situasi pada konsentrasi ini dikenal sebagai keadaan segera
berbahaya bagi jiwa dan kesehatan. Tingkat dimana seseorang
dapat menyelamatkan diri dalam 30 menit tanpa ada efek /
kerusakan yang permanen.
500 Gangguan pernafasan dalam 2 sampai 5 menit. Melumpuhkan
korban dan tidak sadarkan diri setelah 0,5 sampai 1 jam.
Bantuan pernafasan diperlukan segera.

119
PT. Global Securitech

700 Hlang kesadaran dengan cepat. Pernafasan berhenti dan


menyebabkan kematian kecuali bila mendapat pertolongan
segera.
1000 Pingsan segera diikuti kerusakan otak permanen. Kematian
dapat terjadi dalam waktu 3 sampai 5 menit, apabila tidak
mendapat pertolonngan dengan segera.

10.2 PERENCANAAN PENCEGAHAN


Keselamatan dilingkungan gas H2S tergantung dari perencanaan yang
matang untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi dan yakin bahwa
semua karyawan cukup terlatih dalam pendeteksian, pengontrolan
pemakaian peralatan pelindung dan pertolongan pertama untuk korban gas
H2S.
Perencanaan yang baik terdiri dari:
1. Pendeteksian Gas H2S

Peralatan pendeteksian harus diletakkan secara efektif dan di rawat


dengan baik, dan diperiksa sekurang-kurangnya sekali setiap 12 jam
2. Perlindungan

Tindakan perlindungan terencana untuk dilaksanakan


a) Mengenakan SCBA

b) Mengamankan sumur

c) Karyawan bergerak menuju tempat berkumpul (Assembly


Area)

3. Pengosongan (Evakuasi)

Menyiapkan prosedur evakuasi bagi karyawan yang kurang penting,


atau untuk seluruh karyawan apabila situasi siperkirakan tidak
mungkin dapat diatasi lagi.

120
PT. Global Securitech

10.3 TINDAKAN PENCEGAHAN


1. Tata letak (Lay out) menara pemboran harus dirancang
sedemikian rupa sehingga angin yang bertiup mendorong
setiap gas menjauhi tempat bekerja dan daerah untuk
istirahat (living area).
2. Peralatan pernafasan dan perlengkapan keselamatan lain
harus diletakkan berlawanan dengan arah angin dari lubang
sumur.
3. Harus ditentukan beberapa tempat berkumpul/ Assembly Area
yang letaknya selalu berlawanan dengan arah angin.
4. Kantong angin (wind shock) atau bendera harus dipasang
dibeberapa tempat yang terlihat, sehingga seluruh karyawan
dapat menentukan arah angin seandainya gas H2S
terlepas/keluar, pada malam hari, kantong angina tau bendera
tersebut harus mendapat penerangan.
5. Semua kawat, perlengkapan listrk, dan alat penerangan harus
anti meledak untuk mengurangi kemungkinanledakan, setiap
pemanas yang digunakan harus dari jenis anti bakar.
6. Penahan angin (Wind Break) dan rig curtain (tirai) harus
disingkirkan bila ada kemungkinan kontak engan gas H2S.
7. Kipas angin harus dipasang di rig floor, shaker pit, dan mud
room untuk mencegah mengumpulnya gas H2S di daerah ini.
8. Karyawan yang menggunakan lensa kontak harus diketahui,
karena mereka tidak dapat menggunakan alat pelindung
pernafasan. Tekanan dari alat pelindung pernafasan dapat
menyebabkan lensa kontak tersebut tidak dapat menempel di
mata.
9. Seluruh karyawan harus mengetahui tempat dimana peralatan
pelindung pernafasan berada, dan mengetahui cara

121
PT. Global Securitech

menggunakannya. Letak peralatan tersebut harus mudah


dicapai.
10. Di daerah yang tercemar gas H2S, karyawan tidak boleh
memiliki cambang ya ng panjang yang menyebabkan
pelindung muka tidak dapat menutup dengan rapat.
11. Semua peralatan khusus, seperti perlengkapan pembakaran
(Flare Ignitation Devices) perlengkapan pendetaksi gas H2S
dan peralatan pelindung pernafasan harus dirawat dengan
hati-hati agar selalu dalam kondisi siap pakai setiap waktu.
12. Setelah diketahui di daerah mana kemungkinan terdapat gas
H2S, latihan menghadapi gas H2S harus dilaksanakan
seminggu sekali untuk memastikan bahwa seluruh karyawan
betul-betul terlatih.
13. Menara pemboran harus dilengkapi dengan system deteksi gas
H2S, dengan sensor yang diletakkan di daerah dimana gas
H2S kemungkinan berkumpul, seperti shaker pit, mud pit dan
rig floor. System pendeteksi tersebut harus mengaktifkan
lampu peringatan bila konsentrasi gas H2S mencapai 10 ppm,
dan sirine berbunyi bila konsentrasi gas H2S mencapai 20
ppm.

10.4 PROSEDUR DARURAT


Prosedur yang harus dilakukan bila diketahui atau diduga adanya gas H2S
adalah sebagai berikut:
1. Sumur harus ditutup dan seluruh karyawan keluar dari semua
tempat yang rendah atau tertutup, sseperti BOP deck, mud pit dll.
Bila tersedia seluruh karyawan harus memakai perlengkapan
pelindung pernafasan (Breathing Apparatus).

122
PT. Global Securitech

2. Tes harus dilakukan segera dengan menggunakan alat pendeteksi


gas H2S secara periodeik untuk selang waktu tertentu, gunakan
Formulir 10-1.

3. Karyawan harus saling menjaga. Bila mungkin, mereka harus bekerja


berpasangan.

4. Semua listrik dan peralatan yang dapat menimbulkan kebakaran


haarus dimatikan.

5. Bila sudah diastikan adanya konsentrasi gas H2S yang kemungkinan


besar berbahaya, seluruh karyawan harus pindah ketempat yang
tinggi, berlubang angin, seluruh karyawan yang penting harus
diungsikan ke Assembly Area yang sudah ditentukan. Apabila
keadaan sumur sudah tidak mungkin lagi terkontrol, seluruh
karyawan harus diungsikan sesuai dengan prosedur evakuasi yang
telah ditentukan.

6. Tanda peringatan adanya gas H2S harus dipasang pada batas daerah
yang berbahaya.

7. Apabila seseorang telah menjadi korban, tidak seorang pun diizinkan


mencoba menolongnya tanpa mengenakan peralatan pelindung
pernafasan, kalau tidak si penolong tersebut juga akan menjadi
korban.

8. Dilarang memasuki ruang tertutup dimana kemungkinan gas H2S


terkumpul, tanpa memakai peralatan pelindung pernafasan yang
memadai. Bila karyawan yang memerlukan pertolongan berada
sejauh satu jangkauan atau lebih, sabuk pengaman (safety belt)
harus diikat pada file line yang ditahan oleh seorang yang
bertanggung jawab tempat aman.

123
PT. Global Securitech

9. Kantor pusat dantempat pengobatan yang terdekat harus diberitahu


untuk bersiap-siap.

10. Bila pada pengetesan gas yang terbakar berwarna biru, yang
menandakan adanya gas H2S, seseorang dengan memakai Air Pak,
harus melakukan tes untuk memastikan adanya gas H2S. bila
terdeteksi adanya gas H2S jangan meninggalkan nyala tersebut
menunggu karena harus di tutup bila gas tersebut keluar.

1.5. PERTOLONGAN DARURAT KORBAN GAS H2S


Tindakan penyelamatan yang cepat dapat segera memulihkan korban yang
terserang gas H2S. korban harus segera diindahkan dari daerah yang
tercemar gas H2S oleh seorang penolong yang mengenakan pelindung
pernafasan lengkap seperti SCBA. Pertolongan tidak boleh dilakukan tanpa
perlindungan pernafasan yang tepat untuk menghindari penolong menjadi
korban. “ Full – face, pressure – demand SCBA”, adalah yang paling baik
untuk usaha penyelamatan.

Tidakan – tindakan berikut harus dilakukan oleh penolong:


1. Pinadahkan korban ketempat yang berudara bersih dengan segera.

2. Mengistirahatkan korban dan kalau mungkin memberinya oxygen.

3. Periksa saluran udara bersihkan setiap kotoran dari mulut korban.

4. Buka saluran udara dan periksa pernafasan. Jika korban tidak


bernafas segera berikan bantuan pernafasan buatan dari mulut ke
mulut untuk menyadarkan korban sampai alat penyadar otomatis
tersedia.

5. Periksa denyut nadi. Jika tidak berdenyut terapkan resusitasi jantung


– paru. Usaha ini harus terus dilakukan sampai diketahui bahwa
korban sudah tidak mungkin tertolong.

124
PT. Global Securitech

6. Usahakan perawatan medis (dokter). Jika korban tidak memberikan


respon atas pertolongan darurat, bantuan medis darurat harus di
panggil ketempat kejadian.

7. Jaga agar korban tetap hangat.

8. Bila sudah bernafas kembali, berilah perangsang kepada korban


berupa teh atau kopi, tetapi jangan meninggalkan korban tanpa ada
yang menjaga.

9. Bila mata terkena ritasi ringan, cucilah dengan air bersih dengan
hati-hati.

10. Korban harus selalu dalam pengawasan dokter sampai dokter


menyatakan bahwa korban sudah sehat dan dapat bekerja kembali.
Bila korban dipindahkan ketempat berudara segar dan dapt bernafas
kembali dengan normal korban akan cepat sembuh.

11. Apabila korban terkena gas H25 ringan. Dimana korban belum benar-
benar sadar dan ingin kembali bekerja setelah beristirahat sebentar,
tugasnya harus ditangguhkan sampai hari berikutnya, gerak reflex-
nya mungkin belum kembali normal dan dapat menyebabkan
kecelakaan.

125
PT. Global Securitech

Formulir. 10
STANDARISASI ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
(PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT / PPE)
1. Pelindung kepala (Hard Hat)

Standard Acuan : ANSI 89. 1 – 2003


ANSI 89. 1 – 1997
OSHA 29 CFR 1910. 135
Merek yang direkomendasikan : MSA
Protector
King’s
Jenis pekerjaan / bidang kerja :
* Pekerjaan Operasi
Tipe : Class A
* Pekerjaan terkait dengan listrik
Tipe : Class B untuk Tegangan Tinggi
Class A untuk Tegangan Rendah
 Pemadam Kebakaran

Tipe : Class D

2. Pelindung Muka dan Mata ( Eye & Face Protection )

Standard Acuan: ANSI Z 87.1 – 2003

NSI 89.1 – 1997

OSHA 29 CFR 1910. 133

Merk yang direkomendasikan :MSA

Vista

UVEX

126
PT. Global Securitech

Jenis pekerjaan / bidang kerja :

 Pekerjaan Terkait dengan logam (grinding/hammering)

Tipe : clear faceshield atau chipping goggles

 Pekerjaan Terkait dengan Bahan Kimia

Tipe : clear faceshield

 Pekerjaan Terkait dengan Pengelasan

Tipe : pelindung muka khusus pengelasan atau welding


Goggles

 Pekerjaan Terkait Radiasi

Tipe : impact & optical radiation spectacles

3. Pelindung Telinga (Ear Protection)

Standar Acua : OSHA : 29 CFR 1910.95

Merk yang direkomendasikan : MSA

3M

North

Krisbow

Jenis Pekerjaan / Bidang Kerja :

o Pekerjaan Operasi

Tipe : Ear Plug / Ear Muff

o Pekerjaan di Drilling

Tipe : Ear Plug

127
PT. Global Securitech

o Tamu Visiting Jobs

Tipe : Ear Plug (disposable)

4. Pelindung Kaki (Safety Shoes)

Standar Acuan :

ANSI Z 41 – 2005

ANSI Z 41 – 1999

Merk yang direkomendasikan :

King’s

Cheerah

Dr. OSHA

Jenis Pekerjaan / Bidang Kerja :

 Pekerjaan Operasi

Tipe : Steel Toe Shoes

 Pekerjaan Terkait Listrik

Tipe : Antistatic safety shoes (untuk bekerja ditegangan


tinggi dan rendah)

 Pekerjaan berkaitan dengan Bahan Kimia

Tipe : PVC, Neoprene, Nitril Boots With Steel Toe

 Pekerjaan berkaitan dengan Survey

Tipe : PVC Shoes di rawa-rawa atau operation shoes di


tempat kering

128
PT. Global Securitech

5. Pelindung Tangan (Hands Gloves)

Standar Acuan : OSHA : 29 CFR 1910.136

Merk yang direkomendasikan : MSA

Protector

Krisbow

Jenis Pekerjaan / bidang kerja :

 Pekerjaan Operasi

Tipe : Industrial / Polkadot Gloves

 Pekerjaan Terkait dengan Bahan Kimia

Tipe : PVC Dipped, Butyl, Nitril (Latek), Natural Ruuber

Gloves

 Pekerjaan Terkait dengan Pengelasan

Tipe : Leather Welder Gloves

 Pekerjaan Terkait dengan Listrik

Tipe : High Voltage Electrical Gloves

 Pekerjaan Terkait dengan Panas

Tipe : Heat Resistant Gloves dengan bahan kulit, kanvas,

aluminized asbestos.

6. Pelindung Pernafasan (Respirators)

Standar Acuan : OSHA 29 CFR 1910. 134

129
PT. Global Securitech

Merk yang direkomendasikan : MSA

Protector

3M

North

Jenis pekerjaan / Bidang kerja :

 Pekerjaan Terkait dengan Gas / Pemadam Kebakaran

Tipe : Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), Supplied


Breating Apparatus (SABA)

 Pekerjaan terkait dengan pengelasan

Tipe : Particulate Respirator for Welding and Metal Pouring

 Pekerjaan Terkait Debu (Cementing job / Heavy Equipment


Operator / Carpenter dll)

Tipe : Particulate Respirators for dusty conditions

7. Pelindung Badan (Apron)

Standar Acuan : belum ada standar khusus

Merk yang direkomendasikan

MSA

Protector

Jenis Pekerjaan / Bidang Kerja

 Pekerjaan Terkait dengan Bahan Kimia

Tipe : PVC / Nylon Apron

130
PT. Global Securitech

 Pekerjaan terkait Pengelasan

Tipe : Leather Welder Apron

 Pekerjaan Terkait Panas

Tipe : Apron dengan bahan Aluminized Asbetos Apron, kulit

atau kanvas

 Pekerjaan Terkait Radiasi

Tipe : Lead Apron

8. Pelindung Jatuh (Safety Harness)

Standar Acuan : Belum ada standar khusus

Merk yang direkomendasikan :

MSA

Protecta

Klein Tools

Jenis Pekerjaan / Bidang Kerja :

- Pekerjaan Memanjat

Tipe : full body harness

- Pekerjaan di ketinggian

Tipe : fall arrest

131
PT. Global Securitech

BAB. XI
PEDOMAN KESELAMATAN DALAM BEKERJA

I. KETAATAN TERHADAP PERATURAN


1. Kunci dari keberhasilan pelaksanaan program keselamatan kerja
adalah disiplin dari seluruh karyawan untuk selalu mematuhi dan
melaksanakan semua peraturan keselamatan kerja yang
diterapkan oleh perusahaan.
2. Seluruh petugas dan tamu yang berada / datang ke daerah kerja
harus mematuhi dan melaksanakan setiap peraturan yang
tercantum didalam buku peraturan keselamatan kerja.
3. Superintendent dan Supervisor yang sedang bertugas
bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja karyawan.

II. PENYEBAB KECELAKAAN


Data penelitian terhadap kecelakaan industri mengungkapkan bahwa
penyebab utama dari hampir seluruh kecelakaan yang terjadi adalah
salah satu gabungan dari beberapa hal sebagai berikut :
1. Instruksi kurang lengkap
2. Instruksi tidak diperhatikan
3. Instruksi sangat penting untuk operasi kerja yang aman dan
efisien, karena instruksi kerja harus diperlajari dengan
seksama
4. Penggunaan metoda yang tidak tepat
5. Seorang karyawan yang profesional harus mengetahui metoda
yang benar untuk mengejakan suatu tugas, jika merasa ragu
tanyakan kepada supervisor
6. Tidak tersedianya alat keselamatan kerja

132
PT. Global Securitech

7. Kondisi kerja yang aman merupakan hal yang paling penting


dalam mencegah kecelakaan. Perusahaan selalu berusaha
untuk melengkapi semua karyawan dengan alat pelindung
untuk mencegah cidera, sehingga karyawan akan mendapat
manfaat dari penggunaan alat pelindung tersebut.
8. Alat-alat keselamatan kerja tidak dipakai
9. Karyawan harus memakai semua alat dan perlengkapan
keselamatan kerja yang khusus untuk perlindungan
10. Penggunaan alat-alat kerja yang tidak tepat
11. Bekerja efisien membutuhkan alat-alat khusus untuk setiap
jenis pekerjaan, setiap alat kerja mempunyai kegunaan
terbatas, karyawan yang profesional tahu peralatan yang
diperlukan dan menggunakan dengan tepat untuk melakukan
pekerjaan.
12. Kurangnya Inspeksi dan pemeliharaan yang tepat
13. Mesin-mesin dan peralatan harus diinspeksi dan dirawat secara
teratur agar selalu dalam kondisi siap pakai. Perawatan
peralatan merupakan bagan dari tugas seluruh karyawan.
Laporkan secepatnya ke Supervisor, setiap peralatan yang
perlu direparasi
14. Kurang perhatian
15. Pusatkan perhatian pada pekerjaan yang sedang anda lakukan.
Tidak ada tempat untuk melamun. Cemas dan iseng saat
melakukan suatu pekerjaan
16. Sikap tak acuh kepada orang lain
17. Perhatikanlah juga orang lain jangan biarkan kecerobohan dan
sikap tak acuh anda membahayakan orang lain
18. Terburu – buru

133
PT. Global Securitech

19. Karyawan yang bangga dengan hasil kerjanya, sering


melakukan kecerobohan yang membahayakan
20. Kondisi Fisik
21. Tidak seorang boleh tetap bekerja bila sedang sakit. Periksakan
ke dokter dan melaporlah kepada supervisor dengan
menekankan pentingnya larangan bekerja bagi yang sedang
sakit, tidak berarti bahwa sakit yang ringan dapat menjadi
alasan untuk meminta ijin tidak bekerja
22. Salah pertimbangan
23. Seorang karyawan yang profesional tahu persis apa yang
dikerjakan bagaimana cara mengerjakannya dan kapan harus
dikerjakan. Jangan takut bertanya bila anda tidak tahu.
24. Kemauan
25. Mengabaikan praktek-praktek keselamatan kerja, peraturan
perusahaan instruksi dan keselamatan teman sekerja, dapat
dikenakan sanksi disiplin
26. Lemah penglihatan
27. Jika dokter menyarankan untuk memakai kaca mata sakit
(lensa) gunakanlah kaca mata tersebut, kapan dan dimana
saja seperti yang telah ditentukan.
28. Selama operasi kerja yang berbahaya, ”penonton” yaitu orang
yang tidak berkepentingan langsung untuk menyaksikan
keadaan atau peristiwa tertentu, tidak boleh hadir. Jika ingin
melihat harus dari jarak yang aman kecuali jika seseorang
mempunyai alasan yang sah untuk mengamati dari dekat.

134
PT. Global Securitech

III. PENATAAN TEMPAT KERJA


Penataan tempat kerja yang baik, bersih, dan rapi akan menciptakan
lingkungan kerja yang bebas kecelakaan dan menghilangkan bahaya
yang tidak terduga. Maka setiap karyawan diharuskan :

1. Menjaga agar seluruh daerah operasi kerja, misalnya lantai


tangki lumpur lantai rig harus selalu bersih dari olo pelumas dan
bahan-bahan kimia berbahaya.
2. Menyediakan tempat khusus berupa kotak atau rak untuk
penyimpanan peralatan. Simpanlah semua peralatan di tempat
yang sesuai. Peralatan yang tertinggal dapat membahayakan.
3. Peralatan yang telah selesai digunakan harus dikembalikan ke
tempat semula.
4. Jagalah agar setiap jalur jalan masuk utama pintu darurat selalu
bersih dan bebas dari hambatan.
5. Jalan masuk ke tempat peralatan keselamatan kerja (racun, api,
alat pencegah semburan liar) harus bebas hambatan.
6. Bahan cat dan bahan mudah terbakar harus disimpan didalam
lemari khusus.
7. Simpanlah slang, rantai, tali, kabel listrik dan lainnya jika sudah
tidak digunakan supaya tidak mengakibatkan bahaya
tersangkut.
8. Taruhlah kain lap yang berminyak dan minyak bekas didalam
kotak logam yang tertutup untuk selanjutnya dibuang ketempat
pembuangan yang sudah ditentukan.
9. Segera bersihkan semua tumpahan minyak dan oli. Jika
tumpahan berasal dari kebocoran peralatan mesin, tumpahan
harus ditampung dan kebocoran harus segera diperbaiki.

135
PT. Global Securitech

10. Periksa dan bersihkan tempat penyimpanan minyak dan oli


secara berkala.
11. Adalah pelanggaran terhadap peraturan pemerintah jika terjadi
tumpahan minyak atau buangan yang mengandung minyak
dialirkan ke sungai.
12. Singkirkan benda-benda yang berserakan.
13. Dilarang memakai sepatu didalam kamar ataupun diruang
makan.
14. Akhirilah setiap pekerjaan dengan membersihkan tempat kerja.

IV. TINDAKAN PERORANGAN


1. Praktek Keselamatan Kerja
Para karyawan harus mengerti bahwa tugas keselamatan kerja
adalah bagian dari tugas aktifnya dan selalu mengamati praktek-
praktek keselamatan kerja yang dilakukan oleh rekan-rekan
sekerja.

2. Resiko yang tidak perlu


A. Berhat-hati dalam berjalan atau bergerak saat
melaksanakan pekerjaan agar tidak terbentur, tersandung,
terpeleset atau jatuh
B. Jangan berjalan diatas pipa dan jangan melakukan
pekerjaan yang berat pada saat berdiri diatas pipa.
C. Jangan berlari selama operasi normal
D. Jangan berusaha mengangkat

3. Berkelakar dalam bekerja


Dilarang keras berolok-olok, usil, berkelakar atau bergurau di –

136
PT. Global Securitech

semua lokasi kerja dan rig, pusatkan pikiran pada keselamatan


dan pelaksanaan pekerjaan.

4. Alkohol, obat terlarang dan senjata


Peraturan mengenai hal ini berlaku bagi tamu yang berkunjung
dan seluruh karyawan yang bekerja di semua daerah kerja dan
unit-unit pendukung operasi.
A. Obat terlarang dan bahan-bahan berbahaya.
B. Dilarang menggunakan, memiliki, memindahkan atau
menjual obat-obat terlarang dan bahan-bahan berbahaya
disemua daerah kerja dan operasi perusahaan.
C. Minuman beralkohol.
D. Dilarang menggunakan, memiliki, memindahkan atau
menjual minuman beralkohol disemua daerah kerja dan
operasi perusahaan.
E. Senjata api dan senjata lainnya.
F. Dilarang menggunakan, memiliki, memindahkan atau
menjual Senjata api dan senjata lainnya disemua daerah
kerja dan operasi perusahaan.
G. Setiap karyawan yang melanggar peraturan ini akan
diberhentikan segera dan dikeluarkan dari tim kerjanya
pada kesempatan pertama.
H. Para karyawan yang melanggar peraturan ini dapat
dituntut jika terbukti ada pelanggaran terhadap hukum
yang berlaku, dan dalam hal ini perusahaan akan bekerja
sama dengan pihak pelaksana hukum yang terikat.
I. Merokok.
Dilarang merokok didaerah operasi sebagai berikut :

137
PT. Global Securitech

a. Ditempat-tempat dengan tanda ”DILARANG


MEROKOK”
b. Ditempat-tempat penerimaan dan pembuangan bahan
yang mudah terbakar.
c. Diseluruh fasilitas pengeboran dan pengolahan
minyak dan gas
d. Di ruang tidur
e. Ditempat-tempat yang ditunjuk oleh Supervisor dan
operator
f. Merokok diijinkan ditempat-tempat khusus yang
ditempatkan oleh Manajemen.
g. Tanda ”No Smoking” harus ditempatkan di daerah-
daerah dimana merokok sama sekali dilarang.

V. KARYAWAN BARU DAN TAMU


Semua karyawan baru dan tamu yang berkunjung ke daerah operasi
perusahaan harus mengikuti prosedur berikut :
1. Harus segera melapor kepada Superintendent atau Supervisor
yang sedang bertugas untuk mendapat penjelasan tentang
peraturan keselamatan kerja dan keadaan darurat.
2. Menggunakan peralatan keselamatan kerja yang diperlukan
dan mematuhi semua peraturan yang berlaku.
3. Dilarang melakukan pemotretan dengan menggunakan lampu
kilat terhadap fasilitas pengeboran, pengolahan minyak dan
gas.
4. Mematuhi larangan membawa korek api atau penyulut bensin
dan gas ke daerah yang berbahaya.

138
PT. Global Securitech

BAB XII
PENUTUP

Manual Guide HSE diharapkan dapat menjadi dasar tindakan-tindakan


preparedness yang dapat dilakukan oleh Satuan Pengamanan dengan
dibantu oleh segenap karyawan yang beraktivitas dilingkungan kerja.

Beberapa hal kecil yang seringkali tidak terlihat dapat menyebabkan


ancaman keselamatan kerja dilingkungan kerja, sehingga analisa-analisa
terhadap situasi dan kondisi disekitar kita perlu mendapatkan perhatian
khusus yang mana dikemudian hari dapat dilakukan perumusan terhadap
ancaman yang sering kali berkembang mengikuti perkembangan populasi
manusia dan tindakan-tindakannya.

Benyamin Sudarmadi
Direktur

139