Anda di halaman 1dari 9

APLIKASI SISTEM INFORMASI METEOROLOGI

TERHDAP INDEKS KEKERINGAN DENGAN KETERSEDIAAN AIR TANAH

(Studi Wilayah Jabotabek)


Oleh : Kadarsah
=======================================================================

Abstrak

Sistem informasi meteorologi terdiri dari database, server internet, dan analisis meteorologi.
Database digunakan sebagai arsip data, server internet menampilkan basil grafik dan text,serta
analisis meteorologi untuk interprestasi atau menafsirkan kondisi cuaca yang ingin diinformasikan.
Aplikasi sistem informasi menjadikan pengolahan data lebih cepat , mudah diperoleh, murah
operasionalnya, dan efisien.
Ada hubungan nyata antara evapotranpirasi dengan curah hujan dan suhu sebagai unsur dominan.
Indeks kokeringan adalah ukuran tingkat kesenjangan autara air yang tersedia dengan air yang
diperlukan. Ketersediaan air tanah diperoleh dengan motoda F.J.Mock yang didasarkan pada
perhitungan nilai limited evaporation, curah hujan, faktor infiltrasi, lengas tanah, dan faktor
penyusutan bulanan. Program perhitungan korelasi antara indeks kekeringan dengan ketersediaan air
tanah menggunakan software PHP , database Mysql, apache untuk nenampilkan informasi pada web,
dan OS Linux Slackware 8.0.

Kata kunci : sistem informasi, PHP, MySQl, Apache, korelasi, indeks kekeringan , ketersediaan air
tanah.

Abstract

Meteorological information system consist of database , internet server, and meteorological analysis.
Database were used as an archive data, internet server showed the results of graphic and text, and
meteorological analysis were used to interpret or predict the weather condition needed. Information system
application leads to process the data in faster, easier to access, cheaper in operation, and efficient.
There are the real relationship among evapotranspiration, rainfall, and air temperature as the dominant
factors. Dry index in the discrepancy level between water surplus and water needed. Ground water surplus
is obtained by using F.J.Mock's method which was based on the calculation of limited evaporation value,
raiinfall, infiltration factor, soil moisture, and monthly reduction factor. Calculation program using to
make correlation between dry index and ground water surplus are PHP software, database My SQL,
Apache for displaying on web system, and OS Linux Slack-ware 8.0.

Keywords: information system. PHP, My SQL, Apache, correlation, dry index, ground water surplus.

1.
I.PENDAHULUAN

I.1.Latar Belakang Masalah •


Kekeringan akibat keadaan curah hujan yang berubah-
rubah.
Aplikasi sistem informasi terhadap korelasi indeks
kekeringan dan ketersediaan air tanah merupakan bagian Secara umum penyebab utama kekeringan adalah
dari sistem informasi meteorologi. Hal ini merupakan berkurangnya curah hujan dan meningkatnya kebutuhan
pengembangan sistem informasi daya dukung air tanah air. Kondisi cuaca dengan kelembaban nisbi rendah, angin
terhadap penduduk dan industri Pengengaruh monsun kencang, dan suhu tinggi juga merupakan faktor
barat terhadap curah hujan wilayah Indonesia perlu pendukung kekeringan karena akan meningkatkan jumlah
mendapat perhatian, sebab peluang curah hujan evapotranspirasi. Tanah yang kehilangan air secara cepat
melampaui R mm lebih besar di bagian barat daripada di akibat penguapan atau pembuangan air secara langsung
bagian timur. Kekeringan didefinisikan sebagai kondisi juga akan meningkatkan kekeringan pada permulaan
(keadaan) dengan transpirasi dan evaporasi langsung musim kering. Thornwaite menyatakan bahwa secara rata-
melebihi jumlah air yang tersedia didalam tamah sehingga rata tanah dapat menyimpan 4 sampai 6 inci curah hujan
kekeringan dapat dibagi menjadi tiga jenis di daerah perakaran, akibat sifat tanah dan susunan akar .
• Kekeringan permanen yang dikaitkan dengan Seperti diketahui bahwa kekeringan adalah berkurangnya
iklim kering keadaan kebutuhan air yang tersedia,
• Kekeringan musiman yang tetjadi pada iklim
dengan periode cuaca kering tahunan berbeda.

1
maka ada beberapa cara pencegahan kerusakan tanaman Dengan :
akibat kekeringan : Q = ketersedlaan air
A = luas daerah
1. Mengurangi kebutuhan air tanaman Bn = base flow
2. Meningkatan persediaan air
3. Kemungkinan kombinasi dari kedua cara di atas 2.2.Indeks kekeringan
Sedang definisi kekeringan deiwasa ini di tinjau dari
1. Kekeringan Meteorologis (Meteorological Kekeringan adalah kondisi kekurangan air , dimana
Drought) permintaan lebih hesar dari persediaan, perhitungan
2. Kekeringan Pertanian (Agricultural Drought). ketersedlaan air tanah hanya berdasarkan besarnya curah
3. Kekeringan Hidrologis (Hidrological Drought), hujan , meskipun masih banyak faktor lain yang terlibat
4. Kekeringan Sosia(-ekonomis (Socio-economic dalam persoalan ketersediaan air tanah tersebut.
Drought Kckontinuan curah hujan terhadap waktu dan tempat,
maka curah hujan yang digunakan dalam perhitungan
Kekeringan meteorologis diartikan sebagai kondisi kering adalah harga rata-ratanya. Sedangkan untuk menghitung
intensitas kekeringan digunakan faktor hujan atau indeks
akibat kondisi cuaca kering yang berlangsung dalam kurun
kekeringan dengan memakai unsur iklim curah hujan clan
waktu tertentu tergantung dari mana dan kapan terjadinya,
misalnya dalam kurun waktu 10 hari liingga 30 hari tidak suhu udara pe;rmukaan. Batas kering adalah 5 jika curah
6)
terjadi hujan atau kondisi cuaca, umumnya kering. Dari hujan dinyatakan dalam mm dan suhu dalam Kelvin .
definisi kalangan praktisi meteorologi Amerika Indeks kekeringan dinyatakan dengan indeks faktor hujan
dikembangkan suatu angka atau indek vang disebut indeks yang didefinisikan sebagai:
Palmer (1965) yang menghubungkan kondisi tingkat
kekeringan curah hujan dengan kondisi evapotranspirasi. R
Kekeringan pertanian di artikan sebagai berlanjut turunnya I= .......................................... (2.2)
produktivitas panenan. Sedangkan kekeringan hidrologis T
diartikan sebagai kurun waktu atau periode dimana dimana :
ketersediaan air hujan dan air tanah tidak cukup untuk
kehidupan. Kekeringan sosialekomomis diartikan sebagai R = jumlah curah hujan tahunan ( mm)
kondisi masyarakat saat mengalami kegagalan panen atau 0
kegiatan usaha pertanian dan perkebunan yang T= temperature tahunan rata-rata ( C')
menyebabkan kerawanan pangan dan sosial. Mengingat Dari persamaan di atas, daerah kering jika I < 40 dimana
0 7)
begitu pentingnya pengetahuan tentang kekeringan serta R dalam millimeter dan T dalam C . Data temperature
kaitannya dengan ketersediaan air tanah maka diperlukan dalam penelitian ini dinyatakan dalam skala Kelvin,
informasi yang sesuatu berkembang dengan cepat, kcmudian persamaan di atas dimodifikasikan, sehingga
tepat dan akurat. Salah satu sarana tersebut adalah untuk menentukan daerah kering vaitu dengan R
penggunaan internet . dinyatakan dalam milimeter dan Tdalam skala Kelvin
sehingga I = 5 merupakan batas daerah kering atau I < 5
II.TEORI DASAR adalah daerah kering. Alasan meteorologis batas daerah
kering sama dengan 5,0 diperoleh dari data curah hujan
2.1.Keterrsediaan Air Tanah tahunan di stasiun stasiun hujan yang tersebar di wilayah
Indonesia bahwa sangat sedikit sekali tempat-tempat di
Ketersediaan air tanah merupakan hasil perkalian antara Indonesia yang menerima jumlah curah hujan tahunan di
base flow dan luas daerah. Sedangkan untuk medapatkan bawah 1500 mm. Alasan metearologis lainnya adalah
base flow, harus dihitung dahulu : daerah kering atau basah di Benua Maritim Indonesia
• Evaporasi potensial lebih ditentukan. oleh faktor hujan ketimbang temperatur,
• Water balance (neraca air) karena variasi curah huian sangat besar sedangkan variasi
• Anallsa Groundwater 4)
temperature sangat kecil .
Untuk perhitungan ketersedlaan air tanah, diperlukan nilai
evaporasi tanah, water balance dan analisa groundwater
dengan metode F. J Mock (1973 ) yang didasarkan pada 2.3.Korelasi Indeks Kekeringan Dengan ketersediaan Air
perhitungan nilai limited eavaporation dan besarnya curah Tanah
hujan dengan data tambahan berupa faktor infitrasi, lengas
tanah ( soil moisture) dan faktor penyusutan bulanan.
Korefasi indeks kekeringan dengan ketersediaan air tanah
Sedangkan output yanr dipcroleh berupa water surplus,
menyatakan seberapa jauh korelasi yang terjadi dengan
infiltrasi, base flow (aliran bawah permukaan), direct dan
3)
ketentuan bahwa semakin besar nilainva maka yang terjadi
run off . Sedangkan luas daerah merupakan suatu makin kuat. Langkah selanjutnya adalah uji kenyataan (
kawasan dimana curah hujan terjadi. Hasil perkalian test of untuk membuktikan bahwa terdapat hubungan
antara luas daerah dan base flow menghasilkan yang nyata antara dua variable yang dianalisis. Korelasi
ketersedlaan air tanah . Ketersediaan air tanah inilah yang indeks kekeringan dengan ketersediaan air sangat penting
akan dihitung korelasinva dengan indeks kekeringan. mengingat lndeks kekeringan dan curah hujan.

Ketersediaan air tanah secara sederhana dapat di


rumuskan:
Q = Bn * A.............................(2.1 )

2
III.DATA DAN METODOLOGI 3.2.Data
Data vang digunakan dalam tugas akhir adalah
3.l.Tinjauan Daerah Pcngarnatan

[)aerah pengamatan pada penelitian ini adalah


wilayah : Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Dari Jakarta Bogor
Sta.Halim P Stasiun Atang Sanjaya
keempat wilayah tersebut diambil beberapa stasiun yang
Sta. Kemayoran Stasiun Dermaga
anggap mewakili dan memiliki data yang lengkap. Sta.Obs.T.Priok Stasiun Cibinong

I.I.Keadaan Geografi Tangerang Bekasi


Stasiun Ciledug Stasiun Setu
Wilayah Jabotabek ( Jakarta,Bogor,Tanggeran,Bekasi) Stasiun Curug Stasiun Tambun
merupakan suatu wilayah yang berada di propinsi ,Iawa Stasiun Geofisika Stasiun Cabang Ungin
Stasiun Kota Bekasi
Barat, Banten dan Propinsi DKI Jakarta.. Wilayah
Jabotabek ini menempati posisi 106' 38" 36"' s.d 107' 29"
75 bujur timur sedangkan untuk lintang selatan posisinya
5' 95 " 45 s.d 6' 80" 20 3.3.Metodologi Pengerjaan

3.1.2.Topografi Metodologi pengerjaan dalam tugas akhir ini meliputi


beberapa tahap. Tahap-tahap pengerjaan flu meliputi :
Wilayah Jabotabek memiliki keanekaragaman hayati ,
kemiringan serta tesktur tanah yang berbeda. Tangerang 3.3.1.Membuat Basis Data
dan Jakarta secara rata-rata memiliki kelandaian berkisar
0-0.5 %. Sungai utama yang ada di wilayah ini adalah Kali Pembuatan basis data dalam tugas akhir ini merupakan
Angke. Bagian huiu sungai ini engalir di daerah lereng suatu keharusan mengingat data yang digunakan sangat
sedang ( lebih besar dari 0.5 % ). DI bagian hilir secara banyak dan harus siap pakai. Model data base yang
umum aliran sungai sudah tidak mengalir secara alami digunakan adalah model data relasianal, sedangkan
karena sudah banyak di pengaruhi oleh budidaya manusia. perangkat lunak yang digunakan adalah MySQL yang
Budidaya manusia ini antara lain dengan di buatnya digunakan di sistem aperasi linux. MvSQL merupakan
saluran penyimpanan dan saluran pembuangan dari daerah sebuah server basis data buatan T.c.X Data Konsult AB.
pesawahan .Bekasi yang secara umum terbagi alas dua Swedia.Server basis data ini sedikit eksentrik, karena bila
bagian, yaitu di wilayah utara sebagian besar merupakan digunakan di software non Microsoft. MySQI adalah
dataran rendah, sedangkan bagian selatan umumnya gratis, sedangkan bila digunakan di Microsoft Windows,
dataran bergelombang dengan ketinggian lokasi antara sifatnya adalah shareware ( walaupun tidak memiliki
6.115 meter dengan kemiringan 0- 25 %. expiredate )
Bogor memiliki kemiringan berkisar antara 0-15 persen
dan sebagian keci( daerahnya mempunyai kemiringan 3.3.2.Membuat Tabel
antara 15-30 perseni jenis tanah hampir di seluruh wilayah
ialah latosol coklat kemerahan dengan kedalaman efekrtif Setelah basis data terbentuk, maka langkah selanjutnya
tanah lebih dari 90 m dengan tesktur tanah yang halus adalah membuat tabel yang akan menyimpan data-data
7) yang akan digunakan, dalam penelitian ini.Tabel yang di
serta bersifat agak peka terhadap erosi
buat terdiri dari tabel jakarta, bogor, tangerang dan
3.1.3.Klimatologi bekasi.

3.3.3.1nsert Query
Wilayah Jabotabek merupakan wilayah dengan kriteria Memasukan data-data yang diperlukan kedalam
klimatologi yang ,beragam. Hal ini bisa di pahami tabel.
mengingat lokasi ,Jabotabek yang berbeda dengan tingkat
kepadatan penduduk yang bcrbeda. Secara keseluruhan 3.3.4.Menghubungkan PHP Dengan Basis Data
wilayah ,labotabc:k mc,mpunyai iklim tropis dengan suhu
0 0
berkisar 25 C – 27 C dan kelem.baban sekitar 77 % -87 % Proses ini sangat penting untuk menampilkan data-data
8)
. yang ada di basis data ke browser.
3.1.4.Geologi
3.3.5..Menghitung Ketersediaan Air Tanah
Jenis tanah yang terdapat di Jabotabek memiliki karak- Untuk menghitung , ketersediaan air tanah, terdapat dua
teristik yani berbeda-beda. Untuk dacrah Jakarta dan parameter yang harus diketahui yaitu luas wilayah dan
sekitarnva termasuk cekungan artosis yang dibentuk base flow. Untuk mencari base flow maka di perlukan
endapan kuarter yang dilapisi oleh lapisan berumur tahapan untuk menghitungnya dan dalam tugas akhir ini
Pliiosene. Endapan kuarter yang merupakan endapan digunakan metode F.J.Mock, vang telah digunakan pada
8) tahun 1973 dan didasarkan pada perhitungan nilai
permukaan terdiri dari endapan gunung api
limited evaporation dan besarnya curah hujan. Data
tambahan lain yang diperlukan adalah:faktor infiltrasi,
soil moisture dan faktor penyusutan bulan.

3
365
Persamaan -persamaan yang digunakan dalam tahapan
untuk menghitung ketersediaan air tanah
∑ R …………………..………………….(3.5)
i
P= i =1
12
T1

i =1 12
l.Evapotranspirasi Potensial Penman
Dimana Ri= curah hujan hari ke-i
⎡ ⎤
⎢ I g A ( 1 − a )( 0 . 18 + 0 . 62 H )−
h
⎥ Tj= suhu bulan ke j
PF = ⎢ ⎥ P= faktor kekeringan
(
⎢ δ T 4 0 . 56 − 0 . 08 ⎛
)
e ⎜ 0 .1 + 0 .9
h ⎞

⎥ Pemilihan akumulasi tahunan adalah untuk melihat
⎣⎢ ⎝ H ⎠ ⎥⎦
ketersediaan air selama setahun yang diterima pada
1 ⎡⎛ FT ⎞⎛ FT ⎞ ⎤ permukaan, sedangkan suhu rata-rata tahunan adalah
⎢⎜ ⎟⎜1 + ⎟⎥
59 ⎣ ⎜⎝ γ ⎟⎠ ⎜⎝ γ ⎟⎠ ⎦ untuk menghindari pengaruh lokal terhadap kekeringan.
0 . 26 Dalam penentuan besar indeks kekeringan biasanya
+ .......... ( 3 . 3 )
⎛ FT ⎞ curah hujan menggunakan satuan mm/tahun dan suhu
⎜⎜ 1 + γ ⎟⎟ (e w − e )(1 + 0 . 4 v ) dalam derajat Celcius. Batas kering adalah sekitar 40.
⎝ ⎠
Dalam tugas akhir ini perumusan diatas dimodifikasi
PE = Evaporasi potensial (mm/hari) menggunakan satuan untuk curah hujan mm/tahun dan
suhu dalam skala Kelvin sehingga batas kering menjadi
I g A = Radiasi matahari maksimum (cal/cm 2 ) 5. Harga ini diperoleh dengan mempertimbangkan curah
A=Albedo permukaan huian tahunan di Indonesia sebagian besar lebih dari
0
.h=Pengukuran lamanya sinar matahari ( jam dalam 1500 m, dan suhu tahunan rata-rata sekitar 25 C atau
298 K.
persepuluhan)
H=Lamanya hari astronomi ( jam dalam persepuluhan) 3.3.7. Mengitung Korelasi indeks kekeringan Dengan
δ = Konstanta Stefan Ketersediaan Air Tanah
Boltzman=1.185.10 − 7 cal / cm 2 Untuk menghitung korelasi ini maka digunakan
/ hari / K
persamaan sebagai berikut:
v = Kecepatan angin untuk ketinggian 2 m (m/det)
J XX J XY
T=Temperatur Udara ( K) r=b = ………………..(3.6)
J YY J XX J YY
ew = Tekanan uap air jenuh
Dengan r merupakan koefisien, dan nilainya antara -1
Fr = Hubungan saturation vapor pressure dengan slope of dan + 1. Langkah selanjutnya adalah melakukan uji
the curve temperature kenyataan ( test of significance ) untuk membuktikan
bahwa koefisien korelasi betul-betul menunjukan
γ = Konstanta psychrometric
hubungan yang nyata bukan hanya kebetulan saja dalam
2. Water balance pengambilan data. Untuk pengujian itu dipergunakan itu
dipergunakan statistic t dari student ( W.S.Gossett)
W=CH-E L yang mempunyai bentuk :
E L =P − PE m …………….…….(3.2)
d (d − n) ( n − 2 ) …………………………(3.7)
E
r
r =
(1 − r 2 )
3.Analisa Groundwater Dimana:
Infiltrasi=faktor intiltrasi x water surplus ...(3.3) .r= koefisien relasi
• Aliran air tanah n= jumlah pasangan data
q =2a.v . ...................................................(3.4) n-2= derajat .kebebasan
a =konstanta untuk ^r ~ 1 3.3.8.Menampilkan Hasil Perhitungan di Homepage
V= Volume tersimpan (storage volume)
*Direct Run Off =Water Hasil perhitungan ditampiikan di homepage dimana proses
Surplus-Infiltrasi perhitunigannya dilakukan dengan PHP serta
*Ketersediaan Air Tanah penyimpanan data-datanya di MySQL. Sedangkan web
Q= Bn xA server yang akan digunakan adalah apache.
Bn = Baseflow
A=Luas Daerah IV.ANALISIS
Wilayah Jakarta
3.3.6.Menghitung lndeks Kekeringan
Wilayah Jakarta mengalami fluktuasi pada tahun-tahun
Penyebab utama kekeringan adalah kurangnya El Nino 1982/1983, dan 1987/19$8 ketersediaan tanah
ketersediaan air sehingga unsur curah hujan dan suhu Wilayah Jakarta mengalami penurunan yang sangat
adalah penyebab utama bencana kekeringan. Faktor drastis. Daerah-daerah dengan topografi datar, tutupan
Indek kekeringan adalah jumlah akumulasi curah hujan lahan yang tinggi, ketersediaan air tanah tidak
tahunan disuatu lokasi dibagi dengan suhu rata-rata mengalami penurunan yang mencolokb rata-rata
tahunan, secara fisis ditulis untuk satu posisi: indeks kekeirngan dalam waktu dan wilayah peografis

4
yang sama enunjukan bahwa daerah Jakarta Pusat, rendahnya temperatur.Daerah yang memiliki indeks
Jakarta Timur dan Jakarta Barat memiliki nilai yang kekeringan minimum merupakan daerah yang terletak di
rendah ( I < 5 ), tersebar dan luas. Indeks Kekeringan perbatasan dengan Jakarta Barat tepatnya Bandara
di Jakarta Selatan memiliki nilai kecil yang tersebar Soekarno- Hatta. Korelasi indeks kekeringan dengan
dalam daerah yang sempit. Daerah dengan indeks ketersediaan air tanah terjadi di 98 % daerah Wilayah
kekeringan besar artinya bahwa daerah tersebut tidak Tangerang. Beberapa hal yang menyebabkan besarnya
mengalami kekeringan. Luas daerahnya cncakup 70 % korelasi adalah pengaruh kuat temperatur dan curah hujan
dari seluruh wilayah. Deskripsi di atas dapat di pahami dalam menentukan iklim di Wilavah Tangerang walaupun
mengingat pengaruh El Nino 1982/1983 dan jika di bandingkan dengan Wilayah Jakarta dan Bogor
1987/1988 sangat kuat. Perbedaan luas daerah - ternyata lebih kecil. Daerah yang tidak memiliki korelasi
keringan di sebabkan tutupan lahan yang berbeda di di akibatkan pengaruh lokal lebih kuat bandingkan
Witayah Jakarta. Indeks kekeringan dengan pengaruh temperatur dan curah hujan.
ketersediaan air tanah memiliki korelasi 98,5 % di
Wilayah Jakarta. Daerah yang tidak memiliki korelasi Wilayah Bekasi
di akibatkan oleh : pengaruh lokal serta peradaban
manusia yang lebih kuat daripada pengaruh iklim. Wilayah Bekasi dengan cakupan 106 ` 91 "-107 ` 31 " BT
Enam daerah yang tidak memiliki korelasi tersebut dan 5 '95 '`-6 ' 52" .Rata-rata ketersediaan air tanah Di
terletak di Jakarta Timur ( 5 titik ) , satu titik di Jakarta Wilayah Bogor selama 10 tahun dalam juta
Selatan. meterkubik/tahun maksimum ( 20,67 ) terdapat di posisi
107 ` 17"-107 ` 19 `` BT 6 ` 40 " 6 ' 43 " LS.
Wilayah Bogor Indeks kekeringan maksimum ( 8, 67 ) terletak di posisi
107 ` 27 "-107" 29 '` BT 6 '19 ' 22 " LS, secara geografis
Wilayah Bogor dengan intensitas curah hujan yang sangat daerah ini bercurah hujan maksimum, dengan temperatur
tinggi berpengaruh sangat esar terhadap ketersediaan air yang kosntan sepanjang tahun. Indeks kekeringan
tanah.Rata-rata indeks kekeringan maksimum (11, 21 ) minimum ( 2. 72 ) terletak diposisi 107 ` 23 "-107' 21 "
Wilayah Bogor selama 10 tahun pengamatan terletak di BT 5 '98 "-6 ' 0l " LS. Daerah yang terletak di pesisi
posisi 106 ` 89 "-106 ` 53 " BT 6' 55 "-6 ` 57 " LS , pantai ini memiliki curah hujan yang rendah , temperatur
minimum ( 2,996 ) terjadi di posisi 106 ` 44 "-106 ` yang tinggi , serta lahan persawahan yang luas. Hutan
48 " BT 6 ` 47 "-6'S0" LS. bakau yang semakin tahun semakin mennyusut , El Nino
Daerah dengan indeks kekeringan maksimum merupakan yang teriadi pada tahun 1982/1983 turut memperkecil
daerah yang terletak di pusat kota Bogor tepatnya Kebun indeks kekeringan.
Raya Bogor. Kebun Raya Bogor memiliki koleksi lengkap Korelasi indeks kekeringan dengan ketersediaan air tanah
tumbuhan, variasi temperatur yang konstan serta tingginya meliputi 97,25 % daerah Bekasi. Rendahnya korelasi ini di
curah hujan .Daerah yang memiliki indeks kekeringan banding dengan Wilayah Jabotabek lainnya di akibatkan :
minimum merupakan daerah yang terletak di mbatasan faktor geografis berpengaruh kuat, terjadi perubahan pola
dengan Tangerang, berlereng curam, kawasan industri dan iklim dl beberapa daerah.
pemukiman penduduk yang padat.
Korelasi indeks kekeringan dengan ketersediaan air tanah
terjadi di 99 % daerah Di ilayah Bogor. Beberapa hal yang BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
menyebabkan besarnya korelasi adalah pengaruh kuat
temperatur dan curah hujan dalam menentukan iklim di Kesimpulan
Wilayah Bogor. Daerah yang tidak memiliki korelasi di
akibatkan pengaruh lokal lebih kuat di bandingkan
pengaruh temperatur dan curah hujan. 1. Aplikasi sistem informasi meteorologi ini
sangat penting mengingat informasi mengenai
Wilayah Tangerang bencana kekeringan dan ketersediaan air tanah
sangat di perlukan untuk berbagai keperluan.
Ketersediaan air tanah DI Wilavah Tangerang konstan, 2. Korelasi Ketersediaan air tanah dengan indeks
kecil dan terpengaruh oleh El Nino. Pada tahun-tahun El kekeringan dapat diketahui dengana cepat,
Nino,, 1982-1983, dan 1987-1988 ketersediaan air tanah tepat dan akurat.
Wilayah Tangerang di pengaruhi terutama daerah-daerah 3. Pengelolaan basis data dan situs merupakan
yang berbatasan dengan dengan lepas pantai. Peristiwa hal penting untuk mengelola aplikasi sistem
tersebut di akibatkan oleh interaksi El lino dengan faktor informais meteorologi.
lokal yang menyebabkan pengaruh yang sangat kuat. 4. Perbaikan dan pembaruan dari informasi ini
Wilayah Tangerang dengan pembangunan kawasan mutlak di lakukan mengingat informasi selalu
industri yang pesat, berkurangnya .Daerah resapan air, berkembang setaip saat.
pemukiman vang bertambah luas berpengaruh terhadap
ketersediaan air tanah. Rata-rata indeks kekeringan Saran
maksimum ( 18, 41 )Wilayah Tangerang selama 10 tahun
pengamatan terletak di posisi 106 ` 38 "-106 `41 " BT 6' 2 1. Penyempurnaan sistem informasi sangat
"-6 ` 14 " LS , minimum ( 3, 069 ) terjadi di posisi 106 ` penting mengingat data yang digunakan sangat
78 "-106` 81 " BT 6 ` 14 "~'16" LS. Indeks kekeringan sedikit dan selalu bertambah.
yang besar di daerah tersebut, bahkan paling besar di 2. Penambahan area penelitian untuk seluruh
wilayah Jabotabek, merupakan daerah yang berbatasan Indonesia merupakan langkah penyempumaan
dengan Propinsi Banten. curah hujan yang tinggi dan dalam tugas akhir ini.

5
3. Pengenalan sistem informasi kemasyarakat • Walpole , E Ronald and Raymond H.Myers, Ilmu
luas harus terus di lakukan. Peluang dan Statistika Untuk Insinyur Dan
Ilmuwan, Penerbit ITB , Bandung 1995
Daftar Pustaka
• Farid Azis,M.Belajar Sendiri Pemograman
• Dwi Setiawan, Agung, Sistem Informasi Daya PHP4.Penerbit P.T.Elex Media
Dukung Air Tanah Terhadap Penduduk Dan Komputindo.Gramedia , Jakarta 2001
Industri.Tugas Akhir Program Studi Meteorologi,
• Lestari Kartika, Diktat Kuliah ME-326 Meteorologi
Departemen Geofisika Dan Meteorologi, Insitut
Statistik, ITB 2000
Teknologi Bandung 2001
• Linley,R.K.Jr.M.A.Kohler, and T.L.H.Paulhus,
• Tjasyono,H.K.Bayong dan R.Kartika L, Peluang
Hidrology for Engineers, Mc Graw Hill, New
Curah Hujan di Jawa.Penerbit ITB.Jurnal
York 1975
Teknologi Mineral-FIKTM.Vol.VIII, No.2.2001
• Abraham, S .Henry F; Sudarshan.Database System
• Tjasyono,H.K.Bayong, Klimatologi Umum,
Concepts. McGraw-Hill Companies, Inc.1997
Penerbit ITB, Bandung 1999
• Castagnetto, Jesus.Professional PHP
• Tjasyono,H.K.Bayong, Laporan Akhir Riset
Programming, Wrox Press Ltd, 2000
Unggulan Terpadu ( RUT ) Tahun Anggaran
2001.Mekanisme Bencana Alam Kekeringan di • Kadir, Abdul. Basis Data.Penerbit Andi
Benua Maritim Indonesia, Kantor Menteri Negara Yogyakarta, 1999
Riset & Teknologi Dan Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia, Bandung 1999
• Rachmat,Arief.Studi Water Balance Dengan
Menggunakan Metoda F.J.Mock Untuk Prediksi
Penambahan Air Tanah (Studi Kasus Daerah
Ciledug). Tugas Akhir Program Studi Meteorologi,
Departemen Geofisika Dan Meteorologi, Insitut
Teknologi Bandung 1995
• Martuani .S,The Houw Liong, Bayong Tj,H.K,
Metoda Web Komputasi Untuk Perhitungan
Intensitas Bencana Kekeringan di Wilayah
Indonesia, Makalah Ilmiah Pada Seminar
Komputasi 2001, Departemen Fisika ITB-Bandung,
7-8 November 2001
• Landsberg,H.e., Drought, a recent element of
climate , Special Environmental Report No.5,
WMO.No.403,Geneva 1975
• Biro Pusat Statistik : Wilayah Jabotabek Dalam
Data dan Angka Sepuluh Tahun Terakhir ,BPS,
Jakarta 1990
• Departemen Perhubungan Badan Meteorologi dan
Geofisika Jl.Arief Rahkman Hakim No.3 Jakarta
10340, Data Iklim Di Indonesia 1980 s.d 1989 ,
Jakarta
• Rahadyan; Irfan Dwi Prastomo; I Nyoman
Sukaryawan ; Agung Dwi Setiawan .E-Commerce
Linux Web Interaktif Menggunakan MySql dan
PHP , P.T.Nurul Fikri Cipta Solusi, 2001
• Sulastri, Tati.Sistem Basis Data Meteorologi. Tugas
Akhir Program Studi Meteorologi, Departemen
Geofisika Dan Meteorologi, Insitut Teknologi
Bandung 1995
• Jay Yarger, Randy, George Reese and Tim
King.Mysql & mSQL.O’Reilly & Associates, Inc
• Sidik,Betha. Pemograman Web dengan PHP.
Penerbit Informatika, ABndung, 2001

6
Situs Sistem Informasi Meteorologi

User No Admin
Izin Akses

Yes Admin

Menu Pilihan Menu Pilihan

Tabel Hasil Proses Perhitungan


Insert Into
Tampilan Situs Daerah Tanggerang Grafik Hasil Basis Data

Tampilkan Hasil Proses

Peta Basis Data Utama Sistem Informasi Meteorologi

Contoh Tampilan Situs Daerah Tanggerang

Iklim Ekstrim

Sel Tekanan Tinggi/Subsidensi

Anomali Unsur Iklim

Kelembaban Rendah, Liputan Awan


Kurang, Durasi Penyinaran Besar

Defisiensi Curah Hujan

Pengurangan Infiltrasi Limpasan dan Air Tanah

Kekeringan/Draut

Diagram Mekanisme Kekeringan Meteorologi

7
Curah Hujan Total

Curah Hujan Langsung Infiltrasi Bentuk Lainnya

Aliran Permukaan Aliran Sub permukaan Perkolasi

Aliran Sub Permukaan Langsung Aliran Sub Permukaan Tertunda Aliran Air Tanah

Aliran langsung Aliran Dasar

Total Aliran

Mekanisme Ketersediaan Air Tanah


Sumber : ven Te Chow, 1964
“Handbook of Applied Hidrology”.Hal 14-3

8
9