Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

TENTANG SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM


MANAJEMEN OPERASIONAL
D
I
S
U
S
U
N

Oleh :
Nama : BAYU HANDOKO
NPM : 190101148
Semester : V ( Lima ) Sore

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ASAHAN


TA. 2020 / 2021
KATA PENGANTAR

                        Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat tuhan yang maha esa karena berkat
limpahan rahmat dan karunia-nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada
waktunya. makalah ini membahas tentang “Tentang Sistem Informasi Manajemen Dalam
Manajemen Operasional”
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan
tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan
Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Masalah
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Informasi Managemen
A. Sistem
B. Data dan Informasi
C. Manajemen
D. Sistem Informasi Manajemen

2.2 Model Umum Sistem Informasi Manajemen


2.3 Fungsi Sistem Informasi Manajemen
A. Pentingnya Informasi dalam Bisnis
B. Jaringan Komunikasi dan Informasi dalam Bisnis
2.4 Tujuan Sistem Informasi Manajemen
2.5 Manfaat Sistem Informasi Manajemen
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem Informasi Manajemen merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang


sejak tahun 1960an. Walaupun tidak terdapat konsensus tunggal, secara umum Sistem
Informasi Manajemen didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang
digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah
organisasi. Sistem Informasi Manajemen juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti:
“Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil
Keputusan”.

Sistem Informasi Manajemen menggambarkan suatu unit atau badan yang khusus
bertugas untuk mengumpulkan berita dan memprosesnya menjadi informasi untuk
keperluan manajerial organisasi dengan memakai prinsip sistem. Dikatakan memakai
prinsip sistem karena berita yang tersebar dalam berbagai bentuk dikumpulkan,
disimpan serta diolah dan diproses oleh satu badan yang kemudian dirumuskan menjadi
suatu informasi (Sentranet, 2013).

Kemajuan alat komunikasi pada melinium ketiga semakin mempermudah


perolehan informasi dari berbagai sumber untuk berbagai kepentingan terutama dalam
berbagai pengambilan keputusan didalam perusahaan, itulah sebabnya sangat dirasakan
pentingnya mengelolah informasi secara terintegrasi pada setiap organisasi perusahaan.
Oleh karena itulah focus utama dari system informasi manajemen adalah bagaimana
mengelolah informasi sebaik-baiknya agar dapat menjadi alat pembantu bagi setiap
manajer dalam pengambilan keputusan.

System informasi manajemen telah ada jauh sebelum teknologi informasi yang
berbasiskan computer hadir. Akan tetapi dengan adanya computer sebagai salah satu
bentuk revolusi dalam teknologi informasi, computer telah dengan menakjubkan
mampu memproses data secara cepat dan akurat bahkan menyajikan informasi yang
sekiranya dilakukan secara menual tanpa bantuan computer memerlukan waktu berhari-
hari bahkan bermingggu-mingggu.
Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi saat ini, dimana segala
kegiatan dalam kehidupan sehari-hari akan berbasis komputer. Maka dalam suatu
instansi Komputer merupakan bahan kebutuhan dalam menciptakan dan memperoleh
serta memproses suatu sistem informasi yang setiap saat selalu berkembang. Oleh
karena itu setiap orang harus mampu berupaya mengikuti arus informasi yang
berkembang di dunia teknologi ini. Pada instasni perusahaan manapun saat ini pastilah
menggunakan Sistem Informasi Manajemen yaitu sebuah sistem manusia atau mesin
yang terpadu (integrated), untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi,
manajemen dan pengambilan keputusan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian dari Sistem Informasi Manajemen?


2. Apa sajakah Prasyarat dari Sistem Informasi Manajemen?
3. Apasaja Tujuan Sistem Informasi MAnajemen?
4. Apasajakah Jenis-jenis Sistem Informasi?
5. Apakah Manfaat Informasi?
6. Bagamanakah pengendalian system informasi manajemen?

1.3 Tujuan

1. Dapat menguraikan masalah mengenai Sistem Informasi Manajemen.


2. Dapat Mengidentifikasikan dengan baik menegenai masalah Sistem Informasi
Manajemen.
3. Memenuhi Tugas Administrasi Perkantoran.
4. Dapat menerapkan Sistem Informasi Manajemen dalam dunia nyata setelah
memahaminya.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sistem Informasi Managemen.

A. Sistem
Semua sistem memiliki 3 (tiga) unsur atau kegiatan utama, yaitu:
1) Menerima data sebagai masukan ( input).

2) Memproses data dengan melakukan perhitungan, penggabungan unsurdata,


pemutakhiran perkiraan dan lain-lain.

3) Memperoleh informasi sebagai keluaran(output). Prinsip ini berlaku baik


untuk sistem informasi manual, elektromekanis maupun komputer.
4) Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsystem). Misalnya,
sistem

komputer terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat lunak.
Masing-masing subsistem dapat terdiri dari subsistem-subsistem yang lebih kecil
lagi atau terdiri dari komponen-komponen. Subsistem perangkat keras (hardware)
dapat terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat keluaran dan simpanan luar .
Subsistem-subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu
kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Interaksi
dari subsistem-subsistem sedemikian rupa, sehingga dicapai suatu kesatuan yang
terpadu atau terintegrasi (integrated ). Anda dapat membayangkan, bagaimana
seandainya sistem komputer yang Anda miliki, masing-masing komponennya
saling beker ja sendiri-sendiri tidak terintegrasi, maka tujuan dari sistem
komputer tersebut tidak akan tercapai (Pangestu, 2013).

Sistem adalah kumpulan dari unsur/elemen-elemen yang saling


berkaitan/berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan
bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem merupakan Suatu jaringan
kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama- sama
untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Contoh : Sistem Komputer terdiri dari : Software, Hardware, Brainware; Sistem
Akuntansi; dll.

B. Data dan Informasi

Yang berkaitan dengan sistem adalah data dan informasi. Kebanyakan orang
mengartikan data dan informasi dengan pengertian yang sama, namun bagi kajian
ilmiah atau kaum profesional , dua pengertian tersebut mengandung perbedaan yang
mendasar. Data merujuk pada fakta-fakta baik berupa angka-angaka, teks, dokumen,
gambar, bagan, suara yang mewakili diskripsi verbal atau kode-kode tertentu dan
semacamnya. Apabila data tersebut telah di saring dan diolah melalui pengolahan
sehingga memiliki arti dan nilai bagi seseorang, maka data tersebut berubah menjadi
informasi. Jadi yang dimaksud dengan informasi adalah semua data yang telah diolah
dan memiliki arti bagi pihak pemakai. Dengan demikian yang dipakai orang di dalam
membuat keputusan adalah informasi, bukan data. Oleh sebab itu ciri pokok dari suatu
data adalah fakta.

Data barulah menjadi informasi pada saat mereka digunakan untuk tujuan
tertentu atau apabila mereka menyebabkan timbulnya aksin atau penambahan
pengetahuan tertentu. Data terutama harus mengalami berbagai macam pengerjaan
sebelum bermanfaat sebagai informasi. Data merupakan bahan dasar untuk proses
pengerjaan, dan informasi menjadi produk selesainya. Contoh-contoh data adalah
Nomor Induk Mahasiswa yang tercatat di bagian akademik Universitas Paramadina,
Nomor Induk Kependudukan kota Jakarta Selatan yang tercatat di Kantor Capil dan
kependudukan, Jadwal penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang. Tetapi apabila
seseorang menghubungi loket bandara untuk melihat jalur penerbangan ke Jakarta
lengkap dengan keterangan kapan waktu terbang, berapa harga tiket, maka yang dia
tanyakan kepetugas di bandara adalah informasi. Untuk dapat memperoleh informasi,
pemakai data harus mengetahui jenis keterangan yang diperlukan dan bagaimana sistem
penyimpanan datanya.

Dari penjelasan di atas secara singkat dapat dirumuskan bahwa data adalah
fakta yang tidak sedang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, biasanya
dicatat diarsipkan tanpa maksud untuk segera di ambil kembali untuk pengambilan
keputusan. Sebaliknya informasi adalah data yang telah diambil kembali, diolah atau
digunakan untuk memberi dukungan keterangan bagi pengambil keputusan.
C. Manajemen

Manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan,


dan pengawasan dalam rangka untuk mencapai tujuan yang ditetapkan (Gaol, 2008).
Dari prinsip-prinsip administrasi klasik, kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer
tercakup dalam akronim POSDCORB (planning, organizing, staffing, directing,
coordinating/controlling, budgeting). Lebih ringkas lagi, kegiatan manajemen tercakup
dalam tiga kegiatan perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian.

Di dalam perencanaan, manajer mendefinisikan tujuan organisasi, menentukan


arah tindakan bagi organisasi, serta menentukan langkah-langkah strategis guna
mencapai tujuan organisasi. Dalam pengorganisasian, manajer mengatur atau menata
kegiatan-kegiatan operasional supaya sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai,
antara lain dengan mengadakan pembagian kerja, penetapan struktur kewenangan dan
rantai komando, penempatan pegawai dalam satuansatuan organisasi dan sebagainya.
Pengendalian manajer mengadakan evaluasi apakah prestasi yang dicapai oleh
organisasi telah sesuai dengan standar baku yang telah ditetapkan.

Manajemen adalah proses yang berupa tindakan-tindakan perencanaan,


pengorganisasian, menggerakan dan pengawasan serta pemanfaatan sumber daya
untuk mencapai tujuan tertentu.

Komponen ketiga yaitu manajemen, yang merupakan proses pengelolaan dari


mulai pengumpulan data, hingga menjadi informasi, termasuk proses pertransferan
informasi kepada yang memerlukan.Unsur manajemen ini merupakan serangkaian
proses pengelolaan seperti yang diungkapkan oleh George R. Terry (1977:4) bahwa:

Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating,


and controlling, perfeormed to determine and accomplish stated objectives by the use
of human being and other resources. ( manajemen adalah suatu proses tertentu yang
terdiri dari atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan, yang
dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan
menggunakan manusia dan sumber daya lainnya).

Menurut Prajudi Atmosudirjo (1962:179) pengertian manajemen dapat


dipandang sebagai:

1) Orang-orang
2) Semua orang yang mempunyai fungsi atau kegiatan pokok sebagai pemimpin-
pemimpin kerja.
3) Proses
4) Adanya kegiatan-kegiatan yang berarah kebawah, jadi beberupa kerja-kerja
untuk mencapai tujuan tertentu.
5) System kekuasaan atau system kekuasaan atau wewewang supaya orang-orang
menjalankan pekerjaan

Manajemen dapat pula dipandang sebagai serangkaian proses pengelolaan yang


menggunakan fungsi-fungsi manajemen. Dalam system informasi manajemen berarti
proses informasi selalu memerlukan penerapan fungsi-fungsi manajemen dari mulai
perencanaan, pengumpulan data, pelaksanaan pengumpulan data, pengolahan,
penyimpanan sampai dengan penyebaran informasi. Dengan demikan penerapan
manajemen sebagai proses terhadap system informasi manajemen adalah penerapan
fungsi-fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dn
pengawasan yang dilakukan dalam setiap kegiatan informasi manajemen.

Manajemen dipandang sebagai proses yang mengacu pada efisiensi dan


efektifitas proses kegiatan. Sehingga manajemen sebagai proses adalah proses
pemanfaatan semua sumber yang ada, yang meliputi manusia, uang, material, dan
metode proses kerja. Seperti yang dikemukakan oleh Sarwoto (1977:134) bahwa:

Manajemen adalah suatu proses kegiatan yang dengan menggunakan unsur-


unsur „man‟, „money‟, „material‟, dan method (4M) secara efisien mencapai sesuatu
tujuan tertentu.

Manajemen dipandang sebagai system kekuasaan mengandung pengertian


bahwa dalam manajemen terdapatnya pembagian tugas dan wewenang, terjadi proses
pengaturan kerja. Seperti yang dikemukakan oleh Moekijat (1991:6) bahwa: “…
manajer tidak melaksanakan sendiri kegiatan-kegiatan yang bersifat operasional,
melainkan mengatur tindakan-tindakan pelaksanaan oleh sekelompok orang yang
disebut bawahan”.

D. Sistem Informasi Manajemen


Sistem informasi manajemen atau SIM (bahasa Inggris: management information
system, MIS) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis
yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi
manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu
strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa
karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada
aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk
merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi
atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung
keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.

Sistem Informasi Managemen merupakan sebuah sistem manusia/mesin yang


terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi,
manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini
menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer,
prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah data base.

Sistem Informasi Managemen juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti:


“Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil
Keputusan”. SIM menggambarkan suatu unit atau badan yang khusus bertugas untuk
mengumpulkan berita dan memprosesnya menjadi informasi untuk keperluan manajerial
organisasi dengan memakai prinsip sistem. Dikatakan memakai prinsip sistem karena
berita yang tersebar dalam pelbagai bentuknya dikumpulkan, disimpan serta diolah dan
diproses oleh satu badan yang kemudian dirumuskan menjadi suatu informasi.

Sistem informasi manajemen digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida,


diimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi untuk pengolahan transaksi, penjelasan
status, dan sebagainya; lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam
mendukung operasi manajemen sehari-hari; lapisan ketiga terdiri dari sumber daya
system informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk
pengendalian manajemen; dan lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk
mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat puncak manajemen.

2.2 Model Umum Sistem

Model umum sebuah system adalah input, processor, dan output. Ini sudah
tentu merupakan sebuah system yang sangat sederhana , sebab sebuah system dapat
mempunyai beberapa masukan dan keluaran, segi yang menentukan dan melukiskan
sebuah system membentuk batasnya (boundery). Sistemnya terdapat di dalam batas,
lingkungan berada di luar batas.
2.3 Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Fungsi utama diterapkannya sistem infomasi manajemen dalam suatu organisasi yaitu
sebagai berikut:

1. Mempermudah pihak manajemen untuk melakukan suatu perencanaan,


pengawasan, pengarahan dan pendelegasian kerja kepada semua departemen
yang mempunyai hubungan komando atau koordinasi dengannya.
2. ntuk meningkatkan sebuah efisiensi dan efektifitas data yang tersaji akurat dan
tepat waktu.
3. Untuk meningkatkan suatu produktifitas dan penghematan biaya dalam suatu
organisasi.
4. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena unit sistem kerja
yang terkoordinir dan sistematis.
A. Pentingnya informasi dalam bisni

InformasiInformasi dan relasi merupakan dua hal yang sangat penting


dalam perjalanan bisnis. Informasi yang baik dan tehnik negosiasi yang
memegang peranan yang penting dalam tumbuh kembang bisnis. Perkembangan
dunia informasi terutama dunia internet telah membawa perusbahan yang dangat
besar dalam perkembangan bisnis.

Tidak ada pengusaha yang sukses tanpa adanya informasi dan relasi yang baik.
Dalam era globalisasi mereka yang menguasai informasi dan melakukan upaya dengan
cepat adalah mereka yang mampu untuk meraih kesuksesan. Mereka yang mampu
menguasai informasi dialah yang akan berkuasa.

Hidup ini terus berjalan dan membutuhkan informasi yang cepat. Tidak ada yang
bisa hidup tanpa akses terhadap informasi. Begitu pula dengan para pebisnis atau
pengusaha, informasi adalah bagian yang sangat penting dalam perjalanan bisnis Ibarat
tanaman, informasi adalah air yang akan membuatnya hidup dan terus berkembang.
Oleh karena itu perlu adanya informasi yang akurat untuk menjaga perkembangan,
karena tanpa adanya informasi yang akurat kemungkinan besar yang di peroleh
perjalanan menjuju kesesatan bisnis. Tanpa adanya informasi yang akurat, bisa saja
keputusan-keputusan yang kita ambil dapat menyebabkan kerugian bahkan
kebangkrutan.

Jika memiliki usaha yang bergerak dalam bidang fashion, dalam hal ini anda harus
bisa mendapatkan informasi tentang perkembangan trand pakaian terbaru. Jika anda
ingin menmbahkan modal untuk usaha anda dan anda ingin mengajukan kredit usaha
pada bank, yang perlu and lakukan adalah mencari informasi sebanyak mungkin tentang
produk-produk pinjaman dari berbagai bank, baru kemudian Anda akan memutuskan
mana yang paling menguntungkan buat Anda.Dari ilustrasi diatas tentunya akan
mempunyai gambaran bahwa informasi sangatlah penting dalam bisnis, Informasi
bagaikan urat dan saraf dalam menjalankan roda bisnis.

Ada banyak sumber yang bisa anda dapatkan : Dari media digital, Internet, radio,
televisi bahkan koran dan majalah. Anda bisa mencari berbagai informasi dengan jika
anda pergi ke toko buku disana anda akan mendapatkan banyak informasi juga ilmu,
anda juga perlu tahu bahwa sumber informasi tidak hanya terpaut pada buku. Kemajuan
teknologi semakin mem permudah Anda untuk mendapatkan informasi apa pun yang
Anda cari. Cukup mengetik kata kunci pada mesin pencari, Anda akan mendapatkan
ribuan atau bahkan sampai jutaan data.

B. Jaringan komunikasi dan informasi dalam bisnis

Bidang teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat yang


dipicu oleh temuan dalam bidang rekayasa material mikroelektronik . Perkembangan ini
berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan perilaku dan aktivitas manusia
kini banyak tergantung pada teknologi informasi dan komunikasi.

Di sisi lain, masyarakat menyadari bahwa teknologi informasi merupakan salah


satu tool penting dalam peradaban manusia untuk mengatasi atau sebagain masalah
derasnya arus informasi. Teknologi informasi dan kominikasi saat ini adalah bagian
penting dalam manajemen informasi. Di dunia bisnis, dengan perkembangan
pengetahuan yang begitu cepat ( banyak artikel baru yang dipublikasikan tiap tahun
dalam jurnal) pelaku bisnis akan ketinggalan jika tidak menggunakan tools untuk
mengupdate perkembangan terbaru.
Selain memiliki potensi dalam memfilter data dan mengolah menjadi informasi.
Teknologi informasi mampu menyimpannya dengan jumlah kapasitas jauh lebih banyak
dari cara manual. Disamping itu teknologi memiliki karakteristik perkembangan yang
sangat cepat. Dengan berbagai potensi yang dimilikinya adalah naif apabila manajemen
informasi dan komunikasi bisnis tidak memberikan perhatian istimewa.

2.4 Tujuan Sistem Informasi Managemen.

1. Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok


jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.

2. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian,


pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.

3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu
memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara
menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka
mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja
(informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen,
termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).

SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat
yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan
serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat. Organisasi harus
menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalam
merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan
batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan
memberikan keuntungan dan uang.

Secara teoritis komputer bukan prasyarat mutlak bagi sebuah SIM, namun dalam
praktek SIM yang baik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan pemrosesan
komputer. Prinsip utama perancangan SIM : SIM harus dijalin secara teliti agar mampu
melayani tugas utama.

Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan informasi


umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan.
SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari
berbagai simulasi model matematika.

2.5 Manfaat Sistem Informasi Manajemen


Informasi perlu dikelola denga baik agar perusahan dapat mengelola bisnis baik
dimana sekarang muaupuin masa yang akan datang. Efektifitas perusahan tidak akan
tercapai tanpa planning yang baik karena planning merupakan syarat untuk dapat
melakukan organizin actuating, dan controlling yang baik. Planning. Organizing,
actuating, dan controlling yang baik hanya tercapai dengan pengelolaan informasi yang
baik pula. Dengan demikian, informasi bermanfaat untuk :

1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pelaksanaan
4. Pengendalian

Beberapa manfaat sistem informasi manajemen antara lain


adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi
para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem
informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem
informasi.
5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem
informasi dan teknologi baru.
7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan
sistem.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah suatu system manusia/mesin yang


terpadu yang menyediakan informasi untuk mendukung fungsi-fungsi operasi
manajemen dan pengambilan keputusan di dalam organisasi. . Sistem informasi
manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya
terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan
berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen
sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu
perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen.
Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan
perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen. Sistem ini menggunakan perangkat keras
(hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model
manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.

DAFTAR PUSTAKA
th
Laudon, Kenneth C dan Jane P. Laudon. 2011. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 10 Ed.

Jakarta : Salemba Empat.


https://koleksitugasku.blogspot.com/2017/12/makalah-sistem-informasi-manajemen.html