Anda di halaman 1dari 18

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA KELINCI

http://lestarimandiri.org/id/peternakan/83-peternakan/131-pengembangbiakan-kelinci.html

Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan
kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan.

1. Penyiapan Sarana dan Perlengkapan

Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu


ideal 21° C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12
jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan,
kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk
induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang
jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan
Kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan
antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor
betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.

Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:

1.Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk
kelinci muda.

2. Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran.

3. Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi
Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).
Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah
dibersihkan.

2. Pembibitan

Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis
bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk
tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand
merupakan ternak yang cocok dipelihara.

1. Pemilihan bibit dan calon induk

Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan
perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi
genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi,
tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.

2. Perawatan Bibit dan calon induk

Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang
1
perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta
mencegah kandang dari gangguan luar.

3. Sistem Pemuliabiakan

Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan
dibedakan dalam 3 kategori yaitu:

1. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya
bulu, proporsi daging.
2. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat
unggul.
3. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang
diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.

4. Reproduksi dan Perkawinan

Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan
jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan
pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak.
Waktu kawin pagi/sore
hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan
dipisahkan.
5. Proses Kelahiran

Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan
pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan,
bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran
induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat
dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan
kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi
sekitar 6-10 ekor.

3. Pemeliharaan

1. Sanitasi dan Tindakan Preventif

Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab
dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.

2. Pengontrolan Penyakit

Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan
mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera
disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.

2
3. Perawatan Ternak

Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang
tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan
berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat
menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.

4. Pemberian Pakan

Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi
kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat
meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk
memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak.
Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur
sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam
jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi
kebutuhan cairan tubuhnya.

5. Pemeliharaan Kandang

Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus
dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang
untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit
dibersihkan dengan kreolin/lysol.

HAMA DAN PENYAKIT

1. Bisul

Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.


Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.

2. Kudis

Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh.

Pengendalian: dengan antibiotik salep.

3. Eksim

Penyebab: kotoran yang menempel di kulit.

Pengendalian: menggunakan salep/bedak Salicyl.

3
4. Penyakit telinga

Penyebab: kutu.

Pengendalian: meneteskan minyak nabati.

5. Penyakit kulit kepala

Penyebab: jamur.

Gejala: timbul semacam sisik pada kepala.

Pengendalian: dengan bubuk belerang.

6. Penyakit mata

Penyebab: bakteri dan debu.

Gejala: mata basah dan berair terus.

Pengendalian: dengan salep mata.

7. Mastitis

Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar.

Gejala: puting mengeras dan panas bila dipegang.

Pengendalian: dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak.

8. Pilek

Penyebab: virus.

Gejala: hidung berair terus.

Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung.

9. Radang paru-paru

4
Penyebab: bakteri Pasteurella multocida.

Gejala: napas sesak, mata dan telinga kebiruan.

Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.

10. Berak darah

Penyebab: protozoa Eimeira.

Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah.
Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.
11. Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing. Pada umumnya
pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan
kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak
yang saki PANEN

1. Kembung :

• Nama obat : Sulfaquinoxalin, Gastop


• Penanganan : Kurangi pakan basah, perbanyak hay/pelet, kurangi minum, simpan kelinci
ditempat tertutup dan diberi lampu 5 watt

.2. Mencret :

• Nama obat : Diapet dalam dosis kecil


• Penanganan : Biasanya mencret dimulai dari sakit kembung, kurangi makanan basah,
perbanyak hay/pelet, simpan ditempat tertutup dan diberi lampu 5 watt. Bedanya mencret dgn
kembung, biasanya kelinci kekurangan cairan dan vitamin saat terkena mencret. Kelinci yg
mencret boleh dikasih minum tapi dalam jumlah yg sedikit agar tidak memperparah
kembungnya. Boleh jg diberi vitamin B12. Selain itu biasanya kelinci yg mencret/kembung
enggan untuk makan, sehingga ada baiknya dicekokin susu.

.
3. Scabies :

• Penanganan : Scabies adalah penyakit yg menular, biasanya trdapat disekitar mulut, kaki,
telinga, hidung dan daerah lainya yg terdapat lipatan-lipatan. Scabies adalah penyakit yg
menular, sehingga begitu ada yg terserang langsung dikarantina agar tidak menyebar, selain
itu hati2 dalam menanggulanginya, karena scabies jg menular pada manusia. Cukur bulu
disekitar bagian yg terkena scabies, cuci dengan air hangat, olesi dengan obat kudis seperti
salep belerang, caviam, scabicid cream atau bedak yg dicampur minyak tanah. Ada jg obat yg
bisa diinjeksikan(suntik kulit-daging) pada tubuh kelinci

.
4. Sembelit :

• Nama obat : -
• Penanganan : Beri serat lebih banyak pada pakan kelinci

5
PANEN
1. Hasil Utama

Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu

2. Hasil Tambahan

Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk

3. Penangkapan

Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang benar agar kelinci tidak
kesakitan.

PASCAPANEN

1. Stoving

Kelinci dipuasakan 6-10 jam sebelum potong untuk mengosongkan usus. Pemberian minum tetap .
2. Pemotongan

Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain.

3. Pengulitan

Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan posisi kelinci digantung.
4. Pengeluaran Jeroan

Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung dan paru-paru
dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai pecah karena dapat
mempengaruhi kualitas karkas.
5. Pemotongan Karkas

Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong bagian dada
dan 2 potong bagian belakang. Presentase karkas yang baik 49-52%.

Penyakit yeng sering menyerang kelinci


Diare dan Kembung

Beberapa Artikel dari beberapa peternak kelinci tentang kembung dan diare,sebagai penyakit
yg cukup sering terjadi dan mematikan :

• Permasalahan yang biasa terjadi adalah penyakit bloat (kembung) dan mencret.
Biasanya dikarenakan hijauan yang diberikan masih mengandung embun atau hijauan
tidak dilayukan terlebuh dahulu. Kasus ini rentan terjadi pada saat peralihan ke musim
penghujan. Kendati sepele, apabila tidak segera diatasi bisa fatal juga.Eko Budi,
peternak kelinci asal lereng gunung Merbabu, punya tips mengatasinya. Ia
6
memberikan daun pepaya atau ketela pohon (singkong) kering yang dicampurkan
dalam pakan, atau dengan obat-obatan antibiotik pabrikan.
• Tanda2 kelinci yg sedang kembung/mencret/masuk angin :
* Tidak bisa/malas berdiri. Kalaupun berdiri biasanya membungkuk, sama seperti
manusia yg sedang mules/masuk angina.
* Karena menahan sakit, biasanya kaki depanya diselonjorkan kedepan terus agar kaki
kelinci tsb tidak menyentuh bagian perutnya yg sedang sakit. Hal inilah yg
menyebabkan kelinci tersebut enggan dan sulit untuk berdiri.
* Mata sayu.
* Kelinci jd kurang aktif.
* Gigi "gemeretek"/bergesek2kan sehingga menimbulkan bunyi. Hal ini karena kelinci
sedang menahan sakit.
* Kelinci haus terus.
* Kotoran kelinci tidak padat/seperti gell.

• Penyebab mulesnya si kelinci ada banyak, tidak hanya satu.penyebab utamanya adalah
:
* Tidak seimbangnya antara serat, protein, lemak dan gizi lainya pada pakan kelinci.
* Kotornya lingkungan kandang, sehingga bakteri masuk ke dalam tubuh kelinci
melalui udara/makanan
* Angin malam.
* Cuaca yg kurang baik
* Berganti2 makanan secara drastis.
• penyebab mencretnya kelinci juga bisa diliat dari kotoran/feses kelinci
* Kotoran berwarna ijo, dan seperti jelly : Terlalu banyak serat/sayuran hijau yg tidak
diimbangi dengan lemak, protein, dll(serat > 22%). Pengobatanya kelinci diberi hay
(sayur yg sudah dilayukan)
* Kotoran berwarna gelap, encer : Ada dua kemungkinan, kemungkinan pertama
warna gelap berasal dari darah. Pengobatanya harus dengan antibiotik. Kemungkinan
kedua karena terserang bakteri seperti E.colli. Biasanya kelinci hanya bisa bertahan 1-
3hari saja. Penangananya harus cepat dengan memberikan antibiotik yg dapat dibeli di
dokter hewan.

Ada tips dari peternak, biasanya kalau kelinci ketahuan mencret, melepaskanya di kandang
dan menjemurnya di pagi hari. Selain itu juga bisa dicoba diberi penyegar cap kaki 3 atau
flagyl.

nb :
Hay itu adalah sayuran yg dilayukan. Kelinci kurang baik jika diberi pakan sayuran segar
karena pada sayuran yg masih segar kandungan getah dan cairan lainya masih tinggi. Oleh
karena itu sayuran harus dijemur dulu hingga layu. Sayuran yg telah layu itu disebut hay
Jika cuaca sedang terik cukup dijemur 1 hari saja. Namun jika sedang musim hujan seperti ini
terkadang bisa mencapai 2-3 hari. Sayuran telah menjadi hay jika sudah layu dan kering.
Perbedaan utama hay dengan sayuran segar adalah, hay tidak akan mengeluarkan cairan
ataupun getah jika ditumbuk tidak seperti halnya sayuran segar

7
Kandang Kelinci
Berbagai macam kandang kelinci yang telah kami dapatkan dari berbagai milis dan web.

dalam dan luar negri,semoga bi sa menjadi bahan referensi yg baik.

bahan :
seng,kawat.kayu,triplek,plastik tebal

kandang untuk yg hoby kelinci,untuk 4 ekor kelinci

Menentukan Jenis Kelamin Kelinci


Menentukan jenis kelamin kelinci adalah sangat penting terutama untuk para pemula yang
baru saja memiliki kelinci dalam bentuk pasangan, pada saat kelinci masih kecil (Belum masa
kawin) hal ini tentunya tidak menjadi masalah. Lain halnya jika kelinci anda mulai memasuki
masa pubertas (di usia kira-kira 140 hari), kelinci tersebut bisa saling menciderai.

Untuk itu, agar bisa dideteksi lebih dini, ikuti langkah-langkah seperti dibawah ini :

1. Yang pertama-tama adalah membaringkan si Kelinci pada lengan kiri Anda. Yang paling
penting adalah bahwa kelinci tersebut merasa nyaman dan tidak berontak. Lihat gambar

Posisi kepala ada pada telapak tangan

Ini adalah merupakan salah satu contoh membaringkan


si Kelinci.

karena ada 2 cara lain yang bisa dilakukan, yakni


dengan posisi mendekati siku :

8
Posisi kepala pada siku

ataupun membaringkan si Kelinci pada pangkuan anda diantara 2 paha dengan kepala diapit
oleh lutut dengan lembut. Fokus utamanya adalah bahwa Anda bisa melihat lubang sekresi
kelinci tersebut.

2. Kemudian perhatikan bagian bawah kelinci yang berada di antara kedua kakinya dan
bentangkan sedikit/tarik ekor dengan tangan kanan sampai anda bisa melihat 2 lubang
sekresinya dengan dibantu sedikit tekanan pada bagian perut dengan tangan kiri.

9
Anda bisa lihat bahwa ada dua lubang sekresi. Satu lubang yang mendekati ekor adalah
merupakan lubang anus (tempat pembuangan kotoran) dan lubang yang mendekati perut
itulah yang merupakan alat kelaminnya yang akan di-check.

Bagaimana caranya?, Untuk kelinci laki-laki yang sudah berukuran dewasa mungkin sangat
mudah karena seperti gambar diatas (gbr: Kepala pada siku) bahwa secara kasat mata kita
telah bisa melihat testisnya (Maaf..kantung pelir) yang mengapit alat kelaminnya, tapi
bagaimana dengan kelinci yang tidak kelihatan testisnya?

mari kita lanjutkan.

Dengan memberikan sedikit tekanan lebih pada kulit penis, maka batang penis akan terbuka
dan menonjol. Saya yakin dengan melihat gambar diatas ini, para pembaca langsung bisa
mengetahui dan menerka bahwa alamat kelamin tersebut adalah kelamin JANTAN dan itu
adalah benar.

Nah kalau gambar yang dibawah ini?

10
BETINA?….. No no no no… ini juga kelamin dari kelinci jantan. Hal inilah yang kadang-
kadang menyulitkan. Harap diperhatikan baik-baik, bahwa lingkaran lubang kelamin itu akan
menyatu pada satu titik dimana pada titik tersebut memiliki bentuk yang lebih panjang. Hal ini
yang akan membedakan dengan kelamin betina yang akan kita lihat seperti gambar dibawah.

11
Nah dari gambar ini bisa dilihat dengan jelas perbedaan dengan alat kelamin jantan bahwa
pada daerah lingkarannya tidak ditemukan satu titik pertemuan, jadi memang membentuk
lingkaran murni dan inilah yang dimaksud dengan Kelamin BETINA.

Pengembangbiakan Kelinci
Kelinci betina jenis kecil normalnya siap untuk dikawinkan pada umur 5 bulan, dan kelinci
jantan siap pada umur 6 bulan. Kelinci betina jenis sedang ketika umur 6 bulan, dan jantan
pada umur 7 bulan. Kelinci jenis besar
betina pada umur 8 bulan, dan jantan
pada umur 9 bulan.

Kamu bisa menyiapkan rasion 1 jantan


terhadap 10 betina jika kamu mau. Jantan
secara efektif dapat membuahi sampai 7
kali seminggu, kamu dapat juga
menggunakan si jantan untuk kimpoi dua
kali sehari. Yang paling baik adalah 2
kali seminggu.

Perhatikan hal-hal berikut dalam


pengembangbiakan kelinci:
• Hanya kawinkan kelinci satu jenis. Dengan kualitas kontes, kelinci berdarah
campuran tidak akan dapat dijual sampai 4 generasi kedepan.
• Hanya tempatkan 1 kelinci pada tiap kandang, ketika umur kelinci 3 bulan atau lebih.
Kelinci lebih cepat dewasa ketika sendiri, tidak berkelahri, dan tidak dikawinkan,
sehingga mengurangi resiko hasil yang tidak diharapkan.

• Sebelum proses pengawinan, periksa lantai kandang jantan dan betina untuk melihat
tanda2 diare. Jangan kimpoikan kelinci pada kondisi diare, hingga sembuh benar. Lihat
juga alat kelamin kedua kelinci untuk melihat tanda 2 infeksi dan penyakit (misal:
kemerahan yang parah, bekas gigitan, luka, dsb)
• Ketika siap, bawa betina ke kandang jantan, jangan sebaliknya. Karena si jantan akan
kurang minat untuk kimpoi. Ia akan sibuk mencium-cium seputar kandang.
12
• Ada dua pilihan, pertama membiarkan mereka satu kandang se
kedua adalah membiarkan si betina pada kandang jantan 1 hingg
proses kawin. Ini akan meningkatkan kemungkinan hamil dan da
anak.
• Catat tanggal mereka kawin, kamu dapat melakukan test keham
dan ke 14 setelah mereka melakukan perkimpoian. Cara untuk m
adalah meraba perut bagian bawah dengan jempol dan jari telun
merasakan adanya janin berukuran kelereng atau anggur
• Tempatkan kotak tempat kelahrian pada hari ke 29 dan pada h
akan melahirkan.

Jangan pernah mengawinkan antara kakak dan adik. Kombinasi ya


mungkin: ayah dan anak, ibu dan anak, sepupu, dsb.

Hindari mengembangbiakan kelinci yang memiliki kelainan gene


serigala, atau kornea berawan (mata bulan), atau kepala yang tid
proporsional(kecuali pada dwarft, dimana sekitar 25% terlahir d
yang cacat)
Mengevaluasi siklus reproduksi kelinci.

Seekor kelinci secara normal dapat dikawinkan pada usia 6 bulan


sampai sedang dan 8 sampai 9 bulan untuk ukuran besar. Masa k
hari. Setelah anaknya dipisahkan, lebih baik dikawinkan lagi pad
memisahkan anak-anka kelinci pada usia 5 – 7 minggu. Siklus ini
betina mencapai 4 tahun atau hasil produksinya tidak memuaska

Pada periode Oktober hingga Desember, banyak kelinci yang me


hamil. Akan membantu juga jika kandang kelinci mendapatkan c
Juga jika suhu udara terlalu panas, jumlah sperma si jantan akan
tingkat perkimpoian akan menurun. Beberapa orang menyimpan
pada ruangan ber-AC untuk tetap menjaga tingkat perkimpoian

Standar minimum bagi betina untuk berreproduksi per tahun ad


Dwarf: 8
Kelinci kecil: 14
Kelinci sedang: 16
Kelinci pedaging: 20
Kelinci Besar: 16

PENGEMBANGAN TERNAK KELINCI


BUDIDAYA TERNAK KELINCI

1. SEJARAH SINGKAT

Ternak ini semula hewan liar yang sulit dijinakkan.


Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan
tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan
percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki
ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi

13
tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir seluruh dunia. Kelinci
dikembangkan di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran kelinci
juga menimbulkan sebutan yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci,
Jawa disebut
trewelu dan sebagainya.

2. SENTRA PETERNAKAN KELINCI

Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu dan belum menjadi sentra produksi/dengan kata
lain pemeliharaan masih tradisional.

3. JENIS

Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci


diklasifikasikan sebagai berikut :
Ordo : Lagomorpha
Famili : Leporidae
Sub famili : Leporine
Genus : Lepus, Orictolagus
Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.
Jenis yang umum diternakkan adalah American
Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch,
English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New
Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci
lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang
telah bercampur dengan jenis lain hingga sulit dikenali
lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat
baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik
untuk bulu.

4. MANFAAT

Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku
keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan
pakan ternak.

5. PERSYARATAN LOKASI

Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, bau-bauan, suara bising
dan terlindung dari predator.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai,
pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan.

1. Penyiapan Sarana dan Perlengkapan


Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21° C, sirkulasi
udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator.
14
Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk
induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk
pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari
perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang
berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan.
Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.
Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:
1. Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam
ruangan dan cocok untuk kelinci muda.
2. Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
3. Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor
dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat),
Pyramidal Battery (susun piramid).
Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang
tahan pecah dan mudah dibersihkan.
2. Pembibitan
Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk
tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak
yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish
Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara.
1. Pemilihan bibit dan calon induk
Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot
badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu
jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang
baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak
mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam,
lincah/aktif bergerak.
2. Perawatan Bibit dan calon induk
Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu
perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup,
pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari
gangguan luar.
3. Sistem Pemuliabiakan
Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang
spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:
1. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan
sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
2. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih
baik/menambah sifat-sifat unggul.
3. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat
bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang
merupakan
perpaduan 2 keunggulan bibit.
4. Reproduksi dan Perkawinan
Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan
(betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak
tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan
betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore
hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah
15
itu pejantan dipisahkan.
5. Proses Kelahiran
Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari.
Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina
12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi
kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang
beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara
merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan
kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang
dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.
3. Pemeliharaan
1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit.
Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan
terserang penyakit kulit.
2. Pengontrolan Penyakit
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan
turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera
dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah
wabah penyakit.
3. Perawatan Ternak
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan
ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan
pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk
mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat
menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan
membuang testisnya.
4. Pemberian Pakan
Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput
gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun
kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi,
kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan
ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan
ternak. Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci
diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput
sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih
banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi
kebutuhan cairan tubuhnya.
5. Pemeliharaan Kandang
Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci
setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar
matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit.
Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit
dibersihkan dengan kreolin/lysol.

7. HAMA DAN PENYAKIT

1. Bisul
Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.
Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.
16
2. Kudis
Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh.
Pengendalian: dengan antibiotik salep.
3. Eksim
Penyebab: kotoran yang menempel di kulit.
Pengendalian: menggunakan salep/bedak Salicyl.
4. Penyakit telinga
Penyebab: kutu.
Pengendalian: meneteskan minyak nabati.
5. Penyakit kulit kepala
Penyebab: jamur.
Gejala: timbul semacam sisik pada kepala.
Pengendalian: dengan bubuk belerang.
6. Penyakit mata
Penyebab: bakteri dan debu.
Gejala: mata basah dan berair terus.
Pengendalian: dengan salep mata.
7. Mastitis
Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar.
Gejala: puting mengeras dan panas bila dipegang.
Pengendalian: dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak.
8. Pilek
Penyebab: virus.
Gejala: hidung berair terus.
Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung.
9. Radang paru-paru
Penyebab: bakteri Pasteurella multocida.
Gejala: napas sesak, mata dan telinga kebiruan.
Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.
10. Berak darah
Penyebab: protozoa Eimeira.
Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah.
Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.
11. Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing. Pada
umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan menjaga
kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan
penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.

8. PANEN

1. Hasil Utama
Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu
2. Hasil Tambahan
Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk
3. Penangkapan
Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang benar agar
kelinci tidak kesakitan.

9. PASCAPANEN

17
1. Stoving
Kelinci dipuasakan 6-10 jam sebelum potong untuk mengosongkan usus. Pemberian
minum tetap .
2. Pemotongan
Pemotongan dapat dengan 3 cara:
1. Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepala
dan saat koma disembelih.
2. Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan tarikan pada tulang leher. Cara ini
kurang baik.
3. Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain.
3. Pengulitan
Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan posisi kelinci digantung.
4. Pengeluaran Jeroan
Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung dan paru-
paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai pecah
karena dapat mempengaruhi kualitas karkas.
5. Pemotongan Karkas
Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong
bagian dada dan 2 potong bagian belakang. Presentase karkas yang baik 49-52%.

DAFTAR PUSTAKA

1. Anonymous, 1986, Pemeliharaan Kelinci dan Burung Puyuh, Yasaguna, Jakarta.


2. Kartadisastra. HR, 1995, Beternak Kelinci Unggul, Kanisius, Yogyakarta.
3. Sarwono. B, 1985, Beternak Kelinci Unggul, Penebar Swadaya, Jakarta.
4. Yunus. M dan Minarti. S, 1990, Aneka Ternak, Universitas Brawijaya, Malang

18