Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan
luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-
budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.Citra budaya yang
bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai
perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam
anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan
pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk
mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku
orang lain.
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan
meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam
kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.Sedangkan perwujudan
kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang
berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola
perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat. Aspek social budaya ini mencakup pada setiap trimester kehamilan dan
persalinan yang mana pada zaman dahulu banyak mitos dan budaya dalam menanggapi
hal ini. Oleh karena itu, kami akan membahas hal tersebut dalam makalah ini.

B. Rumusan Masalah
Bagaimana Aspek Perilaku Yang Mempengaruhi Kesehatan Ibu Haimil, Bersalin Dan
Nifas ?

C. Tujuan
Untuk menambah wawasan kita dalam mempelajari aspek budaya sosial yang berkaitan
dengan   kehamilan serta persalinan.

1
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Aspek Perilaku Yang Memperngaruhi Kesehatan Kehamilan


Kehamilan merupakan masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin.
Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9bulan 7 hari)dihitung dari haid
pertama haid terakhir (manuaba,2018). Menurut fedrasi obstetric ginekologi
internansional, kehamilan didefinisikan seabago fertilisasi atau penyatuan dari
spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Dihitung dari saat
fetilisasi hingga lahirnya bayi,kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40
minggu atau 10 bulan atau 9 bulan ( pawirohardjo, 2011).
Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan
ovum dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Perhitungan dari saat fetilisasi hingga
lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan
atau 9 bulan menurut kalender internasional Perawatan kehamilan merupakan salah satu
factor yang amat perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian
ketika persalinan, disamping itu juga untuk menjaga kesehatan janin dan menjaga
pertumbuhan.Memahami perawatan kehamilan adalah penting untuk mengetahui dampak
kesehatan bayi dan si ibu sendiri.fakta berbagai kalangan masyarakat di Indonesia masih
banyak ibu ibu yang menganggap kehamilan sebagai hal yang biasa, hal alamiah dan
kodrati.Mereka merasa tidak perlu memerikasakan dirinya secara rutin ke bidan ataupun
dokter.
Masih banyaknya ibu ibu yang kurang menyadari pentingnya pemeriksaan kehamilan
menyebabkan tidak terdeteksinya factor factor resiko tinggi yang mungkin dialami oleh
mereka.Resiko ini bari diketahui pada saat persalinan yang sering kali karena kasusnya
sudah terlambat dapat membawa akibat fatal yaitu kematian. Hal ini kemungkinan
disebabkan  oleh rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya informasi.Selain dari
kurangnya pengetahuan akan pentingnya perawatan kehamilan, permasalahan
permasalahan pada kehamilan dan persalinan dipengaruhi juga oleh factor nikah diusia
muda yang masih banyak dijumpai didaerah pedesaan.
Disamping itu dengan masih adanya preferensi terhadap jenis kelamin anak
khususnya pada beberapa suku yang menyebabkan istri mengalami kehamilan berturut

2
turut dalam jangka waktu yang relative pendek, menyebabkan ibu mengalami resiko tinggi
fakta saat melahirkan.
Permasalahan lain yang cukup besar pengaruhnya pada kehamilan adalah masalah
gizi.Hal ini disebabkan karena adanya kepercayaan 2 dan pantangan pantangan terhadap
beberapa makanan.Sementara kegiatan mereka sehari hari tidakk berkurang. Ditambah
lagi dengan pantangan pantangan terhadap beberapa makanan yang sebetulnya sangat
dibutuhkan oleh wanita hamil tentunya akan berdampak negative terhadap kesehatan ibu
dan janin. Tidak heraan kalau anemia dan kurang gizi pada wanita hamil cukup tinggi
terutama dipedessaan. Dikatakan pula bahwa penyebab utama dari tingginya angka anemia
pada wanita hamil disebabkan karena kurangnya gizi yang dibutuhkan untuk pembentukan
darah.
Beberapa kepercayaan yang ada misalnya di jawa tengah, ada kepercayaan bahwa ibu
hamil pantang makan telur karena akan mempersulit persalinan dan pantang makan daging
karena akan meyebabkan perdarahan yang banyak. Sementara disalah satu daerah jawa
barat ibu yang kehamilannya memasuki 8-9 bulan sengaja harus mengurangi makanannya
agar bayi yang dikandungnya kecil dan mudah dilahirkan.
Dimasyarakat betawi berlaku pantangan makan ikan asin, ikan laut, udang dan
kepiting karena dapat menyebabkan ASI menjadi asin. Contoh lain didaerah Subang
pantang makan dengan piring yang besarkarena khawatir bayinya akan besar sehingga
mempersulit persalinan.
Dan memangselain ibunya kurang gizi berat badan bayi yang dilahirkan juga
rendah.Tentunya hal ini sangat mempengaruhi daya tahan dan kesehatan si bayi.Selain itu
larangan untuk memakan buah buahan seperti pisang, nanas, ketimun dll bagi wanita
hamil juga masih dianut oleh beberapa kalangan masyarakat terutama masyarakat didaerah
pedesaan.
   Didaerah pedesaan masih banyak ibu hamil yang mempercayai dukun beranak
untuk menolong persalinan yang biasanya dilakukan dirumah .Data survey kesehatan
Rumah Tangga tahun 1992 menunjukkan bahwa 65% persalinan ditolong oleh dukun
beranak.Bebrapa penelitian yang pernah dilakukan mengungkapkan bahwa masih terdapat
praktek praktek  persalinan oleh dukun yang membahayakan si ibu.Penelitian iskandar dkk
menunjukkan beberapa tindakan dan praktek  yang membawa resiko infeksi seperto
“ngolesi”(membasahi vagina dengan minyak kelapa untuk memperlancar
persalinan),“kodok”( memasukkan tangan ke vagina dan uterus untuk mengeluarkan
placenta) atau “nyanda” ( setelah persalinan, ibu duduk dengan posisi bersandar dan kaki

3
diluruskan kedepan selama bejam jam yang dapat menyebabkan perdarahan dan
Pembengkakan).
Pemilihan Dukun Beranak Sebagai Pendorong Persalinan Pada Dasarnya Disebabkan
Karena Beberapa Alasan antara lain dikenal secara dekat , biaya murah, mengerti dan
dapat memabantu upacara adat yang berkaitan dengan kelahiran anak serta membawa ibu
dan bayi sampai 40 hari.Disamping itu juga masih adanya keterbatasan jangkauan
pelayanan kesehatan yang ada.Walaupun sudah banyak dukun beranak yang dilatih namun
praktek praktek tradisional tertentu masih dilakukan.Interaksi antara kondisi kesehatan ibu
hamil dengan kemampuan penolong persalinan sangat menentukan persalinan yaitu
kematian atau bertahan hidup.Secara medis penyebab klasik kematian ibu akibat
melahirkan adalah perdarahan , infeksi, eksklamsia(keracunan kehamilan).
Kondisi kondisi tersebut bila tidak ditangani secara tepat dan professional  dapat
berakibat fatal bagi ibu dalam proses persalinan.Namun kefatalan ini sering terjadi tidak
hanya karena penanganan yang kurang baik tepat tetapi juga karena ada factor
keterlambatan pengambilan keputusan dalam keluarga.Umunya terutama didaerah
pedesaan keputusan terhadap perawatan medis apa yang dipilih harus dengan persetujuan
kerabat yang lebih tua atau keputusan berada ditangan suami yang seringkali panic melihat
keadaan krisis yang terjadi.Kepanikan dan ketidaktahuan akan gejala gejala tertentu saat
persalinan dapat menghambat tindakan yang seharusnya dilakukan dengan cepat.Tidak
jarang pula nasehat nasehat yang diberikan oleh teman atau tetangga mempengaruhi
keputusan yang diambil.
Keadaan ini sering kali pula diperberat oleh factor geografis dimana jarak rumah si
ibu dengan tempat pelayanan kesehatan cukup jauh, tidak tersedianya transportasi atau
oleh factor kendala ekonomi dimana ada anggapan bahwa membawa si ibu kerumah sakit
akan memakan biaya yang mahal. Selain dari  faktor keterlambatan dalam pengambilan
keputusan, faktor giografis dan kendala ekonomi,keterlambatan mencari pertolongan
disebabkan juga oleh adanya suatu keyakinan dan sikap pasrah dari masyarakat bahwa
segala sesuatu yang terjadi merupakan takdir yang tak dapat dihindarkan. Selain pada
masa hamil,pantangan-pantangan atau anjuran masih berlaku juga pada masa pasca
persalinan. Pantangan ataupun anjuraan ini biasanya berkaitan dengan proses pemulihan
kondisi fisik misalnya,ada makanan  tertentu yang sebaiknya di konsumsi untuk
memperbanyak produksi  ASI, ada pula makanan tertentu yang dilarang karena dianggap
dapat mempengaruhi kesehatan bayi. Secara tradisional ,ada praktek-praktek yang
dilakukan oleh dukun beranak untuk mengembalikan kondisi fisik dan kesehatan si ibu.

4
Misalnya mengurut perut yang bertujuan untuk mengembalikan rahim ke posisi semula;
memasukkan ramuan-ramuan seperti daun-daunan kedalam vagina dengan maksud untuk
membersihkan darah dan cairan yang keluar karena proses persalinan; atau memberi jamu
tertentu untuk memperkuat tubuh.

B. Aspek Perilaku Yang Memperngaruhi Kesehatan Persalinan


Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam
uterus kedunia luar. Persalinan dan kelahiran normal merupakan prose pengeluaran janin
yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37-42 minggu ), lahir spontan dengan
presentasi belakang kepala, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun janin. (Jannah,2017)
Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal.Kelahiran
seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial yang ibu dan keluarga menantikannya
selama 9 bulan.( Rukiah,2012 )
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah
cukup bulan dan dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir dengan bantuan atau
tanpa bantuan (kekuatan sendiri).
Ada suatu kepercayaan yang mengatakan minum rendaman air rumput Fatimah akan
merangsang mulas. Memang,rumput Fatimah bias membuat mulas pada ibu hamil,tapi
apa kandungannya belum diteliti secara medis. Jadi,harus dikonsultasikan dulu ke dokter
sebelum meminumnya.soalnya,rumput ini hanya boleh diminum pada pembukaannya
sudah mencapai 3-5 cm,letak kepala bayi sudah masuk panggul,mulut rahim sudah
lembek atau tipis,dan posisi ubun-ubun kecilnya normal. Jika letak ari-arinya di bawah
atau  bayinya sungsang,tak boleh minum rumput ini karena sangat bahaya. Tarlebih jika
pembukaannya belum ada, tapi si ibu justru dirangsang mulas pakai rumput ini,bias-bisa
janinnya malah naik ke atas dan membuat sesak nafas si ibu. Mau tak mau,akhirnya
dilakukan jalan operasi.
Keluarnya lendir semacam keputihan yang agak banyak menjelang persalinan,akan
membantu melicinkan saluran kelahiran hingga bayi lebih mudah keluar. Keluarnya
cairan keputihan pada usia hamil tua justru tak normal,apalagi disertai gatal,bau,dan
berwarna. Jika terjadi,segera konsultasikan ke dokter. Ingat,bayi akan keluar lewat
saluran lahir. Jika vagina terenfeksi,bias mengakibatkan peradangan selaput mata pada
bayi. Harus diketahui pula, yang membuat persalinan lancer bukan keputihan,melainkan
air ketuban. Itulah mengapa ,bila air ketuban pecah  duluan,persalinan jadi seret.

5
Minum minyak kelapa memudahkan persalinan. Minyak kelapa,memang konotasinya
bikin lancer dan licin.namun dalam dunia kedokteran,minyak tak ada gunanya sama
sekali dalam melancarkan keluarnya sang janin. Mungkin secara psikologis,ibu hamil
meyakini,dengan minum dua sendok minyak kelapa dapat memperlancar persalinannya.
Minum madu dan telur dapat menambah tenaga untuk persalinan madu tidak boleh
sembarangan dikonsumsi ibu hamil. Jika BB-nya cukup,sebaiknya jangan minum madu
karena  bias mengakibatkan overweight.bukankah madu termasuk karbonhidrat yang
paling,tinggi kalorinya. Jadi,madu boleh diminum hanya jika BB-nya kurang. Begitu BB
naik dari batas yang di tentukan,sebaiknya segera dihentikan.akan halnya telur tak
masalah,karena mengandung protein yang juga menambah kalori.
Makan duren,tape,dan nanas bisa membahayakan persalinan.ini benar karena bisa
mengakibatkan pendarahan atau keguguran. Duren mengandung alkohol,jadi panas ke
tubuh.begitu juga tape. Untuk masakkan yang menggunakan arak ,sebaiknya dihindari.
Buah nanas juga,karena bisa mengakibatkan  keguguran.
Makan daun kemangi membuat ari-ari lengket, hingga mempersulit persalinan.yang
membuat lengket ari-ari bukan daun kemangi,melainkan ibu yang pernah mengalami dua
kali kuret atau punya banyak anak,missal empat anak. Ari-ari lengket bisa berakibat fatal
karena kandungan harus diangkat. Ibu yang pernah mengalami kuret sebaiknya
melakukan persalinan di RS besar.hingga,bila terjadi sesuatu dapat ditangani segera.
Sebenarnya, kelancaran persalinan sangat tergantung faktor mental dan fisik si ibu.
Faktor  fisik berkaitan dengan bentuk panggul yang normal dan seimbang dengan besar
bayi. Sedangkan faktor mental berhubungan dengan psikologis ibu,terutama kesiapannya
dalam melahirkan. Bila ia takut dan cemas,bisa saja persalinannya jadi tidak lancar
hingga harus dioprasi. Ibu dengan mental yang siap bisa mengurangi rasa sakit yang
terjadi selama persalinan, faktor lain yang juga harus diperhatikan: riwayat kesehatan
ibu,apakah pernah menderita diabetes,hipertensi atau sakit lainnya; gizi ibu selama
hamil,apakah mencukupi atau tidak; dan lingkungan sekitar, apakah men-support atau
tidak karena ada kaitannya dengan emosi ibu. Ibu hamil tak boleh cemas karena akan
berpengaruh pada bayinya. Bahkan,berdasarkan penelitian,ibu yang cemas saat hamil bisa
melahirkan anak hiperaktif,sulit konsentrasi dalam belajar,kemampuan komunikasi yang
kurang,dan tidak bisa kerja sama.

C. Aspek Perilaku Yang Memperngaruhi Kesehatan nifas

6
Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6
minggu setelah melahirkan. Masa nifas adalah masa dimulai setelah kelahiran plasenta
dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang
berlangsung kira-kira 6 minggu. (Marmi,2016)
Masa nifas adalah masa segera setelah kelahiran sampai 6 minggu.Selama masa ini,
saluran reproduktif anatominya kembali kekeadaan tidak hamil yang normal.
Masa nifas (Puerpurium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai
sampai alat-alat kandungan kembali seperti prahamil. (Rukiah,2015)
Menurut beberapa ahli dalam buku Asuhan Kebidanan Masa Nifas “Puerpurium
Care” 2016, setelah kelahiran bayi dan plasenta, ibu mengalami suatu periode pemulihan
kembali kondisi fisik dan psikologisnya.
Yang diharapkan pada periode 6 minggu setelah melahirkan adalah semua sistem
dalam tubuh ibu akan pulih dari berbagai pengaruh kehamilan dan kembali pada keadaan
sebelum hamil
Asuhan kebidana nifas adalah asuhan yang di brikan pada ibu Nifas.biasanya berakhir
selama 40 puluh hari atau sekitar 6 minggu, mulai dari 6- 8 jam, 6 hari, 2 minggu, 6
minggu.
Asuhannya berupa,
 Kunjungan I (6 jam),mencegah pendarah masa nifas karna otonia uteri.
Mendeteksi dan mengawasi penyebab lain pendarah, rujuk jika pendarahan
berlanjut.
 Kunjungan ke II (6 hari)
Memantau involusi uteri berjalan normal,uterus berkontraksi dengan baik,tidak
ada pendarah dan tidak bau, melihat kelancaran asi, dan kebersihan si ibu.
 Kunjungan ke III (2 minggu setelah persalinan), sama dengan kunjungan dua
 Kunjungan ke IV ( 6 Minggu ), menanyakan pada ibu penyulit yang di alami, dan
memberikan konsling KB secara dini.

BAB III

7
PENUTUP

A. Kesimpulan
Permasalahan lain yang cukup besar pengaruhnya pada kehamilan adalah masalah
gizi yang dikarenakan adanya kepercayaan 2 dan pantangan pantangan terhadap beberapa
makanan
Pada zaman dahulu persalinan ditolong dengan seorang dukun sehingga banyak resiko
yang datang pada seorang ibu hamil.
Minum minyak kelapa memudahkan persalinan karena Minyak kelapa, memang
konotasinya bikin lancer dan licin, namun dalam dunia kedokteran, minyak tak ada
gunanya sama sekali dalam melancarkan keluarnya sang janin.banyak pantangan
pantangan oleh budaya orang dahulu yang merupakan mitos yang berbahaya pada ibu
hamil jika melanggar budaya tersebut.

B. Saran
Budaya yang ada harus  dilihat apakah baik atau tidak untuk kesehatan ibu hamil dan
jika kita lihat dari akal berdasarkan ilmu yang kita dapat budaya tersebut tidak baik, maka
tidak boleh diikuti lagi.

DAFTAR PUSTAKA

8
Ahmadi, Abu (2019).ilmu social dasar.Jakarta:Penerbit PT Rineka Cipta.

Budiningsih, Asri (2018).Pembelajaran Moral.Jakarta:Penerbit PT Rineka Cipta.

Sulaiman, Munandar (2018).Ilmu Budaya Dasar.Bandung:PT Refika Aditama.

Anda mungkin juga menyukai