Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

“KEPUTIHAN PADA REMAJA”


DI BANJAR SAMUAN KANGIN DESA CARANGSARI KECAMATAN
PETANG, KABUPATEN BADUNG

Oleh:
Ni Kadek Mita Widiari
P07124218004

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I.


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEBIDANAN PRODI SARJANA TERAPAN
KEBIDANAN
2021
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
KEPUTIHAN PADA REMAJA

Pokok Bahasan  : Fluor Albus ( Keputihan )


Sub pokok bahasan           : Gejala dan Penyebab Keputihan
Sasaran                         : Remaja usia 11-18 tahun di Banjar Samuan
Kangin, Desa Carangsari, Kecamatan Petang,
Kabupaten Badung
Waktu                               : 30 menit
Tempat                              : di Balai Banjar Samuan Kangin, Desa
Carangsari, Petang
Hari dan Tanggal : Kamis, 14 Oktober 2021
Penyuluhan : Ni Kadek Mita Widiari

1. TUJUAN INSTRUKSIONAL (TIU)


Agar masyarakat mengetahui lebih luas tentang keputihan
2. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit di harapkan masyarakat dapat
mengerti tentang:
a. Memahami tentang pengertian keputihan
b. Jenis jenis keputihan
c. Dapat mengenal gejala keputihan
d. Dapat mengerti kecurigaan terhadap gejala keputihan
e. Memahami akibat keputihan
f. Memahami cara mencegah keputihan
3. MATERI PENYULUHAN
a. Pengertian keputihan
b. Klasifikasi keputihan
c. Gejala-gejala keputihan
d. Penyebab keputihan
e. Akibat dari keputihan
f. Cara mengatasi keputihan
4. KEGIATAN PENYULUHAN
No Tahapan / proses Kegiatan penyuluhan Waktu

1.    Pembukaan : a. Mengucapkan salam 5 menit


b. Memperkenalkan diri
c. Menyampaikan tujuan
d. Menjelaskan persetujuan waktu
dan strategi penyuluhan
e. Merangsang sasaran untuk
memulai belajar
2. Pelaksanaan: a. Menjelaskan materi yang terkait 10 menit
pengertian keputihan, klasifikasi
keputihan , gejala keputihan,
penyebab keputihan, serta akibat
dari keputihan
b. Memberikan penjelasan ulang
c. Memotivasi peserta untuk
bertanya
d. Menyimpulkan jawaban
3. Penutup: a. Memberi kesempatan pada 10 menit
remaja unutk bertanya,
memberikan pertanyaan, serta
menjawab pertanyaan
b. Menyimpulkan materi 3 menit
penyuluhan
c. Menutup kegiatan penyuluhan 2 menit
dengan memberi salam
5. METODA
a. Ceramah
b. Tanya jawab
6. MEDIA DAN SUMBER
a. Alat : laptop
b. Sarana : LCD dan proyektor
c. Sumber :
1) Idhawati, C. 2011. Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Ny. K
Dengan Leukore Candidiasis Vulvovaginalis Di Ruang KIA Puskesmas
Sawit I. Akbid Mamba’ul Ulum Surakarta.
2) Indah Arthanasia. 2011. Perawatan Gangguan Bermacam-macam
Keputihan Pada Organ Reproduksi Wanita
3) Manuaba, 2001. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan. Jakarta: EGC
4) Manuaba, IBG. 2008. Gawat Darurat Obstetric-Ginekologi Dan Obstetric-
Ginekologi Sosial Untuk Profesi Bidan. Jakarta: EGC. Hlm: 296-299
7. PENGORGANISASIAN
a. Pengaturan tempat penyuluhan

1 Keterangan: 1 = penyuluh
2 = peserta
2 2 2

b. Proses
1) Menginformasikan kepada peserta
2) Kehadiran peserta dikategorikan
a. Baik : hadir 70%-100%
b. Cukup baik : hadir 40%-60%
c. Kurang : hadir 0-30%
3) Pada waktu penyuluhan berlangsung kira-kira menit, keaktifan peserta
dimulai dengan kategori :
a. Aktif : semua pertanyaan ditanggapi oleh sasaran dan sasaran aktif
mengajukan pertanyaan
b. Cukup aktif : beberapa pertanyaan dapat dijawab sasaran , sasaran
mengajukan pertanyaan
c. Kurang aktif :tidak ada pertanyaan ataupun tanggapan dari sasaran
8. EVALUASI
a. Prosedur :Post test lisan
b. Bentuk soal :essay
c. Jumlah :3 Essay
1) Apa pengertian dari keputihan ?
2) Sebutkan  penyebab dari keputihan  minimal 5!
3) Apa saja gejala-gejala dari keputihan ?
Jawaban :
1) Keputihan adalah cairan atau sekret kental yang keluar dari vagina.
2) Penyebab keputihan diantaranya yaitu:
a. Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis
b. Membilas vagina dari arah yang salah. Yaitu dari arah anus ke arah
depan vagina
c. Kurang menjaga kebersihan vagina
d. Kelelahan yang amat sangat
e. Stress
3) Gejala- gejala dari keputihan seperti Keluarnya cairan berwarna putih
kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina dan pada penderita
tertentu dapat disertai rasa gatal.

Mengetahui
Pembimbing Institusi Pelaksana Penyuluhan

I Komang Lindayani, SKM., M.Keb Ni Kadek Mita Widiari


NIP. 198007122002122001 P07124218004

Lampiran 1
FLUOR ALBUS (KEPUTIHAN)

a. Definisi
Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada
wanita. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan
rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering
menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit.
Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing,
sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.
Keputihan (Fluor Albus) atau keputihan adalah pengeluaran cairan dari jalan lahir
yang bukan darah. Fluor albus atau keputihan adalah nama gejala yang diberikan
pada cairan yang keluar dari saluran genetalia wanita, yang tidak berubah. Fluor
albus  atau keputihan adalah sekret putih yang kental keluar dari vagina maupun
rongga uterus (Kamus Kedokteran).

b. Klasifikasi Keputihan

Keputihan terbagi menjadi dua yaitu :


a) Keputihan fisiologis
Keputihan fisiologis terjadi mendekati ovulasi (karena rangsangan
seksual), menjelang dan sesudah menstruasi atau pengaruh hormone
pada kehamilan. Terdiri dari cairan yang kadang-kadang berupa mucus yang
mengantongi banyak epitel dengan leukosit yang jarang. Ciri-cirinya adalah:
berwarna putih dan menjadi kekuningan bila kontak dengan udara
karena prosesokside; tidak gatal; tidak mewarnai pakaian dalam dan tidak
berbau.
b) Keputihan  patologis
Keputihan patologis terjadi karena infeksi vaginal, infeksi trikomonas
vaginalis, infeksi jamur candida albicans, keganasan reproduksi ataupun
adanya benda asing dalam jalan lahir. Terdapat banyak leukosit. Ciri-ciri
adalah: terjadi peningkatan volume (membasahi celana dalam) terdapat bau
yang khas perubahan konsistensi dan warna penyebab infeksi Trikomoniasis,
Kandidiasis dan Vaginosis bacterial.
c. Gejala – Gejala dari Keputihan
a) Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari
saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang
berbusa. Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau
sesudah haid pada wanita tertentu.
b) Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya. Biasanya
keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga
dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan
tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim,
walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin
luar.
c) Gadis muda kadang-kadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum
masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.
d) Rasa seperti terbakar di vagina terutama saat berhubungan seksual atau
berkemih.
e) Kemerahan dan bengkak di vulva dan nyeri di vagina
d. Penyebab dari Keputihan
a) Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis
1) Tidak mengganti panty liner
2) Membilas vagina dari arah yang salah. Yaitu dari arah anus ke arah
depan vagina
3) Sering bertukar celana dalam/handuk dengan orang lain
4) Kurang menjaga kebersihan vagina
5) Kelelahan yang amat sangat
6) Stress
7) Tidak segera mengganti pembalut saat menstruasi
8) Memakai sembarang sabun untuk membasuh vagina
9) Tidak mejalani pola hidup sehat (makan tidak teratur, tidak pernah olah
raga, tidur kurang)
10) Tinggal di daerah tropis yang lembap
11) Lingkungan sanitasi yang kotor.
12) Sering berganti pasangan dalam berhubungan sex
13) Hormon yang tidak seimbang
14) Sering menggaruk vagina.
b) Sedangkan dengan memperhatikan cairan yang keluar, kadang-kadang dapat
diketahui penyebab keputihan.
1) Infeksi kencing nanah, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah
dan berwarna kuning kehijauan.
2) Parasit Trichomonas Vaginalis menghasilkan banyak cairan, berupa
cairan encer berwarna kuning kelabu.
3) Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.
e. Akibat dari Keputihan
Keputihan yang berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama bisa
mengakibatkan kemandulan.
f. Penatalaksanaan dan Cara Mencegah Keputihan 
a) Penatalaksaan keputihan
Penatalaksanaan leukorea atau keputihan tergantung dari penyebab infeksi
seperti jamur, bakteri atau parasit. Umumnya diberikan obat-obatan untuk
mengatasi keluhan dan menghentikan proses infeksi sesuai dengan
penyebabnya. Obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi keputihan
biasanya berasal dari golongan flukonazol untuk mengatasi infeksi candida dan
golongan metronidazol untuk mengatasi infeksi bakteri dan parasit.
b) Keputihan dapat dicegah dengan cara sebagai berikut:
1) Menjaga alat kelamin tetap bersih dan kering.
2) Menghindari pakaian ketat.
3) Sering mengganti pembalut saat datang haid.
4) Menghindari douche (mencuci/membilas) vagina dengan larutan
antiseptik.
5) Mencuci alat kelamin bagian luar dengan air bersih.
6) Menjaga kebersihan daerah alat kelamin.
7) Membilas alat kelamin dengan cara yang benar.
8) Jangan suka tukar-tukaran celana dalam menggunakan celana
dalam bersama dengan teman wanita lainnya.
9) Jangan menggunakan handuk bersamaan ( suka tukar-tukaran
handuk ).
10) Lebih berhati – hati dalam menggunakan sarana toilet umum.
11) Jalani Pola hidup sehat, cukup tidur, olah raga teratur, makan
makanan dengan gizi yang seimbang.
12) Hindari gonta ganti pasangan dalam berhubungan.
13) Bagi wanita yang sudah melakukan hubungan suami isteri, setiap
tahun harus melakukan papsmear untuk mendeteksi perangai sel-
sel yang ada di mulut dan leher rahim
DOKUMENTASI