Anda di halaman 1dari 8

PENERAPAN BARANG JADI GARMEN PADA KEHIDUPAN

Oleh
Muthia Rochmatunisya (17030052)

ABSTRAK

Industri tekstil dan produk  tekstil merupakan salah satu industri


yang di utamakan untuk dikembangkan karena memiliki peran
yang sangat besar dalam perekonomian nasional yaitu sebagai
penyumbang devisa negara, menyerap tenaga kerja dalam jumlah
cukup besar, dan sebagai industri  yang diandalkan  untuk
memenuhi  kebutuhan  sandang nasional. Industri adalah kegiatan
ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang
setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang benilai tinggi
dalam penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan
perekayasaan industri. Industri garment adalah industri yang
memproduksi pakaian jadi dan perlengkapan pakaian. Yang
dimaksud dengan  pakaian jadi adalah segala macam pakaian dari
bahan tekstil untuk laki-laki, wanita, anak-anak dan bayi. Bahan
bakunya adalah kain tenun atau kain rajutan dan produk yang
dihasilkannya antara lain berupa kemeja, dress, rok, kaus, polo
shirt, pakaian dalam dan lain-lain.

PENDAHULUAN

Barang jadi garmen dalam keadaan sekarang sangat dibutuhkan karena barang
yang dihasilkan merupakan pakaian jadi yaitu segala pakaian yang terbuat dari bahan
tekstil. Dimana pakaian merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat.
Barang jadi garmen tidak hanya berupa pakaian melainkan barang – barang lainnya
sepert jok motor atau mobil dan lain – lain. Macam – macam barang jadi garmen ini
disebut barang tekstil karena semua bahan berasal dar tekstil. Salah satu bahan tekstil
yang populer adalah kain yaitu bahan untuk membuat berbagai macam jenis pakaian.
Tetapi produk yang dihasilkan dari industri garmen kurang berkembang karena
belum bisa menghasilkan produk yang lebih banyak. Dalam proses pengembangan
barang garmen perlu adanya antusias masyarakat terhadap industri garmen untuk
mengembangkan hasilnya. Dengan cara masyarakat ikut berperan dalam pengelolaan
garmen serta ikut melestarikan bahan tekstil sehingga menjadi suatu barang jadi garmen
yang berkembang. Industri tekstil tidak berkembang karena kurangnya tenaga kerja di
dunia pertekstilan.
Kurangnya pemahaman masyarakat tentang industri tekstil sehingga masyarakat
kurang antusias dalam pengem bangan dunia tekstil. Dalam keadaan sekarang
masyarakat tidak antusias terhadap lapangan kerja mengenai garmen padahal sangat
dibutuhkan. Dan hal ni yang membuat industri tekstil belum bisa berkembang pesat
karena kurangnya daya tarik masyarakat terhadap industri tekstil. Sedangkan dalam
industri tekstil peran masyarakat sangat penting untuk perkembangan tekstil.
Apabila masyarakat paham tentang apa yang dihasilkan dari industri tekstil
terutama mengenai istilah garmen yang bersangkutan dengan kebutuhan masyaratkat
seperti pakaian dan barang sekunder. Tetapi karena masyarakat kurang paham mengenai
garmen maka garmen tidak diketahui oleh masyarakat jaman sekarang. Bahkan masih ada
masyarakat yang mempertanyakan apa itu garmen dan apa yang dihasilkan dari suatu
industri garmen tersebut. Oleh karena itu sumber daya manusia sangat berpengaruh untuk
meningkatkan dan mengembangkan industri garmen.
Produk garmen yang paling dbutuhkan adalah pakaian jadi, dimana barang ini
menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Tetapi dalam hal ini tidak semua masyarakat
mengetahui bahwa pakaian merupakan salah satu hasil dari garmen yaitu industri tekstil.
Barang jadi garmen akan terus dibutuhkan sampai kapan pun. Maka perlu dikembangkan
lagi industri garmen agar masyarakat dapat ikut serta dalam dunia garmen.
Untuk menambah wawasan mengenai industri garmen perlu adanya antusias
masayarakat dalam memproduksi barang jadi garmen. Lebih dikenalkan lagi mengenai
garmen kepada masyarakat dengan melalu cara sosialisasi atau penyuluhan ke berbagai
daerah untuk memperkenalkan garmen. Yang dihasilkan tidak hanya pakaian melainkan
barang lainnya yang dibutuhkan di kehidupan.
Barang jadi garmen terus dikelola agar dapat terus dijadikan suatu pakaian jadi
yang dapat dibuat dari kain tenun. Barang jadi garmen dikelola bukan hanya untuk
dijadikan pakaian jadi saja. Tetapi harus menghasilkan barang jadi lainnya. Cara ini dapat
dicapai dengan mengelola secara baik sehingga dapat menghasilkan hasil yang baik.
Barang jadi garmen semakin dikembangkan dalam kehidupan sehari – hari. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara mengenalkan hasil industri garmen yang sudah dihasilkan. Barang
jadi garmen dapat sangat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari – hari karena merupakan
salah satu bahan pokok. Dan dalam kehidupan sehari – hari barang jadi garmen yang
telah dihasilkan dapat dikembangkan kembali.
Dalam menerapkan barang jadi garmen pada kehidupan dapat diterapkan dengan
cara pengaplikasian barang garmen secara langsung kepada masyarakat. Dan salah satu
pengaplikasian yang dapat dijadikan contoh adalah pakaian yang menjadi hal pokok bagi
masyarakat karena merupakan salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat. Dan dalam
kondisi ini pakaian merupakan hasil ndustri garmen yang sangat dibutuhkan.
Dalam mengembangkan barang jadi garmen perlu mengumpulkan ide – ide
kreatif. Dan pengembangan ini dapat dilakukan dengan mengnovasi barang jadi garmen
yang telah ada sebelumnya. Mengembangkan suatu barang tidak mudah karena tidak
hanya sekedar barang tersebut menjadi berkembang tetapi harus mempertimbangkan
kegunaannya agar dapat dimanfaatkan secara benar. Ide – ide yang sudah tersusun harus
segera dterapkan pada barang jad garmen sehngga dapat diproses dengan cepat.
Pengembangan barang jadi garmen melalui kreativitas. Semakin kreatif
dikembangkan maka barang jadi garmen akan semakin dibutuhkan dan dcari oleh
masyarakat karena rasa keingintahuan terhadap hasil yang diperoleh. Dan dalam industri
garmen harus sangat kreatif dalam memanfaatkan bahan garmen seefisien mungkin
karena itu merupakan kunci dari suatu industri garmen.
Untuk dapat melakukan pengembangan garmen dari mengingkatkan kualitas
garmen dengan baik perlu pemahaman yang luas terhadap garmen. Karena yang
berdistribusi di industri garmen tidak bisa sembarang orang perlu pemahan yang luas. Hal
ini ditujukan agar dapat menghasilkan hasl yang maksimal tanpa adnya kekeliruan. Dan
dengan hal ini suatu industri garmen akan semakin berkembang dan penerapan terhadap
kehidupan semakin bermanfaat.

Adapun rumusan masalah dari makalah, diantaranya :


1. Bagaimana perkembangan mengenai garmen dalam industri tekstil?, 2. Bagaimana
pandangan masyarakat terhadap industri garmen?, 3. Bagaimana penerapan barang jadi
garmen pada kehidupan?, 4. Bagaiamana dampak dari adanya industri garmen?
Adapun tujuan dari makalah, diantaranya :
1. Untuk menilai perkembangan industri garmen, 2. Untuk mendeskripsikan hasil
garmen pada masyarakat, 3. Untuk menerapkan hasil garmen pada kehidupan, 4. Untuk
menilai seberapa besar dampak dari adanya industri garmen

KAJIAN TEORI
Industri tekstil dan produk  tekstil merupakan salah satu industri yang di
prioritaskan  untuk dikembangkan karna memiliki peran yang strategis dalam
perekonomian nasional yaitu sebagai penyumbang devisa negara, menyerap tenaga kerja
dalam jumlah cukup besar, dan sebagai industri  yang diandalkan  untuk memenuhi
kebutuhan  sandang nasional. Hal ini dapat ditunjukkan melalui perolehan surplus ekspor
terhadap impor selama satu dasawarsa  terakhir, bahkan saat krisis  ekonomi melanda
dunia,  ITPT  Nasional masih dapat mempertahankan  surplus perdagangannya dengan
nilai tidak kurang dari US$ 5 Milyar, penyerapan tenaga kerja 1,34 juta jiwa, capaian
TKDN hingga 63% dan berkontribusi memenuhi kebutuhan domestik sebesar 46%.
(HUMAS, 2010)
Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku,
barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam
penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Dengan
demikian, industri merupakan bagian dari proses produksi. Bahan-bahan industri diambil
secara langsung maupun tidak langsung, kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang
yang bernilai lebih bagi masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut
dengan perindustrian. Istilah industri sering disebut sebagai
kegiatan manufaktur (manufacturing). (PRATAMA, ACADEMIA)
Bahwa faktor internal yang dihadapi industri TPT adalah kondisi permesinan
yang teknologinya sudah usang dan perlu diremajakan; belum tersedianya industri
permesinan tekstil di dalam negeri yang mengakibatkan ketergantungan dengan mesin
impor; bahan baku kapas yang masih 99,5% diimpor; bahan penolong seperti zat warna
azzo belum tersedia cukup di dalam negeri; terbatasnya SDM yang terampil dan
profesional; belum cukupnya dukungan perbankan dalam pemberian kredit modal kerja;
dan penggunaan energi yang boros. (HUMAS, 2010)
Sedangkan faktor eksternalnya adalah pasokan energi yang tidak continue belum
adanya prioritas akses pasar yang memadai bagi produk tesktil dalam negeri di pasar
modern; kurangnya fasilitasisasi marketing produk TPT di luar negeri; belum
memadainya fasilitas sarana dan prasarana transportasi, pelabuhan, serta tidak adanya
kepastian waktu penyelesaian restitusi pajak, dan lain sebagainya. (HUMAS, 2010)
Kementerian  Perindustrian sejak tahun 2007-2009 telah melakukan Program
Restrukturisasi  Mesin/Peralatan, yang bertujuan untuk mendorong  industri TPT
melakukan peremajaan permesinannya, dan hasilnya cukup memuaskan. Dengan
penyaluran dana program yang hanya sebesar Rp.504,77 miliar, telah terjadi investasi
swasta senilai Rp.4,90 triliun, penyerapan  tenaga kerja sebanyak 46.902  orang,
peningkatan  produksi 15-28%, penghematan energi 6-18% dan peningkatan
produktivitas 7-17 %. (HUMAS, 2010)
Pada tahun 2010, selama periode pendaftaran mengikuti program yaitu 29Maret -
30 Juni 2010 telah terdaftar 202(duaratus dua )  industri TPT dengan  perkiraan nilai
investasi senilai Rp.2,33 triliun dengan bantuan senilai Rp.212,66 miliar atau 147% dari
pagu yang tersedia. Dengan kata lain pada Tahun  Anggaran 2010 terjadi defisit anggaran
sebesar Rp.68,31 miliar, sehingga 91(sembilan puluh satu) industri TPT peserta Program
terkategori waiting list dan Kementerian Perindustrian memandang program restrukrisasi
mesin/peralatan saja belumlah cukup untuk meningkatkan daya saing. (HUMAS, 2010)
Industri garment adalah industri yang memproduksi pakaian jadi dan
perlengkapan pakaian. Yang dimaksud dengan  pakaian jadi adalah segala macam
pakaian dari bahan tekstil untuk laki-laki, wanita, anak-anak dan bayi. Bahan bakunya
adalah kain tenun atau kain rajutan dan produknya antara lain berupa kemeja (shirts), blus
(blouses), rok (skirts), kaus (t-shirts, polo shirt, sport swear), pakaian dalam (underwear)
dan lain-lain. Industri tersebut merupakan penyumbang devisa terbesar bagi negara
setelah minyak dan gas bumi (Migas). Di pasar internasional sendiri, produk garment
Indonesia telah memiliki posisi yang cukup bagus dengan pangsa antara 3 % sampai 4%
dari total nilai ekpsor dunia. (ARDIAN)
Kata "garment" memiliki arti pakaian,yaitu pakaian dalam arti secara umum atau
semua jenis pakaian. Industri garment adalah perusahaan yang mengolah kain menjadi
pakaian jadi. Pengolahan kain hingga menjadi pakaian jadi tersebut dengan melalui
tahapan-tahapan proses yaitu dari perencanaan produksi dan penyiapan bahan oleh
PPIC(planning production & invantory control), memeriksa kondisi kain(fabric
inspection), membuat pola(pattern marker), memotong kain(cutting), menjahit potongan
kain(sewing), mengontrol quality(Quality control), menggosok(pressing), memasukan ke
dalam polybag(packing), mengecek metal yang tertinggal dalam garment ketika proses
produksi(metal detactor). (SIDQI, BLOGSPOT, 2016)
Perusahaan garment merupakan salah satu jenis industri padat karya. Industri
padat karya lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja pada proses
pengoperasiannya. Jadi jangan heran ketika ada perusahan garment yg baru membuka
vactory baru langsung memasang lowongan kerja untuk ribuan orang. Karena memang
dalam perusahaan garment membutuhkan satu atau bahkan lebih dari dua orang dalam
setiap proses. Rata-rata dalam departemant sewing satu mesin satu orang. Berdasarkan
fakta yang terjadi Perusahaan garment yang baru terima ribuan karyawan pada bulan lalu
masih buka lowongan kerja di bulan ini atau bahkan sepanjangtaun buka lowongan kerja.
Hal ini disebabkan karena perusahaan garment memberdayakan kaum perempuan atau
ibu rumah tangga sebanyak lebih dari 90%. (SIDQI, BLOGSPOT, 2016)

PEMBAHASAN

Industri tekstil saat ini semakin berkembang karena perkembangan garment yang
menjadi peran terbesar dalam berkembangnya industri tekstil. Oleh karena itu, garment
atau pakaian jadi menjadi kunci dari peningkatan di bidang industri. Salah satu bukti dari
garment yang menjadi peran terbesar di industri tekstil yaitu dilihat dari banyaknya
tenaga kerja yang diserap. Hal ini menunjukkan bahwa industri garmen sangat dominan
dalam industri tekstil di Indonesia.
Perkembangan industri garmen atau pakaian jadi dapat dilihat dari ekspor
pakaian jadi keluar negeri yang memberikan peran yang cukup besar juga bagi industri
garmen. Untuk terus meningkatkan perkembangan industri garmen dibutuhkan kerja
sama dari seluruh pihak agar terus mengembangkan industri garmen. Dan dengan adanya
kerja sama yang baik diharapkan industri di bidang tekstil dan garmen dapat terus
berkembang dan meningkat. Apabila industri garmen semakin berkembang dan
meningkat maka industri garmen akan semakin membutuhkan tenaga kerja yang banyak
agar dapat mengelola industri garmen secara baik.
Hal ini diperlukan karena peran industri garmen yang sangat besar dalam industri
tekstil di Indonesia ini sehingga dibutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Dengan
dibutuhkannya tenaga kerja yang cukup banyak dengan tujuan untuk ikut serta dalam
mengembangkan industri garmen ini akan membantu masyarakat yang membutuhkan
peluang kerja dapat terpenuhi sehingga tidak ada istilah masyarakat yang pengangguran.
Dalam meningkatkan atau mengembangkan industri garmen selain dari tenaga kerja
dibutuhkan pula strategi untuk memenangkan merek agar dapat terus bertahan. Cara yang
dapat dilakukan agar hal ini bisa tercapai adalah membuat brand yang bagus dengan
kualitas yang baik agar tidak mengecewakan karena merupakan dasar dari membangun
suatu perusahaan.
Dengan membuat brand yang baik dan bagus dapat meningkatkan daya tarik
masyarakat terhadap produk yang dihasilkan, sehingga garmen akan terus berkembang.
Dalam industri garmen terutama pakaian jadi ini akan sangat dibutuhkan dan pakaian
yang paling dicari atau paling diminati adalah pakaian yang memiliki merek terkenal.
Oleh karena itu suatu industri garmen harus membuat brand yang sangat bagus agar
semakin diminati dan akan terus berkembang semakin pesat. Hasil garmen yang paling
berkembang adalah pakaian jadi karena meliputi pakaian untuk laki – laki, pakaian untuk
wanita, pakaian untuk anak – anak bahkan untuk balita. Pakaian jadi yang paling sulit di
buat adalah pakaian untuk balita karena perlu mempertimbangkan komposisi bahan
seperti kelembutan bahan dan sifat bahan agar dapat nyaman ketika digunakan oleh balita
karena kulit balita masih sensitif sehingga perlu diberi kenyamanan yang layak. Dari segi
ini dapat dilihat bahwa pengembangan garmen atau pakaian jadi sangatlah penting
dengan mempertimbangkan kualitas barang yang akan digunakannya agar industri
garmen terus berkembang.
Dalam suatu industri harus ada salah satu industri yang berkembang misalnya
industri garmen atua pakaian jadi yang sangat berkembang bahkan merupakan industri
terbesar. Maka industri garmen atau pakaian jadi dalam industri tekstil perkembangannya
sangat pesat karena sangat berperan penting dalam industri tekstil terutama sangat
berperan pula dalam kehidupan sehari – hari. Oleh karena itu, industri garmen atau
pakaian jadi harus terus dikembangkan. Karena industri garmen merupakan industri
terbesar dari industri lainnya.
Dalam mengembangkan suatu industri perlu adanya peran masyarakat atau
pandangan masyarakat terhadap industri terutama terhadap industri garmen agar
mendapat penilaian mengenai barang jadi yang akan dibutuhkan adalah barang yang
seperti apa dan dengan kualitas yang diinginkannya. Sejauh ini masyarakat menilai
industri garmen atau pakaian jadi ini sangat penting karena sangat dibutuhkan. Dan
pandangan masyarakat terhadap industri garmen sangat posistif karena yang pertama bagi
masyarakat garmen itu penting dan sangat bermanfaat serta barang yang dihasilkan
memiliki kegunaannya masing – masing. Pandangan masyarakat terhadap garmen atau
pakaian jadi adalah dilihat dari kualitas barang yang dihasilkannya dan pandangan
masyarakat mengenai kualitas suatu barang berbeda – beda.
Suatu industri pasti mengalami keberhasilan dan kegagalan dan untuk mengatsi
hal itu suatu industri harus bisa mengembangkan dan mempertahankan tingkat kualitas
dari produk yang dihasilkan agar dapat terus menarik perhatian masyarakat serta dapat
terus berkemabang meski tidak dapat langsung berkembang secara pesat. Yang termasuk
sektor industri yang terbesar adalah industri garmen atau pakaian jadi sehingga
pengembangan garmen di industri tekstil harus semakin meningkat karena merupakan
salah satu industri yang paling berkembang saat ini yang menjadi daya tarik bagi
masyarakat.
Dalam menilai kualitas suatu barang tidak semua masyarakat paham tentang
kualitas barang yang bagus atau tidak bagus. Konsep mengenai kualitas barang harus
menyeluruh, baik dari segi produk maupun prosesnya. Untuk kualitas suatu produk,
masyarakat melihat dari bahan baku dan barang jadi, sedangkan untuk kualitas proses
meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan proses produksi. Masyarakat beranggapan
bahwa industri garmen tidak dapat berkembang secara pesat dan tidak dapat memberikan
kualitas yang baik.
Tetapi pada kenyataannya industri garmen sangat berkembang sehingga industri
membuka lapangan kerja yang sangat besar untuk dapat mengembangkan industri garmen
secara cepat. Masyarakat berpandangan bahwa dengan adanya sektor industri dapat
mengurangi jumlah pengangguran dan dapat meningkatkan pendapatan. Dan pandangan
masyarakat mengenai industri terutama industri garmen atau pakain jadi yaitu
berkurangnya lahan pertanian karena semakin banyak lahan pertanian yang dijadikan
lahan perindustrian terutama digunakan untuk industri garmen yang saat ini sedang
berkembang atau industri terbesar di industri tekstil. Tetapi masyarakat juga
berpandangan bahwa dengan adanya industri yang semakin berkembang ini dapat
membantu pendapatan mata pencaharian masyarakat setempat di bidang jasa industri atau
perdagangan dengan peluang kerja yang sangat luas. Dan masyarakat berpandangan
bahwa tenaga kerja yang berkerja di sektor industri di dominasi oleh kaum wanita
dibandingkan laki – laki. Pandangan masyarakat mengenai industri juga ada yang
berpandangan positif dan negatif, salah satu pandangan yang negatif yaitu tercemarnya
polusi air, udara, dan polusi lainnya. Sedangkan pandangan yang bersifat positif dengan
berkembangnya industri yaitu dapat menambah sarana dan prasarana terhadap masyarakat
dalam melakukan aktivitas sehari – hari.
Penerapan garmen atau pakaian jadi pada kehidupan dapat dilihat dari kehidupan
sehari – hari yaitu pakaian yang digunakan merupakan pakaian jadi garmen. Pakaian jadi
yang dihasilkan tidak hanya pakaian biasa melainkan pakaian – pakaian lain dengan
model yang berbeda – beda dan dibuat dengan ukuran yang berbeda pula. Ukuran yang
dibuat mulai dari ukuran untuk balita hingga ukuran dewasa. Berkembangnya suatu
produk dapat dilihat dari bagaimana penerapan produk tersebut terhadap masyarakat
apakah berhasil diterapkan, sehingga masyarakat ingin ikut serta dalam proses
mengembangkan produk tersebut.
Apabila penerapan tersebut berhasil maka harus tetap dipertahankan tetapi
apabila penerapan garmen atau pakaian jadi terhadap masyarakat belum tercapai atau
belum berhasil maka perlu ditingkatkan lagi dan lebih dipikirkan lagi bagaimana caranya
agar masyarakat dapat ikut berperan dalam industri garmen. Mungkin cara yang dapat
dilakukan agar masyarakat dapat menerima penerapan garmen atau pakaian jadi pada
kehidupan yaitu dengan cara melakukan penerapan secara langsung ke berbagai tempat
seperti sosialisasi dan dengan ajakan yang menarik agar timbul rasa penasaran
masyarakat teerhadap pakaian jadi. Penerapan garmen pada kehidupan sehari – hari dapat
dilihat dari segala sesuatu yang digunakan masyarakat adalah semua barang yang
dihasilkan dari garmern contohnya pakaian. Dan penerapan garmen atau pakaian jadi
dalam kehidupan sehari – hari sangat luas. Penerapan garmen dalam kehidupan sehari –
hari juga sangat memadai kebutuhan.
Industri garmen atau barang jadi dapat diterapkan diberbagai kalangan tidak
hanya dikalangan teratas saja karena semua kalangan membutuhkan garmen atau pakaian
jadi. Hanya saja dalam proses penerapannya ditentukan oleh masyarakatnya masing –
masing dengan cara mereka menilai mana yang menurutnya cocok dan sesuai dengan
keadaan ekonomi yang mereka miliki serta sesuai dengan apa yang mereka perlukan. Dan
dalam hal ini tentu bisa dinilai bahwa tidak semua kalangan membutuhkan barang yang
ernilai tinggi tapi mereka cukup menilai bahwa barang tersebut layak dan masih pantas
bagi mereka. Jadi tidak semua kalangan menginginkan barang branded. Tetapi meskipun
demikian barang branded juga perlu ditingkatkan produk dan kualitasnya serta lebih
dikembangkan lagi karena semakin maju suatu keadaan maka kebutuhan yang diinginkan
semakin besar.
Penerapan garmen atau pakaian jadi yang meliputi segala macam bahan tekstil
untuk laki-laki, wanita, anak-anak dan bayi dalam kehidupan sehari – hari dapat dimulai
dari memproduksi pakaian jadi dengan bahan dasar kain tenun dan kain rajuta. Karena
dengan menggunakan hal ini masyarakat akan sangat tertarik dengan hasil garmen atau
pakaian jadi. Sehingga penerapan garmen atau pakaian jadi dalam kehidupan sehari – hari
semakin berkembang dan semakin dibutuhhkan karena dilihat dari jenis bahan serta
produknya.
Dari adanya suatu industri baik industri garmen atau industri tekstil lainnya akan
memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi suatu lingkungan tersebut. Mengapa
industri memiliki dampak positif dan dampak negatif karena hal ini dapat memberikan
keuntungan maupun kerugian bagi lingkungan sekitar. Contoh dari keuntungan yang
dirasakan oleh lingkungan sekitar atau masyarakat setempat yaitu dengan adanya suatu
industri dapat membantu memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat dalam
kehidupan sehari – hari serta dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat
karena masyarat dapat mencari peluang kerja di suatu industri.
Kebutuhan sehari – hari yang dapat terpenuhi dengan adanya industri garmen
adalah kebutuhan pokok dan kebutuhan sekunder. Kebutuhan pokok yang terpenuhi
contohnya seperti pakaian serta alat rumah tangga lainnya. Pakaian merupakan salah satu
kebutuhan manusia yang sangat utama karena pakaian merupakan bagian penutup dari
manusia sehingga pakaian sangat dibutuhkan dibandingkan dengan perlengkapan lainnya
yang bernilai tidak terlalu penting atau bisa dikatakan sebagai kebutuhan sekunder.
Kebutuhan yang harus dipenuhi terlebih dahulu adalah kebutuhan primer atau kebutuhan
pokok. Apabila kebutuhan pokok sudah dapat terpenuhi maka kita dapat memenuhi
kebutuhan sekunder yang kita butuhkan.
Dengan adanya suatu industri di tengah – tengah lingkungan masyarakat,
perekonomian masyarakat dapat terbantu karena suatu industri pasti banyak
membutuhkan pekerja sehingga masyarakat merasa sangat beruntung. Adanya suatu
industri sangat menjadi tumpuan bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan karena
mereka tidak perlu susah payah mencari pekerjaan yang dapat dikatakan belum pasti.
Tetapi jika dibandingkan dengan pekerjaan yang ada di bidang industri ini sudah pasti
terjamin karena kita bekerja tidak di sembarang bidang melainkan bekerja di suatu
perindustrian yang bernilai besar atau suatu perusahaan besar. Mengapa suatu industri
sangat membutuhkan tenaga kerja karena bidang perindustrian itu sangat besar dan
beragam. Macam – macam perindustrian diantaranya industri tekstil, industri garmen,
industri pangan, industri kimia, industi bahan bangunan dan masih banyak industri
lainnya. Oleh karena itu, suatu perindustrian sangatlah membutuhkan tenaga kerja yang
banyak agar semua bidang yang ada dapat dikerjakan secara cepat dan baik.
Selain mendapatkan keuntungan dari adanya suatu industri yang ada di sekitar
masyarakat, juga adapula kerugian yang dirasakan masyarakat yaitu masyarakat merasa
rugi terhadap lahan pertanian yang terus berkurang karena dijadikan lahan perindustrian
yang semakin besar. Selain berkurangnya lahan pertanian masyarakat merasa dirugikan
dengan tercemarnya polusi air, udara serta tanah. Karena semua ini tercemar dari hasil
limbah industri yang beragam dari mulai industri tekstil, industri garmen serta industri
kimia yang banyak menggunakan zat – zat kimia sehingga menyebabkan polusi udara
serta polusi air. Dan hal ini dapat dikatakan sebagai dampak negatif dari adanya industri.
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa industri garment atau
pakaian jadi adalah industri yang memproduksi pakaian. Pakaian yang dimaksud yaitu
segala macam pakaian yang dibuat dari bahan tekstil untuk laki-laki, wanita, anak-anak
dan balita. Bahan baku yang sering digunakan adalah kain tenun atau kain rajut. Produk
yang dihasilkan diantaranya kemeja, blus, rok, kaus, pakaian dalam dan lain-lain. Industri
garmen ini merupakan industri terbesar yang ada dalam industri tekstil.
Garment atau pakaian jadi perkembangannya sangat pesat sehingga menjadi industri
terbesar. Dan garment sangat berperan dalam kehidupan sehari – hari, contohnya pakaian
yang merupakan salah satu hasil garment yang menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan
sehari – hari. Serta dengan adanya industri garment kebutuhan masyarakat menjadi
terpenuhi. Dan masyarakat berpandangan bahwa adanya industri garment sangat memberi
keuntungan bagi masyarakat yang membutuhkan peluang kerja karena di industri garment
tenaga kerja sangat dibutuhkan sehingga masyarakat merasa sangat beruntung.
Dengan adanya industri masyarakat ada yang berpandangan positif dan negatif.
Pandangan positif masyarakat terhadap adanya industri yaitu terpenuhinya segala
kebutuhan sehari – hari serta terbantunya pendapatan ekonomi dengan adanya industri
yang membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Sedangkan pandangan negatif masyarakat
mengenai adanya industri ini yaitu berkurangnya lahan pertanian karena dijadikan lahan
industri serta tercemarnya polusi udara, air, dan tanah.

SARAN

Kembangkan terus bidang perindustrian demi terpenuhinya kebutuhan sehari – hari,


baik dari sektor industrinya sendiri maupun dari peranan masyarakat . Serta manfaatkan
hasil industri sebaik mungkin. Apabila dari sektor industri dan masyarakat dapat bekerja
sama dengan baik maka bidang industri akan berjalan baik dan akan dapat terus
berkembang. Terutama industri garment yang harus terus dikembangkan karena barang
garment akan dibutuhkan sampai kapanpun terutama pakaian jadi.

DAFTAR PUSTAKA

ARDIAN. (t.thn.). ACADEMIA. Dipetik DESEMBER 11, 2017, dari ACADEMIA:


http://www.academia.edu/11335738/INDUSTRI_GARMENT

HUMAS, B. U. (2010, JULI 21). KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA.


Dipetik DESEMBER 11, 2017, dari KEMENPERIN:
http://www.kemenperin.go.id/artikel/60/Industri-Tekstil-Dan-Produk-Tekstil-Di-
Revitalisasi

PRATAMA, R. (t.thn.). ACADEMIA. Dipetik DESEMBER 11, 2017, dari ACADEMIA:


http://www.academia.edu/10566237/Industri_adalah_kegiatan_ekonomi_yang
_mengolah_bahan_mentah

SIDQI, M. A. (2016, MARET). BLOGSPOT. Dipetik DESEMBER 11, 2017, dari KIOSBAJU:
http://kiosbajufd.blogspot.co.id/p/perusahaan-garment.html