Anda di halaman 1dari 4

LABORATORIUM SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN

SISTEM INFORMASI LAYANAN OPERASI INSTALASI BEDAH PUSAT

Dosen Pembimbing:
Ns. Wahyu Widagdo M.Kep, Sp.Kom
Argianto, S.Kom, MKM

Disusun Oleh Kelompok 3 :


Adista Aulia Noviandini (P17120120004)
Ayu Azahra Citra Dewi (P17120120010)
Azhar Ramadhan (P17120120011)
Farah Ramadhini Safitri (P17120120014)
Junilla Manisa Fidela (P17120120019)
Nada Sya’bany Al-Humairo (P17120120026)

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN & PROFESI NERS


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA 1
JAKARTA SELATAN
2022
A. Aliran Sistem Informasi
1. Pasien mengisi persetujuan tindakan operasi (informed consent)
2. Perawat rawat inap mempersiapkan pasien yang akan di operasi, setelah mendapat
telpon dari ruang kamar bedah yang meliputi: melakukan pengecekan dokumen
informed consent bedah dan anestesi
3. Perawat rawat inap menghantarkan pasien ke kamar operasi
4. Petugas penerimaan pasien menerima pasien dari ruang rawat
5. Petugas penerimaan memeriksa kelengkapan dan kesesuaian status rekam medis
pasien yang datang dengan jadwal operasi yang sudah ditetapkan
6. Petugas penerima pasien memanggil perawat kamar operasi. Perawat penerimaan
serah terima dengan perawat kamar operasi di ruang penerimaan pasien
7. Perawat kamar operasi memeriksa kelengkapan rekam medis, informed consent,
menyesuaikan jadwal operasi, persiapan fisik pasien dan kelengkapan data
penunjang pasien (nama, umur, ruang rawat, diagnose, tindakan dan dokter
bedah)
8. Perawat kamar operasi melaporkan keadaan umum pasien kepada Dokter anestesi
dan Dokter bedah. Dokter anestesi dan dokter bedah memeriksa kelengkapan
persyaratan dilakukan tindakan, jika persyaratan memenuhi, dokter memberitahu
perawat untuk mengantar pasien ke kamar operasi.
9. Perawat kamar bedah dan dokter anestesi mengisi form ceklist keselamatan pasien
(sign in)
10. Pasien menunggu antrian
11. Pasien di transfer ke ruang operasi sesuai dengan tindakan operasi
12. Setelah operasi selesai, pasien di observasi di ruang pemulihan selama kurang
lebih 1jam/ kesadaran pasien baik sesuai kreteria RR
13. Petugas ruang pulih menginformasikan ke perawat ICU/PICU/NICU/rawat inap.
14. (Ruang ICU/PICU.NICU) Perawat kamar operasi menyiapkan pasien untuk di
transfer ke ruang ICU/PICU/NICU Perawat kamar operasi beserta dokter bedah,
dan dokter anestesi mengantar pasien ke ICU/PICU/NICU untuk perawatan lebih
lanjut. Melakukan serah terima pasien dengan perawat ICU/PICU/NICU.
15. (Ruang rawat inap) Perawat kamar operasi menyiapkan pasien untuk di transfer
ke ruang rawat inap. Melakukan serah terima antara perawat kamar operasi dan
perawat rawat inap. Perawat rawat inap mengambil pasien untuk dikembalikan ke
ruang rawat inap.
16. (Ruang Jenazah) Pasien dibersihkan, dirapihkan dan diberi label kematian. Dokter
DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan) mengisi form kematian.
Penanggung Jawab kamar operasi bersama dengan dokter bedah memberitahu
keluarga pasien. Penanggung Jawab kamar operasi memberitahu petugas kamar
mayat untuk penjemputan. Melakukan serah terima jenazah dan dokumen
kematian kepada petugas kamar mayat.
B. Perancangan Sistem Informasi Secara Global
1. HIPO
2. Context diagram
3. Data flow diagram
a. Data flow diagram level 0

b. Data flow diagram level 1


c. Data flow diagram level 2
d. Data flow diagram level 3
DAFTAR PUSTAKA
Lampiran keputusan Direktur RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2018). Standar pelayanan
pendaftaran rawat jalan.

Anda mungkin juga menyukai