Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS KESUGIHAN I
JalanSerayu Raya No.16 Telp. ( 0282 ) 695136
E-Mail : puskesmaskesugihan1@yahoo.co.id
KESUGIHAN
Kode Pos 53274

KERANGKA ACUAN PELACAKAN KEMATIAN IBU DAN BAYI

DI WILAYAH UPT PUSKESMAS KESUGIHAN I


TAHUN 2017

A. PENDAHULUAN

Angka Kematian Ibu (AKI) juga menjadi salah satu indicator penting
dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang
meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan
atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil)
selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah
melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan per 100.000 kelahiran
hidup. AKI juga dapat digunakan dalam pemantauan kematian terkait dengan
kehamilan. Indikator ini dipengaruhi status kesehatan secara umum,
pendidikan dan pelayanan selama kehamilan dan melahirkan. Sensitivitas
AKI terhadap perbaikan pelayanan kesehatan menjadikannya indicator
keberhasilan pembangunan sector kesehatan.
Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah penduduk yang meninggal
sebelum mencapai usia 1 tahun yang dinyatakan dalam 1.000 kelahiran
hidup pada tahun yang sama. Usia bayi merupakan kondisi yang rentan baik
terhadap kesakitan maupun kematian.
Angka Kematian Neonatal (AKN) adalah jumlah penduduk yang
meninggal satu bulan pertama setelah kelahiran (0-28 hari) yang dinyatakan
dalam 1.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama.

B. LATAR BELAKANG

Kematian bayi adalah kematian anak kurang dari satu tahun. Kematian bayi
diukur sebagai tingkat kematian bayi, yang merupakan jumlah kematian anak di bawah
satu tahun per 1000 kelahiran
Penyebab utama dari kematian bayi adalah asfiksia kelahiran, pneumonia,
komplikasi kelahiran infeksi neonatal, diare, malaria, campak dan malagizi. Beberapa
faktor berkontribusi pada kematian bayi seperti tingkat pendidikan ibu, kondisi
lingkungan, dan infrastruktur politik dan pengobatan.
Kematian Ibu adalah kematian wanita dalam masa kehamilan,persalinan dan
dalam masa 42 hari (6 minggu) setelah berakhirnya kehamilan tanpa memandang usia
kehamilan maupun tempat melekatnya janin, oleh sebab apapun yang berkaitan
dengan atau diperberat oleh kehamilan atau peengelolanya, bukan akibat kecelakaan.
AKI dan AKB berguna untuk menggambarkan tingkat kesadaran perilaku hidup
ehat, status gizi dan kesehatan ibu, kondisi lingkungan, tingkat pelayanan kesehatan
terutama untuk ibu hamil, melahirkan dan nifas.
Untuk menentukan sebab dan faktor terkait dalam kesakitan dan kematian ibu
dan perinatal, memastikan dimana dan mengapa berbagai sistem dan program gagal
dalam mencegah kematian, menerapkan pembahasan analitik mengenai kasus
kebidanan dan perinatal, menentukan intervensi dan pembinaan yang merupakan
tujuan dari AMP dapat terwujud maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah
melakukan pelacakan kematian ibu dan bayi.

C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu pelayanan KIA di seluruh wilayah kabupaten/kota dalam rangka
mempercepat penurunan angka kematian ibu dan perinatal.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk megetahui Kematian Ibu dan Bayi yang ditemukan secara tepat dan
akurat
b. Untuk mengetahui penyebab kejadian Kematian Ibu dan Bayi & faktor resiko
c. Menentukan rencana tindak lanjut jenis penanganan secara cepat, tepat dan
efisien apabila terjadi kasus Kematian yang sama

D. Tata Nilai
Tata Nilai dalam pelaksanaan kegiatan adalah SATU

1. S : Solid
2. A : Aman
3. T : Tanggap
4. U : Unggul

E. Tata Hubungan Kerja Lintas Sektor Dan Lintas Program

1. Lintas Sektor
No Lintas Sektor Peran

1. PKK Sebagai penggerak kader


2. Desa Sebagai penggerak masyarakat

2. Lintas Program
No Lintas Program Peran

1. P2P Memberikan vaksinasi, surveilen


2. KIA Memantau Kesehatan Ibu Hamil dan bayi

F. Cara Melaksanakan Kegiatan

1. Menyampaikan informasi kepada Ka. puskesmas terkait mengenai upaya


peningkatan kualitas pelayanan KIA melalui kegiatan AMP
2. Melakukan pencatatan atas kasus kesakitan dan kematian ibu serta perinatal dan
penanganan atau rujukan nya ,untuk kemudian dilaporkan kedinas kesehatan
kabupaten kota
3. Melakukan pelacakan sebab kematian ibu/perinatal (otopsi verbal ) selambat-
lambatnya 7 hari setelah menerima laporan. Informasi ini harus dilaporkan ke
dinas kesehatan kabupaten/kota selambat-lambatnya dalam waktu 1 bulan .
temuan otopsi verbal dibicarakan dalam pertemuan audit dikabupaten /kota .
4. Mengikuti/melaksanakan kegiatan peningkatan kualitas pelayanan KIA, sebagai
tindak lanjut dari kegiatan audit

G. Sasaran
1. Keluarga yang mengalami Kematian Ibu
2. Keluarga yang mengalami Kematian Bayi

H. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan


1. Jadwal Kegiatan : Jan – Des 2017 jika terjadi Kematian Ibu atau Bayi
2. Petugas : 2 orang

I. OUTPUT
Terlacaknya , terpantaunya , terolahnya dan ter-analisanya Kematian Ibu dan
Bayi yang ditemukan dan mendapat intervensi di 9 desa wilayah UPT Puskesmas
kesugihan I.

J. INDIKATOR KEBERHASILAN
1. 100 % kasus Kematian Ibu dan Bayi yang ditemukan terlacak dan teridentifikasi
serta terlaporkan secara akurat.
2. Penekanan AKI dan AKB sampai dengan 50%
K. BIAYA DAN SPJ

1. Bantuan transport petugas (Rp 5.850.000,-) dengan rincian sbb :


2 org x 9 desa x 5 kl X Rp 65.000,- = Rp 5.850.000
2. SPJ : kwitansi, surat tugas, tanda terima, laporan hasil pelacakan dengan format
pelacakan dan disertai dengan Rencana tindak lanjut puskesmas jika terjadi kasus
yang sama. contoh terlampir

L. PELAPORAN & EVALUASI

Hasil kegiatan dilaporkan sesuai format terlampir sebagai pendukung yang bisa
dipertanggungjawabkan, dan diinterprestasikan /analisa, dievaluasi, RTL dan
ditindaklanjuti sebagai rangkaian proses PDCA (Plan,Duck,Chek ,Action)

Mengetahui
Plt Kepala UPT Puskesmas
Kesugihan I

H. EDY NUGROHO BASUKI, SKM


NIP. 19681003 199203 1 005