Anda di halaman 1dari 27

5 januari 2021 MAKALAH

DIODA

DIKY SAPUTRA
201971090
BAB 1

PENDAHULLUAN

1.1 Latar Belakang

Sebuah produk elektronika tersusun dari beberapa komponen penting yang


ada di dalamnya. Komponen tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda
untuk dapat membuat produk menjadi berguna. Dioda, adalah piranti
elektronik yang hanya dapat melewatkan arus dalam satu arah saja. Karena
itu, dioda dapat dimanfaatkan sebagai penyearah arus, digunakan sebagai
saklar, dan lain sebagainya.

1.2 Tujuan Penulisan

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tujuan-tujuan yang diharapkan


kedepannya dapat bermanfaat bagi para pembaca dalam pemahaman tentang
dioda. Secara garis besar, tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut

1. Memenuhi tugas pembuatan makalah matakuliah elektronika daya.


2. Mengetahui pengertian, jenis, fungsi, dan cara kerja dioda.
3. Mengetahui aplikasi dari penggunaan dioda
.
1.3 Perumusan Masalah

Atas dasar penentuan latar belakang serta tujuan penulisan yang telah
dipaparkan diatas, maka penulis mengamnil perumusan masalah sebagai
berikut:

1. Dalam elektronika, apa fungsi daripada dioda.


2. Apa saja jenis daripada dioda
3. Serta pengaplikasian dioda.
4. Persamaan dioda.
5. Rangkaian dioda.

1|DIODA-ELEKTRONIKA DAYA
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Dioda
Dioda merupakan komponen semikonduktor yang paling sederhana. Kata
dioda berasal dari pendekatan kata yaitu dua elektroda yang mana (di berarti dua)
mempunyai dua buah elektroda yaitu anoda dan katoda.
Dioda adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat
semikonduktor, yang memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah
(kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar
mundur). Dioda dapat disamakan sebagai fungsi katup di dalam bidang
elektronika. Dioda sebenarnya tidak menunjukkan karakteristik kesearahan yang
sempurna, melainkan mempunyai karakteristik hubungan arus dan tegangan
kompleks yang tidak linier dan seringkali tergantung pada teknologi atau
material yang digunakan serta parameter penggunaan. Beberapa jenis dioda juga
mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan. Awal
mula dari dioda adalah peranti kristal Cat's Whisker dan tabung hampa (juga
disebut katup termionik). Saat ini dioda yang paling umum dibuat dari bahan
semikonduktor seperti silikon atau germanium. Walaupun dioda kristal
(semikonduktor) dipopulerkan sebelum dioda termionik, dioda termionik dan
dioda kristal dikembangkan secara terpisah pada waktu yang bersamaan. Prinsip
kerja dari dioda termionik ditemukan oleh Frederick Guthrie pada tahun 1873.
Sedangkan prinsip kerja dioda kristal ditemukan pada tahun 1874 oleh peneliti
Jerman, Karl Ferdinand Braun. Pada waktu penemuan, peranti seperti ini dikenal
sebagai penyearah (rectifier). Pada tahun 1919, William Henry Eccles
memperkenalkan istilah dioda yang berasal dari di berarti dua, dan ode (dari
ὅδος) berarti "jalur".

B. Fungsi Dioda
Fungsi Dioda adalah untuk menyalurkan arus listrik yang mengalir dalam
satu arah dan menahan arus tersebut dari arah sebaliknya. Dioda juga dapat
berfungsi sebagai penyearah arus, rangkaian catu daya dan juga untuk
stabilisator tegangan. Fungsi dioda sebenarnya tidak menunjukan hidup mati
yang sempurna atau bisa di bilang benar benar menghantar saat panjar maju dan
menyumbat pada saat panjar mundur, tetapi mempunyai karakteristik listrik
tegangan arus taklinier kompleks yang tergantung pada teknologi yang kita
gunakan dan kondisi penggunaanya.

2|DIODA-ELEKTRONIKA DAYA
Berikut fungsi dioda beserta contohnya :

1. Penyearah, contoh : dioda bridge.


2. Penstabil tegangan (voltage regulator), yaitu dioda zener.
3. Pengaman /sekering.
4. Sebagai rangkaian clipper, yaitu untuk memangkas/membuang level
sinyal yang ada di atas atau di bawah level tegangan tertentu.
5. Sebagai rangkaian clamper, yaitu untuk menambahkan komponen DC
kepada suatu sinyal AC.
6. Pengganda tegangan.
7. Sebagai indikator, yaitu LED (light emiting diode).
8. Sebagai sensor panas, contoh aplikasi pada rangkaian power amplifier.
9. Sebagai sensor cahaya, yaitu dioda photo.
10. Sebagai rangkaian VCO (voltage controlled oscilator), yaitu dioda
varactor.

C. Spesifikasi Dioda

Agar dapat memilih dioda sesuai dengan keperluan, orang harus tahu
spesifikasi yang diberikan oleh pabrik dalam lembar data. Beberapa spesifikasi
yang penting antara lain : tegangan puncak, arus maju rata-rata, arus sentakan
maju, tegangan maju maksimum, tegangan maju, arus balik, disipasi daya dan
waktu pulih balik.

Disamping itu dioda harus dicek apakah rusak atau tidak. Cara pengecekan
dapat dengan menggunakan multitester yang selektornya diletakkan pada posisi
ohm meter. Maka pada arah maju (prasikap maju) tahanannya akan kecil, pada
umumnya < 100Ω. Sedang pada arah balik (prasikap balik) tahanannya > 5000Ω.
Perlu diingat bahwa colok + pada multitester justru terhubung dengan kutub –
baterei, sedang colok – pada multitester justru terhubung dengan kutub + baterei.
Jika hasil pengukuran menunjukkan :
1. Kedua tahanannya (tahanan maju dan balik) sangat besar, maka dioda
telah putus.
2. Kedua tahanannya sangat kecil, maka dioda terhubung singkat.

3. Pada satu arah (forward bias) tahanannya kecil dan pada arah yang lain
(reverse biased) tahanannya besar, maka dioda baik.

D. Karakteristik Dioda

3|DIODA-ELEKTRONIKA DAYA
Karakteristik dioda dapat ditunjukkan oleh hubungan antara arus yang lewat
dengan beda potensian ujung-ujungnya. Karakteristik dioda pada umumnya
diberikan oleh pabrik, tetapi dapat juga diselidiki sendiri dengan rangkaian
seperti gambar IV-6.

Gambar IV-6 Rangkaian untuk menyelidiki karakteristik dioda

Dengan memvariasi potensio P dan mencatat V dan I kemudian


menggambarkan dalam grafik, maka diperoleh kurve karakteristik dioda
(karakteristik statis). Pada umumnya hasilnya adalah seperti pada gambar IV-7.

Gambar IV-7 Karakteristik Dioda

Tampak untuk dioda Ge, arus baru mulai ada pada tegangan 0,3 V sedang
untuk dioda Si pada 0,7 V. Tegangan ini sesuai dengan tegangan penghalang
pada sambungan P-N, dan disebut tegangan patah atau tegangan lutut (cut in
voltage atau knee voltage). Tampak pula bahwa arus IR = Io dalam orde µA,
sedang arus maju IF dalam orde mA. Dari lengkungan kurve yang tidak linier,
maka tentu saja tahanan dioda tidak tetap, baik tahanan maju maupun tahanan
baliknya. Jika tegangan balik diperbesar maka akan mencapai keadaan arus

4|DIODA-ELEKTRONIKA DAYA
meningkat secara tajam, yang hanya dapat dibatasi oleh tahanan luar. Tegangan
kritis ini disebut tegangan dadal (break down voltage = peak inverse voltage).

E. Cara Kerja Dioda

Untuk dapat memahami bagaimana cara kerja dioda kita dapat meninjau 3
situasi sebagai berikut ini yaitu :

1. Dioda diberi tegangan nol

Ketika dioda diberi tegangan nol maka tidak ada medan listrik yang menarik
elektron dari katoda. Elektron yang mengalami pemanasan pada katoda hanya
mampu melompat sampai pada posisi yang tidak begitu jauh dari katoda dan
membentuk muatan ruang (Space Charge). Tidak mampunya elektron melompat
menuju katoda disebabkan karena energi yang diberikan pada elektron melalui
pemanasan oleh heater belum cukup untuk menggerakkan elektron menjangkau
plate.

2. Dioda diberi tegangan negatif

5|DIODA-ELEKTRONIKA DAYA
Ketika dioda diberi tegangan negatif maka potensial negatif yang ada pada
plate akan menolak elektron yang sudah membentuk muatan ruang sehingga
elektron tersebut tidak akan dapat menjangkau plate sebaliknya akan terdorong
kembali ke katoda, sehingga tidak akan ada arus yang mengalir.

3. Dioda diberi tegangan positif

Ketika dioda diberi tegangan positif maka potensial positif yang ada pada plate
akan menarik elektron yang baru saja terlepas dari katoda oleh karena emisi
thermionic, pada situasi inilah arus listrik baru akan terjadi. Seberapa besar arus
listrik yang akan mengalir tergantung daripada besarnya tegangan positif yang
dikenakan pada plate. Semakin besar tegangan plate akan semakin besar pula
arus listrik yang akan mengalir.

Oleh karena sifat dioda yang seperti ini yaitu hanya dapat mengalirkan arus
listrik pada situasi tegangan tertentu saja, maka dioda dapat digunakan sebagai
penyearah arus listrik (rectifier).

6|DIODA-ELEKTRONIKA DAYA
F. Struktur dan Simbol Dioda

Struktur dan Simbol dioda

Gambar ilustrasi di atas menunjukkan sambungan PN dengan sedikit porsi


kecil yang disebut lapisan deplesi (depletion layer), dimana terdapat
keseimbangan hole dan elektron. Seperti yang sudah diketahui, pada sisi P
banyak terbentuk hole-hole yang siap menerima elektron sedangkan di sisi N
banyak terdapat elektron-elektron yang siap untuk bebas merdeka. Lalu jika
diberi bias positif, dengan arti kata memberi tegangan potensial sisi P lebih
besar dari sisi N, maka elektron dari sisi N dengan serta merta akan tergerak
untuk mengisi hole di sisi P. Tentu kalau elektron mengisi hole disisi P, maka
akan terbentuk hole pada sisi N karena ditinggal elektron. Ini disebut aliran
hole dari P menuju N, Kalau mengunakan terminologi arus listrik, maka
dikatakan terjadi aliran listrik dari sisi P ke sisi N.

G. Persamaan Dioda

Pada tegangan maju bukit potensial sambungan p-n berkurang yaitu menjadi
Vh = Vho – V. Di sini Vho adalah tinggi bukit potensial tanpa panjar, dan V adalah
beda tegangan pada diode.

Sesuai dengan statistic Boltzemann, banyakya electron pada bagian p yang


mempunyai energy diatas Vh sebanding dengan e-qV/kT , atau secara matematik np
= nn e-qV/kT
Dengan n adalah rapat electron dari bagian n, q adalah muatan electron, k tetapan
Boltzmann, dan T suhu dalam kelvin.
Begitu juga halnya dengan lubang. Jika rapat lubang pada bagian p adalah pp
maka rapan lubang pn yang dapat berdifusi ke bagian n adalah
Pn = pp e-qv/kT
Arus yang disebabkan difusi pembawa muatan np dan pn disebut arus injeksi.
Besar arus injeksi adalah
II = K ( np + pn ) = K (Nd + Na) e –qV/kT
Nd adalah rapat atom donor, dan Na adalah rapat atom akseptor. Karena Nddan
Na merupakan tetapan arus injeksi II dapatlah ditulis sebagai

7|DIODA-ELEKTRONIKA DAYA
II = K’ e –qV/kT
= K’ eiq ( Vho +V)/kT
(1.1)
Kita dapat menyatakan tetapan K’ dengan arus penjenuhan Is ,yaitu arus yang
mengalir jika diode diberi tegangan mundur.Kita tahu bahwa tanpa tegangan
arus diode adalah nol,karena pada keadaan ini arus injeksi sama dengan arus
penjenuhan, tetapi berlawanan arah . hal ini berarti
II = (V = 0 ) = - IS = k’ e-qV/kT
Akibatnya persamaan (1.1) dapat ditulis sebagai
II = - Is-qV/kT e-qV/(Vho-V)/kT atau II = Ise-qV/kT
(1.2)
Arus total yang mengalir dalam keadaan tegangan maju adalah
I = II + Is = - Is (eqV/kT – 1)
(1.3)
Persamaan (1.3) disebut persamaan dioda, dan memberikan bentuk fungsi
teoritis untuk ciri dioda dengan tegangan maju.

H. Rangkaian Dioda
1. Penyearah Arus Bolak Balik
Misalkan sumber tegangan VDD diganti dengan sumber tegangan bolak-
balik (gambar 12).Bentuk isyarat keluaran dapat diperoleh secara grafik seperti
gambar 13.

Gambar 12. Diode pada rangkaian AC

Pada saat t2, VDD = Vp, arus diode id (t) ditentukan oleh titik q2. Untuk
mendapatkan V0 (t2) kita buat grafik id terhadap V0, dan diperoleh bentuk isyarat
keluaran. Pada waktu isyarat masukan vi negative garis beban memotong
lengkung ciri q3 dengan arus diode i= 0, sehingga tegangan keluaran vo = 0
juga.Tampak isyarat keluaran hanya mempunyai nilai positif saja. Perhatikan
bahwa untuk tegangan masukan vi< 0,7 V (tegangan potong), taka da tegangan
keluaran, karena arus maju pada VD< 0,7 V (Si) sangat kecil. Di samping itu

8|DIODA-ELEKTRONIKA DAYA
tegangan keluaran pada daerah ini cacat karena lengkung ciri berbentuk tidak
linier.

Gambar 13.cara grafik untuk menentukan bentuk isyarat keluaran.

Untuk mendapatkan tegangan keluaran yang benar-benar merupakan bagian


positif daripada isyarat masukan diperlukan diode dengan ciri seperti pada
gambar 14.

Gambar 14.Isyarat keluaran pada diode ideal.

Dari pembahasan diatas dinyatakan jika digunakan rangkaian seperti pada


gambar 12, bentuk isyarat masukan dan keluaran Nampak seperti pada gambar
15. (untuk diode ideal).

9|DIODA-ELEKTRONIKA DAYA
Gambar 15.Penyearah setengah gelombang dengan diode ideal.

Penyearah diatas disebut penyearah setengah gelombang. Kita dapat


menyearah gelombang penuh dengan dua cara. Cara pertama memerlukan
transformator dengan sadapan pusat (center tap- CT) seperti ditunjukkan pada
gambar 16.Penyearah seperti ini disebut penyearah gelombang penuh.

Gambar 16.Aliran arus pada penyearah gelombang penuh, jika isyarat


masukan positif.

Jika isyarat masukan sedang positif ,arus akan melalui diode D1 dan
mengalir seperti gambar 16. Jika isyarat masukan negative, diode D2 menghantar
dan jalan arus seperti pada gambar 17.

Gambar 17.Aliran arus pada penyearah gelombang penuh jika isyarat


masukan negative.

10 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
Tampak arus diode mengalir di RL dari atas kebawah,yaitu memberikan
isyarat keluaran positif. Jika diode dibalik, isyarat akan negative seperti
ditunjukkan pada gambar 18.

Gambar 18.Penyearah gelombang penuh dengan keluaran negative.

Cara lain untuk mendapatkan keluaran gelombang penuh adalah dengan


menggunakan empat diode seperti pada gambar 19. Penyearah seperti ini disebut
dengan penyearah jembatan.Jika isyarat positif arah arus terlihat seperti pada
gambar 19 dengan D1 dan D2 menghantar.jika Isyarat masukan sedang negative,
arah arus Nampak seperti pada gambar 20. Dengan diode D3 dan D4 menghantar.

Gambar 19.Aliran arus pada penyearah jembatan jika isyarat masukan


positif.

Gambar 20.Aliran arus pada penyearah jembatan jika isyarat negatif.


Untuk penyearah jembatan, tampak transpormator tak memerlukan adanya
CT. bahkan bila diode yang digunakan mempunyai kemampuan tegangan yang
cukup , tanpa transformator pun penyearah ini dapat digunakan. Untuk

11 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
mendapatkan tegangan arus searah positif dan negative dapat digunakan
rangkaian seperti gambar 21.

Gambar 21.Penyearah jembatan untuk menghasilkan isyarat keluaran


positif dan negatif.
2. Rangkaian Setara Dioda
Dalam membahas rangkaian yang mengandung diode ,kita sering kali dapat
menggantikan diode dengan suatu rangkaian setara. Ada 2 macam rangkaian
setara.
1. Rangkaian setara DC untuk isyarat besar.

Pada gambar 25 untuk arus 6 mA ciri maju untuk diode dapat digantikan
dengan garis lurus A. pada keadaan hambatan ini diode jika diukur dengan
ohmmeter adalah

rF = VD / ID

= 0,50 V / 6 mA = 83Ω. Untuk ID + 2 mA

RF = VD / ID

= 0,4 V / 2 mA = 200Ω.

Gambar 25.hambatan dc diode adalah kebalikan kemiringan garis


putus-putus.

12 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
Jika diberi tegangan panjar mundur hambatan diode rB dapat dinyatakan
sebagai kebalikan kemiringan garis lurus b, yang untuk arus mundur lebih dari
5µA mempunyai hambatan

RB = V/I (mundur) = 30 V/ 5 µA = 6 M Ω.

Jadi untuk tegangan maju, diode dapat dipandang sebagai resistor dengan
hambatan rF = 80 – 200 Ω., dan pada tegangan panjar mundur dipandang sebagai
resistor dengan hambatan rB = 5 M. ini dilukis kan pada gambar 26.

Gambar 26.Rangkaian setara diode.

Dengan memberi tegangan panjar maju atau mundur diode dapat digunakan
sebagai saklar. Penggunaan diode untuk membentuk gelombang mudah
dipahami dengan gambar diatas. Penggunting terpanjar ( biased clipper ).
Sebagai penerapan pengertian rangkaian setara dc, marilah kita tinjau rangkaian
penggunting terpanjar sebagaimana ditunjukkan pada gambar 27.

13 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
Gambar 27. (a) rangkaian tergunting terpanjar. (b) rangkaian setara terpanjar
maju . (c) rangkaian setara terpanjar mundur.

2. Rangkaian setara AC atau rangkaian setara isyarat kecil.


Untuk isyarat AC kecil yang menumpang pada tegangan searah maju harus
kita gunakan gambaran yang lain untuk diode. Ini ditunjukkan pada gambar 28.

Gambar 28.Tegangan diode terhadap tegangan kecil


ID = ID (q) + iD
vD = VD (q) + vD
VD (q) adalah nilai vD jika taka da isyarat vd
Q = titik kerja ( vd = 0 ).

Hubungan antara id dan vd dapat dinyatakan oleh kemiringan garis singgung


lengkung ciri pada titik q. atau id = gfvd ; dengan gf = konduktansi maju isyarat
kecil. Kebalikan gf disebut hambatan maju isyarat kecil.

3. Rangkaian penggunting

Ada beberapa jenis rangkaian penggunting ,yaitu rangkaian diode seri


,penggunting diode sejajar, penggunting terpanjar dan pengiris.

a. Penggunting Diode Seri

Penggunting diode seri ditunjukkan pada gambar 29.

14 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
Gambar 29. Penggunting diode seri yang membuang bagian
negative dari vi.

Bentuk tegangan keluaran V0 pada gambar diatas adalah untuk diode ideal,
yaitu jika arus penjenuhan dan tegangan potong pada diode diabaikan. Untuk
diode silicon, tegangan potong mempunyai nilai kira-kira 0,6 V, dan pada
diodagermanium bernilai kira-kira 0,3 V. dengan adanya tegangan potong
bentuk gelombang dapat kita ramalkan sebagai berikut (lihat gambar 30).

Gambar 30.Pembentukan gelombang dengan diode.

Tampak tegangan keluaran menjadi kurangdari tegangan masukan karena


adanya tegangan potongdan karena kecondongan ciri static diode. Makin besar
nilai RL makin condong garis beban, dan diode akan beroperasi pada daerah arus
kecil ,yaitu daerah tak linier dekat dengan tegangan potong. Bentuk tegangan
keluaran akan mengalami cacad. Nilai RL menentukan arus yang melalui diode
dan harus dipilih agar arus kurang dari arus maksimum diode.

15 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
b. Penggunting Dioda Sejajar

Bentuk rangkaian penggunting diode sejajar adalah seperti pada gambar 31.

Gambar 31.Rangkaian penggunting diode sejajar.

Resistor RL dan diode D membentuk suatu pembagi tegangan.Hambatan


diode rD lecil jika anda positif, dan bernilai besar jika anoda negative.Akibatnya
kita peroleh bentuk tegangan yang keluaran seperti pada gambar.

Perlu diperhatikan bahwa pada saat anoda positif ,arus sebesar r D / RL


seluruhnya melalui diode. Jelas bahwa RL mesti dipilih agar arus diode tak
melebihi batas maksimum. Resistor yang boleh dipasang pada keluaran parallel
dengan diode,harus mempunyai nilai jaauh lebih besar daripada nilai hambatan
mundur daripada diode, agar tegangan keluaran tak berpengaruh oleh hambatan
ini.

c. Pengiris

Jika pada rangkaian penggunting terpanjar kekutuban batrai kita balikkan,


maka kita peroleh rangkaian pengiris seperti pada gambar 32.

Gambar 32.Rangkaian pengiris.

16 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
d. Penggunting diode zener

Dengan diode zener kita dapat membuat penggunting terpanjar tanpa


baterai, rangkaian yang digunakan adalah seperti gambar 33.

Gambar 33.Penggunting diode zener.

4. Pengapit Dioda

Suatu rangkaian pengapit adalah rangkaian yang dapat membuat agar


puncak tegangan bolak balik berada pada suatu tingkat tertentu. Rangkaian ini
juga dikenal dengan namapemulih dc atau garis dasar.Suatu ragkaian pengapit
diode yang sederhana ditunjukkan pada gambar 34.

Gambar 34. Pengapit dioda

Bagaimana ini dapat terjadi adalah sebagai berikut (lihat gambar 35).

17 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
Gambar 35.Kerja pengapit dioda.
Pada t = 0 isyarat masukan tiba-tiba berubah positif. Diode mendapat
tegangan panjar maju sehingga mempunyai hambatan rF yang rendah ( rF= 100
ohm 0. Arus transien akan naik dengan segera, dan kemudian turun dengan
tetapan waktu тF = rFC. pada saat yang sama kapasitor C terisi hingga
mempunyai beda tegangan sebesar Vm. pada t = 1 ms + tegangan masukan tiba-
tiba berubah menjadi negative.tegangan panjar pada diode menjadi mundur, dan
hambatan diode rF berubah menjadi besar (rB = 1 M). dari gambar 35 (d) Nampak
V0 = -2 Vm. tegangan v0= -2 Vm ini akan berkurang karna kapsitor bocor dengan
tegangan waktu тB = rBC. pada t = 2 ms + tegangan kapasitor sedikit lebih kecil
dari Vm, sehingga │ V0│= 2 Vm. tampak bahwa dengan mengapit diode kita
telah membuat puncak isyarat masukan pada 0 V atau pada garis dasar (base
line).
5. Pelipat Dua Tegangan
Dengan menggunakan rangkaian seperti pada gambar 38.Dapat kita
peroleh tegangan keluaran searah dua kali nilai puncak tegangan masukan.

Gambar 38. (a) rangkaian , (b) dilukiskan sebagai pengapit bertegangan panjar.
Pada gambar 38 (b) rangkaian (a) dilukiskan sihingga gabungan diode D1
dan C1 tampak sebagai penyearah setengah gelombang bertapiskan kapasitor C1.

18 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
Gambar 39. (a) Vs (t) tegangan masukan , (b) Va (t) (c) Vb (t).

Kita dapat membuat pelipat dua tegangan yang lebih baik dengan
menggunakan rangkaian pada gambar 40.

Gambar 40. (a) rangkaian pelipat dua , (b) bentuk isyarat.

Tampak bahwa dengan rangkaian ini kita peroleh tegangan keluaran Vb


yang rata.Perbedaan antara rangkaian pada gambar 39 dan 40. Adalah bahwa
pada gambar 39 dioda D1 bekerja sebagai penyearah setengah gelombang
bertapis, dan diode D2 bekerja sebagai suatu pengapit bertegangan panjar. Pada
gambar 40 dioda D1bekerja sebagai pengapit dan D2 bekerja sebagai penyearah

19 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
atau lebih tepat sebagai saklar pengisi kapasitor C2. Jika Va< Vb saklar diode D2
mati, sedang jika Va> Vb saklar diode D2 terpasang.

Rangkaian pada gambar 39 dapat ditambah dengan sebuah diode dan sebuah
kapasitor lagi membentuk rangkaian pelipat tiga tegangan, seperti ditunjukkan
pada gambar 41.

Gambar 41. (a) rangkaian pelipat tiga tegangan (b)


bentuk tegangan.
Tampak pada gambar diode D1 bekerja sebagai penyearah bertapis kapasitor
C1.D2 bekerja sebagai pengapit terpanjar sebesar Vm, dan diode D3 bekerja
sebagai saklar untuk mengisi kapasitor C3.

I. Jenis-Jenis Dioda
1. Dioda zener

Diode zener adalah diode silicon yang sangat terkotori, tidak seperti diode
normal, memiliki breakdown yang mendadak pada tegangan yang relative
rendah (biasanya kurang dari 6 V). efek yang sama terjadi pada diode yang
kurang terkotori. Diode runtuhan (avalanche diode) ini juga memiliki
breakdown yang sangat cepat dengan aliran arus yang dapat di abaikan pada
kondisi di bawah tegangan runtuhan dan aliran arus yang relative besar ketika
mencapai tagangan runtuhannya. Untuk diode runtuhan, tegangan breakdown ini
biasanya terjadi pada tegangan di atas 6 V. namun dalam prakteknya, kedua jenis
diode ini di sebut sebagai diode zener.

20 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
Walaupun breakdown mundur merupakan efek yang sangat tidak di
inginkan pada rangkaian yang menggunakan diode konvensional, breakdown
mundur sangat berguna dalam kasus diode zener di mana tegangan
breakdownnya di ketahui secara persis. Ketika diode mengalami breakdown
mundur dan asalkan rating maksimumnya tidak di lampaui tegangan yang
timbul pada diode tersebut akan tetap konstan (sama dengan tegangan zener
nominal) tanpa terpengaruh oleh aliran arus. Sifat semacam ini menjadikan diode
zener ideal untuk digunakan sebagai pengatur tegangan (voltage regulator).

2. Diode dengan kapasitansi variable

Kapasitansi dari diode yang diberikan bias-mundur akan bergantung kepada


lebar dari lapisan serapan yang pada gilirannya berubah-ubah menurut tegangan
mundur yang diberikan kepada diode. Hal ini memungkinkan diode untuk
digunakan sebagai kapasitor yang dikendalikan oleh tegangan. Diode-dioda
yang secara khusus di buat untuk memenfaatkan efek ini di kenal sebagai diode
kapasitansi variable. Diode-dioda semacam ini digunakan (seringkali secara
berpasangan) untuk system penala (tuning) pada pesawat penerima radio dan
TV.

Karakteristik umum dari sebuah diode kapasitansi variable diperlihatkan pada


gambar 5.11
80

60
Kapasitansi (pF)

40

20

0
-12 -10 -8 -6 -4 -2 0
Tegangan mundur (V)

Gambar 5.11 karakteristik tipikal dari sebuah diode kapasitansi variable

21 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
3. Thyristor

Thyristor (rectifier yang dikendalikan silicon) adalah perangkat tiga


terminal yang dapat digunakan untuk pengsaklaran dan mengendalikan daya
AC. Thyristor dapat berubah dengan sangat cepat dari kondisi menghantar ke
kondisi tidak menghantar. Dalam kondisi “mati”, thyristor memiliki arus bocor
yang dapat diabaikan, sementara dalam kondisi “hidup” perangkat ini memiliki
resistansi yang sangat rendah. Ini mengakibatkan hilangnya daya yang sangat
kecil pada thyristor bahkan ketika level daya yang cukup besar sedang di
kendalikan. Apabila berada dalam kondisi menghantar, thyristor akan tetap
menghantar (yaitu disaklarkan ke kondisi hidup) hingga arus maju berhenti
mengalir ke dalam perangkat tersebut. Dalam aplikasi-aplikasi d.c., hal ini
mengharuskan penghentian (atau pemutusan) catu sebelum perangkat dapat
dikendalikan kepada kondisi tidak menghantar (reset). Ketika perangkat ini di
gunakan dengan sebuah sumber bolak-balik, perangkat akan secara otomatis
kembali di reset setiap kali sumber tegangan berganti arah. Perangkat ini
kemudian akan di aktifkan kembali pada setengah siklus berikutnya yang
memiliki polaritas yang seusai untuk memungkinkan penghantaran.

Sebagaimana diode silicon konvensional thyristor memiliki sambungan anode


dan katoda; control di terapkan dengan menggunakan sebuah terminal (lihat
gambar 5.12). perangkat tersebut di picu ke dalam kondisi menghantar dengan
jalan memberikan pulsa arus kepada terminal ini. Pemicuan thyristor yang
efektif membutuhkan suatu pulsa pemicu gerbang yang memiliki waktu
kenaikan (rise time) yang cepat yang diperoleh dari sumber dengan resistansi
rendah. Pemcuan dapat menjadi kacau apabila arus gerbang tidak mencukupi
atau ketika arus gerbang berubah secara lambat.

Katoda (k)
4.
Gerbang (g)

Anoda (a)
Gambar 5.12 Sambungan-sambungan thyristor

4. Triac

22 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
Triac adalah pengembangan dari thyristor yang ketika di picu, akan
menghantar baik pada setengah siklus positif maupun negative dari tegangan
yang diberikan. Triac memiliki tiga terminal yang dikenal sebagai terminal-
utama satu (MT1), terminal-utama dua (MT2) dan gerbang (G), seperti yang di
perlihatkan pada gambar 5.13. triac dapat dipicu baik oleh tegangan positif
maupun negative yang di catu antara G dan MT1 dengan masing-masing
tegangan positif dan negative pada MT2. Triac oleh karenanya menyediakan
control gelombang-penuh dan menawarkan kinerja yang lebih unggul dalam
aplikasi-aplikasi control daya a.c. jika di bandingkan dengan thyristor yang
menyediakan control setengah-gelombang. Untuk mnyederhanakan disain
rangkaian pemicu, triac seringkali di gunakan bersama-sama dengan diac
(ekuivalen dengan sebuah diode zener dua arah). Sebuah diac yang tipikal
menghantar dengan sangat baik ketika tegangan yang diberikan melampaui 30
V pada arah manapun. Setelah memesuki kondisi menghantar, resistansi diac
jatuh sehingga mencapai nilai yang sangat rendah sehingga arus yang relative
besar akan mengalir.

5. Light Emiting Diode

Light Emting Diode (dioda pemancar cahaya) menghasilkan cahaya ketika


arus mengalir melewatinya. Pada awalnya LED hanya dibuat dengan warna
merah. Namun, sekaang warna-warna jingga, kuning,hijau,biru dan putih juga
tersedia dipasaran. Terdapat pula LED infra merah,yang menghasilkan vcahaya
infra merah, alih-alih cahaya tampak. Sebuah LED yang tipikal memiliki
kemasan berbentuk kubah yang terbuat dari bahan plastik,dengan piggiran yng
menonjol (rim) pada bagian bawah kubah.Terdapat dua buah kaki terminal
dibagian bawah kubah. Biasanya, kaki katoda lebih pendek dari kaki anoda. Cara
lain membedakan kaki katoda dengan kaki anoda adalah dengan memperhatikan
bagian rim (apabila LED yang bersangkutan memang memilikinya). Rim dibuat
berbentuk datar pada sisi yang berdekatan dengan kaki katoda. Sebuah LED
membutuhkan arus sekitar 20 mA untuk memancarka cahaya dengan kecerahan
maksimum, meskipun arus sekecil 5mA pu masih dapat menghasilkan cahaya
yang jelas tampak. Jatuh tegangan maju sebuah LED rata-rata adalah 1,5 V,
sehingga pasokan tegangan 2V dapat menyalakan sebagian besar LED dengan
kecerahan maksimum. Dengan level-level tegangan yang lebih tinggi, LED
dapat terbakar apabila tegangan maju yang diberikan akan melebihi 2 V. kita
harus penting untuk menyambungkan resistor pembatas arus secara seri
kesebuah LED.

Resistor Pembatas Arus

23 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
Nilai tahanan yang sesuai untuk resistor pembatas arus dapat dihitung
dengan cara sebagai berikut Tegangan sumber yng diberikan adalah Vs volt.
Arus LED yang kita inginkan adalah i amp. Asumsikan bahwa jatuh tegangan
maju yang akan dihasilkan adalah 2 V.

Jatuh tegangan pada resistor haruslah bernilai Vs-2.

Menurut Hukum Ohm, nilai jatuh tegangan ini harus sama dengan iR. Sehingga
:

Vs − 2 = iR

Menyusun kembali persamaan diatas untuk mendapatkan nilai R akan


menghasilkan:

Vs − 2
R=
i

Bentuk dan ukuran

LED digunakan sebagai lampu-lampu indicator, misalnya,untuk


mengindikasikan bahwa daya listrik kesebuah perangkat berada dalam keadaan
tersambung. LED juga digunakan untuk tampilan-tampilan informative dan
dekoratif. LED dibuat dalam beragam bentuk,beberapa diantaranya bulat,persegi
dan segitiga.

Susunan beberapa buah LED digunakan untuk membentuk sebuah display


(tampilan). Bentuk susunan yang paling umum adalah tampilan tujuh-segmen.,
yang digunakan untuk menampilkan angka-angka dan huruf-huruf secara digital.
Satu atau beberapa baris susunan semacam ini dapat digunakan untuk
menampilkan sebuah pesan lengkap.

LED dibuat dengan beberapa ukuran tertentu. LED terkecil memiliki ukuran
diameter sekitar 1 mm, digunakan sebagai lampu-lampu indicator pada panel-
panel pada ruang yang relatif sempit. Sebaliknya, LED-LED terbesar (jumbo)
memiliki ukuran diameter 10 mm dan digunakan dalam aplikasi-aplikasi yang
membutuhkan lampu-lampu peringatan yang harus mudah terlihat.

LED sangat ideal untuk digunakan sebagai lampu indicator karena hanya
membutuhkan arus listrik yang relatif sangat kecil dibandingkan dengan lampu-
lampu filamen. Hal ini menjadikan LED sangat cocok untuk digunakan pada
perangkat-perangkat yang digunakan oleh baterai, dimana penggunaan lampu
filamen akan segera menghabiskan daya yang tersedia. Juga terdapat fakta

24 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
bahwa lampu-lampu filamen memiliki usia pemakaian yang terbatas. Cepat atau
lambat, kawat filamen didalam ampu akan terbakar. Disisi lain, LED dapat
bertahan untuk tetap digunakan, praktis, selamanya.

Bias Mundur

Sebuah LED hanya mampu bertahan terhadap tegangan bias mundur


sebesar beberapa volt. Sebagian besar LED dapat menerima bias mundur hingga
5 V, namun biasanya tidak lebih dari itu. Hal ini sangat berbeda dengan kasus
dioda pada umumnya, yang dapat bertahan terhadap bias mundur hingga
beberapa ratus volt. Karena rangkaian-rangkaian yang melibatkan LED-LED
seringkali memiliki tegangan sumber sebesar 6 V atau lebih, maka kita perlu
memastikan LED disambungkan dengan polaritas yang benar didalam
rangkaian.

LED-LED dua Warna

LED-LED yang dapat berubah warna sangat berguna bagi sejumlah aplikasi
tetentu. Sebagai contoh, LED dapat digunakan untuk mengindikasikan ‘semua
system berjalan baik’ ketika warnanya hijau dan mengindikasikan kondisi
‘kegagalan sistem’ ketika warnanya merah. Pada sebuah kamera digital, kita
dapat menjumpai sebuah lampu indicator ‘rekam /putar’ yang akan menyala
merah ketika kamera sedang merekam sesuatu dan menya hijau ketika sedang
memutar suatu rekaman. LED-LED yang dapat menampilkan dua buah warna
disebut sebagai LED dua warna (bicolour).

25 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A
Sumber Referensi:

Bishop,Owen.2002.Dasar-dasar Elektronika.Jakarta:Erlangga.

Sutrisno.1985.Elektonoka teori dan Penerapannya 1. Bandung:Penerbit ITB.

Tooley,Mike.2002.Rangkaian Elekronika Prinsip dan Aplikasi Edisi Kedua.

Jakarta:Erlangga.

http://widiya08.blogspot.com/2011/09/pengertian-dan-rangkaian-dioda.html

http://metodeilmiah.com/fungsi-komponen-dioda

http://tokohpenemu.blogspot.com/2013/05/penemu-dioda-sejarah-penemuan-
diode.html

http://www.electroniclab.com/index.php/labelka/7-dioda

http://www.slideshare.net/lisamariyua/pengertian-dan-fungsi-dioda

staff.uny.ac.id/pengertian dan karakteristik-dioda.pdf

26 | D I O D A - E L E K T R O N I K A D A Y A

Anda mungkin juga menyukai