Anda di halaman 1dari 29

1

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
KEPERAWATAN JIWA

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA


ISOLASI SOSIAL :MENARIK DIRI
PADA KLIEN SDR. SR DI IRNA RUANG 9 JANOKO
RSJD. AMINO GONDO HUTOMO SEMARANG

I. IDENTITAS KLIEN
1. Inisial : Sdr. N
2. Umur : 22 tahun
3. Jenis Kelamin : Laki – laki.
4. Agama : Islam
5. Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
6. Pendidikan : Tamat SMA
7. Status Perkawinan : Belum kawin.
8. Pekerjaan : Tidak Bekerja.
9. Alamat : Jepara
10. Penanggung jawab : Tn. SY
11. Pekerjaan : TKI
12. No. RM : 073272
13. Tanggal dirawat : 27 Desember 2010
14. Tanggal Pengkajian : 11 Januari 2011

II. ALASAN MASUK


Klien hanya diam saja, badan terasa kaku tidak mau makan, tidak mau
minum.
2

III.RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Sejak 2 hari sebelum masuk RSJD, pasien diam, tidak mau bicara,
mengatupkan rahang, tidak mau makan dan minum, melamun, pandangan
kosong, kadang badan terasa kaku, tidak suka keluyuran.
IV. FAKTOR PREDISPOSISI
• Keluarga mengatakan klien sudah 2 tajun bekerja di Malaysia
dengan ayahnya. Semenjak itu, keluarga klien tidak mengetahui
keadaannya. Pulang-pulang sudah kaku, pendiam, pandangan kosong
dan tidak mau makan, ibu klien mengatakan klien pernah dirawat di RSJ
2 kali.
• Menurut klien ( pengkajian tgl. 12 Januari 2011 ) yang membuat ia
diam seperti itu karena ia tidak punya teman dan tidak bisa bergaul
semenjak kerja di Malaysia.

Masalah Keperawatan :
- Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah.

Upaya keluarga :
Keluarga pernah membawanya ke RSJ 2 kali dan sudah pernah sembuh
tetapi kambuh lagi.

V. PEMERIKSAAN FISIK
1. Tanda Vital : TD : 120 / 80 mmHg, RR : 20 X / mnt, S : 37 C
2. Ukur : BB : 38 kg TB : 176 cm
3. Keluhan Fisik : Klien mengatakan ia sering merasa pusing.

VI. PSIKOSOSIAL
3

1. Genogram

Keterangan: : klien

: tinggal serumah

: laki-laki

: perempuan

Keluarga klien mengatakan kalau di rumah dulu klien selalu rajin


sholat dan membantu ibunya berjualan dirumah. Klien merupakan
anak pertama dari 1 bersaudara dan merupakan anak laki – lakinya
yang membantu sebagai tulang punggung keluarga. Pola asuh dalam
keluarga tidak ada perbedaan diantara anak – anaknya, komunikasi
keluarga dengan klien kurang semanjak klien bekerja di Malaysia
karena klien jarang memberi kabar. Lebaran kemarin pun klien tidak
pulang. Dan begitu pulang klien malah sakit seperti ini. Pengambilan
keputusan dilakukan dengan musyawarah termasuk membawa klien ke
RSJ.
4

2. Konsep diri
a. Gambaran diri
Klien menyukai semua bagian dari tubuhnya.
b. Identitas diri
Klien mengatakan bahwa ia adalah anak pertama dari 2 bersaudara
dan adiknya berjenis kalamin laki – laki juga.
c. Peran
Klien sebelum masuk RSJ, pernah bekerja di Malaysia selama 2
tahun sebagai pegawai konveksi. Di sana ia ikut dengan Ayahnya.
Ia merasa senang mempunyai pekerjaan sebagai karyawan
konveksi. ( 13Januari 2011)
d. Harga diri
Klien mengatakan dari kecil ia merasa malu karena sering
dikatakan anak pendiam. Selama kerja di Malaysia klien merasa
tersinggung karena disana tidak boleh keluar rumah meskipun
sudah tidak jam kerja. Semenjak itu klien sering melamun dan
merasa tidak percaya diri bergaul dengan orang lain.
Masalah Keperawatan : Gangguan konsep diri : gangguan citra
tubuh dan Harga diri rendah
3. Hubungan sosial
Keluarga Sdr. N mengatakan klien sebenarnya orang yang
gampang bergaul, tapi semenjak pulang dari Malaysia klien terlihat
ngomong sendiri dan sehari sebelum masuk RSJ, klien kaku kemudian
diam saja.
Menurut klien ( pengkajian tgl. 12 Januari 2011 ) yang membuat
ia diam seperti itu karena ia takut keingat bosnya yang melarangnya
untuk keluar rumah. Saat dilakukan pengkajian klien hanya diam saja
( 11/1/11 ), pandangan mata klien kosong, mata melotot ke atas dan
sesekali menunduk, tubuh mematung ( stupor ). Dan selama di ruangan
5

klien selalu menyendiri dan senang duduk di luar dengan pandangan


mata kosong.
Masalah keperawatan:
 Isolasi sosial: menarik diri
 Gangguan persepsi halusinasi visual
Upaya keluarga :
Keluarga pernah membawanya kepada orang pintar, sebanyak 2kali. Tapi
tidak ada hasil.

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan
Klien mengatakan kalau ia beragama Islam. Menurut klien ia
seperti ini karena merasa tidak punya teman dan tidak bisa bergaul
semenjak kerja di Malaysia. Oleh karena itu, keluarganya
membawanya ke RSJ 2 X.
b. Kegiatan ibadah
Klien mengatakan di RSJ ia selalu sholat 5 waktu dan makhluk
yang menyeramkan dari Sumatera sekarang sudah tidak
mengikutinya lagi.

VII. STATUS MENTAL


1. Penampilan
Penampilan tidak rapi, rambut terlihat kusut tidak disisir, kuku kaki
dan tangannya panjang dan kotor, berkumis dan berjenggong.

Masalah keperawatan:
 Ketidakmampuan klien untuk merawat diri
2. Pembicaraan
Saat pengkajian klien tidak mau bicara hanya menyebutkan namanya
dengan suara pelan dan tidak jelas.
3. Aktivitas motorik
6

Saat pengkajian pertama ( 12/1/2011 ) klien tampak hanya diam ,


tubuhnya mematung ( stupor ), pandangan mata kosong, sesekali
memandang ke sekitar, kalau tidak di suruh duduk tidak mau
duduk.Tanggal 11 Januari klien terlihat senang menyendiri, duduk
tidak mengganti posisi, pindah posisi tempat duduk hanya dari kamar
lalu keluar diteras, tanpa ada keinginan untuk bergabung degan klien
yang lain.
Masalah keperawatan:
 Isolasi sosial : Menarik Diri
4. Alam perasaan
Tanpa ekspresi, hanya diam, tampak perasaan sedih.
5. Afek
Klien tidak berespon terhadap stressor yang dimunculkan perawat,
afek klien tumpul, klien hanya terlihat diam dan hanya melihat
pemeriksa saat diberikan rangsang sentuhan kemudian menunduk lagi.
Masalah keperawatan: Isolasi sosial : menarik diri
6. Interaksi selama wawancara
Hari pertama pengkajian ( 12/1/2011 ) klien belum terlalu bisa
diwawancarai karena klien hanya diam, mematung dan tidak banyak
berespon terhadap pertanyaan yang dilontarkan penanya atau
pemeriksa, baru pada hari ketiga ( 13/ 1/2011 ) interaksi klien tampak
tersenyum kemudian menunduk lagi. Dan mulai mau bercerita ketika
ada keluarga pasien yang berasal dari jepara juga.
Masalah keperawatan:
 Kerusakan komunikasi
 Isolasi sosial : menarik diri
7. Persepsi
Secara subyektif pada saat pengkajian pertama persepsi klien belum
terlalu bisa dikaji, saat interaksi keempat ( 14/1/2011 ) klien
mengatakan bahwa ia di rumah sering teringat saat ia tidak
diperbolehkan keluar rumah oleh bosnya. Secara obyektif klien terlihat
7

belum mau berkumpul dengan orang lain, kelihatan murung,


pandangan mata kosong, senang duduk menyendiri di luar ruangan.
Masalah keperawatan:
 Risiko perubahan persepsi sensori:halusinasi
 Menarik diri
8. Proses piker
Pada saat dilakukan wawancara pada pengkajian pertama klien hanya
diam saja, bicaranya tidak jelas dan ia hanya mampu menyebutkan
nama secara berulang – ulang.
Masalah keperawatan:
 Kerusakan komunikasi verbal
9. Isi Pikir
Pada pengakajian hari keempat ( 14/1/2011 ) klien mengatakan bahwa
ia seperti ini karena ia dulu di Malaysia tidak diperbolehkan oleh
bosnya keluar rumah sehingga klien mersa tidak punya teman dan
tidak bisa bergaul. Tingkat kesadaran
Klien tampak bingung. Hanya menengok sesaat waktu diberi stimulus
yang kuat dengan menepuk bahunya dan melambai – lambaikan
tangan di depan matanya.
Masalah keperawatan:
 Kerusakan komunikasi
 Isolasi sosial : menarik diri

10. Memori
Pada waktu interaksi hari pertama sampai ketiga klien belum bisa
mengingat nama perawat yang baru saja berkenalan, dan klien yag
lain. Klien tidak terlalu bisa berkonsentrasi dalam berhitung, dan
memerlukan waktu yang lama untuk menjawab pertanyaan yang
diberikan oleh perawat. Namun pada hari keempat klien sudah bisa
mengingat kejadian yang di alaminya saat ini dan pada hari kelima
interaksi klien sudah bisa mengingat kejadian di waktu ia masih kecil.
8

11. Kemampuan penilaian


Klien dapat mengambil keputusan, namun perlu bantuan dari perawat
untuk memutuskan apa yang telebih dulu dilakukan seperti memilih
antara makan dulu atau mandi dulu. Klien memilih makan dulu karena
bersemangat untuk pulang. .
12. Daya tilik diri
Klien masih menyadari bahwa dirinya sakit, dan perlu bantuan orang
lain untuk menyembuhkan penyakitnya.

VIII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan
Klien tidak mengalami gangguan dalam masalah makan, nafsu makan
klien bagus, makan 3 kali sehari..
2. Mandi
Klien bisa mandi sendiri, sehari 2 kali, tetapi tidak menggunakan
handuk, sikat gigi tapi tidak memakai odol karena tidak disediakan.
3. Kebersihan diri
Klien masih terlihat kurang rapi, kuku tangan dan kakinya panjang dan
kotor, rambutnya tidak disisir karena tidak ada sisisr, memakai sandal.
4. Istirahat dan tidur
Klien mengatakan kalau malam tidur jam 20.00, namun tidak dapat
tidur dengan nyenyak, kadang-kadang klien terbangun, kalau ingat
rumahh.
5. Penggunaan obat
Klien patuh minum obat, tidak ada masalah dalam pemberian obat
pada klien, minum obat 2 kali sehari

IX. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


Klien mulai tidak mau bergaul dengan orang lain karena merasa orang lain
tidak menyukainya dan tidak percaya diri bergaul dengan teman – temannya
karena ia merasa tidak punya teman dan tidak bisa bergaul.
9

Masalah keperawatan:
 Isolasi sosial : menarik diri
 Harga Diri Rendah.

X. PENGETAHUAN
Pengetahuan klien tentang penyakitnya masih kurang, klien menganggap
apa yang dialaminya sekarang ini karena ia tidak bisa bergaul.
DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN
 Isolasi Sosial : Manarik Diri
 Gangguan konsep diri : Gangguan citra tubuh dan HDR
 Kerusakan komunikasi verbal.
 Defisit Perawatan Diri.
XI. ASPEK MEDIK
 Terapi medik :
 Zofredol 2 X 2 mg
 Trihexypenidil 2 X 2 mg.
 Haloperidol 2 X 5 mg
 Injeksi Lodomer 1 amp
 EKG
Pemeriksaan Penunjang ( 12/1/11 )
 LED 1 jam : 3 mm/ jam, 2 jam : 6 mm/jam
 Glukosa sewaktu : 159 mg / 100 ml.
 Ureum 19 mg / 100 ml.
 Creatinin 0,7 mg / 100 ml.
 Cholesterol total 70 mg / 100 ml.
 Trigliserid 46 mg / 100 ml.
 Protein total 6,8 mg / 100 ml.
 Albimin 4 mg / 100 ml
 SGOT 23 unit / L
10

 Uric Acid 5,7 mg / 100 ml

XII. ANALISA DATA

NO DATA MASALAH
1 Subjektif:
 Menurut ibunya semenjak Isolasi sosial :menarik
pulang bekerja dari malaysia klien menjadi diri
pendiam, tidak mau makan dan minum,
badan kaku.
 Klien mengatakan ia merasa
tidak punya teman dan tidak bisa bergaul.
Objektif:

 Klien terlihat diam saja


ketika diajak kenalan dan hanya
menyebutkan namanya berulang kali dengan
suara lirih dan tidak jelas
 Pandangan mata klien
kosong dan matanya melotot ke atas sesekali
menunduk.
 Tubuhnya mematung
( stupor ), hanya mau duduk ketika disuruh
untuk duduk.
 Selama di rawat di RSJ
klien sering terlihat duduk - duduk di teras
sendiri tanpa ada keinginan bergabung
dengan teman - temannya
 Klien tampak sedih, afek
tumpul ( Klien hanya melihat perawat jika
perawat menepuk bahunya atau melambai –
11

lambaikan tangan di depan matanya ).


 Klien hanya terlihat sesekali
memandang sekitar kemudian menunduk.
 Bicara klien lambat
 Klien masih terlihat kurang
rapi

2. Subjektif:
Risiko perubahan
 Klien mengatakan ketika persepsi
duduk atuapun terdiam sering teringat ketika sensori:halusinasi
di Malaysia tidak boleh keluar rumah oleh
bosnya.
 Menurut klien selama di
RSJ makhluk menyeramkan itu sudah tidak
mengikutinya.

Objektif:

 pandangan mata kosong


 Klien tampak bingung.
3. Subjektif : Gangguan konsep
 Keluarga mengatakan bahwa klien diri : Harga Diri
merasa tidak punya teman dan tidak bisa Rendah
bergaul dengan temannya.
 Sewaktu divalidasi klien membenarkan
yang dikatakan oleh keluarganya.
 Semenjak kecil ia merasa malu karena
sering dianggap pendiam.

Objektif :
 Klien sering terlihat murung dan sedih
12

XIII. POHON MASALAH

Resiko perubahan persepsi sensori: halusinasi

Isolasi sosial: menarik diri

Gangguan konsep diri: harga diri rendah

XIV. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Resiko Perubahan persepsi : halusinasi berhubungan dengan menarik
diri.
2. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan HDR
13

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
KEPERAWATAN JIWA

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA KLIEN : Sdr. N USIA : 22 TAHUN RUANGAN : 9 (JANOKO) RM. NO : 073272


TGL NO. DX IMPLEMENTASI EVALUASI PARAF

11/1/11 DX I  Memberikan salam dan menyapa klien. S: Klien mengatakan : farida


Jam 09.30 TUK 1 14
 Menyapa klien, Memperkenalkan diri  Nama ”Nasirin...”
 Menanyakan nama lengkap klien dan nama
panggilan yang disukai klien. O:
 Menjelaskan tujuan pertemuan. 1. Suara pelan dan tidak jelas.
 Menyampaikan kontrak waktu, tempat dan 2. Pandangan mata kosong, sesekali
topik pertemuan. menunduk.
 Menanyakan alasan klien dibawa ke rumah 3. Stupor ( mematung )
sakit. 4. Tak ada respons, walaupun sudah di
beri rangsangan dengan menepuk bahunya.
 Mengobservasi tingkah laku klien terkait
5. Bermain tangan dan jarinya.
dengan perilaku menarik dirinya.
6. Ekspresi muka terlihat sedih.
 Melakukan terminasi pertemuan dan kontrak 7. Komunikasi klien pasif ( klien hanya
untuk pertemuan selajutnya. diam saja )
 Melakukan TTV 8. TD : 100/90 mmHg
 Menfasilitasi klien untuk makan dan minum
 Menfasilitasi klien untuk minum obat A:
 Melibatkan klien dalam TAK : sharing 9. Klien belum dapat membina hubungan
( klien menuliskan keluhan dan apa yang saling percaya denga perawat
diharapkan ) 10. Klien belum dapat mengungkapkan
masalahnya.
P:
Perawat:
11. Ulangi TUK 1. Membina hubungan
saling percaya.
Klien :
12. Motivasi klien untuk memperkenalkan
diri dan mengungkapkan masalahnya.

DX 1 S: Klien mengatakan :
12/1/11 TUK 1  Memberikan salam dan menyapa klien.  ”Nama Nasirin, rumah Jepara. farida
Jam 10.00  Mengingatkan kembali nama perawat.  ”MTS ,Jepara”
 Menanyakan nama lengkap klien dan nama
panggilan yang disukai klien.
 Menjelaskan tujuan pertemuan.
 Menyampaikan kontrak waktu, tempat dan
topik pertemuan. O:
 Menanyakan alasan klien dibawa ke rumah 13. Suara pelan dan tidak jelas.
14. Klien meggambar ruamah ketika
15

XVI. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN MENARIK DIRI PADA SDR. N


DI RUANG VIII IRAWAN RSJD. AMINO GONDO HUTOMO SEMARANG

Nama : Sdr. N
Umur : 22 th No. CM : 073272
No Dx Perencanaan
Tgl
Dx Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi Rasional
11/1/1 I Gangguan TUM :
1 Klien dapat
persepsi
berinteraksi
halusinasi dengan orang lain
sehingga tidak
visual b.d
terjadi halusinasi 1. Setelah 1 X Bina hubungan saling Hubungan saling
16

menarik diri. TUK : interaksi klien percaya dengan : percaya merupakan


1. Klien menunjukkan tanda-  Be dasar untuk
dapat tanda percaya ri salam setiap kelancaran
membina kepada perawat : berinteraksi hubungan interaksi
hubungan  Wajah  Per selanjutnya
saling cerah, tersenyum kenalkan nama,
percaya  Mau nama panggilan
berkenalan perawat dan tujuan
 Ada perawat
kontak mata berkenalan
 Bersedia  Ta
menceritakan nyakan dan
perasaan panggil nama
 Bersedia kesukaan klien
mengungkapkan  Tu
masalahnya njukkan sikap jujur
dan menepati janji
setiap kali
berinteraksi
 Ta
nyakan perasaan
klien dan masalah
yang dihadapi
klien
 Bu
at kontak interaksi
yang jelas
 De
17

ngarkan dengan
penuh perhatian
ekspresi perasaan
klien

2. Klien 2. Setelah 1 X Tanyakan pada klien Diketahui penyebab


mampu interaksi klien dapat tentang akan dapat
menyebut- menyebutkan  Or dihubungkan
kan penyebab minimal satu ang yang tinggal dengan faktor
menarik diri penyebab menarik serumah/ teman predisposisi dan
diri dari : sekamar klien presipitasi yang
 Diri  Or dialami klien.
sendiri ang yang paling
 Orang lain dekat dengan klien
 Lingkunga di rumah/ di ruang
n perawatan
 Ap
a yang membuat
klien dekat dengan
orang tersebut
 Or
ang yang tidak
dekat dengan klien
di rumah/ di ruang
perawatan
 Ap
a yang membuat
klien tidak dekat
18

dengan orang
tersebut
 Up
aya yang sudah
dilakukan agar
dekat dengan
orang lain
Diskusikan dengan
klien penyebab
menarik diri atau tidak
mau bergaul dengan
orang lain
Beri pujian terhadap
kemampuan klien
mengungkapkan
perasaannya

3. Klien 3. Setelah 2 X Tanyakan pada klien Untuk memotivasi


mampu interaksi dengan tentang : klien agar mau
menyebut- klien dapat  Ma bergaul dengan
kan menyebutkan nfaat hubungan orang lain
keuntung-an keuntungan sosial.
berhubungan berhubungan sosial,  Ke
sosial dan misalnya : rugian menarik
kerugian  Banyak diri.
menarik diri teman Diskusikan bersama
 Tidak klien tentang manfaat
kesepian berhubungan sosial
19

 Bisa dan kerugian menarik


diskusi diri
 Saling Beri pujian terhadap
menolong kemampuan klien
Dan kerugian mengungkapkan
menarik diri, perasaannya
misalnya :
 Sendiri
 Kesepian
 Tidak bisa
diskusi
4. Klien 4. Setelah 4 X Observasi perilaku
dapat interaksi klien dapat klien saat berhubungan Klien harus dicoba
melaksanak- melaksanakan sosial berinteraksi secara
an hubungan hubungan sosial Beri motivasi dan bertahap agar
sosial secara secara bertahap Bantu klien untuk terbiasa membina
bertahap dengan : berkenalan/ hubungan yang
 Perawat berkomunikasi dengan sehat dengan orang
 Perawat : lain
lain  Per
 Klien lain awat lain
 Kelompok  Kli
en lain
 Ke
lompok
Libatkan klien dalam
Terapi Aktivitas
20

Kelompok Sosialisasi
Diskusikan jadwal
harian yang dapat
dilakukan untuk
meningkatkan
kemampuan klien
bersosialisasi
Beri motivasi klien
untuk melakukan
kegiatan sesuai dengan
jadwal yang telah
dibuat
Beri pujian terhadap
kemampuan klien
memperluas
pergaulannya melalui
aktivitas yang
dilaksanakan
5. Klien 5. Setelah 1 X Diskusikan dengan Mengevaluasi
mampu interaksi klien dapat klien tentang manfaat yang
menjelas-kan menjelaskan perasaannya setelah dirasakan klien
perasaan-nya perasaannya setelah berhubungan sosial sehingga timbul
setelah berhubungan sosial dengan : motivasi untuk
berhubungan dengan :  Or berinteraksi
sosial  Orang lain ang lain
 Kelompok  Ke
lompok
Beri pujian terhadap
21

kemampuan klien
mengungkapkan
perasaannya
6. Klien 6. Setelah 1 X Diskusikan pentingnya Membantu keluarga
mendapat pertemuan keluarga peran serta keluarga untuk dapat
dukungan dapat klien : sebagai pendukung berinteraksi dengan
dari keluarga  Menjelask untuk mengatasi klien dan dapat
an cara-cara perilaku menarik diri memberikan
sehat Diskusikan potensi dukungan pada
mengungkapkan keluarga untuk klien
marah membantu klien
mengatasi perilaku
menarik diri
Jelaskan pada keluarga Keterlibatan
tentang : keluarga sangat
 Pe mendukung
ngertian menarik terhadap proses
diri perubahan perilaku
 Ta
nda dan gejala
menarik diri
 Ca
ra merawat klien
menarik diri
Latih keluarga cara
merawat klien menarik
diri
Tanyakan perasaan
22

keluarga setelah
mencoba cara yang
dilatihkan
Beri motivasi keluarga
agar membantu klien
untuk bersosialisasi
Beri pujian kepada
keluarga atas
keterlibatannya
merawat klien di
rumah sakit
7. Klien Setelah 2 X interaksi 7.1. Diskusikan Meningkatkan
dapat klien menyebutkan : dengan klien tentang kemandirian klien
memanfaatka  Manfaat manfaat dan kerugian dan keluarga untuk
n obat minum obat tidak minum obat, dapat menggunakan
dengan baik  Kerugian nama, warna, dosis, obat dengan benar
tidak minum cara, efek terapi dan dan teratur
obat efek samping
 Nama, pengguna obat
warna, dosis, 7.2. Pantau klien
efek terapi dan saat penggunaan obat
efek samping 7.3. Beri pujian
obat jika klien
Setelah 1 x interaksi menggunakan obat
klien dengan benar.
mendemonstrasikan 7.4. Diskusikan
penggunaan obat akibat berhenti minum
dengan benar obat tanpa konsultasi
23

Setelah 1 x interaksi dengan dokter


klien menyebutkan 7.5. Anjurkan
akibat berhenti klien untuk konsultasi
minum obat tanpa dengan dokter/
konsultasi dokter. perawat jika terjadi
hal-hal yang tidak
diinginkan

12/1/11 Isolasi sosial : TUM :


menarik diri Klien dapat
b.d harga diri berhubungan
rendah dengan orang
lain secara
optimal

TUK :
1. Klien dapat 1.1 Ekspresi wajah 1.1.1 Bina hubungan Hubungan saling
membina bersahabat, saling percaya percaya merupakan
hubungan menunjukkan rasa dengan dasar untuk
saling senang, ada kontak menggunakan kelancaran
percaya mata, mau berjabat prinsip komunikasi hubungan interaksi
tangan, mau terapetutik : selanjutnya
menyebutkan nama,  sapa klien dengan
mau menjawab ramah baik verbal
24

salam, mau duduk maupun non verbal


berdampingan  Perkenalkan diri
dengan perawat, mau dengan sopan
mengutarakan  Tanyakan nama
masalah yang lengkap klien dan
dihadapi nama panggilan
yang disukai klien
 Jelaskan tujuan
pertemuan
 Jujur dan menepati
janji
 Tunjukan sikap
empati dan
menerima klien
apa adanya
 Beri perhatian
kepada klien dan
perhatikan
kebutuhan dasar
klien.

2. Klien dapat 2.1 Klien 2.1.1 Diskusikan Diskusikan tingkat


mengidentifi mengidentifikasi kemampuan dan kemampuan klien
kasi kemampuan dan aspek positif yang seperti menilai
kemampuan aspek positif yang dimiliki klien realitas, kontrol
dan aspek dimiliki: diri atau integritas
positif yang  Kemampuan yang ego diperlakukan
dimiliki dimiliki klien sebagai dasar
25

 Aspek positif asuhan


keluarga keperawatannya.
 Aspek positif yang
lingkungan yang 2.1.2 Setiap bertemu klien Reinforcement
dimiliki klien. hindarkan dari positif akan
memberi penilaian meningkatkan
negative harga diri klien

Pujian yang
2.1.3 Utamakan realistik tidak
memberikan pujian menyebabkan klien
yang realistik melakukan
kegiatan hanya
karena ingin
mendapatkan
pujian

3. Klien dapat 3.1. Klien menilai 3.1.1 Diskusikan dengan Keterbukaan dan
menilai kemampuan yang klien kemampuan pengertian tentang
kemampuan dapat digunakan. yang masih dapat kemampuan yang
yang digunakan selama dimiliki adalah
digunakan sakit prasyarat untuk
berubah.

Pengertian tentang
kemampuan yang
3.1.2 Diskusikan dimiliki diri
kemampuan yang memotivasi untuk
26

dapat dilanjutkan tetap


penggunaannya. mempertahankan
penggunaannya.

4. Klien dapat 4.1. Klien membuat 4.1.1 Rencanakan bersama Membentuk


(menetapkan) rencana kegiatan klien aktivitas yang individu yang
merencanaka harian dapat dilakukan bertanggung jawab
n kegiatan setiap hari sesuai terhadap dirinya
sesuai kemampuan sendiri
dengan  Kegiatan mandiri
kemampuan  Kegiatan dengan
yang dimiliki bantuan sebagian
 Kegiatan yang
membutuh kan
bantuan total

4.1.2 Tingkatkan kegiatan Klien perlu


sesuai dengan bertindak secara
toleransi kondisi realistis dalam
klien kehidupannya.

Contoh peran yang


dilihat klien akan
4.1.3 Beri contoh cara memotivasi klien
pelaksanaan kegiatan untuk
yang boleh klien melaksanakan
lakukan kegiatan
27

5. Klien dapat 5.1 Klien melakukan 5.1.1 Beri kesempatan Memberikan


melakukan kegiatan sesuai pada klien untuk kesempatan kepada
kegiatan kondisi sakit dan mencoba kegiatan klien mandiri dapat
sesuai kemampuan. yang telah meningkatkan
kondisi sakit direncanakan motivasi dan harga
dan diri klien
kemampuann
ya.
Reinforcement
5.1.2 Beri pujian atas positif dapat
keberhasilan klien meningkatkan
harga diri klien

Memberikan
5.1.3 Diskusikan kesem patan
kemungkinan kepada klien utk
pelaksanaan di tetap melakukan
rumah kegiatan yang bisa
dilakukan
6. Klien dapat 6.1 Klien memanfaatkan 6.1.1. Beri pendidikan Mendorong
memanfaatka sistem pendukung kesehatan pada keluarga untuk
n sistem yang ada di keluarga keluarga tentang mampu merawat
pendukung cara merawat klien klien mandiri di
yang ada dengan harga diri rumah
rendah.
6.1.2. Bantu keluarga
memberikan Support sistem
dukungan selama keluarga akan
28

klien dirawat. sangat berpengaruh


dalam
6.1.3. Bantu keluarga mempercepat
menyiapkan proses
lingkungan di penyembuhan
rumah klien.
Meningkatkan
peran serta
keluarga dalam
merawat klien di
rumah.
29