Anda di halaman 1dari 6

.

BANGUNAN LINDUNG

1.Umum

Kelompok bangunan ini dipakai untuk melindungi saluran dan


bangunan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh jumlah air yang
berlebihan. Lindungan ini bisa dicapai dengan beberapa tipe bangunan
yang memerlukan persyaratan yang berbeda-beda.

(1)Saluran pelimpah (overflow spillway), bangunan yang relatif murah,


dibangun di
tanggul saluran untuk membuang air lebih,

(2)Sipon pelimpah (siphon spillway) memiliki kapasitas yang besar untuk


besaran muka airyang cukup konstan

(3)Pintu otomatis mempertahankan tinggi muka air tetap untuk debit yang
bervariasi

(4)Bangunan pembuang silang untuk mengalirkan air buangan dengan


aman lewat di
atas, di bawah atau ke dalam saluran.

Bangunan pelimpah harus direncana untuk tinggi muka air


maksimum tertentu di saluran yang akan dilindungi, ditambah dengan debit
maksimum yang dapat dilimpahkan. Tinggi muka air yang merupakan dasar
kerja bangunan pelimpah adalah faktor yang sudah tertentu di dalam
perencanaan.

Kriteria Perencanaan – Bangunan

Kapasitas bangunan pelimpah harus cukup untuk mengalirkan seluruh air


lebih yang berasal dari banjir atau kesalahan eksploitasi tanpa
menyebabkan naiknya tinggi muka air di saluran yang akan
membahayakan tanggul (meluap).

Kapasitas bangunan saluran dibatasi sampai sekitar 120% dari debit


rencana. Debit rencana untuk bangunan pelimpah harus diperhitungkan
dengan hati-hati berdasarkan keadaan di lapangan. Keadaan-keadaan
darurat yang mungkin timbul harus dianalisis dan akibat-akibat tidak
berfungsinya bangunan dan peluapan harus pula ditinjau. Debit rencana
harus sebesar 50% dari kapasitas maksimum bangunan di sebelah hilir
pelimpah tersebut. Jika bangunan dapat sepenuhnya diblokir, sebaiknya
debit rencananya diambil 120% dari Q rencana.

Bangunan penguras (wasteway) dipakai untuk mengosongkan seluruh ruas


saluran, bilamana hal ini diperlukan. Kadang-kadang untuk menghemat
biaya, bangunan ini digabung dengan bangunan pelimpah. Pada umumnya
bangunan penguras berupa pintu yang dioperasikan dengan tangan,
sedangkan bangunan pelimpah bekerja otomatis, digerakkan oleh tinggi
muka air.

2. Saluran pelimpah

Bangunan pelimpah ini dapat dengan relatif mudah dibuat ada dua
jenis di tepi saluran dan selanjutnya disebut pelimpah samping. Bila
bangunan ini dibuat di tengah saluran, kemudian dikombinasi dengan
bangunan pembuang silang, maka bangunan ini disebut pelimpah
corong/morning glory spillway (Gambar 7.1).

Saluran pelimpah akan menguntungkan sekali jika jumlah air yang


ada dilimpahkan tidak diketahui dengan pasti, karena pertambahan tinggi
energi yang kecil saja di atas mercu panjang saluran pelimpah akan sangat
memperbesar kapasitas debit.
Gambar
Pelimpah corong dan pembuang

Kriteria Perencanaan – Bangunan

.1 Perencanaan panjang Pelimpah saluran

Debit di saluran pelimpah samping tidak seragam dan, oleh karena


itu, persamaan kontinyuitas untuk aliran mantap yang kontinyu (terus
menerus) tidak berlaku. Jenis aliran demikian disebut "aliran tak tetap
berubah berangsur" (gradually varied flow). Pada dasarnya aliran dengan
debit yang menurun dapat dianggap sebagai cabang aliran di mana air
yang dibelokkan tidak mempengaruhi tinggi energi. Hal ini telah dibuktikan
kebenarannya baik dengan teori maupun eksperimen.

Bergantung kepada kondisi aliran di atau dekat lubang/pintu masuk


pelimpah, ada empat jenis aliran (Schmidt, 1954) seperti yang diperlihatkan
pada Gambar 7.2.
Ada dua metode perencanaan pelimpah samping yang umum digunakan,
yaitu : metode
bilangan dan metode grafik. Keduanya akan dijelaskan di bawah ini.
Perencanaan Pelimpah Samping

Debit rencana:

Tinggi energi saat Q2:


h0 = 0,8208 m

Perhitungan debit limpahan