Anda di halaman 1dari 10

PERAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM FUNGSI SOSIAL

(Studi Kasus Alumni Mahasiswa Pertukaran Pelajar


Uniska Banjarmasin Tahun 2019)

Normadaniyah1,Sanusi 2, Shen Shadiqien 3


1
Ilmu Komunikasi, 70201, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Kalimantan
Muhammad Arsyad Albanjari, NPM16110037
2
Ilmu komunikasi, 70201, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Kalimantan
Muhammad Arsyad Albanjari, NIDN 0019056202
3
Ilmu Komunikasi, 70201, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Kalimantan
Muhammad Arsyad Albanjari, NIDN 1127057602

*Corresponding Author : Normadaniyah

(normadaniyah@gmail.com)

Abstrak
Masyarakat di lingkungan baru khususnya di Negara berkembang cenderung merupakan masyarakat yang
heterogen dalam berbagai aspek seperti keberagaman suku, agama, bahasa, adat istiadat, kebiasaan sehari-
hari dan sebagainya. Untuk itu seorang mahasiswa pertukaran pelajar diharuskan memiliki peranan dan
fungsi sosial yang sesuai dengan tugas mereka masing-masing dan mampu berkomunikasi dengan baik.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana peran Komunikasi Lintas Budaya di Lingkungan
Masyarakat Baru serta Apa saja Faktor Pendukung dan Penghambat Terjalinnya Keberfungsian Sosial
dalam Komunikasi Lintas Budaya.

Metode penelitian ini termasuk dalam field research atau penelitian lapangan.

Hasil penelitian ini menunjukan kecenderungan yang terjadi kepada para mahasiswa pertukaran pelajar
yang mengalami banyak perbedaan budaya, bahasa dan kebiasaan sehari-hari menjadi kendala dalam
hal berinteraksi dengan orang-orang baru sehingga sulit terjalinnya fungsi sosial yang ada. Adanya
sarana teknis yang memadai, bahasa yang dikuasai serta rasa kepercayaan diri bisa menjadikan
terjaliannya komunikasi pada suatu fungsi sosial di masyarakat. Seorang mahasiswa yang menjalankan
tugas ke luar negeri hendaknya menguasai bahasa asing yang baik dan benar untuk menunjang
terjalinnya komunikasi.

Kata kunci : Komunikasi Lintas Budaya, Mahasiswa Pertukaran Pelajar, Fungsi Sosial.

Abstract
Communities in new environments, especially in developing countries, tend to be heterogeneous societies
in various aspects such as diversity of ethnicity, religion, language, customs, daily habits and etc. For that
a exchange student is required to have a social role and function in accordance with their respective duties
and be able to communicate well.

The purpose of this study was to determine the role of Cross-Cultural Communication in a New Society
Environment and What are the Supporting and Inhibiting Factors for the Establishment of Social Function
in Cross-Cultural Communication.

This research method is included in field research.

The results of this study indicate a tendency that occurs to exchange students who experience many
differences in culture, language and daily habits which become obstacles in terms of interacting with new
people so that it is difficult to establish existing social functions. The existence of adequate technical
facilities, mastered language and self-confidence can make communication in a social function in society.
A student who is carrying out assignments abroad should master a foreign language that is good and
correct to support their communication.

Keywords: Cross Cultural Communication, Student Exchange Students, Social Functions.


Pendahuluan mahasiswa pertukaran pelajar dan masyarakat di
lingkungan baru harapkan.
Masyarakat di lingkungan baru khususnya
pada negara berkembang seperti Filipina dan Sehingga seorang mahasiswa yang terpilih
Vietnam cenderung merupakan masyarakat yang untuk mewakili universitas dalam program
heterogen dalam berbagai aspek seperti pertukaran pelajar diharuskan untuk memiliki dasar
keberagaman suku, agama, bahasa, adat istiadat, ilmu budaya yang baik dalam konteks komunikasi
kebiasaan sehari-hari dan sebagainya. Sementara lintas budaya agar keberfungsian sosial yang sesuai
itu, perkembangan dunia yang semakin pesat dapat tercipta sebagaimana mestinya seorang
menuntut manusia harus berinteraksi dengan pihak mahasiswa pertukaran pelajar dan masyarakat di
lain yang menuju kearah global, sehingga tidak lingkungan baru harapkan. Jika diperinci lebih
memiliki lagi batas-batas, sebagai akibat dari detail, tujuan pengajaran ilmu komunikasi lintas
perkembangan teknologi. budaya dasar kepada mahasiswa adalah :
Menurut pendapat Miftachul Huda
(2009:26) keberfungsian sosial berarti seorang 1. Menimbulkan minat mahasiswa untuk
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat mendalaminya;
secara normal dapat memenuhi kebutuhannya 2. Agar para mahasiswa Lebih peka dan terbuka
dalam berinteraksi dengan lingkungannya. terhadap masalah kemanusiaan dan budaya,
Tentunya hal ini sangat penting untuk dipahami serta lebih bertanggung jawab terhadap
beberapa mahasiswa yang memiliki peran aktif di masalah-masalah tersebut;
lingkungan baru agar tidak terjadi berbagai macam 3. Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai
hambatan dalam hal berinteraksi dengan masyarakat lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri;
sekitar. 4. Menyadarkan seorang mahasiswa pertukaran
Ada tiga indikator keberfungsian sosial pelajar terhadap nilai-nilai yang hidup dalam
menurut Kementerian Sosial Republik Indonesia masyarakat, hormat menghormati, serta simpati
yaitu : 1) Kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat;
2) Kemampuan memecahkan masalah, dan Dengan ringkas dapat disebutkan bahwa
3) Kemampuan menjalankan peran-peran sosial. tujuan kajian khususnya pada teori-teori komunikasi
Agar dapat beradaptasi di lingkungan lintas budaya adalah perlunya melakukan
masyarakat baru, seorang mahasiswa khususnya pembentukan pemikiran yang khususnya berkenaan
yang terpilih untuk mewakili Universitas dalam dengan kebudayaan dan kemanusiaan agar daya
program pertukaran pelajar harus siap untuk tanggap, persepsi, dan penalaran berkenaan dengan
menghadapi situasi-situasi baru dengan lingkungan budaya dapat diperluas serta fungsi dari
keberagaman kebudayaan atau lainnya, siap dalam pembelajaran komunikasi lintas budaya kepada
memenuhi kebutuhan dasarnya dan mampu mahasiswa pertukaran pelajar juga dapat terealisasi
memecahkan segala permasalahan yang terjadi, dalam keseharian baik dalam lingkungan
Antara komunikasi dan interaksi harus berjalan masyarakat baru maupun lingkungan tempat tinggal
dengan baik guna menjalankan peran-peran sosial asal para mahasiswa itu sendiri.
dan sesuai fungsinya antara satu dengan yang Berdasarkan observasi yang penulis
lainnya. lakukan sebagai bagian dari salah satu perwakilan
Dalam berkomunikasi dengan konteks mahasiswa pertukaran pelajar di Filipina, kehadiran
komunikasi lintas budaya banyak sekali menemui mahasiswa pertukaran pelajar memberikan manfaat
masalah atau hambatan-hambatan bahkan dapat keberfungsian sosial yang nyata bagi peningkatan
memicu munculnya konflik, misalnya saja dalam pengetahuan baru di masyarakat maupun peserta
penggunaan bahasa, lambang-lambang, nilai atau lainnya, sebaliknya bagi mahasiswa pertukaran
norma-norma masyarakat dan lain sebagainya. pelajar itu sendiri adanya lingkungan masyarakat
Padahal syarat untuk terjalinnya hubungan itu tentu baru juga dapat memberikan pengetahuan dan
saja harus ada saling pengertian dan pertukaran pemahaman baru.
informasi atau makna antara satu dengan lainnya. Namun di sisi lain, budaya asing yang
Ketika orang-orang dari budaya yang dibawa mahasiswa pertukaran pelajar yang berasal
berlainan berkomunikasi, penafsiran keliru atas dari negara asal terkadang menimbulkan masalah
sandi merupakan pengalaman yang lazim. dalam kehidupan masyarakat. Para mahasiswa
Komunikasi lintas budaya dapat terjadi dalam pertukaran pelajar yang menetap di tempat yang
konteks komunikasi manapun, mulai dari baru juga cenderung akan mengalami gegar budaya
komunikasi dua orang yang intim hingga ke atau culture shock.
komunikasi organisasional dan komunikasi massa. Gegar budaya atau culture shock adalah
Menurut Tubbs dan Mosss 1996 dalam Sihabudin suatu penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan
(2011:4), setiap kali komunikasi antar budaya atau jabatan yang diderita orang-orang yang secara
terjadi, perbedaan kerangka rujukan (frame of tiba-tiba berpindah atau dipindahkan ke luar negeri
reference) peserta komunikasi membuat atau tempat lain. Gegar budaya timbul karena
komunikasi lebih rumit dan sulit dilakukan, adanya kecemasan yang disebabkan oleh
terutama karena peserta tidak menyadari semua kehilangan tanda-tanda dan lambang-lambang
aspek budaya peserta lainnya. dalam pergaulan sosial. Oberg (2005:174).
Sehingga seorang mahasiswa yang terpilih
untuk mewakili universitas dalam program
pertukaran pelajar diharuskan untuk memiliki dasar Metode Penelitian
ilmu budaya yang baik dalam konteks komunikasi Metode penelitian yang digunakan dalam
lintas budaya agar keberfungsian sosial yang sesuai penelitian ini adalah pendekatan kualitatif,
dapat tercipta sebagaimana mestinya seorang berdasarkan permasalahan yang diajukan dalam
penelitian lebih mengutamakan menggambarkan
dan mengungkapkan sebuah peristiwa, aktifitas Karena alumni mahasiswa pertukaran pelajar pada
sosial, sikap, kepercayaan. persepsi, pemikiran tahun 2019 di Uniska Banjarmasin tidak terlalu
orang secara individual maupun kelompok. Metode banyak dan bersifat menyebar sehingga menurut
penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang peneliti 5-7 orang informan saja sudah cukup
digunakan untuk meneliti pada kondisi objek untuk mewakili dan memberikan informasi yang
alamiah Sugiyono (2012:15). diperlukan
Penelitian ini termasuk dalam field research Dalam sebuah penelitian pastinya para
atau penelitian lapangan. Jenis penelitian ini adalah informan akan memiliki kriteria masing-masing
deskriptif kualitatif yaitu berusaha mengungkapkan sesuai dengan keinginan peneliti. Dalam penelitian
suatu masalah yang terjadi kemudian menganalisa ini peneliti memberikan kriteria orang yang akan
informasi data yang didapat. Penelitian deskriptif diperlukan dalam menjawab beberapa pertanyaan
adalah metode yang digunakan untuk dalam metode wawancara ini yaitu seorang
menggambarkan atau menganalisis suatu hasil informan haruslah lulus dan pernah mengikuti
penelitian tetapi tidak digunakan untuk menarik pertukaran pelajar ke luar negeri pada tahun 2019
kesimpulan Sugiyono (2012:29), Dimana data yang yang lalu, selain itu seorang informan yang dipilih
didapat berupa gejala-gejala yang dituangkan dalam juga bisa seseorang yang sering
bentuk foto, dokumen, dan catatan lapangan pada menemani/mendampingi (Buddy) para mahasiswa
saat penelitian yang selanjutnya dideskripsikan pertujaran pelajar lainnya yang pernah ada di
secara narasi. kampus Uniska Banjarmasin. Berumur 20 s/d 25
Penelitian kualitatif dapat menunjukkan tahun, dan mampu memberikan dokumentasi
kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, sebagai bukti informan pernah melakukan tugas
fungsionalisasi organisasi, pergerakan sosial, dan kegiatan sosial sebagai mahasiswa pertukaran
hubungan kekerabatan. Penelitian kualitatif pelajar.
dieksplorasi dan diperdalam dari fenomena sosial Bentuk penyebaran dari pertanyaan yang
yang terdiri atas pelaku, kejadian, tempat, dan akan diajukan kepada para informan ini akan
waktu. menggunakan bantuan media sosial Whatsapp,
media sosial (Social Media) adalah saluran atau
sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya
Teknik Pengumpulan Data atau internet. Para pengguna (user) media sosial
berkomunikasi, berinteraksi, saling kirim pesan,
Teknik pengumpulan data yang dan saling berbagi (sharing), dan membangun
digunakan dalam penelitian ini supaya dapat jaringan (networking).
memperoleh data yang relevan dengan Dikarenakan adanya pandemi Virus
permasalahan penelitian, peneliti menggunakan Corona atau Covid-19 yang mengharuskan untuk
metode observasi, wawancara (interview), dan tidak bepergian keluar rumah serta dirumah saja
dokumentasi. dan tidak boleh berkumpul ataupun bepergian
Dalam penelitian ini peneliti melakukan keluar wilayah masing-masing maka peneliti lebih
tahapan-tahapan observasi yaitu yang pertama, memilih menyebar link ataupun tautan pertanyaan
menentukan tujuan dari observasi untuk penelitian melalui media sosial Whatsapp berupa dokumen
ini, kedua peneliti memilah atau membatasi apa (word) yang nantinya pertanyaan disana akan
saja yang perlu diobservasi apakah seluruh dijawab oleh para informan, melihat dari para
kegiatan atau hanya beberapa saja, ketiga informan dari alumni mahasiswa pertukaran pelajar
menentukan objek dan subjek apa saja yang akan Uniska Banjarmasin tahun 2019 yang menyebar,
diamati serta mengenal lebih dekat informan berbeda-beda jurusan dan memiliki tempat tinggal
dalam suatu kegiatan,kemudian menentukan yang berbeda-beda wilayah maka media sosial
situasi yang tepat untuk melakukan observasi khususnya Whatsapp akan sangat membantu dalam
dilapangan. hal penyebaran pertanyaan.
Metode wawancara adalah bentuk Dokumentasi adalah setiap bahan tertulis
komunikasi antara dua orang, melibatkan ataupun film. Dokumentasi digunakan sebagai
seseorang yang ingin memperoleh informasi dari bukti untuk suatu pengujian, karena sifatnya
seorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan- alamiah, sesuai dengan konteks, lahir dan berada
pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu. Teknik pada konteks.
wawancara yang digunakan oleh penulis yaitu
pertanyaan terbuka. Pertanyaan terbuka adalah Hasil Penelitian dan Pembahasan
pertanyaan yang jawabannya tidak disediakan
sehingga informan bebas menjawab. Peran Komunikasi Lintas Budaya di Lingkungan
Masyarakat Baru
Banyaknya jumlah informan yang akan
diambil oleh peneliti ialah sebanyak 5-8 orang dari Peran Komunikasi
jumlah populasi yaitu 18 orang, Menurut Komunikasi lintas budaya dapat terjadi dalam
Suharsimi Arikunto (2013:106) populasi adalah konteks komunikasi manapun, mulai dari dalam peran
keseluruhan subjek penelitian atau jumlah komunikasi dua orang yang intim hingga ke peran
komunikasi organisasi atau massa, budaya yang
keseluruhan dari suatu sampel yang merupakan
membaur dan berbeda-beda berkesinambungan dan hadir
sumber data yang sangat penting. Banyaknya dimana-mana, budaya juga berkenaan dengan bentuk
populasi alumni mahasiswa pertukaran pelajar fisik serta lingkungan sosial yang mempengaruhi.
tahun 2019 yang tergabung dalam komunitas baik Budaya yang dipelajari dalam kehidupan dan lingkungan
dalam jejaring sosial maupun diluar itu sebanyak baru tidak diwariskan secara genetis, budaya juga
18 orang. Terdiri dari 15 orang mahasiswa yang berubah ketika orang-orang berhubungan atau
pernah mengikuti pertukaran pelajar ke luar berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.
negeri, dan 3 para Buddy atau pendamping Artinya budaya dan peran komunikasi itu
mahasiswa yang tiba dari luar negeri ke Uniska sendiri tidak dapat dipisahkan. Budaya tidak hanya
Banjarmasin, para Buddy biasanya juga membantu menentukan siapa bicara siapa, tentang apa, dan
bagaimana komunikasi berlangsung, tetapi budaya juga
proses pembelajaran dalam hal berbahasa inggris.
turut menentukan orang menyandi pesan, makna yang ia
miliki untuk pesan, dan kondisi-kondisi untuk mengirim, memiliki pandangan sendiri tentang peran
memperhatikan dan menafsirkan pesan itu sendiri. komunikasi, Yosi mengatakan bahwa :
Peneliti melihat sejauh mana dan apa saja peran “Saya sebagai calon pengajar dan diberikan tugas
komunikasi khususnya dilingkungan masyarakat baru mengajar di depan kelas saat di Filipina , saya
dengan memberikan pertanyaan kepada informan Bagus pastinya harus bertatapan langsung dengan banyak
Putra seorang alumni mahasiswa pertukaran pelajar yang orang dan berkomunikasi dengan baik, tentunya
pernah ke Filipina tahun 2019 yang lalu ia berpendapat peran komunkasi sangat penting bagi saya sebagai
dan mengatakan bahwa : sarana menyampaikan ilmu pengetahuan agar
“Menurut saya peran komunikasi itu penting orang lain menjadi paham”.
dilingkungan masyarakat baru yaitu diluar negeri Pendapat dari informan Yosi mengarah pada
karena apa, karena saat kita hidup di lingkungan dengan landasan teori pada tipe komunikasi verbal,
baru kita harus beradaptasi dan juga menyesuaikan menurut pendapat Marhaeni (2009:109-110) komunikasi
lingkungan sehingga kita perlu bantuan orang, ras verbal merupakan komunikasi yang menggunakan kata-
atau suku disana untuk meminta bantuan ataupun kata secara lisan dengan secara sadar dilakukan oleh
mencari penjelasan tentang lingkungan tersebut guna manusia untuk berhubungan dengan manusia lain. Dasar
mencari pengetahuan baru atau informasi seperti komunikasi verbal adalah interkasi antara manusia. Dan
tentang cara berpakaian, cara makan, cara menawar menjadi salah satu cara bagi manusia berkomunikasi
suatu barang ataupun untuk izin pergi keluar secara lisan atau bertatapan dengan manusia lain, sebagai
rumah.” sarana utama menyatukan pikiran, perasaan dan maksud.
Bagus Putra juga menambahkan tentang peran Dalam hal mengajar didepan kelas peneliti
komunikasi yang sangat terasa dan ia dapatkan, disini melihat tentunya interaksi dapat terjadi dengan
Bagus Putra mengatakan bahwa : bertatapan dengan manusia lainnya atau dalam hal yang
“Peran komunikasi yang terlihat, terasa dialami Yosi bertatapan dengan murid yang ada dikelas.
atau saya dapatkan yaitu ketika saya disana dapat Untuk dapat menyampaikan pesan-pesan dan
berkomunikasi antar pribadi dengan orang yang menjelaskan suatu pembelajaran tipe komunikasi verbal
disana dan juga dapat berkomunikasi dengan massa sangat efektif dilakukan oleh seorang tenaga pengajar
karena pentingnya komunikasi saat berada di seperti Yosi agar para murid juga dapat memahami
lingkungan baru”. penjelasan yang dimaksud oleh gurunya. Hal ini tentunya
Pendapat Bagus Putra mengacu para pendapat berbeda dengan apabila murid yang sedang diajarkan
Stuart, 1983 (dalam Vardiansyah, 2004 : 3) yang memiliki kebutuhan khusus, seperti yang ditambahkan
mengatakan bahwa komunikasi dalam prosesnya oleh Yosi ia berkata bahwa :
melibatkan komunikasi sebagai kata kerja (verb) dalam “Dikelas saya tidak terdapat murid dengan
bahasa Inggris, “communicate”, berarti : keterbatasan atau yang berkebutuhan khusus, namun
(1) Untuk bertukar pikiran-pikiran, perasaan-perasaan biasanya ada tenaga pengajar khusus dan mereka
dan informasi; menggunakan bahasa tubuh dan sentuhan untuk
(2) Untuk membuat tahu; mengajarnya”
(3) Untuk membuat sama; Dalam hal seperti ini peneliti melihat adanya
(4) Untuk mempunyai sebuah hubungan yang tipe komunikasi nonverbal yang juga masuk dalam teknik
simpatik. pengajaran yangmana termasuk dalam bentuk
Disini dapat peneliti lihat banyak poin-poin komunikasi nonverbal kinesics atau nama teknis bagi
yang termasuk kedalam pendapat dari Stuart, 1983 studi mengenai gerakan tubuh digunakan dalam
(dalam Vardiansyah, 2004 : 3), mengenai poin (1) komunikasi. Gerakan tubuh meliputi kontak mata,
untuk bertukar-tukar pikiran dapat terjadi saat ekspresi wajah, gerak-isyarat, postur atau perawakan, dan
informan Bagus Putra bertanya dan ingin mengetahui sentuhan. Seperti yang dikatakan oleh Larry A. Samovar
hal-hal baru dilingkungannya, poin (2) yaitu untuk dan Richard E. Porter (2010:343), komunikasi nonverbal
membuat tahu juga terjadi saat informan bertanya mencakup semua rangsangan (kecuali rangsangan
kemudian mendapatkan jawaban dan mengetahui verbal) dalam suatu setting komunikasi oleh individu dan
segala tentang tata cara berpakaian, cara makan, cara penggunaan lingkungan oleh individu, yang mempunyai
menawar suatu barang dilingkungannya, dan poin (4) nilai pesan potensial bagi pengirim atau penerima. Dan
untuk membuat sama juga terjadi saat semuanya yang salah satu bentuknya adalah kinesics.
informan ingin ketahui sudah didapatkan dan Informan lain diambil dari alumni mahasiswa
kemudian informan melakukan adat istiadat atau pertukaran pelajar tahun 2019 dengan jurusan ilmu
kebiasaan yang dilakukan masyarakat disana agar komunikasi, sebagai mahasiswa komunikasi tentunya
tidak terlihat jauh berbeda dan menjadi sama serta peran komunikasi menurutnya sangat penting
membaur dengan sekitarnya, terakhir mengenai dilingkungan masyarakat baru informan yang bernama
hubungan yang simpatik yang dimaksud bisa mengacu Yola sependapat dengan pendapat Sihabudin Ahmad
kepada beradaptasi dengan baik dengan orang sekitar (2011:28) yang menyatakan bahwa bentuk paling nyata
agar memperoleh apa yang ingin dicapai atau mencari dalam komunikasi adalah bahasa. Secara sederhana
informasi. bahasa dapat diartikan sebagai suatu sistem lambang
Adapun pendapat dari Tubbs dan Moss (1996: yang teroganisasi, disepakati secara umum, dan
236). Komunikasi antar budaya terjadi bila pengirim merupakan hasil belajar, yang digunakan untuk
pesan adalah anggota dari suatu budaya dan penerima menyajikan pengalaman-pengalaman dalam suatu
pesan adalah anggota dari suatu budaya lain. komunitas geografis atau budaya. Bahasa merupakan alat
Komunikasi antar budaya, komunikasi antar orang- utama yang digunakan budaya untuk menyalurkan
orang yang berbeda budaya (baik arti ras, etnik kepercayaan diri, nilai dan norma. Bahasa merupakan
ataupun perbedaan sosioekonomi). alat bagi orang-orang untuk berinteraksi dengan orang
Disini peneliti melihat bagaimana peran lain dan juga sebagai alat untuk berpikir.
komunikasi lintas budaya itu terjadi dalam lingkungan Yola berpendapat selama ia menjalani program
masyarakat baru yang didapatkan oleh informan pertukaran pelajar bahwa :
Bagus Putra ketika ia berkomunikasi dengan ras, suku “Saya mengikuti program pertukaran
atau etnik dari budaya lainnya, ketika budaya yang pelajar di Filipina, saya ditempatkan diperusahaan
dibawa oleh informan Bagus Putra yang berbeda dari penyiaran radio, tentunya saya pernah melakukan
daerah asalnya kemudian membaur dengan budaya siaran dan memberikan informasi mengenai diri saya
lainnya atau penerima pesan itu memiliki budaya yang dalam bahasa inggris, orang filipina sangat pandai
berbeda. berbahasa inggris, saya memberitahu mereka
Informan lainnya yang diberikan pertanyaan mengenai kebudayaan di Indonesia dan juga info
oleh peneliti adalah seorang mahasiswa pertukaran menarik lainnya kepada pendengar disana, peran
pelajar di jurusan bahasa inggris bernama Yosi dan ia komunikasi sangat berguna sekali bagi saya untuk
berperan sebagai tenaga pengajar saat mengikuti menyalurkan dan memberitahu orang lain mengenai
kegiatan pertukaran pelajar ke Filipina tahun 2019 segala hal dan itu membuat saya lebih percaya diri
yang lalu, sebagai tenaga pengajar Yosi tentunya dengan adanya komunikasi yang baik”.
Menurut peneliti yang mengacu pada fungsi membunyikan musik-musik yang terdengar seperti
sosial dari bahasa inilah yang tidak dapat dihiraukan gamelan dikelenteng juga dimalam hari untuk
dalam mengembangkan dan merencanakan perubahan suatu upacara atau kegiatan keagamaan, kalau di
terhadap komunikasi. Bahasa sebagai jembatan penyalur Indoensia kita biasanya mendengarkan adzan lima
agar lebih bisa memahami kembali apa yang diinginkan kali sehari namun disana tidak terdengar adzan,
oleh pelaku komunikasi itu dan penerima komunikasi hanya musik khas dari gereja atau kelenteng.
menjadi paham. Itu sebabnya bahasa lebih daripada Adapun pendapat yang mengacu pada
sekedar alat komunikasi. Bahasa bentuk paling nyata sebagaimana yang dikemukakan oleh Alvin L.
dalam komunikasi. Secara sederhanya peneliti melihat Bertrand 1924 dalam Sulasman & Setia Gumilar
dan mengartikan bahasa sebagai suatu lambang yang (2013:18), adalah segala pandangan hidup yang
menjadi kesepakatan bersama dan digunakan untuk dipelajari dan diperoleh oleh anggota-anggota suatu
menyalurkan pesan, pengalaman, informasi suatu masyarakat. Termasuk dalam kebudayaan adalah
individu maupun komunitas. Mengacu pada pendapat segala bentuk, lembaga masyarakat, sikap, keyakinan,
Sihabudin Ahmad (2011:28) yang berkata bahwa bahasa motivasi serta sistem nilai yang diberlakukan pada
merupakan alat utama yang digunakan budaya untuk kelompok.
menyalurkan kepercayaan diri, nilai dan norma. Bahasa Informan Irma yang pernah menjadi salah satu
merupakan alat bagi orang-orang untuk berinteraksi mahasiswa pertukaran pelajar di Filipina berpendapat
dengan orang lain dan juga sebagai alat untuk berpikir. mengenai sistem nilai yang diberlakukan pada
Tentu menurut peneliti benar adanya, dari informan Yola kelompok. Irma berkata bahwa :
kita dapat melihat jika tanpa adanya bahasa yang benar “Di Filipina mereka tidak memakai kantong
dan baik maka komunikasi akan sulit dipahami oleh plastik untuk membungkus apapun, bahkan
penerima pesan atau komunikan. ketika saya belanja di kios kecil sekalipun,
mereka menyediakan papperbag kecil untuk
Kebudayaan di Lingkungan Masyarakat Baru membungkus”.
Dalam lingkungan masyarakat baru kebudayaan Sangat terlihat nilai dan kegunaan suatu
merupakan salah satu bagian yang penting untuk dikaji kebiasaan yang diberlakukan suatu kelompok
karena menyangkut dinamika perkembangan hidup masyarakat di Filipina, mereka menerapkan hal
manusia atau masyarakat sekitar beserta kebudayaannya. tersebut untuk kebaikan bersama dalam hal menangani
Berbicara tentang kebudayaan dilingkungan masyarakat sampah dan untuk melestarikan lingkungan agar tidak
baru maka tidak terlepas dari peradaban karena tercemar. Tentunya kita sebagai pendatang di
kebudayaan merupakan syarat bagi pengembangan lingkungan masyarakat baru tersebut harus mengikuti
perabadan, menurut peneliti peradaban di suatu aturan yang berlaku atau yang sudah dijalankan oleh
lingkungan biasanya muncul atas adanya masa kelompok disana.
kolonialisasi untuk menyebarkan dan menanamkan Adapun peneliti yang pernah terjun
perabadan bangsa kolonial dalam masyarakat yang kelapangan dan mengalami sendiri mengenai sikap,
dijajahnya. Corak kehidupan masyarakat, pergaulan keyakinan, motivasi serta sistem nilai yang
sosial seakan akan dapat dilihat dari sejarah mereka. diberlakukan pada kelompok. Ketika peneliti diterima
Disisi lainnya budaya asing yang dibawa oleh para untuk mengikuti pelajaran di Saint Louis University
mahasiswa pertukaran pelajar yang berasal dari negara mereka setiap paginya akan melakukan doa dengan
asal terkadang menimbulkan perbedaan dalam kehidupan keyakinan mereka dan aturan mereka, mereka
masyarakat baru. Para mahasiswa pertukaran pelajar berpendapat jika berdoa maka tuhan akan
yang menetap di tempat yang baru juga cenderung akan memudahkan mereka dalam memahami segala
mengalami gegar budaya atau culture shock. pelajaran yang akan didapat. Tentunya kita juga harus
Informan Yola memiliki pendapat yang mengikuti apa yang dilakukan ketika berada disuatu
mengacu pada pendapat E.B .Tylor 1871 dalam lingkungan baru, namun dalam bentuk keyakinan tentu
Sulasman & Setia Gumilar (2013:17), yaitu kita masih harus berpegang teguh terhadap keyakinan
“Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup kita sendiri. Melalui penyaluran doa, kita bisa melihat
pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, adat jika kebiasaan, adat istiadat maupun agama bisa
istiadat, kemampuan serta kebiasaan yang didapatkan membaur dan dapat memahami satu sama lainnya.
oleh manusia sebagai anggota masyarakat.”
Informan dengan jurusan Ilmu Komunikasi ini berkata Faktor Pendukung Dan Penghambat Terjalinnya
bahwa : Fungsi Sosial Dalam Komunikasi Lintas Budaya
“Setiap Negara pasti memiliki budaya yang berbeda,
karena saya lahir dan dibesarkan di Indonesia yang Pentingnya Komunikasi Sebagai Faktor Pendukung
memang pada dasarnya juga berbeda-beda suku, Komunikasi dalam judul penelitian ini sangatlah
agama, bahasa daerah dan lainnya maka dalam berguna untuk mengenal daerah baru dan orang-orang
menyikapi hal tersebut saya mengedepankan yang berbeda serta untuk menggali peluang pembelajaran
toleransi, dan juga menghormati budaya yang ada dalam hal apapun yang ingin diketahui. Hubungan akan
dilingkungan yang baru yangmana sangat berbeda- membaik dengan adanya komunikasi dengan terjalinnya
beda dalam hal agama, adat dan kebiasaannya yang pertukaran budaya. Pesan-pesan yang muncul lewat
awalnya membuat saya kaget”. perilaku manusia menjadikan komunikasi telah bersifat
Informan Yola menjadikan perbedaan itu sangat umum, untuk menampung berbagai keadaan
suatu bentuk dari pembelajaran dalam hal toleransi, dimana komunikasi itu terjadi. Tak terkecuali saat berada
kebudayaan yang dimiliki Yola di Indoneisa tentunya dilingkungan masyarakat baru yang dialami oleh para
tidak jauh berbeda dengan kebudayaan di Filipina alumni mahasiswa pertukaran pelajar dari UNISKA
karena di Indonesia sendiri juga memiliki banyak Banjarmasin.
sekali keunikan dan beragam adat istiadat serta bahasa Menurut informan Aldyt salah satu alumni
daerah. Hal yang paling menonjol mengenai mahasiswa pertukaran pelajar tahun 2019 yang
kebudayaan yang berbeda di lingkungan masyarakat berpendapat bahwa :
baru adalah dalam segi keyakinan dan kebiasaan, “Komunikasi itu terbilang sangat penting
kalau di Indoneisa kebanyakan adalah penganut agama dilingkungan masyarakat baru karena saya melihat
Islam maka di Filipina mereka kebanyakan menganut komunikasi dapat dijadikan sebagai alat interaksi
agama Kristen Protestan dan Katolik, hampir disetiap yang menunjang keperluan dalam bersosialisasi atau
jalan kita dapat menemui gereja dan sangat sulit untuk berbaur terhadap masyarakat di luar negeri, saya dan
menemukan masjid, karena orang Filipina hanya orang disana dapat menyampaikan pengetahuan baru
sebagian kecil yang memeluk agama islam. yang tadinya kita tidak mengetahui menjadi tahu
Pengalaman seperti ini datang dari informan Yola banyak hal. Misalnya saja dalam hal menanyakan
yang menambahkan pendapat jika : kebiasaan disana, adat istiadat masyarakat setempat
“Perbedaan sehari-hari yang dapat saya ataupun mencari tahu pengetahuan ditempat yang
rasakan ketika pagi dan malam hari, disana baru itu untuk dikunjungi, maka peran komunikasi
mereka akan melakukan sembahyang dan sangat penting bagi saya”.
Menggali tentang pendapat Aldyt mengenai Seorang mahasiswa pertukaran pelajar juga
kebiasaan dan adat istiadat di lingkungan masyarakat manusia biasa yangmana manusia sebagai individu
baru yang ia rasakan Aldyt menambahkan kepada ternyata tidak mampu hidup sendiri. Manusia sebagai
peneliti yaitu : makhluk sosial merupakan mahkluk yang berhubungan
“Jika saya lihat orang Filipina memiliki adat istiadat secara timbal-balik dengan manusia lain. Pada dasarnya
yangmana tidak makan menggunakan tangan seperti mahasiswa di lingkungan masyarakat baru dalam
kita di Indonesia yang mungkin hal itu disini menjalankan suatu kegiatan sosial mengacu pada kata
dianggap lumrah atau wajar sekali dan banyak “sosial”. Hal ini terkait dengan kebutuhan manusia antara
dijumpai ditempat umum, namun di Filipina hal satu dengan yang lain. Seorang mahasiswa pertukaran
tersebut dianggap tidak sopan bagi saya dan pelajar disini dalam menjalani kehidupannya di
masyarakat disana selalu makan menggunakan lingkungan masyarakat baru akan senantiasa bersama
sendok dan garpu yang tersedia disetiap restoran dan bergantung pada manusia lainnya. Saling
ayam gorengnya juga”. membutuhkan dan harus bersosialisasi dengan
Pendapat dari Aldyt juga memiliki kemiripan masyarakat lainnya. Hal ini disebabkan seorang manusia
dengan informan lainnya Herlin seorang mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tidak dapat
pertukaran pelajar yang pernah pergi ke Filipina tahun memenuhinya sendiri. Manusia tentunya akan bergabung
2019 lalu yang beranggapan bahwa : dengan manusia lain untuk membentuk kelompok-
“Peran komunikasi sangat penting menurut saya kelompok dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan
dilingkungan masyarakat baru karena untuk tujuan hidup. Dalam hal ini mahasiswa sebagai individu
mengetahui banyak pengetahuan baru yang tadinya menjalankan kehidupan bersama dengan inidividu
saya tidak mengetahui apa-apa, saya juga mendapat lainnya.
pelajaran baru dan menyampaikan beragam Adapun menurut informan Bagus Putra bentuk
pendapat untuk hal yang baik maupun yang buruk kegiatan sosial yang dijalankan olehnya dalam menjalani
guna menyelesaikan masalah yang pernah terjadi,”. kegiatan sosial untuk tercapainya fungsi sosial sebagai
Namun Herlin menambahkan agar berbicara atau seorang mahasiswa pertukaran pelajar yaitu :
berkomunikasi tentunya ada aturannya terutama dalam “Saya mengikuti kegiatan seperti orientasi
masyarakat baru ia berkata : mahasiswa di kampus LPU di Filipina, kegiatan hari
“Sebagai seseorang pendatang haruslah lebih sopan besar yang ada di negara tersebut dan juga saya
dan tidak asal berbicara.” mengikuti kegiatan Mengaji dan ceramah di Masjid
Pendapat Aldyt dan Herlin diatas sependapat KBRI Manila”.
dengan pendapat yang disampaikan Leeuwis (dalam Sebagai seorang mahasiswa tidaklah luput dari
Satriani dan Muljono, 2005:90) komunikasi merupakan lingkungan kampus dalam melaksanakan kegiatan
sebuah proses penting yang digunakan oleh manusia sehari-hari, informan Bagus Putra demikian, ia mengikuti
dalam pertukaran pengalaman dan ide, dan hal itu kegiatan orientasi mahasiswa di lingkungan kampus LPU
menjadi pemicu penting bagi penyampaian pengetahuan dan memperkenalkan diri sebagai seorang mahasiswa
dan persepsi dari berbagai jenis (misalkan pembelajaran). pertukaran pelajar dari Indonesia yang datang di
Oleh karena itu, komunikasi merupakan unsur inti dalam lingkungan kampus tersebut, kemudian melaksanakan
perubahan strategi untuk mendorong perubahan. peran sebagai seorang mahasiswa muslim dari indonesia
Dapat peneliti lihat jika pentingnya komunikasi maka informan Bagus Putra juga mengikuti kegiatan
terutama dilingkungan masyarakat baru yang terjadi sosial dalam hal keagamaan seperti mengaji dan juga
hingga dengan adanya komunikasi itu sendiri kita dapat ceramah di masjid KBRI Manila di Filipina.
saling bertukar informasi, pengalaman dan ide-ide yang Kemudian melihat dari pandangan Perspektif
akan disalurkan, komunikasi juga dapat menjadi media keberfungsian sosial dalam pemikiran Dwi Heru Sukoco
pembelajaran dalam mencari pengetahuan baru (1998:45), keberfungsian sosial dapat dipandang dari
dilingkungan masyarakat baru, seperti yang disampaikan berbagai segi aspek yaitu :
Leeuwis (dalam Satriani dan Muljono, 2005:90) 1. Status Sosial
yangmana komunikasi merupakan unsur inti dalam Peneliti mengamati seseorang mahasiswa yang
perubahan strategi untuk mendorong perubahan. hidup di lingkungan masyarakat baru dengan
Perubahan disini peneliti melihat kearah pengetahuan kebudayaan yang baru dan juga kebiasaan baru maka
baru yang awalnya kita tidak mengetahui menjadi tahu. dia pasti mempunyai status sosial. Status sosial
Misalkan saja dalam hal adat istiadat atau kebiasaan seseorang bersifat jamak atau plural, artinya seorang
sehari-hari masyarakat setempat seperti yang mahasiswa pertukaran pelajar yang hidup di
dikemukakan Aldyt dalam wawancaranya diatas. masyarakat baru mempunyai status sosial lebih dari
satu, seperti sebagai mahasiswa yang belajar di area
Kegiatan Sosial dan Fungsi Sosial kampus penerima, dapat berperan sebagai seorang
Seorang mahasiswa pertukaran pelajar yang guru apabila ditempatkan untuk mengajar disekolah,
berada di lingkungan masyarakat baru tentunya harus pencari nafkah jika ada yang juga sambil bekerja,
memiliki tugas-tugas beserta kegiatan rutin yang akan sebagai seorang muslim saat ikut ceramah agama
dijalani, memenuhi atau merespon kebutuhan dasar, dan mengaji dimasjid, serta adapula yang menjadi
menjalankan peranan sosial, serta menghadapi penyiar radio. Semua itu dapat terjadi saat adanya
goncangan dan tekanan yang ada hal tersebut pembauran kebudayaan dan tergantung dari kegiatan
bertujuan untuk dapat melaksanakan fungsi sosialnya serta situasi yang ada.
sebagai seorang mahasiswa dan menjalankan tugas- 2. Interaksional
tugasnya sesuai dengan status sosialnya dimasyarakat Sebagai makhluk sosial pastinya manusia akan
itu. saling berinteraksi satu sama lainnya, ketika seorang
Mengacu dalam bukunya Edi Suharto mahasiswa pertukaran pelajar sudah memperoleh
(2009:28) yang berpendapat bahwa keberfungsian sosial status sosialnya, maka sangat mudah terjalinnya
didefinisikan sebagai kemampuan orang (individu, aspek interaksional yangmana penerima pesan
keluarga, kelompok, atau masyarakat) dan sistem sosial dalam berkomunikasi tentu berbeda beda pula.
dalam memenuhi kebutuhan dasar, menjalankan peran Seperti contohnya seorang mahasiswa yang berada
sosial, serta menghadapi goncangan dan tekanan. di lingkungan kampus, pastinya interaksi yang
Dapat jelas diamati disini apakah para terjadi dapat terjalin antara dosen dengan mahasiswa
mahasiswa pertukaran pelajar dilingkungan masyarakat itu sendiri, kemudian dapat terjalin juga dengan
baru mampu berperan sebagai contoh yang baik, mampu teman satu kelas maupun mahasiswa lainnya yang
berperan sebagai tenaga pengajar, mampu berperan memiliki kebudayaan berbeda, maka disini fungsi
sebagai pembawa nama yang baik dari kampusnya, komunikasi lintas budaya juga tersampaikan dengan
mampu berperan sebagai seseorang yang nantinya baik.
memberikan motivasi serta inspirasi kepada mahasiswa 3. Tuntutan atau Harapan
lainnya baik di lingkungan masyarakat baru maupun di Ketika seorang mahasiswa pertukaran pelajar di
lingkungan asal mereka. lingkungan masyarakat yang baru sudah memiliki
setiap status sosial maka pada dasarnya akan
menuntut tingkah laku yang harus dilaksanakan. melakukan komunikasi secara efektif, memang tidak
Tuntutan tingkah laku sesuai dengan norma atau akan cukup bila hanya memahami faktor –faktor yang
nilai di mana peran mahasiswa tersebut berada mempengaruhi efektifitas komunikasi saja. Hambatan
(expectation role). Seperti hal nya seorang komunikasi mungkin dapat terjadi, baik di antara
mahasiswa pertukaran pelajar yang ditempatkan di individu atau antar manusia, dan bisa juga terjadi di
stasiun radio, maka tingkah laku dan juga peran yang dalam organisasi.
terlihat juga harus professional dengan apa yang Penelitian tentang hambatan komunikasi disini
dijalankan, mahasiswa yang di tempatkan di stasiun mengacu pada pendapat Wursanto. I. (2005:171) yang
radio harus terampil dalam berkomunikasi dengan meringkas hambatan komunikasi terdiri dari tiga macam,
bahasa inggris, harus percaya diri, mampu membaca yaitu:
naskah dengan baik serta memiliki banyak ide 1 Hambatan yang bersifat teknis Hambatan yang
gagasan untuk siaran yang akan datang sehingga bersifat teknis adalah hambatan yang disebabkan oleh
pendengar tidak bosan dengan topik yang disiarkan. berbagai faktor, seperti :
4. Tingkah Laku b) Kurangnya sarana dan prasarana yang diperlukan
Setiap mahasiswa pertukaran pelajar di lingkungan dalam proses komunikasi.
masyarakat baru yang dituntut untuk melaksanakan c) Penguasaan teknik dan metode berkomunikasi
peran sesuai dengan status sosialnya. Namun ada yang tidak sesuai
beberapa mahasiswa yang tidak mampu d) Kondisi fisik yang tidak memungkinkan
menjalankan peran sesuai dengan yang diharapkan. terjadinya proses komunikasi yang dibagi menjadi
Perilaku tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam kondisi fisik manusia, kondisi fisik yang
faktor, baik faktor dari dalam diri individu (internal) berhubungan dengan waktu atau situasi/ keadaan,
maupun faktor yang berasal dari lingkungan dan kondisi peralatan.
sosialnya (eksternal). Tingkah laku yang kurang baik 2 Hambatan semantik Hambatan yang disebabkan
atau buruk ini juga dapat menjadi penghambat dalam kesalahan dalam menafsirkan, kesalahan dalam
fungsi sosial di masyarakat, contohnya : memberikan pengertian terhadap bahasa (kata-kata,
a) Perilaku Menyerang kalimat, kode-kode) yang dipergunakan dalam proses
Biasanya mahasiswa dalam perilaku ini komunikasi.
menggunakan energinya untuk melakukan 3 Hambatan perilaku Hambatan perilaku disebut juga
perlawanan dalam rangka mempertahankan hambatan kemanusiaan. Hambatan yang disebabkan
integritas pribadinya. Perilaku yang ditampilkan berbagai bentuk sikap atau perilaku, baik dari
dapat merupakan tindakan konstruktif maupun komunikator maupun komunikan.
destruktif. Tindakan konstruktif yaitu upaya individu Pendapat salah seorang informan bernama
dalam menyelesaikan masalah secara asertif yaitu Dicky yang berasal dari alumni mahasiswa pertukaran
menggunakan dengan kata-kata terhadap rasa pelajar tahun 2019 dengan jurusan Teknik Sipil mengacu
ketidaksenangannya. Sedangkan destruktif yaitu pada pendapat dari Wursanto. I. (2005:171), tentang
tindakan agresif terhadap sasaran atau obyek dapat hambatan semantik yang berarti hambatan yang
berupa benda, barang, orang atau bahkan terhadap disebabkan kesalahan dalam menafsirkan, kesalahan
dirinya sendiri. dalam memberikan pengertian terhadap bahasa (kata-
b) Perilaku Menarik Diri kata, kalimat, kode-kode) yang dipergunakan dalam
Perilaku mahasiswa lainnya yang juga sering proses komunikasi. Dicky berpendapat bahwa :
ditemui di lingkungan masyarakat adalah perilaku “Biasanya Kurang percaya diri untuk bicara,takut
menarik diri atau mereka yang menunjukkan salah dalam berucap, kurangnya penguasaan bahasa
pengasingan diri dari lingkungan dan orang lain. internasional sebagai bahasa penghubung, accent yg
Misalnya seorang mahasiswa mencoba melarikan kadang membuat kita kurang paham dengan
diri dari sumber stres. Sedangkan reaksi penyebutan kata dan uniknya nama seseorang adalah
psikologisnya bisa menampilkan diri seperti apatis, penghambat komunikasi yang saya alami”
pendiam, dan munculnya perasaan tidak berminat selain itu Dicky menambahkan tentang kepercayaan diri
yang menetap pada suatu perkumpulan. Biasanya yang biasanya tiba-tiba hilang ketika harus dihadapkan
mahasiswa dengan perilaku menarim diri adalah oleh beberapa orang yang berbeda setiap bertemu
beberapa orang yang kurangnya rasa percaya diri dilingkungan masyarakat baru.
hingga mengakibatkan malu untuk berada didepan “Sikap setiap orang yang saya temui kadang berbeda-
banyak orang atau menunjukan kemampuannya. Hal beda, saya kurang percaya diri jika menemui orang
ini berkaitan dengan aspek keberfungsian sosial pada yang memiliki jabatan atau dihormati, saya akan
poin ke 5 dalam pemikiran Dwi Heru Sukoco kekurangan kosa kata secara mendadak tiba-tiba”.
(1998:45). Peneliti melihat bukan hanya adanya hambatan
5. Situasional dalam bahasa yang menjadi kendala dalam hal yang
Setiap mahasiswa yang berada di lingkungan dialami oleh informan Dicky dilingkungan masyarakat
masyarakat baru memiliki kesadaran yang berbeda baru, tetapi kendala dalam perilaku atau sikap
terhadap situasi sosialnya meskipun mereka berada kepercayaan diri juga penting disini, hambatan perilaku
dalam situasi sosial yang sama. Kesadaran tersebut yang disebutkan dalam pendapat Wursanto. I.
merupakan konstruksi mental yang simbolik. (2005:171), disebut juga hambatan kemanusiaan.
Karena sebagai hasil pembentukan dalam diri Hambatan yang disebabkan berbagai bentuk sikap atau
setiap orang masing-masing. Perasaan dan cara perilaku, baik dari komunikator maupun komunikan.
seseorang dalam memandang situasi sosial sangat Memang benar adanya perilaku seseorang yang ditemui
berkaitan dengan tingkah laku seorang mahasiswa terkadang juga dapat mengubah sikap dan gaya bahasa
di lingkungannya dalam konteks situasi sosialnya. seseorang, seperti pengalaman peneliti sendiri saat
Jika seorang mahasiswa mempunyai perasaan dan melakukan kegiatan pertukaran pelajar di Filipina juga
pandangan positif terhadap situasi sosialnya atau demikian, ketika kita harus dikejutkan dengan kosa kata
dimana ia akan ditempatkan atau berada, maka baru, jargon atau slang yang asing untuk didengarkan,
mahasiswa tersebut cenderung dapat melaksanakan serta saat kita bertemu dengan orang yang memiliki
peranan yang diharapkan dan lingkungannya. kedudukan atau pangkat yang tinggi pastinya rasa gugup
Begitu pula sebaliknya jika mahasiswa tersebut atau kurangnya kepercayaan diri akan sangat terlihat,
berperasaan dan berpandangan negatif, maka apalagi jika kita tidak memiliki banyak pengetahuan
cenderung tidak dapat melaksanakan peranan yang dalam hal yang akan dibicarakan. Ini adalah hambatan
diharapkan oleh lingkungannya. dalam berkomunikasi juga, yaitu kurangnya pengetahuan
terdahulu terhadap apa yang harus diucapkan,
Faktor Penghambat Terjalinnya Komunikasi ketidaksiapan dalam menghadapi lawan bicara serta
Pada lingkungan masyarakat baru tentunya malas dalam mencari tahu atau membaca buku tentang
banyak terjadi hal-hal yang kurang diinginkan, salah hal-hal baru dinegara yang akan dikunjungi.
satunya mungkin yang menjadi hambatan dalam Selain itu pendapat lainnya datang dari informan
berkomunikasi, peneliti berpendapat bahwa untuk bisa bernama Hafiz yang pernah mengikuti program
pertukaran pelajar ke Vietnam tahun 2019 yang lalu, negeri seperti yang peneliti lakukan dilapangan bersama
Hafiz yang berjurusan Teknik Informatika ini sependapat dengan informan Yola, karena peneliti satu tim dengan
mengenai hambatan dalam hal sarana dan prasarana yang informan Yola dan ditempatkan di sebuah stasiun radio,
menjadi pengalamannya selama di Vietnam dalam maka setiap harinya akan melakukan siaran dan
hambatan berkomunikasi, Hafiz berkata bahwa : didengarkan oleh orang-orang sekitar. Disini Yola ikut
”Saat saya pertama kali datang ke Vietnam berpendapat bahwa :
dibandara, kami tidak memiliki jaringan telepon yang “Di lingkungan masyarakat baru, seorang
terhubung dengan Buddy (pendamping) disana mahasiswa pertukaran pelajar seperti saya pastinya
karena jaringan telepon kita berbeda dengan di luar akan memperkenalkan kebudayaan kita di Indonesia
negeri, sehingga sulitnya mencari koneksi internet kepada khalayak yang mendengar, karena saya
agar bisa melakukan panggilan telepon ataupun ditempatkan di Radio maka saya menyiarkan tentang
berkirim pesan minta dijemput saat itu”. adat istiadat, bahasa Indonesia , festival, lagu
Disini peneliti jelas sekali melihat jika pendapat daerah, pengetahuan tentang makanan, pakaian khas
dari Hafiz sependapat dengan pendapat Wursanto. I. daerah saya seperti sasirangan, isu politik dan
(2005:171), tentang kurangnya sarana dan prasarana kebiasaan lainnya termasuk agama-agama di
yang diperlukan dalam proses komunikasi. Telepon dan Indonesia kepada mereka”.
jaringan menjadi sarana dan prasarana yang penting Selain dapat mengenal kebudayaan dari daerah
dalam pendapat informan disini, karena tidak adanya baru, tugas seorang mahasiswa pertukaran pelajar juga
sinyal atau jaringan maka komunikasi jadi terhambat dan mencoba memperkenalkan budaya asal yang dibawa
pesan yang ingin dikirimkan juga tidak akan pernah oleh mereka untuk juga dipahami dan dipelajari
sampai kepenerima pesan tersebut. masyarakat sekitar. Karena perbedaan mungkin
menjadi sangat mencolok jika dihadapkan dengan
Fungsi Mahasiswa Pertukaran Pelajar Sebagai situasi baru yang sangat asing untuk dilihat, didengar
Faktor Pendukung Terjalinnya Komunikasi atau dipahami. Maka tugas seorang mahasiswa
Rutinitas para pelajar yang kuliah di Indonesia pertukaran pelajar memberikan sedikit pemahaman
bisa jadi sangat mudah ditebak. Pilihannya antara pergi dengan cara berdiskusi atau berkomunikasi dan
ke kelas, ke laboratorium, atau ke sekretariat organisasi melakukan pendekatan kepada orang-orang baru yang
adapun juga yang terjun kelapangan seperti KKN atau ditemui. Mahasiswa disini bukan hanya sebagai seorang
magang. Namun dilain itu ternyata sangat banyak wadah yang harus ditempatkan dikampus dan belajar seperti
untuk pengembangan diri yang bisa diikuti para biasanya didalam kelas, namun fungsi lainnya yang
mahasiswa. Peneliti berpendapat bahwa berkuliah itu juga dapat diambil dari seorang mahasiswa pertukaran
bukan terbatas di lingkungan kampus yang padat, tapi pelajar adalah mengambil setiap nilai-nilai yang bisa
berkuliah berarti memaksimalkan kesempatan yang dipelajari, bisa menambah wawasan, dan bisa dibawa
datang untuk mendapat pelajaran serta pengalaman yang atau menjadi bekal untuk kemudian dibagikan kepada
sebesar-besarnya. Salah satunya mengikuti program mahasiswa lainnya dikampus asal mereka. Dilihat dari
pertukaran pelajar, kegiatan pertukaran pelajar selama 1- ciri-ciri fungsi sosial yang ada yaitu :
3 bulan yang dapat diikuti para mahasiswa sangat a) Memiliki kemampuan untuk beradaptasi
menyegarkan otak dan memberikan perspektif lain (alam,norma)
bahwa sebetulnya masih banyak hal yang bisa dilakukan b) Mampu menjalankan peran-perannya sesuai
selain ikut kepanitiaan dan belajar di 4 tahun perkuliahan dengan status
tahap sarjana yang singkat. Pengalaman bertukar pikiran, c) Mampu melaksanakan tugas-tugas kehidupan
saling berinteraksi dan tentunya berkomunikasi dengan untuk memenuhi kebutuhan
mahasiswa dari berbagai belahan dunia yang lain juga d) Bila dihadapkan pada masalah akan mampu
sedikit banyak membuka mata dan jalan pikiran para menghadapi atau memecahkan masalah
mahasiswa mengenai sistem pendidikan di negara-negara e) Bisa beradaptasi aktif dalam bekerja sama
lain, serta dapat memahami beragam macam perbedaan Poin-poin penting yang ada, ternyata memang
dalam segi kebudayaan, kebiasaan, bahasa dan lainnya. telah djalankan oleh para informan yang melaksanakan
Dilihat dari fungsi sosial seorang mahasiswa kegiatan langsung di lingkungan baru atau terjun ke
pertukaran pelajar definisi keberfungsian sosial lapangan. Seorang mahasiswa pertukaran pelajar
menurut Adi Fahrudin (2011:43) yaitu cara yang memang ditugaskan untuk melaksanakan tugas-tugas
dilakukan individu perorangan, suatu perkumpulan atau yang sudah diberikan kepada mereka sebelum mereka
kelompok dalam melaksanakan tugas kehidupan dan datang kesuatu tempat yang dimaksud, seperti informan
memenuhi kebutuhannya dilingkungan masyarakat Yola yang ditugaskan di Radio, maka Yola harus siap
baru maupun dilingkungan kampus asal. Mengenai dan menguasai apa saja yang diperlukan dalam proses
fungsi seorang mahasiswa pertukaran pelajar penyiaran radio, seperti skrip atau naskah, kemudian
dilingkungan masyarakat baru seperti diluar negeri menguasai bahasa inggris yang baik agar bisa
peneliti mendapat informan bernama Irma yang dimengerti oleh pendengar dan percaya diri. Kemudian
berpendapat bahwa : apabila dihadapkan pada suatu masalah misalnya
“Fungsi seorang mahasiswa pertukaran pelajar kurangnya kepercayaan diri atau lupa memberikan poin
sangat banyak, tergantung dengan jurusan kuliah penting pada suatu naskah dan sulitnya mengeja kata-
yang diambil oleh mahasiswa pertukaran pelajar kata baru dalam naskah, Yola berpendapat bahwa :
tersebut selama kuliah. Contohnya saya, saya “Saya pernah kesulitan dalam membaca nama orang
mengambil jurusan pendidikan Bahasa inggris yang ada dinaskah, cara terbaiknya adalah bertanya
maka selama pertukaran pelajar saya akan kepada yang ahli, orang sekitar atau pembimbing
melakukan kegiatan kuliah umum atau garis saya bagaimana cara membaca nama mereka dengan
besarnya selama diluar negeri dan saya juga diberi benar”.
kesempatan mengajar anak-anak disekolah untuk Disini tentunya peneliti yang juga terjun
memberikan edukasi dan pengetahuan baru bagi langsung kelapangan sangat mengerti situasi yang
mereka dengan cara berkomunikasi”. dialami oleh informan Yola, dalam kesulitan mengeja
Disini peneliti dapat melihat dari informan atau membaca nama seseorang yang mungkin asing
Irma bahwa untuk melaksanakan tugas dan memenuhi sekali untuk dilihat, dengan bertanya kepada orang
kehidupannya sehari-hari Irma membagikan sekitar yang lebih tahu, maka kedepannya kita akan
pengetahuan dengan kepada para siswa di lingkungan banyak mempelajari dan akan terbiasa dengan kalimat
masyarakat baru yaitu di sekolah dan tentunya dengan ejaan itu dan kemungkinan tidak akan bertanya lagi
cara berkomunikasi secara verbal. Tugas ini berkenaan diwaktu yang akan datang.
dengan tujuan pembelajaran juga terhadap informan Dengan cara memahami atau sering belajar
tersebut yangmana akan menjadi calon tenaga pengajar hal-hal baru agar menambah wawasan, percaya diri dan
nantinya apabila Irma lulus dari Uniska. tidak malu dalam bertanya menjadi faktor yang terlihat
Fungsi lain dari seorang mahasiswa pertukaran dalam hal pendukung terjalinnya komunikasi disini.
pelajar di lingkungan masyarakat baru yaitu untuk
memperkenalkan budaya di daerah asal mereka ke luar
Komunikasi Dan Ilmu Sosial Lainnya, PT.
Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.

Penutup Deddy, Mulyana & Jalaluddin. ,2005, Komunikasi


Antar Budaya Panduan Berkomunikasi
Kesimpulan dengan Orang-orang Berbeda Budaya, PT.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Remaja Rosdakarya, Bandung.
oleh peneliti dengan cara observasi dan wawancara
mendalam, dapat disimpulkan sebagai berikut : Deddy, Mulyana, 2015, Ilmu Komunikasi Suatu
1. Peran komunikasi lintas budaya di lingkungan Pengantar, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.
masyarakat baru yang terjadi pada setiap mahasiswa
pertukaran pelajar di luar negeri sangatlah penting DeVito, Joseph A. ,2013, Interpersonal
untuk bisa berinteraksi dan saling bertukar Communication, Longman Inc, New York.
pemahaman tentang kebudayaan dengan orang-
orang di lingkungan masyarakat baru. Djuanaidi, M Ghony dan Fauzan Almansur, 2012,
2. Adapun faktor pendukung terjalinnya fungsi sosial Metodologi Penelitian Kualitatif, Ar-Ruzz
dalam Komunikasi Lintas Budaya yaitu Media, Yogyakarta.
a) Kepercayaan diri dalam berbaur dengan
masyarakat baru, Dudung Abdurrahman,2003, Pengantar Metodologi
b) Tidak mengasingkan diri atau menutup diri, Penelitian, Kurnia Kalam Semesta,
c) Berwawasan luas terutama dalam hal Bahasa dan Yogyakarta.
d) Mampu berperan aktif dalam setiap kegiatan
sosial. Dwi Heru Sukoco ,1998, Profesi Pekerjaan Sosial dan
3. Faktor penghambat terjalinnya fungsi sosial dalam Proses Pertolongannya, Koperasi Mahasiswa
Komunikasi Lintas Budaya yaitu a) Hambatan yang STKS, Bandung.
bersifat teknis, b) Kendala Bahasa, c) Kurangnya Idrus Muhammad, 2009, Metode Penelitian Ilmu
kepercayaan diri, d) Faktor tingkah laku yang Sosial, Erlangga, Yogyakarta.
buruk.
Maslow Abraham, 1994, Motivasi dan Kepribadian,
Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta.
Saran Marhaeni Fajar, 2009. Ilmu Komunikasi dan Praktek,
Berdasarkan hasil kesimpulan diatas adapun saran yang Raja Grafindo Persada, Jakarta.
dapat peneliti berikan adalah :
1. Fungsi mahasiswa pertukaran pelajar ditugaskan Miftachul Huda, 2009, Pekerjaan Sosial &
untuk memberikan pengetahuan tentang kebudayaan Kesejahteraan Sosial: Sebuah Pengantar,
yang mereka bawa dari Negara asal, serta ikut Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
mempelajari kebudayaan baru di daerah mereka
akan menetap. Oberg, K. , 2005, “Gegar Budaya dan Masalah
2. Seorang mahasiswa pertukaran pelajar diharuskan Penyesuaian Diri Dalam
menyalurkan sedikit pemahaman dengan cara Lingkungan Baru” dalam Deddy Mulyana
berdiskusi atau berkomunikasi dengan percaya diri dan Jalauddin Rahmat (Editor), Komunikasi
dan berwawasan luas serta tidak malu jika harus Antar Budaya, Panduan Berkomunikasi
bertanya mengenai hal-hal yang baru untuk mereka Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya,
ketahui. Dan seorang mahasiswa pertukaran pelajar Remaja Rosdakarya, Bandung.
harus berperan aktif di lingkungan luar kampus serta
berbaur dalam setiap kegiatan sosial Samovar, L, Porter, Richard, dan McDaniel, Edwin R. ,
3. Seorang mahasisiwa pertukaran pelajar yang akan 2010, Komunikasi Lintas
menjalankan tugas ke luar negeri hendaknya Budaya, Salemba Humanika, Jakarta.
menguasai bahasa asing yang baik dan benar untuk
menunjang terjalinnya komunikasi. Satriani Dan Muljono. 2005. Komunikasi Partispatif
Pada Program Pos Pemberdayaan Keluarga.
Jurnal Masyarakat Dan Kebudayaan Politik,
DAFTAR PUSTAKA No. 2
Adi Fahrudin, Ph.D,2011, Pengantar Kesejahteraan Sihabudin Ahmad, 2011. Komunikasi Antar Budaya,
Sosial, Refika Aditama, Bandung. Bumi Aksara, Jakarta.
Alo,Liliweri, 2004, Dasar-dasar Komunikasi Antar Sihabudin Ahmad. 2013, Komunikasi Antarbudaya :
Budaya, Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Satu Perspektif Multidimensi, PT. Bumi
Aksara, Jakarta.
Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta. Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif
Chaney, Lilian, Martin , Jeanette. 2004, Intercultural kualitatif dan R&D, Alfabeta, Bandung.
business communication. Pearson Education,
Inc, New Jersey. Suharto Edi, 2009, Membangun Masyarakat
Memberdayakan Rakyat Kajian Strategis
Deddy, Mulyana, dan Rakhmat Jalaluddin. 2002. Pembangunan Kesejahteraan Sosial, Refika
Panduan berkomunikasi dengan Orang- Aditama, Bandung.
orang Berbeda-beda, PT. Remaja Rosdakarya, Sulasman Dr. H., M.Hum & Setia Gumilar, M. Si, 2013,
Bandung. Teori-teori Kebudayaan, CV Pustaka Setia,
Bandung.
Deddy, Mulyana & Rahmat, Jalaluddin. ,1996,
Komunikasi Antar Budaya, PT. Remaja Sunarwinadi, Ilya , 1993, Komunikasi Antar Budaya
Rosdakarya, Bandung. Pusat Antar Universitas Ilmu-Ilmu Sosial,
Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Deddy, Mulyana, 2001, Ilmu Komunikasi Suatu
Pengantar, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung. Tubbs, Stwart L. dan Sylvia Moss. 1996, Human
Communication (Terjemahan Deddy Mulyana).
Deddy, Mulyana, 2004, Metodologi Penelitian Remaja Rosdakarya, Bandung.
Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu
Vardiansyah, Dani, 2004, Pengantar Ilmu Komunikasi,
Ghalia Indonesia, Bogor.

Wursanto. I. , 2005, Dasar-dasar Ilmu Organisasi, CV.


Andi Offset, Yogyakarta.

…………….., Tim Balai Pendidikan Kesejahteraan


Sosial, 2002, Pengantar Pekerjaan Sosial,
DepSos,Bandung.

…………….., Kamus Besar Bahasa Indonesia,


2007,Balai Pustaka, Jakarta.

Internet :
https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-
populasi-adalah.html
(Di akses pada tanggal 12 Mei 2020 pukul 09.34)

https://www.romelteamedia.com/2014/04/media-
sosial-pengertian karakteristik.html
(Di akses pada tanggal 12 Mei 2020 pukul 10.20)