Anda di halaman 1dari 10

[Type here]

MAKALAH PSIKOLOGI

PEMBENTUKAN SIKAP

Disusun Oleh :
Adista Aulia Noviandini (P17120120004)
Afifah Delfia Putri (P17120120005)
Ayu Azzahra Citra (P17120120010)
Elfira Rosa Aprilia (P17120120013)
Fikri Maulanaa Hakim (P17120120015)
Karina (P17120120020)
Kiana Rani Nurwita (P17120120023)
Nada Sya’bany Al-Humairo (P17120120026)
Reni Setyo (P17120120033)

Program Studi D4 Keperawatan + Profesi Ners


Poltekkes Kemenekes Jakarta 1
Jakarta
2022

[Type here]
[Type here]

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini
dapat tersusun sampai dengan selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih terhadap
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran
maupun materinya. Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa
pembaca praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa
masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan
pengalaman Kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Penulis

[Type here]
[Type here]

DAFTAR ISI

[Type here]
[Type here]

BAB I

A. Latar Belakang
Sikap (attitude) adalah istilah yang mencerminkan keinginan, rasa senang, rasa
tidak senang atau perasaan biasa-biasa saja (netral) dari seseorang terhadap “sesuatu”,
bisa suatu produk (barang), jasa, suatu kejadian, situasi, orang, ataupun kelompok. Jika
yang muncul itu perasaan senang. (Sa’diyah et al., 2018). Banyak kajian yang dilakukan
untuk merumuskan sikap, proses terbentuknya sikap, maupun perubahan. Banyak pula
penelitian telah dilakukan terhadap sikap kaitannya dan perannya dalam pembentukan
karakter dan sistem hubungan antar kelompok serta pilihan-pilihan yang dilakukan
berdasarkan lingkungan dan pengaruhnya terhadap perubahan. (Kusumasari, 2015)
Beberapa penelitian tentang sikap menyamakan istilah sikap dengan evaluasi
karena sikap sebagian keseluruhan merupakan hasil evaluasi dari objek, dimana objek
tersebut dapat berupa fisik, orang, peraturan, perilaku, dan sebagainya. Fazio dan Oslon
(2003) mengatakan bahwa kesemua hasil evaluasi akan memberikan informasi kepada
individu apakah akan mendekat atau menghindar dari objek. Maka hal itu menunjukkan
bahwa ada kerja sistem kognitif dalam proses sikap. Sedangkan sikap sendiri
mengandung tiga komponen, yaitu: kognisi, emosi dan perilaku serta bisa konsisten dan
bisa juga tidak. Tergantung permasalahan yang akan dihadapi. Kemajuan ilmu teknologi
sangat berpengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan perilaku seseorang. (Sa’diyah
et al., 2018)
Salah satu contohnya terdapat pada penelitian yang dilakukan oleh (Kusumasari,
2015) dimana pada anak usia 11-15 tahun mulai mengalami tahap formal operasional.
Tahap formal operasional adalah masa dimana seorang anak sudah mampu berpikir
tingkat tinggi, mulai ingin lepas dari ikatan orang tua, mudah menyerap hal-hal yang baru
ditemui, mencoba hal-hal tersebut dan mengomentarinya. Karena kemajuan teknologi
yang semakin pesat, anak-anak diusia 11-15 tahun saat ini, lebih cepat berkembang dan
menyerap. Mereka lebih aktif dan kritis untuk mengetahui semua hal disekitarnya. Oleh
karena itu, anak-anak di usia ini, harus ditempatkan dilingkungan yang tepat dan sesuai,
karena perkembangan sikap dan perilaku di usia ini, sangat berpengaruh besar terhadap
pembentukan sikap dan perilaku di usia remaja kelak.

[Type here]
[Type here]

Oleh karena itu, dalam makalah ini kami membahas tentang pengertian sikap dan
pengubahan sikap, bagaimana proses pembentukan sikap dan pengubahan sikap,
pengukuran sikap, serta sikap perawat dalam merawat pasien.
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
D. Manfaat

[Type here]
[Type here]

BAB II

A. Pengertian Sikap
Sikap adalah pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak
sesuai dengan objek yang dihadapi. Sikap adalah keadaan mental dan saraf dari kesiapan
yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah
terhadap respon individu pada semua objek dan situasi yang berkaitan dengannya. Jadi
sikap adalah kecenderungan bertindak terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai
suatu penghayatan yang ditentukan pengalamannya terhadap objek tersebut. (Hartono,
2016)
B. Struktur Sikap
Menurut (Donsu, 2017) sikap terbentuk oleh komponen kognitif, juga komponen
emosional,dan komponen perilaku. Dari susunan sikap inilah terbentuk kepribadian kita.
Sehingga orang lain mampu menilai kita sebagai kategori orang seperti apa. Untuk lebih
jelasnya, berikut ulasan tiga komponen sikap tersebut.

1. Kognitif
Sikap terbentuk oleh komponen kognitif. Olah kognitif yang muncul adalah sikap
percaya, stereolip, dan adanya persepsi. Komponen kognitif sering juga disebut dengan
ikomponen perseptual yang berbicara tentang kepercayaan seseorang. Misalnya,
bagaimana seseorang menilai orang lain berdasarkan gejala-gejala dan informasi yang
diperolehnya, untuk membuat sebuah kesimpulan.

Sebelum ke tahap kesimpulan, ada kemampuan ilmu pongetahuan.Sehingga,ketika


seseorang berpersepsi dan menilai orang lain, selain kognitif, juga tergantung dari
pengetahuan mereka. Orang yang banyak pengetahuan, cenderung memiliki rasa empati
terhadap sikap dan perilaks orang lain, dan lebfh bisa menghargai keputusan orang lain.

2. Emosional

[Type here]
[Type here]

Komponen emosion. tenlang perasaan yang melibatkan emosi. Bisa perasaan bahagia,
perasaan sedih, dan perasaan terkejut. Komponen satu ini bersifat subjektif.
Terbentuknya komponen emosional ini pun banyak dipengaruhi oleh persepsi diri, yang
melibatkan emosional.

3. Perilaku
Komponen perilaku seringkali disebut dengan komponen, konatif. Komponen ini
bersifat predisposisi. Predisposisi merupakan kecenderungan seseorang terhadap
stimulus/objek yang dihadapinya. Misalnya. lulusan SMK SMA melihat peluang
pekerjaan yang menjanjikan adalah profesi perawat. Maka, banyak lulusan SMK/SMA
berbondong-bondong masuk ke sekolah keperawatan.

C. Fungsi Sikap

Sikap menurut (Hartono, 2016) memiliki lima fungsi, yaitu berikut ini.

a. Fungsi instrumen, sikap dikaitkan dengan alasan praktis atau manfaat dan
menggambarkan keadaan keinginan, sehingga sikap menjadi sarana untuk mencapai
suatu tujuan.
b. Fungsi pertahanan ego, sikap digunakan untuk melindungi diri dari kecemasan atau
ancaman harga dirinya.
c. Fungsi nilai ekspresi, sikap mengekspresikan nilai yang ada pada diri individu.
d. Fungsi pengetahuan, sikap membantu individu memahami dunia, yang membawa
keteraturan terhadap bermacam-macam informasi dalam kehidupan sehari-hari. Setiap
individu memiliki motif ingin tahu, ingin mengerti, ingin banyak pengalaman, dan
pengetahuan.
e. Fungsi penyesuaian sosial, sikap ini membantu individu menjadi bagian dari
masyarakat.

D. Tingkatan Sikap
Menurut Notoatmodjo (2003) dalam (Hartono, 2016), sikap terdiri atas berbagai
tingkatan seperti berikut.

[Type here]
[Type here]

a. Menerima (receiving), diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan


stimulus (objek) yang diberikan.
b. Merespon (responding), individu memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan
dan menyelesaikan tugas yang diberikan. Terlepas pekerjaan itu benar atau salah,
berarti orang menerima ide tersebut.
c. Menghargai (valuing), sikap individu mengajak orang lain untuk mengerjakan atau
mendiskusikan suatu masalah.
d. Bertanggung jawab (responsible), sikap individu untuk bertanggung jawab atas
segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko.

E. Ciri-ciri Sikap

a. Sikap tidak dibawa sejak lahir, melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang
perkembangan orang itu dalam hubungan dengan objeknya. Sifat ini
membedakannya dengan sifat motif-motif biogenetis seperti lapar, haus, ataupun
kebutuhan akan istirahat.
b. Sikap dapat berubah-ubah, karena itu sikap dapat dipelajari. Sikap dapat berubah bila
terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudahnya.
c. Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap
suatu objek. Dengan kata lain, sikap itu terbentuk, dipelajari atau senantiasa berubah
berkenaan dengan suatu objek tertentu yang dapat dirumuskan dengan jelas.
d. Objek sikap itu merupakan satu objek tertentu tetapi dapat juga merupakan kumpulan
atau banyak objek.
e. Sikap mempunyai segi motivasi dan segi-segi perasaan, sehingga membedakan sikap
dari kecakapan-kecakapan atau pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki orang.
(Hartono, 2016)

F. Pembentukan dan Pengubahan Sikap


G. Sikap Perawat dalam Merawat Pasien
H. Pengukuran Sikap

[Type here]
[Type here]

BAB III

A. Kesimpulan
B. Saran
Sebagai tenaga Kesehatan khusunya perawat disarankan bisa memahami tentang sikap
dan bisa lebih mengontrol sikap yang ada dalam diri kita sendiri maupun ada pada diri
pasien. Serta mampu memahami karakteristik pasien untuk menjadi diri yang lebih baik
lagi dari sebelumnya.

[Type here]
[Type here]

DAFTAR PUSTAKA
Donsu, D. J. D. T. (2017). PSIKOLOGI KEPERAWATAN. PUSTAKA BARU PRESS.
Hartono, D. (2016). Modul Bahan Ajar Cetak Keperawatan Psikologi. Kementrian Kesehatan
Republik Indonesia.
Kusumasari, R. N. (2015). Lingkungan sosial dalam perkembangan psikologis anak. Jurnal Ilmu
Komunikasi, II(1), 32–38.
Sa’diyah, R., Lestari, S., Rahmasari, D., Marhayati, N., Kusmawati, A., & Nisa, P. K. (2018).
Peran Psikologi Untuk Masyarakat. http://repository.iainbengkulu.ac.id/4582/1/Buku
Peran.pdf

[Type here]

Anda mungkin juga menyukai